NEW
Font size
WorksheetsLatihan Soal Komunikasi Audit Intern
Total questions: 39
Worksheet time: 20mins
Bagi sebagian orang, berkomunikasi secara tatap muka merupakan hal yang dapat menimbulkan perasaan tidka nyaman. Namun, perasaan tidka nyaman itu dapat dihilangkan dengan pengendalian diri sendiri saat melakukan komunikasi. Beberapa persiapan yang perlu dilakukan dalam pengendalian diri tersebut, antara lain dengan cara:
Konsep diri yang negatif
Emosi yang tinggi
Memeriksa keyakinan tentang komunikasi
Kecemasan yang besar
Ekspresi diri dalam komunikasi tulisan harus memperhatikan pilihan kata, efektivitas kalimat, alur pikir, tata bahasa dan:
Aturan membuat puisi
Tidak perlu memperhatikan budaya
Bahasa tubuh
Format penyajian
Komunikasi efektif adalah komunikasi yang bertujuan agar komunikan dapat memahami pesan yang disampaikan oleh komunikator dan:
Komunikan memberikan umpan balik yang sesuai dengan pesan
Komunikan menolak memberi umpan balik
Komunikan menyetujui
Komunikan menolak
Auditor mengharapkan kerjasama dengan auditan dalam penyediaan data secara lengkap. Setelah berkomunikasi, akhirnya auditan memahami kebutuhan auditor dan mengerti bahwa tanpa bantuannya, maka auditor akan mengalami kesulitan dalam penyelesaian tugas. Komunikasi yang terjadi ini disebut:
Komunikasi non verbal
Komunikasi persuasif
Komunikasi efektif
Komunikasi empatik
Komunikasi persuasif dapat dilihat sebagai derajat interaksi yang lebih tinggi dibanding dengan komunikasi efektif dan empatik. Komunikasi persuasif bertujuan untuk:
Meminta kesediaan auditan untuk ikut mengaudit
Adanya keluhan terhadap sudut pandang komunikan
Membuat komunikan memberikan umpan balik sesuai keinginan komunikator
Meminta kesediaan komunikator untuk memberikan umpan balik kepada komunikan
Wawancara terganggu karena ruangan yang terlalu bising, komunikasi yang tidak jelas karena sinyal komunikasi yang buruk, merupakan contoh hambatan pada:
Komunikator dan komunikan
Kode-kode yang digunakan
Saluran Komunikasi
Situasi komunikasi
Jika pihak yang diwawancara telah memberikan pernyataan atau jawaban yang cukup jelas , akan tetapi pewawancara ingin mengetahui lebih dalam mengenai jawaban yang telah diberikan, maka perlu penggalian yang lebih mendalam yang dikenal sebagai:
Paraphrase
Probing
Kuesioner
Konfirmasi
Apabila wawancara dijadikan satu-satunya alat pengumpul data atau metode utama dalam serangkaian metode pengumpulan data lainnya, maka wawancara akan berfungsi sebagai :
Metode pelengkap
Alat pelengkap
Kriteria
Metode primer
Wawancara merupakan suatu proses interaksi yang dilakukan secara lisan dengan menggunakan metode tanya jawab. Apabila wawancara dapat diganti dengan cara lain, maka wawancara akan berfungsi sebagai : hal 10
Metode primer
Metode pelengkap
Kriteria
Alat pelengkap
Komunikasi yang melibatkan diri sendiri sebagai komunikator dan komunikannya, seperti proses intropeksi diri, termasuk dalam kategori:
Komunikasi intrapersoal
Komunikasi nonverbal
Komunikasi massa
Komunikasi interpersonal
Komunikasi didefinisikan sebagai transformasi informasi dan pemahaman melalui penggunaan simbol-simbol biasa atau umum. Proses penerima (komunikan) harus menerjemahkan simbol-simbol yang diterima ke dalam suatu bahasa yang dapat dipahami, dikenal sebagai: slide
Komunikator
Encoding
Decoding
Feedback
Komunikasi dalam audit intern sangat bermanfaat untuk memperoleh data dan informasi yang diperlukan dalam pengujian audit, mengendalikan dan mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan tim audit, meningkatkan mutu audit, serta:
Memperluas jangkauan audit
Mempercepat pelaksanaa audit
Penyusunan tim audit
Memperbaiki citra auditor internal
Dalam rangka memperoleh informasi yang kompeten dan konfirmasi tentang suatu permasalahan yang diduga akan menimbulkan kontroversi dengan pihak auditan, maka auditor perlu meningkatkan komunikasi dengan :
