NEW
Font size
WorksheetsPTS PPPAV XII TAV
Total questions: 50
Worksheet time: 2hrs 40mins
Pemeliharaan dan perbaikan meliputi berbagai aktivitas yang dapat direncanakan dan kegiatan yang tidak terduga atau tidak dapat direncanakan. Kegiatan pemeliharaan dan perbaikan rutin merupakan kegiatan yang dapat direncakan sedangkan kegiatan bersifat darurat merupakan kegiatan yang tidaj daoat diduga. Kerusakan alat akibat terkena petir maka kegiatan pemeliharaan dan perbaikan yang dilakukan termasuk jenis pekerjaan pemeliharaan ....
darurat
korektif
preventif
tidak terjadwal
pemantauan kondisi
Pekerjaan pemeliharaan di bidang rekayasa yang meliputi mendeteksi dan atau mengoreksi penggunaan peralatan yang ada saat ini, melalui analisa statistik kegagalan atau kesalahan yang ada atau berdasarkan catatan perbaikan yang ada. Pekerjaan ini harus dapat dilakukan secara tepat oleh orang yang benar-benar ahli di bidangnya dan dengan frekuensi yang tepat pula (misalnya dua kali dalam setahun). Pekerjaan seperti ini termasuk jenis pekerjaan pemeliharaan ....
darurat
korektif
preventif
tidak terjadwal
pemantauan kondisi
Dalam pemeliharaan dan perbaikan penguat audio dilakukan pemeriksaan cacat sinyal audio pada sistem penguat dengan menggunakan CRO. Jenis pekerjaan seperti ini termasuk jenis pekerjaan ....
analisis
pemeriksaan kualitas suara
pembersihan
pemeliharaan
inspeksi
Perhatikan gambar diagram tahapan pemeliharaan berikut!
Pemeliharaan yang bersifat memperbaiki akan berkaitan dengan deteksi kerusakan, penentuan lokasi kerusakan, dan perbaikan atau penggantian bagian yang rusak seperti gambar. Pekerjaan seperti ini termasuk jenis pekerjaan pemeliharaan ....
darurat
korektif
preventif
tidak terjadwal
pemantauan kondisi
Alat bantu kerja adalah semua alat yang dapat digunakan oleh teknisi atau tenaga ahli untuk menentukan jenis dan lokasi kerusakan sistem yang diperiksa. Ini bisa berupa buku manual pemeliharaan, dan peralatan uji. Peralatan bantu diagnosis yang digunakan oleh teknisi elektronika audio video untuk pekerjaan inspeksi melihat bentuk sinyal penguat audio pada tiap tingkat, adalah ....
multimeter analog
multimeter digital
cathode ray oscilloscope
audio frequency generator
RLC meter
Tape player menunjukkan gejala kerusakan distorsi besar, treble jelek, output rendah/lemah. Sebagai saorang teknisi elektronika audio video berdasarkan Manual Pemeliharaan yang dikeluarkan oleh pabrik maka diagnosis kerusakan yang ditetapkan adalah ....
motor,sabuk pemutar, idler, roda-pemutar, kapstan, atau penggulung mekanik
Head kotor (bersihkan dengan isopropyl alkohol), atau posisi tidak tepat, atau rangkaian penguat rusak (demagnitize head)
Sabuk pemutar rusak (ganti), atau idle motor, wadah (rumah) rusak
Sabuk pemutar rusak (ganti), atau penggulung mekanik (bersihkan atau lumasi)
Periksa pegas, perangkat mekanik, atau posisi tidak tepat (misaligment)
Pada dasarnya sistem yang kompleks terdiri dari beberapa blok rangkaian (sub-sistem) yang mempunyai fungsi yang berbeda-beda. Untuk menentukan kerusakan komponen pada rangkaian yang terdiri dari ratusan atau ribuan komponen pastilah tidak mudah. Oleh karena itu sistem tersebut dibagi menjadi beberapa blok sesuai dengan fungsi tiap blok.
