Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UTS Pengauditan 1 AK19G

Total questions: 25

Worksheet time: 25mins

Name
Class
Date
1.

Manakah pertanyaan yang bertujuan untuk asersi Existence and occurance

a)

Apakah semua aset, liabilities dan ekuitas yang tercantum di Laporan Posisi Keuangan (neraca) betul-betul ada, dan/atau apakah semua transaksi yang dipresentasikan dalam laporan laba rugi komprehensif betul-betul terjadi?

b)

Apakah ada aset, liabilities dan ekuitas, atau transaksi yang dihilangkan dari laporan keuangan?

c)

Apakah aset yang tercantum di Laporan Posisi Keuangan (neraca) dimiliki perusahaan, dan apakah liabilities yang tercantum di laporan posisi keuangan (neraca) merupakan liabilitas perusahaan per tanggal laporan posisi keuangan?

d)

Apakah aset, liabilities dan ekuitas dinilai dengan tepat sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku umum (sekarang SAK/ETAP/IFRS), dan apakah, saldo-saldo sudah dialokasikan secara wajar antara laporan posisi keuangan (neraca) dan laba rugi komprehensif (misalnya asset cost vs deprecation expenses)?

e)

Apakah pengklasifikasian, seperti current versus noncurrent assets and liabilities, dan operating versus nonoperating revenues and expenses, sudah direfleksikan secara tepat di laporan keuangan, dan apakah pengungkapan dalam catatan atas laporan keuangan sudah memadai agar laporan keuangan itu tidak misleading (menyesatkan)?

2.

Perbedaan Auditing dan Accounting adalah:

a)

  • Auditing mempunyai sifat analitis, berpedoman pada SAK
  • Accounting mempunyai sifat konstruktif, berpedoman pada SPAP

b)

  • Auditing mempunyai sifat analitis, berpedoman pada SPAP
  • Accounting mempunyai sifat konstruktif, berpedoman pada SAK

c)

  • Auditing mempunyai sifat konstruktif, berpedoman pada SAK
  • Accounting mempunyai sifat analitis, berpedoman pada SPAP

d)

  • Auditing mempunyai sifat konstruktif, berpedoman pada SPAP
  • Accounting mempunyai sifat analitis, berpedoman pada SAK

3.

Kepanjangan dan SPAP adalah

a)

Standar Profesi Akuntansi Publik

b)

Standar Profesional Akuntansi Publik

c)

Standar Profesional Akuntan Publik

d)

Standar Profesi Akuntan Publik

4.

"Saudara telah meminta kepada kami untuk mengaudit Laporan Keuangan PT ABC yang terdiri dari laporan posisi keuangan tanggal 31 Desember 2018 dan 2017, dan laporan laba rugi komprehensif, laporan perubahan ekuitas, serta laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut. Kami ingin menegaskan penerimaan dan pemahaman kami atas perikatan audit tersebut di atas melalui surat ini. Audit kami dilaksanakan dengan tujuan untuk menyatakan suatu opini atas laporan keuangan tersebut."

Ini adalah bunyi paragraf pertama dari:

a)

Engagement Letter

b)

Rejection Letter

c)

Management Letter

d)

Representative Letter

5.

Di bawah ini mana yang bukan merupakan standar umum?

a)

Audit harus dilaksanakan oleh seorang atau lebih yang memiliki keahlian dan pelatihan teknis yang cukup sebagai auditor

b)

Dalam semua hal yang berhubungan dengan perikatan, independensi dalam sikap mental harus dipertahankan oleh auditor

c)

Dalam pelaksanaan audit dan penyusunan laporannya, auditor wajib menggunakan kemahiran profesionalnya dengan cermat dan seksama

d)

Pemahaman memadai atas pengendalian intern harus diperoleh untuk merencanakan audit dan menentukan sifat, saat, dan lingkup pengujian yang akan dilakukan

6.

Manakah yang merupakan standar pekerjaan lapangan:

a)

Dalam pelaksanaan audit dan penyusunan laporannya, auditor wajib menggunakan kemahiran profesionalnya dengan cermat dan seksama

b)

Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten harus disupervisi dengan semestinya

c)

Pengungkapan informatif dalam laporan keuangan harus dipandang memadai, kecuali dinyatakan lain dalam auditor.

d)

Pelaksanaan audit dilakukan oleh seorang yang memiliki keahlian dan pelatihan teknis yang cukup sebagai auditor

7.

