wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Latihan Soal Audit Intern

Total questions: 54

Worksheet time: 27mins

Name
Class
Date
1.

Pengawasan intern adalah seluruh proses kegiatan audit, reviu, pemantauan, evaluasi dan kegiatan pengawasan lainnya berupa asistensi, sosialisasi dan konsultansi terhadap penyelenggaraan tugas dan fungsi organisasi dalam rangka memberikan keyakinan yang memadai bahwa kegiatan telah dilaksanakan sesuai dengan tolak ukur yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien untuk kepentingan pimpinan dalam mewujudkan kepemerintahan yang baik. Definisi pengawasan intern tersebut menurut:

a)

American Accounting Association (AAA)

b)

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)

c)

Sawyer (2005:10)

d)

Standar Audit Aparat Pengawasan Intern Pemerintah

2.

Jika organisasi belum menerapkan manajemen risiko secara formal, maka pendekatan internal audit yang digunakan adalah:

a)

Memfasilitasi penyempurnaan manajemen risiko

b)

Audit memanfaatkan hasil penilaian risiko yang dilakukan manajemen

c)

Auditor melakukan penilaian risiko dengan keterlibatan manajemen

d)

Penekanan audit pada proses manajemen risiko

3.

Pada tahun 1990-an, peran auditor yang semula sebagai watchdog atau konsultan berkembang menjadi katalis. Sehingga proses, fokus dan impact sebagai katalis menjadi sebagai berikut:

a)

Audit Operasional, Penggunaan Sumber Daya, dan Jangka Menengah

b)

Assurance, Nilai dan Jangka Panjang

c)

Audit Kepatuhan, Adanya variasi dan Jangka Pendek

d)

Assurance, Penggunaan Sumber Daya, Jangka Pendek

4.

Lingkup penugasan audit internal yang disusun AAIPI adalah assurance dan consulting. Berikut ini merupakan penugasan consulting adalah:

a)

Audit, reviu, pemantauan

b)

Audit Keuangan, Audit Kinerja dan Audit Tujuan Tertentu

c)

Advisory, Fasilitative dan Training

d)

Reviu Laporan Keuangan, Audit Operasional dan Audit Investigatif

5.

Pernyataan berikut yang merupakan perbedaan Assurance dan Konsultansi adalah:

a)

Assurance dilakukan melalui kegiatan pemberian saran perbaikan, governance, risk management dan control. Sedangkan konsultansi dilakukan melalui pemeriksaan bukti-bukti yang bertujuan menilai governance, risk management dan control.

b)

Konsultansi melibatkan tiga pihak (manajemen/auditi, auditor internal dan pihak ketiga yang memanfaatkan assurance). Sedangkan assurance hanya melibatkan dua pihak (manajemen dan auditor internal)

c)

Assurance bertujuan memberikan penilaian independen, sedangkan konsultansi bertujuan memberikan saran, pelatihan dan fasilitasi

d)

Lingkup dan sifat kegiatan assurance tidak terbatas, sedangkan lingkup dan sifat kegiatan konsultansi terbatas

6.

Organisasi telah mengintegrasikan manajemen risiko dan internal control merupakan karakteristik kunci risk maturity pada tingkat:

a)

Risk Managed

b)

Risk Defined

c)

Risk Naive

d)

Risk Enable

7.

Secara umum penugasan konsultansi terdiri atas beberapa tahap sebagai berikut:

a)

Perencanaan, Pelaksanaan dan Pelaporan

b)

Pra Perencanaan (Survei), Perencanaan, Pelaksanaan dan Pelaporan

c)

Perencanaan, Pelaksanaan, Pelaporan dan Evaluasi

d)

Perencanaan, Pelaksanaan, Pelaporan, Evaluasi dan Tindak Lanjut

8.

Identifikasi dan penilaian risiko dalam penugasan assurance merupakan tahap:

a)

Pelaksanaan

b)

Evaluasi

c)

Pra Perencanaan

d)

Perencanaan

9.

