wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

SISTEM PENCERNAAN

Total questions: 90

Worksheet time: 3hrs 58mins

Name
Class
Date
1.

Seorang laki-laki berusia 22 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis thypoid. Hasil pengkajian : Suhu : 38, 90 C dan kadang meningkat mencapai 39,4 0 C,terlihat lemah dan bedrest. Perawat melakukan pemeriksaan abdomen dan saat ini perawat telah memeriksa bentuk perut dan melihat adanya kelainan pada perut. Apakah pengkajian abdomen selanjutnya yang tepat pada kasus di atas ?

a)

melakukan palpasi superficial

b)

melakukan palpasi dalam

c)

mendengarkan peristaltik usus

d)

melakukan perkusi pada dinding perut

e)

melakukan perabaan pada seluruh dinding perut

2.

Seorang laki-laki berusia 22 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis thypoid. Hasil pengkajian : Suhu : 38, 90 C, lidah kotor,terlihat lemah dan bedrest. Keluarga menanyakan penyebab lidah tampak kotor walaupun sudah berkumur dan sikat gigi. Bagaimanakah sikap perawat yang tepat pada kasus di atas ?

a)

menjelaskan kepada keluarga untuk melakukan kumur dengan produk mentol

b)

menjelaskan kepada keluarga bahwa lidah kotor terjadi karena adanya gangguan absorbsi zat tepung

c)

menjelaskan kepada keluarga bahwa lidah kotor terjadi akibat efek samping dari obat yang diminum

d)

menjelaskan kepada keluarga bahwa lidah kotor terjadi akibat tidak adekuatnya intake makanan

e)

menjelaskan kepada keluarga bahwa lidah kotor terjadi akibat pasien kurang minum

3.

Seorang laki-laki berusia 22 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis thypoid. Hasil pengkajian : Suhu : 38, 90 C, lidah kotor,bibir kering, muka tampak merah, terlihat lemah dan bedrest. Apakah masalah keperawatan prioritas pada kasus diatas ?

a)

Hipertermi

b)

gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan

c)

intoleransi aktifitas

d)

defisit cairan

e)

defisit perawatan diri

4.

Seorang laki-laki berusia 22 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis thypoid. Hasil pengkajian : Suhu : 38, 90 C, lidah kotor,bibir kering, muka tampak merah, terlihat lemah dan bedrest. Bagaimanakah perumusan tujuan keperawatan prioritas yang tepat pada kasus diatas ?

a)

aktifitas meningkat

b)

status nutrisi membaik

c)

termoregulasi membaik

d)

cairan meningkat

e)

perawatan diri meningkat

5.

Seorang laki-laki berusia 22 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis thypoid. Hasil pengkajian : Suhu : 38, 90 C, lidah kotor,bibir kering, muka tampak merah, terlihat lemah dan bedrest. Apakah tindakan keperawatan prioritas yang tepat pada kasus diatas ?

a)

dukungan perawatan diri

b)

manajemen nutrisi

c)

manajemen hipovelemia

d)

manajemen energi

e)

manajemen hipertermi

6.

Seorang laki-laki berusia 22 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis thypoid. Hasil pengkajian : Suhu : 38, 90 C, BB 60 Kg, TB : 170 cm. Pasien diprogramkan untuk istirahat total ditempat tidur. Saat ini pasien menanyakan alasan tidak diperbolehkan beraktifitas. Bagaimanakah sikap perawat yang tepat pada kasus diatas ?

a)

menjelaskan bahwa pasien beresiko terjatuh jika beraktifitas

b)

menjelaskan bahwa semakin banyak bergerak suhu tubuh akan semakin meningkat

c)

menjelaskan bahwa kuman akan masuk ke saluran pencernaan jika banyak bergerak

d)

menjelaskan bahwa semakin bergerak kondisi lambungnya akan semakin memburuk

e)

menjelaskan bahwa dengan istirahat total, kebutuhan istirahat tidur akan terpenuhi

7.

Seorang laki-laki berusia 22 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis thypoid. Hasil pengkajian : Suhu : 36, 90 C, BB 60 Kg, TB : 170 cm. Berapakah kebutuhan nutrisi yang tepat pada kasus diatas ?

a)

1872

b)

2016

c)

2260

d)

2404

e)

2548

8.

Seorang laki-laki berusia 22 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis thypoid. Hasil pengkajian : Suhu : 40, 90 C, muka merah, tampak mengigil. Apakah edukasi yang tepat pada kasus diatas ?

a)

menganjurkan pasien mengenakan selimut 2 lapis

b)

mengenakan baju yang tipis

c)

berendam dengan air dingin

d)

kurangi konsumsi cairan

e)

tutup semua ventilasi ruangan

9.

Seorang laki-laki berusia 22 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis thypoid. Hasil pengkajian : Suhu : 39, 90 C, BB 60 Kg, TB : 170 cm. Berapakah indeks masa tubuh (IMT) pasien diatas ?

a)

19,7

b)

20,7

c)

21,7

d)

22,7

e)

23,7

10.

Seorang laki-laki berusia 22 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis thypoid. Hasil pengkajian : Suhu : 36, 90 C, BB 60 Kg, TB : 170 cm. Pasien diprogramkan untuk pulang. Saat ini keluarga menanyakan tentang jenis makanan untuk pasien. Apakah edukasi yang tepat untuk pasien di atas ?

a)

menganjurkan makan biasa seperti makanan keluarga

b)

menganjurkan diet cair seperti susu

c)

menganjurkan untuk menyediakan makanan kesukaan pasien

d)

menganjurkan makan jenis makanan rendah serat

e)

menganjurkan jenis makanan yang tinggi lemak

11.

Seorang laki-laki berusia 25 tahun, dirawat di RS dengan keluhan diare. Hasil pengkajian : pasien tampak lemas, turgor kulit tidak elastis, bising usus 28x/menit, frekuensi nadi : 104x/menit. Apakah pengkajian prioritas pada kasus di atas ?

a)

inspeksi kelembabab bibir

b)

mengukur balance cairan

c)

mengukur suhu tubuh

d)

memeriksa jumlah dan warna feses

e)

kolaborasi pemeriksaan feses

12.

Seorang laki-laki berusia 25 tahun, dirawat di RS dengan keluhan diare. Hasil pengkajian : pasien tampak lemas, turgor kulit tidak elastis, bising usus 28x/menit, frekuensi nadi : 104x/menit, suhu 38,5 C, produksi urin menurun. Apakah masalah keperawatan prioritas pada kasus di atas ?

a)

hipertermi

b)

kelelahan

c)

defisit cairan

d)

kerusakan integritas kulit

e)

retensi urin

13.

