NEW
Font size
WorksheetsQuis Nanoteknologi
Total questions: 40
Worksheet time: 1hrs 20mins
1. Seorang farmasi melakukan penelitian dengan memanfaatkan bahan alam seperti kitosan-narigenin. Dari bahan tersebut peneliti membuat sediaan nanosuspensi dengan perbandingan 4 formula dan diperoleh rasio masa masingmasing formula (1=6:1, a=10:1, b=3:1, dan ab=5:1). Hasil preparasi dengan metode gelasi ionik kemudian sediaan nanosuspensi tersebut di karakterisasi meliputi :
· Ukuran partikel diperoleh 13,2 ±2,6nm
· Distribusi ukuran partikel diperoleh 0,443
· Zeta potensial diperoleh 15,23mV
· Secara morfologi nanosuspensi relatif sferis
Berdasarkan hasil karakterisasi tersebut dapat disimpulkan?
a. Nanopartikel kitosan-narigenin menyebabkan interaksi yang tidak stabil
b. Suspensi nanopartikel kitosan-narigenin tersebut kurang stabil disimpan dalam bentuk liquid
c. Kitosan sebagai polimer menyebabkan luas permukaan mengecil
d. Karakterisasi menyebabkan interaksi sedian negatif
e. Preparasi kitosan -narigenin menurunkan bioavailabilitas
Seorang farmasis membuat sediaan krim nanopartikel dengan bahan alam turunan dari kelapa sawit yaitu asam asetat, setil alkohol, setil stearil alkohol dengan metode HSH (high speed homogenization). Emulsi ini terdiri dari 2 fase M/A dan A/M. Bagaimana peneliti mengetahui fase apakah krim nanpartikel yang telah ia buat tersebut?
a. Uji penentuan tipe emulsi dengan pengamatan mikroskopik secara visul diatas kaca
b. Uji stabilitas emulsi menggunakan wadah terisi sampel dan ditimbang menggunakan neraca analitik
c. Uji stabilitas emulsi menggunakan wadah terisi sampel dan ditimbang menggunakan neraca analitik
d. Pengukuran distribusi dan ukuran partikel dengan metode PSA (particle size analyzer)
e. Zeta potensial
Seorang mahasiswa melakukan penelitian mengenai formulasi sediaan nanoherbal tempuyung (Sonchus arvenis L.) dalam bentuk Self Nano-Emulsifying Drug Delivery System (SNEDDS). SNEDDS merupakan sistem penghantaran obat yang banyak dikembangkan karena memiliki kemampuan?
a. Meningkatkan kelarutan dan ketersediaan hayati
b. Viskositas dan ketersediaan hayati
c. Meningkatkan pH
d. Meningkatkan kestabilan
e. Menurunkan tegangan permukaan
Seorang mahasiswa melakukan penelitian mengenai pemanfaatan nanoteknologi bahana alam dengan menggunakan aplikasi Novel Drug Delivery System (NDDS). Salah satunya bentuk sediaan Fitosom yang merupakan suatu teknologi yang telah dikembngkan dalam formulasi obat dan produk nutrasetika yang mengandung senyawa aktif bahan alam yang bersifat hidrofilik dengan membentu kompleks senyawa aktif (phytoconstituent)didalam fosfolipid yang ditujukan untuk meningkatkan?
a. Metabolisme
b. Absorpsi
c. Distribusi
d. pH
e. Salah semua
Meningkatnya konsentrasi/ massa NaTPP yang ditambahkan dalam sistem nanopartikel menyebabkan jumlah gugus negatif ion fosfat (P3O105-) yang terionisasi juga semakin banyak. Hal ini akan mengakibatkan interaksi taut silang yang terjadi antara gugus negatif ion fosfat dengan gugus positif amin kitosan (NH3+) semakin meningkat dalam membentuk kompleks nanopartikel kitosan-TPP. Dengan penambahan kompleks nanopartikel kitosan-TPP yang terbentuk maka?
a. Semakin besar kemampuan nanopartikel dalam menjerap bahan obat
b. Semakin kecil kemampuan nanopartikel dalam menjerap bahan obat
c. Terjadi peningkatan konsentrasi
d. Terjadi penurunan konsentrasi
e. Terjadi peningkatan pH
Berdasarkan data nilai efek faktor konsentrasi kitosan, NaTPP, dan interaksi keduanya pada tabel 4, konsentrasi kitosan memberi efek negatif, sedangkan konsentrasi NaTPP memberikan efek positif. Apakah maksud dari pernyatan diatas?
