Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UH 4 TEKS CERPEN XI

Total questions: 15

Worksheet time: 1hrs 15mins

Name
Class
Date
1.

Pikiranku langsung terlempar dalam kenangan saat aku kelas enam SD waktu mencium bau obat yang menyengat dalam ruangan ini. Suatu hari sepulang sekolah aku langsung menuju ruang Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit umum karena sakit perut yang membuatku tidak bisa berjalan, hanya bisa mengerang.Semula aku masih bisa menahan rasa takut berada di sekeliling orang yang terbaring di atas kasur tipis beralaskan seprai putih, sampai tiba-tiba segerombolan perawat berpakaian putih mendorong dengan cepat sebuah kasur beroda dan dihentikannya tepat di sebelah kasurku. Di atasnya terbaring pria botak berlumur darah. Dia tidak bergerak sama sekali. Mulutnya menganga, mata terpejam menghadapku. Kata orang yang mengantar, orang di sebelahku ini kecelakaan sepeda motor. (Benjolan, karya Harry Pratama)


Sudut pandang yang digunakan dalam penggalan cerpen di atas adalah ….

a)

orang pertama sebagai tokoh utama

b)

orang pertama sebagai tokoh sampingan

c)

orang pertama dan ketiga

d)

orang ketiga serba tahu

e)

orang ketiga terbatas

2.

Pikiranku langsung terlempar dalam kenangan saat aku kelas enam SD waktu mencium bau obat yang menyengat dalam ruangan ini. Suatu hari sepulang sekolah aku langsung menuju ruang Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit umum karena sakit perut yang membuatku tidak bisa berjalan, hanya bisa mengerang.Semula aku masih bisa menahan rasa takut berada di sekeliling orang yang terbaring di atas kasur tipis beralaskan seprai putih, sampai tiba-tiba segerombolan perawat berpakaian putih mendorong dengan cepat sebuah kasur beroda dan dihentikannya tepat di sebelah kasurku. Di atasnya terbaring pria botak berlumur darah. Dia tidak bergerak sama sekali. Mulutnya menganga, mata terpejam menghadapku. Kata orang yang mengantar, orang di sebelahku ini kecelakaan sepeda motor. (Benjolan, karya Harry Pratama)


Jenis alur dalam kutipan cerpen di atas adalah …

a)

alur maju

b)

Alur sorot Balik

c)

Alur Ganda

d)

alur Linier

e)

Alur Ganda dan Maju

3.

Pikiranku langsung terlempar dalam kenangan saat aku kelas enam SD waktu mencium bau obat yang menyengat dalam ruangan ini. Suatu hari sepulang sekolah aku langsung menuju ruang Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit umum karena sakit perut yang membuatku tidak bisa berjalan, hanya bisa mengerang.Semula aku masih bisa menahan rasa takut berada di sekeliling orang yang terbaring di atas kasur tipis beralaskan seprai putih, sampai tiba-tiba segerombolan perawat berpakaian putih mendorong dengan cepat sebuah kasur beroda dan dihentikannya tepat di sebelah kasurku. Di atasnya terbaring pria botak berlumur darah. Dia tidak bergerak sama sekali. Mulutnya menganga, mata terpejam menghadapku. Kata orang yang mengantar, orang di sebelahku ini kecelakaan sepeda motor. (Benjolan, karya Harry Pratama)


Watak tokoh aku yang penakut, dalam kutipan cerpen di atas disampaikan melalui ….

a)

Dialog Antar Tokoh

b)

Komentar Tokoh

c)

Tindakan Tokoh

d)

Pikiran Tokoh

e)

Penjelasan Pengarah

4.

