Font size
WorksheetsSISTEM PENCERNAAN
Total questions: 90
Worksheet time: 3hrs 58mins
Seorang laki-laki berusia 22 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis thypoid. Hasil pengkajian : Suhu : 38, 90 C dan kadang meningkat mencapai 39,4 0 C,terlihat lemah dan bedrest. Perawat melakukan pemeriksaan abdomen dan saat ini perawat telah memeriksa bentuk perut dan melihat adanya kelainan pada perut. Apakah pengkajian abdomen selanjutnya yang tepat pada kasus di atas ?
melakukan palpasi superficial
melakukan palpasi dalam
mendengarkan peristaltik usus
melakukan perkusi pada dinding perut
melakukan perabaan pada seluruh dinding perut
Seorang laki-laki berusia 22 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis thypoid. Hasil pengkajian : Suhu : 38, 90 C, lidah kotor,terlihat lemah dan bedrest. Keluarga menanyakan penyebab lidah tampak kotor walaupun sudah berkumur dan sikat gigi. Bagaimanakah sikap perawat yang tepat pada kasus di atas ?
menjelaskan kepada keluarga untuk melakukan kumur dengan produk mentol
menjelaskan kepada keluarga bahwa lidah kotor terjadi karena adanya gangguan absorbsi zat tepung
menjelaskan kepada keluarga bahwa lidah kotor terjadi akibat efek samping dari obat yang diminum
menjelaskan kepada keluarga bahwa lidah kotor terjadi akibat tidak adekuatnya intake makanan
menjelaskan kepada keluarga bahwa lidah kotor terjadi akibat pasien kurang minum
Seorang laki-laki berusia 22 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis thypoid. Hasil pengkajian : Suhu : 38, 90 C, lidah kotor,bibir kering, muka tampak merah, terlihat lemah dan bedrest. Apakah masalah keperawatan prioritas pada kasus diatas ?
Hipertermi
gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan
intoleransi aktifitas
defisit cairan
defisit perawatan diri
Seorang laki-laki berusia 22 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis thypoid. Hasil pengkajian : Suhu : 38, 90 C, lidah kotor,bibir kering, muka tampak merah, terlihat lemah dan bedrest. Bagaimanakah perumusan tujuan keperawatan prioritas yang tepat pada kasus diatas ?
aktifitas meningkat
status nutrisi membaik
termoregulasi membaik
cairan meningkat
perawatan diri meningkat
Seorang laki-laki berusia 22 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis thypoid. Hasil pengkajian : Suhu : 38, 90 C, lidah kotor,bibir kering, muka tampak merah, terlihat lemah dan bedrest. Apakah tindakan keperawatan prioritas yang tepat pada kasus diatas ?
dukungan perawatan diri
manajemen nutrisi
manajemen hipovelemia
manajemen energi
manajemen hipertermi
Seorang laki-laki berusia 22 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis thypoid. Hasil pengkajian : Suhu : 38, 90 C, BB 60 Kg, TB : 170 cm. Pasien diprogramkan untuk istirahat total ditempat tidur. Saat ini pasien menanyakan alasan tidak diperbolehkan beraktifitas. Bagaimanakah sikap perawat yang tepat pada kasus diatas ?
menjelaskan bahwa pasien beresiko terjatuh jika beraktifitas
menjelaskan bahwa semakin banyak bergerak suhu tubuh akan semakin meningkat
menjelaskan bahwa kuman akan masuk ke saluran pencernaan jika banyak bergerak
menjelaskan bahwa semakin bergerak kondisi lambungnya akan semakin memburuk
menjelaskan bahwa dengan istirahat total, kebutuhan istirahat tidur akan terpenuhi
Seorang laki-laki berusia 22 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis thypoid. Hasil pengkajian : Suhu : 36, 90 C, BB 60 Kg, TB : 170 cm. Berapakah kebutuhan nutrisi yang tepat pada kasus diatas ?
1872
2016
2260
2404
2548
Seorang laki-laki berusia 22 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis thypoid. Hasil pengkajian : Suhu : 40, 90 C, muka merah, tampak mengigil. Apakah edukasi yang tepat pada kasus diatas ?
menganjurkan pasien mengenakan selimut 2 lapis
mengenakan baju yang tipis
berendam dengan air dingin
kurangi konsumsi cairan
tutup semua ventilasi ruangan
Seorang laki-laki berusia 22 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis thypoid. Hasil pengkajian : Suhu : 39, 90 C, BB 60 Kg, TB : 170 cm. Berapakah indeks masa tubuh (IMT) pasien diatas ?
19,7
20,7
21,7
22,7
23,7
Seorang laki-laki berusia 22 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis thypoid. Hasil pengkajian : Suhu : 36, 90 C, BB 60 Kg, TB : 170 cm. Pasien diprogramkan untuk pulang. Saat ini keluarga menanyakan tentang jenis makanan untuk pasien. Apakah edukasi yang tepat untuk pasien di atas ?
menganjurkan makan biasa seperti makanan keluarga
menganjurkan diet cair seperti susu
menganjurkan untuk menyediakan makanan kesukaan pasien
menganjurkan makan jenis makanan rendah serat
menganjurkan jenis makanan yang tinggi lemak
Seorang laki-laki berusia 25 tahun, dirawat di RS dengan keluhan diare. Hasil pengkajian : pasien tampak lemas, turgor kulit tidak elastis, bising usus 28x/menit, frekuensi nadi : 104x/menit. Apakah pengkajian prioritas pada kasus di atas ?
inspeksi kelembabab bibir
mengukur balance cairan
mengukur suhu tubuh
memeriksa jumlah dan warna feses
kolaborasi pemeriksaan feses
Seorang laki-laki berusia 25 tahun, dirawat di RS dengan keluhan diare. Hasil pengkajian : pasien tampak lemas, turgor kulit tidak elastis, bising usus 28x/menit, frekuensi nadi : 104x/menit, suhu 38,5 C, produksi urin menurun. Apakah masalah keperawatan prioritas pada kasus di atas ?
hipertermi
kelelahan
defisit cairan
kerusakan integritas kulit
retensi urin
Seorang laki-laki berusia 25 tahun, dirawat di RS dengan keluhan diare. Hasil pengkajian : pasien tampak lemas, turgor kulit tidak elastis, bising usus 28x/menit, frekuensi nadi : 104x/menit, suhu 38,5 C, produksi urin menurun. Bagaimanakah perumusan tujuan keperawatan prioritas pada kasus di atas ?
