wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

CERITA

Total questions: 45

Worksheet time: 45mins

Name
Class
Date
1.

Bacalah teks berikut dengan cermat!


1) Sehari-hari, ia berladang dan mencari kayu bakar di hutan.


2) Nama anak itu Mogu.


3) Ia rindu akan pengetahuan.


4) Pada suatu waktu, hiduplah seorang anak yang rajin belajar.


5) Mogu amat rajin membaca.


6) Ia hidup sebatang kara.


Urutan kutipan cerita tersebut yang tepat adalah ....

a)

4)-2)-1)-6)-5)-3)

b)

4)-2)-6)-1)-5)-3)

c)

4)-6)-2)-1)-5)-3)

d)

4)-6)-2)-5)-1)-3)

2.

Bacalah teks berikut dengan cermat!


1)”Bu, saya kembalikan bukunya,” Suhendra menyerahkan buku kepada ibu penjaga perpustakaan.


2)”Kamu kena denda! Seharusnya kamu mengembalikannya dua hari lalu!” Kata ibu penjaga.


3)Dia memeriksa buku besar di meja, ibu penjaga perpustakaan melihat Suhendra. Suhendra menunduk.


4)Ibu penjaga perpustakaan bangkit dari duduknya.


Bukti watak tokoh Suhendra memiliki sifat teledor atau lalai dalam kutipan cerita tersebut ditandai kalimat nomor . . . .

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

3.

Suatu hari seekor Rusa jantan mengunjungi seekor domba. Rusa itu meminta agar Domba meminjamkan segenggam terigu. Domba kurang yakin terhadap kejujuran rusa. Ia takut Rusa akan sulit dikejar apabila ditagih. Ia lalu bertanya kepada rusa apakah ada hewan lain yang bisa menjamin kejujurannya. Rusa menjawab bahwa ada serigala yang akan menjamin kejujurannya. Namun Domba tetap tidak percaya dengan jaminan itu. Domba mengenal Serigala. Dia mengambil semua yang dia mau, lalu berlari tanpa membayar. Domba berpikir bahwa Rusa seperti Serigala. Rusa bisa berlari dengan kencang sehingga Domba tidak memiliki kesempatan untuk menagih utangnya.


Nilai moral dalam kutipan cerita tersebut adalah . . .

a)

Kejujuran tidak boleh disalahgunakan dalam berteman.

b)

Kejujuran dibutuhkan dalam menyelesaikan masalah.

c)

Kejujuran akan membawa manfaat dalam berteman.

d)

Kejujuran menjadi modal dalam persahabatan.

4.

Bacalah teks berikut dengan cermat!


"Maafkan saya, Rifki. Saya memang khilaf waktu

itu," kataku pelan. Akhirnya muncul juga kata-kata itu setelah beberapa waktu tak jua ada keberanian untuk

mengatakannya. Ya, aku memang harus minta maaf. Aku sadar, sikap dan kata-kataku tempo hari terhadapnya tentu saja telah membuatnya marah dan sakit hati. Dan kali ini aku sudah bersiap untuk menerima perlakuan dan makian paling kasar sekalipun dari mulut Rifki. Rifki diam sejenak, lalu memandangku tajam. Tetapi tak berapa lama, kulihat

ekspresi Rifki seperti tengah menahan tawa. Dan ia ( ... ) dengan erat, membuat aku agak sulit bernapas.

Kata yang tepat untuk melengkapi teks tersebut adalah . . .

a)

menggandengku

b)

menggendongku

c)

memegangku

d)

memelukku

5.

Bacalah teks berikut dengan cermat!


Otak teman-temanku tertekan dengan keras,

berpikir sekuat-kuatnya dan berjuang semampunya dalam jangka waktu enam puluh menit. Itulah yang sedang dirasakan teman-teman seperjuanganku. Menghadapi

ulangan matematika yang mengerikan. Aku bingung tak alang kepalang, teman-temanku hanya berpikir dangkal. Matematika adalah pelajaran yang tidak begitu disenangi di kelasku. Tapi tidak denganku, aku lebih suka pelajaran matematika dari pada pelajaran seni tari, seperti kawan sekelasku.

Informasi tersurat sesuai dengan isi kutipan teks tersebut adalah ....

a)

Si aku menyukai pelajaran metematika dari pada seni tari.

b)

Si aku sangat menyukai pelajaran seni tari dari pada matematika.

c)

Pelajaran matematika adalah pelajaran yang sangat disukai teman si aku.

d)

Teman-teman si aku mampu mengerjakan soal matematika dalam waktu enam puluh menit.

6.

Keindahan mendadak berubah saat aku melihat seseorang tersapu ombak. Tubuh yang tak kuat menopang. Tubuh payah dengan tangan menggapai-gapai. Debur ombak menelan tubuhnya. Seketika aku melepaskan baju berlari ke arahnya. [....] Itulah kau, perempuan bermata sayu. Tubuhmu lunglai.


Latar tempat yang tepat untuk melengkapi kutipan cerpen tersebut adalah ....

a)

Aku menggapainya, lalu menyeretnya ke pinggir pantai.

b)

Aku menggapainya, lalu menyeretnya ke hamparan pasir.

c)

Aku menggapainya, lalu menyeretnya ke kapal nelayan.

d)

Aku menggapainya, lalu menyeretnya ke pelabuhan.

7.

1)”Di mana dicari?”

2) Tetapi aku harus menyembunyikan dari mana asal muasal bunga-bungaku

3) “Di sungai, Yah,”kataku membohong.

4) Ayah merampas bungaku dan membuangnya ke sampah.


Bukti watak ayah kasar, tergambar pada pernyataan nomor . . . .

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

8.

Secara bersamaan, dua ekor kambing jantan dari arah berlawanan berjalan menyeberangi sebuah titian yang hanya cukup untuk dilewati seekor binatang. Ketika keduanya bertemu di tengah, tidak ada yang mau mundur atau rela mengalah. Mereka menyarangkan tanduk satu sama lain. Sampai kemudian keduanya jatuh ke tengah arus sungai dan tenggelam.


