NEW
Font size
WorksheetsLatihan Soal Audit Intern
Total questions: 54
Worksheet time: 27mins
Pengawasan intern adalah seluruh proses kegiatan audit, reviu, pemantauan, evaluasi dan kegiatan pengawasan lainnya berupa asistensi, sosialisasi dan konsultansi terhadap penyelenggaraan tugas dan fungsi organisasi dalam rangka memberikan keyakinan yang memadai bahwa kegiatan telah dilaksanakan sesuai dengan tolak ukur yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien untuk kepentingan pimpinan dalam mewujudkan kepemerintahan yang baik. Definisi pengawasan intern tersebut menurut:
American Accounting Association (AAA)
Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)
Sawyer (2005:10)
Standar Audit Aparat Pengawasan Intern Pemerintah
Jika organisasi belum menerapkan manajemen risiko secara formal, maka pendekatan internal audit yang digunakan adalah:
Memfasilitasi penyempurnaan manajemen risiko
Audit memanfaatkan hasil penilaian risiko yang dilakukan manajemen
Auditor melakukan penilaian risiko dengan keterlibatan manajemen
Penekanan audit pada proses manajemen risiko
Pada tahun 1990-an, peran auditor yang semula sebagai watchdog atau konsultan berkembang menjadi katalis. Sehingga proses, fokus dan impact sebagai katalis menjadi sebagai berikut:
Audit Operasional, Penggunaan Sumber Daya, dan Jangka Menengah
Assurance, Nilai dan Jangka Panjang
Audit Kepatuhan, Adanya variasi dan Jangka Pendek
Assurance, Penggunaan Sumber Daya, Jangka Pendek
Lingkup penugasan audit internal yang disusun AAIPI adalah assurance dan consulting. Berikut ini merupakan penugasan consulting adalah:
Audit, reviu, pemantauan
Audit Keuangan, Audit Kinerja dan Audit Tujuan Tertentu
Advisory, Fasilitative dan Training
Reviu Laporan Keuangan, Audit Operasional dan Audit Investigatif
Pernyataan berikut yang merupakan perbedaan Assurance dan Konsultansi adalah:
Assurance dilakukan melalui kegiatan pemberian saran perbaikan, governance, risk management dan control. Sedangkan konsultansi dilakukan melalui pemeriksaan bukti-bukti yang bertujuan menilai governance, risk management dan control.
Konsultansi melibatkan tiga pihak (manajemen/auditi, auditor internal dan pihak ketiga yang memanfaatkan assurance). Sedangkan assurance hanya melibatkan dua pihak (manajemen dan auditor internal)
Assurance bertujuan memberikan penilaian independen, sedangkan konsultansi bertujuan memberikan saran, pelatihan dan fasilitasi
Lingkup dan sifat kegiatan assurance tidak terbatas, sedangkan lingkup dan sifat kegiatan konsultansi terbatas
Organisasi telah mengintegrasikan manajemen risiko dan internal control merupakan karakteristik kunci risk maturity pada tingkat:
Risk Managed
Risk Defined
Risk Naive
Risk Enable
Secara umum penugasan konsultansi terdiri atas beberapa tahap sebagai berikut:
Perencanaan, Pelaksanaan dan Pelaporan
Pra Perencanaan (Survei), Perencanaan, Pelaksanaan dan Pelaporan
Perencanaan, Pelaksanaan, Pelaporan dan Evaluasi
Perencanaan, Pelaksanaan, Pelaporan, Evaluasi dan Tindak Lanjut
Identifikasi dan penilaian risiko dalam penugasan assurance merupakan tahap:
Pelaksanaan
Evaluasi
Pra Perencanaan
Perencanaan
Tahapan kegiatan audit investigatif meliputi:
Perencanaan, Pengumpulan dan Evaluasi Bukti serta Pelaporan
Pra Perencanaan, Perencanaan, Pengumpulan dan Evaluasi Bukti, serta Pelaporan
Perencanaan, Survei Pendahuluan, Pengumpulan dan Evaluasi Bukti, serta Pelaporan
Pra Perencanaan, Perencanaan, Pengumpulan dan Evaluasi Bukti, Pelaporan serta Tindak Lanjut
Proses penelaahan atas penyelenggaraan akuntansi dan penyajian laporan keuangan kementerian/lembaga/pemerintah daerah (K/L/D) yang dilakukan oleh Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) yang kompeten untuk memberikan keyakinan terbatas bahwa akuntansi telah diselenggarakan berdasarkan sistem akuntansi dan telah disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintah merupakan:
Audit Keuangan
Audit Akuntansi
Reviu Laporan Keuangan
Monitoring Laporan Keuangan
Rangkaian kegiatan yang bertujuan membandingkan hasil/prestasi suatu kegiatan dengan standar, rencana atau norma disebut:
Evaluasi
Reviu
Pemantauan
Perbandingan
Tahapan reviu laporan keuangan meliputi tahap sebagai berikut:
Perencanaan, pelaksanaan, pelaporan dan pendampingan selama pemeriksaab auditor internal/eksternal
Pra perencanaan, pelaksanaan, pelaporan dan pendampingan selama pemeriksaan auditor intern/ekstern
Pra perencanaan, pelaksanaan, pelaporan dan pendampingan selama pemeriksaan BPK
Perencanaan, pelaksanaan, pelaporan dan pendampingan selama pemeriksaan BPK
Data berikut untuk menjawab soal nomor 13 dan 14
Pada tahun 2013, Satker ABC melaksanakan pengadaan 300 set komputer untuk sekolah. Pengadaan menggunakan dana APBN yang bersumber dari Satker ABC. Audit Internal ditugaskan untuk memastikan bahwa kegiatan pengadaan komputer tersebut telah sesuai peraturan yang berlaku tentang pengadaan barang/jasa instansi pemerintah. Atas penugasan tersebut, berikut ini merupakan lingkup penugasan audit:
Memberi positive assurance bahwa pengadaan komputer telah sesuai ketentuan yang berlaku
Audit kinerja atas pengadaan komputer pada satker ABC tahun 2014
Pengadaan komputer pada satker ABC pada tahun 2013
Memberi negative assurance bahwa pengadaan komputer telah sesuai ketentuan yang berlaku
Pernyataan risikonya adalah “spesifikasi teknis tidak sesuai kebutuhan” maka pengendalian yang lemah antara lain adalah:
Jumlah barang diatur dalam dokumen pengadaan
Panitia Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) menerima barang dibandingkan dengan kontrak
Kualifikasi penyedia diatur dalam dokumen lelang
Jumlah barang dimuat dalam kontrak
Dalam merencanakan penugasan, auditor harus memahami auditii. Pemahaman tujuan auditii secara umum dapat diperoleh auditor dari data:
Rencana Strategis
Kebijakan
Uraian Tugas masing-masing Pegawai
Prosedur Baku
Mengurai nilai kontrak ke dalam unsur-unsur yang lebih kecil merupakan contoh teknik audit:
Verifikasi
Evaluasi
Observasi
Analisis
Pernyataan yang benar mengenai vouching adalah:
Memperoleh bukti sebagai peyakin bagi auditor dengan cara mendapatkan/meminta informasi yang sah dari pihak yang relevan
Menelusuri mengikuti ketentuan/prosedur yang berlaku dari hasil menuju awal kegiatan
Penelaahan secara umum dan dilakukan dengan cepat tetapi teliti
Mencocokkan dua data terpisah, mengenai hal yang sama ynag dikerjakan oleh instansi/unit/bagian yang berbeda
Bukti -> Buku Besar -> Laporan Keuangan
Yang dimaksud dengan gambar arah anak panah ke kanan adalah :
Tracing
Scanning
Cross Footing
Vouching
Catatan yang dibuat oleh auditor mengenai bukti-bukti yang dikumpulkan, berbagi teknik dan prosedur audit yang diterapkan, maka simpulan-simpulan yang dibuat selama audit merupakan:
Berita Acara Hasil Audit
Bukti Audit
Kertas Kerja Audit
Program Kerja Audit
Pernyataan yang benar mengenai Kertas Kerja Audit (KKA) antara lain:
KKA merupakan penghubung antara auditor dan auditii
KKA dapat digunakan oleh Pengendali Teknis sebagai sarana mengawasi , meneliti, memonitor dan menilai kecukupan teknik dan prosedur audit
KKA yang baik hanya mencerminkan kegiatan pengujian substantif
KKA adalah dokumentasi yang dibuat auditor, tidak termasuk fotocopy/salinan (auditor’s copy) yang diperoleh auditor selama pemeriksaan
Panitia Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) lalai dalam melaksanakan tugasnya karena menerima hasil pengadaan barang tanpa melalui proses pengujian.