a. Memberikan efek positif dan negatif
b. Memberikan kemudahan dalam membuat sediaan nanopartikel
c. Memberikan dampak negatif dalam sediaan
d. Semakin tinggi konsentrasi kitosan yang ditambah maka EE nanofartikel kitosan narigenin akan menurun sedangkan semakin tinggi konsentrasi NaTPP yang di tambahkan maka EE nanofartikel kitosan narigenin akan semakin meningkat
e. Meningkatnya konsentrasi sediaan
Kitosan merupakan polisakarida alam glukosamin N-asetil-d- Glukosamin yang mulai banyak diaplikasikan dalam industri farmasi Nanoteknologi bahan alam. Kitosan mempunyai beberapa sifat yang menguntungkan yaitu
a. Biokompatibel
b. Anti inflamasi
c. Biodegradabel
d. A dan C benar
e. Sitotoksik
Pembuatan nanopartikel kitosan-ekstrak kulit buah manggis secara gelasi ionik berukuran 200-500 nanometer. Hasil ini menunjukan ukuran yang lebih besar daripada nanopartikel kitosan pada kondisi sintesis. Hal ini terutama diakibatkan adanya
a. Bahan aktif nanopartikel
b. Ekstrak yang dienkapsulasi
c. Aktivitas terhadap bakteri acne
d. Bahan aktif dengan basis krim
e. Bahan nanopartikel yang identik
Pengembangan teknologi dapat meningkatkan daya saing industri suatu Negara. Porter menyatakan bahwa teknologi baru menjadi salah satu faktor utama yang mempengaruhi keunggulan kompetitif suatu industry atau negara. Pada skala nano, modifikasi materi dapat dilakukan untuk menciptakan materi yang memiliki ukuran, struktur, dan sifat yang dikehendaki dengan lebih efektif dan efisien. Materi berupa nanopartikel memiliki sifat yang unik, yang dapat dikontrol dan dimodifikasi
a. Ukuran
b. Bentuk
c. Sifat kimia
d. Fungsionalisasi permukaannya
e. Semua jawaban benar
Seorang mahasiswa ingin membuat sediaan nanosuspensi dari antibakteri azitromisin, diketahui memiliki bioavaibilitas rendah sehingga ia harus mengubah bentuk sediaannya tersebut menjadi sediaan berukuran nano, ia juga memilihi metode gelasi ionik dalam penelitiannya dengan menggunakan polimer kitosan. Setelah di formulasi ia harus memilih sediaan yang paling baik, maka hal apakah yang harus ia lakukan pertama kali ?
a. Mengukur zona hambat pada media blood agar
b. Menentukan secara visual bentuk suspensi (ada/tidanya
c. Melihat visual bentuk serbuk nanopartikelnya
d. Melihat visual warna sediaan setelah 7 hari perlakuan
e. Menentukannya dari bau suspensi yang dibuat
1. Seorang mahasiswa melakukan penelitian dengan membuat sediaan SNEDDS kulit buah manggis, dimana setelah perlakuan, ia memperoleh hasil secara visual berupa sediaan yang pekat. Setelah diperoleh sediaan pekat tersebut peneliti melakukan uji % transmitan, dimana hasil dari pengujian menunjukkan adanya ketidakterpenuhinya nilai transmitan pada ekstrak yang ditambahkan karena terlalu banyak penambahan ekstrak pada fasa minyak sehingga hal ini haruslah menjadi suatu pertimbangan peneliti. Dilihat dari kasus diatas hal apakah yang harus dilakukan peneliti tersebut?