Nilai moral yang terdapat dalam kutipan cerita tersebut adalah . . . .

a)

Melindungi dan menyayangi orang lain merupakan perbuatan terpuji.

b)

Memelihara sifat egoistis tidak baik untuk diri sendiri dan orang lain.

c)

Memberikan pertolongan kepada orang lain sangat menyenangkan.

d)

Pantang menyerah sebelum meraih sebuah kesuksesan hidup ini.

9.

Aku mengenalnya hanya dengan nama Patricia. Tapi ternyata setelah gadis yang pintar menari itu menuliskan nama lengkapnya, wow, panjangnya bagai kereta api. Coba saja hitung ada berapa aksara: Patricia Rintho Wahyu Anggraini. Lebih dari dua puluh aksara, kan? [ . . . ]. Begitulah kalau kakaknya memanggil, begitu pula kalau adiknya, bahkan seluruh saudaranya memanggil. Dan, aku pun memanggilnya Rina.


Kalimat yang tepat untuk melengkapi kutipan cerpen di atas adalah . . .

a)

Panggilan namanya cukup menggelitik hatiku.

b)

Setiap anggota keluarga memanggilnya Patricia.

c)

Aku sudah janji akan menemui Rina di rumahnya.

d)

Ah, tetapi panggilannya cukup simpel. Cuma Rina saja.

10.

Dodo adalah anak lebah yang telah ditinggal mati ibunya. Waktu itu ibunya meninggal digigit kalajengking. Kini ia hidup sebatang kara.

Tidak berapa lama kemudian ia bertemu dengan seekor semut yang sedang kesusahan membawa telurnya. Dodo pun mendekati semut itu.

“Hai, semut. Siapakah namamu?”

“Namaku Didi. Namamu siapa?”

“Aku Dodo. Kamu mau jadi sahabatku?” Didi mengangguk senang.

“Baguslah! Kalau begitu mari kita mencari air dan makanan bersama?” Didi kembali mengangguk.

Mereka bergegas pergi untuk mencari makanan. Setelah cukup lama menyusuri jalan, mereka menemukan sebuah mata air yang berair bersih dan segar. Di samping mata air itu terdapat sebatang pohon kurma yang berbuah lebat dan sangat manis. Didi dan Dodo sangat gembira. Dua hari kemudian mereka menemukan tempat tinggal yang menurut mereka tepat. Yaitu di sebuah padang rumput yang luas.

Didi dan Dodo hidup dengan rukun. Semakin hari persahabatan mereka semakin erat. Mereka pun hidup dengan aman, tenteram dan bahagia.


Yang dilakukan Dodo kepada Didi di awal pertemuan mereka adalah ....

a)

Mengajak Didi pergi ke ladang

b)

Mengajak Didi mencari air dan makanan

c)

Mencari keluarga Didi yang hilang

d)

Mencari tempat tinggal

11.

Dodo adalah anak lebah yang telah ditinggal mati ibunya. Waktu itu ibunya meninggal digigit kalajengking. Kini ia hidup sebatang kara.

Tidak berapa lama kemudian ia bertemu dengan seekor semut yang sedang kesusahan membawa telurnya. Dodo pun mendekati semut itu.

“Hai, semut. Siapakah namamu?”

“Namaku Didi. Namamu siapa?”

“Aku Dodo. Kamu mau jadi sahabatku?” Didi mengangguk senang.

“Baguslah! Kalau begitu mari kita mencari air dan makanan bersama?” Didi kembali mengangguk.

Mereka bergegas pergi untuk mencari makanan. Setelah cukup lama menyusuri jalan, mereka menemukan sebuah mata air yang berair bersih dan segar. Di samping mata air itu terdapat sebatang pohon kurma yang berbuah lebat dan sangat manis. Didi dan Dodo sangat gembira. Dua hari kemudian mereka menemukan tempat tinggal yang menurut mereka tepat. Yaitu di sebuah padang rumput yang luas.

Didi dan Dodo hidup dengan rukun. Semakin hari persahabatan mereka semakin erat. Mereka pun hidup dengan aman, tenteram dan bahagia.


Penyebab ibunya Didi meninggal adalah ….

a)

Berkelahi

b)

Digigit kalajengking

c)

Dibakar musuhnya

d)

Sakit yang lama

12.

Dodo adalah anak lebah yang telah ditinggal mati ibunya. Waktu itu ibunya meninggal digigit kalajengking. Kini ia hidup sebatang kara.

Tidak berapa lama kemudian ia bertemu dengan seekor semut yang sedang kesusahan membawa telurnya. Dodo pun mendekati semut itu.

“Hai, semut. Siapakah namamu?”

“Namaku Didi. Namamu siapa?”

“Aku Dodo. Kamu mau jadi sahabatku?” Didi mengangguk senang.

“Baguslah! Kalau begitu mari kita mencari air dan makanan bersama?” Didi kembali mengangguk.

Mereka bergegas pergi untuk mencari makanan. Setelah cukup lama menyusuri jalan, mereka menemukan sebuah mata air yang berair bersih dan segar. Di samping mata air itu terdapat sebatang pohon kurma yang berbuah lebat dan sangat manis. Didi dan Dodo sangat gembira. Dua hari kemudian mereka menemukan tempat tinggal yang menurut mereka tepat. Yaitu di sebuah padang rumput yang luas.

Didi dan Dodo hidup dengan rukun. Semakin hari persahabatan mereka semakin erat. Mereka pun hidup dengan aman, tenteram dan bahagia.


Pohon yang ditemukan Didi dan Dodo di samping mata air adalah ….

a)

Pohon kelapa

b)

Pohon kurma

c)

Pohon jati

d)

Pohon bambu

13.

Dodo adalah anak lebah yang telah ditinggal mati ibunya. Waktu itu ibunya meninggal digigit kalajengking. Kini ia hidup sebatang kara.

Tidak berapa lama kemudian ia bertemu dengan seekor semut yang sedang kesusahan membawa telurnya. Dodo pun mendekati semut itu.