Berikut ini adalah standar pelaporan yang harus dipatuhi oleh auditor:

a)

Dalam pelaksanaan audit dan penyusunan laporannya, auditor wajib menggunakan kemahiran profesionalnya dengan cermat dan seksama

b)

Pemahaman memadai atas pengendalian intern harus diperoleh untuk merencanakan audit dan menentukan sifat, saat, dan lingkup pengujian yang akan dilakukan

c)

Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten harus disupervisi dengan semestinya

d)

Laporan auditor harus menyatakan apakah laporan keuangan telah disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.

8.

Berikut ini adalah prinsip dasar etika profesi yang harus dipatuhi oleh seseorang yang melakukan pekerjaan audit, kecuali:

a)

Prinsip Keterbukaan

b)

Prinisip Kehati-hatian

c)

Prinsip Objektivitas

d)

Prinsip Integritas

9.

Berikut ini adalah hal-hal yang diatur dalam Standar Etika Profesi Akuntan Publik, kecuali

a)

Fee audit

b)

Independensi

c)

Objektivitas

d)

Opini audit

10.

Berikut ini jenis-jenis modified opinion (opini modifikasi), kecuali:

a)

Opini wajar tanpa pengecualian (unqualified opinion)

b)

Opini wajar dengan pengecualian (qualified opinion)

c)

Opini tidak wajar (adverse opinion)

d)

Opini tidak menyatakan pendapat (disclaimer opinion)

11.

Berikut ini adalah hal-hal yang menyebabkan modifikasi opini:


catatan: jawaban dapat lebih dari 1

a)

pelanggaran atas prinsip independensi

b)

ketidakmampuan memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat

c)

laporan keuangan mengandung kesalahan penyajian material

d)

ketidakmampuan perusahaan dalam mempertahankan prinsip going concern

12.

"Seperti yang dijelaskan pada Catata [+] atas laporan keuangan konsolidasian terlampir, Perusahaan tidak mengonsolidasikan laporan keaungan PT XYZ (suatu entitas anak yang diakuisisi oleh Perusahaan pada tahun 2014) karena Perusahaan belum dapat memastikan nilai wajar dari aset dan liabilitas material tertentu PT XYZ pada tanggal akuisisi. Oleh karena itu, investasi tersebut dicatat sebesar harga perolehannya. Menurut Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, laporan keuangan PT XYZ seharusnya dikonsolidasikan oleh Perusahaan karena PT XYZ dikendalikan oleh Perusahaan. Seandainya laporan keuangan PT XYZ dikonsolidasikan oleh Perusahaan, banyak unsur dalam laporan keuangan konsolidasian terlampir akan terpengaruh secara material. Dampak terhadap laporan keuangan konsolidasian terlampir sebagai akibat tidak dikonsolidasikannya laporan keuangan PT XYZ belum ditentukan.


Paragraf ini adalah bagian dari Laporan Audit dengan opini:

a)

Wajar tanpa pengecualian (unqualified opinion)

b)

Wajar dengan pengecualian (qualified opinion)

c)

Tidak memberikan pendapat (disclaimenr opinion)

d)

Tidak wajar (adverse opinion)

13.

"Kami tidak ditunjuk sebagai auditor independen Perusahaan hingga setelah tanggal 31 Desember 2019, dan oleh karena itu, kami tidak mengobservasi perhitungan fisik persediaan pada awal dan akhir tahun. Kami tidak dapat meyakinkan diri kami melalui prosedur alternatif atas kuantitas persediaan tanggal 31 Desember 2019 dan 2018, yang terccatat pada laporan posisi keuangan terlampir masing-masing sebesar Rp [+] dan Rp [+]. Selain itu, penggunaan suatu sistem piutang berkomputerisasi baru yang dimulai pada bulan September 2019 menghasilkan begitu banyak kesalahan dalam saldo piutang. Pada tanggal laporan audit kami, manajemen masih dalam proses memperbaiki defisiensi sistem dan mengoreksi kesalahan tersebut. Kami tidak dapat mengonfirmasi atau memverifikasi piutang yang tercatat pada laporan posisi keuangan tanggal 31 Desember 2019 terlampir dengan suatu angka total sebesar Rp [+] melalui prosedur alternatif. Sebagai akibat dari hal-hal tersebut, kami tidak dapat menentukan apakah penyesuaian yang diperlukan telah ditemukan sehubungan dengan dibukukan atau tidak dibukukannya peredian dan piutang, serta unsur-unsur yang membentuk laporan laba rugi komprehensif, laporan perubahan modal, dan laporan arus kas


