wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Kimia Farmasi II

Total questions: 20

Worksheet time: 11mins

Name
Class
Date
1.

Dinatrium Etilen Diamin Tetra Asetat merupakan senyawa pembentuk kompleks yang banyak digunakan untuk titrasi kompleksometri. Senyawa ini dapat digunakan untuk menganalis obat………….

a)

Sulfonamid

b)

Kalsium Laktat

c)

Barbiturat

d)

Tetrasiklin

2.

Vitamin B12 merupakan Kristal berwarna merah dengan kelarutan yang baik dalam air. Vitamin ini dapat ditentukan kadarnya menggunakan metode Spektrofotometri dengan kisaran panjang gelompang cahaya tampak karena memiliki gugus………………

a)

Fenol

b)

Hidroksil

c)

Kromofor

d)

Amina

3.

Pada titrasi kompleksometri salah satu prosedur kerja yang dilkukan adalah dengan menambahkan buffer ammonia pH 10 untuk menjaga PH tidak berubah. Pembuatannya dengan melarutkan 5,4 gram ammonia klorda dalam 70 mL …………….. dan di encerkan dengan aquades hingga 100 mL

a)

Asam Klorida 5 M

b)

Natrium Hidroksida 5 M

c)

Ammonium Hidroksida 5 M

d)

Hidrogen Peroksida 5 M

4.

Untuk pembuatan kurva baku vitamin B12 maka dibuat variasi konsentrasi sebanyak 5 seri dari baku murni 1mg/ml. selanjutnya, masing-masing variasi konsentrasi tersebut di ukur absorbansi nya dengan spektrofotometer dengan panjang gelombang 361 nm. Jika ingin membuat konsentrasi 100 ppm sebanyak 50 mL. Berapa mL yang diambil dari larutan baku murni tersebut……

a)

5 mL

b)

10 mL

c)

15 mL

d)

20 mL

5.

Pada uji kadar vitamin B12, ditimbang Vitamin B12 dengan merk X setara dengan 6 mg kemudian di larutkan dengan aquades sampai 100 mL. selanjutnya dibuat variasi konsnetrasi 5 ppm, 10 ppm, 20 pppm, 30 ppm dan 40 ppm sehingga didapatkan persamaan regresi linear yaitu y=0,1743x+0,011 dengan R2 = 0,9871 (Absorbansi sampel = 0,9119). Hitung persen kadar dari sampel tersebut..

a)

8,65%

b)

8,62%

c)

80,65%

d)

80,62%

6.

Seorang mahasiwa farmasi ingin menganalisis kadar kalsium laktat dengan larutan standar Na2EDTA 0,049 N, sebanyak 200 mg kalsium laktat ditimbang secara seksama dan selanjutnya dimasukkan ke dalam erlemayer, kemudian ditambahkan aquades sebanyak 25 mL. langkah selanjutnya yaitu menambahkan 5 mL larutan buffer dan 50 mg indicator EBT (dikocok hingga homogeny). Kemudian di titrasi dengan larutan titran tersebut. Hasil yang didapat adalah volume titran sebanyak 11 mL dan Bobot rata-rata tablet yaitu 587,9 mg. hitung kadar dari sampel tersebut…

a)

94,72%

b)

95,72%

c)

96,72%

d)

97,72%

7.

golongan sulfonamide dapat ditentukan kadarnya dengan cara merekasikan obat tersebut menggunakan perak nitrat. Dibawah ini jenis obat golongan sulfonamide yang tidak bisa bereaksi dengan perak nitrat adalah….

a)

Sulfadiazin

b)

Sulfametazin

c)

Sulfanilamide

d)

Sulfatizol

8.

Nitrimetri merupakan titrasi yang menggunakan natrium nitrit sebagi titrannya dan dapat digunakan untuk analisis senyawa obat yang memiliki gugus amin aromatic primer dengan prinsip pembentukan garam diazonium. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam titrasi ini, salah satu nya adalah……

a)

Harus dalam Keadaan basa (pH ±8)

b)

Harus dalam Keadaan asam (pH ±2)

c)

Suhu > 15oC

d)

Dilakukan Penggojogan di awal titrasi

9.

