wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

PTS PPPAV XII TAV

Total questions: 50

Worksheet time: 2hrs 40mins

Name
Class
Date
1.

Pemeliharaan dan perbaikan meliputi berbagai aktivitas yang dapat direncanakan dan kegiatan yang tidak terduga atau tidak dapat direncanakan. Kegiatan pemeliharaan dan perbaikan rutin merupakan kegiatan yang dapat direncakan sedangkan kegiatan bersifat darurat merupakan kegiatan yang tidaj daoat diduga. Kerusakan alat akibat terkena petir maka kegiatan pemeliharaan dan perbaikan yang dilakukan termasuk jenis pekerjaan pemeliharaan ....

a)

darurat

b)

korektif

c)

preventif

d)

tidak terjadwal

e)

pemantauan kondisi

2.

Pekerjaan pemeliharaan di bidang rekayasa yang meliputi mendeteksi dan atau mengoreksi penggunaan peralatan yang ada saat ini, melalui analisa statistik kegagalan atau kesalahan yang ada atau berdasarkan catatan perbaikan yang ada. Pekerjaan ini harus dapat dilakukan secara tepat oleh orang yang benar-benar ahli di bidangnya dan dengan frekuensi yang tepat pula (misalnya dua kali dalam setahun). Pekerjaan seperti ini termasuk jenis pekerjaan pemeliharaan ....

a)

darurat

b)

korektif

c)

preventif

d)

tidak terjadwal

e)

pemantauan kondisi

3.

Dalam pemeliharaan dan perbaikan penguat audio dilakukan pemeriksaan cacat sinyal audio pada sistem penguat dengan menggunakan CRO. Jenis pekerjaan seperti ini termasuk jenis pekerjaan ....

a)

analisis

b)

pemeriksaan kualitas suara

c)

pembersihan

d)

pemeliharaan

e)

inspeksi

4.

Perhatikan gambar diagram tahapan pemeliharaan berikut!

Pemeliharaan yang bersifat memperbaiki akan berkaitan dengan deteksi kerusakan, penentuan lokasi kerusakan, dan perbaikan atau penggantian bagian yang rusak seperti gambar. Pekerjaan seperti ini termasuk jenis pekerjaan pemeliharaan ....

a)

darurat

b)

korektif

c)

preventif

d)

tidak terjadwal

e)

pemantauan kondisi

5.

Alat bantu kerja adalah semua alat yang dapat digunakan oleh teknisi atau tenaga ahli untuk menentukan jenis dan lokasi kerusakan sistem yang diperiksa. Ini bisa berupa buku manual pemeliharaan, dan peralatan uji. Peralatan bantu diagnosis yang digunakan oleh teknisi elektronika audio video untuk pekerjaan inspeksi melihat bentuk sinyal penguat audio pada tiap tingkat, adalah ....

a)

multimeter analog

b)

multimeter digital

c)

cathode ray oscilloscope

d)

audio frequency generator

e)

RLC meter

6.

Tape player menunjukkan gejala kerusakan distorsi besar, treble jelek, output rendah/lemah. Sebagai saorang teknisi elektronika audio video berdasarkan Manual Pemeliharaan yang dikeluarkan oleh pabrik maka diagnosis kerusakan yang ditetapkan adalah ....

a)

motor,sabuk pemutar, idler, roda-pemutar, kapstan, atau penggulung mekanik

b)

Head kotor (bersihkan dengan isopropyl alkohol), atau posisi tidak tepat, atau rangkaian penguat rusak (demagnitize head)

c)

Sabuk pemutar rusak (ganti), atau idle motor, wadah (rumah) rusak

d)

Sabuk pemutar rusak (ganti), atau penggulung mekanik (bersihkan atau lumasi)

e)

Periksa pegas, perangkat mekanik, atau posisi tidak tepat (misaligment)

7.

Pada dasarnya sistem yang kompleks terdiri dari beberapa blok rangkaian (sub-sistem) yang mempunyai fungsi yang berbeda-beda. Untuk menentukan kerusakan komponen pada rangkaian yang terdiri dari ratusan atau ribuan komponen pastilah tidak mudah. Oleh karena itu sistem tersebut dibagi menjadi beberapa blok sesuai dengan fungsi tiap blok.