Pikiranku langsung terlempar dalam kenangan saat aku kelas enam SD waktu mencium bau obat yang menyengat dalam ruangan ini. Suatu hari sepulang sekolah aku langsung menuju ruang Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit umum karena sakit perut yang membuatku tidak bisa berjalan, hanya bisa mengerang.Semula aku masih bisa menahan rasa takut berada di sekeliling orang yang terbaring di atas kasur tipis beralaskan seprai putih, sampai tiba-tiba segerombolan perawat berpakaian putih mendorong dengan cepat sebuah kasur beroda dan dihentikannya tepat di sebelah kasurku. Di atasnya terbaring pria botak berlumur darah. Dia tidak bergerak sama sekali. Mulutnya menganga, mata terpejam menghadapku. Kata orang yang mengantar, orang di sebelahku ini kecelakaan sepeda motor. (Benjolan, karya Harry Pratama)


Permasalahan yang diangkat dalam penggalan cerpen di atas adalah ….

a)

ketakutan tokoh aku menyaksikan korban kecelakaan di rumah sakit

b)

ketakutan tokoh aku disuntik obat bius

c)

tokoh aku sedang menahan sakit perut

d)

korban kecelakaan di rumah sakit

e)

kekuatiran tokoh ketika diperiksa dokter di rumah sakit

5.

Bacalah kutipan cerpen berikut untuk menjawab soal

"Saya ingin lagu gending Jawa." "Tolong Pak Sopir. Bapak ini tidak suka lagu pop Indonesia, padahal lagu itu kesukaan saya. Dia minta ditukar saja dengan gending Jawa." "Tetapi saya tidak punya kaset gending Jawa," kata sopir "Saya punya. Saya tidak pernah meninggalkan kaset gending Jawa, setiap saya bepergian. Ini kaset lagu kesukaan saya. Gending Jawa." Para penumpang mendengarkan lagu itu. Tetapi beberapa saat saja kemudian, terdengar orang berteriak: "Bolehkah lagu itu ditukar?"


Hal yang menarik dari kutipan cerpen di atas adalah ….

a)

Para penumpang mendengarkan lagu

b)

tokoh aku yang masih menyukai gending Jawa dan selalu membawa kasetnya

c)

tokoh lain yang berteriak meminta tukar lagu

d)

. para tokoh mempermasalahkan lagu-lagu yang didengarkan

e)

. para tokoh menyukai musik

6.

Bacalah cuplikan cerita berikut!

Baik Adit maupun Alwi mulai menyadari bahwa keduanya amat terkejut. Impian masing-masing telah buyar: Teko yang bisa menangis dan selamat tinggal kemelaratan!

Kedatangan Tuan Wahyono membangunkan mereka dengan kata kata yang sedemikian datar dan dingin sehingga Alwi merasa beku seketika.

Pertanyaan yang berkaitan dengan nilai kehidupan dalam kutipan cerpen tersebut adalah ....

a)

Bagaimana karakter Tuan Wahyono?

b)

Siapa saja tokoh dalam cuplikan cerpen di atas?

c)

Nilai budaya manakah yang ditunjukkan oleh sikap Alwi?

d)

Tergolong ke dalam jenis alur apakah konflik yang ada pada cuplikan itu?

e)

Percayakah Anda dengan peristiwa yang diceritakan di dalam cuplikan itu?

7.

Bacalah cuplikan cerita berikut!

Baik Adit maupun Alwi mulai menyadari bahwa keduanya amat terkejut. Impian masing-masing telah buyar: Teko yang bisa menangis dan selamat tinggal kemelaratan!

Kedatangan Tuan Wahyono membangunkan mereka dengan kata kata yang sedemikian datar dan dingin sehingga Alwi merasa beku seketika.

Unsur instrinsik yang tampak dalam kutipan cerpen di atas adalah....

a)

tema

b)

amanat

c)

latar

d)

penokohan

e)

plot

8.

"Oo, kau marah, Pak Tua? Ah, sudah tua suka marah-marah!"

"Huss! Apakah kau anggap aku ini pak tuamu? Aku bukan kangmasmu! bentak kakek-kakek itu lagi.

"Oo, iya! Tentunya aku harus memanggilmu mbah, ya! Aku lupa, sungguh.