Perhatikan Gambar Blok Rangkaian
Generator Sinyal RF berikut ini!
Bagian yang berfungsi untuk membangkitkan sinyal kontinu dalam frekuensi tinggi sesuai dengan frekuensi pancar stasiun radio, adalah ....
Osilator RF
Osilator Frekuensi Audio
Penguat dan Modulator
Attenuator Tersaklar
Attenuator
Perhatikan gambar rencana kerja pemeliharaan berikut!
Suatu pekerjaan pemeliharaan harus dikoordinasikan dengan baik, karena meyangkut beberapa bagian dari suatu organisasi. Untuk mempermudah pekerjaan, seorang perencana biasanya membuat suatu mekanisme kerja pemeliharaan dengan menggunakan suatu sarana yang di dalamnya mengandung jenis aset/barang/peralatan yang akan dikerjakan, deskripsi pekerjaan, dan sejarah pemelijaraan peralatan. Dalam proses pembuatan rencana kerja pemeliharaan bagian seperti ini disebut ....
Work Request (WR)
Work Order (WO)
Rencana Kerja
Volume Pekerjaan, Pelaksana, Material
Jadwal Kerja
Komputerisasi manajemen pemeliharaan dan perbaikan memungkinkan tersedianya semua informasi
di semua bagian yang terkait dengan fungsi pemeliharan, seperti: manajer, supervisor, perencana, personal gudang, dan bagian akunting. Berikut merupakan keunggulan kompueterisasi manajemen pemeliharaan, kecuali ....
mengurangi efisiensi
mengurangi Biaya Perawatan
mengurangi biaya down-time (waktu perbaikan) peralatan
menaikkan masa pakai alat
menghasilkan rekaman sejarah pemeliharaan suatau alat, untuk mempermudah membuat perencanaan pemeliharaan dan biaya perbaikan
Tindakan pencegahan dapat dilakukan melalui pemasangan label dan tanda peringatan. Perhatikan gambar berikut!
Gambar tersebut merupakan simbol tanda bahaya yang berarti ....
bahaya ledakan
bahaya oksidasi
bahaya beracun
bahaya pencemaran lingkungan
bahaya radiasi ion
Aspek pada lembar spesifikasi komponen potensiometer yang menunjukkan nilai maksimum dan minimumnya, adalah ....
dimensi fisik
rentangan resistansi
toleransi seleksi
rating daya
koefisien temperatur
Format standard dari spesifikasi suatu perlengkapan elektronika yang menujukkan rentangan temperatur kerja, kelembaban, klasifikasi, test getaran, dan angka untuk MTBF (Mean Time Between Failures), adalah ....
deskripsi dan nomor tipe
data kelistrikan
kebutuhan daya
data lingkungan
data mekanik
Menyeting kembali peralatan yang sudah dipakai selama periode atau waktu tertentu dengan cara membandingkan peralatan yang sama dan masih standar, sehingga alat tersebut dapat berjalan normal kembali, adalah definisi ....
spesifikasi tes
kalibrasi ulang
spesifikasi peralatan
keandalan peralatan
kegagalan peralatan
Keandalan suatu alat atau instrumen elektronik tidak lepas dari faktor yang mempengaruhinya selama siklus hidup peralatan. Secara detail untuk mencapai target keandalan yang diinginkan dilakukan langkah-langkah sebagai berikut: rancangan, pembelian komponen, manufaktur, pengepakan penyimpanan transportasi, umur operasi, dan uman balik. Langkah yang di dalamnya terdapat kegiatan pemilihan komponen, analisis tekanan dan kegagalan, serta tata letak komponen dan test prototipe, adalah ....