Perhatikan Gambar Blok Rangkaian

Generator Sinyal RF berikut ini!

Bagian yang berfungsi untuk membangkitkan sinyal kontinu dalam frekuensi tinggi sesuai dengan frekuensi pancar stasiun radio, adalah ....

a)

Osilator RF

b)

Osilator Frekuensi Audio

c)

Penguat dan Modulator

d)

Attenuator Tersaklar

e)

Attenuator

8.

Perhatikan gambar rencana kerja pemeliharaan berikut!

Suatu pekerjaan pemeliharaan harus dikoordinasikan dengan baik, karena meyangkut beberapa bagian dari suatu organisasi. Untuk mempermudah pekerjaan, seorang perencana biasanya membuat suatu mekanisme kerja pemeliharaan dengan menggunakan suatu sarana yang di dalamnya mengandung jenis aset/barang/peralatan yang akan dikerjakan, deskripsi pekerjaan, dan sejarah pemelijaraan peralatan. Dalam proses pembuatan rencana kerja pemeliharaan bagian seperti ini disebut ....

a)

Work Request (WR)

b)

Work Order (WO)

c)

Rencana Kerja

d)

Volume Pekerjaan, Pelaksana, Material

e)

Jadwal Kerja

9.

Komputerisasi manajemen pemeliharaan dan perbaikan memungkinkan tersedianya semua informasi

di semua bagian yang terkait dengan fungsi pemeliharan, seperti: manajer, supervisor, perencana, personal gudang, dan bagian akunting. Berikut merupakan keunggulan kompueterisasi manajemen pemeliharaan, kecuali ....

a)

mengurangi efisiensi

b)

mengurangi Biaya Perawatan

c)

mengurangi biaya down-time (waktu perbaikan) peralatan

d)

menaikkan masa pakai alat

e)

menghasilkan rekaman sejarah pemeliharaan suatau alat, untuk mempermudah membuat perencanaan pemeliharaan dan biaya perbaikan

10.

Tindakan pencegahan dapat dilakukan melalui pemasangan label dan tanda peringatan. Perhatikan gambar berikut!

Gambar tersebut merupakan simbol tanda bahaya yang berarti ....

a)

bahaya ledakan

b)

bahaya oksidasi

c)

bahaya beracun

d)

bahaya pencemaran lingkungan

e)

bahaya radiasi ion

11.

Aspek pada lembar spesifikasi komponen potensiometer yang menunjukkan nilai maksimum dan minimumnya, adalah ....

a)

dimensi fisik

b)

rentangan resistansi

c)

toleransi seleksi

d)

rating daya

e)

koefisien temperatur

12.

Format standard dari spesifikasi suatu perlengkapan elektronika yang menujukkan rentangan temperatur kerja, kelembaban, klasifikasi, test getaran, dan angka untuk MTBF (Mean Time Between Failures), adalah ....

a)

deskripsi dan nomor tipe

b)

data kelistrikan

c)

kebutuhan daya

d)

data lingkungan

e)

data mekanik

13.

Menyeting kembali peralatan yang sudah dipakai selama periode atau waktu tertentu dengan cara membandingkan peralatan yang sama dan masih standar, sehingga alat tersebut dapat berjalan normal kembali, adalah definisi ....

a)

spesifikasi tes

b)

kalibrasi ulang

c)

spesifikasi peralatan

d)

keandalan peralatan

e)

kegagalan peralatan

14.

Keandalan suatu alat atau instrumen elektronik tidak lepas dari faktor yang mempengaruhinya selama siklus hidup peralatan. Secara detail untuk mencapai target keandalan yang diinginkan dilakukan langkah-langkah sebagai berikut: rancangan, pembelian komponen, manufaktur, pengepakan penyimpanan transportasi, umur operasi, dan uman balik. Langkah yang di dalamnya terdapat kegiatan pemilihan komponen, analisis tekanan dan kegagalan, serta tata letak komponen dan test prototipe, adalah ....

a)

tahap perancangan dan pengembangan

b)

tahap produksi dan manufaktur

c)

tahap penyimpanan dan transportasi

d)

tahap operasi

e)

tahap umpan balik

15.