Tapi sebetulnya awal tadi telah aku ingatkan jika aku bersalah. Siapa wajib dingatkan. Jika tidak demikian? Coba gambarkan, betapa banyak kesalahan yang akan kuperbuat selanjutnya. Bersalah Kakek itu tertunduk. Wajahnya berubah terang. Lalu bicara dengan suara yang tak berdaya. "Betulkah bicaramu? Aku sudah tampak sangat tua?"

"Mengapa?"

"Pantas kau panggil mbah?"

"Hi-hi-hi! Pertanyaanmu itu! Kau sekarang kentara sekali merasa sedih!

Mengapa? Apakah karena umurmu yang lanjut, apa karena tidak tahu bahwa kau sudah tua?"

"Jangan bersenda gurau, Kenes, aku betul-betul bertanya!"

Konflik yang tergambar dalam kutipan cerpen tersebut adalah….

a)

kecemasan tokoh kakek akan ketuaan usianya

b)

ketidakcocokan penggunaan kata sapaan dengan realitas

c)

panggilan yang disampaikan kepada kakek dengan kata mbah dan mas

d)

kakek dan Kenes memperebutkan sapaan mbah dan mas

tokoh Kenes menentukan usia seseorang, sudah tua ataukah masih muda

e)

kakek dan Kenes memperebutkan sapaan mbah dan mas

tokoh Kenes menentukan usia seseorang, sudah tua ataukah masih muda

9.

Bacalah cuplikan cerita berikut

"Ya, mau bayar berapa saja, Mas," ucapnya. di tikungan terakhir menuju kampungku.

"Lebih enak jalan kaki," jawabku terengah-engah. Aku merasa menang

Aneh, dia seperti tak hendak menghentikan becaknya. Mungkin dia sedang menguji mentalku, atau malah menyesali perbuatannya? Peduli amat, apakah dia terus membuntuti aku atau tidak, sejauh ia masih mengayuh becak di jalan yang layak dilewatinya.

Begitu memasuki gapura kampung, tangan kiriku kutarik dari saku celana. Dua keping logam ratusan rupiah terloncat dan menggelinding masuk selokan Ah, biarin.

Aku menoleh ke tukang becak yang berhenti tepat di depan gapura kampong la turun dan berdiri di sana sambil tetap memegangi kemudi becak. Sambil berjalan aku menoleh kembali, dia tetap diam bagaikan sebuah monumen. Sesampai di rumah aku ceritakan pengalamanku pada Ibu. Lama ibuku terdiam dan menatapku dan kemudian berkata, "Rasanya kamu perlu mencoba jadi tukang becak.

Nilai-nilai kehidupan yang tersirat dalam penggalan cerpen di atas adalah....

a)

kita harus memilih-milih tukang becak

b)

kita harus memahami keadaan tukang becak

c)

kita harus pandai menawar ongkos becak

d)

jangan memberi hati kepada tukang becak

e)

sebaiknya tukang becak harus tahu diri

10.

Aneh, dia seperti tak hendak menghentikan becaknya. Mungkin dia sedang menguji mentalku, atau malah menyesali perbuatannya? Peduli amat, apakah dia terus membuntuti aku atau tidak, sejauh ia masih mengayuh becak di jalan yang layak dilewatinya.

Begitu memasuki gapura kampung, tangan kiriku kutarik dari saku celana. Dua keping logam ratusan rupiah terloncat dan menggelinding masuk selokan Ah, biarin.

Aku menoleh ke tukang becak yang berhenti tepat di depan gapura kampong la turun dan berdiri di sana sambil tetap memegangi kemudi becak. Sambil berjalan aku menoleh kembali, dia tetap diam bagaikan sebuah monumen. Sesampai di rumah aku ceritakan pengalamanku pada Ibu. Lama ibuku terdiam dan menatapku dan kemudian berkata, "Rasanya kamu perlu mencoba jadi tukang becak.

Tokoh aku berwatak….....

a)

individualis

b)

angkuh

c)

mandiri

d)

percaya diri

e)

egois

11.