Kalimat temuan tersebut di atas merupakan pernyataan:
Kriteria
Kondisi
Rekomendasi
Sebab
Menurut Kontrak Nomor 13/III/Kontr/2014 tanggal 17 Maret 2014, spesifikasi komputer adalah Intel Core i7 3770-3,4 Ghz, RAM 12 GB, HDD 2TB, DVD/RW, VGA AMD Rodeon-2GB, Windows 8 Pro, Monitor 21,5”
Peratuaran Presiden Nomor 54 Tahun 2010 pasal 5 mengatur bahwa pengadaan barang dan jasa menerapkan prinsip efektivitas. Efektif berarti pengadaan barang/jasa harus sesuai dengan kebutuhan dan sasaran yang telah ditetapkan serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya.
Kalimat temuan tersebut di atas merupakan pernyataan:
Kondisi
Sebab
Kriteria
Akibat
Hasil audit pengadaan 300 set komputer senilai Rp3.000.000.000,00 pada Unit Kerja ABC, diketahui dari 300 set komputer yang diterima, terdapat 100 set komputer yang spesifikasi barang tidak sesuai dengan spesifikasi dalam kontrak.
Spesifikasi 100 set komputer yang diterima adalah Intel Core i5 2310-2,9 Ghz, RAM 8 GB, HDD 2TB, DVD/RW, VGA AMD Rodeon-2GB, Windows 8 Pro, Monitor 21,5”
Kalimat temuan tersebut diatas merupakan pernyataan:
Kriteria
Sebab
Akibat
Kondisi
Laporan Hasil Penugasan hendaknya bermanfaat bagi auditii untuk membangun serta membawa ke arah perbaikan, atau dengan kata lain laporan harus:
Konstruktif
Objektif
Akurat
Jelas
Pernyataan yang benar terkait dengan monitoring tindak lanjut adalah:
Pemantauan atas pelaksanaan tindak lanjut merupakan kewajiban manajemen
Tanggapan auditii diterima dan dievaluasi setelah waktu audit berakhir
Pemantauan tindak lanjut hasil harus dilakukan agar auditii memahami dan memperbaiki kelemahan dan kesalahan yang ada sehingga mampu meningkatkan kinerja organisasinya
Kewajiban untuk melaksanakan tindak lanjut berada pada pihak auditor
Kegiatan konsultansi yang termasuk dalam kelompok pelatihan adalah:
Berlaku sebagai perantara (liaison) dalam isu-isu pengendalian antara manajemen dengan auditor ekstern, rekanan dan kontraktor
Bencmark unit internal dengan unit lainnya dari organisasi yang serupa untuk mengidentifikasikan praktik-praktik terbaik
Memfasilitasi proses penilaian risiko
Memfasilitasi penilaian mandiri terhadap pengendalian oleh manajemen
Dalam proses penugasan konsultansi, kegiatan evaluasi dessain pengendalian dikerjakan pada tahap:
Pra perencanaan
Perencanaan
Pelaksanaan
Pengumpulan dan evaluasi bukti
Contoh kegiatan konsultansi yang bersifat fasilitatif antara lain berlaku sebaga:
Perantara (liaison) dalam isu-isu pengendalian antara manajemen dengan audit ekstern, rekanan dan kontraktor
Post mortern analisis yaitu mencarikan pekerjaan yang dapat diambil dari satu kegiatan setelah kegiatan tersebut dilaksanakan
Pelatihan manajemen risiko dan pengendalian intern
Memberi saran dan rancangan pengendaalian
Lengkapi sistem akuntansi berbasis komputer dibawah ini:
................... -> Aplikasi Komputer -> Laporan Keuangan
Buku Besar
Jurnal
Bukti Transaksi
Jurnal penyesuaian
Program Aplikasi Audit Command Language (ACL) dan Interactiva Data Extraction and Analysis (IDEA) dapat membantu auditor antara lain dalam hal:
Menyusun laporan
Mencari transaksi sejenis
Penginputan data, pemprosesan data, dan analisa data
Mencari transaksi sesuai kriteria yang ditentukan dari ribuan transaksi yang ada
Positif assurance diberikan oleh auditor internal untuk meyakinkan bahwa informasi yang di audit telah sesuai dengan ketentuan, Berikut ini adalah contoh dari Positif assurance, yaitu :
Dari hasil audit yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa pelaksanaan tugas dari fungsi SKPD “Milenials Black wedus” telah dilaksanakan dengan efektif dalam mencari tujuan organisasi.