Seorang laki-laki berusia 25 tahun, dirawat di RS dengan keluhan diare. Hasil pengkajian : pasien tampak lemas, turgor kulit tidak elastis, bising usus 28x/menit, frekuensi nadi : 104x/menit, suhu 38,5 C, produksi urin menurun. Bagaimanakah perumusan tujuan keperawatan prioritas pada kasus di atas ?

a)

termoregulasi membaik

b)

tingkat keletihan menurun

c)

status cairan meningkat

d)

integritas kulit membaik

e)

eliminasi urin membaik

14.

Seorang laki-laki berusia 25 tahun, dirawat di RS dengan keluhan diare. Hasil pengkajian : pasien tampak lemas, turgor kulit tidak elastis, bising usus 28x/menit, frekuensi nadi : 104x/menit, suhu 38,5 C, produksi urin menurun. Bagaimanakah perumusan intervensi keperawatan prioritas pada kasus di atas ?

a)

manajemen hipertermia

b)

manajemen energi

c)

manajemen cairan

d)

perawatan integritas kulit

e)

kateterisasi urin

15.

Seorang laki-laki berusia 25 tahun, dirawat di RS dengan keluhan diare. Hasil pengkajian : pasien tampak lemas, turgor kulit tidak elastis, bising usus 28x/menit, frekuensi nadi : 104x/menit, suhu 38,5 C, produksi urin menurun. Apakah evaluasi keperawatan prioritas pada kasus di atas ?

a)

suhu tubuh dari skala 1 (memburuk) menjadi 4 ( cukup membaik )

b)

kemampuan melakukan aktifitas rutin dari 2 (cukup menurun) menjadi 5 (meningkat)

c)

output urin dari 1 (menurun) menjadi 4 (cukup meningkat)

d)

elastisitas kulit dari 1 (menurun) menjadi 4 (cukup meningkat)

e)

sensasi berkemih dari 1 (menurun) menjadi 4 (cukup meningkat)

16.

Seorang laki-laki berusia 25 tahun, dirawat di RS dengan keluhan diare sebanyak 10/kali dalam 12 jam. Hasil pengkajian : pasien tampak lemas, bibir kering. Perawat melakukan pemeriksaan turgor kulit. Dimanakah lokasi pemeriksaan yang tepat pada kasus di atas ?

a)

punggung tangan

b)

punggung kaki

c)

abdomen

d)

femur sisi luar

e)

gluteal

17.

Seorang laki-laki berusia 25 tahun, dirawat di RS dengan keluhan diare sebanyak 10/kali dalam 12 jam. Hasil pengkajian : pasien tampak lemas, bibir kering, BB : 50 kg, TB 65 cm. Saat ini perawat menghitung balance cairan. Berapakah jumlah IWL pada kasus di atas ?

a)

250 cc/24 jam

b)

500 cc/24 jam

c)

750 cc/24 jam

d)

1000 cc/24 jam

e)

1250 cc/24 jam

18.

Seorang laki-laki berusia 25 tahun, dirawat di RS dengan diagnosis medis gastroenteritis. Hasil pengkajian : pasien diare 10 x dengan jumlah setiap kali diare 50 cc, BAK 4 X 200 cc, muntah 2 x 75 cc. Pasien minum 2,5 L/hari, infus 50 cc/jam, injeksi 3 x 5 cc, makan 100 cc,BB : 50 kg, TB 65 cm. Saat ini perawat menghitung balance cairan. Berapakah jumlah input pada kasus di atas ?

a)

3895 cc/24 jam

b)

3965 cc/24 jam

c)

4095 cc/24 jam

d)

4195 cc/24 jam

e)

4165 cc/24 jam

19.

Seorang laki-laki berusia 25 tahun, dirawat di RS dengan diagnosis medis gastroenteritis. Hasil pengkajian : pasien diare 10 x dengan jumlah setiap kali diare 50 cc, BAK 4 X 200 cc, muntah 2 x 75 cc. Pasien minum 2,5 L/hari, infus 50 cc/jam, injeksi 3 x 5 cc, makan 100 cc,BB : 50 kg, TB 65 cm. Saat ini perawat menghitung balance cairan. Berapakah jumlah air metabolisme pada kasus di atas ?

a)

100 cc/24 jam

b)

150 cc/24 jam

c)

200 cc/24 jam

d)

250 cc/24 jam

e)

300 cc/24 jam

20.

Seorang laki-laki berusia 25 tahun, dirawat di RS dengan diagnosis medis gastroenteritis. Hasil pengkajian : pasien diare 10 x dengan jumlah setiap kali diare 50 cc, BAK 4 X 200 cc, muntah 2 x 75 cc. Pasien minum 2,5 L/hari, infus 50 cc/jam, injeksi 3 x 5 cc, makan 100 cc,BB : 50 kg, TB 65 cm. Saat ini perawat menghitung balance cairan. Berapakah jumlah output pada kasus di atas ?

a)

2000 cc/24 jam

b)

2100 cc/24 jam

c)

2200 cc/24 jam

d)

2300 cc/24 jam

e)

2400 cc/24 jam

21.

Seorang laki-laki berusia 25 tahun, dirawat di RS dengan diagnosis medis gastroenteritis. Hasil pengkajian : pasien diare 10 x dengan jumlah setiap kali diare 50 cc, BAK 4 X 200 cc, muntah 2 x 75 cc. Pasien minum 2,5 L/hari, infus 50 cc/jam, injeksi 3 x 5 cc, makan 100 cc,BB : 50 kg, TB 65 cm. Saat ini perawat menghitung balance cairan. Berapakah balance cairan pada kasus di atas ?

a)

+1765 cc/24 jam

b)

-1765 cc/24 jam

c)

+ 1865 cc/24 jam

d)

-1865 cc/24 jam

e)

+1965 cc/24 jam

22.

Seorang laki-laki berusia 25 tahun, dirawat di RS dengan diagnosis medis gastroenteritis. Hasil pengkajian : pasien diare 10 x dengan jumlah setiap kali diare 50 cc, BAK 4 X 200 cc, muntah 2 x 75 cc. BB : 50 kg, TB 65 cm. Pasien mengatakan khawatir karena berat badan menurun 2 kg dalam waktu sehari. Bagaimanakah sikap perawat yang tepat pada kasus di atas ?

a)

menjelaskan karena kurangnya intake cairan yang masuk

b)

menjelaskan jika penurunan berat badan yang drastis akibat cairan yang keluar

c)

menjelaskan jika hal tersebut merupakan upaya tubuh untuk melawan kuman yang masuk

d)

menjelaskan tidak perlu khawatir karena kejadian tersebut adalah normal

e)

menjelaskan bahwa keadaan tersebut akan berlanjut dalam 3 hari kedepan

23.