Dibawah ini merupaka obat yang tidak dapat dianalisis dengan titrasi nitrimetri yaitu

a)

Parasetamol

b)

Sulfanilamid

c)

Kloramfenikol

d)

Tetrasiklin

10.

Untuk melihat Titik akhir titrasi diazotasi, perlu ditambahkan indicator luar seperti…..

a)

Tropeolin oo

b)

Metilen Blue

c)

Kanji-Iodida

d)

Phenolphtalein

11.

Pada penentuan kadar parasetamol dengan titrasi diazotasi, jika diketahui berat parasetamol yaitu 0,4209 gram dan konsentrasi natriumnitrit setelah di standarisasi yaitu : 0,0995 N, serta volume natrium nitrit yang dibutuhkan untuk mencapai TAT sebesar 7,7 mL. hitunglah kadar parasetamol tersebut………..

a)

27,52%

b)

27,62 %

c)

27,72 %

d)

28,52 %

12.

sulfadiazine merupakan obat golonga antibiotic sulfonamide yang dapat mengobati infeksi bakteri. Obat ini dapat dianalsiis menggunakan titrasi nitrimetri. Tiap mL natriut nitrit 0,1 N setara dengan berapa gram sulfadiazine ?

a)

25,03 gram

b)

25,33 gram

c)

0,02503 gram

d)

0,02533 gram

13.

pada titrasi kompleksometri untuk menentukan titik akhir titrasi dengan menambahkan indicator……

a)

metilen blue

b)

kanji-iodida

c)

Kalium Bromida

d)

xilanol

14.

Jika ingin membuat larutan standar Na2EDTA sebesar 0,05 N sebanyak 1000 mL, berapa gram Na2EDTA yang dibutuhkan ? (BM=336,16)

a)

18,16 gram

b)

16,18 gram

c)

16,61 gram

d)

18,61 gram

15.

Spektrofotometri merupakan metode untuk mengukur interaksi antara radiasi elektromagnetik dengan molekul suatu zat kimia melalui banyaknya enrgi radiasi yang diserap molekul tersebut. Jika serapan molekul tersebut berada pada kisaran panjang gelombang 789 nm maka spektrofotometer apa yang digunakan…..

a)

Visible

b)

UV-Vis

c)

Ultraviolet

d)

Infra Red

16.

Titik akhir titrasi pada titrasi diazotasi dapat ditentukan dengan potensiometri menggunakan Elektroda Kalomel-Platina. Perubahan potensial pada titik akhir titrasi berada pada kisaran berapa volt ?

a)

+ 0,8 V sampai +0,9 V

b)

+ 0,6 V sampai +0,8 V

c)

0,08 V – 0,09 V

d)

0,086 V – 0,09 V

17.

Titrasi nitrimetri merupakan titrasi yang digunakan untuk menganalisis kadar parasetamol dengan titran Natrium Nitrit. Sebelum dilakukan titrasi pada sampel, natrium nitrit harus distandarisasi dulu menggunakan larutan……….

a)

Asam Sulfanilit

b)

Asam Sulfanilat

c)

Asam Penisiloat

d)

Asam Sulfat

18.

Jika diketahui konsentrasi baku vitamin B12 yaitu 5mg/5mL, berapa konsentrasi nya dalam ppm ?

a)

2000 ppm

b)

10 ppm

c)

1000 ppm

d)

20 ppm

19.

Jika didapatkan persamaan garis dari analisis kadar parasetamol dengan spektrofotometri yaitu y=0,001x+0,007 dengan nilai y =0,103. Hitung nilai X dari sampel tersebut ……..

a)

69 mg/L

b)

96 mg/L

c)

196 mg/L

d)

169 mg/L

20.

Amin aromatis dapat didiazotasi, tetapi beberapa diantaranya bereaksi secara lambat sehingga perlu ditambahkan katalisator yaitu……….

a)

Kalium Bromida

b)

Natrium Bromida

c)

Kanji Iodida

d)

Asam Sulfat