Tahapan kegiatan audit investigatif meliputi:

a)

Perencanaan, Pengumpulan dan Evaluasi Bukti serta Pelaporan

b)

Pra Perencanaan, Perencanaan, Pengumpulan dan Evaluasi Bukti, serta Pelaporan

c)

Perencanaan, Survei Pendahuluan, Pengumpulan dan Evaluasi Bukti, serta Pelaporan

d)

Pra Perencanaan, Perencanaan, Pengumpulan dan Evaluasi Bukti, Pelaporan serta Tindak Lanjut

10.

Proses penelaahan atas penyelenggaraan akuntansi dan penyajian laporan keuangan kementerian/lembaga/pemerintah daerah (K/L/D) yang dilakukan oleh Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) yang kompeten untuk memberikan keyakinan terbatas bahwa akuntansi telah diselenggarakan berdasarkan sistem akuntansi dan telah disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintah merupakan:

a)

Audit Keuangan

b)

Audit Akuntansi

c)

Reviu Laporan Keuangan

d)

Monitoring Laporan Keuangan

11.

Rangkaian kegiatan yang bertujuan membandingkan hasil/prestasi suatu kegiatan dengan standar, rencana atau norma disebut:

a)

Evaluasi

b)

Reviu

c)

Pemantauan

d)

Perbandingan

12.

Tahapan reviu laporan keuangan meliputi tahap sebagai berikut:

a)

Perencanaan, pelaksanaan, pelaporan dan pendampingan selama pemeriksaab auditor internal/eksternal

b)

Pra perencanaan, pelaksanaan, pelaporan dan pendampingan selama pemeriksaan auditor intern/ekstern

c)

Pra perencanaan, pelaksanaan, pelaporan dan pendampingan selama pemeriksaan BPK

d)

Perencanaan, pelaksanaan, pelaporan dan pendampingan selama pemeriksaan BPK

13.

Data berikut untuk menjawab soal nomor 13 dan 14

Pada tahun 2013, Satker ABC melaksanakan pengadaan 300 set komputer untuk sekolah. Pengadaan menggunakan dana APBN yang bersumber dari Satker ABC. Audit Internal ditugaskan untuk memastikan bahwa kegiatan pengadaan komputer tersebut telah sesuai peraturan yang berlaku tentang pengadaan barang/jasa instansi pemerintah. Atas penugasan tersebut, berikut ini merupakan lingkup penugasan audit:

a)

Memberi positive assurance bahwa pengadaan komputer telah sesuai ketentuan yang berlaku

b)

Audit kinerja atas pengadaan komputer pada satker ABC tahun 2014

c)

Pengadaan komputer pada satker ABC pada tahun 2013

d)

Memberi negative assurance bahwa pengadaan komputer telah sesuai ketentuan yang berlaku

14.

Pernyataan risikonya adalah “spesifikasi teknis tidak sesuai kebutuhan” maka pengendalian yang lemah antara lain adalah:

a)

Jumlah barang diatur dalam dokumen pengadaan

b)

Panitia Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) menerima barang dibandingkan dengan kontrak

c)

Kualifikasi penyedia diatur dalam dokumen lelang

d)

Jumlah barang dimuat dalam kontrak

15.

Dalam merencanakan penugasan, auditor harus memahami auditii. Pemahaman tujuan auditii secara umum dapat diperoleh auditor dari data:

a)

Rencana Strategis

b)

Kebijakan

c)

Uraian Tugas masing-masing Pegawai

d)

Prosedur Baku

16.

Mengurai nilai kontrak ke dalam unsur-unsur yang lebih kecil merupakan contoh teknik audit:

a)

Verifikasi

b)

Evaluasi

c)

Observasi

d)

Analisis

17.

Pernyataan yang benar mengenai vouching adalah:

a)

Memperoleh bukti sebagai peyakin bagi auditor dengan cara mendapatkan/meminta informasi yang sah dari pihak yang relevan

b)

Menelusuri mengikuti ketentuan/prosedur yang berlaku dari hasil menuju awal kegiatan

c)

Penelaahan secara umum dan dilakukan dengan cepat tetapi teliti

d)

Mencocokkan dua data terpisah, mengenai hal yang sama ynag dikerjakan oleh instansi/unit/bagian yang berbeda

18.

