WorksheetsFinal Fitokimia Lanjutan
Total questions: 25
Worksheet time: 25mins
Dalam melakukan suatu proses isolasi, target utama yang diharapkan adalah
Mendapat ekstrak murni
Memperoleh fraksi aktif
Memperoleh isolat murni
Memperoleh senyawa penanda
Langkah apa yang dapat dilakukan bila senyawa yang diperoleh dari hasil isolasi belum menghasilkan noda tunggal pada KLT 2 dimensi dan multieluen?
KLT 2 dimensi kembali
Ekstraksi kembali
Digabung dengan fraksi sebelumnya kemudian di KLT preparatif
Dipisahkan dengan HPLC
Urutan proses isolasi yang tepat sebagai berikut.
Ekstraksi - KLT preparatif - fraksinasi - karakterisasi - KLT 2 dimensi
Fraksinasi - Ekstraksi - KLT preparatif - karakterisasi - KLT 2 dimensi
Ekstraksi - fraksinasi - KLT preparatif - KLT 2 dimensi - karakterisasi
Fraksinasi - Ekstraksi - KLT preparatif - KLT 2 dimensi - karakterisasi
Bila dalam KLT 2 dimensi dan multieluen telah diperoleh noda yang tunggal, kesimpulan apa yang bisa ditarik?
Isolatnya masih belum murni
Isolatnya sudah murni secara KLT
Isolatnya tidak perlu diuji dengan instrumen
Isolatnya sudah murni
Mengapa senyawa pada ekstrak kasar tidak dianjurkan dipisahkan lansung menggunakan KLTP
Ekstraknya terlalu banyak
Senyawanya masih sangat banyak
Bobot molekulnya terlalu besar
Karena boros penggunaan lempengnya
Instrumen apa yang dibutuhkan untuk menentukan bobot molekul suatu senyawa yang telah diisolasi?
GC
MS
FTIR
HPLC
Suatu isolat yang berhasil diisolasi, dikarakterisasi dengan menggunakan suatu instrumen. Berdasarkan hasil analisa diperoleh informasi bahwa senyawa tersebut memiliki gugus –OH, C=C, C=O, dan C-O. Prediksi senyawa yang tidak tepat pada hasil pembacaan tersebut adalah
Flavonoid
Steroid
Alkaloid
Kumarin
Suatu isolat yang berhasil diisolasi, dikarakterisasi dengan menggunakan suatu instrumen. Berdasarkan hasil analisa diperoleh informasi bahwa senyawa tersebut memiliki gugus –OH, C-N, C=C, C=O, N-H. Senyawa tersebut bukan merupakan protein, lemak atau karbohidratBerdasarkan hasil analisa tersebut, senyawa apakah yang dimaksud?
Flavonoid
Steroid
Alkaloid
Kumarin
Suatu isolat yang berhasil diisolasi, dikarakterisasi dengan menggunakan suatu instrumen. Berdasarkan hasil analisa diperoleh informasi bahwa senyawa tersebut memiliki gugus –OH, C-N, C=C, C=O, N-H. Senyawa tersebut bukan merupakan protein, lemak atau karbohidrat. Instrumen apakah yang digunakan dalam pengukuran?
GC
MS
FTIR
HPLC
Prinsip kristalisasi pada pemurnian senyawa adalah ...
Perbedaan titik didih
Perbedaan kelarutan
Kemiripan sifat fisika
Kemiripan sifat kimia
Jenis pengotor pada rekristalisasi yang dapat dihilangkan dengan cara melakukan penyaringan larutan dalam keadaan panas tersebut....
Pengotor yang tidak larut dalam panas
Pengotor yang sangat larut dalam pelarut panas dan sedikit larut dalam pelarut dingin
Pengotor yang larut dalam panas
Pengotor yang larut dalam pelarut panas dan tetap tinggal sebagian dalam pelarut yang sudah dingin
Jenis pengotor yang menyebabkan kristal yang diperoleh tidak murni adalah ...