Instansi penyidik (kejaksaan/kepolisian)
Pihak ketiga yang ada hubungan kerja dengan auditan
Narasumber /pakar
Pimpinan auditan
1. Tidak mencari informasi dari pihak yang tidak kompeten tentang masalah dan tidak membicarakan hal-hal negatif pihak auditan kepada pihak yang tidak berkepentingan, merupakan aturan perilaku auditor dalam berinteraksi dengan pihak auditan, dalam hal :
Menjaga penampilan sesuai dengan tugasnya sebagai auditor
Menjalin interaksi yang sehat dengan auditan
Menciptakan iklim kerja yang sehat dengan auditan
Menggalang kerja sama yang sehat dengan auditan
Penyamaan persepsi antara pengendali teknis, ketua tim, dan anggota tim tentang tujuan, ruang lingkup, dan metologi audit yang dilakukan, serta proses bisnis/ operasi auditan, termasuk komunikasi intern tim pada tahap:
Perencanaan audit
Pelaksanaan audit
Reviu pengendalian intern
Pelaporan hasil audit
Keberhasilan komunikasi internal dalam satu tim audit sangat menunjang kelancaran pelaksanaan audit, sehingga kegiatan audit dapat: hal 35
Diselesaikan tepat waktu dan tepat kualitas
Diselesaikan sesuai permintaan auditan
Dilaksanakan dengan tepat sasaran audit
Dilaksanakan dengan lebih cepat
Komunikasi persuasif dapat lebih dikembangkan antara lain melalui:
Pemahaman sudut pandang dan keinginan
komunikan
Pengembangan komunikasi empatik
Meminimalisasi hambatan komunikasi
Pengembangan komunikasi simpatik
Jika auditor berhasil mengembangkan komunikasi empatik, maka diharapkan auditan dapat memahami bahwa tujuan utama dari audit adalah :
Mencari-cari kesalahan auditan
Mencari temuan-temuan audit dan apa penyebabnya
Auditan dapat menyelesaikan tanggungjawabnya secara lebih efektif
Mengembangkan temuan audit dan menentukan langkah tindak lanjut
Komunikasi yang bertujuan untuk membuat komunikan memberikan umpan balik sesuai keinginan komunikator , disebut:
Komunikasi empatik
Komunikasi efektif
Komunikasi persuasif
Komunikasi simpatik
Terdapat dua hal yang perlu diperhatikan agar komunikasi menjadi efektif, antara lain adalah: hal 28
Saling pengertian antara pihak yang berkomunikasi
Berusaha mencari pengertian
Keselarasan elemen-elemen komunikasi dengan
pesan
Bersikap bebas prasangka, kecuali diperlukan
Persiapan yang perlu dilakukan agar seseorang dapat mengendalikan dirinya saat melakukan komunikasi, antara lain: hal 22
Merubah penampilan diri
Gerak tubuh harus dijaga
Membangun konsep diri yang positif
Berusaha menguasai keadaan
Seseorang sehari-hari berperilaku terbuka, tetapi ketika ditanyakan sesuatu yang menyangkut kesalahan yang pernah dilakukannya, dia berubah menjadi tertutup. Ini menunjukkan ......... seseorang dalam berkomunikasi. Hal 17
Keyakinan
Konsep diri
Kepribadian
Sikap dan Perilaku
Komunikasi dengan pihak instansi penyidik dapat dilakukan baik secara lisan maupun tertulis dan bersifat formal. Komunikasi secara lisan dapat dilakukan dengan cara :
Pemaparan (ekspose) indikasi awal pada masa proses audit khusus atas suatu kasus
Komunikasi dengan narasumber atau pakar
Menuliskan laporan hasil pengawasan
Permintaan penegasan tentang permasalahan kepada Kepala Dinas
Komunikasi yang dimaksudkan untuk memperoleh kesamaan persepsi mengenai mekanisme pelaksanaan audit dan auditan bersedia bekerjasama selama pelaksanaan audit adalah:
Komunikasi pada tahap perencanaan audit
Komunikasi pada tahap pelaksanaan audit
Komunikasi pada tahap pelaporan
Komunikasi pada tahap monitoring
Apabila secara geografis letak auditi berjauhan, dan tim membutuhkan data kuantitatif, teknik yang dapat menjadi media yang paling berguna adalah:
Laporan hasil audit
Kertas kerja audit
Daftar pertanyaan (kuesioner)
Konfirmasi
Wawancara, daftar pertanyaan (kuesioner), konfirmasi, presentasi, rapat, rapat kecil (briefing), laporan hasil audit adalah:
Bentuk penyampaian pesan
Bentuk komunikasi yang umum digunakan dalam audit
Bentuk permintaan konfirmasi
Bentuk pengumpulan informasi