tahap perancangan dan pengembangan
tahap produksi dan manufaktur
tahap penyimpanan dan transportasi
tahap operasi
tahap umpan balik
Metoda yang dipilih untuk mencari kerusakan akan dapat menentukan efisiensi kerja. Penggunaan teknik yang cocok untuk masalah tertentu sangat efisisen dalam proses troubleshooting. Teknik troubleshooting dengan mengisolir kerusakan pada bagian tertentu, disebut ....
symptom function
signal tracing
metode tegangan dan hambatan
metode half splitting
Metode substitusi
Metode troubleshooting dengan melacak sinyal pada sistem rangkaian yang diperbaiki mulai dari bagian awal hingga akhir dengan memperhatikan sinyal yang ditampilkan pada tingkat poutput dengan sinyal input. Metode ini diterapkan dalam perbaikan pengat sederhada seperti gambar berikut.
Metode seperti ini disebut ....
symptom function
signal tracing
metode tegangan dan hambatan
metode half splitting
Metode substitusi
Metode troubleshooting yang digunakan untuk menunjukkan dengan tepat suatu komponen atau kerusakan rangkaian dan pada umumnya memerlukan data perusahaan untuk nilai-nilai komponen dan tegangan, adalah ....
symptom function
signal tracing
metode tegangan dan hambatan
metode half splitting
metode substitusi
Metode troubleshooting yang cocok digunakan untuk rangkaian dengan blok-blok yang seri (memanjang) karena akan menjadi sangat cepat saat mencari kerusakannya, misalnya pada rangkaian generator fungsi, dan pemancar/penerima radio, adalah ....
symptom function
signal tracing
metode tegangan dan hambatan
metode half splitting
metode substitusi
Bila Anda menghadapi sistem elektronik yang kompleks atau kerusakan yang berulang maka perlu
cara atau metoda yang lebih canggih/teliti. Metoda analisis yang dapat membantu dalam membuat analisis kerusakan, bila sinyal yang diamati dapat memberikan petunjuk tentang lokasi kerusakan. Penerapan metode ini biasanya memerlukan sebuah osiloskop memori, atau peralatan lain yang dapat menvisualisasikan sinyal. Metode seperti ini disebut ....
analisis kesalahan
analisis sinyal
analisis logika
analisis rutin
analisis dengan program komputer
Pengujian yang dilakukan saat ada tegangan kerja (pada suatu rangkaian) sehingga jika ada kerusakan
pada suatu rangkaian, tidak tergesa-gesa melepas solderan suatu komponen tapi bisa dilakukan pengukuran terlebih dahulu untuk meyakinkannya. Berikut komponen yang dapat diuji dengan teknik tersebut, kecuali ....
dioda
transistor
FET (Field Effect Transistor)
SCR (Sillicon Controlled Rectifier)
LDR (Light Dependent Resistor)
Perhatikan gambar pengujian transistor berikut!
Range multimeter yang dipilih untuk mengetahui tegangan Vrcdrops dan Vce, adalah ....
Ohm
DCV
ACV
DCmA
hFE
Kerusakan FET seringkali ditandai dengan adanya tegangan gate yang tidak normal. Deviasi yang besar dari VG yang diinginkan menunjukkan arus gate mengalir. Jika FET tersebut merupakan FET insulated-
gate, itu artinya FET tersebut rusak. Hal itu terjadi jika sambungan pada FET rusak, atau diberi trigger maju pada gatesource. Periksa tegangan VGS seharusnya sebesar 0.6V. Untuk melakukan pengujian tegangan VGS agar tepat terbaca 0,6V jika FET masih baik, maka posisi range DCV pada multimeter yang tepat berada pada range ....
0,1 VDC
0,25 VDC
2,5 VDC
10 VDC
50 VDC
Pengujian kesinambungan (hubung singkat atau terbuka/putus) pada jalur pcb dapat dilakukan dengan menggunakan multimeter dengan range berada pada posisi ....