Seorang laki-laki berusia 25 tahun, dirawat di RS dengan diagnosis medis gastroenteritis. Hasil pengkajian : pasien diare 10 x kali dalam sehari serta muntah 2x. Perawat melakukan tindakan pengukuran berat badan dan saat ini perawat sudah mengatur timbangan ke skala 0. Apakah prosedur selanjutnya yang tepat pada kasus di atas ?

a)

meminta pasien untuk mengenakan pakaian dasar saja

b)

meminta pasien untuk melepaskan alas kaki

c)

meminta pasien naik ke timbangan dengan posisi kaki ditengah alat timbang

d)

meminta pasien pasien untuk tetap tenang dan jangan menundukan kepala

e)

baca dan catat berat badan pasien

24.

Seorang laki-laki berusia 25 tahun, dirawat di RS dengan diagnosis medis gastroenteritis. Hasil pengkajian : pasien diare 10 x kali dalam sehari serta muntah 2x. Perawat melakukan tindakan pengukuran berat badan dan saat ini perawat sudah meminta pasien untuk melepaskan alas kaki. Apakah prosedur selanjutnya yang tepat pada kasus di atas ?

a)

meminta pasien untuk mengenakan pakaian dasar saja

b)

mengatur alat timbang ke skala 0

c)

meminta pasien naik ke timbangan dengan posisi kaki ditengah alat timbang

d)

meminta pasien pasien untuk tetap tenang dan jangan menundukan kepala

e)

baca dan catat berat badan pasien

25.

Seorang laki-laki berusia 25 tahun, dirawat di RS dengan diagnosis medis gastroenteritis. Hasil pengkajian : pasien diare 10 x kali dalam sehari serta muntah 2x. Perawat melakukan tindakan pengukuran berat badan dan saat ini perawat sudah meminta pasien untuk naik ke alat timbang dengan posisi kaki di tengah. Apakah prosedur selanjutnya yang tepat pada kasus di atas ?

a)

meminta pasien untuk mengenakan pakaian dasar saja

b)

mengatur alat timbang ke skala 0

c)

meminta pasien untuk melepaskan alas kaki

d)

meminta pasien pasien untuk tetap tenang dan jangan menundukan kepala

e)

baca dan catat berat badan pasien

26.

Seorang laki-laki berusia 25 tahun, dirawat di RS dengan diagnosis medis gastroenteritis. Hasil pengkajian : pasien diare 10 x kali dalam sehari serta muntah 2x. Perawat melakukan tindakan pengukuran berat badan dan saat ini perawat sudah meminta pasien untuk naik ke alat timbang dan menganjurkan untuk tetap tenang serta tidak menundukan kepala. Apakah prosedur selanjutnya yang tepat pada kasus di atas ?

a)

meminta pasien untuk mengenakan pakaian dasar saja

b)

mengatur alat timbang ke skala 0

c)

meminta pasien untuk melepaskan alas kaki

d)

meminta pasien untuk meletakkan kaki tepat di tengah alat timbang

e)

baca dan catat berat badan pasien

27.

Seorang perempuan berusia 35 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis Ulkus peptikum. Pasien mengeluh nyeri pada perut kiri atas disertai kembung. Perawat akan melakukan pemeriksaan palpasi abdomen. Bagaimanakah urutan yang tepat dalam melakukan palpasi pada kasus diatas ?

a)

kwadran kiri atas, kwadran kiri bawah, kwadran kanan bawah, kwadran kanan atas

b)

kwadran kiri bawah, kwadran kanan bawah, kwadran kiri atas, kwadran kanan atas

c)

kwadran kanan atas, kwadran kanan bawah, kwadaran kiri bawah, kwadran kiri atas

d)

kwadran kanan bawah, kwadran kiri bawah, kwadran kiri atas, kwadran kanan atas

e)

kwadran kiri atas, kwadran kanan atas, kwadran kiri bawah, kwadran kanan atas

28.

Seorang perempuan berusia 35 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis Ulkus peptikum. Pasien mengeluh nyeri pada perut kiri atas disertai kembung. Perawat akan melakukan pemeriksaan palpasi abdomen. Bagaimanakah pengaturan posisi yang tepat pada kasus diatas ?

a)

supinasi dengan kaki lurus

b)

supinasi dengan kaki ditekuk

c)

supinasi dengan kedua kaki dilebarkan

d)

miring ke kanan

e)

miring ke kiri

29.

Seorang perempuan berusia 35 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis Ulkus peptikum. Pasien mengeluh nyeri pada perut kiri atas menjalar sampai dada, nyeri dirasakan terus menerus, skala 6. Apakah pengkajian nyeri selajutnya yang tepat pada kasus diatas ?

a)

menanyakan penyebab nyeri

b)

menanyakan kualitas nyeri

c)

menanyakan skala nyeri

d)

menanyakan waktu terjadinya nyeri

e)

menanyakan area yang mengalami nyeri

30.

Seorang perempuan berusia 35 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis Ulkus peptikum. Pasien mengeluh nyeri pada perut kiri atas menjalar sampai dada, nyeri dirasakan terus menerus dan bertambah nyeri saat makan, skala 6. Hasil pengkajian mata tampak sayu,bibir kering. Apakah masalah keperawatan prioritas pada kasus diatas

a)

defisit cairan

b)

gangguan istirahat tidur

c)

nyeri akut

d)

gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan

e)

keletihan

31.

Seorang perempuan berusia 35 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis Ulkus peptikum. Pasien mengeluh nyeri pada perut kiri atas menjalar sampai dada, nyeri dirasakan terus menerus dan bertambah nyeri saat makan, skala 6. bibir kering, tampak lemas. Apakah tujuan keperawatan prioritas pada kasus diatas ?

a)

status cairan membaik

b)

kebutuhan istirahat tidur meningkat

c)

tingkat nyeri menurun

d)

status nutrisi membaik

e)

energi meningkat

32.

Seorang perempuan berusia 35 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis Ulkus peptikum. Pasien mengeluh nyeri pada perut kiri atas menjalar sampai dada, nyeri dirasakan terus menerus dan bertambah nyeri saat makan, skala 6. Hasil pengkajian mata tampak sayu,bibir kering. Bagaimanakah penyusunan kriteria hasil untuk masalah keperawatan prioritas pada kasus diatas ?

a)

cairan dari skala 1 (menurun) menjadi 4 (cukup meningkat)

b)

durasi tidur dari skala 1 (menurun) menjadi 4 (cukup Meningkat)

c)

keluhan nyeri dari skala 1 (meningkat) menajdi 4 (cukup menurun)

d)

intake nutrisi dari 1 (menurun) menjadi 4 (cukup meningkat)

e)

kemampuan melakukan aktifitas dari 1 (menurun) menjadi 5 (meningkat)

33.