Metoda yang dipilih untuk mencari kerusakan akan dapat menentukan efisiensi kerja. Penggunaan teknik yang cocok untuk masalah tertentu sangat efisisen dalam proses troubleshooting. Teknik troubleshooting dengan mengisolir kerusakan pada bagian tertentu, disebut ....

a)

symptom function

b)

signal tracing

c)

metode tegangan dan hambatan

d)

metode half splitting

e)

Metode substitusi

16.

Metode troubleshooting dengan melacak sinyal pada sistem rangkaian yang diperbaiki mulai dari bagian awal hingga akhir dengan memperhatikan sinyal yang ditampilkan pada tingkat poutput dengan sinyal input. Metode ini diterapkan dalam perbaikan pengat sederhada seperti gambar berikut.

Metode seperti ini disebut ....

a)

symptom function

b)

signal tracing

c)

metode tegangan dan hambatan

d)

metode half splitting

e)

Metode substitusi

17.

Metode troubleshooting yang digunakan untuk menunjukkan dengan tepat suatu komponen atau kerusakan rangkaian dan pada umumnya memerlukan data perusahaan untuk nilai-nilai komponen dan tegangan, adalah ....

a)

symptom function

b)

signal tracing

c)

metode tegangan dan hambatan

d)

metode half splitting

e)

metode substitusi

18.

Metode troubleshooting yang cocok digunakan untuk rangkaian dengan blok-blok yang seri (memanjang) karena akan menjadi sangat cepat saat mencari kerusakannya, misalnya pada rangkaian generator fungsi, dan pemancar/penerima radio, adalah ....

a)

symptom function

b)

signal tracing

c)

metode tegangan dan hambatan

d)

metode half splitting

e)

metode substitusi

19.

Bila Anda menghadapi sistem elektronik yang kompleks atau kerusakan yang berulang maka perlu

cara atau metoda yang lebih canggih/teliti. Metoda analisis yang dapat membantu dalam membuat analisis kerusakan, bila sinyal yang diamati dapat memberikan petunjuk tentang lokasi kerusakan. Penerapan metode ini biasanya memerlukan sebuah osiloskop memori, atau peralatan lain yang dapat menvisualisasikan sinyal. Metode seperti ini disebut ....

a)

analisis kesalahan

b)

analisis sinyal

c)

analisis logika

d)

analisis rutin

e)

analisis dengan program komputer

20.

Pengujian yang dilakukan saat ada tegangan kerja (pada suatu rangkaian) sehingga jika ada kerusakan

pada suatu rangkaian, tidak tergesa-gesa melepas solderan suatu komponen tapi bisa dilakukan pengukuran terlebih dahulu untuk meyakinkannya. Berikut komponen yang dapat diuji dengan teknik tersebut, kecuali ....

a)

dioda

b)

transistor

c)

FET (Field Effect Transistor)

d)

SCR (Sillicon Controlled Rectifier)

e)

LDR (Light Dependent Resistor)

21.

Perhatikan gambar pengujian transistor berikut!

Range multimeter yang dipilih untuk mengetahui tegangan Vrcdrops dan Vce, adalah ....

a)

Ohm

b)

DCV

c)

ACV

d)

DCmA

e)

hFE

22.

Kerusakan FET seringkali ditandai dengan adanya tegangan gate yang tidak normal. Deviasi yang besar dari VG yang diinginkan menunjukkan arus gate mengalir. Jika FET tersebut merupakan FET insulated-

gate, itu artinya FET tersebut rusak. Hal itu terjadi jika sambungan pada FET rusak, atau diberi trigger maju pada gatesource. Periksa tegangan VGS seharusnya sebesar 0.6V. Untuk melakukan pengujian tegangan VGS agar tepat terbaca 0,6V jika FET masih baik, maka posisi range DCV pada multimeter yang tepat berada pada range ....

a)

0,1 VDC

b)

0,25 VDC

c)

2,5 VDC

d)

10 VDC

e)

50 VDC

23.

Pengujian kesinambungan (hubung singkat atau terbuka/putus) pada jalur pcb dapat dilakukan dengan menggunakan multimeter dengan range berada pada posisi ....

a)

Ohm

b)

DCV

c)

ACV

d)

DCmA

e)

hFE

24.