Bukti -> Buku Besar -> Laporan Keuangan

Yang dimaksud dengan gambar arah anak panah ke kanan adalah :

a)

Tracing

b)

Scanning

c)

Cross Footing

d)

Vouching

19.

Catatan yang dibuat oleh auditor mengenai bukti-bukti yang dikumpulkan, berbagi teknik dan prosedur audit yang diterapkan, maka simpulan-simpulan yang dibuat selama audit merupakan:

a)

Berita Acara Hasil Audit

b)

Bukti Audit

c)

Kertas Kerja Audit

d)

Program Kerja Audit

20.

Pernyataan yang benar mengenai Kertas Kerja Audit (KKA) antara lain:

a)

KKA merupakan penghubung antara auditor dan auditii

b)

KKA dapat digunakan oleh Pengendali Teknis sebagai sarana mengawasi , meneliti, memonitor dan menilai kecukupan teknik dan prosedur audit

c)

KKA yang baik hanya mencerminkan kegiatan pengujian substantif

d)

KKA adalah dokumentasi yang dibuat auditor, tidak termasuk fotocopy/salinan (auditor’s copy) yang diperoleh auditor selama pemeriksaan

21.

Panitia Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) lalai dalam melaksanakan tugasnya karena menerima hasil pengadaan barang tanpa melalui proses pengujian.

Kalimat temuan tersebut di atas merupakan pernyataan:

a)

Kriteria

b)

Kondisi

c)

Rekomendasi

d)

Sebab

22.

Menurut Kontrak Nomor 13/III/Kontr/2014 tanggal 17 Maret 2014, spesifikasi komputer adalah Intel Core i7 3770-3,4 Ghz, RAM 12 GB, HDD 2TB, DVD/RW, VGA AMD Rodeon-2GB, Windows 8 Pro, Monitor 21,5”

Peratuaran Presiden Nomor 54 Tahun 2010 pasal 5 mengatur bahwa pengadaan barang dan jasa menerapkan prinsip efektivitas. Efektif berarti pengadaan barang/jasa harus sesuai dengan kebutuhan dan sasaran yang telah ditetapkan serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya.

Kalimat temuan tersebut di atas merupakan pernyataan:

a)

Kondisi

b)

Sebab

c)

Kriteria

d)

Akibat

23.

Hasil audit pengadaan 300 set komputer senilai Rp3.000.000.000,00 pada Unit Kerja ABC, diketahui dari 300 set komputer yang diterima, terdapat 100 set komputer yang spesifikasi barang tidak sesuai dengan spesifikasi dalam kontrak.

Spesifikasi 100 set komputer yang diterima adalah Intel Core i5 2310-2,9 Ghz, RAM 8 GB, HDD 2TB, DVD/RW, VGA AMD Rodeon-2GB, Windows 8 Pro, Monitor 21,5”

Kalimat temuan tersebut diatas merupakan pernyataan:

a)

Kriteria

b)

Sebab

c)

Akibat

d)

Kondisi

24.

Laporan Hasil Penugasan hendaknya bermanfaat bagi auditii untuk membangun serta membawa ke arah perbaikan, atau dengan kata lain laporan harus:

a)

Konstruktif

b)

Objektif

c)

Akurat

d)

Jelas

25.

Pernyataan yang benar terkait dengan monitoring tindak lanjut adalah:

a)

Pemantauan atas pelaksanaan tindak lanjut merupakan kewajiban manajemen

b)

Tanggapan auditii diterima dan dievaluasi setelah waktu audit berakhir

c)

Pemantauan tindak lanjut hasil harus dilakukan agar auditii memahami dan memperbaiki kelemahan dan kesalahan yang ada sehingga mampu meningkatkan kinerja organisasinya

d)

Kewajiban untuk melaksanakan tindak lanjut berada pada pihak auditor

26.