Ohm
DCV
ACV
DCmA
hFE
Kegagalan resistor tipe komposisi karbon yang menunjukkan sirkit terputus dengan kemungkinan penyebab panas berlebih yang membakar tengah-tengah resistor, jika pengujian dilakukan dengan menggunakan multimeter digital maka layar akan menampilkan ....
0Ω
∞ Ω
0VDC
∞VDC
∞VAC
Kerusakan total potensiometer yang merupakan sirkit terbuka diantara jalur dan sambungan
ujung-ujungnya atau antara kontak geser dan jalur. Jika potensimeter dengan kegagalan total ini diukur dengan menggunakan multimeter analog maka jarum akan menunjukkan nilai ...
0Ω
∞ Ω
0VDC
∞VDC
∞VAC
Kerusakan kapasitor alumunium elektrolit berbentuk elco disebabkan hilangnya elektrolit karena tekanan, kejutan mekanik atau temperatur setelah dilakukan pengujian dengan multimeter ternyata menunjukkan sambung singkat karena bocor. Hasil pengujian menunjukkan hasil ....
0Ω
∞ Ω
0VDC
∞VDC
∞VAC
Pencegahan-pencegahan ketika menangani dan menguji komponen-komponen elektronika dapat diklasifikasikan dalam membengkokkan kawat penghubung, kejutan mekanis, kejutan thermal, dan kejutan elektrostatik (juga pada MOS). Berikut merupakan pencegahan yang dilakukan untuk menghindahi kejutan thermal, kecuali ....
Solder 20-50 Watt
Suhu solder maksimum 300°- 400°C
Lama menyolder 5 detik
Gunakan Solder Wick atau Atraktor untuk melepas konponen dengan menggunakan solder
Pucuk solder harus tak bertegangan
Rangkaian test komponen elektronika yang menentukan beberapa parameter atau karakteristik sebuah komponen berada dalam batas-batas spesifikasi sehingga dapat ditentukan komponen masih berada dalam kondisi baik atau rusak, disebut ....
test validasi
test verifikasi
test go atau no go
test pengukuran relatif
test kalibrasi
Komponen dioda saat diuji dengan menggunakan multimeter pada range ohm, pada saat probe merah dihubungkan ke anoda dan jarum hitam ke katoda jarum meter bergerak ≈ 0Ω, demikian juga setelah probe dibalik merah ke katoda dan hitam ke anoda jarum meter juga bergerak ≈ 0Ω. Kesimpulan hasil pengujian (test) dioda tersebut dalam kondisi ....
dioda masih baik
dioda rusak putus (open)
dioda rusak hubung singkat (short)
dioda rusak nilai resistansi mengecil
dioda rusak nilai resistansi membesar
Perhatikan gambar pengukuran tegangan VCE(SAT) transistor berikut!
Pengukuran tegangan VCE(SAT) transistor jika menggunakan multimeter digital tanpa auto range maka selector harus dipilih pada ....
Ohm
DCV
ACV
DCmA
hFE
Parameter catu daya teregulasi linear yang menunjukkan perbandingan daya keluaran terhadap daya masukan yang diekspresikan dalam persen, adalah ....
batas arus (current limitting)
efisiensi
stabilitas
respons transien
regulasi line
Komponen pada rangkaian catu daya linear polaritas ganda yang berfungsi untuk menyearahkan tegangan bolak balik yang telah diturunkan sesuai kebutuhan, adalah ....
transformator stepdown
bridge dioda
elco dengan kapasitansi besar
IC regulator
transistor
Pada perbaikan kerusakan catu daya linear pertama kali perlu dilakukan pemeriksaan visual. Jika hasil pemeriksaan catu daya secara visual ternyata ditemukan sekring yang gosong seperti terbakar, maka untuk memastikan sekring (fuse) tersebut telah rusak dilakukan pengukuran dengan menggunakan multimeter dengan menempatkan range selector pada posisi ....
