Font size
WorksheetsPERIBAHASA
Total questions: 22
Worksheet time: 12mins
Nyatakan maksud peribahasa berikut :
Ayam di kepuk mati kelaparan, itik di air mati kehausan.
Cita-cita yang tidak kesampaian.
Kemewahan hidup yang dikecapi kerana kejayaan dalam perniagaaan.
Orang yang hidup dalam kesenangan.
Sangat menderita kesusahan meskipun bergaji besar (beristerikan atau bersuamikan orang kaya) atau hidup miskin di negara yang kaya dan makmur.
Berikan maksud peribahasa di bawah :
Air beriak tanda tak dalam
Banyak bercakap tanda tiada berilmu.
Banyak bercakap tanda banyak ilmu.
Banyak bercakap menentukan kecerdikan seseorang.
Kurang bercakap menandakan sesorang yang pemalu
Apakah maksud peribahasa ini?
Alang-alang berminyak biar licin
Membuat sesuatu mestilah bersungguh-sungguh
Membuat sesuatu mestilah mengambil masa
Membuat sesuatu mestilah perlahan-lahan
Membuat sesuatu mestilah cepat
Apakah maksud peribahasa ini ?
Alang-alang menyeluk pekasam, biar sampai ke pangkal lengan.
Buat sesuatu biar berpada-pada.
Kita patut berbuat baik kepada semua orang.
Kalau sudah berbuat sesuatu, biarlah memperoleh hasil.
Perbuatan yang sia-sia.
Berikan maksud peribahasa berikut :
Bagai air mencari jenisnya
berusaha untuk mencari ilmu dengan tidak berhenti-henti.
jemu untuk belajar
usaha dengan tidak mengenal jerih payah
mudah mengalah
Apakah maksud peribahasa berikut?
Bagai ayam disambar helang.
Orang yang mempunyai semangat kuat.
Orang yang berkuasa.
Mati tanpa sakit.
Orang yang gelojoh.
Peribahasa "bagai cendawan tumbuh selepas hujan" bermaksud
Terlalu banyak pada sesuatu masa.
Berusaha untuk mencari ilmu dengan tidak berhenti-henti.
Kalau sudah berbuat sesuatu, biarlah memperoleh hasil.
Banyak bercakap tanda tiada berilmu.
membuat kerja sambilan sementara mendapat pekerjaan yang tetap
Berikan peribahasa yang sesuai bagi penyataan di atas.
Berjagung-jagung dahulu sementara menantikan padi masak.
Biar alah sabung, asalkan menang sorak.
Biar putih tulang jangan putih mata.
Buang yang keruh, ambil yang jernih.
Jika berkehendakkan sesuatu, akan berusaha untuk mendapatkannya tetapi jika tidak mahu melakukan sesuatu, berbagai-bagai alasan akan diberikan
Apakah peribahasa yang sesuai untuk penyataan di atas?
Alang-alang berminyak biar licin.
Air beriak tanda tak dalam.
Hendak seribu daya, hendak seribu dalih.
Bagai ayam disambar helang.
Pilih peribahasa yang mempunyai maksud yang sama dengan peribahasa yang berikut :
carik-carik bulu ayam akhirnya bercantum jua
air dicencang tak akan putus
gunting dalam lipatan
haruan pulang ke lubuk
gunting dalam lipatan
Pilih peribahasa yang mempunyai peribahasa yang sama.
membuka pekung di dada
gunting dalam lipatan
belut pulang ke lumpur
menepuk air di dulang terpercik ke muka sendiri
Pilih peribahasa yang mempunyai makna yang sama.
api dalam sekam
gunting dalam lipatan
musuh dalam selimut
duri dalam daging
Pilih peribahasa yang bermaksud "persahabatan yang sangat akrab"
bagai bulan dipagar bintang
bagai isi dengan kuku
bagai cincin dan permata
bagai dakwat dengan kertas
Dina anak yang pintar. Dia selalu mendapatkan nilai yang tinggi di semua mata pelajaran. Namun, hal itu tidak membuatnya menjadi anak yang sombong. Dia mau membantu teman-temannya yang mengalami kesulitan dalam belajar. Oleh karena itu, dia disukai teman-temannya.
Peribahasa yang sesuai untuk ilustrasi tersebut adalah ....
