wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Pendidikan Inklusif

Total questions: 10

Worksheet time: 7mins

Name
Class
Date
1.

Undang-Undang Dasar yang menekankan penyelenggaraan pendidikan inklusif terdapat pada pasal ...

a)

Pasal 1 ayat 1

b)

Pasal 30 ayat 2

c)

Pasal 31 ayat 1

d)

Pasal 2 ayat 1

2.

Undang-undang No. 20 tahun 2003 pasal 3 mengungkapkan tentang ....

a)

Setiap penyandang cacat mempunyai hak dan kesempatan yangsama dalam segala aspek kehidupan dan penghidupan. Surat Edaran Dirjen Dikdasmen Depdiknas No.380/C.C8/MN/2003 tanggal 20 Januari 2003. Perihal pendidikan inklusi:

Menyelenggarakan dan mengembangkan disetiap kabupaten/kota sekurang-kurangnya 4 (empat) sekolah yang terdiri dari: SD, SMP, SMA, SMK.

b)

setiap warga Negara berhak mendapatkan pendidikan”.Ayat (2) “setiap warga Negara wajib mengikuti pendiddikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya

c)

Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat,berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

d)

Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya

3.

Perbedaan mendasar dari pendidikan inklusif, segregasi dan terpadu adalah...

a)

Pendidikan inklusif memberikan layanan yang sesuai dengan kemampuan anak dengan sistem bahwa anak digabung dengan anak pada umumnya di kelas yang sama, pendidikan terpadu sistemnya adalah anak pada umumnya digabung dalam satu kelas namun ABK diharuskan mengikuti sistem yang ada di sekolah, pendidikan segregasi adalah sekolah khusus yang diterapkan hanya bagi anak berkebutuhan khusus saja.

b)

Pendidikan terpadu megharuskan anak ABK mengikuti sistem yang ada di sekolah, sekolah inklusif tidak memberikan layanan khusus terhadap anak ABK dan sekolah segregasi merupakan sekolah khusus bagi anak ABK

c)

Pendidikan segregasi merupakan sistem yang menggabungkan anak abk dengan anak pada umumnya dalam satu kelas yang sama, pendidikan inklusif merupakan sistem terpisah yang dikhususkan hanya untuk anak abk saja, dan pendidikan terpadu merupakan sistem yang menyediakan layanan khusus untuk anak ABK

d)

Pendidikan inklusif dan pendidikan terpadu sama-sama memberikan layanan terhadap anak berkebutuhan di kelas tertentu, sedangkan pendidikan segregasi merupakan sistem sekolah khusus yang terpisah dengan anak pada umumnya

4.

Dalam elemen dasar prinsip pendidikan inklusif salah satunya terdapat interaktif promotif, maksudnya adalah...

a)

Suasana yang diciptakan agar psoses kolaboratif dapat berjalan dengan lancar

b)

Guru mendorong agar siswa mencapai perkembangan kognitif taraf tinggi dan kreatif agar mampu berfikir independen. Berkenaan dengan semakin majunya ilmu dan teknologi, pendidikan inklusif sangat menekankan agar siswa memiliki keterampilan belajar dan berpikirguru mendorong agar siswa mencapai perkembangan kognitif taraf tinggi dan kreatif agar mampu berfikir independen. Berkenaan dengan semakin majunya ilmu dan teknologi, pendidikan inklusif sangat menekankan agar siswa memiliki keterampilan belajar dan berpikir

c)

upaya untuk saling menolong dan saling memberi motivasi dalam belajar

d)

Setiap anak memiliki kemampuan dan kebutuhan yang berbeda-beda, oleh karena itu pendidikan harus diusahakan untuk menyesuaikan dengan kondisi anak

5.

Berikut prinsip pendidikan inklusif yang dikemukakan oleh Abdul Salim Choiri dan Munawir Yusuf kecuali...

a)

Prinsip pemerataan dan peningkatan mutu

b)

Prinsip persamaan hak dalam Pendidikan

c)

Prinsip kebutuhan individual

d)

Prinsip kebermaknaan

6.

Model pendidikan inklusif yang dikemukakan oleh Brent Hardin dan Marie Hardin adalah berdasarkan bahwa asumsi peserta didik normallah yang dimasukkan ke dalam kelas yang berisi peserta didik berkebutuhan khusus, disebut apakah model pendidikan inklusif tersebut...

a)

Full Inclusion

b)

Partial Inclusion

c)

Mainstreaming

d)

Reverse Inclusive

7.

Seorang siswa berkebutuhan khusus bersekolah pada sekolah yang sudah berlabel inklusif namun sewaktu-waktu siswa akan dikeluarkan dari kelas tersebut lalu dipindah ke kelas khusus, sistem ini disebut....

a)

Pull-out

b)

Cluster

c)

reguler penuh

d)

kelas khusus dengan berbagai pengintegrasian

8.

3 komponen dasar yang menjadi asumsi pendidikan inklusif adalah sebagi berikut, kecuali....

a)

Lingkungan yang tidak membatasi

b)

Akomodasi Kebutuhan setiap anak

c)

Keberterimaan yang positif

d)

Mengurangi perbedaan yang ada

9.

Faktor pendukung pendidikan inklusif yang berasal dari faktor eksternal sekolah adalah..

a)

Adanya kepedulian pemerintah, baik pemerintah pusat, propinsi maupun daerah untuk mendukung penyelenggara pendidikan inklusif sesuai dengan tujuan pendidikan nasional

b)

Kebijakan sekolah yang mendukung dengan penjabaran peran dan tanggung jawab yang jelas dari setiap staff ataupun pendidik

c)

Adanya rencana pembelajaran individu untuk anak-anak didik yang memiliki masalah belajar dan perilaku yang signifikan.

d)

Kemampuan guru dalam mengajar dan strategi menerapkan kurikulum yang tepat di kelas.

10.

Bunyi PP no. 13 tahun 2020 pasal 2 mengenai kemajuan pengaturan pendidikan inklusi di Indonesia adalah...

a)

Setiap warga Negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya

b)

Setiap kabupaten/kota diwajibkan menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan inklusif di sekurang-kuranya 4 (empat) sekolah yang terdiri dari SD, SMP, SMA, SMK

c)

Penyediaan akomodasi yang layak di bidang pendidikan bertujuanuntuk menjamin terselenggaranya dan atau terfasilitasinya pendidikan untuk peserta didik penyandang disabilitas oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah

d)

tujuan pendidikan nasional adalah berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlak mulia, sehat, cakap, kreatif, mendiri dan menjadi Warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab