wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

PH 3 Teks Cerita Pendek

Total questions: 15

Worksheet time: 30mins

Name
Class
Date
1.

Di Kantor Pos

Oleh: Muhammad Ali

“Tadi agaknya telah terjadi suatu kekeliruan ketika Nona membayarkan uang pos wesel kepada saya, sebab ….”

“Mana bias keliru?” si pegawai menyela dengan cepat.

“Seharusnya saya terima tiga ratus rupiah, bukan? Kalau tak salah, sekian itulah angka yang tertulis dalam pos wesel saya.”

“Coba saya liat dulu, Saya masih ingat nomor pos wesel Saudara.” Si pegawai lalu memeriksa salah satu lajur dalam daftar yang terkembang di hadapannya, kemudian katanya,”Nah ini, wesel nomor satu empat tujuh dengan tanda C. Jumlah uang:tiga ratus rupiah. Apa yang keliru? Bukankah tadi Saudara terima dari saya tiga ratus rupiah?”

“Tidak,”jawab laki-laki itu.” Nona tadi memberikan kepada saya bukan tiga lembar kertas ratusan, tapi empat lembar. Jadi, empat ratus rupiah yang saya terima tadi.”

“Oh,, kalau begitu saya keliru. Benar-benar keliru,” kata si pegawai akhirnya dengan kemalu-maluan.”Maklum banyak kerja. Lagi pula lembaran-lembaran uang itu masih baru hingga mudah saja terlengket karenanya. Jadi, Saudara mau kembalikan uang yang seratus rupiah kepada saya, sekarang?”

“Betul, Saya akan mengembalikannya kepada Nyonya ….”

“Nona!” sela si pegawai cepat.


Kutipan cerpen tersebut bertema ….

a)

Keberanian pegawai mengakui kekeliruan.

b)

Kejujuran seseorang dalam hidup.

c)

Kehati-hatian pegawai terhadap seseorang.

d)

Kebaikan seseorang terhadap pegawai pos.

2.

Hampir setiap hari mataku tak jemu-jemunya menjelajahi media demi media. Malah Suatu ketika temanku bertanya.

“ Sekarang apa kegiatanmu, Deni?”

“Jadi pengamat pers,” lantas kulihat temanku itu keheranan dan takjub.

“Wah, hebat sekali” temanku tampak terkagum-kagum.

“Yah… begitulah, kini aku jadi pengamat pers, spesilisasi lowongan kerja.”

“ha…ha…ha…” seketika itu juga temanku terbahak-bahak dan segera meninju bahuku.


Begitulah dalam masa transisi selepas dari perguruan tinggi, aku berusaha mengubah keprihatinanku dalam mencari kerja, menjadi lelucon semu. Apalagi, di era yang katanya orang globalisasi dan kompetitif dengan lowongan kerja yang semakin sempit ini, aku dituntut mengubah kerenyit dahi menjadi seberkas senyum, jikalau aku tidak ingin dilanda stres yang ujung-ujungnya stroke.

Selain di warung-warung Koran, kadang-kadang aku juga pergi ke perpustakaan daerah. Di sana aku mencermati Koran-koran yang di warung Koran tidak ada. Di sana aku biasanya lebih bebas, karena lepas dari kewajiban membeli Koran. Atau kalau tidak, aku juga pergi ke kampus, untuk melihat-lihat, barangkali ada info-info penting di sana. Nah, keberuntungan baru berpihak kepadaku rupanya. Di lorong dekat ruang dosen terpampang pengumuman, sebuah instansi membutuhkan dua orang pengawas proyek.


Karakter tokoh Deni yang patut dicontoh yaitu…

a)

rajin belajar

b)

suka menolong

c)

pantang menyerah

d)

suka membaca

3.

Salah satu hal yang membedakan cerpen dan puisi adalah …

a)

A. adanya alur

b)

B.adanya tema

c)

C. adanya amanat

d)

D. adanya imajinasi

4.

Bacalah penggalan cerpen di bawah ini dengan cermat!


Dengan tergesa-gesa Ersa menaiki bus yang nyaris meninggalkan suasana yang kurang nyaman baginya. Dari kejauhan terdengan sayup suara “… penumpang bus Gemilang harap untuk segera memasuki kendaraan…”. Hati Ersa agak tenang karena dia sudah berada di dalamnya. “Mudah-mudahan sore nanti aku bisa berada di acara itu,” harapnya dalam hati.


Latar waktu dan tempat pada penggalan cerpen tersebut adalah …

a)

sore hari, terminal

b)

siang hari, perjalanan

c)

siang hari, terminal

d)

pagi hari, rumah

5.

Struktur teks cerpen adalah

a)

Orientasi - insiden - interpretasi

b)

Orientasi - komplikasi - resolusi - koda

c)

Abstrak - orientasi - komplikasi - evaluasi - resolusi - koda

d)

Abstrak - orientasi - komplikasi - resolusi - interpretasi

6.

