NEW
Font size
WorksheetsKUIS TEKS ANEKDOT
Total questions: 20
Worksheet time: 39mins
Salah satu tujuan dari dibuatnya teks anekdot adalah untuk….
mengetahui kemampuan seseorang dalam berkarya
menghibur pembacanya
refresing dari berbagai aktivitas
mengetahui kehidupan manusia sesungguhnya
menghilangkan stress
Bacalah teks anekdot tersebut!
Kisah Pemulung
Pada siang hari di sebuah kompleks perumahaan yang kelihatan mewah terjadi perdebatan antara Pak RT dan Pak Pemulung. Masalah yang mereka debatkan adalah hal remeh yaitu di lingkungan perumahan itu, memang sudah banyak ditempel papan dengan tulisan “Pemulung Dilarang Masuk”, tetapi masih saja ada pemulung yang tidak menaati aturan tersebut.
Pak RT : “Pak sedang cari apa di tempat sampah itu?”
Pemulung :“Ya, sudah tentu cari barang bekas atau botol plastik yang dapat didaur ulang.”
Pak RT : “Maaf ya Pak, Bapak dapat baca tulisan yang ada di depan pintu gerbang perumahan ini, tidak?”
Pemulung :“Emang tulisannya apa, Pak?”
Pak RT : “Di papan itu tertulis Pemulung Dilarang Masuk, lantas kenapa Bapak nekat masuk di perumahan ini?”
Pemulung : “Yah, Pak RT ini gimana sih… kalau saya bisa baca tulisan yang di papan itu, tentu saya tidak akan jadi pemulung, Pak!”
Pak RT kemudian terdiam membisu dan berpikir bahwa jawaban pemulung itu ada benarnya juga. Pemulung tadi ternyata buta huruf, jelaslah ia tidak bisa baca papan larangan pemulung.
Dari teks anekdot di atas, makna tersiratnya adalah...
Masih banyak orang miskin di sekitar kita!
Pemulung dilarang masuk!
Banyak pemulung yang tidak menaati peraturan.
Ternyata angka buta aksara disekitar kita masih banyak.
Ternyata masih banyak pemulung disekitar kita.
Perhatikan teks di bawah ini !
Seorang dosen Fakultas Hukum sedang memberi kuliah Hukum Pidana. Saat tiba sesi tanya jawab si Ali bertanya pada dosen, ”Apa kepanjangan dari KUHP,Pak?” Lalu dosen tidak menjawab sendiri, tetapi dilemparkannya pada si Ahmad. “Saudara Ahmad, coba bantu saya untuk menjawab pertanyaan saudara Ali!” pinta beliau. Dengan tegas si Ahmad menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara, Pak!” tegasnya. Mahasiswa lain tentu tertawa, sedang pak dosen geleng-geleng kepala, seraya menambahkan pertanyaan pada si Ahmad, “Saudara Ahmad, darimana Saudara tahu jawaban itu?” Dasar si Ahmad, pertanyaan tersebut dijawabnya pula dengan tegas, “Peribahasa Inggris mengatakan ‘Pengalaman adalah guru yang terbaik’ begitu, Pak!” Seisi kelas tertawa. Lalu tawa mereda dan kelas kembali tenang.
Kelucuan teks anekdot terdapat pada bagian …
Dosen sedang memberi kuliah hukum pidana.
Saat sesi tanya jawab antara mahasiswa dan dosen.
Saat Ahmad memplesetkan KUHP menjadi Kasih Uang Habis Perkara.
Para mahasiswa menertawakan keluguan Ahmad menjawab pertanyaan dosen.
Para mahasiswa tertawa mendengar jawaban Ahmad.