Seorang perempuan berusia 35 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis Ulkus peptikum. Pasien mengeluh nyeri pada perut kiri atas menjalar sampai dada, nyeri dirasakan terus menerus dan bertambah nyeri saat makan, skala 6. Hasil pengkajian mata tampak sayu,bibir kering. Apakah intervensi keperawatan prioritas pada kasus diatas ?

a)

memantau cairan

b)

manajemen lingkungan

c)

manajemen nyeri

d)

manajemen nutrisi

e)

manajemen energi

34.

Seorang perempuan berusia 35 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis Ulkus peptikum. Pasien mengeluh nyeri pada perut kiri atas menjalar sampai dada, nyeri dirasakan terus menerus dan bertambah nyeri saat makan, sehingga pasien menolak makanan yang disajikan. Bagaimanakah sikap perawat yang tepat pada kasus diatas ?

a)

menghargai pilihan pasien

b)

meminta keluarga untuk membujuk pasien supaya makan

c)

menjelaskan bahwa semakin tidak makan akan menambah luka pada lambung

d)

menganti diet lunak dengan diet cair

e)

kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jenis makanan pasien

35.

Seorang perempuan berusia 35 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis Ulkus peptikum. Pasien mengatakan nyeri sudah berkurang dan direncanakan untuk pulang. Pasien mendapatkan terapi cimetidine dan menanyakan waktu untuk mengkonsumsi obat tersebut. Bagaimanakah penjelasan perawat yang tepat pada kasus diatas ?

a)

menjelaskan jika obat diminum setelah makan

b)

menjelaskan obat diminum saat makan berbarengan dengan suapan pertama

c)

menjelaskan obat diminum 30 menit sebelum makan

d)

menjelaskan obat dapat dikonsumsi hanya jika nyeri

e)

menjelaskan obat diminum setelah makan bersamaan dengan suapan terakhir

36.

Seorang perempuan berusia 35 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis Ulkus peptikum. Pasien mengeluh nyeri pada perut kiri atas menjalar sampai dada, nyeri dirasakan terus menerus, skala 8. Hasil pengkajian : nadi 106 x/menit, tampak meringgis dan keluar keringat dingin. Bagaimanakah tindakan perawat yang tepat pada kasus diatas ?

a)

meminta pasien untuk makan

b)

mengajarkan kepada pasien tehnik nafas dalam

c)

memberikan teh manis hangat

d)

memberikan terapi musik

e)

kolaborasi dengan dokter

37.

Seorang perempuan berusia 35 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis Ulkus peptikum. Pasien mengeluh nyeri pada perut kiri atas menjalar sampai dada. Perawat memberikan kompres hangat dan saat ini telah mengukur suhu air. Apakah tindakan perawat selanjutnya yang tepat pada kasus diatas ?

a)

menjelaskan tujuan tindakan

b)

mengatur posisi pasien

c)

meletakan kompres hangat diperut pasien

d)

memasang pengalas pada area yang akan dikompres

e)

mengkaji nyeri pasien

38.

Seorang perempuan berusia 36 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis gastitis. Hasil pengkajian : pasien mengeluh mual, ingin muntah dan tidak nafsu makan, tampak pucat, nyeri tekan kuadran kiri atas, tampak lemas dan terbaring ditempat tidur. Apakah masalah keperawatan prioritas pada kasus diatas

a)

defisit cairan

b)

mual

c)

nyeri akut

d)

gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan

e)

intoleransi aktifitas

39.

Seorang perempuan berusia 36 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis gastitis. Hasil pengkajian : pasien mengeluh mual, ingin muntah dan tidak nafsu makan, tampak pucat, nyeri tekan kuadran kiri atas, tampak lemas dan terbaring ditempat tidur. Bagaimanakah perumusan Tujuan keperawatan prioritas pada kasus diatas ?

a)

status cairan meningkat

b)

tingkat mual menurun

c)

tingkat nyeri menurun

d)

status nutrisi meningkat

e)

toleransi aktifitas meningkat

40.

Seorang perempuan berusia 36 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis gastitis. Hasil pengkajian : pasien mengeluh mual, ingin muntah dan tidak nafsu makan, tampak pucat, nyeri tekan kuadran kiri atas, tampak lemas dan terbaring ditempat tidur. Bagaimanakah perumusan kriteria hasil rencana keperawatan prioritas pada kasus diatas ?

a)

asupan cairan dari 1 (menurun) menjadi 3 (sedang)

b)

perasaan ingin muntah dari 1 (meningkat ) menjadi 3 (sedang)

c)

keluhan nyeri dari 1 (meningkat ) menjadi 3 (sedang)

d)

porsi makan yang dihabiskan 1 (menurun) menjadi 3 (sedang)

e)

aktifitas 1 (menurun) menjadi 3 (sedang)

41.

Seorang perempuan berusia 36 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis gastitis. Hasil pengkajian : pasien mengeluh mual, ingin muntah dan tidak nafsu makan, tampak pucat, nyeri tekan kuadran kiri atas, tampak lemas dan terbaring ditempat tidur. Apakah tindakan keperawatan prioritas pada kasus diatas ?

a)

manajemen cairan

b)

manajemen mual

c)

manajemen nyeri

d)

manajemen nutrisi

e)

peningkatak kebutuhan aktifitas

42.

Seorang perempuan berusia 56 tahun dirawat di RS dengan diagnosis ileus paralitik. Hasil pengkajian : pasien mengeluh 5 hari tidak bisa BAB, perut tampak cembung, bising usus tidak ada, hipertimpani. Apakah pemeriksaan fisik abdomen yang tepat untuk melengkapi data pada kasus diatas ?

a)

melakukan inspeksi abdomen

b)

melakukan auskultasi abdomen

c)

melakukan palpasi abdomen

d)

melakukan perkusi abdomen

e)

mengukur lingkar perut

43.

Seorang perempuan berusia 56 tahun dirawat di RS dengan diagnosis ileus paralitik. Hasil pengkajian : pasien mengeluh 5 hari tidak bisa BAB, perut tampak cembung pada kwadaran kiri bawah, bising usus tidak ada, hipertimpani. Bagaimanakah urutan palpasi abdomen yang tepat pada kasus diatas ?

a)

kwadaran kiri bawah, kwadran kanan bawah, kwadran kanan atas, kwadran kiri atas

b)

kwadaran kanan bawah, kwadran kiri bawah, kwadran kanan atas, kwadran kiri atas

c)

kwadran kiri atas, kwadran kanan bawah, kwadran kiri bawah, kwadran kanan atas

d)

kwadran kiri bwah, kwadran kanan bawah, kwadran kiri bawah, kwadran kanan atas

e)

kwadran kanan bawah, kwadaran kanan atas, kwadaran kiri atas, kwadaran kiri bawah

44.

