NEW
Font size
WorksheetsUjian Akhir Semester Kep Jiwa
Total questions: 50
Worksheet time: 38mins
Intim, komunikasi perasaan terbuka, menerima orang lain sebagai individu yg bernilai & berbeda dari dirinya, dan empati,
Apakah yang dimaksud oleh pernyataan tersebut ?
Ciri mahluk sosial
Ciri hubungan yang sehat
Pengertian hubungan social menurut Rogers
Ciri hubungan yang sehat utmenurRogers
Ciri Mahluk saling membutuhkan
Anak mulai kembangkan diri, bina hubungan dengan teman sebaya dan mulai kenal kerjasama, kompetisi, kompromi. Konflik terjadi kegagalan pada masa ini menyebabkan hal-hal di bawah.
Yang manakah pernyataan yang tidak sesuai dengan pernyataan diatas ?
Frustasi
Putus asa
Merasa tidak mampu
Menarik diri
Perilaku Kekerasan
Tidak mampu merencanakan sesuatu, tidak mampu belajar dari pengalaman, penilaian yg buruk, tidak dapat diandalkan.
Apakah yang dimaksud oleh pernyataan di atas ?
Manipulation
Impulsivity
Narcissism
Loneliness
Withdrawal
Harga diri yang rapuh, secara terus menerus berusaha mendapatkan penghargaan dan pujian, sikap egosentris, pencemburu, marah jika tidak didukung.
Apakah yang dimaksud oleh pernyataan tersebut ?
Manipulation
Impulsivity
Narcissism
Loneliness
Withdrawal
Ganguan hubungan sosial dimana individu yang menganggap orang lain sebagai objek.
Apakah yang dimaksud oleh pernyataan tersebut ?
Manipulation
Impulsivity
Narcissism
Loneliness
Withdrawal
Adalah suatu proses diterimanya rangsang sampai rangsang itu disadari dan dimengerti.
Apakah yang dimaksud oleh pernyataan tersebut ?
sensori
persepsi
sensasi
gangguan sensori
gangguan persepsi
Seorang wanita 32 tahun belum menikah di bawa ke unit rawat jalan psikiatri dikarenakan tidak mau keluar kamarnya, muka kusut tidak memperhatikan kebersihan diri dan sulit diajak komunikasi oleh keluarganya dengan alasan malas hanya ingin berdiam diri dikamar saja. Klien berperilaku begitu dikarenakan diputuskan oleh pacarnya satu bulan yang lalu dan klien mengatakan hampir ingin bunuh diri saat pacarnya memutuskan hubungan percintaan mereka.
Apakah yang menjadi masalah utama pada pasien diatas?
Isolasi sosial
Perilaku kekerasan
Harga diri rendah
Depisit perawatan diri
Halusinasi
Seorang wanita 32 tahun belum menikah dibawa ke unit rawat jalan psikiatri dikarenakan tidak mau keluar kamarnya, muka kusut tidak memperhatikan kebersihan diri dan sulit diajak komunikasi oleh keluarganya dengan alasan malas hanya ingin berdiam diri dikamar saja. Klien berperilaku begitu dikarenakan diputuskan oleh pacarnya satu bulan yang lalu dan klien mengatakan hampir ingin bunuh diri saat pacarnya memutuskan hubungan percintaan mereka.
Apakah yang menjadi faktor presipitasi pasien diatas?
Stressor sosial Budaya
Stressor psikologis
Stressor biokimia
Stressor perkembangan
Stressor komunikasi dalam keluarga
Saat anda mengkaji klien yang mengalami isolasi soasial, dia mengatakan “dari dulu saya tidak suka di rumah, karena saya merasa orang asing yang menumpang di rumah orang tua saya”.
Apakah yang menjadi faktor predisposisi pasien diatas?
Faktor sosial budaya
Faktor psikologis
Faktor biokimia
Faktor perkembangan
Faktor komunikasi dalam keluarga
Seorang wanita 40 th tidak mau keluar kamarnya, muka kusut tidak memperhatikan kebersihan diri dan sulit diajak komunikasi oleh keluarganya dengan alasan malas hanya ingin berdiam diri dikamar saja.