a. Mengurangi konsentrasi ekstrak yang ditambahkan di fase minyak
b. Menambahkan surfaktan
c. Menambahkan emulsifier
d. Menambahkan air
e. Menambahkan etanol
Seorang peneliti membuat nanoemulsifikasi dengan ekstrak jintan hitam menggunakan teknologi nano berenergi rendah dengan bahan baku jintan hitam masih terbatas. Pembuatan nanoemulsi ekstrak jintan hitam dengan teknik emulsifikasi spontan dan melakukan enkapsulasi terhadap nanoemulsi ekstrak jintan hitam. Tiga tahap penelitian yang dilakukan yaitu ekstraksi, nanoemulsifikasi dan enkapsulasi. Peneliti menggunakan 3 sampel. Enkapsulasi nanoemulsi ekstrak jintan hitam telah dihasilkan dan produknya telah dikarakterisasi, salah satu karakterisasi produk enkapsulasi nanoemulsi yaitu muatan permukaan zeta potensial. Kisaran nilai zeta potensial yang dihasilkan ketiga nanoemulsipada penelitian ini 44 – 57 mV. Secara umum, partikel dengan nilai zeta potensial yang menunjukkan kestabilan yaitu
a. Nilai zeta potensial melebihi +10 mV atau kurang dari -10 mV
b. Nilai zeta potensial melebihi +20 mV atau kurang dari -20 mV
c. Nilai zeta potensial melebihi +30 mV atau kurang dari -30 mV
d. Nilai zeta potensial melebihi +40 mV atau kurang dari -40 mV
e. Nilai zeta potensial melebihi +50 mV atau kurang dari -50 mV
Narigenin memiliki aktivitas farmakologi yang luas. Bioavailabilitasnya yang rendah menyebabkan pemanfaatan narigenin kurang dikembangkan. Preparasi nanopartikel dapat meningkatkan bioavailabilitas narigenin. Kitosan sebagai polimer untuk nanopartikel memiliki sifat yang ideal. Natrium tripolifosfat (NaTPP) digunakan sebagai crosslinker untuk membentuk nanopartikel dengan metode gelasi ionik. Hasil karakterisasi menunjukkan ukuran partikel kitosan – narigenin 13,2 ± 2,6 nm. Hasil ini menunjukkan bahwa ukuran formula tersebut sudah memenuhi rentang nanopartikel yang dipersyaratkan. Syarat ukuran nanopartikel yaitu
a. 10 – 1000 nm
b. 1000-1500 nm
c. 1500-2000 nm
d. 2000-2500 nm
e. Semua benar
Seramid merupakan komponen lipid epidermal yang secara alami terdapat didalam kulit disekitar stratum korneum yang memiliki efek sebagai menjaga kelembaban kulit dengan cara mengikat, menyembangkan dan memiliki kemampuan untuk menahan air dikulit . Namun seramid mempunyai kelarutan yang sangat rendah didalam air atau bersifat hidrofobik dan memiliki kelarutan dalam etanol, methanol, DMSO dan lipid. Sehingga seramid dibentuk SLN (Solid lipid nanoparticle) yang diinkorporasikan kedalam gel yg bersifat stabil dan memiliki aktivitas pengikatan air yang baik. Evaluasi yang tepat untuk sediaan SLN pada seramid adalah
a. Transmission Electron Microscope
b. Distribusi ukuran nanopartikel
c. Ukuran partikel
d. Zeta Potensial
e. a,b dan c benar
Gliklazid merupakan salah satu dalam kelas sulfonylurea. Gliklazid termasuk dalam kelas II dalam sistem klasifikasi BCS yaitu obat yang memiliki kelarutan yang rendah dan permeabilitas yang baik.Kelas II dalam sistem BCS terhalang oleh tahap disolusi obat sehingga bioavaibilitas obat tersebut berkurang untuk diabsorbsi . SLN merupakan salah satu bentuk sediaan yang dapat digunakan untuk meningkatkan ketersediaan gliklazid . Karakterisasi SLN gliklazid meliputi analisis ukuran partikel dapat dilakukan dengan
a. Zeta Potensial analyzer
b. Particle Size Analyzer
c. Spektrofotometri
d. Sentrifuge
e. Magnetic stirrer
Sekumpulan Farmasis bekerja disuatu pabrik industri farmasi di Kota X. Mereka ingin membuat sediaan nanopartikel dalam skala yang besar dan dalam waktu yang singkat. Selain itu, mereka juga ingin sediaan nanopartikel ini mudah untuk di scale up serta terhindar dari pelarut organik. Metode yang cocok dalam pembuatan sediaan nanopartikel dalam kasus ini yaitu
a. HPH (High Pressure Homogenization)
b. HSH (High Speed Homogenization)
c. SE (Solvent Homogenization)
d. Ultrasound
e. Membran contractor
