wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

PH Cerpen

Total questions: 40

Worksheet time: 1hrs 20mins

Name
Class
Date
1.

Bacalah kutipan cerpen berikut!

Suatu ketika, guruku sedang menerangkan pelajaran. Temanku itu tidak mengerti pelajaran yang diikutinya dan aku pun tidak memahaminya. Dia bertanya padaku dan aku menjawab tidak tahu jawabannya karena memang aku tidak tahu. Akan tetapi, betapa terkejutnya diriku karena begitu aku menjawab tidak tahu, kata-kata pedas mulai menyakiti diriku ini. Aku dicacci maki. Aku sudah tidak tahan akan sikapnya.

Latar dalam cuplikan cerpen di atas adalah ...

a)

kamar

b)

rumah

c)

ruang kelas

d)

ruang aula

2.

Bacalah kutipan cerpen berikut!

Suatu ketika, guruku sedang menerangkan pelajaran. Temanku itu tidak mengerti pelajaran yang diikutinya dan aku pun tidak memahaminya. Dia bertanya padaku dan aku menjawab tidak tahu jawabannya karena memang aku tidak tahu. Akan tetapi, betapa terkejutnya diriku karena begitu aku menjawab tidak tahu, kata-kata pedas mulai menyakiti diriku ini. Aku dicacci maki. Aku sudah tidak tahan akan sikapnya.

Peristiwa yang dialami tokoh dalam kutipan cerpen di atas adalah ...

a)

Ketidakpahaman seorang teman terhadap pelajaran yang diberikan guru

b)

Ketidakpahaman tokoh aku terhadap pelajaran yang diberikan guru

c)

Seorang teman bertanya pelajaran terhadap tokoh aku

d)

Caci maki seorang teman kepada tokoh karena jawaban tidak tahu tokoh lain.

3.

Bacalah kutipan cerpen berikut dengan cermat.

Kami tiba di terminal. "Lebih baik, Om naik Indah Murni saja," kataku. "Bis ini lewat tol, paling-paling cuma setengah jam ke Cililitan."

Kutipan cerpen di atas menggambarkan latar tempat di ...

a)

Cililitan

b)

Bus Indah Murni

c)

terminal

d)

jalan tol

4.

Bacalah kutipan cerpen berikut.

Pagi itu indah sekali di Baturaden. Matahari bersinar cerah menimpa pohon-pohon cemara yang kelihatan hijau berkilat. Puncak Gunung Slamet muncul di atas warna-warna hijau kebiruan alam di sekitarnya. Langit-langit sangat bersih, biru cerah, menjadi latar belakang yang menonjolkan kegagahan gunung itu.

Pembuka cerpen di atas merupakan deskripsi rinci tentang ...

a)

penokohan

b)

konflik

c)

tema

d)

setting/latar

5.

Bacalah kutipan teks cerpen berikut.

Bobi suka sekali membaca majalah. Saat sedang membaca, ia tidak mau diganggu. Selain membaca, ia juga selalu mencoba untuk menulis pada secarik kertas. Di ruang belajarnya, terdapat tumpukan kertas yang berisi tulisan-tulisannya. Ternyata, yang ditulis oleh Bobi adalah sebuah cerpen.

Watak Bobi pada cuplikan tersebut adalah ...

a)

rajin, suka membaca, berkemauan keras

b)

rajin, tidak mau bergaul, keras kepala

c)

acuh tak acuh, egois, idealis

d)

pendiam, rajin bekerja, kepala batu

6.

Sarjo mempersilakan Pak Sukardi beserta anak buahnya untuk masuk ke rumahnya melihat tanaman koleksi Sarjo sekaligus mampir untuk beristirahat. Pak Sukardi kaget melihat koleksi Sarjo. Ternyata Sarjo memiliki bonsai yang lebih banyak daripada koleksi di rumahnya.

"Mas, saya ingin membeli bonsai yang berpot besar itu!"

"Sudah Pak, ambil saja! Saya sudah sejak kecil mengumpulkan ini semua."

(Andi Dwi Handoko, "Bonsai")


Karakter tokoh Sarjo dalam kutipan teks tersebut adalah ....

a)

ramah, telaten, dermawan

b)

rajin, pemarah, teliti

c)

ceroboh, malas, kaya

d)

cermat, pelit, perhitungan

7.

