NEW
Font size
WorksheetsStruktur dan Kebahasaan Teks Cerita Fantasi
Total questions: 20
Worksheet time: 29mins
Dahulu kala, warga desa Ngebel terkejut melihat seekor ular yang sangat besar. Karena takut ular itu akan menyerang mereka, warga desa beramai-ramai menangkap ular yang bernama Baru Klinting itu. Setelah tertangkap ular itu dibunuh dan dagingnya disantap dalam sebuah pesta. Hanya satu warga desa yang tidak mereka ajak menikmati pesta itu, yaitu seorang nenek tua miskin bernama Nyai Latung.
Teks di atas termasuk struktur teks cerita fantasi ....
Orientasi
Komplikasi
Resolusi
Koda
Beberapa hari kemudian muncul seorang anak laki-laki berumur sekitar sepuluh tahun. Ia tampak kumal dan tidak terawat, bahkan kulitnya pun ditumbuhi penyakit. Anak itu mendatangi setiap rumah dan meminta makanan kepada warga desa. Namun tak seorang pun memberinya makanan atau air minum. Mereka malah mengusirnya dan mencaci makinya.
Akhirnya ia tiba di rumah yang terakhir, rumah Nyai Latung. Di depan rumah reot itu Nyai Latung sedang menumbuk padi dengan lesung.
“Nenek,” kata anak itu, “Saya haus. Boleh minta air, nek?”
Nenek Latung mengambil segelas air yang diminum anak itu dengan lahap. Nyai Latung memandangi anak itu dengan iba.
Teks di atas termasuk struktur teks cerita fantasi bagian ....
Orientasi
Resolusi
Komplikasi
Koda
Di suatu desa pada zaman dahulu ada seorang anak bernama Irine. Ia dicintai oleh semua orang terlebih lagi Neneknya karena ia manis dan baik budi. Ketika ia merayakan hari ulang tahunnya, sang Nenek memberikan Jubah Merah bertopi yang lucu. Ia amat bahagia dan menyukainya. Jubah itupun langsung dipakainya untuk berjalan-jalan. Sahabat-sahabatnya seperti sapi, kucing, anjing, kagum pada jubah itu. Pada suatu hari seperti biasa ia berjalan-jalan di hutan untuk melihat bunga-bunga yang indah.
Penggalan teks di atas termasuk dalam struktur teks cerita fantasi bagian ....
Orientasi
Komplikasi
Resolusi
Koda
Tidak terasa hari telah gelap dan tibalah waktunya pulang. Nenek mengisi keranjang jubah merah dengan buah anggur untuk oleh-oleh. Nenekpun berpesan pada Jubah Merah, agar hati-hati dengan orang yang tidak dikenal.
Jubah Merah akhirnya pulang dengan gembira ditemani sang pemburu dan anjingnya.
Penggalan teks di atas termasuk dalam struktur teks cerita fantasi bagian ....
Orientasi
Komplikasi
Resolusi
Koda
Sewidakloro amat sedih mendengar ejekan itu. Hanya ibunya yang akan menenangkan hati Sewidakloro. la akan berkata, "Anakku yang cantik, suatu hari nanti kau akan menjadi istri pangeran dan menghuni istana yang indah." Sewidakloro tersenyum senang, "Benarkah itu, Ibu?" Ibu Sewidakloro pun mengangguk.
Suatu hari, raja dikabarkan tengah mencari istri untuk pangeran. Ibu Sewidakloro yakin bahwa anaknya yang akan dipilih oleh pangeran. Penduduk desa menertawakannya. Mereka pun mengadukan ibu Sewidakloro
kepada raja. Sang Raja menyuruh pasukannya menjemput Sewidakloro dan ibunya. "Jika Sewidakloro benar secantik yang dikatakan ibunya, ia akan kuangkat menjadi istri anakku. Tapi, jika tidak, mereka berdua akan mendapat hukuman," demikian kata raja.
Penggalan teks di atas termasuk dalam struktur teks cerita fantasi bagian ....
Orientasi
Komplikasi
Resolusi
Koda
Ternyata, ia memang secantik seperti yang dikatakan ibunya. Raja dan ratu amat senang. Mereka pun menikahkan Sewidakloro dengan pangeran. Sewidakloro dan ibunya amat bersyukur. Keyakinan dan doa mereka kini telah terkabul.
Penggalan teks di atas termasuk dalam struktur teks cerita fantasi bagian ....
Orientasi
Komplikasi
Resolusi
Koda
Maka, Sewidakloro dijemput dengan tandu tertutup. Penduduk desa yakin ia dan ibunya akan dihukum oleh raja. Tapi, ibu Sewidakloro tersenyum senang. Sepanjang perjalanan, ia berdoa.
Kata ganti yang dicetak miring di atas merujuk pada ...
Sewidakloro
Penduduk desa
Ibu sewidakloro
Tandu
Beberapa hari kemudian muncul seorang anak laki-laki berumur sekitar sepuluh tahun. Dia tampak kumal dan tidak terawat, bahkan kulitnya pun ditumbuhi penyakit. Kata bercetak miring di atas merujuk pada kata ....