termoregulasi membaik
tingkat keletihan menurun
status cairan meningkat
integritas kulit membaik
eliminasi urin membaik
Seorang laki-laki berusia 25 tahun, dirawat di RS dengan keluhan diare. Hasil pengkajian : pasien tampak lemas, turgor kulit tidak elastis, bising usus 28x/menit, frekuensi nadi : 104x/menit, suhu 38,5 C, produksi urin menurun. Bagaimanakah perumusan intervensi keperawatan prioritas pada kasus di atas ?
manajemen hipertermia
manajemen energi
manajemen cairan
perawatan integritas kulit
kateterisasi urin
Seorang laki-laki berusia 25 tahun, dirawat di RS dengan keluhan diare. Hasil pengkajian : pasien tampak lemas, turgor kulit tidak elastis, bising usus 28x/menit, frekuensi nadi : 104x/menit, suhu 38,5 C, produksi urin menurun. Apakah evaluasi keperawatan prioritas pada kasus di atas ?
suhu tubuh dari skala 1 (memburuk) menjadi 4 ( cukup membaik )
kemampuan melakukan aktifitas rutin dari 2 (cukup menurun) menjadi 5 (meningkat)
output urin dari 1 (menurun) menjadi 4 (cukup meningkat)
elastisitas kulit dari 1 (menurun) menjadi 4 (cukup meningkat)
sensasi berkemih dari 1 (menurun) menjadi 4 (cukup meningkat)
Seorang laki-laki berusia 25 tahun, dirawat di RS dengan keluhan diare sebanyak 10/kali dalam 12 jam. Hasil pengkajian : pasien tampak lemas, bibir kering. Perawat melakukan pemeriksaan turgor kulit. Dimanakah lokasi pemeriksaan yang tepat pada kasus di atas ?
punggung tangan
punggung kaki
abdomen
femur sisi luar
gluteal
Seorang laki-laki berusia 25 tahun, dirawat di RS dengan keluhan diare sebanyak 10/kali dalam 12 jam. Hasil pengkajian : pasien tampak lemas, bibir kering, BB : 50 kg, TB 65 cm. Saat ini perawat menghitung balance cairan. Berapakah jumlah IWL pada kasus di atas ?
250 cc/24 jam
500 cc/24 jam
750 cc/24 jam
1000 cc/24 jam
1250 cc/24 jam
Seorang laki-laki berusia 25 tahun, dirawat di RS dengan diagnosis medis gastroenteritis. Hasil pengkajian : pasien diare 10 x dengan jumlah setiap kali diare 50 cc, BAK 4 X 200 cc, muntah 2 x 75 cc. Pasien minum 2,5 L/hari, infus 50 cc/jam, injeksi 3 x 5 cc, makan 100 cc,BB : 50 kg, TB 65 cm. Saat ini perawat menghitung balance cairan. Berapakah jumlah input pada kasus di atas ?
3895 cc/24 jam
3965 cc/24 jam
4095 cc/24 jam
4195 cc/24 jam
4165 cc/24 jam
Seorang laki-laki berusia 25 tahun, dirawat di RS dengan diagnosis medis gastroenteritis. Hasil pengkajian : pasien diare 10 x dengan jumlah setiap kali diare 50 cc, BAK 4 X 200 cc, muntah 2 x 75 cc. Pasien minum 2,5 L/hari, infus 50 cc/jam, injeksi 3 x 5 cc, makan 100 cc,BB : 50 kg, TB 65 cm. Saat ini perawat menghitung balance cairan. Berapakah jumlah air metabolisme pada kasus di atas ?
100 cc/24 jam
150 cc/24 jam
200 cc/24 jam
250 cc/24 jam
300 cc/24 jam
Seorang laki-laki berusia 25 tahun, dirawat di RS dengan diagnosis medis gastroenteritis. Hasil pengkajian : pasien diare 10 x dengan jumlah setiap kali diare 50 cc, BAK 4 X 200 cc, muntah 2 x 75 cc. Pasien minum 2,5 L/hari, infus 50 cc/jam, injeksi 3 x 5 cc, makan 100 cc,BB : 50 kg, TB 65 cm. Saat ini perawat menghitung balance cairan. Berapakah jumlah output pada kasus di atas ?
2000 cc/24 jam
2100 cc/24 jam
2200 cc/24 jam
2300 cc/24 jam
2400 cc/24 jam
Seorang laki-laki berusia 25 tahun, dirawat di RS dengan diagnosis medis gastroenteritis. Hasil pengkajian : pasien diare 10 x dengan jumlah setiap kali diare 50 cc, BAK 4 X 200 cc, muntah 2 x 75 cc. Pasien minum 2,5 L/hari, infus 50 cc/jam, injeksi 3 x 5 cc, makan 100 cc,BB : 50 kg, TB 65 cm. Saat ini perawat menghitung balance cairan. Berapakah balance cairan pada kasus di atas ?
+1765 cc/24 jam
-1765 cc/24 jam
+ 1865 cc/24 jam
-1865 cc/24 jam
+1965 cc/24 jam
Seorang laki-laki berusia 25 tahun, dirawat di RS dengan diagnosis medis gastroenteritis. Hasil pengkajian : pasien diare 10 x dengan jumlah setiap kali diare 50 cc, BAK 4 X 200 cc, muntah 2 x 75 cc. BB : 50 kg, TB 65 cm. Pasien mengatakan khawatir karena berat badan menurun 2 kg dalam waktu sehari. Bagaimanakah sikap perawat yang tepat pada kasus di atas ?
menjelaskan karena kurangnya intake cairan yang masuk
menjelaskan jika penurunan berat badan yang drastis akibat cairan yang keluar
menjelaskan jika hal tersebut merupakan upaya tubuh untuk melawan kuman yang masuk
menjelaskan tidak perlu khawatir karena kejadian tersebut adalah normal
menjelaskan bahwa keadaan tersebut akan berlanjut dalam 3 hari kedepan
Seorang laki-laki berusia 25 tahun, dirawat di RS dengan diagnosis medis gastroenteritis. Hasil pengkajian : pasien diare 10 x kali dalam sehari serta muntah 2x. Perawat melakukan tindakan pengukuran berat badan dan saat ini perawat sudah mengatur timbangan ke skala 0. Apakah prosedur selanjutnya yang tepat pada kasus di atas ?