Tindakan keperawatan manakah yang paling tepat anda berikan?
Penuhi kebutuhan biologis: monitor intake-output, bantu kebersihan diri klien, pertahankan sikap empati dan kesabaran
Jelaskan pentingnya aktivitas teratur
Diskusikan aktivitas yang biasa dilakukan
Jelaskan pentingnya penggunaan obat, Jelaskan akibat bila tdk menggunakan obat sesuai program
Bantu pasien melaksanakan aktifitas terjadwal
Nn. W (22tahun) dibawa ke Psychiatric Ward karena di rumah selalu bicara melantur dan mudah marah. Pada pengkajian awal W berkata “ aku ini adalah bidadari suster, masa sih suster tidak tahu, yaaa memang sih bidadari yang tidak terlalu cantik…. Tapi bidadari !!!” Menurut keluarga W berperilaku spt itu sejak 1 bulan yang lalu. Sebelumnya W sering berperilaku aneh seperti mengumpulkan pakaian berwarna putih, kalung mutiara putih dan bandana yang semua berwarna putih. Dan W sering memakainya didalam rumah. W adalah mahasiswa sebuah akademi pariwisata di Kota S, selama kuliah W jarang punya teman dekat, menurut W “teman-temanku itu semua cantik, menarik dan kaya, aku ingin seperti mereka, langsing dan cantik, nanti kalau sudah cantik baru aku mau berteman dengan mereka, kalau sekarang mana mau mereka berteman sama bidadari kere seperti aku”
1. Core problem dari masalah diatas adalah :
Perilaku kekerasan
Perubahan sensori persepsi : halusinasi
Isolasi sosial
Harga diri rendah
Defisit perawatan diri
mengumpulkan pakaian berwarna putih, kalung mutiara putih dan bandana yang semua berwarna putih. Dan W sering memakainya didalam rumah. W adalah mahasiswa sebuah akademi pariwisata di Kota S, selama kuliah W jarang punya teman dekat, menurut W “teman-temanku itu semua cantik, menarik dan kaya, aku ingin seperti mereka, langsing dan cantik, nanti kalau sudah cantik baru aku mau berteman dengan mereka, kalau sekarang mana mau mereka berteman sama bidadari kere seperti aku”
2. Cara yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki klien adalah dengan cara :
Mendiskusikan sejumlah kemampuan dan aspek positif yang dimiliki pasien seperti kegiatan pasien di rumah sakit, di rumah, dalam keluarga dan lingkungan adanya keluarga dan lingkungan terdekat pasien
Mendiskusikan dengan pasien kemampuan yang masih dapat digunakan saat ini
Bantu pasien menyebutkannya dan memberi penguatan terhadap kemampuan diri yang diungkapkan pasien
Mendiskusikan dengan pasien beberapa kegiatan yang dapat dilakukan dan dipilih sebagai kegiatan yang akan pasien lakukan sehari-hari
Bantu pasien menetapkan kegiatan mana yang dapat pasien lakukan secara mandiri, mana kegiatan yang memerlukan bantuan minimal dari keluarga dan kegiatan apa saja yang perlu batuan penuh dari keluarga
Nn. W (22tahun) dibawa ke Psychiatric Ward karena di rumah selalu bicara melantur dan mudah marah. Pada pengkajian awal W berkata “ aku ini adalah bidadari suster, masa sih suster tidak tahu, yaaa memang sih bidadari yang tidak terlalu cantik…. Tapi bidadari !!!” Menurut keluarga W berperilaku spt itu sejak 1 bulan yang lalu. Sebelumnya W sering berperilaku aneh seperti mengumpulkan pakaian berwarna putih, kalung mutiara putih dan bandana yang semua berwarna putih. Dan W sering memakainya didalam rumah. W adalah mahasiswa sebuah akademi pariwisata di Kota S, selama kuliah W jarang punya teman dekat, menurut W “teman-temanku itu semua cantik, menarik dan kaya, aku ingin seperti mereka, langsing dan cantik, nanti kalau sudah cantik baru aku mau berteman dengan mereka, kalau sekarang mana mau mereka berteman sama bidadari kere seperti aku”
3. Tujuan utama tindakan keperawatan pada klien di atas adalah :
Klien dapat mengontrol perilaku kekerasan
Membawa pikiran klien kembali ke dunia sebenarnya (realita
Harga diri klien meningkat
Klien dapat melakukan hubungan social
Klien dapat merawat dirinya sendiri
Perawat : Hai Ny. Lintang, saya Eli, saya perawat yang akan merawat anda hari ini dan besok. Saya merawat anda dari Jam 07.00 sampai dengan 15.00. Anda senang dipanggil siapa?