Paragraf ini adalah bagian dari Laporan Audit dengan opini:

a)

Wajar tanpa pengecualian (unqualified opinion)

b)

Wajar dengan pengecualian (qualified opinion)

c)

Tidak memberikan pendapat (disclaimenr opinion)

d)

Tidak wajar (adverse opinion)

14.

Prosedur untuk memperoleh bukti audit:


(jawaban dapat lebih dari 1)

a)

Inspection

b)

Observation

c)

Confirmation

d)

Recalculation

e)

Reperformance

15.

Pengujian terhadap bukti-bukti pembukuan yang mendukung transaksi yang dicatat perusahaan untuk mengetahui apakah setiap transaksi yang terjadi sudah diproses dan dicatat sesuai dengan sistem dan prosedur yang ditetapkan manajemen.


Pernyataan diatas merupakan pengertian dari..

a)

Complience Test

b)

Substantive Test

c)

Test of control

d)

Analytical procedures

16.

Prosedur pemeriksaan yang dilakukan dalam substantive test antara lain:


(Jawaban dapat lebih dari 1)

a)

inventarisasi aset tetap

b)

observasi atas stock opname

c)

konfirmasi piutang, utang dan bank

d)

kas opname

e)

pemeriksaan rekonsiliasi bank

17.

Pengujian terhadap kewajaran saldo-saldo perkiraan laporan keuangan (Laporan Posisi Keuangan dan Laporan Laba Rugi).


Pernyataan di atas adalah pengertian dari:

a)

Complience Test

b)

Substantive Test

c)

Test of control

d)

Analytical procedures

18.

Resiko bawaan (inherent risk) adalah:

a)

risiko bahwa suatu salah saji material yang dapat terjadi dalam suatu asersi tidak dapat dicegah atau dideteksi secara tepat waktu oleh pengendalian intern entitas.

b)

risiko bahwa auditor tidak dapat mendeteksi salah saji material yang terdapat dalam suatu asersi.

c)

risiko yang timbul karena karena bawaan dalam setiap pengendalian intern

d)

risiko karena kerentanan suatu saldo akun atau golongan transaksi terhadap suatu salah saji material, dengan asumsi bahwa tidak terdapat pengendalian yang terkait.

19.

Resiko deteksi (detection risk) adalah:

a)

risiko bahwa suatu salah saji material yang dapat terjadi dalam suatu asersi tidak dapat dicegah atau dideteksi secara tepat waktu oleh pengendalian intern entitas.

b)

risiko bahwa auditor tidak dapat mendeteksi salah saji material yang terdapat dalam suatu asersi.

c)

risiko yang timbul karena karena bawaan dalam setiap pengendalian intern

d)

risiko karena kerentanan suatu saldo akun atau golongan transaksi terhadap suatu salah saji material, dengan asumsi bahwa tidak terdapat pengendalian yang terkait.

20.

Berikut ini adalah hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam perencanaan audit (audit plan), kecuali:

a)

Masalah yang berkaitan dengan bisnis satuan usaha tersebut dan industri dimana satuan usaha tersebut beroperasi di dalamnya.

b)

Kebijakan dan prosedur akuntansi satuan usaha tersebut.

c)

Masalah yang berkaitan dengan kelangsungan usaha perusahaan tersebut

d)

Penetapan tingkat risiko pengendalian yang direncanakan

e)

Pos laporan keuangan yang mungkin memerlukan penyesuaian (adjustment)

21.

Pengetahuan tentang bisnis klien akan membantu auditor dalam:


(jawaban dapat lebih dari 1)

a)

Mengindentifikasikan bidang yang memerlukan pertimbangan khusus.

b)

Menilai kondisi yang didalamnya data akuntansi yang dihasilkan, diolah, direview dan dikumpulkan dalam organisasi.

c)

Menilai kewajaran estimasi, seperti penilaian atas persediaan, depresiasi, penyisihan piutang ragu-ragu, persentase penyelesaian kontrak jangka panjang.

d)

Menilai kewajaran representasi manajemen

e)

Mempertimbangkan kesesuaian prinsip akuntansi yang diterapkan dan kecukupan pengungkapannya.