Dari hasil evaluasi yang telah dilakukan, tidak ditemukan bukti bahwa pelaksanaan tugas dan fungsi SKPD “Milenials Black wedus”dilaksanakan dengan tidak efektif
Dari hasil evaluasi yang telah dilakukan, tidak ditemukan bukti bahwa pelaksanaan tugas dan fungsi SKPD “Milenials Black wedus” dilaksanakan dengan tidak efisien
Dari hasil evaluasi yang telah dilakukan, tidak ditemukan bukti bahwa pelaksanaan tugas dan fungsi SKPD “Milenials Black wedus” dilaksanakan dengan tidak ekonomis
Setiap organisasi tentu mengalami berbagai tantangan, untuk menghadapinya manajemen dapat meminta auditor untuk memberikan saran dalam hal kegiatan “ membangun manajemen resiko “ kegiatan ini disebut :
Training Role
Facilitatif Role
Advisory Role
Best Role
“Pengembangan temuan dan rekomendasi” adalah salah satu kegiatan assurance pada setiap tahap :
Perencanaan
Pelaksanaan
Pelaporan
Monitoring
Penilaian objektif yang dilakukan auditor internal atas bukti untuk memberikan pendapat independen mengenai tata kelola, manajemen resiko dan proses pengendalian,merupakan :
Kegiatan Konsultasi
Kegiatan assurance
Kegiatan audit
Kegiatan evaluasi
Evaluasi AKIP diatur dengan Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Juklak Evaluasi AKIP) yang setiap bulan di terbitkan oleh :
Menteri Dalam Negeri
Menteri Keuangan
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Revormasi Birokrasi
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
Aktifitas analisis yang sistematis, pemberian nilai, atribut, apresiasi dan pengenalan permasalahan, serta pemberian solusi atas masalah yang ditemukan untuk tujuan peningkatan kinerja dan akuntabilitas instansi/ unit kerja pemerinta, disebut :
Monitoring AKIP
Evaluasi AKIP
Reviu AKIP
Tindak lanjut AKIP
Metodologi yang digunakan untuk melakukan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi akan menggunakan teknik :
Criteria reverenced survey
Normatif reverenced survey
Assurance reverenced survey
Observace reverenced survey
Kriteria evaluasi Kinerja Instansi Pemerintah ditentukan berdasarkan pada salah satu hal dibawah ini :
Kebenaran normatif yang bersumber pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
Kebenaran mutlak sebagaimana yang ditetapkan dalam pedoman penyusunan laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi pemerintah
Kebenaran normatif yang bersumber pada berbagai praktik manajemen srategis, manajemen kinerja dan sistem akuntabilitas yang baik
Kebenaran mutlak sebagaimana yang ditetapkan dalam Perencanaan Srategis
Penilaian yang ditujukan untuk mengetahui apakah suatu instansi telah memenuhi suatu kriteria evaluasi Kinerja Instansi Pemerintah, harus didasarkan pada :
Fakta objektif dan fakta subjektif dari para evaluator
Fakta objektif dan professional judgement dari para evaluator
Fakta independensi dan fakta objektif dari para evaluator
Fakta integritas dan fakta independensi dari para evaluator
Untuk keberhasilan pelaksanaan evaluasi, terlebih dahulu perlu didefenisikan kepentingan pihak- pihak pengguna hasil evaluasi. Informasi yang dihasilkan dari suatu evaluasi antara lin mencangkup :
Informasi untuk menindaklanjuti temuan hasil evaluasi
Informasi untuk melaksanakan rekomendasi yang elah dibuat
Informasi untuk meningkatkan efektifitas
Informasi untuk membantu agar kegiatan tetap dalam alurnya
Proses pengidentifikaisan masalah dalam kegiatan yang memerlukan audit investigatif, penyususnan hipotesis awal atas masalah yang diidentifikasi dan pengolahan hipotesis, hingga ditetapkannya simpulan apakah layak atau tidaknya dilakukan suatu audit investigatif atas masalah tersebut, adalah salah satu tahap dalam kegiatan audit infestigatif, yaitu :
Pra perencanaan
Perencanaan
Pengumpulan dan evaluasi bukti
Pelaporan
Audit investigatif merupakan suatu upaya untuk membuktikan ada tidaknya suatu perbuatan yang melanggar hukum sehingga apabila perbuatan tebukti, maka akan dikualifikasikan apakah perbuatan tersebut termasuk kesalahan administrasi yang nantinya akan dilakukan :
Pemberian rekomendasi atas kelemahan yang ada
Pelaksanaan tindak lanjut atas temuan yang ada
Tuntutan ganti rugi/ tuntutan perbendaharaan
Pembetulan kembali atas permasalahan yang ada
Salah satu tahapan audit investigatif adalah pengumpulan dan evaluasi bukti. Pelaksanaan kegiatan ini harus difokuskan pada upaya pengujian hipotesis untuk mengungkapkan fakta- fakta dan proses kejadian, pihak yang diduga terlibat atas kerugian keuangan negara/ daerah, serta :
Sebab dan dampak penyimpangan
Akibat dari proses kejadian
Modus operandi kejadian
Tindak lanjut dari kerugian keuangan negara/ daerah
Proses penelaahan atas penyelenggaraan akuntansi dan penyelenggaraan dan penyajian laporan keuangan kementerian/ lembaga/ pemerintahan daerah yang dilakukan oleh APIP yang kompeten untuk memberikan :
Keyakinan mutlak bahwa akuntansi telah diselenggarakan berdasarkan sistem akuntansi dan telah disajikan sesuai dengan standar akuntansi pemerintah
Keyakinan terbatas bahwa akuntansi telah diselenggarakan berdasarkan sistem akuntansi dan telah disajikan sesuai dengan standar akuntansi pemerintah
Rekomendasi atas temuan hasil kegiatan yang tidak sesuai dengan peraturan
Tindak lanjut atas temuan hasil kegiatan yang tidak sesuai dengan peraturan.