Klien : Hai Eli, panggil saya Lin-lin.
Perawat : Hari ini hujan, rasanya hilang sudah panas yang terjadi beberapa hari yang lalu
Klien : oh ya? Rasanya masih terasa panas disini
Perawat : Yah… mungkin karena jendela di ruangan ini belum dibuka, okey, apa saja yang sudah dilakukan hari ini Ina?
Teknik komunikasi terapeutik apakah yang digunakan oleh Perawat ?
Mendengarkan aktif
Pertanyaan terbuka
Restating
Refleksi
Eksplorasi
Perawat : Hai Pa Zulfan, saya Eni, saya perawat yang akan merawat anda hari ini dan besok. Saya merawat anda dari Jam 07.00 sampai dengan 15.00. Anda senang dipanggil siapa?
Pasien : Hai Suster Eni panggil saya Fan-fan .
Berada pada fase apakah komunikasi yang sedang dilakukan oleh Perawat?
Fase pre interaksi
Fase interaksi
Fase kerja
Fase terminasi
Fase akhir
Perawat : Hobi apa saja yang biasanya Ibu Lia lakukan ketika masih SMA?
Lia : Yah, saya biasanya berenang setiap minggu
Perawat : Lalu apa lagi yang dilakukan? Bersama teman misalnya?
Lia : Paling belajar bersama, shoping, oh ya, saya kadang kali menari Jaipong
Berada pada fase apakah komunikasi yang sedang dilakukan oleh Perawat?
Fase pre interaksi
Fase interaksi
Fase kerja
Fase terminasi
Fase akhir
Perawat : okey Yustira, setelah kita berbincang-bincang tentang hobi Yustira waktu sekolah dulu, bagaimana perasaan Yustira sekarang?
Yustira : saya senang, setidaknya ada yang menemani saya sebelum orang tua saya datang, makasih suster
Berada pada fase apakah komunikasi yang sedang dilakukan oleh Perawat?
Fase pre interaksi
Fase interaksi
Fase kerja
Fase terminasi
Fase akhir
Siapakah sasaran promosi kesehatan jiwa ?
Klien, Orang tua (keluarga)
Pendidik
Remaja dan dewasa yang beresiko
Organisasi kemasyarakatan
Tenaga non profesional
Peran Perawat dalam pemberian obat diantaranya adalah Koordinasikan obat dengan terapi modalitas dan Penkes, salah satu obat yang deiberikan adalah Obat Antipsikosis. Pilihlah dibawah ini sediaan obat antipsikosis yang sering dianjurkan.