Pengotor yang tidak larut dalam panas
Pengotor yang sangat larut dalam pelarut panas dan sedikit larut dalam pelarut dingin
Pengotor yang larut dalam panas
Pengotor yang larut dalam pelarut panas dan tetap tinggal sebagian dalam pelarut yang sudah dingin
Saat melakukan isolasi senyawa flavonoid, hal pertama yang dilakukan adalah ekstraksi menggunakan metanol. Ekstrak metanol kemudian dikisatkan dan setelah diperoleh ekstrak pekat, kemudian ditambah dengan n-heksan. Apa tujuan penambahn n-heksan?
Memisahkan flavonoid
Memisahkan senyawa dengan polaritas rendah
Memisahkan senyawa dengan polaritas tinggi
Memisahkan senyawa senyawa larut air
Tahapan kristalisasi secara umum adalah ...
Pemisahan - menyaring larutan - melarutkan - pendinginan
Menyaring larutan - melarutkan - pendinginan - pemisahan
Melarutkan - menyaring larutan - pendinginan - pemisahan
Melartukan - pendinginan - menyaring larutan - pemisahan
Yang tidak termasuk dalam kriteria pemilihan pelarut pada kristalisasi adalah
Kelarutan padatan harus rendah dalam pelarut pada keadaan panas dan harus tinggi pada keadaan dingin
Pengotor organik harus dapat larut dalam pelarut dalam keadaan dingin
Pelarut harus inert
Titik didih larutan harus lebih rendah dari titik didih padatan
Hal yang dapat dilakukan bila pada padatan mengandung pengotor senyawa anorganik?
Langsung dapat disaring
Disaring dalam keadaan dingin
Disaring dalam keadaan panas
Dilarutkan dengan cara dipanaskan
Adakalanya diperlukan dua pelarut untuk proses rekistalisasi suatu padatan. Syarat yang paling tepat dipenuhi bila menggunakan dua pelarut adalah
Kedua pelarut memiliki kepolaran yang sama
Kedua pelarut memiliki kemampuan yang sama dalam melarutkan padatan
Kedua pelarut memiliki kepolaran yang berbeda
Dua pelarut tersebut harus saling bercampur
Isolat murni yang didapat pada proses isolasi, ditentukan struktur senyawanya dan dianalisa mekanisme pengikatanya terhadap protein tertentu yang diduga sebagai reseptor secara komputasi. Pengujian yang dilakukan tersebut dikategorikan
Uji invitro
Uji invivo
Uji insilico
Uji eksvivo
Berikut ini yang merupakan pengujian secara invivo
Uji Antioksidan
Uji Antibakteri
Uji teratogenik
Uji MTT
Pengujian secara invitro meskipun terlihat mudah dan cepat, tetapi terdapat kekurangan yaitu
Biaya lebih mahal
Membutuhkan peralatan yang modern
Kondisi pengujian tidak sama dengan kondisi biologis
Membutuhkan keahlian khusus
Uji MTT (metil thiazolil tetrazolium) merupakan suatu metode pengujian secara invitro yang prinsipnya adalah terbentuknya formazan yang terukur pada elisa reader. Kristal formasan yang terbentuk mengindikasikan
Jumlah sel mati
Jumlah sel yang hidup
Jumlah mitokondria
Aktivitas sel
Yang terukur absorbansinya pada pengujian MTT larutan formazan yang berwarna
Biru
Ungu
Kuning
Merah
Akarbosa digunakan pada pengujian secara invitro dengan mekanisme kerja
Menghambat glukosa transporter
Menghambat α-glukosidase
Menghambat HMG CoA reduktase
Menghambat CYP
Warna kuning yang terbentuk dan terukur pada alat spektrofotometer pada pengujian uji penghambatan α-glukosidase adalah
p-nitrofenil-α-D-glukopiranosa (PNPG)
α-glukosidase
D-glukopiranosida
p-nitrofenol
Apa yang dapat disimpulkan dari tabel tersebut?
Antioksidan sampel lebih kecil dari kuarsetin
Antioksidan sampel lebih besar dari kuarsetin
IC50 ekstrak pada kisaran di bawah 40 ppm
IC50 kuarsetin pada kisaran di bawah 20 ppm
