wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Perlawanan bangsa Indonesia terhadap Belanda

Total questions: 25

Worksheet time: 42mins

Name
Class
Date
1.

Perang Tondano pada masa kolonial Belana terjadi akibat kebijakan yang ditetapkan Gubernur Jenderal Deandels. kebijakan yang diterapkan Gubernur tersebut adalah...

a)

A. Perluasan wilayah kekuasaan Belanda di Minahasa

b)

B. Perekrutan pasukan pemberani dari suku Minahasa

c)

C. Pembangunan benteng pertahanan Belanda di Minahasa

d)

D.Penghapusan sistem tradisional yang berkembang di Minahasa

e)

E. Pemaksaan rakyat Minahasa untuk jadi pasukan perang Belanda

2.

Dalam perang Tondano, ukung Lonto sebagai salah satu pemimpin adat di Minahasa menegasakan harus melawan pemerintah kolonial Belanda. Perlawanan tersebut ditegaskan ukung Lonto sebagai bentuk...

a)

A. Penolakan terhadap pengiriman pemuda Minahasa ke Jawa

b)

B. Perubahan sikap rakyat Minahasa terhadap dominasi Belanda

c)

C. Pengambilalihan kekuasaan Belanda di Minahasa

d)

D. Persekutuan politik antara Mnahasa dan Spanyol

e)

E.Penerapan adat isitiadat yang berlaku di Minahasa

3.

Salah satu cara yang dilakukan Pattimura dalam perlawanannya terhadap Belanda adalah …

a)

A.Menyerang pertahanan Belanda di Benteng Duurstede dan Devendjik

b)

B. Menyerang kapal-kapal Belanda

c)

C. Melakukan perang gerilya di Maluku

d)

D. Merampas persenjataan Belanda

e)

E. Bekerja sama dengan pejuang Maluku lainnya

4.

Pada Abad XIX Pattimura melakukan perlawanan terhadap Belanda di Maluku. Faktor yang mendorong perlawanan tersebut adalah...

a)

A. pengambilalihan benteng Duurstede oleh Belanda

b)

B. pembubaran legiun Maluku bentukan Inggris

c)

C. penerapan monopoli perdagangan rempah-rempah

d)

D. pemberlakuan penyerahan wajib dan kerja wajib

e)

E. Pembunuhan Raja Hitu oleh pasukan Belanda

5.

Pattimura akhirnya dihukum mati oleh VOC pada 16 Desember 1817 yang berlokasi di

a)

A. Benteng Duurstede

b)

B. Benteng Nieuw Victoria

c)

C. Benteng Marlborough

d)

D. Benteng Van der Wijck

e)

E. Benteng Vredeburg

6.

Latar belakang terjadinya peperangan antara kaum paderi dan kaum adat adalah

a)

A. perebutan kekuasaan di Istana Pagaruyung

b)

B. dipersulitnya perizinan ibadah haji oleh kaum adat

c)

C. kaum Padri ingin memurnikan Islam di tanah Minang

d)

D. kaum adat memiliki pengikut yang lebih banyak dari kaum Paderi

e)

E. Kaum adat menguasai sektor perekonomian dan menimbulkan iri dari kaum paderi

7.

Dalam melakukan praktik monopolinya di Minahasa, VOC berusaha untuk melemahkan orang-orang Minahasa. Salah satu caranya adalah dengan...

a)

A. Membakar lumbung padi orang-orang Tondano

b)

B. Membeli seluruh hasil pertanian dengan harga tinggi

c)

C. Membuang tokoh yang memberontak ke luar Tondano

d)

D. Bekerjasama dengan Spanyol

e)

E. Membendung Sungai Temberan

8.

Dampak yang terjadi oleh pihak Belanda pada perlawanan yang dilakukan oleh tokoh di atas adalah...

a)

A. belanda mendapat tekanan dari dunia Internasional

b)

B. Mataram melepaskan diri dari keuasaan Belanda

c)

C.Sistem perbudakan dan feodalisme di Jawa di hapus

d)

D. Sistem tanam paksa di Hindia Belanda yang di hapus

e)

E. Keuangan Belanda terkuras untuk biaya perang

9.

pada 26 Januari 1824 Belanda dan kaum Padri sepakat melakukan gencatan senjata. dalam perkembangannya, kaum padri justru membatalkan perjanjian tersebut karena...

a)

A. kaum adat melakukan kerja sama dengan Belanda untuk melawan kaum Padri

b)

B. Kaum Padri mendapat bantuan pasukan dan persenjataan dari kaum adat

c)

C. Belanda mengambil alih kembali beberapa wilayah yang berhasil di kuasai kaum Padri

d)

D. Belanda menghancurkan benteng-benteng pertahanan kaum Padri di Bonio

e)

E. Belanda mengrimlam ekspedisi militer untuk membumihanguskan Minahasa

10.