“Hai, semut. Siapakah namamu?”

“Namaku Didi. Namamu siapa?”

“Aku Dodo. Kamu mau jadi sahabatku?” Didi mengangguk senang.

“Baguslah! Kalau begitu mari kita mencari air dan makanan bersama?” Didi kembali mengangguk.

Mereka bergegas pergi untuk mencari makanan. Setelah cukup lama menyusuri jalan, mereka menemukan sebuah mata air yang berair bersih dan segar. Di samping mata air itu terdapat sebatang pohon kurma yang berbuah lebat dan sangat manis. Didi dan Dodo sangat gembira. Dua hari kemudian mereka menemukan tempat tinggal yang menurut mereka tepat. Yaitu di sebuah padang rumput yang luas.

Didi dan Dodo hidup dengan rukun. Semakin hari persahabatan mereka semakin erat. Mereka pun hidup dengan aman, tenteram dan bahagia.


Latar yang tepat untuk cerita di atas adalah ….

a)

Padang pasir

b)

Padang rumput

c)

Tepi pantai

d)

Hutan lebat

14.

Dodo adalah anak lebah yang telah ditinggal mati ibunya. Waktu itu ibunya meninggal digigit kalajengking. Kini ia hidup sebatang kara.

Tidak berapa lama kemudian ia bertemu dengan seekor semut yang sedang kesusahan membawa telurnya. Dodo pun mendekati semut itu.

“Hai, semut. Siapakah namamu?”

“Namaku Didi. Namamu siapa?”

“Aku Dodo. Kamu mau jadi sahabatku?” Didi mengangguk senang.

“Baguslah! Kalau begitu mari kita mencari air dan makanan bersama?” Didi kembali mengangguk.

Mereka bergegas pergi untuk mencari makanan. Setelah cukup lama menyusuri jalan, mereka menemukan sebuah mata air yang berair bersih dan segar. Di samping mata air itu terdapat sebatang pohon kurma yang berbuah lebat dan sangat manis. Didi dan Dodo sangat gembira. Dua hari kemudian mereka menemukan tempat tinggal yang menurut mereka tepat. Yaitu di sebuah padang rumput yang luas.

Didi dan Dodo hidup dengan rukun. Semakin hari persahabatan mereka semakin erat. Mereka pun hidup dengan aman, tenteram dan bahagia.


Amanat yang terkandung dalam cerita di atas adalah ….

a)

Kerukunan membuat kita tentram dan bahagia

b)

Persahabatan yang menyenangkan

c)

Membantu teman yang kesusahan

d)

Pindah ke tempat yang lebih baik

15.

Dodo adalah anak lebah yang telah ditinggal mati ibunya. Waktu itu ibunya meninggal digigit kalajengking. Kini ia hidup sebatang kara.

Tidak berapa lama kemudian ia bertemu dengan seekor semut yang sedang kesusahan membawa telurnya. Dodo pun mendekati semut itu.

“Hai, semut. Siapakah namamu?”

“Namaku Didi. Namamu siapa?”

“Aku Dodo. Kamu mau jadi sahabatku?” Didi mengangguk senang.

“Baguslah! Kalau begitu mari kita mencari air dan makanan bersama?” Didi kembali mengangguk.

Mereka bergegas pergi untuk mencari makanan. Setelah cukup lama menyusuri jalan, mereka menemukan sebuah mata air yang berair bersih dan segar. Di samping mata air itu terdapat sebatang pohon kurma yang berbuah lebat dan sangat manis. Didi dan Dodo sangat gembira. Dua hari kemudian mereka menemukan tempat tinggal yang menurut mereka tepat. Yaitu di sebuah padang rumput yang luas.

Didi dan Dodo hidup dengan rukun. Semakin hari persahabatan mereka semakin erat. Mereka pun hidup dengan aman, tenteram dan bahagia.


Tokoh utama dalam cerita tersebut adalah ….

a)

Semut

b)

Anak lebah

c)

Rayap

d)

Belalang

16.

“Inilah wajah pencuri itu. Perhatikan baik-baik dan segera lakukan penangkapan secepatnya!”

Pencarian segera dilakukan. Tidak sampai satu hari, pencuri itu sudah tertangkap. Di hadapan Raja ia mengakui kesalahannya telah mencuri kalung milik Putri Mekar.


Nilai moral positif cerita di atas adalah ….

a)

Menjunjung tinggi kejujuran

b)

Patuh pada perintah

c)

Berani mengakui kesalahan

d)

Bertanggung jawab

17.

“Ayo, sapa yang mau ke kantin?” Tanya Melisa pada ketiga temanya. Nabila, Amel, dan Najwa

serentak menggelengkan kepala.

“Ayolah… aku lapar nih,” bujuk Melisa dengan manja.

“Aku belum lapar,” kata Najwa.

“Gini aja biar ilmu kita tambah mari kita ke sana,” ajak Nabila. Keempat anak itu berjalan begandengan

tangan.

“Boleh kami masuk, Pak?” Tanya Amel.

“Silakan Nak, duduklah dengan tenang ya. Biar tidak mengganggu yang lain,” kata Pak Nurman.

Keempat anak tersebut duduk berhadapan sambil membaca buku yang telah diambilnya. Dalam

ruangan ternyata sudah banyak anak yang membaca buku.

Buku tertata dengan rapi, sehingga memudahkan siswa untuk mencari buku yang diinginkan.

Seteleh beberapa menit, Melisa, Amel, Nabila, dan Najwa meninggalkan buku yang dibaca. Mereka

senang karena sudah mendapat ilmu yang berguna.


Cerita tersebut menggunakan latar ….

a)

suasana

b)

tempat

c)

waktu

d)

sosial

18.

Kelinci yang suka membanggakan diri menantang penghuni hutan untuk balapan lari. Muncullah

seekor kura-kura menerima tantangannya. Tentu ini menjadi bahan tertawaan bagi seisi hutan,

termasuk kelinci. Kelinci menganggap ini hanya lelucon saja, namun kura-kura memaksanya beradu

lari. Kelinci akhirnya menyetujuinya.