Ia sendiri tersenyum basah, mengenakan toga dan memegang ijazah kelulusan. Rambutnya telah dipotong pendek. Alangkah syahdunya subuh itu datang sementara suara sember masih saja terdengar dari tape recorder yang disetel penjual roti bakar.

(Resta Gunawan, "Dini Hari di Sudut Kampus")


Hal penting yang terdapat dalam kutipan teks tersebut tentang ....

a)

agama

b)

pendidikan

c)

sosial

d)

budaya

8.

Di dalam ruangan yang menyeramkan itu, dinding-dindingnya menatapku tajam.


Kalimat tersebut bermajas....

a)

ironi

b)

metafora

c)

simile

d)

personifikasi

9.

(1)"Apakah peranku bagimu, silumankah aku?" tak ada jawabmu, hanya angin berdesir di sekeliling kita. (2)Bulan pucat tak bisa menyembunyikan senyumanmu demi melihat kerutan di dahiku. (3)Biarlah menjadi rahasia alam akan apa yang kita rasakan ini. (4)Jangan lagi memaknainya, menanyakannya atau mengharapkannya esok hari.

Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar malam hari terdapat pada nomor ….

a)

(1)

b)

(2)

c)

(3)

d)

(4)

10.

Kuingin kau berbohong padaku. Seperti yang kau utarakan kemarin, dan yang kemarin dulu itu. Ketika mentari meredup berpendar di pucuk daun sebelah barat rumah dan ketika kerumunan itu tak lagi bersamamu, kau mulai dengan kisah kebohonganmu yang pertama kepadaku.

Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar waktu sore adalah.…

a)

Mentari meredup

b)

Ketika kerumunan tidak bersama

c)

Mentari di sebelah barat

d)

mentari berpendar

11.

Bacalah kutipan cerpen berikut!

“Selanjutnya, masalah pengobatan dana perawatan, biar nanti seluruh guru di sini memikirkan,” tegas Bu Eli. Pak Bon bersikeras tidak mau dibawa ke rumah sakit. Pak Bon memang seorang berpendirian kuat. Meskipun bukan orang kaya, ia tidak mau dibantu begitu saja. Semua guru yang mengunjunginya, hanya menggelengkan kepala, kagum akan keteguhan Pak Bon.

Cara pengarang menggambarkan watak tokoh Pak Bon adalah…

a)

Dialog antartokoh

b)

Pelukisan tindakan.

c)

Diceritakan tokoh lain

d)

Diceritakan pengarang

12.

Bacalah kutipan cerpen berikut!

(1) Setiap pagi dari jendela kendaraan Papa, Rani selalu mngucapkan terima kasih dan berpesan agar tidak mengebut dan tidak lupa makan siang. (2) Papa yang harus melanjutkan perjalanan ke kantor, selalu tersenyum cerah mendengar pesan Rani. (3) Ia merasa sangat bangga pada karakter putrinya. (4) Rani, putri semata wayang yang sangat membanggakan kedua orang tuanya.

Bukti watak tokoh Rani penyayang dalam cerpen tersebut tergambar pada nomor …

a)

(1)

b)

(2)

c)

(3)

d)

(4)

13.

Ibunya bekerja membanting tulang demi menghidupi kesepuluh anaknya.


Kalimat tersebut bermajas....

a)

Personifikasi

b)

Ironi

c)

Simile

d)

Metafora

14.

Rapi sekali seragammu yang tak pernah disetrika itu, terlihat seperti kertas yang diremas-remas.


Kalimat tersebut mengandung majas....

a)

ironi

b)

metafora

c)

personifikasi

d)

simile

15.

Difa selalu beruntung seperti Dewi Fortuna menyertainya.


Kalimat tersebut mengandung majas....

a)

ironi

b)

simile

c)

metafora

d)

personifikasi

16.

Wanita dua puluh limaan, memakai gaun sutera hitam berkerah rendah, tas tangan merah, sepatu hak tinggi warna senada, jam tangan bermerek, serta memakai kacamata hitam turun dari kursi belakang. Lalu berjalan, diikuti pria tinggi besar yang memayunginya, menghampiri Sobri. Wanita itu membuka kacamatanya. Matanya merah, sembab. Kantung bawah matanya menghitam, cembung. Kontras sekali dengan kulit wajahnya yang putih bersih.