Kegiatan akuntansi dan assurance independen yang dirancang untuk memberikan nilai tambah dan perbaikan operasi organisasi, disebut :
Audit operasional
Internal audit
Audit kinerja
Audit tujuan tertentu
Pembahasan saran dengan manajemen dalam penugasan konsultasi berada pada tahap :
Pra Perencanaan
Perencanaan
Pelaksanaan
Pelaporan
Laporan hasil penugasan harus memenuhi syarat kualitas komunikasi yang baik, yaitu :
Akurat, obyektif, jelas, ringkas, konstruksi, lengkap dan tepat waktu
Akurat, obyektif, relevan, ringkas, konstruktif, lengkap dan tepat waktu
Akurat, obyektif, jelas, konstruktif, lengkap dan tepat waktu
Akurat, obyektif, relevan, konstruktif, lengkap dan tepat waktu
Mengurai nilai kontrak pengadaan barang kedalam unsur – unsur yang lebih kecil sehingga dapat diketahui pola hubungan antar unsur atau unsur penting yang tersembunyi merupakan salah satu teknik audit, yaitu :
Observasi
Analisis
Verifikasi
Evaluasi
Metode yang digunakan untuk pengukuran dampak risiko dan kemungkinan terjadinya risiko adalah:
Preventive dan mitigative
Inherent risk dan residual risk
Kualitatif, kuantitatif dan campuran
Metode tunggal dan campuran
Penentuan tingkat kemungkinan terjadinya risiko serta pengaruh/akibat yang harus ditanggung oleh organisasi merupakan :
Risiko
Dampak risiko
Tingkat kemungkinan terjadinya risiko
Penilaian risiko
Audit yang bertujuan untuk menilai ketaatan terhadap peraturan tertentu adalah :
Audit keuangan
Audit kinerja
Compliance audit
Audit investigasi
Penelaahan ulang bukti – bukti atas suatu kegiatan untuk memastikan bahwa kegiatan tersebut telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan, standar, rencana atau norma yang telah ditetapkan, merupakan :
Pemantauan
Evaluasi
Reviu
Audit
1. Pada kegiatan assurance, pihak yang terlibt adalah :
Satu pihak, yaitu pihak manajemen saja
Dua pihak, yaitu pihak manajemen selaku peminta saran dan auditor internal selaku pemberi saran
Tiga pihak, yaitu pihak manajemen selaku auditi, auditor internal selaku pelaksana kegiatan dan pihak ketiga yang memanfaatkan hasil kegiatan
Empat pihak, yaitu manajemen selaku auditi, auditor internal selaku pelaksana kegiatan dan pihak ketiga yang memanfaatkan hasil kegiatan dan pemerintah selaku pembuat peraturan
1. Peran audit internal menurut Standar Audit APIP dan IIA dapat dibagi dalam dua kelompok, yaitu assurance dan konsultasi. Persamaan kedua peran ini adalah :
Memberikan penilaian independen dengan lingkup dan sifat kegiatan yang ditentukan oleh auditor
Meningkatkan governance, risk managemen and kontrol (GRC) organiasi
Memberikan saran, pelatihan dan fasilitasi
Memberikan saran terkait aktifitas organisasi
