Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Tes Literasi 4

Total questions: 25

Worksheet time: 19mins

Name
Class
Date
1.

Pada saat awal kemerdekaan (1945-1948), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bernama

a)

Kementerian Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan

b)

Departemen Pendidikan Dasar dan Kebudayaan

c)

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

d)

Kementerian Pengajaran

2.

Berikut, mana yang tidak termasuk dalam jalur Pendidikan formal

a)

Madrasah Ibtidaiyah

b)

Madrasah Tsanawiyah

c)

Kejuruan

d)

Pendidikan Keterampilan

3.

Jalur Pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, Pendidikan menengah dan Pendidikan tinggi merupakan pengertian dari

a)

Sistem Pendidikan nasional

b)

Pendidikan formal

c)

Pendidikan nasional

d)

Jenjang Pendidikan

4.

Kegiatan Kulikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada disebut

a)

Kurikulum daerah

b)

Muatan lokal

c)

Kurikulum terpadu

d)

Unsur daerah

5.

Berikut ini, mana yang tidak termasuk ke dalam bentuk-bentuk perguruan tinggi menurut system Pendidikan nasional

a)

Universitas

b)

Politeknik

c)

Sekolah tinggi

d)

Diploma 1

6.

Berikut yang tidak termasuk dalam Pendidikan keagamaan

a)

Rohis

b)

Pesantren

c)

Pasraman

d)

Pabhaja samanera

7.

Pemberian otonomi yang lebih luas kepada perguruan tinggi negeri oleh pemerintah diharapkan memberikan dampak positif, yaitu

a)

Meningkatkan peran swasta dalam penyelenggaraan Pendidikan

b)

Memacu pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran rakyat

c)

Memacu perkembangan perguruan tinggi yang bersangkutan

d)

Menyejahterakan pengajar honorer

8.

Pendidikan anak usia dini termasuk ke dalam jalur Pendidikan

a)

Formal

b)

Informal

c)

Menengah

d)

Nonformal

9.

Program jalur sekolah salah satunya program 6 tahun. Lalu, pola-pola yang diterapkan seperti berikut ini kecuali

a)

SD terbuka

b)

SD regular

c)

SD pamong

d)

SD terpadu

10.

Program wajib belajar Pendidikan dasar 9 tahun, meliputi 6 tahun di SD dan 3 tahun di SLTP. Pola-pola yang diterapkan pada tingkat SLTP seperti berikut ini kecuali

a)

SLTP regular

b)

SLTP terbuka

c)

SLTP terpadu

d)

SLTP Pamong

11.

Pelaksanaan wajib belajar 9 tahun, khususnya pada empat tahun pertama sejak dicanangkan relative berhasil. Namun, hal-hal tersebut masih terkendala dengan hal-hal berikut ini, kecuali

a)

Kurangnya daya tampung siswa SLTP, khusunya di daerah

b)

Rendahnya mutu Pendidikan dasar yang diukur berdasarkan NEM

c)

Renahnya partisipasi Sebagian masyarakat akibat hambatan faktor geografis, sosial ekonomi, dan budaya

d)

Kurangnya partisipasi anak

12.

Untuk menutupi sejumlah hambatan dalam menyukseskan pelaksanaan wajib belajar 9 tahun, diperlukan sejumlah kebijakan-kebijakan seperti berikut ini, kecuali

a)

Melaksanakan pembangunan unit sekolah baru (USB) dan ruang kelas baru (RKB) bagi daerah yang membutuhkan

b)

Meniadakan kurikulum yang dianggap tidak esensial

c)

Memberdayakan dan meningkatkan mutu SLTP terbuka yang telah dikembangkan pada tahun-tahun sebelumnya.

d)

Melanjutkan pengadaan guru-guru kontrak untuk mengatasi kekurangan tenaga guru di daerah-daerah yang membutuhkan

13.

Salah satu faktor keberhasilan pemerintah dalam rangka menurunkan angka buta aksara adalah

a)

Privatisasi perguruan tinggi

b)

Program wajib belajar 9 tahun

c)

Pengalokasian 20% anggaran APBN untuk sector Pendidikan

d)

Mengadakan standar kompetensi guru dan pengajar

14.

Gerakan nasional percepatan penuntasan wajib belajar 9 tahun dan pemberantasan buta aksara tertuang dalam

a)

Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2006

b)

UU No. 32 Tahun 2004

c)

UU No. 20 Tahun 2003

d)

UU No. 14 Tahun 2005

15.

Pada tahun 2000, UNESCO menyepakati komitmen dengan Indonesia dalam rangka menurunkan angka buta aksara di Indonesia

a)

15%

b)

7%

c)

5%

d)

6%

16.

Pengertian reorientasi Pendidikan keaksaraan adalah

a)

Penggiatan Kembali dengan memanfaatkan seluruh potensi yang ada

b)

Memperluas tujuan Pendidikan keangsaraan

c)

Memfokuskan tujuan pendidikan keaksaraan

d)

Berorientasi pada nilai-nilai konvensional

17.

Kontroversi mengenai pelaksanaan ujian nasional disebabkan oleh

a)

Adanya dugaan penyelewengan anggaran UN

b)

Standar kualitas Pendidikan yang belum belum merata

c)

Pemborosan anggaran negara

d)

Kualitas pengajar masih rendah

18.

Nyabuk gunung merupakan kearifan lokal yang terdapat di wilayah

a)

Kalimantan

b)

Sulawesi

c)

Jawa

d)

Aceh

19.

Kearifan lokal berupa hutan larangan, dimana masyarakat memiliki aturan tidak boleh memasuki hutan, bagi yang memasuki akan celaka. Kearifan lokal tersebut dapat ditemukan diwilayah

a)

Kalimantan

b)

Jawa tengah

c)

Kampung Naga Jawa Barat

d)

Sukamanah Jawa Barat

20.

Suku di atas ada di pulau

a)

Sumatera

b)

Jawa

c)

Kalimantan

d)

Sulawesi

21.

Berikut yang bukan termasuk tujuan dilakukannya pemanfaatan objek pemajuan kebudayaan adalah ....

a)

Membangun karakter bangsa

b)

Meningkatkan ketahanan bangsa

c)

Meningkatkan diversitas pola pikir bangsa

d)

Meningkatkan kesejahteraan rakyat

22.

Candi Borobudur merupakan objek wisata budaya dalam kategori pengembangan wisata

a)

Sejarah dan Religi

b)

Tradisi dan Seni Budaya

c)

Alam

d)

Pedesaan dan Perkotaan

23.

Faktor yang mempengaruhi Indonesia memiliki budaya yang beragam, kecuali

a)

Posisi negara Indonesia yang terletak diantara dua benua dan dua semudera

b)

Bentang alam Indonesia yang beragam, mulai dari pantai sampai gunung

c)

Datangnya orang asing ke Indonesia untuk berdagang dan menetap

d)

Orang Indonesia yang tidak bisa beradaptasi di suhu dingin

24.

Berikut ini yang tidak termasuk unsur-unsur kebudayaan adalah

a)

Pengetahuan

b)

Kebiasaan

c)

Kesenian

d)

Organisasi kemasyarakatan

25.

Proses sosial yang timbul akibat suatu kebudayaan tertentu (asli) dihadapkan dengan kebudayaan lainnya sehingga menghasilkan budaya baru. Hal ini disebut

a)

Akulturasi

b)

Asimilasi

c)

Amalgamasi

d)

Hedonisme