Kegiatan konsultansi yang termasuk dalam kelompok pelatihan adalah:

a)

Berlaku sebagai perantara (liaison) dalam isu-isu pengendalian antara manajemen dengan auditor ekstern, rekanan dan kontraktor

b)

Bencmark unit internal dengan unit lainnya dari organisasi yang serupa untuk mengidentifikasikan praktik-praktik terbaik

c)

Memfasilitasi proses penilaian risiko

d)

Memfasilitasi penilaian mandiri terhadap pengendalian oleh manajemen

27.

Dalam proses penugasan konsultansi, kegiatan evaluasi dessain pengendalian dikerjakan pada tahap:

a)

Pra perencanaan

b)

Perencanaan

c)

Pelaksanaan

d)

Pengumpulan dan evaluasi bukti

28.

Contoh kegiatan konsultansi yang bersifat fasilitatif antara lain berlaku sebaga:

a)

Perantara (liaison) dalam isu-isu pengendalian antara manajemen dengan audit ekstern, rekanan dan kontraktor

b)

Post mortern analisis yaitu mencarikan pekerjaan yang dapat diambil dari satu kegiatan setelah kegiatan tersebut dilaksanakan

c)

Pelatihan manajemen risiko dan pengendalian intern

d)

Memberi saran dan rancangan pengendaalian

29.

Lengkapi sistem akuntansi berbasis komputer dibawah ini:

................... -> Aplikasi Komputer -> Laporan Keuangan

a)

Buku Besar

b)

Jurnal

c)

Bukti Transaksi

d)

Jurnal penyesuaian

30.

Program Aplikasi Audit Command Language (ACL) dan Interactiva Data Extraction and Analysis (IDEA) dapat membantu auditor antara lain dalam hal:

a)

Menyusun laporan

b)

Mencari transaksi sejenis

c)

Penginputan data, pemprosesan data, dan analisa data

d)

Mencari transaksi sesuai kriteria yang ditentukan dari ribuan transaksi yang ada

31.

Positif assurance diberikan oleh auditor internal untuk meyakinkan bahwa informasi yang di audit telah sesuai dengan ketentuan, Berikut ini adalah contoh dari Positif assurance, yaitu :

a)

Dari hasil audit yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa pelaksanaan tugas dari fungsi SKPD “Milenials Black wedus” telah dilaksanakan dengan efektif dalam mencari tujuan organisasi.

b)

Dari hasil evaluasi yang telah dilakukan, tidak ditemukan bukti bahwa pelaksanaan tugas dan fungsi SKPD “Milenials Black wedus”dilaksanakan dengan tidak efektif

c)

Dari hasil evaluasi yang telah dilakukan, tidak ditemukan bukti bahwa pelaksanaan tugas dan fungsi SKPD “Milenials Black wedus” dilaksanakan dengan tidak efisien

d)

Dari hasil evaluasi yang telah dilakukan, tidak ditemukan bukti bahwa pelaksanaan tugas dan fungsi SKPD “Milenials Black wedus” dilaksanakan dengan tidak ekonomis

32.

Setiap organisasi tentu mengalami berbagai tantangan, untuk menghadapinya manajemen dapat meminta auditor untuk memberikan saran dalam hal kegiatan “ membangun manajemen resiko “ kegiatan ini disebut :

a)

Training Role

b)

Facilitatif Role

c)

Advisory Role

d)

Best Role

33.

“Pengembangan temuan dan rekomendasi” adalah salah satu kegiatan assurance pada setiap tahap :

a)

Perencanaan

b)

Pelaksanaan

c)

Pelaporan

d)

Monitoring

34.

Penilaian objektif yang dilakukan auditor internal atas bukti untuk memberikan pendapat independen mengenai tata kelola, manajemen resiko dan proses pengendalian,merupakan :

a)

Kegiatan Konsultasi

b)

Kegiatan assurance

c)

Kegiatan audit

d)

Kegiatan evaluasi

35.

Evaluasi AKIP diatur dengan Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Juklak Evaluasi AKIP) yang setiap bulan di terbitkan oleh :

a)

Menteri Dalam Negeri

b)

Menteri Keuangan

c)

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Revormasi Birokrasi

d)

Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan

36.