meminta pasien untuk mengenakan pakaian dasar saja
meminta pasien untuk melepaskan alas kaki
meminta pasien naik ke timbangan dengan posisi kaki ditengah alat timbang
meminta pasien pasien untuk tetap tenang dan jangan menundukan kepala
baca dan catat berat badan pasien
Seorang laki-laki berusia 25 tahun, dirawat di RS dengan diagnosis medis gastroenteritis. Hasil pengkajian : pasien diare 10 x kali dalam sehari serta muntah 2x. Perawat melakukan tindakan pengukuran berat badan dan saat ini perawat sudah meminta pasien untuk melepaskan alas kaki. Apakah prosedur selanjutnya yang tepat pada kasus di atas ?
meminta pasien untuk mengenakan pakaian dasar saja
mengatur alat timbang ke skala 0
meminta pasien naik ke timbangan dengan posisi kaki ditengah alat timbang
meminta pasien pasien untuk tetap tenang dan jangan menundukan kepala
baca dan catat berat badan pasien
Seorang laki-laki berusia 25 tahun, dirawat di RS dengan diagnosis medis gastroenteritis. Hasil pengkajian : pasien diare 10 x kali dalam sehari serta muntah 2x. Perawat melakukan tindakan pengukuran berat badan dan saat ini perawat sudah meminta pasien untuk naik ke alat timbang dengan posisi kaki di tengah. Apakah prosedur selanjutnya yang tepat pada kasus di atas ?
meminta pasien untuk mengenakan pakaian dasar saja
mengatur alat timbang ke skala 0
meminta pasien untuk melepaskan alas kaki
meminta pasien pasien untuk tetap tenang dan jangan menundukan kepala
baca dan catat berat badan pasien
Seorang laki-laki berusia 25 tahun, dirawat di RS dengan diagnosis medis gastroenteritis. Hasil pengkajian : pasien diare 10 x kali dalam sehari serta muntah 2x. Perawat melakukan tindakan pengukuran berat badan dan saat ini perawat sudah meminta pasien untuk naik ke alat timbang dan menganjurkan untuk tetap tenang serta tidak menundukan kepala. Apakah prosedur selanjutnya yang tepat pada kasus di atas ?
meminta pasien untuk mengenakan pakaian dasar saja
mengatur alat timbang ke skala 0
meminta pasien untuk melepaskan alas kaki
meminta pasien untuk meletakkan kaki tepat di tengah alat timbang
baca dan catat berat badan pasien
Seorang perempuan berusia 35 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis Ulkus peptikum. Pasien mengeluh nyeri pada perut kiri atas disertai kembung. Perawat akan melakukan pemeriksaan palpasi abdomen. Bagaimanakah urutan yang tepat dalam melakukan palpasi pada kasus diatas ?
kwadran kiri atas, kwadran kiri bawah, kwadran kanan bawah, kwadran kanan atas
kwadran kiri bawah, kwadran kanan bawah, kwadran kiri atas, kwadran kanan atas
kwadran kanan atas, kwadran kanan bawah, kwadaran kiri bawah, kwadran kiri atas
kwadran kanan bawah, kwadran kiri bawah, kwadran kiri atas, kwadran kanan atas
kwadran kiri atas, kwadran kanan atas, kwadran kiri bawah, kwadran kanan atas
Seorang perempuan berusia 35 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis Ulkus peptikum. Pasien mengeluh nyeri pada perut kiri atas disertai kembung. Perawat akan melakukan pemeriksaan palpasi abdomen. Bagaimanakah pengaturan posisi yang tepat pada kasus diatas ?
supinasi dengan kaki lurus
supinasi dengan kaki ditekuk
supinasi dengan kedua kaki dilebarkan
miring ke kanan
miring ke kiri
Seorang perempuan berusia 35 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis Ulkus peptikum. Pasien mengeluh nyeri pada perut kiri atas menjalar sampai dada, nyeri dirasakan terus menerus, skala 6. Apakah pengkajian nyeri selajutnya yang tepat pada kasus diatas ?
menanyakan penyebab nyeri
menanyakan kualitas nyeri
menanyakan skala nyeri
menanyakan waktu terjadinya nyeri
menanyakan area yang mengalami nyeri
Seorang perempuan berusia 35 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis Ulkus peptikum. Pasien mengeluh nyeri pada perut kiri atas menjalar sampai dada, nyeri dirasakan terus menerus dan bertambah nyeri saat makan, skala 6. Hasil pengkajian mata tampak sayu,bibir kering. Apakah masalah keperawatan prioritas pada kasus diatas
defisit cairan
gangguan istirahat tidur
nyeri akut
gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan
keletihan
Seorang perempuan berusia 35 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis Ulkus peptikum. Pasien mengeluh nyeri pada perut kiri atas menjalar sampai dada, nyeri dirasakan terus menerus dan bertambah nyeri saat makan, skala 6. bibir kering, tampak lemas. Apakah tujuan keperawatan prioritas pada kasus diatas ?
status cairan membaik
kebutuhan istirahat tidur meningkat
tingkat nyeri menurun
status nutrisi membaik
energi meningkat
Seorang perempuan berusia 35 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis Ulkus peptikum. Pasien mengeluh nyeri pada perut kiri atas menjalar sampai dada, nyeri dirasakan terus menerus dan bertambah nyeri saat makan, skala 6. Hasil pengkajian mata tampak sayu,bibir kering. Bagaimanakah penyusunan kriteria hasil untuk masalah keperawatan prioritas pada kasus diatas ?
cairan dari skala 1 (menurun) menjadi 4 (cukup meningkat)
durasi tidur dari skala 1 (menurun) menjadi 4 (cukup Meningkat)
keluhan nyeri dari skala 1 (meningkat) menajdi 4 (cukup menurun)
intake nutrisi dari 1 (menurun) menjadi 4 (cukup meningkat)
kemampuan melakukan aktifitas dari 1 (menurun) menjadi 5 (meningkat)
Seorang perempuan berusia 35 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis Ulkus peptikum. Pasien mengeluh nyeri pada perut kiri atas menjalar sampai dada, nyeri dirasakan terus menerus dan bertambah nyeri saat makan, skala 6. Hasil pengkajian mata tampak sayu,bibir kering. Apakah intervensi keperawatan prioritas pada kasus diatas ?