Balapan dimulai. Kelinci menunjukkan kecepatan larinya. Sementara, kura-kura jauh tertinggal. Di

tengah jalan, kelinci merasa bahwa kura-kura tak mungkin dapat menyusulnya. Oleh karena itu,

kelinci memutuskan untuk singgah di kebun wortel. Ia ingin makan wortel hingga kenyang. Karena

terlalu kenyang, ia merasa ngantuk dan tertidur pulas hingga malam menjelang.

Kura-kura berkeyakinan bahwa ia harus tetap berusaha. Meskipun lambat, ia harus mencapai garis

akhir. Pada akhirnya, kura-kura berhasil memenangkan perlombaan.


Watak Kura-kura dalam cerita tersebut adalah ....

a)

ulet

b)

sabar

c)

cerdik

d)

terampil

19.

Kucing sedang makan sup ikan ketika Bangau bermain ke rumahnya. Dia membagi sup itu untuk

Bangau dalam mangkuk kecil. Bangau hanya terdiam menatap sup itu.

“Bangau, mangapa kau hanya diam saja dan tidak memakan sup mu?” tanya Kucing.

“Paruhku panjang jadi aku tidak bisa memakannya,” jawab Bangau.

Kucing lalu mencari ide agar Bangau bisa memakan sup itu. Dia tidak memiliki mangkuk besar.

Akhirnya dia memasukkan sup itu ke dalam plastik.

“Ambil ini dan bawalah pulang agar kau bisa memakannya di rumah!” kata Bangau.

“Terima kasih, kamu baik sekali,” jawab Bangau.


Akhir cerita tersebut adalah …

a)

Bangau berterima kasih kepada kucing karena telah diberi sup.

b)

Kucing memasukkan sup dalam plastik untuk dibawa pulang Bangau.

c)

Bangau membawa sup pemberian Kucing dan memakannya di rumah.

d)

Bangau tidak dapat makan sup pemberian Kucing karena paruhnya panjang.

20.

Bacalah cerita berikut!

Cili cabai rawit, tumbuh di samping rumah Pak Tobi. Cili selalu cemberut. Hampir dua bulan,

pertumbuhan Cili terhambat. Cili merasa kerdil dibanding Tommy tomat yang tumbuh bongsor.

“Duh, pengganggu ini bikin gatal!” keluh Cili pada Ruli, rumput liar.

“Maaf ya, Cili. Entah mengapa kami tumbuh cepat sampai menjepitmu,” tutur Ruli.

Suatu hari, Pak Tobi membersihkan rerumputan. Halaman terasa bersih dan lapang. Sesaat, Cili

senang. Tetapi, ia kemudian menjadi kesal. Sampah rumput ditumpuk di sebelah Cili. Cili merasa tak

dihargai. Namun, sampah rumput yang membusuk ternyata bermanfaat bagi Cili. Sampah tersebut

memberi nutrisi pada tanah tempat Cili tumbuh. Tubuh Cili semakin tinggi dan sehat. Cili pun berbuah

sangat lebat.

“Terima kasih, Ruli. Tanpa kalian, mungkin aku tetap kerdil,” bisik Cili.


Amanat cerita tersebut adalah kita harus ....

a)

menempuh semua cara agar bahagia

b)

memperhatikan nasib diri kita sendiri

c)

berprasangka baik kepada orang lain

d)

bersyukur saat hidup sudah bahagia

21.

Bacalah teks cerita berikut ini!

“Ampun Buaya, tolong jangan mangsa aku, dagingku sedikit,” suara Bebek dengan nada memelas.

“Mengapa kamu tidak memangsa kambing saja di hutan?” Ucap Bebek seraya menangis ketakutan.

“Baik, sekarang kau antar aku ke tempat persembunyian Kambing itu,” perintah buaya.

Berada tidak jauh dari tempat itu ada lapangan hijau tempat Kambing mencari makan. Di sana ada

banyak kambing yang sedang lahap memakan rumput.

“Pergi sana, aku mau memangsa Kambing saja,” Bebek merasa senang, kemudian ia berlari dengan

kecepatan penuh.

“Ampun Buaya, tolong jangan mangsa aku, dagingku sedikit,” suara Bebek dengan nada memelas.


Maksud pernyataan dalam penggalan cerita adalah ...

a)

Bebek ingin dimaafkan Buaya.

b)

Bebek ingin membohongi Buaya.

c)

Bebek ingin memberi makan buaya.

d)

Bebek ingin agar Buaya melepaskannya.

22.

Perhatikan cerita berikut!

Meskipun anak pengusaha sukses, Rino tidak pernah merasa lebih dibanding teman-temannya. Ia

selalu ramah dan bersikap sopan. Rino mau berteman dengan siapa saja, tanpa memandang status

sosial mereka. Saat belajar di sekolah, Rino tergolong anak yang rajin. Ia menganggap bahwa

kesuksesan berawal dari kerja kerasnya sendiri. Jika bermalas-malasan, maka kelak ia yang akan

merugi. Selain itu, Rino juga dikenal sebagai anak yang suka membantu. Ia pernah membelikan

Rahmat seragam sekolah baru dari uang tabungannya. Waktu itu, seragam sekolah Rahmat sudah

lusuh. Rino juga pernah membantu merawat Dedi saat sakit demam berdarah. Dari semua sifat Rino,

tidak heran jika Rino selalu mempunyai banyak teman. Kini, ia menjadi seorang arsitek yang telah

merancang ratusan gedung bertingkat.


Simpulan dari cerita tersebut adalah .....

a)

Rino meraih kesuksesan karena kebaikan dan kerja kerasnya

b)

Rino disayangi teman-temannya karena tidak sombong

c)

Rino sukses karena tidak pernah bermalas-malasan

d)

Rino tidak pernah membeda-bedakan teman

23.