(Shofi Al Khansa, "Sampah Bertuah")


Gambaran tokoh wanita dideskripsikan melalui hal berikut, kecuali ....

a)

umur

b)

pakaian

c)

gerak geriknya

d)

perawakannya

17.

(1) “Sedekah, Pak,” ujar ibu di depanku membuyarkan kegilaanku. (2) Aku menggeleng. (3) Ibu itu kembali menoleh kepadaku, tetapi aku tetap menggeleng. (4) Aku sadar akan kekurangan dan kemiskinan yang juga menjeratku. (5) Haruskah aku menolong, padahal saat ini aku juga sedang membutuhkan pertolongan? (6) Apa salahnya aku memberikan sedikit dari yang kumiliki.


Bagian yang membuktikan rasa kebimbangan tokoh utama terdapat dalam kalimat nomor ….

a)

(1)

b)

(3)

c)

(4)

d)

(5)

18.

Hari ini cuaca begitu cerah suasana jiwaku yang penat karena setumpuk tugas. Namun, sekarang aku harus mulai bangkit dari tidurku dan mandi karena pagi ini aku harus bekerja keras.


Latar waktu kutipan cerpen adalah ....

a)

Pagi hari

b)

Siang hari

c)

Sore hari

d)

Malam hari

19.

“Setidak-tidaknya, sebagai gambaran apakah Anda bersedia seandainya nanti Dewan Komisaris menunjuk Anda sebagai wakil saya?” Taksu menunduk, “Saya sungguh tidak berani mengatakan apa-apa sebelum terjadi.”


Karakter Taksu sesuai dengan penggalan cerita tersebut adalah ….

a)

sombong

b)

rendah hati

c)

penakut

d)

jujur

20.

Bila seseorang bertanya pekerjaan apa yang saya lakukan, maka saya tak mampu menjawabnya. Wajah saya langsung menjadi merah padam dan tergagap-gagap. Saya cemburu terhadap orang yang bisa mengatakan, “Saya tukang batu.”


Watak tokoh saya dalam penggalan cerita tersebut adalah ….

a)

pemalu

b)

penakut

c)

pembohong

d)

pendiam

21.

Di sinilah ayah dulu mengajariku berenang, mengajariku bunyi geletar punggung buaya lapar dan kecipak anak-anak ikan kemuring. Di sini juga ayah mendidikku membedakan suara katak daun dan suara keciap ular manau, yang menyaru suara katak untuk melahapnya. Sering aku dan ayah menyusupi celah-celah nifah, menyelam di bawah gemerisik pelepahnya, saling menguji ketahanan dengan tidak bernapas. Lamunanku buyar ketika telapak kakiku yang mencelup air dikerumuni ikan nari dan batu tempat aku duduk tidak tersinari lantaran matahari hampir tenggelam.


Latar kutipan cerpen tersebut adalah…

a)

di hutan, pagi hari

b)

di desa, siang hari

c)

di sungai, sore hari

d)

di sungai, malam hari

22.

Pikiranku langsung terlempar dalam kenangan saat aku kelas enam SD waktu mencium bau obat yang menyengat dalam ruangan ini. Suatu hari sepulang sekolah aku langsung menuju ruang Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit umum karena sakit perut yang membuatku tidak bisa berjalan, hanya bisa mengerang.Semula aku masih bisa menahan rasa takut berada di sekeliling orang yang terbaring di atas kasur tipis beralaskan seprai putih, sampai tiba-tiba segerombolan perawat berpakaian putih mendorong dengan cepat sebuah kasur beroda dan dihentikannya tepat di sebelah kasurku. Di atasnya terbaring pria botak berlumur darah. Dia tidak bergerak sama sekali. Mulutnya menganga, mata terpejam menghadapku. Kata orang yang mengantar, orang di sebelahku ini kecelakaan sepeda motor. (Benjolan, karya Harry Pratama)


Sudut pandang yang digunakan dalam penggalan cerpen di atas adalah ….

a)

orang pertama sebagai tokoh utama

b)

orang pertama sebagai tokoh sampingan

c)

orang ketiga serba tahu

d)

orang ketiga terbatas

23.