Salah satu unsur kebahasaan yang digunakan dalam teks anekdot adalah pertanyaan retoris, yang artinya….
pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban
pernyataan dari tokoh yang mengalami peristiwa dalam cerita
pernyataan singkat
pernyataan khusus dari peristiwa
pernyataan umum dari peristiwa
Teks anekdot yang baik adalah teks yang memiliki….
unsur kebahasaan
struktur teks
struktur dan isi teks
unsur lucu/jengkel/konyol
unsur memengaruhi
Bacalah kutipan teks berikut.
Seorang dokter muda masuk ke dalam ruang operasi di salah satu rumah sakit. Di ruang tersebut, ia mendapati seorang pasien berwajah pucat karena takut dioperasi.
Dokter bertanya kepada pasien, “Apa yang sedang Anda rasakan?”
Pasien menjawab, “Saya merasa sangat takut, Dok!”
Dokter berkata, “Apa yang Anda rasakan saat ini sama dengan apa yang sedang saya rasakan. Kita sama-sama baru masuk ke ruangan ini untuk yang pertama kalinya.”
Humor dalam anekdot tersebut terletak pada ….
Rasa takut yang dialami oleh pasien.
Rasa takut yang dialami oleh dokter.
Dokter dan pasien sama-sama takut.
Ruangan operasi yang menakutkan.
Operasi akan segera berlangsung
Bacalah kutipan teks Berikut.
Di sebuah kantor, bos sangat marah kepada sekertaris barunya karena dia mengabaikan setiap telepon yang bordering.
‘….,” katanya kesal.
“Baiklah,” jawabnya, “tetapi rasanya jadi konyol. 9 dari 10 telepon yang masuk adalah untuk Anda!”
Bagian rumpang tersebut dapat diisi dengan kalimat….
Silakan anda masuk!
Anda harus menjawab telepon!
Anda harus lebih rajin!
Ketuk pintu dulu sebelum masuk!
Biarkan telepon itu berdering!
Bacalah teks anekdot berikut!
... seorang duta dan malaikat berjalan-jalan diakhirat menunjukkan indikator korupsi di negara-negara dengan putaran jam. Mereka berkeliling melihat jam korupsi di seluruh dunia, sampai akhirnya duta itu bingung dan bertanya, “Kok sampai sekarang saya tidak melihat jam milik Indonesia? Apa berarti di Indonesia tidak ada korupsi sama sekali? Hebat juga, pemimpin negara di Indonesia memang saleh!”
Gabriella kesal. Ah bagaimana kamu itu, sudah berjam-jam berjalan dengan saya masih tidak sadar juga. Lihat kipas angin yang saya bawa.
Kalimat pertama dalam teks anekdot di atas belum memiliki kata penunjuk waktu. Kata penunjuk waktu yang tepat untuk melengkapi kalimat anekdot di atas adalah ...
Pada suatu hari
Di masa lampau
Pada zaman dahulu
Sebelumnya
Hari ini
Bagian anekdot yang menunjukkan bagian yang berisi cara penulis menyelesaikan masalah yang timbul di bagian krisis adalah ...
abstraksi
koda
reaksi
orientasi
krisis
Perbedaan antara teks anekdot dan teks humor yang tidak tepat adalah ....
Teks anekdot terdapat sindiran secara tidak langsung sedangkan teks humor tidak ada
Teks humor tidak ada hikmah sedangkan teks anekdot terdapat hikmah atau pelajaran
Teks humor tidak terdapat partisipan yang biasanya orang penting sedangkan teks anekdot ada
Teks humor terdapat tokoh orang penting sedangkan teks anekdot tidak
Teks anekdot terdapat kritik sedangkan teks humor hanya menghibur
Di suatu persidangan, seorang hakim memutuskan untuk menjatuhkan hukuman lima tahun penjara terhadap Bagus, seorang pemuda berumur 23 tahun. Bagus terbukti bersalah mencuri sepasang sandal.
“Loh, Pak Hakim, mengapa saya dihukum lima tahun penjara, sedangkan koruptor lebih ringan hukumannya? Saya hanya nyuri sandal Rp30.000,00, sedangkan mereka para koruptor mencuri uang rakyat yang jauh lebih banyak,” tanyanya sambil protes.