Kancil berlari sekuat tenaga, menghindari kejaran harimau. Langkahnya terhenti saat sampai di

pinggiran sungai. Nafasnya tersengal-sengal, hatinya semakin takut. Sesekali ia menoleh ke

belakang, melihat kalau-kalau harimau berhasil menyusulnya. Di tengah kebingungannya itu, tiba-tiba

ia melihat seekor buaya berenang menghampirinya. Hatinya semakin takut. Tiba-tiba ia menemukan

akal. Di panggilnya buaya itu.

“Hai buaya, kemarilah!” serunya.

Tentu saja Buaya kaget. Mengapa Kancil menyuruhnya mendekat, padahal dia siap menangkap

Kancil untuk santapannya. Namun Buaya itu tetap mendekat. “Ada apa, Cil?”

“Maukah kalian, aku beritahu sesuatu hal yang akan membuatmu terkejut dan gembira? Tapi aku

ingin tahu, ada berapa buaya yang ada di sungai ini seluruhnya”. seru Kancil.

“Baiklah, Cil! Akan kupanggil teman-temanku kesini”, jawab Buaya.

“Cepat Buaya, jangan sampai lama, ya!” seru Kancil sambil tetap was-was.

Tidak begitu lama buaya-buaya itu sudah berkumpul di tepi sungai.

“Ayo Buaya, berjajarlah dari tepi sini sampai seberang sana. Akan aku hitung berapa jumlahmu!” seru

Kancil.

Buaya-buaya itu menuruti perintah Kancil. Dengan sigap Kancil berlari di atas punggung Buaya sambil

menghitungnya. Akhirnya Kancil sampai di seberang sungai.

“Terima kasih Buaya, kalian telah menyelamatkanku dari kejaran Harimau!” teriak Kancil kegirangan

sambil meninggalkan buaya-buaya itu.

Buaya-buaya tersebut hanya saling berpandangan sambil menahan rasa marah, karena telah ditipu

Kancil.


Prediksi yang mungkin terjadi jika buaya tidak mau menuruti perintah kancil adalah ….

a)

Buaya akan mendapatkan makanan dari kancil

b)

Kancil akan selamat dari kejaran harimau

c)

Harimau semakin jauh dari kancil

d)

Buaya tidak akan tertipu

24.

Perhatikan teks cerita di bawah ini!

Seruni, gadis cilik berusia enam tahun. Seruni terlahir sebagai gadis cilik yang bisu dan tuli. Hidupnya

bersama ibu dan kakak perempuan. Dia tidak memiliki teman, bahkan kakak perempuanya enggan

bermain dengannya. Seruni hanya dapat bermain dengan ibu dan kawan khayalannya. Sang ayah

meninggal karena kecelakaan. Ibunya menjadi tulang punggung keluarganya.

Sampai suatu hari, dia bertemu dengan Diah. Diah adalah anak yang baik hati dan dapat dipercaya.

Sejak kedatangan Diah, Seruni lebih riang. Dia dapat berkomunikasi dengan menggerakkan

jemarinya, sebagai bahasa isyarat. Diah yang mengajarkannya. Kini, jemari Seruni dapat bergerak

dengan lincah.


Nilai moral positif tokoh Seruni dalam cerita tersebut adalah ....

a)

Bersyukur atas sebagian nikmat yang diberikan Tuhan

b)

Memiliki semangat untuk hidup lebih baik lagi

c)

Menyadari akibat kesalahan yang diperbuat

d)

Mau dan mampu bergaul dengan siapa saja

25.

Perhatikan cerita berikut!

Beni dan Beno adalah si bebek kembar. Mereka sedang mencari makan. Setelah berjalan memutari

kebun, Beni mendapatkan siput kecil untuk dimakannya. Sementara Beno, adiknya masih asyik

berjalan di belakang Beni.

“Ayo kemari, Beno! Kakak mendapat siput” teriak Beni pada adiknya.

Beno berlari mendekat.

“Ini untukmu ya, ayo kita makan!” kata Beni.

Beno makan sangat lahap. “Kak, makananku habis. Aku masih lapar. Huhuhuh.” kata Beno sambil

menangis.

“Ya sudah jangan menangis ya, ini untukmu saja.” ucap Beni sambil menyodorkan makanan untuk

adiknya.


Keteladanan dari tokoh Beni pada cerita tersebut adalah ....

a)

sangat sayang pada adiknya

b)

rela berkorban demi keluarga

c)

pantang menyerah untuk mencapai tujuan

d)

berjuang tanpa pamrih untuk mencapai tujuan

26.

Perhatikan kutipan drama berikut!

Hani : Ayo, Indra kita berangkat sekarang! Jangan sampai kita terlambat lagi.” (sambil menatap Indra)

Indra : “Iya, aku juga tidak enak dengan teman-teman jika terlambat lagi.” (sedikit tergesa-gesa berjalan).

Hani : “Baiklah. Jangan kecewakan teman-teman lagi. Ayo, kita segera ke rumah Iwan.


Disadur: http://www. mediabelajar.info/


Amanat yang terdapat dalam penggalan drama tersebut adalah …..

a)

Janganlah menunda pekerjaan

b)

Janganlah terlambat berangkat ke sekolah

c)

Sesama teman harus saling pengertian

d)

Jangan mengecewakan teman yang sudah menunggu

27.

Dahulu kala hiduplah seorang raja dan ratu yang kejam. Keduanya suka bermewah-mewahan dan menindas rakyat miskin. Raja dan Ratu ini memiliki putra dan putri yang baik hati. Sifat mereka sangat berbeda dengan orang tuanya.

Pangeran Ramayana dan Putri Raihan selalu menolong rakyat yang kesusahan. Keduanya suka menolong rakyatnya yang membutuhkan bantuan.


Perbedaan watak antara raja dan pangeran Ramayana

adalah.......

a)

raja berwatak sombong, sedangkan Pangeran Ramayana ramah.

b)

raja berwatak keras, sedangkan Pangeran Ramayana lembut.

c)

raja berwatak kejam, sedangkan Pangeran Ramayana baik hati

d)

Raja berwatak angkuh sedangkan pangeran Ramayana baik hati.

