WorksheetsDetektor KCKT
Total questions: 20
Worksheet time: 24mins
Detektor KCKT di bawah ini yang tidak dapat dioperasikan secara elusi gradien adalah
Indeks bias (RID)
Ultra violet (UV)
Mass spectrometer (MS)
Photodiode array (PDA)
Fluoresensi (FLD)
Pada detektor manakah sampel mengalami nebulasi dan evaporasi sebelum dideteksi berdasarkan hamburan cahaya adalah
RID (Refractive index detector)
FLD (Fluorescence Detector)
ELSD (Evaporative light scattering detector)
ECD (Electrochemical detector)
PDA (Photodiode array detector)
Fungsi “suppressor” dari detektor konduktivitas pada analisis anion dengan KCKT adalah
Mengoksidasi analit dalam sampel
Memperlambat laju alir fase gerak
Menetralisasi pH fase gerak
Menurunkan konduktivitas analit
Menurunkan daya hantar listrik dari ion-ion selain analit
Pernyataan yang sesuai untuk detektor indeks bias (RID) pada KCKT adalah
Selektif terhadap molekul dengan ikatan C-H
Lebih sensitif daripada detektor UV
Dipengaruhi oleh perubahan suhu dan tekanan sistem KCKT
Deteksi berdasarkan hamburan cahaya
Dioperasikan pada fase gerak pH = 11
Di bawah ini yang sesuai untuk detektor KCKT PDA (Photodiode array) adalah
Hanya dapat digunakan untuk elusi isokratik
Sensitif untuk molekul glukosa, fruktosa dan sukrosa
Dapat digunakan untuk uji kemurnian puncak
Analit dideteksi terpisah dari fase gerak
Dapat mendeteksi semua jenis senyawa karbon
Pernyataan yang benar untuk KCKT detektor ELSD dibandingkan RID adalah
Lebih sensitif terhadap suhu ruangan
Dapat dilakukan elusi gradien
Waktu ekuilibrasi yang lebih lama
Rentang dinamik linier yang lebih pendek
Kemampuan deteksi yang kurang baik
Manakah di bawah ini yang benar untuk detektor fluoresensi (FLD) pada KCKT?
Termasuk detektor yang universal
Memiliki sensitivitas yang jauh lebih rendah daripada detektor UV
Sesuai untuk senyawa fluorofor
Bekerja berdasarkan perbedaan indeks bias fase gerak dan sampel
Dapat menampilkan spektra tiga dimensi
Detektor mana di bawah ini yang sesuai untuk analisis sukralfat dalam suspensi menurut USP?
ELSD
FLD
RID
FDA
UV-VIS
Parameter manakah yang digunakan untuk menentukan sensitivitas detektor KCKT?
Selektivitas
Presisi
Akurasi
Batas Deteksi
Ketahanan (Robustness)
Terkait detektor pada KCKT, manakah pernyataan berikut ini yang benar?
Detektor PDA kurang sensitif daripada Detektor UV
ELSD termasuk detektor yang selektif
Detektor PDA dapat mendeteksi semua senyawa organik
Pada detektor elektrokimia terjadi reaksi pembentukan kompleks
Detektor konduktivitas tidak memerlukan pereaksi yang murni
Penentuan batas deteksi KCKT detektor UV dapat dilakukan berdasarkan
Pengamatan visual
Nilai rasio signal dan noise (S/N)
Selektivitas
Hasil uji kesesuaian sistem
Spesifisitas
Senyawa analit yang diderivatisasi dengan pereaksi OPA (orto-ftalaldehid) sebelum dianalisis dengan KCKT detektor fluoresensi adalah
Asam Lemak
Asam Amino
Monosakarida
Oligosakarida
Polisakarida
Detektor KCKT di bawah ini yang tidak tergantung konsetrasi analit tetapi sensitif terhadap sampel secara keseluruhan adalah
RID
UV
VIS
PDA
FLD
Pada detektor fluoresensi, alasan manakah sehingga pengukuran intensitas dilakukan pada sudut 90o terhadap arah cahaya eksitasi?
Menimalisisasi interferensi dan pengaruh hamburan cahaya
Menurunkan konduktivitas matrik sampel
Diperoleh hasil reaksi derivatisasi sempurna
Menghindari pengaruh kerapatan larutan sampel
Diperoleh hasil evaporasi fase gerak yang sempurna
Manakah pernyataan berikut yang benar untuk detektor PAD (Pulsed Amperometric Detector) pada KCKT?
Digunakan emas (Au) sebagai elektrode pembanding
Analit dioksidasi dan arus listrik diukur secara elektrokimia
Mekanisme pemisahan pada kolom adalah partisi
Kolom KCKT yang sesuai adalah RP-18
Ditambahkan pereaksi pasangan ion (ion-pairing reagent)
Berikut ini merupakan parameter uji disolusi nifedipin tablet lepas lambat, kecuali
Alat Disolusi tipe 2
Kecepatan rotasi 100 rpm
Volume media disolusi 900 mL
Waktu pengujian asmpel pada jam ke-4, jam ke-10 dan ke-24
Nilai Q pada 24 jam ≥ 85%
Medium disolusi yang digunakan pada pengujian nifedipin
900 mL Dapar Fosfar pH 7, 4 yang mengandung 10% Lar Natrium lauril sulfat 10%
900 mL dapar fosfat pH 6,8 yang mengandung 10% lar natrium lauril sulfat 10%
900 mL dapar fosfat pH 4,8 yang mengandung 10% lar natrium lauril sulfat 10%
900 mL HCl 0,1 N
900 mL cairan lambung buatan tanpa pepsin pH 1,2
Toleransi pengadukan / kecepatan rotasi pada alat disolusi adalah
2%
3%
4%
5%
10%
Syarat keberterimaan uji disolusi tablet lepas lambat nifedipin adalah
Jam ke-4 = 5-17%; Jam ke-12 = 40-60%; Jam ke-24 Q≥80%
Jam ke-4 = 5-20%; Jam ke-12 = 45-65%; Jam ke-24 Q≥80%
Jam ke-4 = 5-20%; Jam ke-12 = 50-70%; Jam ke-24 Q≥80%
Jam ke-4 = 5-17%; Jam ke-12 = 43-75%; Jam ke-24 Q≥85%
Jam ke-4 = 5-17%; Jam ke-12 = 43-80%; Jam ke-24 Q≥85%
pada analisis hasil disolusi secara KCKT menggunakan kolom C18 dengan dimensi 12,5 cm x 4 mm, uk partikel 5 um. Jika lab tidak memiliki kolom yang sesuai monografi, maka dapat dilakukan adjustment sesuai USP dengan mengganti kolom
Kolom C18, dimensi 150 x 4,6 mm; Ukuran partikel 5µm
Kolom C18, dimensi 100 x 3 mm; Ukuran partikel 10 µm
Kolom C18, dimensi 250 x 4,6 mm; Ukuran partikel 5µm
Kolom C8, dimensi 100 x 3 mm; Ukuran partikel 5µm
Kolom C18, dimensi 150 x 3 mm; Ukuran partikel 10 µm