Aktifitas analisis yang sistematis, pemberian nilai, atribut, apresiasi dan pengenalan permasalahan, serta pemberian solusi atas masalah yang ditemukan untuk tujuan peningkatan kinerja dan akuntabilitas instansi/ unit kerja pemerinta, disebut :

a)

Monitoring AKIP

b)

Evaluasi AKIP

c)

Reviu AKIP

d)

Tindak lanjut AKIP

37.

Metodologi yang digunakan untuk melakukan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi akan menggunakan teknik :

a)

Criteria reverenced survey

b)

Normatif reverenced survey

c)

Assurance reverenced survey

d)

Observace reverenced survey

38.

Kriteria evaluasi Kinerja Instansi Pemerintah ditentukan berdasarkan pada salah satu hal dibawah ini :

a)

Kebenaran normatif yang bersumber pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara

b)

Kebenaran mutlak sebagaimana yang ditetapkan dalam pedoman penyusunan laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi pemerintah

c)

Kebenaran normatif yang bersumber pada berbagai praktik manajemen srategis, manajemen kinerja dan sistem akuntabilitas yang baik

d)

Kebenaran mutlak sebagaimana yang ditetapkan dalam Perencanaan Srategis

39.

Penilaian yang ditujukan untuk mengetahui apakah suatu instansi telah memenuhi suatu kriteria evaluasi Kinerja Instansi Pemerintah, harus didasarkan pada :

a)

Fakta objektif dan fakta subjektif dari para evaluator

b)

Fakta objektif dan professional judgement dari para evaluator

c)

Fakta independensi dan fakta objektif dari para evaluator

d)

Fakta integritas dan fakta independensi dari para evaluator

40.

Untuk keberhasilan pelaksanaan evaluasi, terlebih dahulu perlu didefenisikan kepentingan pihak- pihak pengguna hasil evaluasi. Informasi yang dihasilkan dari suatu evaluasi antara lin mencangkup :

a)

Informasi untuk menindaklanjuti temuan hasil evaluasi

b)

Informasi untuk melaksanakan rekomendasi yang elah dibuat

c)

Informasi untuk meningkatkan efektifitas

d)

Informasi untuk membantu agar kegiatan tetap dalam alurnya

41.

Proses pengidentifikaisan masalah dalam kegiatan yang memerlukan audit investigatif, penyususnan hipotesis awal atas masalah yang diidentifikasi dan pengolahan hipotesis, hingga ditetapkannya simpulan apakah layak atau tidaknya dilakukan suatu audit investigatif atas masalah tersebut, adalah salah satu tahap dalam kegiatan audit infestigatif, yaitu :

a)

Pra perencanaan

b)

Perencanaan

c)

Pengumpulan dan evaluasi bukti

d)

Pelaporan

42.

Audit investigatif merupakan suatu upaya untuk membuktikan ada tidaknya suatu perbuatan yang melanggar hukum sehingga apabila perbuatan tebukti, maka akan dikualifikasikan apakah perbuatan tersebut termasuk kesalahan administrasi yang nantinya akan dilakukan :

a)

Pemberian rekomendasi atas kelemahan yang ada

b)

Pelaksanaan tindak lanjut atas temuan yang ada

c)

Tuntutan ganti rugi/ tuntutan perbendaharaan

d)

Pembetulan kembali atas permasalahan yang ada

43.

Salah satu tahapan audit investigatif adalah pengumpulan dan evaluasi bukti. Pelaksanaan kegiatan ini harus difokuskan pada upaya pengujian hipotesis untuk mengungkapkan fakta- fakta dan proses kejadian, pihak yang diduga terlibat atas kerugian keuangan negara/ daerah, serta :

a)

Sebab dan dampak penyimpangan

b)

Akibat dari proses kejadian

c)

Modus operandi kejadian

d)

Tindak lanjut dari kerugian keuangan negara/ daerah

44.