28.

Bacalah cerita berikut!

“Sasa, Bayu tahukah kamu apa yang menyebabkan Santi termenung hari ini?” kata Dita. “Aku juga

heran, tidak biasanya Santi termenung seperti itu” jawab Sasa. “Mari, kita cari tahu !” kata Bayu.

Kemudian mereka bertiga mendekati Santi. “Santi, apakah kamu sakit ?” tanya Dita. Santi tersenyum

sambil berkata,” Terima kasih teman-teman atas perhatian kalian. Aku sehat. Aku hanya baru

bersedih sebab gerobak bakso milik ayahku ditabrak orang. Ayahku tidak bisa bekerja hari ini,” kata

Santi. Setibanya di rumah, Sasa, Bayu, dan Dita menceritakan kejadian tadi kepada orang tua

mereka. Mereka bersepakat membantu ayah Santi.


Tokoh utama dalam cerita tersebut adalah ....

a)

Bayu

b)

Sasa

c)

Dita

d)

Santi

29.

Perhatikan cerita berikut!

Rara Kuning adalah putri Lembu Amiseno dari Kerajaan Doho. Dia sangat cantik Ketika Rara Kuning sakit tiada seorang bisa menyembuhkan. Rara Kuning mengembara tanpa mengenal lelah. Dia tidak pernah putus asa dengan naik gunung dan turun gunung. Akhirnya Rara Kuning singgah di Gunung Wilis bertemu dengan Resi Darmo. Di tempat itulah Rara Kuning dirawat hingga akhirnya sembuh .

Watak tokoh Rara kuning yang bisa kita teladani dengan cerita di atas adalah …

a)

pemaaf

b)

rendah hati

c)

pantang menyerah

d)

penyayang

30.

Cermati penggalan cerita berikut!

Di hutan hiduplah ribuan kera. Seekor diantaranya sering membuat ulah. Suatu hari dia mencuri pisang milik Pak Bani. Karena rakus, dia tidak tahu kalau Pak Bani berada di belakangnya. Pak Bani merasa jengkel karena tanamannya habis dimakan kera tersebut. Kata Pak Bani, “Tanam sendiri, kalau mau makan pisang.”

Amanat dari penggalan cerita diatas adalah …

a)

perbuatan tidak baik lama-lama akan ketahuan

b)

hati-hati jika pergi ke hutan, karena banyak kera

c)

tanamlah buah pisang sebanyak-banyaknya

d)

usaha keras tidak akan sia-sia

31.

Bacalah kutipan cerpen berikut dengan saksama!

Malam itu tiba-tiba Subroto muncul. Di samping membutuhkan dana, dia juga ditugasi mencari tenaga-tenaga baru. Laskar Elang akhir-akhir ini kehilangan banyak sekali anggota. Aksi mereka yang berani bahkan kadang-kadang nekad memang sangat merepotkan pihak Jepang. Berkali-kali mereka berhasil membuat banyak kerusakan meskipun tidak dapat disangkal bahwa setiap keberhasilan aksi selalu disertai hilangnya anggota terbaik mereka.

Nama Laskar Elang selama ini menjadi buah bibir penduduk kawasan itu. Kalau ada gudang makanan milik Jepang kena rampok, orang segera yakin bahwa pelakunya adalah Laskar Elang.

“Aku ingin menjual beberapa perhiasan peninggalan ayah dan ibu untuk Laskar,”begitu kata Subroto.

Kartono yang terkejut jadi gembira melihat kakaknya pulang. Kartono langsung mengangguk, menyetujui rencana kakak satu-satunya itu.


Latar pada kutipan cerpen tersebut adalah ….

a)

di toko perhiasan pada pagi hari

b)

di rumah pada malam hari

c)

di medan perang pada senja hari

d)

di gudang meseu pada siang hari

32.

Bacalah kutipan cerita berikut!

Tapi juga siang itu, Luki tidak datang.Cemas betul hati Budi dan Iwan. Semula Budi sudah siap hendak melontarkan caci makinya begitu Luki melompat masuk. Akan disikatnya habis-habisan sahabatnya itu karena melalaikan janjinya seenaknya.

Tapi sekarang, segala kata-kata itu lenyap musnah dari benaknya. Tidak tahu dia ke mana perginya. Tidak pula akan sanggup dikumpulkannya kembali. Sebagai gantinya, timbul perasaan cemas dan gelisah. Mengapa dia tidak datang? Mengapa? Mengapa?


Konflik dalam kutipan cerita tersebut adalah ….

a)

Sampai siang Luki belum juga datang.

b)

Budi melontarkan caci maki kepada Luki.

c)

Luki tidak menepati janjinya kepada Budi.

d)

Saat tokoh mulai mencemaskan sahabatnya.

33.

Perhatikan kutipan cerita berikut!

"Utang kita udah banyak di warung Mbak Susi, Mas. Itu yang membuat Maya bingung," demikian ucapan istrinya beberapa minggu lalu sehingga membuat hati Kolik bagai teriris. Perasaan iba kepada istrinya membuat kulit tubuhnya tersa dingin. Perasaan bersalah karena tidak bisa membahagiakan istrinya juga menyentak hatinya. "Ya, Mas tahu. Nanti akan kita angsur," jawab Kolik. Kolik terduduk lesu di sofa yang sudah mulai memudar warnanya. Karet-karet busa sudah ada yang putus.


Konflik yang terjadi dalam kutipan cerita tersebut adalah ....

a)

Banyak utang di warung Mbak Susi.

b)

Gejolak perasaan Kolik yang tidak dapat membahagiakan istrinya.

c)

Kolik tidak bisa membayar utang.

d)

Hidup di lingkungan masyarakat semestinya tidak bersikap egois.

34.

Bacalah cerita berikut!