Perfenazin
Lithium Karbonat
Amitriptilin
Amoksapin
Klomipramin
Peran Perawat dalam pemberian obat diantaranya adalah Koordinasikan obat dengan terapi modalitas dan Penkes, salah satu obat yang deiberikan adalah Obat Antipsikosis.Sebagai perawat saudara harus memahami efek samping obat tersebut, pilihlah efek samping obat psikosis dibawah ini
Gangguan Otonom (hipotensi, mulut kering,kesulitan miksi dan defekasi, hidung tersumbat, mata kabur, TIO meninggi,gangguan irama jantung)
Pengobatan jangka lama berupa : Mulut kering, haus, gangguan saluran cerna (mual, muntah, diare, feses lunak), kelemahan otot, poliuri, tremor halus
Tidak ada efek sedasi dan gangguan ekstrapiramidal
Efek neurologik ringan
Fatique, latergik, gangguan penglihatan
Peran Perawat dalam pemberian obat diantaranya adalah Koordinasikan obat dengan terapi modalitas dan Penkes, salah satu obat yang deiberikan adalah Obat Anti Mania. Pilihlah dibawah ini sediaan obat anti mania yang sering dianjurkan
Perfenazin
Lithium Karbonat
Amitriptilin
Amoksapin
Klomipramin
Pemberian Obat Antipsikosis sering berefek samping berupa Gangguan Ekstrapiramidal, di bawah ini yang bukan gangguan ekstrapiramidal adalah ....
Parkinsonisme ; muncul 1-3 minggu pengobatan. Tanda-tanda;.menurunya gerakan otot, tremor
Reaksi distonik; muncul 1-36 hari pengobatan dgn tanda-tanda muka menyeringai, gerakan tidak terkontrol
Fatique, latergik, gangguan penglihatan.
Akathisia ; muncul 12-36 hr pengobatan, tandanya ketidakmampuan untuk duduk tenang, gelisah
Tardiv diskinesia : pada pengobatan jangka panjang. Tandanya menghisap-hisap bibir, hipotensi ortostatik.
Faktor Predisposisi terjadinya intoksikasi Litium adalah...?
Penyakit jantung koroner
Glukoma, retensi urin, hipertensi prostat, epilepsi, gangguan fungsi hati
Kelainan jantung, ginjal & tiroid
Pemakaian bersama diuretik, antireumatik,obat antiinflamasi non steroid
Hipersensitivitas benzodiazepam, glukoma, miastenia gravis, insupisiensi paru / hati kronik
Kontra indikasi pemakaian Sedian Obat antiansietas (benzodiazepin), adalah...
Penyakit jantung koroner
Glukoma, retensi urin, hipertensi prostat, epilepsi, gangguan fungsi hati.
Kelainan jantung, ginjal & tiroid
Pemakaian bersama diuretik, antireumatik,obat antiinflamasi non steroid
Hipersensitivitas benzodiazepam, glukoma, miastenia gravis, insupisiensi paru / hati kronik
Obat sediaan sinonim dari Antiensietas adalah...?
transquilizer minor
Psychic energizer
Mood Modulators
Mood Stabilizer
Antimanik
Klien dibantu untuk melakukan soaialisasi dengan individu yang ada disekitar klien. Sosialisasi dapat pula dilakukan secara bertahap dari interpersonal, kelompok dan massa.
Aktifitas yang diberikan pada sesi V adalah
Bercakap-cakap dengan anggota kelompok
Menyampaikan dan membicarakan topik percakapan
Menyampaikan dan membicarakan masalah pribadi dengan orang lain
Bekerja sama dalam permainan sosialisasi kelompok
Mengenali jati diri anggota kelompok
Terupakan terapi yang bertujuan mengubah perilaku klien dengan memanfaatkan dinamika kelompok. Terapi ini berupa...?
Terapai Aktifitas Kelompok/ TAK
TAK STIMULASI SENSORI
TAK ORIENTASI REALITAS
TAK SOSIALISASI
TAK STIMULASI PERSEPSI
Tn. Anger (40 th) membawa anaknya An. E (2 th) ke IGD karena diare dan sering muntah. Dari hasil pengkajian didapatkan hasil TD = 110/80 mmHg, N = 130x/m, S = 350C, turgor klien jelek, cyanosis dan harus segera mendapatkan IVFD. Perawat sudah berusaha untuk melakukan infuse tetapi vena sudah collaps. Akhirnya menunggu dokter ahli untuk dilakukan vena seksi. Dokter jaga tidak bisa segera dating karena ada cito operasi. Sore hari klien meninggal dunia. Keluarga klien marah diserta sikap bermusuhan yang kuat dan hilang control. Ia membanting cairan infus, menendang pintu dan merusak buku status klien. Kepada perawat ia meremehkan, memaki, mendominasi, cerewet, bicara kasar dan berdebat. Perasaan marah klien timbul karena ia merasa gagal untuk menyelamatkan anak tunggalnya.