Ohm
DCV
ACV
DCmA
hFE
Perbaikan catu daya linear jika sekring (fuse) primer ternyata putus dan begitu diganti dan dipasang dengan sekring yang baru dan baik juga terbakar dan putus kembali, maka anda perlu melepas bagian regulator dari bagian penyearah. Hal ini akan menunjukkan kepada anda, apakah kerusakan terjadi pada bagian regulator atau bukan. Dari kasus ini komponen yang diduga mengalami kerusakan, adalah ....
trafo stepdown
dioda rectifier
elco filter
kapasitor by pass
IC regulator
Pada perbaikan catu daya linear sangat dimungkinakan melakukan penggantian komponen yang rusak. Berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan pada saat penggantian komponen, kecuali ....
komponen pengganti mempunyai nilai yang sesuai
spesifikasi komponen pengganti tentang arus, daya, dan toleransi sesuai
mengganti komponen pelindung seperti sekring dengan nilai ampere yang lebih tinggi
bila mengganti rangkaian pada PCB menggunakan solder yang sesuai
mengganti komponen pelindung seperti sekring dengan nilai ampere yang sama
Kerusakan umum pada catu daya linear teregulasi menunjukkan output DC nol, AC sekunder nol, dan resistansi tinggi primer atau sekunder trafo, maka kerusakan terjadi pada ....
trafor primer atau sekunder terbuka
satu dioda bridge terbuka
kapasitor tandon (filter dengan kapasitansi besar) terbuka
penguat error terbuka
zener hubung singkat
Kerusakan catu daya linear teregulasi dengan gejala output DC rendah dengan ripple AC besar terjadi pada bagian ....
trafor primer atau sekunder terbuka
salah satu dioda bridge mengalami hubung singkat
kapasitor tandon (filter dengan kapasitansi besar) terbuka
penguat error terbuka
zener hubung singkat
Pada rangkaian catu daya linear teregulasi jika trafo mengalami hubung singkat pada primer atau sekunder maka gejala yang ditunjukkan, adalah ....
output DC nol, AC sekunder nol, dan resistansi tinggi primer atau sekunder trafo
ouput DC kecil dan trafo amat panas serta sekring putus
output DC tinggi tapa regulasi dan tak ada sinyal kontrol pada elemen seri
output DC nol dan DC tidak stabil sedikit tinggi dibanding saat normal
output DC rendah dengan ripple AC besar
Pada rangkaian catu daya linear teregulasi jika transistor seri terbuka basis dan emiternya maka gejala yang ditunjukkan, adalah ....
output DC nol, AC sekunder nol, dan resistansi tinggi primer atau sekunder trafo
ouput DC kecil dan trafo amat panas serta sekring putus
output DC tinggi tapa regulasi dan tak ada sinyal kontrol pada elemen seri
output DC nol dan DC tidak stabil sedikit tinggi dibanding saat normal
output DC rendah dengan ripple AC besar
Rangkaian catu daya teregulasi menunjukkan gejala output DC rendah dan transistor seri sangat panas, maka kerusakan yang terjadi adalah ....
salah satu dioda bridge mengalami hubung singkat
kapasitor tandon (filter dengan kapasitansi besar) terbuka
penguat error terbuka
transistor seri terbuka basis dan emiter
zener hubung singkat
Perhatikan diagram blok regulator model pensaklar primer berikut!
Bagian yang berfungsi membandingkan tegangan keluaran dengan tegangan referensi yang selanjutnya diteruskan ke PWM untuk mengendalikan pensaklaran sehingga dihasilkan keluaran tegangan yang stabil, adalah ....
penyearah jembatan dan penghalus
transistor pensaklar tegangan tinggi
filter
comparator op-amp
push pull drive
Perhatikan diagram blok SPMU yang banyak diterapkan pada komputer berikut!
Bagian yang berfungsi sebagai filter jala-jala untuk frekuensi tinggi dimana bila ada frekuensi tinggi akan ditindas dan frekuensi rendah (50 Hz) akan diteruskan, adalah ....