“Dia selalu mementingkan urusannya dengan April daripada belajar bersama kita,” ketus Chika kecewa. Chika memang tidak suka mendengar ataupun melihat Ajeng bersama April. “Jangan berbicara seperti itu Chika! Mungkin saja mereka ada keperluan yang sangat penting, tadi dia juga sudah minta maaf. Tanpa Ajeng kita masih bisa belajar bersama, ya, kan?” Icha mencoba berpikir positif dan menenangkan keadaan. Dari wajah Chika sudah terlihat aura kekecewaan terhadap Ajeng. Sementara itu, Dhea tidak mengeluarkan sedikit kata pun di sela pembicaraan dan merasa tenang-tenang saja.


Konflik pada cerita tersebut adalah ....

a)

Chika dan Ajeng akan belajar kelompok.

b)

Chika kecewa kepada Ajeng karena tidak dapat belajar kelompok.

c)

Ajeng selalu mementingkan urusan dengan April.

d)

Ajeng ingin belajar kelompok, tetapi ada urusan yang mendadak.

35.

Gora menghabiskan waktunya untuk bermain bersama teman-temannya. Setelah matahari terbenam, Gora baru pulang bermain. Badannya kotor penuh lumpur. Ia langsung menuju ke kamarnya, kemudian tidur. Sesaat kemudian, Gora merasakan gatal-gatal diseluruh tubuhnya. Gora bermaksud mengambil minyak gosok. Gora justru mengambil minyak goreng, karena tergesa-gesa. Ia mengoleskan minyak tersebut ke seluruh tubuhnya. Akibatnya, ia merasakan kulitnya sangat lengket.


Latar waktu cerita adalah .... hari.

a)

pagi

b)

siang

c)

sore

d)

malam

36.

Gora menghabiskan waktunya untuk bermain bersama teman-temannya. Setelah matahari terbenam, Gora baru pulang bermain. Badannya kotor penuh lumpur. Ia langsung menuju ke kamarnya, kemudian tidur. Sesaat kemudian, Gora merasakan gatal-gatal diseluruh tubuhnya. Gora bermaksud mengambil minyak gosok. Gora justru mengambil minyak goreng, karena tergesa-gesa. Ia mengoleskan minyak tersebut ke seluruh tubuhnya. Akibatnya, ia merasakan kulitnya sangat lengket.


Watak tokoh Gora pada cerita tersebut adalah ....

a)

dengki

b)

pongah

c)

congkak

d)

ceroboh

37.

Bacalah penggalan novel berikut ini !


Setiap hari Pak Raden bekerja dengan keras. Tidak peduli siang dan malam, Dia dengan tekun menggerakkan tubuh – tubuhnya yang renta. Selain pekerja keras dan tekun, Pak Raden juga terkenal akan kejujurannya.


Penokohan dalam kutipan novel di atas disampaikan dengan cara ?

a)

langsung

b)

tidak langusung

c)

tersirat

d)

lingkungan tokoh

38.

Bacalah teks berikut!

Kedua mata Limbok yang masih terkantuk-kantuk itu melihat sosok manusia di depannya. “Molor lagi… Bangun!” seru emaknya, “Jika kamu enggak bangun, Emak akan siram air ke wajahmu.”

“Ini kan libur Mak,” Limbok membela diri. “Libur itu bukan lantas bermalas-malasan.”

“Limbok enggak bermalas-malasan Mak, Limbok sedang melakukan perintah Pak guru,”

“Hahh.. perintah Pak guru apa itu?” ujar emaknya ingin tahu.

“Mimpi yang banyak meraih prestasi,” jawab Limbok sambil kaki kanannya memainkan gulingnya.

“Apa itu?”

“Begini Mak, dalam libur ini kita diminta Pak guru untuk mimpi meraih prestasi sebanyak-banyaknya.”

“Mimpi meraih prestasi, apaan tuh?”

“Ya… seperti mimpi menjadi juara kelas, mimpi menjadi sarjana atau mimpi menjadi pengusaha sukses dan masih banyak lagi.”


Makna kata "sosok" pada teks tersebut adalah ....

a)

bentuk (rupa) tubuh

b)

bentuk wujud atau rupa

c)

bayangan badan

d)

lubang (pada jerat dan sebagainya)

39.

Bacalah teks berikut!

Kedua mata Limbok yang masih terkantuk-kantuk itu melihat sosok manusia di depannya. “Molor lagi… Bangun!” seru emaknya, “Jika kamu enggak bangun, Emak akan siram air ke wajahmu.”

“Ini kan libur Mak,” Limbok membela diri. “Libur itu bukan lantas bermalas-malasan.”

“Limbok enggak bermalas-malasan Mak, Limbok sedang melakukan perintah Pak guru,”

“Hahh.. perintah Pak guru apa itu?” ujar emaknya ingin tahu.

“Mimpi yang banyak meraih prestasi,” jawab Limbok sambil kaki kanannya memainkan gulingnya.

“Apa itu?”

“Begini Mak, dalam libur ini kita diminta Pak guru untuk mimpi meraih prestasi sebanyak-banyaknya.”

“Mimpi meraih prestasi, apaan tuh?”

“Ya… seperti mimpi menjadi juara kelas, mimpi menjadi sarjana atau mimpi menjadi pengusaha sukses dan masih banyak lagi.”


Watak tokoh Emak pada teks tersebut adalah ....

a)

sangat cerewet

b)

tidak bertanggung jawab

c)

perhatian kepada anaknya

d)

suka memarahi anaknya

40.

Bacalah teks berikut!

Kedua mata Limbok yang masih terkantuk-kantuk itu melihat sosok manusia di depannya. “Molor lagi… Bangun!” seru emaknya, “Jika kamu enggak bangun, Emak akan siram air ke wajahmu.”

“Ini kan libur Mak,” Limbok membela diri. “Libur itu bukan lantas bermalas-malasan.”

“Limbok enggak bermalas-malasan Mak, Limbok sedang melakukan perintah Pak guru,”

“Hahh.. perintah Pak guru apa itu?” ujar emaknya ingin tahu.

“Mimpi yang banyak meraih prestasi,” jawab Limbok sambil kaki kanannya memainkan gulingnya.