Tong kosong nyaring bunyinya.
Bagai ilmu padi, makin berisi makin merunduk.
Air beriak tanda tak dalam.
Air tenang menghanyutkan.
Felix adalah siswa kelas 6. Sebentar lagi dia akan menghadapi UN. Semenjak semester pertama, dia bertekad untuk belajar dengan tekun. Sekarang dia selalu belajar dengan sungguh-sungguh. Sesulit apa pun soal Matematika, dia terus mencoba hingga menemukan jawabannya. Kadang-kadang dia tidur larut malam untuk menyelesaikan PRnya. Usahanya tak sia-sia, akhirnya Felix lulus dengan nilai yang memuaskan.
Peribahasa yang tepat untuk ilustrasi tersebut adalah ....
Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian.
Bagai katak dalam tempurung.
Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.
Karena nila setitik, rusak susu sebelanga.
Boni dan Danu adalah kakak beradik. Meskipun begitu, mereka selalu saja bertengkar. Hal kecil pun bisa menjadi masalah besar. Setiap kali bertemu, ada saja yang diributkan.
Peribahasa yang sesuai untuk ilustrasi tersebut adalah ....
Ada asap pasti ada api.
Bagai pinang dibelah dua.
Bagai anjing dan kucing.
Menang jadi arang, kalah jadi abu.
Pak Tono adalah seorang yang boros. Dia terbiasa membeli apa saja yang dia inginkan tanpa memikirkan pendapatan yang dia miliki. Tak heran jika setiap bulan dia harus berhutang kepada teman-temannya. Pengeluarannya tiap bulan lebih besar daripada penghasilannya.
Peribahasa yang tepat untuk ilustrasi tersebut adalah ...
Bagai menegakkan benang basah.
Bagai burung di dalam sangkar.
Besar pasak daripada tiang.
Bagai mendapat durian runtuh.
Diana adalah anak satu-satunya di keluarga Pak Dulah. Orang tuanya sangat menyayangi Diana. Karena terlalu sayang, Diana tidak bisa pergi bermain atau pun belajar ke luar rumah. Orang tuanya terlalu khawatir kepada Diana. Diana hanya bisa berdiam di kamarnya sambil melihat teman-temannya bermain dari jendela. Diana bagaikan ....
Peribahasa yang tepat untuk melengkapi keadaan Diana adalah ...
Bagai burung dalam sangkar.
Bagai punguk merindukan bulan.
Bermain api basah, bermain api hangus.
Bagaikan kerbau dicocok hidungnya.
Anjas, anak yang suka mencari-cari kesalahan dan kelemahan orang lain. Bahkan hal yang sepele pun sering dibesar-besarkan. Kelemahan dan kesalahan orang seolah-olah menjadi objek yang menarik baginya, sedangkan kelemahan dan kesalahan dirinya ditutup-tutupi.
Peribahasa yang tepat untuk melukiskan sifat Anjas adalah …
Lempar batu sembunyi tangan.
Kalah jadi abu menang jadi arang.
Memercik air didulang terpecik muka sendiri.
Kuman di seberang lautan tampak gajah di pelupuk mata tak tampak.
Iwan anak yang kurang disukai teman-temannya sekelas. Iwan selalu menyombongkan akan kemampuannya bermain bola basket. Pada saat pertandingan antarkelas, ketua kelas memasang Iwan dalam tim basket kelasnya. Ternyata Iwan membawa bola pun tak bisa.
Peribahasa yang tepat untuk menggambarkan kondisi tersebut adalah .…
besar pasak daripada tiang
air beriak tanda tak dalam
air tenang menghanyutkan
bagai air di daun talas
Lusi dan Dewi bersahabat. Setiap hari mereka selalu bersama. Sebagai seorang sahabat maka Dewi selalu berbagi apapun yang ia punya dengan Lusi. Di depan Dewi, Lusi selalu berbuat baik. Tetapi di belakang Dewi, Lusi sering menceritakan keburukan Dewi. Ternyata Lusi hanyalah berpura-pura agar dapat menyaingi Dewi.
Peribahasa yang tepat untuk menggambarkan ilustrasi tersebut adalah .…
bagai makan buah simalakama
lempar batu sembunyi tangan
bagai musuh dalam selimut
tong kosong nyaring bunyinya