memantau cairan
manajemen lingkungan
manajemen nyeri
manajemen nutrisi
manajemen energi
Seorang perempuan berusia 35 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis Ulkus peptikum. Pasien mengeluh nyeri pada perut kiri atas menjalar sampai dada, nyeri dirasakan terus menerus dan bertambah nyeri saat makan, sehingga pasien menolak makanan yang disajikan. Bagaimanakah sikap perawat yang tepat pada kasus diatas ?
menghargai pilihan pasien
meminta keluarga untuk membujuk pasien supaya makan
menjelaskan bahwa semakin tidak makan akan menambah luka pada lambung
menganti diet lunak dengan diet cair
kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jenis makanan pasien
Seorang perempuan berusia 35 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis Ulkus peptikum. Pasien mengatakan nyeri sudah berkurang dan direncanakan untuk pulang. Pasien mendapatkan terapi cimetidine dan menanyakan waktu untuk mengkonsumsi obat tersebut. Bagaimanakah penjelasan perawat yang tepat pada kasus diatas ?
menjelaskan jika obat diminum setelah makan
menjelaskan obat diminum saat makan berbarengan dengan suapan pertama
menjelaskan obat diminum 30 menit sebelum makan
menjelaskan obat dapat dikonsumsi hanya jika nyeri
menjelaskan obat diminum setelah makan bersamaan dengan suapan terakhir
Seorang perempuan berusia 35 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis Ulkus peptikum. Pasien mengeluh nyeri pada perut kiri atas menjalar sampai dada, nyeri dirasakan terus menerus, skala 8. Hasil pengkajian : nadi 106 x/menit, tampak meringgis dan keluar keringat dingin. Bagaimanakah tindakan perawat yang tepat pada kasus diatas ?
meminta pasien untuk makan
mengajarkan kepada pasien tehnik nafas dalam
memberikan teh manis hangat
memberikan terapi musik
kolaborasi dengan dokter
Seorang perempuan berusia 35 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis Ulkus peptikum. Pasien mengeluh nyeri pada perut kiri atas menjalar sampai dada. Perawat memberikan kompres hangat dan saat ini telah mengukur suhu air. Apakah tindakan perawat selanjutnya yang tepat pada kasus diatas ?
menjelaskan tujuan tindakan
mengatur posisi pasien
meletakan kompres hangat diperut pasien
memasang pengalas pada area yang akan dikompres
mengkaji nyeri pasien
Seorang perempuan berusia 36 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis gastitis. Hasil pengkajian : pasien mengeluh mual, ingin muntah dan tidak nafsu makan, tampak pucat, nyeri tekan kuadran kiri atas, tampak lemas dan terbaring ditempat tidur. Apakah masalah keperawatan prioritas pada kasus diatas
defisit cairan
mual
nyeri akut
gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan
intoleransi aktifitas
Seorang perempuan berusia 36 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis gastitis. Hasil pengkajian : pasien mengeluh mual, ingin muntah dan tidak nafsu makan, tampak pucat, nyeri tekan kuadran kiri atas, tampak lemas dan terbaring ditempat tidur. Bagaimanakah perumusan Tujuan keperawatan prioritas pada kasus diatas ?
status cairan meningkat
tingkat mual menurun
tingkat nyeri menurun
status nutrisi meningkat
toleransi aktifitas meningkat
Seorang perempuan berusia 36 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis gastitis. Hasil pengkajian : pasien mengeluh mual, ingin muntah dan tidak nafsu makan, tampak pucat, nyeri tekan kuadran kiri atas, tampak lemas dan terbaring ditempat tidur. Bagaimanakah perumusan kriteria hasil rencana keperawatan prioritas pada kasus diatas ?
asupan cairan dari 1 (menurun) menjadi 3 (sedang)
perasaan ingin muntah dari 1 (meningkat ) menjadi 3 (sedang)
keluhan nyeri dari 1 (meningkat ) menjadi 3 (sedang)
porsi makan yang dihabiskan 1 (menurun) menjadi 3 (sedang)
aktifitas 1 (menurun) menjadi 3 (sedang)
Seorang perempuan berusia 36 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis gastitis. Hasil pengkajian : pasien mengeluh mual, ingin muntah dan tidak nafsu makan, tampak pucat, nyeri tekan kuadran kiri atas, tampak lemas dan terbaring ditempat tidur. Apakah tindakan keperawatan prioritas pada kasus diatas ?
manajemen cairan
manajemen mual
manajemen nyeri
manajemen nutrisi
peningkatak kebutuhan aktifitas
Seorang perempuan berusia 56 tahun dirawat di RS dengan diagnosis ileus paralitik. Hasil pengkajian : pasien mengeluh 5 hari tidak bisa BAB, perut tampak cembung, bising usus tidak ada, hipertimpani. Apakah pemeriksaan fisik abdomen yang tepat untuk melengkapi data pada kasus diatas ?
melakukan inspeksi abdomen
melakukan auskultasi abdomen
melakukan palpasi abdomen
melakukan perkusi abdomen
mengukur lingkar perut
Seorang perempuan berusia 56 tahun dirawat di RS dengan diagnosis ileus paralitik. Hasil pengkajian : pasien mengeluh 5 hari tidak bisa BAB, perut tampak cembung pada kwadaran kiri bawah, bising usus tidak ada, hipertimpani. Bagaimanakah urutan palpasi abdomen yang tepat pada kasus diatas ?
kwadaran kiri bawah, kwadran kanan bawah, kwadran kanan atas, kwadran kiri atas
kwadaran kanan bawah, kwadran kiri bawah, kwadran kanan atas, kwadran kiri atas
kwadran kiri atas, kwadran kanan bawah, kwadran kiri bawah, kwadran kanan atas
kwadran kiri bwah, kwadran kanan bawah, kwadran kiri bawah, kwadran kanan atas
kwadran kanan bawah, kwadaran kanan atas, kwadaran kiri atas, kwadaran kiri bawah
Seorang perempuan berusia 56 tahun dirawat di RS dengan diagnosis ileus paralitik. Hasil pengkajian : pasien mengeluh 5 hari tidak bisa BAB, mual, perut tampak cembung pada kwadaran kiri bawah, bising usus tidak ada, hipertimpani, nyeri tekan pada kwadran kiri bawah. Apakah masalah keperawatan prioritas pada kasus diatas ?
