NEW
Font size
WorksheetsCara Produksi Pangan yang Baik
Total questions: 10
Worksheet time: 21mins
Hal yang paling diutamakan dari Cara Produksi Pangan yang Baik (CPPB) atau Good Manufacturing Practices (GMP) adalah …...
Agar tidak terjadi kontaminasi terhadap produk selama proses produksi
Agar tidak terjadi kontaminasi terhadap produk selama proses distribusi
Agar tidak terjadi kontaminasi terhadap produk selama proses konsumsi
Untuk menghindari adanya kerusakan pada produk
Menghindari adanya kontaminasi terhadap produk selama proses produksi sehingga aman dikonsumsi oleh konsumen
Sistem penyediaan makanan nasional di Indonesia salah satu diantaranya dipenuhi oleh industry pangan. Dalam penyediaan makanan tersebut, Industri pangan harus bertumpu pada ketentuan .....
Peraturan Menteri Perindustrian No.75/M-IND/PER/7/2010
Peraturan Menteri Perindustrian No.75/M-IND/PER/7/2011
Peraturan Menteri Perindustrian No.76/M-IND/PER/7/2010
Keputusan Badan POM No. HK.03.1.23.04.12.2206 Tahun 2010
Keputusan Badan POM No. HK.03.1.23.04.12.2207 Tahun 2012
Agar sistem HACCP dapat berfungsi dengan baik dan efektif, perlu diawali dengan pemenuhan program Pre-requisite. Pre-requisite adalah …..
Suatu pedoman bagi industry pangan, bagaimana cara berproduksi pangan yang baik
Prosedur umum yang berkaitan dengan persyaratan dasar suatu operasi bisnis pangan untuk mencegah kontaminasi akibat suatu produksi atau penanganan pangan.
Prosedur umum untuk memenuhi standar mutu atau persyaratan yang ditetapkan untuk pangan
Suatu pedoman untuk mengatur dan mengendalikan industry pangan yang bersangkutan dan melindungi terhadap konsumen
Prosedur yang digunakan oleh industry untuk membantu mencapai tujuan atau sasaran dalam memproduksi pangan yang bermutu tinggi, aman, dan tertib.
Perhatikan pernyataan di bawah ini!
(1) Aspek Bangunan
(2) Aspek Fasilitas Sanitasi
(3) Aspek Mesin dan Peralatan Produksi
(4) Aspek Produksi Awal
(5) Aspek Pengendalian Produksi
(6) Aspek Konsumen
Berdasarkan pernyataan di atas, aspek-aspek yang merupakan persyaratan GMP adalah …...
(1), (2), (3), dan (4)
(1), (2), (3), dan (5)
(2), (3), (4), dan (5)
(2), (3), (4), dan (6)
(3), (4), (5), dan (6)
Pada aspek produk akhir, diperlukan penetapan spesifikasi produk akhiryang bertujuan memproduksi pangan leh dengan mutu seragam yang memenuhi standar atau persyaratan yang ditetapkan dan meningkatkan kepercayaan konsumen akan produk yang dihasilkan. Maka dari itu, produk akhir yang dihasilkan harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Di bawah ini yang bukan merupakan persyaratan produk akhir adalah …..
Produk akhir harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh otoritas kompeten dan tidak boleh merugikan atau membahayakan kesehatan konsumen
Produk akhir yang standar mutunya belum ditetapkan, persyaratannya dapat ditentukan sendiri oleh perusahaan yang bersangkutan
Produk akhir yang dihasilkan harus memiliki inovasi yang baru, memiliki warna dan bentuk yang menarik sehingga konsumen akan lebih tertarik.
Mutu dan keamanan produk akhir sebelum diedarkan seharusnya diperiksa dan dipantau secara periodic
Persyaratan yang ditentukan sendiri oleh perusahaan yang bersangkutan mampu telusur terhadap standar yang berlaku
Pembina dan pengawas pengolahan harus mempunyai pengetahuan mengenai prinsip-prinsip dan praktik hygiene pangan olahan agar mampu mendeteksi resikon yang mungkin terjadi dan bila perlu mampu memperbaiki penyimpangan yang terjadi. Pernyataan tersebut merupakan tujuan dari aspek …..
Aspek karyawan
Aspek pelatihan
Aspek pengendalian proses
Aspek bahan baku
Aspek produk akhir
Pelatihan dan pembinaan merupakan hal penting bagi industri pengolahan pangan dalam melaksanakan sistem higiene. Program pelatihan yang diberikan seharusnya dimulai dari prinsip dasar sampai pada praktik cara produk yang baik, yang tidak terkait dengan pelatihan/penyuluhan adalah …..
Dasar-dasar higiene karyawan dan higiene pangan olahan kepada petugas pengolahan
Faktor-faktor yang menyebabkan penurunan mutu dan kerusakan pangan olahan termasuk yang mendukung pertumbuhan jasad renik patogen dan pembusuk
Faktor-faktor yang mengakibatkan penyakit dan keracunan melalui pangan olahan
Cara produksi pangan olahan yang baik termasuk penanganan, pengolahan, penyimpanan, pengemasan dan pengangkutan
Prinsip dasar pemotongan dan pemanasan bahan baku
Persyaratan pakaian yang harus dipatuhi oleh karyawan di tempat kerja adalah …..
Sarung tangan harus selalu dijaga kebersihannya atau sarung tangan sekali pakai
Melepas pakaian ketika meninggalkan ruang proses dan memasuki toilet
Diperbolehkan mengenakan perhiasan ketika bekerja
Memakai topi yang menutup seluruh rambut
Kantung/saku harus kosong waktu bekerja menangani makanan atau kantungnya tertutup
Seorang karyawan diduga sedang menderita penyakit karena memiliki gejala batuk dan bersin. Hal yang harus dilakukan terhadap karyawan tersebut adalah …..
Karyawan tersebut diharuskan memakai masker
Karyawan tersebut diperbolehkan masuk ruang produksi
Karyawan tersebut diharuskan meminum obat lalu dapat memulai pekerjaan
Karyawan tersebut tidak diizinkan melakukan pekerjaan yang langsung berhubungan dengan makanan
Karyawan tersebut boleh memasuki ruang produksi dan bekerja seperti biasanya karena hanya menderita penyakit ringan
Perusahaan/pabrik harus berlokasi di daerah yang bebas dari kotoran, sehingga tidak menimbulkan penularan dan kontaminasi terhadap produk dan bahaya bagi masyarakat. Pertimbangan dalam pemilihan lokasi pabrik/tempat produksi adalah sebagai berikut, kecuali …..
Pabrik/tempat produksi harus jauh dari daerah lingkungan yang tercemar atau daerah tempat kegiatan industri yang menimbulkan pencemaran terhadap pangan
Jalan menuju pabrik/tempat produksi seharusnya tidak menimbulkan debu atau genangan air, dengan disemen, dipasang batu atau paving block dan dibuat saluran air yang mudah dibersihkan
Lingkungan pabrik/tempat produksi harus bersih dan tidak ada sampah teronggok
Pabrik/tempat produksi seharusnya tidak berada di daerah yang mudah tergenang air atau daerah banjir.
Pabrik/tempat produksi seharusnya dekat dengan tempat pembuangan umum agar memudahkan dalam pembuangan limbah