Seorang mahasiswa farmasis ingin membuat suatu formulasi sediaan nanopartikel dari ekstrak buah naga (Hylocereus polyrhizus) sebagai zat warna sediaan lipstik. Dalam proses pengerjaan dia ingin memilih suatu metode yang mudah dilakukan dalam bentuk sediaan nanopartikel kitosan dengan cara menambahkan tripolifosfat sebagai cross-linker. Metode yang cocok dalam pembuatan sediaan nanopartikel dalam kasus ini yaitu
a. Gelasi ionik
b. Ultrasonikasi
c. Salting out
d. Presipitasi
e. HPH (High Pressure Homogenization)
Aplikasi nanopartikel dalam sediaan lipstik mampu meningkatkan homogenitas dan distribusi zat warna serta mencegah terjadinya migrasi zat warna pada sediaan. Seorang peneliti akan menggunakan zat pewarna lipstik dari ekstrak buah naga. Nanopartikel dibuat dengan perbandingan konsentrasi ekstrak buah naga dan kitosan yaitu 4:1. Na.TPP yang digunakan sebanyak 0,05 bagian untuk seluruh formula. Larutan buah naga ditambahkan dengan larutan kitosan disertai pengadukan menggunakan magnetic stirrer dengan kecepatan 400 rpm selama 30 menit. Na. TPP ditambahkan menggunakan pipet tetes selama 10 menit selanjutnya lakukan sonikasi selama 10 menit. Dari penjelasan di atas, metode pembuatan yang digunakan adalah
a. Polimerisasi Monomer
b. Metode Salting-Out
c. Evaporasi Pelarut
d. Dispersi Polimer
e. Gelasi Ionik
Zat pewarna antosianin merupakan pewarna yang akan digunakan dalam sediaan yang akan dibuat dalam bentuk nanopartikel. Antosianin mudah berubah menjadi tidak berwarna atau berwarna coklat akibat terdegradasi. Oleh karena itu, metode pengeringan yang tepat untuk diguanakan adalah
a. Vacuum Dryer
b. Fluid Bed Dryer
c. Freeze Dray
d. Spray Drying.
e. Tray Dryer
Seorang mahasiswa ingin membuat suatu sediaan nanopartikel dengan metode yang dipilih yaitu top-down (memperkecil ukuran partikel dari partikel obat yang besar menjadi partikel yang lebih kecil dengan menggunakan teknik penggilingan yang bervariasi seperti penggilingan media, mikrofluidisasi dan homogenisasi tekanan tinggi) langkah berikutnya yang dilakukan mahasiswa tersebut harus menambahkan bahan yang penting dalam pembuatan nanopartikel yaitu
a. Polimer
b. Suspending agent
c. Surfaktan
d. Emulgator
e. Humektan
Kitosan yang merupakan polimer kationik dapat bereaksi dengan anion multivalen seperti tripolifosfat. Polimer dilarutkan dalam pelarut organik, obat didispersikan ke dalamnya, kemudian dimasukkan ke dalam alat. Sampel menjalani proses penyemprotan melalui aliran udara panas tersebut, pelarut akan menguap sehingga menyisakan partikel padat berukuran nanometer.
a. Tray Dryer
b. Spray drying
c. Fluid Bed Dryer
d. Freeze drying
e. Double cone vacuum dryer
Seorang peneliti membuat sediaan transdermal meloxicam dan membandingkan efektifitas nanoemulsi dan mikro emulsi, hasil dari penelitiannya didapat bahwa sediaan nano emulsi lebih dapat menembus membran sel dari pada sediaan emulsi, jelaskan mengapa hal tersebut dapat terjadi ?
a. Material nano mempunyai luas permukaan yang lebih besar dibandingkan dengan massa yang sama tetapi ukuran partikel lebih besar serta kemampuan untuk menembus membran sel
b. Material nano mempunyai luas permukaan yang lebih kecil dibandingkan dengan massa yang sama tetapi ukuran partikel lebih besar sehingga lebih mudah menembus membran sel
c. Material nano mempunyai luas permukaan yang lebih besar sehingga sulit untuk menembus membran sel
d. Material nano mempunyai luas permukaan yang lebih kecil sehingga sulit untuk menembus membran sel
e. Material nano mempunyai ukuran partikel yang lebih besar sehingga sulit untuk menembus membran sel
Ketoprofen merupakan sediaan obat yang mempunyai kelarutan sangat rendah sehingga diperlukan suatu teknik khusus dalam formulasi sediaan agar dapat meningkatkan permeabilitasnya. Salah satu formulasi terbaik untuk meningkatkan permeasinya adalah dengan membuat sediaan nanoemulgel, mengapa nanoemulgel dipilih untuk sediaan ketoprofen?