Suatu bentuk perilaku yang bertujuan untuk melukai seseorang secara fisik maupun psikologis adalah pengertian dari :
Perilaku kekerasan
Perubahan sensori persepsi : halusinasi
Isolasi social
Harga diri rendah
Defisit perawatan diri
Respon marah, dimana individu mampu menyatakan atau mengungkapkan rasa marah/tidak setuju tanpa menyalahkan atau menyakiti orang lain yg akan memberikan kelegaan bagi individu tersebut adalah pengertian dari
Assertif
Frustasi
Pasif
Agresif
Amuk
Respon yg terjadi akibat individu gagal mencapai tujuan, keputus asaan dan merasa tidak aman, dan individu tidak menemukan alternatif lain adalah pengertian dari :
Assertif
Frustasi
Pasif
Agresif
Amuk
Tn. Anger (40 th) membawa anaknya An. E (2 th) ke IGD karena diare dan sering muntah. Dari hasil pengkajian didapatkan hasil TD = 110/80 mmHg, N = 130x/m, S = 350C, turgor klien jelek, cyanosis dan harus segera mendapatkan IVFD. Perawat sudah berusaha untuk melakukan infuse tetapi vena sudah collaps. Akhirnya menunggu dokter ahli untuk dilakukan vena seksi. Dokter jaga tidak bisa segera dating karena ada cito operasi. Sore hari klien meninggal dunia. Keluarga klien marah diserta sikap bermusuhan yang kuat dan hilang control. Ia membanting cairan infus, menendang pintu dan merusak buku status klien. Kepada perawat ia meremehkan, memaki, mendominasi, cerewet, bicara kasar dan berdebat. Perasaan marah klien timbul karena ia merasa gagal untuk menyelamatkan anak tunggalnya.
Rentang respon kemarahan klien diatas termasuk :
Assertif
Frustasi
Pasif
Agresif
Amuk
Tn. Anger (40 th) membawa anaknya An. E (2 th) ke IGD karena diare dan sering muntah. Dari hasil pengkajian didapatkan hasil TD = 110/80 mmHg, N = 130x/m, S = 350C, turgor klien jelek, cyanosis dan harus segera mendapatkan IVFD. Perawat sudah berusaha untuk melakukan infuse tetapi vena sudah collaps. Akhirnya menunggu dokter ahli untuk dilakukan vena seksi. Dokter jaga tidak bisa segera dating karena ada cito operasi. Sore hari klien meninggal dunia. Keluarga klien marah diserta sikap bermusuhan yang kuat dan hilang control. Ia membanting cairan infus, menendang pintu dan merusak buku status klien. Kepada perawat ia meremehkan, memaki, mendominasi, cerewet, bicara kasar dan berdebat. Perasaan marah klien timbul karena ia merasa gagal untuk menyelamatkan anak tunggalnya.