Kegagalan resistor tipe komposisi karbon yang menunjukkan sirkit terputus dengan kemungkinan penyebab panas berlebih yang membakar tengah-tengah resistor, jika pengujian dilakukan dengan menggunakan multimeter digital maka layar akan menampilkan ....

a)

0Ω

b)

∞ Ω

c)

0VDC

d)

∞VDC

e)

∞VAC

25.

Kerusakan total potensiometer yang merupakan sirkit terbuka diantara jalur dan sambungan

ujung-ujungnya atau antara kontak geser dan jalur. Jika potensimeter dengan kegagalan total ini diukur dengan menggunakan multimeter analog maka jarum akan menunjukkan nilai ...

a)

0Ω

b)

∞ Ω

c)

0VDC

d)

∞VDC

e)

∞VAC

26.

Kerusakan kapasitor alumunium elektrolit berbentuk elco disebabkan hilangnya elektrolit karena tekanan, kejutan mekanik atau temperatur setelah dilakukan pengujian dengan multimeter ternyata menunjukkan sambung singkat karena bocor. Hasil pengujian menunjukkan hasil ....

a)

0Ω

b)

∞ Ω

c)

0VDC

d)

∞VDC

e)

∞VAC

27.

Pencegahan-pencegahan ketika menangani dan menguji komponen-komponen elektronika dapat diklasifikasikan dalam membengkokkan kawat penghubung, kejutan mekanis, kejutan thermal, dan kejutan elektrostatik (juga pada MOS). Berikut merupakan pencegahan yang dilakukan untuk menghindahi kejutan thermal, kecuali ....

a)

Solder 20-50 Watt

b)

Suhu solder maksimum 300°- 400°C

c)

Lama menyolder 5 detik

d)

Gunakan Solder Wick atau Atraktor untuk melepas konponen dengan menggunakan solder

e)

Pucuk solder harus tak bertegangan

28.

Rangkaian test komponen elektronika yang menentukan beberapa parameter atau karakteristik sebuah komponen berada dalam batas-batas spesifikasi sehingga dapat ditentukan komponen masih berada dalam kondisi baik atau rusak, disebut ....

a)

test validasi

b)

test verifikasi

c)

test go atau no go

d)

test pengukuran relatif

e)

test kalibrasi

29.

Komponen dioda saat diuji dengan menggunakan multimeter pada range ohm, pada saat probe merah dihubungkan ke anoda dan jarum hitam ke katoda jarum meter bergerak ≈ 0Ω, demikian juga setelah probe dibalik merah ke katoda dan hitam ke anoda jarum meter juga bergerak ≈ 0Ω. Kesimpulan hasil pengujian (test) dioda tersebut dalam kondisi ....

a)

dioda masih baik

b)

dioda rusak putus (open)

c)

dioda rusak hubung singkat (short)

d)

dioda rusak nilai resistansi mengecil

e)

dioda rusak nilai resistansi membesar

30.

Perhatikan gambar pengukuran tegangan VCE(SAT) transistor berikut!

Pengukuran tegangan VCE(SAT) transistor jika menggunakan multimeter digital tanpa auto range maka selector harus dipilih pada ....

a)

Ohm

b)

DCV

c)

ACV

d)

DCmA

e)

hFE

31.

Parameter catu daya teregulasi linear yang menunjukkan perbandingan daya keluaran terhadap daya masukan yang diekspresikan dalam persen, adalah ....

a)

batas arus (current limitting)

b)

efisiensi

c)

stabilitas

d)

respons transien

e)

regulasi line

32.

Komponen pada rangkaian catu daya linear polaritas ganda yang berfungsi untuk menyearahkan tegangan bolak balik yang telah diturunkan sesuai kebutuhan, adalah ....

a)

transformator stepdown

b)

bridge dioda

c)

elco dengan kapasitansi besar

d)

IC regulator

e)

transistor

33.

Pada perbaikan kerusakan catu daya linear pertama kali perlu dilakukan pemeriksaan visual. Jika hasil pemeriksaan catu daya secara visual ternyata ditemukan sekring yang gosong seperti terbakar, maka untuk memastikan sekring (fuse) tersebut telah rusak dilakukan pengukuran dengan menggunakan multimeter dengan menempatkan range selector pada posisi ....

a)

Ohm

b)

DCV

c)

ACV

d)

DCmA

e)

hFE

34.