Seorang perempuan berusia 56 tahun dirawat di RS dengan diagnosis ileus paralitik. Hasil pengkajian : pasien mengeluh 5 hari tidak bisa BAB, mual, perut tampak cembung pada kwadaran kiri bawah, bising usus tidak ada, hipertimpani, nyeri tekan pada kwadran kiri bawah. Apakah masalah keperawatan prioritas pada kasus diatas ?

a)

mual

b)

nyeri akut

c)

konstipasi

d)

keletihan

e)

defisit nutrisi

45.

Seorang perempuan berusia 56 tahun dirawat di RS dengan diagnosis ileus paralitik. Hasil pengkajian : pasien mengeluh 5 hari tidak bisa BAB, mual, perut tampak cembung pada kwadaran kiri bawah, bising usus tidak ada, hipertimpani, nyeri tekan pada kwadran kiri bawah. Bagaimanakah perumusan tujuan keperawatan prioritas pada kasus diatas ?

a)

tingkat mual menurun

b)

tingkat nyeri menurun

c)

eliminasi fekal meningkat

d)

energi meningkat

e)

status nutrisi meningkat

46.

Seorang perempuan berusia 56 tahun dirawat di RS dengan diagnosis ileus paralitik. Hasil pengkajian : pasien mengeluh 5 hari tidak bisa BAB, mual, perut tampak cembung pada kwadaran kiri bawah, bising usus tidak ada, hipertimpani, nyeri tekan pada kwadran kiri bawah. Bagaimanakah perumusan intervensi keperawatan prioritas pada kasus diatas ?

a)

manajemen mual

b)

manajemen nyeri

c)

manajemen eliminasi fekal

d)

manajemen energi

e)

manajemen nutrisi

47.

Seorang perempuan berusia 56 tahun dirawat di RS dengan diagnosis ileus paralitik. Hasil pengkajian : pasien mengeluh 5 hari tidak bisa BAB, mual, hipertimpani, nyeri tekan abdomen. Perawat akan melakukan kompres hangat dan saat ini menyampaikan tujuan prosedur. Bagaimanakah penjelasan yang tepat pada kasus diatas ?

a)

prosedur bertujuan untuk mengurangi nyeri pada perut

b)

prosedur bertujuan untuk meningkatkan sirkulasi di perut

c)

prosedur bertujuan untuk meningkatkan kontraksi usus

d)

prosedur bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan

e)

prosedur bertujuan untuk mengurangi produksi asam lambung

48.

Seorang perempuan berusia 56 tahun dirawat di RS dengan diagnosis ileus paralitik. Hasil pengkajian : pasien mengeluh 5 hari tidak bisa BAB, mual, hipertimpani, nyeri tekan abdomen. Perawat akan melakukan kompres hangat dengan menggunakan buli - buli dan saat ini perawat telah menyiapkan air panas. Apakah prosedur selanjutnya yang tepat pada kasus diatas ?

a)

menuangkan air panas ke dalam kantong buli - buli

b)

mengukur temperatur air

c)

mengeluarkan udara yang ada di kantong buli - buli

d)

memastikan kantong buli - buli tidak bocor

e)

melapisi kantong buli - buli dengan kain

49.

Seorang perempuan berusia 56 tahun dirawat di RS dengan diagnosis ileus paralitik. Hasil pengkajian : pasien mengeluh 5 hari tidak bisa BAB, mual, hipertimpani, nyeri tekan abdomen. Perawat akan melakukan kompres hangat dengan menggunakan buli - buli dan saat ini perawat telah menuangkan air ke dalam kantong buli - buli. Apakah prosedur selanjutnya yang tepat pada kasus diatas ?

a)

melipat kantong buli - buli

b)

mengukur temperatur air

c)

mengeluarkan udara yang ada di kantong buli - buli

d)

memastikan kantong buli - buli tidak bocor

e)

melapisi kantong buli - buli dengan kain

50.

Seorang perempuan berusia 56 tahun dirawat di RS dengan diagnosis ileus paralitik. Hasil pengkajian : pasien mengeluh 5 hari tidak bisa BAB, mual, hipertimpani, nyeri tekan abdomen kiri bawah. Perawat akan melakukan kompres hangat dengan menggunakan buli - buli. Dimanakah lokasi pengompresan yang tepat pada kasus diatas ?

a)

ujung costovertebra kiri

b)

kwadaran kiri bawah

c)

pinggang kiri bawah

d)

diatas simfisis pubis

e)

lipatan tubuh

51.

Seorang laki - laki berusia 26 tahun dirawat di RS dengan hemoroidektomi. Hasil pengkajian : pasien mengeluh kaki belum dapat digerakkan dan haus, tindakan operasi dilakukan 2 jam yang lalu dengan spinal anastesi. Bagaimanakah pengaturan posisi yang tepat pada kasus diatas ?

a)

sims

b)

supinasi

c)

dorsal recumbent

d)

semi fowler

e)

miring ke kiri

52.

Seorang laki - laki berusia 26 tahun dirawat di RS dengan hemoroidektomi. Hasil pengkajian : pasien mengeluh kaki belum dapat digerakkan dan haus, tindakan operasi dilakukan 2 jam yang lalu dengan spinal anastesi. Saat ini pasien minta minum. Bagaimanakah sikap perawat yang tepat pada kasus diatas ?

a)

memberikan minum

b)

mengolesi bibir pasien dengan air

c)

meminta pasien untuk puasa selama 6 jam

d)

menjelaskan pada pasien jika minum diperbolehkan ketika kaki sudah bisa digerakkan

e)

menganjurkan kepada keluarga untuk memberikan permen mint

53.

Seorang laki - laki berusia 26 tahun dirawat di RS dengan hemoroidektomi. Hasil pengkajian : pasien mengeluh nyeri pada anus, nyeri seperti tersayat sayat. Tampak darah merembes dari tampon saat pasien mengeser tubuhnya. Apakah tindakan prioritas pada kasus diatas ?

a)

melakukan rendam duduk

b)

menganti dengan tampon baru

c)

melakukan penekanan pada luka

d)

meminta pasien untuk posisi sims

e)

memberikan vitamin K

54.

Seorang laki - laki berusia 26 tahun dirawat di RS dengan hemoroidektomi. Hasil pengkajian : pasien mengeluh nyeri pada anus, nyeri seperti tersayat sayat, skala 8. Tampak darah merembes dari tampon saat pasien mengeser tubuhnya, pasien tampak cemas. Apakah masalah keperawatan prioritas pada kasus diatas ?

a)

nyeri akut

b)

resiko syok

c)

gangguan keseimbangan cairan

d)

kecemasan

e)

intoleransi aktifitas

55.