Bila Tn. Anger mampu mengungkapkan kemarahan secara verbal dan menjaga perasaan perawat, maka Tn. A akan :
Merasa tidak adekuat
Meras kuat
Menantang
Merasa lega
Merasa lemah
Tn. Anger (40 th) membawa anaknya An. E (2 th) ke IGD karena diare dan sering muntah. Dari hasil pengkajian didapatkan hasil TD = 110/80 mmHg, N = 130x/m, S = 350C, turgor klien jelek, cyanosis dan harus segera mendapatkan IVFD. Perawat sudah berusaha untuk melakukan infuse tetapi vena sudah collaps. Akhirnya menunggu dokter ahli untuk dilakukan vena seksi. Dokter jaga tidak bisa segera dating karena ada cito operasi. Sore hari klien meninggal dunia. Keluarga klien marah diserta sikap bermusuhan yang kuat dan hilang control. Ia membanting cairan infus, menendang pintu dan merusak buku status klien. Kepada perawat ia meremehkan, memaki, mendominasi, cerewet, bicara kasar dan berdebat. Perasaan marah klien timbul karena ia merasa gagal untuk menyelamatkan anak tunggalnya
Data yang menunjukkan respon marah secara intelektual pada Tn. A diatas adalah :
Membanting cairan infus
Meremehkan, memaki, mendominasi, cerewet, dan berdebat
Menendang pintu
Merusak buku status klien
Merasa gagal untuk menyelamatkan anak tunggalnya
Tn. Anger (40 th) membawa anaknya An. E (2 th) ke IGD karena diare dan sering muntah. Dari hasil pengkajian didapatkan hasil TD = 110/80 mmHg, N = 130x/m, S = 350C, turgor klien jelek, cyanosis dan harus segera mendapatkan IVFD. Perawat sudah berusaha untuk melakukan infuse tetapi vena sudah collaps. Akhirnya menunggu dokter ahli untuk dilakukan vena seksi. Dokter jaga tidak bisa segera dating karena ada cito operasi. Sore hari klien meninggal dunia. Keluarga klien marah diserta sikap bermusuhan yang kuat dan hilang control. Ia membanting cairan infus, menendang pintu dan merusak buku status klien. Kepada perawat ia meremehkan, memaki, mendominasi, cerewet, bicara kasar dan berdebat. Perasaan marah klien timbul karena ia merasa gagal untuk menyelamatkan anak tunggalnya.
Faktor predisposisi pada pengkajian marah yang paling sesuai dengan kondisi klien diatas adalah :
Biologis
Psikologis
Spiritual
Sosiokultural
Behavior
Tn. Anger (40 th) membawa anaknya An. E (2 th) ke IGD karena diare dan sering muntah. Dari hasil pengkajian didapatkan hasil TD = 110/80 mmHg, N = 130x/m, S = 350C, turgor klien jelek, cyanosis dan harus segera mendapatkan IVFD. Perawat sudah berusaha untuk melakukan infuse tetapi vena sudah collaps. Akhirnya menunggu dokter ahli untuk dilakukan vena seksi. Dokter jaga tidak bisa segera dating karena ada cito operasi. Sore hari klien meninggal dunia. Keluarga klien marah diserta sikap bermusuhan yang kuat dan hilang control. Ia membanting cairan infus, menendang pintu dan merusak buku status klien. Kepada perawat ia meremehkan, memaki, mendominasi, cerewet, bicara kasar dan berdebat. Perasaan marah klien timbul karena ia merasa gagal untuk menyelamatkan anak tunggalnya.
Masalah keperawatan yang relevan pada kasus diatas adalah :
Berduka diantsipasi
Berduka disfungsional
Perilaku kekerasan
Isolasi sosial
Harga diri rendah
Tn. Anger (40 th) membawa anaknya An. E (2 th) ke IGD karena diare dan sering muntah. Dari hasil pengkajian didapatkan hasil TD = 110/80 mmHg, N = 130x/m, S = 350C, turgor klien jelek, cyanosis dan harus segera mendapatkan IVFD. Perawat sudah berusaha untuk melakukan infuse tetapi vena sudah collaps. Akhirnya menunggu dokter ahli untuk dilakukan vena seksi. Dokter jaga tidak bisa segera dating karena ada cito operasi. Sore hari klien meninggal dunia. Keluarga klien marah diserta sikap bermusuhan yang kuat dan hilang control. Ia membanting cairan infus, menendang pintu dan merusak buku status klien. Kepada perawat ia meremehkan, memaki, mendominasi, cerewet, bicara kasar dan berdebat. Perasaan marah klien timbul karena ia merasa gagal untuk menyelamatkan anak tunggalnya.