“Anda merugikan satu orang senilai Rp30.000,00, sedangkan koruptor merugikan 200 juta orang dengan korupsi sebanyak Rp2 miliar. Jika dihitung-hitung, kerugian yang didapat tiap orang hanya Rp10,00,” jawab Pak Hakim.
“Lalu?” Bagus bertanya kembali.
“Lalu apa lagi? Nilai tindakan Anda jelas jauh merugikan. Oleh karena itu, saya hukum Anda lebih berat dari koruptor.”
Bagus hanya bisa melongo. Ia tak bisa berbuat apa-apa lagi atas hukuman yang diterimanya itu.
Diadaptasi dari:
notepam.com
Teks anekdot tersebut menyindir tentang ….
ketidakadilan dalam menegakkan hukum
kebiasaan orang-orang yang suka mencuri
perilaku penjabat Indonesia yang suka korupsi
tingkat ekonomi masyarakat yang masih lemah
penyampaian protes tanpa ada dasar yang jelas
Di suatu persidangan, seorang hakim memutuskan untuk menjatuhkan hukuman lima tahun penjara terhadap Bagus, seorang pemuda berumur 23 tahun. Bagus terbukti bersalah mencuri sepasang sandal.
“Loh, Pak Hakim, mengapa saya dihukum lima tahun penjara, sedangkan koruptor lebih ringan hukumannya? Saya hanya nyuri sandal Rp30.000,00, sedangkan mereka para koruptor mencuri uang rakyat yang jauh lebih banyak,” tanyanya sambil protes.
“Anda merugikan satu orang senilai Rp30.000,00, sedangkan koruptor merugikan 200 juta orang dengan korupsi sebanyak Rp2 miliar. Jika dihitung-hitung, kerugian yang didapat tiap orang hanya Rp10,00,” jawab Pak Hakim.
“Lalu?” Bagus bertanya kembali.
“Lalu apa lagi? Nilai tindakan Anda jelas jauh merugikan. Oleh karena itu, saya hukum Anda lebih berat dari koruptor.”
Bagus hanya bisa melongo. Ia tak bisa berbuat apa-apa lagi atas hukuman yang diterimanya itu.
Diadaptasi dari:
notepam.com
Partisipan dalam teks tersebut adalah ….
hakim
koruptor
jaksa
polisi
pengacara
“Pak, ini saya kasih sedekah, tapi kembalian dua ribu, ya?”
Pengemis memberikan kembalian tiga ribu rupiah.
“Loh, kok tiga ribu, Pak?”
“Nggak apa-apa, hitung-hitung sedekah,” jawab pengemis.
Tema dalam teks anekdot berdasarkan kutipan tersebut berkaitan dengan bidang ….
ekonomi
sosial
politik
budaya
pendidikan
Struktur teks anekdot adalah….
Pernyataan umum-deskripsi bagian
Pernyataan pendapat-argumentasi-penegasan ulang
Orientasi-argumentasi-penutup
Pembuka-isi-penutup
Abstraksi-orientasi-krisis-reaksi-koda
Bacalah teks berikut ini!
Suatu hari guru menerangkan tentang biopori di depan kelas. “ Biopori itu bisa dijadikan sebagai salah satu usaha menghindari banjir”jelasnya. “Sekarang, Ibu beri tugas pada kalian untuk membuat biopori di sekitar rumah, lalu kalian foto. Fotonya nanti ditempel di buku tugas dan berikan deskripsi”. Tiba-tiba seorang anak berkomentar.”Syukurlah Bu, jalan menuju rumah saya sudah banyak bioporinya, tapi kata bapak itu bukan untuk menanggulangi banjir, melainkan biopori akibat sering banjir”. Mendengar itu semua anak dan Bu guru tertawa.