Pikiranku langsung terlempar dalam kenangan saat aku kelas enam SD waktu mencium bau obat yang menyengat dalam ruangan ini. Suatu hari sepulang sekolah aku langsung menuju ruang Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit umum karena sakit perut yang membuatku tidak bisa berjalan, hanya bisa mengerang.Semula aku masih bisa menahan rasa takut berada di sekeliling orang yang terbaring di atas kasur tipis beralaskan seprai putih, sampai tiba-tiba segerombolan perawat berpakaian putih mendorong dengan cepat sebuah kasur beroda dan dihentikannya tepat di sebelah kasurku. Di atasnya terbaring pria botak berlumur darah. Dia tidak bergerak sama sekali. Mulutnya menganga, mata terpejam menghadapku. Kata orang yang mengantar, orang di sebelahku ini kecelakaan sepeda motor. (Benjolan, karya Harry Pratama)


Permasalahan yang diangkat dalam penggalan cerpen di atas adalah ….

a)

ketakutan tokoh aku menyaksikan korban kecelakaan di rumah sakit

b)

ketakutan tokoh aku disuntik obat bius

c)

korban kecelakaan di rumah sakit

d)

kekuatiran tokoh ketika diperiksa dokter di rumah sakit

24.

"Memandang bagaimana ruang dan waktu bersekutu, menjelmakan alam itu untuk mataku"


Majas yang digunakan dalam kutipan tersebut adalah ...

a)

Sinisme

b)

Personifikasi

c)

Metafora

d)

Ironi

25.

Bacalah kutipan cerpen berikut!

Sebuah mobil colt berplat nomor merah berhenti persis di depan kedai kasur Alin. Murni berdebar-debar, kalau-kalau orang yang turun dari mobil itu utusan hotel yang memesan tiga puluh kasur single itu.

Kata tercetak miring tersebut mengandung makna....

a)

bangunan tempat memproduksi barang

b)

bangunan tempat berjualan

c)

bangunan tempat menitipkan barang

d)

bangunan tempat menumpuk barang

26.

(1) Boleh jadi, itu sikap angkuhnya seorang yang sukses dan kaya menghadapi pemuda kere macam aku. (2) Sebagai pimpinan sebuah bank papan atas di negeri ini, mungkin dia tak rela hati anak gadisnya kupacari. (3) Jadi, amat wajar dia kelihatan tidak suka terhadapku. (4) Apalagi tampangku tidak keren kayak aktor Nicholas Saputra, sementara wajah Mawar memang cakep. (5) Kamu sendiri bilang, Mawar mirip Dian Sastro dengan bodi semampai macam Luna Maya (padahal menurutku, Mawar lebih mirip penyanyi kesukaanmu, Mulan Jamila).


Bukti bahwa watak tokoh ‘dia’ pada kutipan cepen tersebut sombong terletak pada kalimat bernomor .…

a)

(1) dan (2)

b)

(2) dan (3)

c)

(3) dan (4)

d)

(4) dan (5)

27.

Minggu pagi yang cerah Ardi, Handi, dan Dani berada di Candi Trowulan. Mereka merupakan siswa pilihan dari sebuah SMP yang sedang melakukan tugas pengamatan untuk karya ilmiah remaja. Di tengah keramaian orang yang sedang berwisata, mereka sibuk menyelesaikan laporannya.


Paragraf di atas merupakan bagian dari struktur ...

a)

Resolusi

b)

Orientasi

c)

Komplikasi

d)

Deskripsi

28.

Pagi ini cuaca begitu cerah suasana jiwaku yang penat karena setumpuk tugas. Namun, sekarang aku harus mulai bangkit dari tidurku dan mandi karena pagi ini aku harus bekerja keras.

Kutipan cerpen di atas menggunakan sudut pandang ...

a)

Orang ketiga diluar jalan cerita

b)

Orang ketiga serba tau

c)

Orang pertama pelaku sampingan

d)

Orang pertama pelaku utama

29.

Parjimin adalah tukang batu, tetangga Kurdi. Lumayan bagi mereka, mendapat proyek baru. Rupanya, proyek rumah gedong itulah yang selalu diperbincangkan Kurdi di setiap kesempatan. Di tempat perhelatan nikah, supitan, di tempat kerja bakti, sarasehan kampung, sampai ronda malam. Dia senantiasa tidak lupa menceritakan rencananya membangun rumah gedongnya itu.