Hal dibawah ini tidak sesuai dengan prinsip penatalaksanaan marah klien di atas :
Ajarkan teknik asertif
Menguraikan akibat kemarahan
Memfasilitasi klien untuk mengekspresikan marah pada barang-barang yang ada disekitarnya
Ajarkan koping adapatif melalui olah raga
Tidak ada yang benar
Tn. Anger (40 th) membawa anaknya An. E (2 th) ke IGD karena diare dan sering muntah. Dari hasil pengkajian didapatkan hasil TD = 110/80 mmHg, N = 130x/m, S = 350C, turgor klien jelek, cyanosis dan harus segera mendapatkan IVFD. Perawat sudah berusaha untuk melakukan infuse tetapi vena sudah collaps. Akhirnya menunggu dokter ahli untuk dilakukan vena seksi. Dokter jaga tidak bisa segera dating karena ada cito operasi. Sore hari klien meninggal dunia. Keluarga klien marah diserta sikap bermusuhan yang kuat dan hilang control. Ia membanting cairan infus, menendang pintu dan merusak buku status klien. Kepada perawat ia meremehkan, memaki, mendominasi, cerewet, bicara kasar dan berdebat. Perasaan marah klien timbul karena ia merasa gagal untuk menyelamatkan anak tunggalnya.
Hal yang tidak dapat diajarkan kepada Tn. A apabila kemarahan telah dapat diatasi adalah :
Ajarkan klien mengontrol rasa marah dengan cara tarik nafas dalam
Memfasilitasi klien untuk mengekspresikan marah pada kasur, bantal atau guling
Ajarkan marah dengan teknik asertif
Ajarkan klien mengontrol rasa marah dengan cara spiritual
Ajarkan klien mengontrol rasa marah dengan cara patuh minum obat
Halusinasi adalah suatu persepsi yang salah tanpa dijumpai adanya rangsangan dari luar, walau tampak sesuatu yang “khayal” halusnasi sebenarnya merupakan bagian dari kehidupan mental penderita yang “terepsesi”. Halusinasi dapat terjadi karena dasar-dasar organic fungsional. Psikotik maupun histerik.
Merupakan definisi halusinasi menurut…?
Baihaqi, dkk
Wilson
Cook & Fontaine
Yosep.
Rogers
Gangguan pencerapan/persepsi panca indra tanpa adanya rangsang dari luar yang dapat terjadi pada sistem penginderaan dimana tejad I pada saat kesadaran individu itu penuh dan baik .
Merupakan definisi halusinasi menurut Siapakah pernyataan diatas ?
. Baihaqi, dkk
Wilson
Cook & Fontaine
Yosep
Rogers
Merasa melihat pemandangan, orang, hewan atau sesuatu yang tidak ada objeknya yang dapat memberikan rasa nyaman atau ketakutan.
Kondisi apakah yang dialami klien diatas ?
Ilusi
Delusi
Hallusinasi pendengaran
Halusinasi penglihatan
Halusinasi pendengaran dan penglihatan
Individu mengalami anxietas,stress,perasaan terpisah dan kesepian. Klien melamun serta memfokuskan pada hal-hal yang menyenangkan untuk menghilangkan kecemasan dan stressnya, Cara ini menolong sementara dan klien masih dapat mengontrol kesadaran, mengenal pikiran sebaga bagian dari dirinya meskipun intensitas persepsi meningkat.
Fase berapakah dari halusianasi kondisi diatas ?
Fase I
Fase II
Fase III
Fase IV
Fase V
Klien merasa tidak berdaya melepaskan diri dari kontrol halusinasinya. Halusinasi dari yang menyenangkan berubah menjadi mengancam, memerintah serta memarahi. Klien merasa tidak mampu membentuk hubungan yang berarti dengan orang lain, karena terlalu sibuk dengan halusinasinya. Klien berada dalam dunia yang menakutkan dalam waktu singkat, beberapa saat atau selamanya.