Kalimat yang menunjukkan krisis adalah…
Suatu hari guru menerangkan tentang biopori di depan kelas.
“Biopori itu bisa dijadikan sebagai salah satu usaha menghindari banjir”jelasnya.
Sekarang, Ibu beri tugas pada kalian untuk membuat biopori di sekitar rumah, lalu kalian foto.
”Syukurlah Bu, jalan menuju rumah saya sudah banyak bioporinya, tapi kata bapak itu bukan untuk menanggulangi banjir, melainkan biopori akibat sering banjir”
Mendengar itu semua anak dan Bu guru tertawa.
Susunlah anekdot berikut ini sesuai dengan strukturnya!
1. Bu guru pun tersenyum
2. Siapa yang bisa membuat perumpamaan bagi penegakan hukum di negeri kita? Tanya Bu guru di depan kelas.
3. Bu guru bertanya kenapa disebut hukum kantong kresek
4. Tidak lama kemudian seorang anak menjawab dengan lantang
5. Hukum kantong kresek Bu, kata anak itu.
6. Hanya bisa menyelesaikan kasus kecil Bu, kalau kasus besar tidak pernah muat.
1-2-3-4-5-6
2-4-5-3-6-1
2-4-3-5-1-6
1-2-4-5-3-6
3-2-1-4-5-6
Bacalah teks berikut ini!
Di gubuk pinggir sawah, ada seorang anak kecil dan bapaknya sedang menunggu padi dari serangan burung.
Anak: Pak, kenapa burung tidak boleh makan padi kita?
Bapak: kalau dimakan burung, nanti kita tidak bisa makan.
Anak: kalau tidak boleh makan padi, nanti burung makan apa, makan batu, Pak?
Topik cerita di atas adalah ….
Bapak yang tanggung jawab
Anak yang cerdas
Pikiran anak yang polos
Padi yang berisi
Burung yang malang
Bacalah paragraf berikut ini!
1. Pak ari sudah kecanduan rokok. Setiap harinya, pak Ari menghabiskan sebungkus rokok.
2. Istrinya sudah memperingatkan tapi pak Ari tetap tidak bisa menghentikan kebiasaannya.
3. Pak Ari merokok di teras. Istrinya datang menghampirinya.
4. Coba bapak baca peringatan yang ada di bungkus rokok itu! kenapa masih saja merokok?
5. Pak Ari hanya terdiam, istrinya marah-marah meninggalkan pak Ari.
Bagian koda adalah kalimat ...
1
2
3
4
5
Bacalah teks di bawah ini!
Pak Surat sudah pensiun dari guru. Beliau menikmati masa pensiunnya dengan bahagia.
Akri: Wah, enak ya pak, sudah pensiun. Punya bisnis baru tidak, pak?
Pak Surat: Punya. Sekarang saya punya profesi baru yaitu MC.
Akri: Bapak MC, toh? Semua acara, bisa kan, pak? Besok kalau saya mantu, Bapak yang MC, ya!
Pak Surat: Bukan MC, Manajer Ceremony tapi Momong Cucu.
Akri menepuk pundak pak Surat sambil tertawa.
Pesan teks di atas adalah.…
berbagilah dengan orang lain
hiduplah secara berdampingan
jangan mencampuri urusan orang lain
walaupun sudah tua, tetaplah berkarya
hiduplah bahagia bersama keluarga sampai akhir hayat
Bacalah teks berikut ini!
Seorang Bapak sedang memarahi anaknya karena bangun selalu siang. Ia mendapat laporan dari guru anaknya bahwa anaknya selalu terlambat ke sekolah. Namun, seperti menepuk air di dulang sang Bapak kaget sekali ketika anaknnya bilang “Bagaimana Bapak tahu saya bangun jam 7? Kan bapak bangun jam 8”
Pesan yang disampaikan dalam anekdot tersebut disampaikan dalam bentuk….
Abstraksi
peribahasa
antonim
kalimat retoris
paparan