a. Dapat meningkatkan kelarutan obat yang lipofilik dan hidrofilik
b. Dapat meningkatkan kelarutan obat yang hidrofilik
c. Dapat meningkatkan kelarutan obat yang hidrofobik
d. Meningkatkan permeasi obat dengan sistem gel yang dipadukan nano emulsi menghasilkan suatu sistem stabil
d. Meningkatkan permeasi obat dengan sistem emulsi yang berfase hixotropic
1. Seorang mahasiswa farmasi melakukan optimasi kecepatan dan lama pengadukan Ekstrak etanol 70% kulit jeruk Siam (Citrus nobilis Var.Microcarpa). Berdasarkan data ukuran partikel dan dan polidispers dari tabel berikut, tentukan kecepatan dan lama pengadukan yang paling baik untuk sistem nanopartikel kitosan EEKJS ...
a. 500 rpm dan 1 jam
b. 1000 rpm dan 1 jam
c. 1500 rpm dan 1 jam
d. 1000 rpm dan 2 jam
e. 1000 rpm dan 3 jam
Seorang peneliti ingin mengkarakterisasi sifat muatan partikel, peneliti tersebut melakukan beberapa percobaan. Berikut ini hasil dari percobaan peneliti yang mengindikasi bahwa zat aktif bersifat stabil dalam sediaan suspensi dan tidak terjadi agregasi dari partikel
a. Nilai zeta potensial -2,5 mV
b. Efisiensi penjerapan 87,2 %
c. Ukuran partikel 100 nm
d. Indeks polidispers 0,34
e. Nilai zeta potensial +32,37 mV
Karakterisasi nanoemulsi berdasarkan perbedaan antara jumlah Astaxanthin yang digunakan dalam pembuatan nanoemulsi dengan jumlah Astaxanthin yang terjerat dengan cara sentrifugasi pada kecepatan 3000 rpm selama 15 menit. Astaxanthin bebas akan mengendap, sehingga Astaxanthin yang terjerat bisa dianalisis dengan menggunakan spektrofotometer UV-Visibel pada panjang gelombang 470 nm. Karakterisasi sediaan nanoemulsi yang dilakukan yaitu penentuan
a. Efisiensi penjeratan
b. Kehomogenan dosis
c. Indeks polidispers
d. Morfologi nanopartikel
e. Sifat permukaan nanopartikel
Indeks polidispersitas dari sistem nanoemulsi menggambarkan distribusi ukuran globul. Pernyataan yang benar dibawah ini adalah
a. Nilai indeks polidispersitas berada pada rentang nilai antara 0 (distribusi ukuran seragam) sampai 0,5 (distribusi ukuran lebar).
b. Nilai indeks polidispersitas berada pada rentang nilai antara 0 (distribusi ukuran lebar) sampai 0,5 (distribusi ukuran seragam).
c. Nilai indeks polidispersitas yang rendah menunjukkan bahwa sistem dispersi yang terbentuk bersifat lebih stabil untuk jangka panjang
d. a dan c benar
e. Semua benar
Liposom telah banyak digunakan sebagai pembawa dengan keuntungan melindungi obat dari degradasi, menargetkan situs aksi dan pengurangan toksisitas atau efek samping, namun pengaplikasiannya jarang karena masalah seperti efisiensi enkapsulasi rendah, kebocoran cepat obat yang larut air pada kehadiran komponen darah dan stabilitas penyimpanan rendah. Tujuan utama dalam merancang nanopartikel sebagai sistem penghantaran adalah untuk mengontrol ukuran partikel, sifat permukaan dan pelepasan agen farmakologis aktif untuk mencapai tindakan spesifik obat pada tingkat terapi optimal dan rejimen dosis. Di sisi lain, polimer nanopartikel menawarkan beberapa keuntungan lebih dari liposom yaitu dapat digunakan untuk
a. Pelepasan terkontrol.
b. Mempercepat pemberian efek
c. Memperkecil ukuran partikel
d. Mengontrol sifat permukaan
e. Mengurangi toksisitas
Secara tradisional nanopartikel hanya diproduksi dengan metode fisik dan kimia. Beberapa metode fisika dan kimia yang umum digunakan adalah ion sputtering, sintesis solvothermal, dan teknik sol gel. Pada dasarnya ada dua pendekatan untuk sintesis nanopartikel. Suatu proses yang membentuk suatu sistem yang lebih besar dan lebih kompleks melalui level terkecil(molekuler) dengan mempertahankan kontrol yang tepat dari struktur molekuler merupakan salah satu pendekatan untuk sintesis nanopartikel yang biasa disebut
a. Metode kimia
b. Metode biologi
c. Top down
d. Metode molekuler
e. Bottom up.