Manakah yang termasuk unsur intrinsik cerpen?

a)

tema

b)

resolusi

c)

pernyataan umum

d)

argumen

7.

Resolusi pada teks cerpen adalah tahapan di mana ...

a)

Pengarang menghidupkan cerita dan meyakinkan pembaca

b)

Berbagai kerumitan bermunculan

c)

Konflik mencapai tingkat intensitas tertinggi

d)

konflik mencapai sebuah selesaian atau leraian

8.

Nama lain tema adalah...

a)

Plot

b)

Alut

c)

Topik

d)

Sudut pandang

9.

1. Menentukan perwatakan

2. Menentukan sudut pandang

3. Menyajikan peristiwa yang ditentukan dalam alur

4. Menentukan latar

5. Menentukan tema

Susunan yang tepat langkah menyusun teks cerpen adalah . . . .

a)

5)-2)-1)-4)-3)

b)

5)-3)-1)-4)-2)

c)

1)-2)-3)-4)-5)

d)

5)-1)-2)-4)-3)

10.

Kegiatan yang tidak perlu kamu lakukan sebelum membaca sebuah cerita adalah...

a)

Menelusuri latar belakang kehidupan penulis

b)

Menelusuri latar budaya penulis

c)

Menelusuri karya-karya lain dari penulis dan ulasan karya penulis

d)

Menelusuri kehidupan masa depan penulis

11.

Bacalah kutipan cerita berikut!

Senja baru saja turun. Di kejauhan, masih ada semburat merah muda yang cantik. Di tepi jalan terdengar bunyi mesin mobil di mana-mana. Fuhh ... aku menghembuskan napas berat melihat batang-batang pohon yang berserakan di pinggir jalan. Pohon-pohon sahabatku yang hidup puluhan tahun itu kini sudah tergeletak tak berdaya. Mereka sudah mati. Aku merasa terenyuh, hatiku pilu melihat pohon-pohon yang tak berdosa itu ditebang satu per satu. Dasar para manusia serakah, lebih mementingkan bisnis daripada menjaga alam.


Kutipan tersebut termasuk bagian ...

a)

Orientasi

b)

Rangkaian peristiwa

c)

Komplikasi

d)

Resolusi

12.

Bacalah kutipan cerita berikut!

Senja baru saja turun. Di kejauhan, masih ada semburat merah muda yang cantik. Di tepi jalan terdengar bunyi mesin mobil di mana-mana. Fuhh ... aku menghembuskan napas berat melihat batang-batang pohon yang berserakan di pinggir jalan. Pohon-pohon sahabatku yang hidup puluhan tahun itu kini sudah tergeletak tak berdaya. Mereka sudah mati. Aku merasa terenyuh, hatiku pilu melihat pohon-pohon yang tak berdosa itu ditebang satu per satu. Dasar para manusia serakah, lebih mementingkan bisnis daripada menjaga alam.


Latar waktu kutipan cerita tersebut adalah …

a)

pagi hari

b)

siang hari

c)

petang

d)

malam hari

13.

Perhatikan kutipan cerita di bawah ini dengan saksama!

Aku segera mengambil sendokku dan mulai makan, hanya untuk menunjukkan pada Emma bahwa aku tidak peduli dengan apa yang telah diketahuinya. Ia menatapku penuh selidik.

“Lalu apa katamu tentang itu?” tanyaku.

“Aku memberitahumu bahwa di sini bisa berbeda. Kukatakan bahwa pilihanmu adalah menjadi berbeda di dunia yang berbeda. Aku mengatakan agar kau terbiasa, jangan takut lagi…” Emma menjelaskan.


Watak aku pada kutipan tersebut adalah …

a)

pemilih

b)

penakut

c)

percaya diri

d)

tidak peduli

14.

Bacalah teks berikut dengan saksama!

(1) Dari situlah warga mulai mempercayai mitos itu. (2) Sampai saat ini, tidak ada yang berani menebang hutan sembarangan lagi. (3) Sebelum ke desa, aku harus melewati hutan itu. (4) Aku berhenti tepat di tepi hutan.


Penggunaan konjungsi urutan waktu terdapat dalam kalimat....

a)

(1)

b)

(2)

c)

(3)

d)

(4)

15.

Perhatikan kutipan cerita berikut!

Menjelang hari raya ini, aku terbaring di rumah sakit. Dari jendela kamar rumah sakit yang kudiami, aku bisa melihat keluar dengan jelas. Hujan menderas, manusia-manusia menepi pada kesunyian, lagu hujan, lagu keleneng becak. Di ruangan ini, aku cuma berdua. Selisih satu ranjang, terbaring seorang perempuan tua.


Unsur cerita yang dominan di dalam cuplikan cerita tersebut adalah…

a)

Amanat

b)

Alur

c)

Latar

d)

Penokohan