22.

Audit program yang baik harus mencantumkan, kecuali:

a)

Tujuan pemeriksaan

b)

Prosedur audit yang akan dijalankan

c)

Fee Jasa Audit

d)

Kesimpulan pemeriksaan

23.

Pernyataan 1: Audit procedures adalah langkah-langkah yang harus dijalankan auditor dalam melaksanakan pemeriksaannya dan sangat diperlukan oleh asisten agar tidak melakukan penyimpangan dan dapat bekerja secara efisien dan efektif.


Pernyataan 2: Audit procedures dilakukan dalam rangka mendapatkan bahan-bahan bukti (audit evidence) yang cukup untuk mendukung pendapat auditor atas kewajaran laporan keuangan.


Pernyataan 3: Audit procedures diperlukan untuk meminimalkan tingkat materialitas

a)

Pernyataan 1 dan 2 Benar

b)

Pernyataan 1, 2 dan 3 Benar

c)

Pernyataan 1 dan 3 Benar

d)

Pernyataan 2 dan 3 Benar

24.

Manakah pertanyaan yang bertujuan untuk asersi kelengkapan (Completeness):

a)

Apakah semua aset, liabilities dan ekuitas yang tercantum di Laporan Posisi Keuangan (neraca) betul-betul ada, dan/atau apakah semua transaksi yang dipresentasikan dalam laporan laba rugi komprehensif betul-betul terjadi?

b)

Apakah ada aset, liabilities dan ekuitas, atau transaksi yang dihilangkan dari laporan keuangan?

c)

Apakah aset yang tercantum di Laporan Posisi Keuangan (neraca) dimiliki perusahaan, dan apakah liabilities yang tercantum di laporan posisi keuangan (neraca) merupakan liabilitas perusahaan per tanggal laporan posisi keuangan?

d)

Apakah aset, liabilities dan ekuitas dinilai dengan tepat sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku umum (sekarang SAK/ETAP/IFRS), dan apakah, saldo-saldo sudah dialokasikan secara wajar antara laporan posisi keuangan (neraca) dan laba rugi komprehensif (misalnya asset cost vs deprecation expenses)?

e)

Apakah pengklasifikasian, seperti current versus noncurrent assets and liabilities, dan operating versus nonoperating revenues and expenses, sudah direfleksikan secara tepat di laporan keuangan, dan apakah pengungkapan dalam catatan atas laporan keuangan sudah memadai agar laporan keuangan itu tidak misleading (menyesatkan)?

25.

Manakah pertanyaan yang bertujuan untuk asersi penilaian dan alokasi (valuation atau allocation)

a)

Apakah semua aset, liabilities dan ekuitas yang tercantum di Laporan Posisi Keuangan (neraca) betul-betul ada, dan/atau apakah semua transaksi yang dipresentasikan dalam laporan laba rugi komprehensif betul-betul terjadi?

b)

Apakah ada aset, liabilities dan ekuitas, atau transaksi yang dihilangkan dari laporan keuangan?

c)

Apakah aset yang tercantum di Laporan Posisi Keuangan (neraca) dimiliki perusahaan, dan apakah liabilities yang tercantum di laporan posisi keuangan (neraca) merupakan liabilitas perusahaan per tanggal laporan posisi keuangan?

d)

Apakah aset, liabilities dan ekuitas dinilai dengan tepat sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku umum (sekarang SAK/ETAP/IFRS), dan apakah, saldo-saldo sudah dialokasikan secara wajar antara laporan posisi keuangan (neraca) dan laba rugi komprehensif (misalnya asset cost vs deprecation expenses)?

e)

Apakah pengklasifikasian, seperti current versus noncurrent assets and liabilities, dan operating versus nonoperating revenues and expenses, sudah direfleksikan secara tepat di laporan keuangan, dan apakah pengungkapan dalam catatan atas laporan keuangan sudah memadai agar laporan keuangan itu tidak misleading (menyesatkan)?