1. Perhatikan tabel berikut ini:
Dari pengukuran partikel diperoleh hasil yaitu 504,7 nm (A1), 563,8 nm (A2), 638,2 nm (A3). Diketahui ukuran partikel yang paling kecil adalah preparasi A1 dan yang paling besar adalah preparasi A3. Salah satu faktor yang membuat hal ini terjadi adalah
a. Semakin besar konsentrasi kitosan maka akan semakin banyak gugus amina kitosan yang akan berinteraksi dengan GVT-0, sehingga kompleks nanopartikel yang terbentuk menjadi semakin besar
b. Semakin kecil konsentrasi kitosan maka akan semakin sedikit pula gugus amina kitosan yang akan berinteraksi dengan GVT-0, sehingga kompleks nanopartikel yang terbentuk menjadi semakin besar
c. Semakin besar konsentrasi kitosan maka akan semakin banyak pula gugus amina kitosan yang akan berinteraksi dengan GVT-0, sehingga kompleks nanopartikel yang terbentuk menjadi semakin kecil
d. Semakin besar konsentrasi kitosan maka akan semakin sedikit pula gugus amina kitosan yang akan berinteraksi dengan GVT-0, sehingga kompleks nanopartikel yang terbentuk menjadi semakin besar
e. Tidak ada yang benar
Pada nilai Zeta Potensial, semakin besar muatan suatu partikel maka semakin stabil pula partikel tersebut, hal ini disebabkan karena adanya daya tolak menolak yang semakin besar antara partikel dengan muatan sejenis sehingga mencegah penggabungan partikel. Hal ini tidak selalu berdampak baik karena
a. Stabilitas obat tinggi sehingga obat tidak akan kadaluarsa
b. Bersifat toksik terhadap sel sehingga akan merusak membran sel
c. Ukuran partikel akan semakin kecil sehingga semakin lama mengendap
d. Ukuran partikel semakin besar sehingga cepat mengendap
Mudah terdegradasi
e. Mudah terdegradasi
Peneliti X akan melakukan uji karakterisasi nano kitosan yang telah dibuat. Setelah diuji menggunakan Particle Size Analyzer (PSA), didapat rata-rata ukuran nano kitosan sebesar 1200 nm. Ukuran tersebut melebihi kisaran ukuran nanopartikel yang diperbolehkan. Untuk mengatasi masalah tersebut, peneliti X tersebut sebaiknya
a. Mengulang proses pembuatan nano kitosan dari awal
b. Mengecilkan ukuran partikel nano kitosan dengan menambah pelarutnya
c. Mengecilkan ukuran partikel nano kitosan dengan dilakukan pemanasan di atas penangas air
d. Mengecilkan ukuran partikel nano kitosan menggunakan magnetic stirrer
e. Semua jawaban salah
Dea sedang melakukan penelitian skripsi mengenai pengembangan sediaan nanoemulsi Astaxanthin. Setelah dilakukan karakterisasi dan evaluasi mengenai sediaan nanoemulsi, hasil yang didapatdapat dilihat pada tabel terlampir.
Berdasarkan data di atas jika dilihat dari nilai IP, campuran manakah yang menunjukkan bahwa sistem dispersi yang terbentuk bersifat ter-stabil untuk jangka waktu yang panjang
a. Campuran A
b. Campuran B
c. Campuran C
d. Semua jawaban salah
e. Semua jawaban benar
Cefpodoxime memiliki bioavailabilitas yang rendah dan kelarutannya sangat tergantung pada pH. Sistem autoemulsi yang berhasil dibuat menggunakan kombinasi Cremophore EL, Akoline MCM, dan Capryol 90 menunjukkan karakter yang baik dimana membentuk nanopartikel yang terjadi secara spontan. Pengembangan sistem ini sering disebut
a. SMEDDs
b. SNEDDs.