Seorang anak laki-laki
Anak laki-laki berumur sebelas tahun
Anak laki-laki biasa
Anak laki-laki dari keluarga kaya
Di sebuah desa di bawah kaki pegunungan hijau, hiduplah seorang anak penggembala bernama Fredy. Fredy tinggal bersama kakek, nenek dan ayahnya. Ibu Fredy telah lama meninggal karena perang perebutan wilayah yang terjadi antara desa Golem dan Selko. Latar tempat pada penggalan cerita di atas yaitu ....
Di sebuah desa di bawah kaki pegunungan hijau
Di sebuah desa di kaki bukit
Di sebuah desa di kaki gunung Merapi
Di sebuah desa di kaki gunung Bromo
Sampai pada suatu ketika, Fredy sedang menggembalakan domba-domba milik kakeknya. Ketika sedang tertidur di hamparan padang rumput yang luas dekat sungai, salah satu domba Fredy mengembik keras. Setelah dilihatnya ternyata domba itu hanyut di sungai. Bergegas Fredy bangun dan beranjak untuk menolong domba itu. Tanpa pikir panjang, Fredy menceburkan dirinya ke sungai Glota yang besar itu dan berenang mendekati kambing. Kambing yang sudah terlihat lemas dengan mimik yang sedikit membiru membuat Fredy semakin panik, apalagi dengan arus sungai yang cukup deras dan banyaknya batu-batu terjal membuat Fredy semakin patah arang menggapai kambing tersebut.
Latar suasana yang terkandung pada paragraf di atas yaitu ....
Bahagia
Sedih
Terharu
Menegangkan
Setelah hampir menggapai kambing tersebut, tiba-tiba, “BERHENTI!!” ada suara dari tepi sungai yang meminta Fredy untuk menghentikan laju renangnya. Kata yang bercetak biru pada penggalan paragraf di atas termasuk ungkapan ...
Kata keterkejutan
Kata ganti
Kata depan
Kata hubung
Sampai pada suatu ketika, Fredy sedang menggembalakan domba-domba milik kakeknya. Ketika sedang tertidur di hamparan padang rumput yang luas dekat sungai, salah satu domba Fredy mengembik keras. Kata bercetak miring termasuk jenis konjungsi ....
Konjungsi temporal
Konjungsi sebab akibat
Konjungsi penerang
Konjungsi lainnya
Akhirnya, Farta dapat menyelamatkan diri dari terkaman siluman. Kata akhirnya menandakan ....
Urutan waktu
Urutan peristiwa
Urutan alur
Urutan kegiatan
Apa yang dimaksud dengan koda?
Perkenalan tokoh
Munculnya konflik
Amanat yang ingin disampaikan penulis
Solusi masalah
Jenis kata ganti orang juga disebut dengan kata ganti
Kata ganti persona
Kata ganti petunjuk
Kata ganti tunggal
Kata ganti jamak
Penulisan kalimat langsung berikut ini yang tepat yaitu ....
A. Kerbau itu berkata: "Kancil, cepat tunjukkan kesaktianmu di depan Singa! Supaya ia tidak bisa sombong lagi."
B. Kerbau itu berkata "Kancil, cepat tunjukkan kesaktianmu di depan Singa! Supaya ia tidak bisa sombong lagi."
C. Kerbau itu berkata, "Kancil, cepat tunjukkan kesaktianmu di depan Singa! Supaya ia tidak bisa sombong lagi."
D. Kerbau itu berkata, Kancil, cepat tunjukkan kesaktianmu di depan Singa! Supaya ia tidak bisa sombong lagi."
Kalimat di bawah ini yang penulisannya tepat yaitu ....
A. Singa itu kemudian sembunyi dihutan
B. Kancil heran, dimana Singa bersembunyi?
C. Roti itu di makan oleh Kancil.
D. Tupai yang cerdik itu kini tinggal di rumah baru.
Penulisan Judul yang tepat di bawah ini yaitu ...
A. Memasuki Dunia yang Ajaib
B. Memasuki Dunia Yang Ajaib
C. Memasuki dunia yang ajaib
D. Memasuki Dunia yang ajaib
Dina kini merasa senang karena ia dapat menemukan kuda ajaib itu. Ibunya pun bangga atas usaha yang dilakukan Dina. Kini, Dina pasti menjadi anak emas bagi ibunya.
Penggalan teks di atas mengandung majas ....
A. Majas Personifikasi
B. Majas Metafora
C. Majas Asosiasi
D. Majas Hiperbola
Wiz, sang kurcaci penggali sumur dengan memiliki sebatang pohon belimbing ajaib di rumahnya di tengah hutan Morin, buahnya berwarna-warni sesuai warna cabangnya. Pohon belimbing ini merupakan pohon ajaib di kalangan para kurcaci di hutan Morin. Pohonya bercabang lima seperti jari tangan, dengan warna yang berbeda-beda.
Latar tempat dalam cerita tersebut ialah ....
A. Di sebuah sumur
B. Di sebatang pohon
C. Di Hutan Morin
D. Di rumah Wiz