Perbaikan catu daya linear jika sekring (fuse) primer ternyata putus dan begitu diganti dan dipasang dengan sekring yang baru dan baik juga terbakar dan putus kembali, maka anda perlu melepas bagian regulator dari bagian penyearah. Hal ini akan menunjukkan kepada anda, apakah kerusakan terjadi pada bagian regulator atau bukan. Dari kasus ini komponen yang diduga mengalami kerusakan, adalah ....

a)

trafo stepdown

b)

dioda rectifier

c)

elco filter

d)

kapasitor by pass

e)

IC regulator

35.

Pada perbaikan catu daya linear sangat dimungkinakan melakukan penggantian komponen yang rusak. Berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan pada saat penggantian komponen, kecuali ....

a)

komponen pengganti mempunyai nilai yang sesuai

b)

spesifikasi komponen pengganti tentang arus, daya, dan toleransi sesuai

c)

mengganti komponen pelindung seperti sekring dengan nilai ampere yang lebih tinggi

d)

bila mengganti rangkaian pada PCB menggunakan solder yang sesuai

e)

mengganti komponen pelindung seperti sekring dengan nilai ampere yang sama

36.

Kerusakan umum pada catu daya linear teregulasi menunjukkan output DC nol, AC sekunder nol, dan resistansi tinggi primer atau sekunder trafo, maka kerusakan terjadi pada ....

a)

trafor primer atau sekunder terbuka

b)

satu dioda bridge terbuka

c)

kapasitor tandon (filter dengan kapasitansi besar) terbuka

d)

penguat error terbuka

e)

zener hubung singkat

37.

Kerusakan catu daya linear teregulasi dengan gejala output DC rendah dengan ripple AC besar terjadi pada bagian ....

a)

trafor primer atau sekunder terbuka

b)

salah satu dioda bridge mengalami hubung singkat

c)

kapasitor tandon (filter dengan kapasitansi besar) terbuka

d)

penguat error terbuka

e)

zener hubung singkat

38.

Pada rangkaian catu daya linear teregulasi jika trafo mengalami hubung singkat pada primer atau sekunder maka gejala yang ditunjukkan, adalah ....

a)

output DC nol, AC sekunder nol, dan resistansi tinggi primer atau sekunder trafo

b)

ouput DC kecil dan trafo amat panas serta sekring putus

c)

output DC tinggi tapa regulasi dan tak ada sinyal kontrol pada elemen seri

d)

output DC nol dan DC tidak stabil sedikit tinggi dibanding saat normal

e)

output DC rendah dengan ripple AC besar

39.

Pada rangkaian catu daya linear teregulasi jika transistor seri terbuka basis dan emiternya maka gejala yang ditunjukkan, adalah ....

a)

output DC nol, AC sekunder nol, dan resistansi tinggi primer atau sekunder trafo

b)

ouput DC kecil dan trafo amat panas serta sekring putus

c)

output DC tinggi tapa regulasi dan tak ada sinyal kontrol pada elemen seri

d)

output DC nol dan DC tidak stabil sedikit tinggi dibanding saat normal

e)

output DC rendah dengan ripple AC besar

40.

Rangkaian catu daya teregulasi menunjukkan gejala output DC rendah dan transistor seri sangat panas, maka kerusakan yang terjadi adalah ....

a)

salah satu dioda bridge mengalami hubung singkat

b)

kapasitor tandon (filter dengan kapasitansi besar) terbuka

c)

penguat error terbuka

d)

transistor seri terbuka basis dan emiter

e)

zener hubung singkat

41.

Perhatikan diagram blok regulator model pensaklar primer berikut!

Bagian yang berfungsi membandingkan tegangan keluaran dengan tegangan referensi yang selanjutnya diteruskan ke PWM untuk mengendalikan pensaklaran sehingga dihasilkan keluaran tegangan yang stabil, adalah ....

a)

penyearah jembatan dan penghalus

b)

transistor pensaklar tegangan tinggi

c)

filter

d)

comparator op-amp

e)

push pull drive

42.

Perhatikan diagram blok SPMU yang banyak diterapkan pada komputer berikut!

Bagian yang berfungsi sebagai filter jala-jala untuk frekuensi tinggi dimana bila ada frekuensi tinggi akan ditindas dan frekuensi rendah (50 Hz) akan diteruskan, adalah ....

a)

Filter RFI (radio Frequency Interference)

b)

Penyearah tegangan jala-jala dan filter kapasitor

c)

Elemen penyaklar

d)

Trafo daya pengisolasi I/O

e)

PWM (Pulse Width Modulation)

43.

Pada catu daya switching (Switch Mode Power Supplies) bagian yang berfungsi sebagai pengontrol kestabilan tegangan output dengan merubah-rubah lebar pulsa untuk penyaklaran transistor penyaklar, dimana bila Vout turun akan dideteksi oleh Vsensor yang merubah lebar pulsanya bertambah sehingga dapat menaikan tegangan rata-rata outputnya, dan bila turun maka kebalikannya, adalah ....

a)

Filter RFI (radio Frequency Interference)

b)

Elemen penyaklar

c)

Trafo daya pengisolasi I/O

d)

PWM (Pulse Width Modulation)

e)

trafo pengisolasi/Optocoupler

44.

Komponen yang berfungsi sebagai penyekat/isolasi bagian hot ground tegangan primer/tinggi dengan cold ground/bagian tegangan rendah pada rangkaian catu daya switching (Switching Mode Power Supply), adalah ....

a)

Filter RFI (radio Frequency Interference)

b)

Elemen penyaklar

c)

Filter tandon dengan kapasitansi dan tegangan besar

d)

PWM (Pulse Width Modulation)

e)

Trafo pengisolasi/Optocoupler

45.

Dalam pelacakan kerusakan sistematis pada Switching Power Supply sebaiknya pengetesan dimulai dari input jala-jala sampai bagian primer rangkaian penyaklar karena umumnya kerusakan banyak terjadi di bagian tersebut. Untuk memastikan tegangan jala-jala listrik PLN telah masuk ke dalam rangkaian, jika dilakukan pengukuran menggunakan multimeter analog maka range selector pada posisi ....

a)

Ohm

b)

DCV

c)

ACV

d)

DCmA

e)

hFE

46.

Dalam pelacakan kerusakan sistematis pada Switching Power Supply, bagian output perlu dilakukan pengujian untuk memastikan pada keluaran terdapat tegangan yang stabil. Pengukuran tegangan keluaran jika dilakukan menggunakan multimeter analog maka range selector pada posisi ....

a)

Ohm

b)

DCV

c)

ACV

d)

DCmA

e)

hFE

47.

Untuk melihat bentuk gelombang pada pelacakan kerusakan catu daya switching (Switching Mode Power Supply) dapat dilakukan dengan menggunakan alat ukur ....

a)

multimeter analog

b)

multimeter digital

c)

audio frequency generator

d)

cathode ray oscilloscope

e)

RLC meter

48.

Pelacakan kerusakan catu daya switching (Switching Mode Power Supply) menunjukkan gejala kerusakan catu daya mati total dan setelah dilakukan pengujian serta analisis data hasil pengukuran menunjukkan bahwa blok yang rusak adalah penyearah, maka komponen yang mengalami kerusakan adalah ....

a)

kapasitor pada filter RFI hubung singkat

b)

NTC pembatas arus sentakan putus

c)

trafo pengisolasi rusak

d)

opto coupler rusak

e)

IC PWM rusak

49.

Pelacakan kerusakan catu daya switching (Switching Mode Power Supply) menunjukkan gejala kerusakan catu daya mati total dan setelah dilakukan pengujian serta analisis data hasil pengukuran menunjukkan bahwa blok yang rusak adalah blok PWM (Pulse Width Modulation), maka komponen yang mengalami kerusakan adalah ....

a)

kapasitor pada filter RFI hubung singkat

b)

NTC pembatas arus sentakan putus

c)

trafo pengisolasi rusak

d)

opto coupler rusak

e)

IC PWM rusak

50.

Pelacakan kerusakan catu daya switching (Switching Mode Power Supply) menunjukkan gejala kerusakan tegangan catu daya turun, maka bagian yang mengalami kerusakan adalah ....

a)

Filter RFI (radio Frequency Interference)

b)

Elemen penyaklar

c)

Trafo daya pengisolasi I/O

d)

PWM (Pulse Width Modulation)

e)

trafo pengisolasi/Optocoupler