Seorang laki - laki berusia 26 tahun dirawat di RS dengan hemoroidektomi. Hasil pengkajian : pasien mengeluh nyeri pada anus, nyeri seperti tersayat sayat, skala 8. Tampak darah merembes dari tampon saat pasien mengeser tubuhnya, pasien tampak cemas. Apakah tujuan keperawatan prioritas pada kasus diatas ?

a)

tingkat nyeri menurun

b)

tingkat syok menurun

c)

status cairan meningkat

d)

tingkat kecemasan menurun

e)

aktifitas meningkat

56.

Seorang laki - laki berusia 26 tahun dirawat di RS dengan hemoroidektomi. Hasil pengkajian : pasien mengeluh nyeri pada anus, nyeri seperti tersayat sayat, skala 8. Tampak darah merembes dari tampon saat pasien mengeser tubuhnya, pasien tampak cemas. Apakah intervensi keperawatan prioritas pada kasus diatas ?

a)

manajemen nyeri

b)

pencegahan syok

c)

manajemen cairan

d)

reduksi ansietas

e)

manajemen energi

57.

Seorang laki - laki berusia 26 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis post apendiktomi. Hasil pengkajian : pasien mengeluh perut terasa kembung, kaki kebas, riwayat 1 jam yang lalu menjalani operasi dengan spinal anastesi. Apakah tindakan prioritas pada kasus diatas ?

a)

melakukan pemantauan tanda - tanda vital

b)

melakukan pemantauan peristaltik usus

c)

memposisikan pasien duduk tegak ditempat tidur

d)

meminta pasien untuk melakukan latihan kaki

e)

meminta pasien untuk miring ke kanan

58.

Seorang laki - laki berusia 26 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis post apendiktomi. Hasil pengkajian : pasien mengeluh perut terasa kembung, kaki kebas, riwayat 3 jam yang lalu menjalani operasi dengan spinal anastesi. Pasien menyatakan keinginan untuk makan. Bagaimanakah sikap perawat pada kasus diatas ?

a)

memberikan diet cair pada pasien

b)

melakukan pemeriksaan peristaltik usus

c)

menjelaskan bahwa pasien harus berpuasa selama 12 jam

d)

meminta pasien untuk menandatangani inform consent

e)

kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jenis makanan pasien

59.

Seorang laki - laki berusia 26 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis post apendiktomi. Hasil pengkajian : pasien mengeluh nyeri pada luka, skala 3, tampak pucat, terdapat luka dengan diperut dengan panjang 10 cm, tampak merah dan pus. Apakah masalah keperawatan utama pada kasus diatas ?

a)

nyeri akut

b)

gangguan integritas kulit

c)

resiko infeksi

d)

intoleransi aktifitas

e)

defisit nutrisi

60.

Seorang laki - laki berusia 26 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis post apendiktomi. Hasil pengkajian : pasien mengeluh nyeri pada luka, skala 3, tampak pucat, terdapat luka dengan diperut dengan panjang 10 cm, tampak merah dan pus. Apakah tujuan keperawatan utama pada kasus diatas ?

a)

tingkat nyeri menurun

b)

integritas kulit meningkat

c)

tingkat infeksi menurun

d)

aktifitas meningkat

e)

status nutrisi meningkat

61.

Seorang laki - laki berusia 36 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis post hepatitis. Pasien mengeluh perut terasa penuh disertai mual. Hasil pengkajian : sklera ikterik, menghabiskan makan hanya 1/4 porsi, tampak cemas. Apakah masalah keperawatan utama pada kasus diatas ?

a)

defisit nutrisi

b)

mual

c)

ansietas

d)

gangguan rasa nyaman

e)

gangguan persepsi sensori

62.

Seorang laki - laki berusia 36 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis hepatitis. Pasien mengeluh badan terasa lemas dan meminta untuk diberikan tambahan multivitamin. Bagaimanakah sikap perawat yang tepat pada kasus diatas ?

a)

memberikan tambahan multivitamin 3 x sehari

b)

menjelaskan patofisiologi penyakit ke pasien

c)

menjelaskan aktifitas selama di Rumah sakit

d)

kolaborasi pemberian multivitamin

e)

kolaborasi pemenuhan kebutuhan diet

63.

Seorang laki - laki berusia 36 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis hepatitis. Hasil pengkajian : soporokoma, sklera ikterik. Perawat akan memasang NGT dan menjelaskan tujuan pemasangan NGT kepada keluarga. Bagaimanakah penjelasan perawat yang tepat pada kasus diatas ?

a)

untuk dekompresi lambung

b)

untuk memberikan nutrisi

c)

untuk mengeluarkan udara

d)

untuk meningkatkan fungsi pernafasan

e)

mencegah aspirasi

64.

Seorang perempuan berusia 56 tahun dirawat di RS dengan diagnosis ileus paralitik. Hasil pengkajian : pasien mengeluh 5 hari tidak bisa kentut, mual, hipertimpani. Perawat memasang Nasograstric Tube. Keluarga menanyakan alasan dipasang alat tersebut. Bagaimanakah penjelasan yang tepat pada kasus diatas ?

a)

untuk dekompresi lambung

b)

untuk membarikan makanan

c)

untuk memberikan obat

d)

untuk mengeluarkan udara

e)

untuk mempercepat absorbsi lambung

65.

Seorang perempuan berusia 56 tahun dirawat di RS dengan diagnosis ileus paralitik. Hasil pengkajian : pasien mengeluh 5 hari tidak bisa kentut, mual, hipertimpani, tidak ada peristaltik usus. Keluarga mengeluh karena sejak masuk RS 2 hari yang lalu pasien tidak diberi makan. Bagaimanakah sikap perawat yang tepat pada kasus diatas ?

a)

menjelaskan bahwa kebutuhan nutrisi telah terpenuhi

b)

menjelaskan bahwa jika diberikan makan, makanan tidak dapat tercerna

c)

memberitahukan kepada keluarga jika akan dikolaborasikan dengan dokter

d)

mengijinkan keluarga untuk memberikan makan sedikit tapi sering

e)

meminta kepada ahli gizi untuk menyiapkan makanan pasien

66.

Seorang laki - laki berusia 36 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis hepatitis. Hasil pengkajian : soporokoma, sklera ikterik. Perawat akan memasang NGT dan saat ini telah mempersiapkan selang NGT. Berapakah ukuran NGT yang tepat untuk kasus diatas ?

a)

6 - 8 F

b)

8 - 10 F

c)

12 - 14 F

d)

16 - 18 F

e)

20 - 22 F

67.

Seorang laki - laki berusia 36 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis hepatitis. Hasil pengkajian : soporokoma, sklera ikterik. Perawat memasang NGT dan saat ini telah mengatur posisi pasien. Apakah tindakan selanjutnya yang tepat pada kasus diatas ?

a)

mempersiapkan selang NGT

b)

memeriksa lubang hidung pasien

c)

mengukur selang NGT

d)

memasukan selang NGT ke hidung

e)

meminta pasien untuk menelan

68.