mual
nyeri akut
konstipasi
keletihan
defisit nutrisi
Seorang perempuan berusia 56 tahun dirawat di RS dengan diagnosis ileus paralitik. Hasil pengkajian : pasien mengeluh 5 hari tidak bisa BAB, mual, perut tampak cembung pada kwadaran kiri bawah, bising usus tidak ada, hipertimpani, nyeri tekan pada kwadran kiri bawah. Bagaimanakah perumusan tujuan keperawatan prioritas pada kasus diatas ?
tingkat mual menurun
tingkat nyeri menurun
eliminasi fekal meningkat
energi meningkat
status nutrisi meningkat
Seorang perempuan berusia 56 tahun dirawat di RS dengan diagnosis ileus paralitik. Hasil pengkajian : pasien mengeluh 5 hari tidak bisa BAB, mual, perut tampak cembung pada kwadaran kiri bawah, bising usus tidak ada, hipertimpani, nyeri tekan pada kwadran kiri bawah. Bagaimanakah perumusan intervensi keperawatan prioritas pada kasus diatas ?
manajemen mual
manajemen nyeri
manajemen eliminasi fekal
manajemen energi
manajemen nutrisi
Seorang perempuan berusia 56 tahun dirawat di RS dengan diagnosis ileus paralitik. Hasil pengkajian : pasien mengeluh 5 hari tidak bisa BAB, mual, hipertimpani, nyeri tekan abdomen. Perawat akan melakukan kompres hangat dan saat ini menyampaikan tujuan prosedur. Bagaimanakah penjelasan yang tepat pada kasus diatas ?
prosedur bertujuan untuk mengurangi nyeri pada perut
prosedur bertujuan untuk meningkatkan sirkulasi di perut
prosedur bertujuan untuk meningkatkan kontraksi usus
prosedur bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan
prosedur bertujuan untuk mengurangi produksi asam lambung
Seorang perempuan berusia 56 tahun dirawat di RS dengan diagnosis ileus paralitik. Hasil pengkajian : pasien mengeluh 5 hari tidak bisa BAB, mual, hipertimpani, nyeri tekan abdomen. Perawat akan melakukan kompres hangat dengan menggunakan buli - buli dan saat ini perawat telah menyiapkan air panas. Apakah prosedur selanjutnya yang tepat pada kasus diatas ?
menuangkan air panas ke dalam kantong buli - buli
mengukur temperatur air
mengeluarkan udara yang ada di kantong buli - buli
memastikan kantong buli - buli tidak bocor
melapisi kantong buli - buli dengan kain
Seorang perempuan berusia 56 tahun dirawat di RS dengan diagnosis ileus paralitik. Hasil pengkajian : pasien mengeluh 5 hari tidak bisa BAB, mual, hipertimpani, nyeri tekan abdomen. Perawat akan melakukan kompres hangat dengan menggunakan buli - buli dan saat ini perawat telah menuangkan air ke dalam kantong buli - buli. Apakah prosedur selanjutnya yang tepat pada kasus diatas ?
melipat kantong buli - buli
mengukur temperatur air
mengeluarkan udara yang ada di kantong buli - buli
memastikan kantong buli - buli tidak bocor
melapisi kantong buli - buli dengan kain
Seorang perempuan berusia 56 tahun dirawat di RS dengan diagnosis ileus paralitik. Hasil pengkajian : pasien mengeluh 5 hari tidak bisa BAB, mual, hipertimpani, nyeri tekan abdomen kiri bawah. Perawat akan melakukan kompres hangat dengan menggunakan buli - buli. Dimanakah lokasi pengompresan yang tepat pada kasus diatas ?
ujung costovertebra kiri
kwadaran kiri bawah
pinggang kiri bawah
diatas simfisis pubis
lipatan tubuh
Seorang laki - laki berusia 26 tahun dirawat di RS dengan hemoroidektomi. Hasil pengkajian : pasien mengeluh kaki belum dapat digerakkan dan haus, tindakan operasi dilakukan 2 jam yang lalu dengan spinal anastesi. Bagaimanakah pengaturan posisi yang tepat pada kasus diatas ?
sims
supinasi
dorsal recumbent
semi fowler
miring ke kiri
Seorang laki - laki berusia 26 tahun dirawat di RS dengan hemoroidektomi. Hasil pengkajian : pasien mengeluh kaki belum dapat digerakkan dan haus, tindakan operasi dilakukan 2 jam yang lalu dengan spinal anastesi. Saat ini pasien minta minum. Bagaimanakah sikap perawat yang tepat pada kasus diatas ?
memberikan minum
mengolesi bibir pasien dengan air
meminta pasien untuk puasa selama 6 jam
menjelaskan pada pasien jika minum diperbolehkan ketika kaki sudah bisa digerakkan
menganjurkan kepada keluarga untuk memberikan permen mint
Seorang laki - laki berusia 26 tahun dirawat di RS dengan hemoroidektomi. Hasil pengkajian : pasien mengeluh nyeri pada anus, nyeri seperti tersayat sayat. Tampak darah merembes dari tampon saat pasien mengeser tubuhnya. Apakah tindakan prioritas pada kasus diatas ?
melakukan rendam duduk
menganti dengan tampon baru
melakukan penekanan pada luka
meminta pasien untuk posisi sims
memberikan vitamin K
Seorang laki - laki berusia 26 tahun dirawat di RS dengan hemoroidektomi. Hasil pengkajian : pasien mengeluh nyeri pada anus, nyeri seperti tersayat sayat, skala 8. Tampak darah merembes dari tampon saat pasien mengeser tubuhnya, pasien tampak cemas. Apakah masalah keperawatan prioritas pada kasus diatas ?