Berdasarkan kutipan cerpen tersebut, Kurdi bersifat …

a)

pemberani

b)

baik

c)

sombong

d)

egois

30.

Selalu. Ya, selalu. Empat hari yang lalu saja masih lekat benar di kepala Trimo, dua orang suruhan Pak Lurah datang ke rumahnya. Mestinya dia merasa bangga, utusan orang terhormat dan dituakan di desa itu mengunjungi rumahnya yang reyot. Tapi tidak, kedatangan mereka justru membuahkan kesedihan dan tangis. Dengan sikap yang terkesan dingin dan angkuh, kedua utusan Pak lurah itu meminta agar trimo melepaskan tanah miliknya. Katanya, ada bos besar dari Jakarta yang menghendaki tanahnya untuk membangun pabrik pengolahan batu kapur. (Panen Terakhir)

Kutipan teks tersebut merupakan alur bagian…

a)

klimaks

b)

pengenalan

c)

penyelesaian

d)

pemunculan konflik

31.

(1) “Sedekah, Pak,” ujar ibu di depanku membuyarkan kegilaanku. (2) Aku menggeleng. (3) Ibu itu kembali menoleh kepadaku, tetapi aku tetap menggeleng. (4) Aku sadar akan kekurangan dan kemiskinan yang juga menjeratku. (5) Haruskah aku menolong, padahal saat ini aku juga sedang membutuhkan pertolongan? (6) Apa salahnya aku memberikan sedikit dari yang kumiliki.


Bagian yang membuktikan rasa kebimbangan tokoh utama terdapat dalam kalimat nomor ….

a)

(1)

b)

(3)

c)

(4)

d)

(5)

32.

Tadi malam, Hidayat berpikir panjang mengenai hidupnya dan rencana hidupnya. “Tak mungkin aku terus-terusan begini, tidak menentu. Mesti ada sesuatu yang kukerjakan. Mesti ada sesuatu yang lebih produktif daripada yang kulakukan sekarang.Tapi apa? Modal tidak ada,” pikirnya. “Dalam keadaan seperti ini, yang harus kujual ialah jasaku, tenagaku, dan pikiranku.”


Amanat yang terkandung dalam kutipan cerita tersebut adalah ….

a)

Setiap orang pasti memiliki rencana.

b)

Kita tidak boleh menyerah pada keadaan.

c)

Hidup itu ada kalanya tidak menentu.

d)

Setiap orang perlu menjual jasanya, pikirannya, dan tenaganya.

33.

. Bacalah teks berikut ini!

. . . .

“Apa-apaan sih, elo? Posternya kan jadi sobek!!!”

“Sorry, Rin! Gue bener-bener nggak sengaja!”

Rinta sama sekali nggak ngegubris pembelaan Anya. Ia masih memandangi poster Blur kesayangannya yang kini sudah terbagi dua karena robek. “Rin, sorry,ya. Gue . . . .”

“Aah! Udah, deh! Pulang, sana!” potong Rinta kesal, matanya sudah sembap, hampir nangis. Anya nggak mau memperburuk keadaan. Ia pun langsung keluar dari kamar Rinta dan bergegas pulang.


Kutipan teks cerpen tersebut memuat bagian…..

a)

Orientasi

b)

Resolusi

c)

Komplikasi

d)

Koda

34.

Karena terlalu banyak variasi, mobil Pian tidak sempat sampai di pecenongan. Agaknya pecenongan juga sudah sepi. Di samping itu, Pian sendiri sudah lupa mau ke mana. Setelah putar-putar nabrak sana nabrak sini, entah berapa korban yang jatuh, mobilnya mulai batuk-batuk. Periksa punya periksa rupanya bensinnya mulai habis.


Kalimat yang digarisbawahi merupakan ciri kalimat yang menggunakan majas …

a)

Simile

b)

personifikasi

c)

metafora

d)

perbandingan tidak langsung

35.

Bacalah kutipan teks berikut

Nerissa meraih kuas yang tergeletak di lantai, tapi ia tidak langsung melukis. Ia ragu-ragu untuk memulainya. Ia belum pernah melukis manusia sebelumnya. Ia selalu menggambar pemandangan dan hewan saja.