Filter RFI (radio Frequency Interference)
Penyearah tegangan jala-jala dan filter kapasitor
Elemen penyaklar
Trafo daya pengisolasi I/O
PWM (Pulse Width Modulation)
Pada catu daya switching (Switch Mode Power Supplies) bagian yang berfungsi sebagai pengontrol kestabilan tegangan output dengan merubah-rubah lebar pulsa untuk penyaklaran transistor penyaklar, dimana bila Vout turun akan dideteksi oleh Vsensor yang merubah lebar pulsanya bertambah sehingga dapat menaikan tegangan rata-rata outputnya, dan bila turun maka kebalikannya, adalah ....
Filter RFI (radio Frequency Interference)
Elemen penyaklar
Trafo daya pengisolasi I/O
PWM (Pulse Width Modulation)
trafo pengisolasi/Optocoupler
Komponen yang berfungsi sebagai penyekat/isolasi bagian hot ground tegangan primer/tinggi dengan cold ground/bagian tegangan rendah pada rangkaian catu daya switching (Switching Mode Power Supply), adalah ....
Filter RFI (radio Frequency Interference)
Elemen penyaklar
Filter tandon dengan kapasitansi dan tegangan besar
PWM (Pulse Width Modulation)
Trafo pengisolasi/Optocoupler
Dalam pelacakan kerusakan sistematis pada Switching Power Supply sebaiknya pengetesan dimulai dari input jala-jala sampai bagian primer rangkaian penyaklar karena umumnya kerusakan banyak terjadi di bagian tersebut. Untuk memastikan tegangan jala-jala listrik PLN telah masuk ke dalam rangkaian, jika dilakukan pengukuran menggunakan multimeter analog maka range selector pada posisi ....
Ohm
DCV
ACV
DCmA
hFE
Dalam pelacakan kerusakan sistematis pada Switching Power Supply, bagian output perlu dilakukan pengujian untuk memastikan pada keluaran terdapat tegangan yang stabil. Pengukuran tegangan keluaran jika dilakukan menggunakan multimeter analog maka range selector pada posisi ....
Ohm
DCV
ACV
DCmA
hFE
Untuk melihat bentuk gelombang pada pelacakan kerusakan catu daya switching (Switching Mode Power Supply) dapat dilakukan dengan menggunakan alat ukur ....
multimeter analog
multimeter digital
audio frequency generator
cathode ray oscilloscope
RLC meter
Pelacakan kerusakan catu daya switching (Switching Mode Power Supply) menunjukkan gejala kerusakan catu daya mati total dan setelah dilakukan pengujian serta analisis data hasil pengukuran menunjukkan bahwa blok yang rusak adalah penyearah, maka komponen yang mengalami kerusakan adalah ....
kapasitor pada filter RFI hubung singkat
NTC pembatas arus sentakan putus
trafo pengisolasi rusak
opto coupler rusak
IC PWM rusak
Pelacakan kerusakan catu daya switching (Switching Mode Power Supply) menunjukkan gejala kerusakan catu daya mati total dan setelah dilakukan pengujian serta analisis data hasil pengukuran menunjukkan bahwa blok yang rusak adalah blok PWM (Pulse Width Modulation), maka komponen yang mengalami kerusakan adalah ....
kapasitor pada filter RFI hubung singkat
NTC pembatas arus sentakan putus
trafo pengisolasi rusak
opto coupler rusak
IC PWM rusak
Pelacakan kerusakan catu daya switching (Switching Mode Power Supply) menunjukkan gejala kerusakan tegangan catu daya turun, maka bagian yang mengalami kerusakan adalah ....
Filter RFI (radio Frequency Interference)
Elemen penyaklar
Trafo daya pengisolasi I/O
PWM (Pulse Width Modulation)
trafo pengisolasi/Optocoupler
