wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

KS LAT 16 Oktober 2020

Total questions: 10

Worksheet time: 6mins

Name
Class
Date
1.

Di bawah ini yang merupakan tujuan uji potensi pada vaksin? (PILIH 2)

a)

Memastikan keamanan tiap lot vaksin ketika digunakan

b)

Mendeteksi lot vaksin dengan tingkat potensi klinis rendah

c)

Mengkonfirmasi kesesuaian respon klinis vaksin meskipun vaksin tidak selalu diuji secara klinis

d)

Mengetahui stabilitas tiap lot vaksin

2.

Parameter apa saja yang perlu diperhatikan dalam pemilihan metode uji potensi? (PILIH 2)

a)

Jenis vaksin (live, killed, subunit)

b)

Suhu penyimpanan vaksin (4, -20 oC)

c)

Mekanisme kerja vaksin

d)

Bentuk sediaan vaksin (emulsi, freeze-dried)

3.

Uji potensi vaksin X dilakukan dengan mengukur total antigen X di dalam vaksin & dibandingkan terhadap kurva standar menggunakan ELISA. Uji demikian termasuk ke dalam golongan tipe dan metode uji potensi apa?

a)

Uji massa antigen | Biochemical assay

b)

Uji massa antigen | In-vitro assay

c)

Uji potensi relatif | In-vivo assay

d)

Uji potensi relatif | In-vitro assay

4.

Contoh vaksin terlisensi yang menggunakan biochemical assay sebagai metode uji potensi adalah?

a)

Vaksin polio (live)

b)

Vaksin difteri-tetanus

c)

Vaksin rotavirus

d)

Vaksin Hib

5.

Vaksin B mengandung 3 antigen virus sejenis (virus B) namun berbeda tipe/clade (B1, B2, dan B3). Dalam uji potensi vaksin B, metode yang dipilih harus dapat memverifikasi potensi dari tiap antigen. Pemilihan metode uji tersebut mempertimbangkan parameter apa?

a)

Spesifisitas

b)

Sensitivitas

c)

Robustness

d)

Presisi

6.

Dalam studi kasus vaksin HPV, terjadi peralihan metode uji potensi dari in-vivo menjadi in-vitro. Kemungkinan apa yang menyebabkan produsen vaksin HPV memilih metode tersebut? (PILIH 2)

a)

Metode uji in-vivo memiliki variasi hasil uji yang tinggi (presisi rendah)

b)

Metode uji in-vivo diketahui tidak kompatibel dalam mengevaluasi vaksin HPV

c)

Metode uji in-vitro lebih cepat dan high-throughput

d)

Metode uji in-vitro memerlukan lebih sedikit hewan uji

7.

Virus G memiliki karakteristik mampu melisis sel TK12. Virus tersebut diproduksi dalam bentuk vaksin live. Secara umum, uji potensi berbasis in-vitro apa yang paling tepat untuk digunakan?

a)

Plaque Assay

b)

ELISA (Immunoassay)

c)

Reverse Phase HPLC

d)

Flow cytometry

8.

Vaksin S diketahui mengandung virus live & produksi antibodi netralisasi adalah mekanisme kerja utamanya. Potensi uji vaksin S dilakukan menggunakan ayam karena kultur sel yang cocok tidak tersedia. Metode apa yang paling tepat untuk melengkapi uji potensi tsb?

a)

Uji TCID50 untuk menghitung virus dalam organ ayam

b)

Uji ELISA untuk mengukur jumlah antibodi netralisasi S dalam serum ayam

c)

Uji qPCR untuk mengukur jumlah virus dalam vaksin

d)

Uji flow cytometry untuk mengukur jumlah sistem imun seluler CD8 pada ayam

9.

Vaksin Y memiliki kandungan antigen bakteri Y dan diproduksi dalam bentuk vaksin killed. Mekanisme kerja vaksin Y belum diketahui secara pasti apakah berasal dari sistem imun humoral atau seluler. Metode uji potensi apa yang paling sesuai untuk kasus tersebut?

a)

In Vivo Assay

b)

In Vitro Assay (Plaque Assay)

c)

In Vitro Assay (Immunoassay)

d)

Biochemical Assay

10.

Dalam studi kasus vaksin MMR, bagaimana cara mengevaluasi masing-masing antigen measles dan mumps yang sama-sama mampu menginfeksi sel Vero dalam uji potensi vaksin secara in vitro?

a)

Menggunakan kultur sel TK12

b)

Melihat jenis kerusakan sel yang disebabkan oleh measles dan mumps

c)

Membuat seri pengenceran

d)

Netralisasi salah satu antigen