nyeri akut
resiko syok
gangguan keseimbangan cairan
kecemasan
intoleransi aktifitas
Seorang laki - laki berusia 26 tahun dirawat di RS dengan hemoroidektomi. Hasil pengkajian : pasien mengeluh nyeri pada anus, nyeri seperti tersayat sayat, skala 8. Tampak darah merembes dari tampon saat pasien mengeser tubuhnya, pasien tampak cemas. Apakah tujuan keperawatan prioritas pada kasus diatas ?
tingkat nyeri menurun
tingkat syok menurun
status cairan meningkat
tingkat kecemasan menurun
aktifitas meningkat
Seorang laki - laki berusia 26 tahun dirawat di RS dengan hemoroidektomi. Hasil pengkajian : pasien mengeluh nyeri pada anus, nyeri seperti tersayat sayat, skala 8. Tampak darah merembes dari tampon saat pasien mengeser tubuhnya, pasien tampak cemas. Apakah intervensi keperawatan prioritas pada kasus diatas ?
manajemen nyeri
pencegahan syok
manajemen cairan
reduksi ansietas
manajemen energi
Seorang laki - laki berusia 26 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis post apendiktomi. Hasil pengkajian : pasien mengeluh perut terasa kembung, kaki kebas, riwayat 1 jam yang lalu menjalani operasi dengan spinal anastesi. Apakah tindakan prioritas pada kasus diatas ?
melakukan pemantauan tanda - tanda vital
melakukan pemantauan peristaltik usus
memposisikan pasien duduk tegak ditempat tidur
meminta pasien untuk melakukan latihan kaki
meminta pasien untuk miring ke kanan
Seorang laki - laki berusia 26 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis post apendiktomi. Hasil pengkajian : pasien mengeluh perut terasa kembung, kaki kebas, riwayat 3 jam yang lalu menjalani operasi dengan spinal anastesi. Pasien menyatakan keinginan untuk makan. Bagaimanakah sikap perawat pada kasus diatas ?
memberikan diet cair pada pasien
melakukan pemeriksaan peristaltik usus
menjelaskan bahwa pasien harus berpuasa selama 12 jam
meminta pasien untuk menandatangani inform consent
kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jenis makanan pasien
Seorang laki - laki berusia 26 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis post apendiktomi. Hasil pengkajian : pasien mengeluh nyeri pada luka, skala 3, tampak pucat, terdapat luka dengan diperut dengan panjang 10 cm, tampak merah dan pus. Apakah masalah keperawatan utama pada kasus diatas ?
nyeri akut
gangguan integritas kulit
resiko infeksi
intoleransi aktifitas
defisit nutrisi
Seorang laki - laki berusia 26 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis post apendiktomi. Hasil pengkajian : pasien mengeluh nyeri pada luka, skala 3, tampak pucat, terdapat luka dengan diperut dengan panjang 10 cm, tampak merah dan pus. Apakah tujuan keperawatan utama pada kasus diatas ?
tingkat nyeri menurun
integritas kulit meningkat
tingkat infeksi menurun
aktifitas meningkat
status nutrisi meningkat
Seorang laki - laki berusia 36 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis post hepatitis. Pasien mengeluh perut terasa penuh disertai mual. Hasil pengkajian : sklera ikterik, menghabiskan makan hanya 1/4 porsi, tampak cemas. Apakah masalah keperawatan utama pada kasus diatas ?
defisit nutrisi
mual
ansietas
gangguan rasa nyaman
gangguan persepsi sensori
Seorang laki - laki berusia 36 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis hepatitis. Pasien mengeluh badan terasa lemas dan meminta untuk diberikan tambahan multivitamin. Bagaimanakah sikap perawat yang tepat pada kasus diatas ?
memberikan tambahan multivitamin 3 x sehari
menjelaskan patofisiologi penyakit ke pasien
menjelaskan aktifitas selama di Rumah sakit
kolaborasi pemberian multivitamin
kolaborasi pemenuhan kebutuhan diet
Seorang laki - laki berusia 36 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis hepatitis. Hasil pengkajian : soporokoma, sklera ikterik. Perawat akan memasang NGT dan menjelaskan tujuan pemasangan NGT kepada keluarga. Bagaimanakah penjelasan perawat yang tepat pada kasus diatas ?
untuk dekompresi lambung
untuk memberikan nutrisi
untuk mengeluarkan udara
untuk meningkatkan fungsi pernafasan
mencegah aspirasi
Seorang perempuan berusia 56 tahun dirawat di RS dengan diagnosis ileus paralitik. Hasil pengkajian : pasien mengeluh 5 hari tidak bisa kentut, mual, hipertimpani. Perawat memasang Nasograstric Tube. Keluarga menanyakan alasan dipasang alat tersebut. Bagaimanakah penjelasan yang tepat pada kasus diatas ?
untuk dekompresi lambung
untuk membarikan makanan
untuk memberikan obat
untuk mengeluarkan udara
untuk mempercepat absorbsi lambung
Seorang perempuan berusia 56 tahun dirawat di RS dengan diagnosis ileus paralitik. Hasil pengkajian : pasien mengeluh 5 hari tidak bisa kentut, mual, hipertimpani, tidak ada peristaltik usus. Keluarga mengeluh karena sejak masuk RS 2 hari yang lalu pasien tidak diberi makan. Bagaimanakah sikap perawat yang tepat pada kasus diatas ?
menjelaskan bahwa kebutuhan nutrisi telah terpenuhi
menjelaskan bahwa jika diberikan makan, makanan tidak dapat tercerna
memberitahukan kepada keluarga jika akan dikolaborasikan dengan dokter
mengijinkan keluarga untuk memberikan makan sedikit tapi sering
meminta kepada ahli gizi untuk menyiapkan makanan pasien
Seorang laki - laki berusia 36 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis hepatitis. Hasil pengkajian : soporokoma, sklera ikterik. Perawat akan memasang NGT dan saat ini telah mempersiapkan selang NGT. Berapakah ukuran NGT yang tepat untuk kasus diatas ?
6 - 8 F
8 - 10 F
12 - 14 F
16 - 18 F
20 - 22 F
Seorang laki - laki berusia 36 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis hepatitis. Hasil pengkajian : soporokoma, sklera ikterik. Perawat memasang NGT dan saat ini telah mengatur posisi pasien. Apakah tindakan selanjutnya yang tepat pada kasus diatas ?
mempersiapkan selang NGT
memeriksa lubang hidung pasien
mengukur selang NGT
memasukan selang NGT ke hidung
meminta pasien untuk menelan
Seorang laki - laki berusia 36 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis hepatitis. Hasil pengkajian : soporokoma, sklera ikterik. Perawat memasang NGT dan saat ini telah memeriksa lubang hidung pasien. Apakah tindakan selanjutnya yang tepat pada kasus diatas ?
mempersiapkan selang NGT
mengatur posisi tubuh pasien
mengukur selang NGT
memasukan selang NGT ke hidung
meminta pasien untuk menelan
Seorang laki - laki berusia 36 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis hepatitis. Hasil pengkajian : soporokoma, sklera ikterik. Perawat memasang NGT dan saat ini telah mengukur panjang selang NGT. Apakah tindakan selanjutnya yang tepat pada kasus diatas ?
memberikan pelumas pada selang NGT
mengatur posisi tubuh pasien
mengukur selang NGT
memasukan selang NGT ke hidung
meminta pasien untuk menelan
Seorang laki - laki berusia 36 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis hepatitis. Hasil pengkajian : soporokoma, sklera ikterik. Perawat memasang NGT dan saat ini telah mengukur panjang selang NGT. Bagaimanakah cara mengukur yang tepat pada kasus diatas ?
ujung hidung ke telinga tengah diteruskan ke prosesus xipoideus
tengah dahi ke tengah telinga diteruskan ke sudut bibir
ujung hidung ke mulut diteruskan ke prosesus xipoideus
mulut ke prosesus xipoideus diteruskan ke telinga tengah
mulut ke prosesus xipoideus diteruskan ke perut kwadran kiri bawah
Seorang perempuan berusia 56 tahun dirawat di RS dengan diagnosis ileus paralitik. Hasil pengkajian : pasien mengeluh 5 hari tidak bisa kentut, mual, hipertimpani. Perawat memasang Nasograstric Tube dan saat ini telah memasukkan ujung NGT. Apakah instruksi yang tepat pada kasus diatas ?
meminta pasien untuk menelan
meminta pasien untuk tarik nafas panjang
meminta pasien untuk memegang pangkal selang NGT
meminta pasien untuk menengadahkan kepala
meminta pasien untuk tahan nafas
Seorang laki - laki berusia 36 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis hepatitis. Hasil pengkajian : soporokoma, sklera ikterik. Perawat sedang memasang NGT dan tampak pasien tiba - tiba sianosis. Bagaimanakah sikap perawat yang tepat pada kasus diatas ?
mencabut selang NGT
mencabut beberapa sepanjang 5 cm kemudian memasukan kembali
melakukan pemeriksaan nadi
memasang oksigen
melanjutkan pemasangan NGT dengan cepat
Seorang laki - laki berusia 36 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis hepatitis. Hasil pengkajian : soporokoma, sklera ikterik. Perawat memasang NGT dan saat ini telah mengukur memasukan selang NGT sebatas ukuran yang telah ditandai. Apakah tindakan selanjutnya yang tepat pada kasus diatas ?
menguji letak NGT dilambung
mengatur posisi tubuh pasien
melakukan fiksasi
memasukan cairan ke selang NGT
menyiapkan plester
Seorang laki - laki berusia 36 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis hepatitis. Hasil pengkajian : soporokoma, sklera ikterik. Perawat memasang NGT dan saat ini telah telah mengecek selang NGT dengan memasukan udara namun tidak terdengar suara udara dilambung pasien. Apakah tindakan selanjutnya yang tepat pada kasus diatas ?
menambahkan jumlah udara yang masuk
melakukan fiksasi lambung
memasang klem pada selang
mencabut selang sedikit kemudian memasukan lagi selang
memasukan cairan pada lambung
Seorang laki - laki berusia 36 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis hepatitis. Hasil pengkajian : soporokoma, sklera ikterik. Perawat akan memberikan makan melalui NGT dan saat ini perawat telah mengatur posisi pasien. Apakah tindakan selanjutnya yang tepat pada kasus diatas ?
memasang klem pada selang NGT
memasukan makanan cair ke selang NGT
menjelaskan maksud dan tujuan
cuci tangan dan memakai handscoen
melakukan aspirasi isi lambung
Seorang laki - laki berusia 36 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis hepatitis. Hasil pengkajian : soporokoma, sklera ikterik. Perawat akan memberikan makan melalui NGT. saat melakukan aspirasi lambung terlihat cairan berwarna cokelat. Apakah tindakan selanjutnya yang tepat pada kasus diatas ?
mengeluarkan cairan berwarna cokelat sampai habis
mengukur jumlah cairan kemudian memasukkan cairan tersebut kembali
memasukkan air es sebanyak 100 cc
memasukan diet cair sesuai program
memberikan obat terlebih dahulu sebelum diet cair diberikan
Seorang laki - laki berusia 36 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis hepatitis. Hasil pengkajian : soporokoma, sklera ikterik. Perawat akan memberikan makan melalui NGT dan saat ini perawat sedang mengatur posisi pasien. Bagaimanakah pengaturan posisi yang tepat pada kasus diatas ?
supinasi dengan kepala miring ke arah perawat
semi fowler dengan kepala miring ke arah perawat
pronasi dengan kepala miring ke arah perawat
miring ke kiri
miring ke kanan
Seorang laki - laki berusia 36 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis hepatitis. Hasil pengkajian : soporokoma, sklera ikterik. Perawat akan memberikan makan melalui NGT dan saat ini perawat telah memasangkan corong ke selang NGT. Apakah urutan pemberian diet yang tepat pada kasus diatas ?
air putih, susu, obat, air putih
susu, air putih, obat, air putih
air putih, obat, susu, air putih
obat, air putih, susu, air putih
air putih, susu, obat
Seorang laki - laki berusia 36 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis hepatitis. Hasil pengkajian : soporokoma, sklera ikterik. Perawat akan memberikan makan melalui NGT dan saat ini perawat telah memastikan keberadaan selang NGT dilambung. Apakah tindakan selanjutnya yang tepat pada kasus diatas ?