Seorang laki - laki berusia 36 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis hepatitis. Hasil pengkajian : soporokoma, sklera ikterik. Perawat memasang NGT dan saat ini telah memeriksa lubang hidung pasien. Apakah tindakan selanjutnya yang tepat pada kasus diatas ?

a)

mempersiapkan selang NGT

b)

mengatur posisi tubuh pasien

c)

mengukur selang NGT

d)

memasukan selang NGT ke hidung

e)

meminta pasien untuk menelan

69.

Seorang laki - laki berusia 36 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis hepatitis. Hasil pengkajian : soporokoma, sklera ikterik. Perawat memasang NGT dan saat ini telah mengukur panjang selang NGT. Apakah tindakan selanjutnya yang tepat pada kasus diatas ?

a)

memberikan pelumas pada selang NGT

b)

mengatur posisi tubuh pasien

c)

mengukur selang NGT

d)

memasukan selang NGT ke hidung

e)

meminta pasien untuk menelan

70.

Seorang laki - laki berusia 36 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis hepatitis. Hasil pengkajian : soporokoma, sklera ikterik. Perawat memasang NGT dan saat ini telah mengukur panjang selang NGT. Bagaimanakah cara mengukur yang tepat pada kasus diatas ?

a)

ujung hidung ke telinga tengah diteruskan ke prosesus xipoideus

b)

tengah dahi ke tengah telinga diteruskan ke sudut bibir

c)

ujung hidung ke mulut diteruskan ke prosesus xipoideus

d)

mulut ke prosesus xipoideus diteruskan ke telinga tengah

e)

mulut ke prosesus xipoideus diteruskan ke perut kwadran kiri bawah

71.

Seorang perempuan berusia 56 tahun dirawat di RS dengan diagnosis ileus paralitik. Hasil pengkajian : pasien mengeluh 5 hari tidak bisa kentut, mual, hipertimpani. Perawat memasang Nasograstric Tube dan saat ini telah memasukkan ujung NGT. Apakah instruksi yang tepat pada kasus diatas ?

a)

meminta pasien untuk menelan

b)

meminta pasien untuk tarik nafas panjang

c)

meminta pasien untuk memegang pangkal selang NGT

d)

meminta pasien untuk menengadahkan kepala

e)

meminta pasien untuk tahan nafas

72.

Seorang laki - laki berusia 36 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis hepatitis. Hasil pengkajian : soporokoma, sklera ikterik. Perawat sedang memasang NGT dan tampak pasien tiba - tiba sianosis. Bagaimanakah sikap perawat yang tepat pada kasus diatas ?

a)

mencabut selang NGT

b)

mencabut beberapa sepanjang 5 cm kemudian memasukan kembali

c)

melakukan pemeriksaan nadi

d)

memasang oksigen

e)

melanjutkan pemasangan NGT dengan cepat

73.

Seorang laki - laki berusia 36 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis hepatitis. Hasil pengkajian : soporokoma, sklera ikterik. Perawat memasang NGT dan saat ini telah mengukur memasukan selang NGT sebatas ukuran yang telah ditandai. Apakah tindakan selanjutnya yang tepat pada kasus diatas ?

a)

menguji letak NGT dilambung

b)

mengatur posisi tubuh pasien

c)

melakukan fiksasi

d)

memasukan cairan ke selang NGT

e)

menyiapkan plester

74.

Seorang laki - laki berusia 36 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis hepatitis. Hasil pengkajian : soporokoma, sklera ikterik. Perawat memasang NGT dan saat ini telah telah mengecek selang NGT dengan memasukan udara namun tidak terdengar suara udara dilambung pasien. Apakah tindakan selanjutnya yang tepat pada kasus diatas ?

a)

menambahkan jumlah udara yang masuk

b)

melakukan fiksasi lambung

c)

memasang klem pada selang

d)

mencabut selang sedikit kemudian memasukan lagi selang

e)

memasukan cairan pada lambung

75.

Seorang laki - laki berusia 36 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis hepatitis. Hasil pengkajian : soporokoma, sklera ikterik. Perawat akan memberikan makan melalui NGT dan saat ini perawat telah mengatur posisi pasien. Apakah tindakan selanjutnya yang tepat pada kasus diatas ?

a)

memasang klem pada selang NGT

b)

memasukan makanan cair ke selang NGT

c)

menjelaskan maksud dan tujuan

d)

cuci tangan dan memakai handscoen

e)

melakukan aspirasi isi lambung

76.

Seorang laki - laki berusia 36 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis hepatitis. Hasil pengkajian : soporokoma, sklera ikterik. Perawat akan memberikan makan melalui NGT. saat melakukan aspirasi lambung terlihat cairan berwarna cokelat. Apakah tindakan selanjutnya yang tepat pada kasus diatas ?

a)

mengeluarkan cairan berwarna cokelat sampai habis

b)

mengukur jumlah cairan kemudian memasukkan cairan tersebut kembali

c)

memasukkan air es sebanyak 100 cc

d)

memasukan diet cair sesuai program

e)

memberikan obat terlebih dahulu sebelum diet cair diberikan

77.

Seorang laki - laki berusia 36 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis hepatitis. Hasil pengkajian : soporokoma, sklera ikterik. Perawat akan memberikan makan melalui NGT dan saat ini perawat sedang mengatur posisi pasien. Bagaimanakah pengaturan posisi yang tepat pada kasus diatas ?

a)

supinasi dengan kepala miring ke arah perawat

b)

semi fowler dengan kepala miring ke arah perawat

c)

pronasi dengan kepala miring ke arah perawat

d)

miring ke kiri

e)

miring ke kanan

78.

Seorang laki - laki berusia 36 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis hepatitis. Hasil pengkajian : soporokoma, sklera ikterik. Perawat akan memberikan makan melalui NGT dan saat ini perawat telah memasangkan corong ke selang NGT. Apakah urutan pemberian diet yang tepat pada kasus diatas ?

a)

air putih, susu, obat, air putih

b)

susu, air putih, obat, air putih

c)

air putih, obat, susu, air putih

d)

obat, air putih, susu, air putih

e)

air putih, susu, obat

79.

Seorang laki - laki berusia 36 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis hepatitis. Hasil pengkajian : soporokoma, sklera ikterik. Perawat akan memberikan makan melalui NGT dan saat ini perawat telah memastikan keberadaan selang NGT dilambung. Apakah tindakan selanjutnya yang tepat pada kasus diatas ?

a)

memasang klem pada selang NGT

b)

memasukan makanan cair ke selang NGT

c)

menjelaskan maksud dan tujuan

d)

cuci tangan dan memakai handscoen

e)

melakukan aspirasi isi lambung

80.