Cuplikan tersebut berisi tentang ....

a)

keraguan Nerissa ketika akan melukis

b)

gambar pemandangan dan hewan karya Nerissa

c)

kebiasaan Nerissa dalam melukis

d)

kuas milik Nerissa

36.

"Sama sekali tidak," sahut saya. "Menurut kami, disamping menaruhkan takdir di tangan Tuhan, si penderita tetap mesti berjuang untuk mendapatkan kesehatannya kembali. Dan seperti Tuan katakan, dengan kekuatan yang kami peroleh dari sumber Ketuhanan itu, kami memang percaya bisa sembuh kembali sebab dokter yang paling pandai dan obat yang paling manjur tidak akan ada artinya, bila jiwa lemah diseret penyakit


Nilai moral dari kutipan cerpen yang dapat digunakan pada masa sekarang adalah...

a)

selalu bersyukur dan ikhlas menjalani kehidupan sehari-hari

b)

selalu berusaha dan memasrahkan diri terhadap takdir Tuhan

c)

selalu percaya dan mengharap kebaikan Tuhan Yang Maha Esa

d)

selalu optimis dan yakin menghadapi berbagai masalah

37.

(1) Aku ingin menumpahkan dendam setelah lama aku siapkan. (2) Dua puluh lima tahun. (3) Aku bergelar sarjana hukum dan pengacara termuda tersohor di negeri ini. (4) Aku punya uang dan tangan yang siap membalaskan dendamku. (5) Hanya saja, setiap niat itu aku beritahukan kepada kedua saudaraku, keduanya akan berkhutbah kepadaku, “Jangan balaskan kejahatan dengan kejahatan, tetapi kalahkan kejahatan dengan kebaikan.”


Bukti watak tokoh Aku pendendam terdapat pada kalimat nomor....

a)

(1) dan (2)

b)

(1) dan (4)

c)

(2) dan (5)

d)

(3) dan (4)

38.

“Huek, pahit, Nek. Dinda nggak suka. Nggak mau kopi ah!”

Nenek Aida tetap tersenyum. Ia teruskan kegiatannya membuat kopi. Setelah dua cangkir kopi itu jadi, dengan enggan kubantu nenek membawa salah satu cangkir kopi itu ke ruang tamu.

“Dinda nggak mau kopinya, Nek... pahit... kopi Dinda buat Nenek aja deh....”

“Dalam kehidupan ini mungkin kita mengalami berbagai kejadian. Tahukah Dinda, semua kepedihan dan kebahagiaan itu menjadikan hidup lebih istimewa. Mengerti?”


Pesan dalam kutipan cerpen tersebut yaitu....

a)

Dalam kehidupan ini kita akan mengalami berbagai kejadian yang menyenangkan.

b)

Hidup yang istimewa adalah hidup yang dapat menerima kepedihan.

c)

Kita harus menerima kenyataan bahwa dalam hidup ada peristiwa membahagiakan dan menyedihkan.

d)

Dalam hidup dengarkanlah nasehat orang tua yang sudah berpengalaman dalam hidup.

39.

Kelihatan seorang kakek berjalan bersama cucunya seorang gadis belia yang cantik. Mereka duduk di bawah pohon yang rindang. Gadis itu meminta kakeknya menceritakan riwayat hidupnya, siapa sebenarnya kedua orang tuanya dan di mana mereka sekarang. Sang kakek terdiam sebentar, kemudian mulailah ia bercerita. “Delapan belas tahun yang lalu, seorang pemuda kota berjalan-jalan ke desa ini. Ia terpikat gadis cantik bunga desa ini, dan mereka pun menikah. Gadis cantik itu adalah putri kakek satu-satunya.


Latar tempat pada cerita di atas adalah...

a)

di perkampungan.

b)

di hutan rimba.

c)

di rumah singgah.

d)

di bawah pohon rindang.

40.

Anto dan adiknya sedang berjalan-jalan di taman. Mereka menemukan dompet yang terjatuh. Di dalam dompet tersebut terdapat tanda pengenal. Ternyata, dompet tersebut milik Pak Budi, tetangga mereka. Anto dan adiknya segera mengembalikan dompet tersebut kepada pemiliknya.


Watak tokoh Anto pada cerita tersebut adalah ....

a)

Jujur

b)

Sombong

c)

Iri hati

d)

Suka berbohong