memasang klem pada selang NGT
memasukan makanan cair ke selang NGT
menjelaskan maksud dan tujuan
cuci tangan dan memakai handscoen
melakukan aspirasi isi lambung
Seorang laki - laki berusia 36 tahun dirawat di RS dengan diagnosis medis hepatitis. Hasil pengkajian : soporokoma, sklera ikterik. Perawat akan memberikan makan melalui NGT dan saat ini perawat telah memasang klem pada selang NGT. Apakah tindakan selanjutnya yang tepat pada kasus diatas ?
menguji keberadaan selang NGT di Lambung
memasukan makanan cair ke selang NGT
menjelaskan maksud dan tujuan
cuci tangan dan memakai handscoen
melakukan aspirasi isi lambung
Seorang laki - laki berusia 42 tahun dirawat di RS dengan diagnosis Ca colon. Hasil pengkajian : composmentis, terdapat stoma pada perut kiri bawah. Perawat akan melakukan perawatan ostoma dan saat ini perawat telah mencuci tangan dan memakai handscoen. Apakah tindakan selanjutnya yang tepat pada kasus diatas ?
membuka kolostomi set
mengatur posisi tidur pasien
mengobservasi produk stoma
membuka kantong kolostomi
membersihkan kulit sekitar stoma
Seorang laki - laki berusia 42 tahun dirawat di RS dengan diagnosis Ca colon. Hasil pengkajian : composmentis, terdapat stoma pada perut kiri bawah. Perawat akan melakukan perawatan ostoma dan saat ini perawat telah mengobservasi produk stoma. Apakah tindakan selanjutnya yang tepat pada kasus diatas ?
membuka kolostomi set
mengatur posisi tidur pasien
menutup stoma dengan kassa steril
membuka kantong kolostomi
membersihkan kulit sekitar stoma
Seorang laki - laki berusia 42 tahun dirawat di RS dengan diagnosis Ca colon. Hasil pengkajian : composmentis, terdapat stoma pada perut kiri bawah. Perawat akan melakukan perawatan ostoma dan saat ini perawat telah membuka kantong kolostomi. Apakah tindakan selanjutnya yang tepat pada kasus diatas ?
membuka kolostomi set
mengatur posisi tidur pasien
menutup stoma dengan kassa steril
mengobservasi produk stoma
membersihkan kulit sekitar stoma
Seorang laki - laki berusia 42 tahun dirawat di RS dengan diagnosis Ca colon. Hasil pengkajian : composmentis, terdapat stoma pada perut kiri bawah. Perawat akan melakukan perawatan ostoma dan saat ini perawat telah menutup stoma dengan kassa steril. Apakah tindakan selanjutnya yang tepat pada kasus diatas ?
membuka kolostomi set
mengatur posisi tidur pasien
membersihkan stoma
mengobservasi produk stoma
membersihkan kulit sekitar stoma
Seorang laki - laki berusia 42 tahun dirawat di RS dengan diagnosis Ca colon. Hasil pengkajian : composmentis, terdapat stoma pada perut kiri bawah. Perawat akan melakukan perawatan ostoma dan saat ini perawat telah mengeringkan kulit sekitar stoma. Apakah tindakan selanjutnya yang tepat pada kasus diatas ?
mengobservasi stoma dan kulit sekitar stoma
memberikan zink salep sekitar stoma
mengukur stoma dengan pola stoma
mengunting kantong kolostomi sesuai ukuran stoma
memasangkan kantong kolostomi
Seorang laki - laki berusia 42 tahun dirawat di RS dengan diagnosis Ca colon. Hasil pengkajian : composmentis, terdapat stoma pada perut kiri bawah. Perawat akan melakukan perawatan ostoma dan saat ini perawat telah mengobservasi stoma dan kulit sekitar stoma. Apakah tindakan selanjutnya yang tepat pada kasus diatas ?
mengerngkan kulit sekitar stoma
memberikan zink salep sekitar stoma
mengukur stoma dengan pola stoma
mengunting kantong kolostomi sesuai ukuran stoma
memasangkan kantong kolostomi
Seorang laki - laki berusia 42 tahun dirawat di RS dengan diagnosis Ca colon. Hasil pengkajian : composmentis, terdapat stoma pada perut kiri bawah. Perawat akan melakukan perawatan ostoma dan saat ini perawat telah memberikan zink salep sekitar stoma. Apakah tindakan selanjutnya yang tepat pada kasus diatas ?
mengerngkan kulit sekitar stoma
mengobservasi stoma dan kulit sekitar stoma
mengukur stoma dengan pola stoma
mengunting kantong kolostomi sesuai ukuran stoma
memasangkan kantong kolostomi
Seorang laki - laki berusia 42 tahun dirawat di RS dengan diagnosis Ca colon. Hasil pengkajian : composmentis, terdapat stoma pada perut kiri bawah. Saat membersihkan stoma tiba - tiba keluar darah dari periostoma. Apakah tindakan selanjutnya yang tepat pada kasus diatas ?
mengeringkan kulit sekitar stoma
menekan area periostoma dengan kassa steril
memasang tampon pada stoma
menghentikan tindakan perawatan
memberikan zink salep pada perisotoma
Seorang laki - laki berusia 42 tahun dirawat di RS dengan diagnosis Ca colon. Hasil pengkajian : composmentis, terdapat stoma pada perut kiri bawah. Pasien mengeluh keluar rembesan cairan dari kantong stoma setelah 1 jam yang lalu diganti. Apakah tindakan selanjutnya yang tepat pada kasus diatas ?
menganti dengan kantong stoma yang baru
menutup area rembesan dengan kassa steril
menambahkan perekat pada semua sisi kantong kolostomi
memperbaiki posisi kantong kolostomi
menganjurkan pasien untuk memakai tas kantong kolostomi
Seorang laki - laki berusia 42 tahun dirawat di RS dengan appendiksitis. Pasien direncanakan operasi dan saat ini diprogramkan untuk enema. Perawat sedang melakukan enema dan saat ini telah menyiapkan tabung enema. Apakah tindakan selanjutnya yang tepat pada kasus diatas ?
Memberikan lubrika sepanjang 6-8 cm pada selang rectal
Membuka bokong dan mencari lokasi anus
Memasukan ujung selang rectal secara perlahan
Membuka klem dan membiarkan larutan masuk dengan lambat
Meminta pasien untuk tarik nafas panjang dengan kantong stoma yang baru