Aku masuk ke kantor dan bersalaman dengan seorang laki-laki yang tersenyum-senyum, bernama Pak Bleoncher. Pakaiannya lebih rapi ketimbang pakaianku. Selanjutnya, ia membuka-buka tumpukan kertas, seperti menata kere serambi.

Aku yakin Anda akan puas dengannya," katanya. "Dia telah kami pilih sesuai dengan persyaratan komputer. Tidak ada yang melebihi dari seratus sepuluh orang yang memenuhi syarat di Amerika. Kami memilah tidak berdasarkan suku, agama, etnis, ataupun latar belakang regional."

Nilai-nilai kehidupan yang terkandung pada penggalan cerita terjamahan di atas adalah….

a)

ketaatan

b)

keramah-tamahan

c)

kedisiplinan

d)

ketekunan

e)

kesetiaan

12.

Bacalah cuplikan cerita berikut!

Melihat Kardi kepayahan, lelaki di geladak itu, Salim, dengan tangkas meloncat ke arah Kardi dan mengambil alih keranjang-keranjang yang dibawanya. Setumpuk keranjang yang kokoh itu memang terasa berat karena basah. Sampai di dinding perahu tubuh Kardi sudah hampir lunglai. Salim melemparkan tumpukan keranjang itu ke geladak lalu dengan kedua tangannya yang kekar dia mengangkat tubuhnya dan meloncat ke geladak. Kardi sudah tidak kuat mengangkat tubuhnya sendiri

kembali membantunya, menarik tangan Kardi sampai berhasil naik ke geladak

Pengalaman sehari-hari yang berkaitan dengan cuplikan cerpen tersebut adalah...

a)

waktu ketika melaut bersama sahabat

b)

kehidupan di laut lepas

c)

fungsi keranjang bagi seorang nelayan

d)

suka duka menjadi seorang nelayan

e)

pershabatan dua anak manusia

13.

(1) Menyadari hal itu semua membuat Heri jadi orang linglung. (2) Kalau padanya Heri tertarik pada Ichen karena kesederhanaan dan pesona gadis itu, kini selain daya tarik itu, adalah karena kepandaian gadis itu berperan. (3) Bagaimana mungkin dalam waktu yang begitu singkat ia bisa berubah penampilan? (4) Siapakah Ichen sebenarnya dan apa maunya gadis itu? Kalimat yang terlalu kompleks dalam cuplikan tersebut ditandai nomor.....

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

e)

5

14.

Bacalah cuplikan cerita berikut!

Melihat Kardi kepayahan, lelaki di geladak itu, Salim, dengan tangkas meloncat ke arah Kardi dan mengambil alih keranjang-keranjang yang dibawanya. Setumpuk keranjang yang kokoh itu memang terasa berat karena basah. Sampai di dinding perahu tubuh Kardi sudah hampir lunglai. Salim melemparkan tumpukan keranjang itu ke geladak lalu dengan kedua tangannya yang kekar dia mengangkat tubuhnya dan meloncat ke geladak. Kardi sudah tidak kuat mengangkat tubuhnya sendiri

kembali membantunya, menarik tangan Kardi sampai berhasil naik ke geladak

Gaya bercerita di dalam cuplikan tersebut menggunakan sudut pandang….

a)

orang pertama pelaku utama

b)

orang pertama pelaku sampingan

c)

orang kedua pelaku utama

d)

orang ketiga serbatahu

e)

orang ketiga pengamat

15.

Gadis (1) itu semakin beringas. Kepala yang dijambaknya (2) sampai tertunduk-tunduk. Seisi kelas riuh. Susah payah aku melerai (3) mereka. Suasana semakin gaduh saat Rina mulai menangis. Cepat kutarik (4) tubuh si gadis menjauh. Tapi (5) itu hanya membuat si pemilik rambut yang dijambaknya semakin mengaduh kesakitan

Bentukan kata yang tidak baku ditandai nomor ….

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

e)

5