Perang Dippnegoro merupakan perang yang sulit untuk ditaklukan oleh pemerintah kolonial Belanda. salah satu faktornya adalah...

a)

A. Perlawanan Diponegoro didukung oleh keraton

b)

B. Pangeran Diponegoro menolak berunding dengan Belanda

c)

C. Belanda gagal menjalankan politik devide et impera dikalangan kerabat keraton

d)

D. Pangeran Diponegoro menerapkan taktik perang gerilya

e)

E. Pasukan DIponegoro berhasil megambil alih benteng milik Belanda

11.

Sebab khusus terjadinya Perang Diponegoro adalah …

a)

A. Jalan yang dibangun pemerintah Belanda melewati kediaman Diponegoro

b)

B. Makam leluhur Diponegoro dipindahkan tanpa sepengetahuan Diponegoro

c)

C. Patok-patok jalan ditaruh di atas makam para leluhur Diponegoro

d)

D. Tempat tinggal Diponegoro dihancurkan untuk pembangunan jalan

e)

E. Patok-patok jalan didirikan tanpa seizin Diponegoro

12.

Perlawanan Pangeran Diponegoro dan Tuanku Imam Bondjol terbukti membuat pihak Belanda sangat kewalahan dan mengucurkan banyak biaya perang. Hal ini dikarenakan ...

a)

A. Perlawanan terjadi pada waktu yang bersamaan

b)

B. Jumlah pasukan kedua tokoh tersebut sangat banyak

c)

C. Penggunaan strategi gerilya

d)

D. Terjadi wabah penyakit yang menyerang pasukan Belanda

e)

E. Kharisma Imam Bondjol dan Pangeran Diponegoro

13.

Hukum Tawan Karang di Bali dianggap merugikan Belanda karena …

a)

A. Belanda harus memberikan sebagian keuntungan perdagangan di Bali kepada raja-raja Bali

b)

B. Kerajaan di Bali berhak merampas seluruh muatan kapal asing yang karam di perairan di Bali

c)

C. Larangan bagi kapal-kapal asing untuk melakukan aktivitas dagang di perairan Bali

d)

D. Kerajaan di Bali menerapkan pajak yang tinggi di pelabuhan dagangnya

e)

E. Terputusnya pasokan persenjataan Belanda ke wilayah Bali

14.

Pada abad XIX belanda melakukan penyerangan terhadap Bali. Tujuan utama penyerangannya adalah...

a)

A. membalas serangan raja Buleleng

b)

B. menghapus hukum tawan karang

c)

C. melindungi perdagangan Belanda

d)

D. memonopoli perdaganga budak

e)

E. Menyebarkan agama nasrani

15.

Pemimpin pasukan perang puputan di Bali untuk melawan belanda adalah...

a)

A. I Gusti Ngurah Rai

b)

B. I Gusti Ketut Jelantik

c)

C. I Gusti Ketut Pudja

d)

D. Robert Wolter mongonsidi

e)

E. Sutomo

16.

Belanda mencampuri urusan politik, ekonomi, dan sosial keagamaan di kesultanan Banjar untuk memperkuat pengaruhnya. Campur tangan belanda dalam bidakng politik tercermin dari...

a)

A. Penghapusan kesultanan Banjar pada 1860

b)

B. Pengasingan Pangeran Antasari ke Pulau Jawa

c)

C. Pengangkatan Pangeran Tamjidillah sebagai Sultan Banjar

d)

D. Penggulingan kekuasaan pada masa pemerintahan Sultan Adam

e)

E. Pengangkatan Demang Lehman sebagai pemimpin perang Belanda

17.

Upaya pemerintah Belanda untuk mengakhiri perlawanan tersebut adalah...

a)

A. Melakukan blokade ekonomi di pelabuhan Banjar

b)

B. Membumihanguskan keratos kesultanan Banjar di Martapura

c)

C. Menangkap pangeran Antasari dari para pembesar Kesultanan Banjar

d)

D. memecah wilayah kesultanan Banjar menjadi kerajaan-kerajaan kecil

e)

E. Menghapus Kesultanan Banjar dari peta administrasi Hindia Belanda

18.

