WorksheetsAKSK - RISIKO DAN STRATEGI AUDIT
Total questions: 20
Worksheet time: 20mins
Dalam proses audit atas laporan keuangan terdapat risiko audit (Audit Risk) yang harus perhitungkan oleh auditor. Apa yang dimaksud dengan risiko audit tersebut?
Risiko yang dihadapi oleh Auditor berupa ancaman dari Auditee (Klien) selama dan setelah proses audit dilaksanakan.
Risiko dimana Auditor menyatakan pendapat yang tidak tepat ketika laporan keuangan mengandung kesalahan penyajian material.
Risiko dimana Auditor melakukan kesalahan dalam proses audit yang diakibatkan informasi yang diterima tidak cukup dan tidak tepat.
Risiko yang dihadapi Auditor dalam proses audit karena ruang lingkup audit yag dibatasi oleh Auditee (Klien).
Apabila:
Inherent Risk = IR
Control Risk = CR
Detection Risk. = DR
Risk of Material Mistatement = RMM, maka
Audit Risk (AR) diukur berdasarkan formula, sebagai berikut:
(1) AR = IR x CR x DR
(2) AR = RMM x DR
(3) AR = IR x CR x CR x RMM
(1) dan (2) benar
Inherent Risk atau risiko bawaan adalah:
Risiko adanya kemungkinan salah saji sebelum memperhitungkan efektivitas pengendalian intern
Risiko adanya kemungkinan salah saji yang tidak terdeteksi atau tercegah oleh struktur pengendalian intern klien
Risiko bahwa bukti audit yang dikumpulkan gagal menemukan salah saji yang melampaui batas yang dapat ditolerir
Risiko yang terjadi dalam opini yang diberikan auditor akibat tidak memperhitungkan salah saji material dalam laporan keuangan
Berikut ini yang BUKAN bagian yang harus dilakaukan Auditor dalam melakukan pengujian Inherent Risk, yaitu:
Understanding The Entity (UTE)
Understanding Internal Control (UIC)
Understanding The Business (UTB)
Preliminary Analytical Review (PAR)
Risiko yang dijadikan dasar Auditor dalam pelaksanaan audit terkait dengan kemungkinan bukti audit yang diperoleh gagal menemukan salah saji yang material adalah:
Audit Risk
Inherent Risk
Control Risk
Detection Risk
Berikut ini yang BUKAN bagian yang harus diperhatikan dan mempengaruhi dalam penentuan Risiko Pengendalian (Control Risk) adalah:
Komitmen dan integritas dari manajemen
Sejarah fraud perusahaan (klien) yang pernah terjadi
Transaksi dengan pihak-pihak berelasi klien
Rentang kendali rantai komando
Pengendalian internal yang bersifat pervasif adalah:
Revenues Process
Expenditures Process
Client's Governance System
Payroll Process
Komponen pengendalian internal berikut ini yang sangat penting dan melingkupi komponen lainnya adalah:
Aktivitas Pengendalian
Lingkungan Pengendalian
Monitoring
Informasi dan Komunikasi
Dalam SA 315 paragraf 12 disebutkan Auditor hanya diwajibkan untuk memperoleh suatu pemahaman atas Pengendalian Internal yang relevan dengan audit – Control Activity Relevant to the Audit (CARA). Berikut adalah informasi/dokumen yang tidak relevan dengan audit, yaitu:
Pedoman Tata Kelola Perusahaan
Standar Operasional Prosedur dalam pengelolaan keuangan
Hasil audit operasional dan audit kepatuhan yang dilakukan Internal Audit
Struktur organisasi dan job description pelaksana akuntansi dan keuangan
Dalam pendokumentasian prosedur pengendalian internal perusahaan, auditor menyusun system notes. Apa yang dimaksud dengan system notes tersebut?
Pendokumentasian secara narasi proses/sistem bisnis perusahaan atas suatu siklus transaksi tertentu.
Penelusuran sistem/proses perusahaan untuk memastikan bahwa pengendalian yang tercatat dan benar-benar dilakukan.
Pengujian audit untuk memastikan bahwa seluruh control/pengendalian yang relevan dengan audit telah diimplementasikan secara baik dan dapat diandalkan.