Seorang laki - laki berusia 36 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis hepatitis. Hasil pengkajian : soporokoma, sklera ikterik. Perawat akan memberikan makan melalui NGT dan saat ini perawat telah memasang klem pada selang NGT. Apakah tindakan selanjutnya yang tepat pada kasus diatas ?

a)

menguji keberadaan selang NGT di Lambung

b)

memasukan makanan cair ke selang NGT

c)

menjelaskan maksud dan tujuan

d)

cuci tangan dan memakai handscoen

e)

melakukan aspirasi isi lambung

81.

Seorang laki - laki berusia 42 tahun dirawat di RS dengan diagnosis Ca colon. Hasil pengkajian : composmentis, terdapat stoma pada perut kiri bawah. Perawat akan melakukan perawatan ostoma dan saat ini perawat telah mencuci tangan dan memakai handscoen. Apakah tindakan selanjutnya yang tepat pada kasus diatas ?

a)

membuka kolostomi set

b)

mengatur posisi tidur pasien

c)

mengobservasi produk stoma

d)

membuka kantong kolostomi

e)

membersihkan kulit sekitar stoma

82.

Seorang laki - laki berusia 42 tahun dirawat di RS dengan diagnosis Ca colon. Hasil pengkajian : composmentis, terdapat stoma pada perut kiri bawah. Perawat akan melakukan perawatan ostoma dan saat ini perawat telah mengobservasi produk stoma. Apakah tindakan selanjutnya yang tepat pada kasus diatas ?

a)

membuka kolostomi set

b)

mengatur posisi tidur pasien

c)

menutup stoma dengan kassa steril

d)

membuka kantong kolostomi

e)

membersihkan kulit sekitar stoma

83.

Seorang laki - laki berusia 42 tahun dirawat di RS dengan diagnosis Ca colon. Hasil pengkajian : composmentis, terdapat stoma pada perut kiri bawah. Perawat akan melakukan perawatan ostoma dan saat ini perawat telah membuka kantong kolostomi. Apakah tindakan selanjutnya yang tepat pada kasus diatas ?

a)

membuka kolostomi set

b)

mengatur posisi tidur pasien

c)

menutup stoma dengan kassa steril

d)

mengobservasi produk stoma

e)

membersihkan kulit sekitar stoma

84.

Seorang laki - laki berusia 42 tahun dirawat di RS dengan diagnosis Ca colon. Hasil pengkajian : composmentis, terdapat stoma pada perut kiri bawah. Perawat akan melakukan perawatan ostoma dan saat ini perawat telah menutup stoma dengan kassa steril. Apakah tindakan selanjutnya yang tepat pada kasus diatas ?

a)

membuka kolostomi set

b)

mengatur posisi tidur pasien

c)

membersihkan stoma

d)

mengobservasi produk stoma

e)

membersihkan kulit sekitar stoma

85.

Seorang laki - laki berusia 42 tahun dirawat di RS dengan diagnosis Ca colon. Hasil pengkajian : composmentis, terdapat stoma pada perut kiri bawah. Perawat akan melakukan perawatan ostoma dan saat ini perawat telah mengeringkan kulit sekitar stoma. Apakah tindakan selanjutnya yang tepat pada kasus diatas ?

a)

mengobservasi stoma dan kulit sekitar stoma

b)

memberikan zink salep sekitar stoma

c)

mengukur stoma dengan pola stoma

d)

mengunting kantong kolostomi sesuai ukuran stoma

e)

memasangkan kantong kolostomi

86.

Seorang laki - laki berusia 42 tahun dirawat di RS dengan diagnosis Ca colon. Hasil pengkajian : composmentis, terdapat stoma pada perut kiri bawah. Perawat akan melakukan perawatan ostoma dan saat ini perawat telah mengobservasi stoma dan kulit sekitar stoma. Apakah tindakan selanjutnya yang tepat pada kasus diatas ?

a)

mengerngkan kulit sekitar stoma

b)

memberikan zink salep sekitar stoma

c)

mengukur stoma dengan pola stoma

d)

mengunting kantong kolostomi sesuai ukuran stoma

e)

memasangkan kantong kolostomi

87.

Seorang laki - laki berusia 42 tahun dirawat di RS dengan diagnosis Ca colon. Hasil pengkajian : composmentis, terdapat stoma pada perut kiri bawah. Perawat akan melakukan perawatan ostoma dan saat ini perawat telah memberikan zink salep sekitar stoma. Apakah tindakan selanjutnya yang tepat pada kasus diatas ?

a)

mengerngkan kulit sekitar stoma

b)

mengobservasi stoma dan kulit sekitar stoma

c)

mengukur stoma dengan pola stoma

d)

mengunting kantong kolostomi sesuai ukuran stoma

e)

memasangkan kantong kolostomi

88.

Seorang laki - laki berusia 42 tahun dirawat di RS dengan diagnosis Ca colon. Hasil pengkajian : composmentis, terdapat stoma pada perut kiri bawah. Saat membersihkan stoma tiba - tiba keluar darah dari periostoma. Apakah tindakan selanjutnya yang tepat pada kasus diatas ?

a)

mengeringkan kulit sekitar stoma

b)

menekan area periostoma dengan kassa steril

c)

memasang tampon pada stoma

d)

menghentikan tindakan perawatan

e)

memberikan zink salep pada perisotoma

89.

Seorang laki - laki berusia 42 tahun dirawat di RS dengan diagnosis Ca colon. Hasil pengkajian : composmentis, terdapat stoma pada perut kiri bawah. Pasien mengeluh keluar rembesan cairan dari kantong stoma setelah 1 jam yang lalu diganti. Apakah tindakan selanjutnya yang tepat pada kasus diatas ?

a)

menganti dengan kantong stoma yang baru

b)

menutup area rembesan dengan kassa steril

c)

menambahkan perekat pada semua sisi kantong kolostomi

d)

memperbaiki posisi kantong kolostomi

e)

menganjurkan pasien untuk memakai tas kantong kolostomi

90.

Seorang laki - laki berusia 42 tahun dirawat di RS dengan appendiksitis. Pasien direncanakan operasi dan saat ini diprogramkan untuk enema. Perawat sedang melakukan enema dan saat ini telah menyiapkan tabung enema. Apakah tindakan selanjutnya yang tepat pada kasus diatas ?

a)

Memberikan lubrika sepanjang 6-8 cm pada selang rectal

b)

Membuka bokong dan mencari lokasi anus

c)

Memasukan ujung selang rectal secara perlahan

d)

Membuka klem dan membiarkan larutan masuk dengan lambat

e)

Meminta pasien untuk tarik nafas panjang dengan kantong stoma yang baru