Salah satu alasan yang membuat Perang Aceh menjadi salah satu perang yang cukup lama dihadapi oleh Belanda adalah …

a)

A. Keberhasilan penerapan strategi Konsentrasi Stelsel

b)

B. Mendapat bantuan dukungan pasukan dari pasukan Sultan Iskandar Muda

c)

C. Rakyat Aceh menganggap peperangan melawan Belanda merupakan jihad fi sabilillah

d)

D.Lokasi peperangan yang jauh dari pusat pemerintahan Belanda di Batavia

e)

E.Belanda menganggap Perang Aceh tidak terlalu berbahaya

19.

Mayoritas perlawanan rakyat terhadap penjajah pada akhirnya mengalami kekalahan. Salah satu penyebabnya adalah ...

a)

A. Senjata yang digunakan masih tradisional

b)

B. Belanda mengggunakan strategi kurang efektif

c)

C. Terjadi bencana alam

d)

D. Raja mudah terpengaruh bawahannya

e)

E. Rakyat hanya menggunakan kekuatan magis

20.

Strategi baru yang digunakan oleh Belanda atas usul Snouck Horgronje dalam perang Aceh adalah...

a)

A. Menarik pasukan dari Perang Jawa serta menerapkan kembali strategi Bentengstelsel

b)

B. Mengerahkan pasukan tambahan dari Kalimantan serta melakukan penyerangan ke wilayah Istana

c)

C. Bekerja sama dengan beberapa kerajaan yang ada di sekitar Aceh

d)

D. bekerjasama dengan para uleebalang dan menindas perlawanan yang dilakukan oleh kaum ulama

e)

E.mengadakan perjanjian damai untuk sementara sambil menghimpun kekuatan

21.

Belanda harus menghadapi Perang Aceh dalam tiga fase. Pada fase kedua Belanda menerapkan taktik konsentrasi stelsel. Taktik tersebut di wujudkan dengan cara...

a)

A. Melakukan penyerangan terhadap lawan sebelum matahari terbit

b)

B. Mendirikan benteng pertahanan untuk mengawasi gerak-gerik lawan

c)

C. memusatkan kekuatan disekitar pintu masuk benteng pertahan lawan

d)

D. memusatkan perhatian dan kekuatan pertahanan di wilayah yang telah dikuasai

e)

E. membumihanguskan daerah pertahanan lawan agar tidak digunakan sebagai markas

22.

Fase kedua perlawanan rakyat Aceh terhadap Belanda dipimpin oleh Teuku Umar dan Cut Nyak Dien. perlawanan di bawah kepemimpinan kedua tokoh tersebut berhasil membuat belanda kewalahan karena...

a)

A. Belanda kekurangan biaya dan logistik untuk berperang

b)

B. Belanda harus menghadapi perlawanan rakyat Tapanuli

c)

C. pasukan belanda tidak ahli dalam perang gerilya

d)

D. pasukan Aceh mendapat bantuan senjata dari Jawa

e)

E. banyal tentara Belnda yang terserag penyakit kolera

23.

Strategi Belanda yang paling berhasil dalam menghadapi perlawanan dari penguasa lokal Nusantara yaitu dengan melakukan politik …

a)

A. Balas budi

b)

B. Pecah belah

c)

C. Gerilya

d)

D. Stelsel

e)

E. Etis

24.

Bagaimana penyebab terjadinya Perang Batak yang dipimpin oleh Raja Sisimangaraja XII?

a)

A. Pengusiran pasukan Belanda di tanah Batak

b)

B. Penyerbuan yang dilakukan oleh Belanda

c)

C. Pembakaran rumah-rumah orang Batak

d)

D. Keinginan Belanda untuk memonopoli perekonomian rakyat Batak

e)

E.Penolakan kepada zending yang menyebarkan agama Kristen

25.

Latar belakang Sisingamangaraja XII melakukan perlawanan terhadap Belanda adalah...

a)

A. Belanda mengerahkan pasukanya ke sekitar wilayah Balige

b)

B.Kemarahan Sisingamangaraja karena Belanda memberikan bagian utara kerajaan kepada Kerajaan Aceh

c)

C. Belanda melanggar isi Traktat Sumatera yang telah disepakati sebelumnya

d)

D. Belanda melanggar hukum adat di wilayah Tapanuli

e)

E. Pemberlakuan Politik Liberal dimana pengusaha Eropa bisa menyewa tanah di sekitar Tapanuli dengan harga Murah