Proses penelaahan atas penyelenggaraan akuntansi dan penyelenggaraan dan penyajian laporan keuangan kementerian/ lembaga/ pemerintahan daerah yang dilakukan oleh APIP yang kompeten untuk memberikan :

a)

Keyakinan mutlak bahwa akuntansi telah diselenggarakan berdasarkan sistem akuntansi dan telah disajikan sesuai dengan standar akuntansi pemerintah

b)

Keyakinan terbatas bahwa akuntansi telah diselenggarakan berdasarkan sistem akuntansi dan telah disajikan sesuai dengan standar akuntansi pemerintah

c)

Rekomendasi atas temuan hasil kegiatan yang tidak sesuai dengan peraturan

d)

Tindak lanjut atas temuan hasil kegiatan yang tidak sesuai dengan peraturan.

45.

Kegiatan akuntansi dan assurance independen yang dirancang untuk memberikan nilai tambah dan perbaikan operasi organisasi, disebut :

a)

Audit operasional

b)

Internal audit

c)

Audit kinerja

d)

Audit tujuan tertentu

46.

Pembahasan saran dengan manajemen dalam penugasan konsultasi berada pada tahap :

a)

Pra Perencanaan

b)

Perencanaan

c)

Pelaksanaan

d)

Pelaporan

47.

Laporan hasil penugasan harus memenuhi syarat kualitas komunikasi yang baik, yaitu :

a)

Akurat, obyektif, jelas, ringkas, konstruksi, lengkap dan tepat waktu

b)

Akurat, obyektif, relevan, ringkas, konstruktif, lengkap dan tepat waktu

c)

Akurat, obyektif, jelas, konstruktif, lengkap dan tepat waktu

d)

Akurat, obyektif, relevan, konstruktif, lengkap dan tepat waktu

48.

Mengurai nilai kontrak pengadaan barang kedalam unsur – unsur yang lebih kecil sehingga dapat diketahui pola hubungan antar unsur atau unsur penting yang tersembunyi merupakan salah satu teknik audit, yaitu :

a)

Observasi

b)

Analisis

c)

Verifikasi

d)

Evaluasi

49.

Metode yang digunakan untuk pengukuran dampak risiko dan kemungkinan terjadinya risiko adalah:

a)

Preventive dan mitigative

b)

Inherent risk dan residual risk

c)

Kualitatif, kuantitatif dan campuran

d)

Metode tunggal dan campuran

50.

Penentuan tingkat kemungkinan terjadinya risiko serta pengaruh/akibat yang harus ditanggung oleh organisasi merupakan :

a)

Risiko

b)

Dampak risiko

c)

Tingkat kemungkinan terjadinya risiko

d)

Penilaian risiko

51.

Audit yang bertujuan untuk menilai ketaatan terhadap peraturan tertentu adalah :

a)

Audit keuangan

b)

Audit kinerja

c)

Compliance audit

d)

Audit investigasi

52.

Penelaahan ulang bukti – bukti atas suatu kegiatan untuk memastikan bahwa kegiatan tersebut telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan, standar, rencana atau norma yang telah ditetapkan, merupakan :

a)

Pemantauan

b)

Evaluasi

c)

Reviu

d)

Audit

53.

1. Pada kegiatan assurance, pihak yang terlibt adalah :

a)

Satu pihak, yaitu pihak manajemen saja

b)

Dua pihak, yaitu pihak manajemen selaku peminta saran dan auditor internal selaku pemberi saran

c)

Tiga pihak, yaitu pihak manajemen selaku auditi, auditor internal selaku pelaksana kegiatan dan pihak ketiga yang memanfaatkan hasil kegiatan

d)

Empat pihak, yaitu manajemen selaku auditi, auditor internal selaku pelaksana kegiatan dan pihak ketiga yang memanfaatkan hasil kegiatan dan pemerintah selaku pembuat peraturan

54.

1. Peran audit internal menurut Standar Audit APIP dan IIA dapat dibagi dalam dua kelompok, yaitu assurance dan konsultasi. Persamaan kedua peran ini adalah :

a)

Memberikan penilaian independen dengan lingkup dan sifat kegiatan yang ditentukan oleh auditor

b)

Meningkatkan governance, risk managemen and kontrol (GRC) organiasi

c)

Memberikan saran, pelatihan dan fasilitasi

d)

Memberikan saran terkait aktifitas organisasi