Fase berapakah dari halusianasi kondisi diatas ?
Fase I
Fase II
Fase III
Fase IV
Fase V
Seorang wanita berusia 19 th dibawa ke unit psikiatri tampak menutup kedua matanya, dan terlihat sangat ketakutan sambil menunjuk ke kursi di pojok ruangan.
Apakah yang dilami wanita tersebut ?
Halusinasi
Halusinasi penglihatan
Ilusi
Halusinogenik
Halusinosis
Saat diajak interaksi klien mengalami Ketidak mampuan untuk mempertahankan perhatian pada sutu aktivitas, saat diajak berbicara konstrasinya mudah beralih.
Apakah yang dialami oleh klien tersebut ?
Distraktibilitas
Inatensi Selektif
Hipervigilensi
Trance
Derealisasi
1Seorang laki-laki berusia 27 th dibawa ke unit psikiatri tampak menutup kedua telinganya, bibir komat-kamit, dan tampak ketakutan serta sering mondar-mandir. Menurut ibu yang mengantarnya bahwa klien seperti itu sejak sering menyendiri di bawah pohon beringin untuk mendapatkan wangsit.
Apakah prioritas rencana keperawatan pada pasien di atas?
Berikan obat kepada klien
Buat jadwal kegiatan sehari-hari klien
Ajarkan klien untuk berlatih berkenalan
Ajarkan klien cara menghardik halusinasi
Libatkan klien dalam terapi aktivitas kelompok
Jika ada seorang ibu berusia 37 tahun tampak menunjuk kearah sudut ruangan sambil menutup wajahnya dan pasien berteriak; ” Mas, awas..bayangan itu mau masuk ketubuhmu, mas jangan duduk disana!”
Bagaimana strategi komunikasi yang tepat untuk pasien di
atas?
‘’ Ibu, jangan lupa obatnya diminum ya?’’
‘’Baiklah terima kasih ibu sudah mau bercerita dengan saya’’
‘’ Nanti kalau bayangan itu datang lagi, kasih tahu saya ya’’
’Coba ibu ceritakan seperti apa bayangan itu ?
‘
‘’Ibu, kalau bayangan itu datang ucapkan dalam hati kalau itu tidak nyata’’
Klien merasa melihat sosok ayahnya yang sudah meninggal 3 tahun yang lalu, kadang dia bicara dan tersenyum sendiri, klien mengatakan lebih senang berdiam diri dikamar menunggu ayahnya datang.
Masalah apakah yang sedang dialami klien?
Isolasi Sosial
Ilusi penglihatan
Ilusi pendengaran
Halusinasi penglihatan
Hallusinasi pendengaran
Seorang ibu berusia 37 tahun tampak menunjuk kearah sudut ruangan sambil menutup wajahnya dan pasien berteriak; ” Mas, awas..bayangan itu mau masuk ketubuhmu, mas jangan duduk disana!” . saat dikaji tentang perasaannya jika bayangan itu datang. Klien mengatakan cemas dan takut apakah ada sesuatu yang salah dengan dirinya.
Fase keberapakah halusinasi yang dialami pasien diatas?
I
II
III
IV
V
Saat pengkajian faktor predisposisi ternyata klien mengalami Halusinasi salah satunya, klien sering diejek karena terlahir tanpa seorang ayah, klien sering disebut anak haram, sebutan ini membuat klien tak suka keluar dari rumahnya.
Apakah Faktor predisposisi yang menyebabkan klien mengalami gangguan?
Perkembangan
Sosio-kultural
Psikologis
Spiritual
Pingitan
Saat pengkajian faktor predisposisinya ternyata klien mengalami Halusinasi salah satunya, klien merasa ayahnya kurang adil dan lebih mencintai adiknya daripada dia, yang membuat klien tidak harmonis dengan ayahnya,
Apakah Faktor predisposisi yang menyebabkan klien mengalami gangguan?
Perkembangan
Sosio-kultural
Psikologis
Spiritual
Pingitan