Proses komunikasi merupakan tahap transfer dan pemahaman makna antara komunikator dan komunikan. Terdapat tujuh bagian yang menjadi proses komunikasi, yang diutarakan oleh Stephen P. Robbins, antara lain adalah:
Sumber komunikasi, pengkodean, pesan, saluran, pendekodean, penerima, dan umpan balik
Wawancara, konfirmasi, presentasi, rapat, kuesioner, briefing, dan umpan balik
Pertanyaan, gaya, nada, irama, probing, catatan, dan penilaian
Paraphrase, tertulis, bahasa, masalah yang dituju, budi bahasa, memiliki maksud, dan bentuk yang menarik
Hambatan dalam proses komunikasi mencakup hambatan pada komunikator dan komunikan, hambatan pada kode-kode yang digunakan, hambatan pada saluran komunikasi dan hambatan situasi komunikasi. Hambatan berupa konflik, prasangka, ketegangan, kekakuan, dan kebosanan merupakan contoh hambatan:
Komunikator dan komunikan
Kode-kode yang digunakan
Situasi komunikasi
Saluran komunikasi
Komunikasi auditor dengan instansi penyidik dimaksudkan untuk meningkatkan keberhasilan penanganan penyelamatan keuangan/kekayaan negara/daerah serta:
Untuk meminta konfirmasi atau penegasan tentang suatu permasalahan yang diduga menimbulkan kontroversi dengan pihka auditan
Guna meningkatkan daya cegah atas kemungkinan timbulnya perbuatan yang dapat merugikan keuangan dan kekayaan negara/daerah
Untuk memperoleh informasi yang kompeten tentang suatu permasalahan yang dijumpai oleh tim audit yang memerlukan penjelasan
Untuk mengetahui apakah tim audit melaksanakan program audit sebagaimana mestinya
Ketelitian pewawancara dalam mencatat dan paraphrase tergantung pada ketepatan penilaian pewawancara terhadap jawaban ataupun informasi yang diberikan pihak yang diwawancarai (auditi). Paraphrase adalah:
Menguraikan hasil wawancara
Menggunakan semua konsepsi awal
Menggunakan prasangka
Menggunakan motif subjektif
Komunikasi yang logis menghindari bahasa teknis yang tidak perlu menyediakan semua informasi yang signifikan dan relevan adalah komunikasi
lengkap
objektif
jelas
tepat waktu
Dalam hal hubungan sesama auditor, auditor intern pemerintah wajib
menggalang kerjasama yang sehat dan sinergis
mengambil alih peran, tugas, dan tanggungjawab manjamen dalam tugas konsultatif
menutupo praktek praktek yang melanggara hukum
Menggunakan informasi terkait tugas untuk kepentingan pribadi
Persepsi seseorang terhadap diri sendiri adalah
konsep diri
keyakinan
kepribadiaan
egosentris
Manakah yang merupakan hambataan komunikasi pada saluran komunikasi
Peserta kuisioner tidak mengisi lengkap lembar pertanyaan yang diberikan karena bosan
Tidak bisa menentukan hasil keputusan rapat karena waktu yang terbatas
Surat elektronik yang tidak dapat dikirim karena sinyal jaringan yang buruk
Wawancara antara auditor dan auditan terhambat karena alesa pribadi dari auditor
Menggalang kerjasama yang sehat dengan auditan dilakukan dengan cara ?
Menumbuhkan dan membina sikap positif
Nada suara wajar sopan dan tidak membentak
Berkomunikasi secara persuasif
Saling mempercayai menghargai dan bekerja sama
Tahapan komunikasi yang merupakan pengecekan atas keberhasilan proses transfer adalah?
Umpan balik
Saluran dan Pesan
Pendekodean
Pengkodean
Psikolog Albert Mehrabian mengatakan proporsi terbesar dalam berkomunikasi adalaah dari
Intonasi
Bahasa tubuh
Tulisan
Ucapan
Apakah tujuan komunikasi internal tim pada tahap pelaksanaan audit?
Mencapai kata sepakat dengan auditan mengenai seluruh temuan audit final
Mengidentifikasi permasalahan yang dijumpai dalam pelaksanaan audit
Memperoleh tanggapan dan persetujuan final dari auditan mengenai pelaksanaan audit
Menyamakan persepsi dengan auditan tentang pelaksanaan audit
Berikut adalah salah satu kiat mengekspesikan diri secara efektif dalam komunikasi
Memeriksa keyakinan tentang komunikasi
Membangun konsep diri yang positif
Melepaskan ketegangan dan kecemasan
Berpenampilan sebagai seorang pemenang