“Apa itu?”

“Begini Mak, dalam libur ini kita diminta Pak guru untuk mimpi meraih prestasi sebanyak-banyaknya.”

“Mimpi meraih prestasi, apaan tuh?”

“Ya… seperti mimpi menjadi juara kelas, mimpi menjadi sarjana atau mimpi menjadi pengusaha sukses dan masih banyak lagi.”


Latar waktu dan tempat pada teks tersebut adalah ....

a)

pagi di ruang tamu

b)

siang di kamar tidur

c)

malam di rumah

d)

pagi di kamar tidur

41.

Bacalah teks berikut!

“Wow, makanan ini enak, sayang aku hanya bisa menikmatinya sedikit,” pikir si Monyet dalam hati. Monyet itu kemudian berencana untuk mencuri seluruh makanan ayam. Dia pun merencanakan sebuah ide.

“Hei, lihat ke langit, elang akan datang, dia ingin membawa anak-anakmu,” teriak si Monyet . Si Ayam kaget. Dia segera melindungi anak-anaknya. Sementara si Ayam betina melindungi anak-anaknya, si Monyet mencuri makanannya. Setelah itu pun si Monyet berlari.

Si Ayam menyadari bahwa si Monyet hanya menipunya. Dia mendatangi temannya yang lain, yaitu seekor kepiting. Si Ayam menceritakan semua masalahnya pada si Kepiting.

“Jangan khawatir, temanku, aku punya ide untuk memberinya pelajaran,” kata si Kepiting. Keesokan harinya, ayam betina itu bertemu dengan monyet itu lagi. Dia berkata, “Ayo kita pergi ke pulau. Ada begitu banyak makanan di pulau itu.”

“Tapi aku tak bisa berenang,” kata si monyet.

“Aku punya perahu yang dapat kita naiki,”jawab si ayam.

Akhirnya mereka pergi, namun si monyet tidak sadar ada si kepiting yang ikut dengan mereka. Si kepiting membolongi perahu yang mereka tumpangi dan perahupun bocor. Si kepiting berenang dan si ayam terbang untuk menyelamatkan diri. Tinggallah si monyet seorang diri.

“Tolonglah aku. Aku tak bisa berenang,” teriak si monyet.

“aku akan menolongmu asal kau berjanji tidak akan berbuat jahat lagi.”

“Baiklah aku berjanji,” jawab si monyet.

Si Ayam dan si kepiting pun menyelamatkan Si monyet.


Akibat konflik yang ditimbulkan dalam kutipan fabel tersebut adalah ...

a)

Si monyet diajak ke pulau.

b)

Si monyet menipu si ayam.

c)

Si monyet diberi pelajaran.

d)

Si monyet ketakutan.

42.

Bacalah kutipan teks cerpen berikut!

(1)Ita menangis menahan amarah dalam hatinya dia berkata, “Ibu kamu malaikatku kamu sosok panutanku tapi kenapa dirimu memarahiku setiap hari seperti ini? (2)Jika aku salah kamu seharusnya memberikan aku nasehat dan menyuruhku dengan baik bukan dengan cara memarahi dan mngeluarkan cacianmu. (3)Ibu aku sangat menyayangimu!”.(4)Walaupun sang Ibu memarahinya setiap hari Ita tidak pernah merasa dendam kepada ibunya. (5)Ita hanya bisa menangis menahan amarah saja karena dia tau betapapun Ibu marah kepadanya itu semua karena salahnya. (6)Ratapan hati Ita di kamarnya selesai melaksanakan salat.


Kalimat yang membuktikan latar tempat peristiwa terjadi dalam kutipan teks tersebut adalah ....

a)

3

b)

4

c)

5

d)

6

43.

Bacalah kutipan teks cerpen berikut!

(1)Ita menangis menahan amarah dalam hatinya dia berkata, “Ibu kamu malaikatku kamu sosok panutanku tapi kenapa dirimu memarahiku setiap hari seperti ini? (2)Jika aku salah kamu seharusnya memberikan aku nasehat dan menyuruhku dengan baik bukan dengan cara memarahi dan mngeluarkan cacianmu. (3)Ibu aku sangat menyayangimu!”.(4)Walaupun sang Ibu memarahinya setiap hari Ita tidak pernah merasa dendam kepada ibunya. (5)Ita hanya bisa menangis menahan amarah saja karena dia tau betapapun Ibu marah kepadanya itu semua karena salahnya. (6)Ratapan hati Ita di kamarnya selesai melaksanakan salat.


Kalimat yang membuktikan bahwa tokoh bersifat pemaaf, tidak ada keinginan untuk membalas, ditandai dengan ....

a)

(1) dan (2)

b)

(2) dan (3)

c)

(4) dan (5)

d)

(5) dan (6)

44.

Fahira murid kelas VI SD Cemerlang. Ia tergolong anak rajin. Sepulang sekolah, ia membantu ibu membersihkan rumah. Sekalipun banyak pekerjaan di rumah, ia tidak pemah lupa menyelesaikan tugas sekolah. Prestasi Fahira di sekolah juga tetap memuaskan. Itu sebabnya, Fahira sering mendapatkan pujian dari guru dan disukai oleh teman-teman.

Simpulan cerita di atas adalah ....

a)

Semua pekerjaan berat dapat diselesaikan oleh Fahima dan ibunya.

b)

Fahira dipuji karena ia rajin dan berbakti kepada orung tua.

c)

Anak yang suka membantu orang tua akan berprestasi di sekolah.

d)

Anak yang memiliki banyak tugas akan mendapat pujian.

45.

Suara ayam jantan berkokok terdengar saling bersahutan. Lani pun terbangun dari kamar tidurnya. Dengan perlahan ia bangkit dari tempat tidurnya menuju ke luar kamar. Lani bertemu dengan ayah saat menuju ke kamar mandi.

Latar waktu cerita di atas adalah….

a)

siang hari

b)

sore hari

c)

pagi hari

d)

malam hari