c. Nanoenkapsulasi
d. Nanokristalin
e. Sistem spontan
Nanopartikel didefinisikan sebagai partikel dispersi atau partikel padat dengan ukuran di kisaran 10-1000 nm. Obat ini dilarutkan, dijerap, dikemas atau menempel pada matriks nanopartikel. Tergantung pada metode persiapan nanopartikel, nanosfer atau nanokapsul dapat diperoleh. Inti cair yang dikelilingi oleh shell padat organik, berbentuk sferis maupun non-sferis disebut
a. Nanopartikel
b. Nanoshell
c. Nanosfer
d. Nanokapsul.
e. Nanosferis
Pati garut merupakan salah satu jenis pati lokal yang secara alami mempunyai kadar amilosa fraksi rantai pendek yang tinggi sehingga sangat potensial dikembangkan sebagai bahan matriks. Penggunaan matriks pembawa yang tepat dapat melindungi bahan aktif yang biasanya tidak tahan panas dan oksidasi serta mudah terdegradasi dalam sistem pencernaan serta mengurangi flavor yang tidak dikehendaki. Pati nanopartikel mampu berfungsi sebagai host komponen bioaktif selain karena ukurannya yang sangat kecil maka akan
a. Memperkecil permukaan yang aktif sehingga kemampuan mengikat bahan aktif lebih kecil
b. memperluas permukaan yang aktif sehingga kemampuan mengikat bahan aktif juga lebih besar
c. Memperkecil permukaan yang aktif sehingga kemampuan mengikat bahan aktif juga lebih besar
d. Memperluas permukaan yang aktif sehingga kemampuan mengikat bahan aktif juga lebih kecil
e. Mempersempit permukaan yang aktif sehingga kemampuan mengikat bahan aktif juga lebih besar
Nanoteknologi mempunyai peluang sangat besar di dunia, dan secara khusus di Indonesia. Karena Indonesia memiliki sumber daya alam lokal yang sangat besar untuk diolah sebagai bahan baku nano. Perkembangan nanoteknologi saat ini masih berupa embrio, yang artinya
a. Peluang untuk mengembangkan teknologi ini masih terbuka lebar, baik dikalangan akademisi, peneliti, maupaun industri
b. Peluang untuk mengembangkan sediaan teknologi masih sempit
c. Pemanfaatan pengembangan teknologi belum memadai
d. Peluang untuk mengembangkan teknologi tidak terbuka lebar
e. Peluang bagi peneliti maupun industri lebih kecil
Gambar diatas adalah proses pembuatan nanopartikel dengan metode top-down. Metode tersebut adalah
a. Ball Miling
b. Microfluidizer
c. Sonikasi
d. High Pressure Homogenization
e. Emulsfication
Mika ingin membuat suatu penghantaran obat dengan metode nanopartikel (seperti gambar), dimana ukuran partikel tersebut berukuran besar. Teknik dan alat apakah yang cocok dengan prinsip tersebut
a. Teknik top-down dengan alat ball-milling dimana ukuran partikel kecil digiling hingga menjadi ukuran yang makro.
b. Teknik bottom-up dengan alat milling dimana ukuran partikel besar digiling hingga menjadi ukuran nano.
c. Teknik top-down dengan alat hot melted matrices dimana dilakukan pemanasan hingga menjadi ukuran nano.
d. Teknik bottom-up dengan presipitasi dimana ukuran partikel kecil diubah menjadi ukuran yang makro.
e. Teknik top-down dengan alat ball-milling dimana ukuran partikel besar digiling hingga menjadi ukuran nano.
Peneliti C akan membuat nanozeolit dari zeolit yang diambil dari Pahae dalam bentuk bongkahan. Pembuatan nanozeolit dilakukan dengan metode top-down dengan menggunakan planetary ball mill PM 200 yaitu dengan ketentuan rasio antara ukuran sampel dan bola penggiling yaitu 1:4 dan volume keseluruhan tidak boleh lebih dari 2/3 volume jar. Proses milling berlangsung dengan waktu 24 jam pada kecepatan 500 rpm. Tabung (jar) dan bola penggiling sebelum digunakan dicuci terlebih dahulu menggunakan etanol. Zeolit hasil milling kemudian dikarakterisasi untuk mengetahui ukuran, morfologi dan strukturnya. Alat yang digunakan untuk mengkarakterisasi ukuran, morfologi, dan struktur nanozeolit yaitu berturut-turut
a. PSA, SEM dan XRD
b. SEM, XRD dan EDX
c. EDX, SEM dan XRD
d. XRD, EDX dan SEM
e. SEM, EDX dan XRD