Pendokumentasian atas pengendalian perusahaan yang dilakukan dari hasil wawancara dengan personel kunci.
Sebelum melakukan pendokumentasian sistem perusahaan, auditor harus menentukan siklus transaksi umum dan penting dalam suatu perusahaan. Berikut ini yang BUKAN siklus transaksi umum dan penting dalam suatu perusahaan, yaitu:
Siklus Pengeluaran Kas (Cash Disbursement Cycle)
SIklus Penggajian (Payroll Cycle)
SIklus Perbendaharaan (Treasury Cycle)
SIklus Penerimaan Kas (Cash Receipt Cycle)
Pernyataan berikut ini yang tidak tepat adalah:
Risiko Salah Saji Material atau disebut juga Risk of Material Mistatement (RMM) yaitu risiko bahwa laporan keuangan mengandung kesalahan penyajian material sebelum dilakukan audit.
International Standard of Auditing (ISA) biasanya tidak mengacu ke risiko inherent dan risiko pengendalian secara terpisah, namun mengacu ke penilaian gabungan RMM.
Penilaian RMM material dinyatakan dalam bentuk kuantitatif, seperti dalam persentase dan bukan dalam bentuk non-kuantitatif.
Test of Control (Pengujian Pengendalian) adalah sebuah pengujian audit untuk memastikan bahwa seluruh pengendalian yang relevan dengan audit telah diimplementasikan dengan baik dan dapat diandalkan.
Berikut ini yang BUKAN kunci utama dalam pengendalian internal adalah:
Pemisahan Tugas/Fungsi
Pendelegasian Wewenang
Pengendalian Kas
Pencatatan Transaksi dan Kejadian
Berikut ini yang BUKAN pengendalian umum (General Control) yang harus dilakukan dalam implementasi software akuntansi dan keuangan perusahaan adalah:
Backup and Contingency Planning
Physical and Online Security
Processing and Output Control
Hardware Control
Berikut ini yang BUKAN merupakan prosedur dalam penilaian risiko audit:
Prosedur Analitis
Pengamatan dan Pemeriksaan
Inquiry kepada Manajemen dan Pihak Lain dalam internal Perusahaan
Konfirmasi
Pernyataan di bava ini yang TIDAK TEPAT adalah:
Risiko tidak terdeteksinya salah saji material karena kecurangan lebih tinggi daripada risiko tidak terdeteksinya salah saji karena kesalahan
Pertimbangan auditor atas risiko salah saji material akibat kecurangan dilakukan pada tingkat asersi saja
Risiko signifikan merupakan risiko salah saji material yang diidentifikasi dan dinilai, yang menurut pertimbangan profesional auditor, memerlukan pertimbangan audit khusus.
Standar auditing menguraikan prosedur yang harus dilakukan auditor untuk memperoleh informasi dari manajemen tentang pertimbangan mereka atas kecurangan.
Risiko signifikan sering berkaitan dengan hal berikut, KECUALI:
Transaksi Tidak Rutin
Transaksi Rutin
Hal yang melibatkan Judgement
Risiko Kecurangan
Seorang Auditor memperoleh pemahaman tentang lingkungan pengendalian dengan, KECUALI:
Membuat pertanyaan dari personel manajemen kunci
Memeriksa kebijakan dan prosedur yang terdokumentasi
Mempertimbangkan pengalaman masa lalu dengan klien
menelusuri satu atau beberapa transaksi dari setiap jenis melalui dokumen dan catatan akuntansi terkait
Prosedur pemahaman pengendalian internal didokumentasikan oleh auditor dengan bentuk yang umumnya adalah sebagai berikut, KECUALI:
Kuesioner dan daftar periksa pengendalian internal
Diagram Alur (flowchart)
System Notes
Catatan atas Observasi
Dalam pengujian atas risiko pengendalian akan melalui 2 tahap penyaringan untuk menentukan apakah pengujian substantif dilakukan secara penuh atau sebagian. Tahapan penyaringan pertama yang dilakukan setelah menyusunan System Notes adalah:
Walkthrough (Control Matrix)
Test of Control (TOC)
Understanding of Internal Control (UIC)
Test of Transactions and Events
