wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

DRAMA

Total questions: 25

Worksheet time: 21mins

Name
Class
Date
1.

Perhatikan penggalan drama berikut!

Samin : Fred, jangan cepat-cepat bahaya!

Fredi : Alaa, malam begini sepi, tak apa! (Samin menyusul dan menariknya mundur.)

Samin : Kita berhenti dulu!

Fredi : Ah! Lebih cepat sampai ke alamatnya kan lebih baik!

Samin : Ingat yang aku bawa surat penting!

Fredi : Justru itu!

Samin : Pokoknya berhenti, Fred!Aku tidak mau ambil risiko tertangkap Belanda.

Fredi : Baik, Min! Kau yagn pegang komando.

Konflik yang terdapat dalam penggalan drama di atas adalah....

a)

terjadinya pertengkaran antara Sarmin dan Fredi

b)

Keinginan berhenti untuk beristirahat

c)

perebutan pemegang komando tugas

d)

kekhawatiran akan keselamatan surat penting

e)

ketakutan berjalan di malam hari


2.

Perhatikan penggalan drama berikut!

Samin : Fred, jangan cepat-cepat bahaya!

Fredi : Alaa, malam begini sepi, tak apa! (Samin menyusul dan menariknya mundur.)

Samin : Kita berhenti dulu!

Fredi : Ah! Lebih cepat sampai ke alamatnya kan lebih baik!

Samin : Ingat yang aku bawa surat penting!

Fredi : Justru itu!

Samin : Pokoknya berhenti, Fred!Aku tidak mau ambil risiko tertangkap Belanda.

Fredi : Baik, Min! Kau yagn pegang komando.

Tokoh Samin pada penggala drama di atas adalah bersifat....

a)

penyabar

b)

ambisius

c)

semangat

d)

hati-hati

e)

tanggung jawab

3.

Perhatikan penggalan drama berikut!

Samin : Fred, jangan cepat-cepat bahaya!

Fredi : Alaa, malam begini sepi, tak apa! (Samin menyusul dan menariknya mundur.)

Samin : Kita berhenti dulu!

Fredi : Ah! Lebih cepat sampai ke alamatnya kan lebih baik!

Samin : Ingat yang aku bawa surat penting!

Fredi : Justru itu!

Samin : Pokoknya berhenti, Fred!Aku tidak mau ambil risiko tertangkap Belanda.

Fredi : Baik, Min! Kau yagn pegang komando.

Suasana yang tergambar dalam drama di atas adalah....

a)

sepi

b)

tegang

c)

terburu-buru

d)

takut

e)

gelisah

4.

Bacalah penggalan drama berikut!

Ibu : (Tidak menoleh benar) Malam lebaran Narto, dengarlah tabuh itu bersahut-

sahutan. Pada malam lebaran seperti ini dia pergi, pergi dengan tidak

meninggalkan kata.

Gunarto : (Agak kesal) Ayah …?

Ibu : keesokan harinya, hari lebaran, sesudah sembahyang aku memaafkan dosanya.

Gunarto : Kenapa ibu ingat juga waktu yang lampau, mengingat kepada orang yang tak

pernah lagi mengingat kita.

Ibu : (Memandang Gunarto) Aku merasa ia masih ingat kita Gunarto.

Yang tergambar dalam penggalan drama di atas adalah konflik ….

a)

sosial

b)

fisik

c)

batin

d)

budaya

e)

alam

5.

Bacalah penggalan drama berikut!

Satilawati : (berasa kasihan) Maafkanlah segala perkataanku yang kemarin itu, Kartili.

Jangan dimasukkan ke dalam hati.

Kartiya : (Tersenyum) Tentu tidak, Satilawati. Aku mengerti keadaanmu kemarin itu.

Sekarang aku memuji kesetiaanmu terhadap Ishak. Sungguhpun telah engkau

ketahui, bahwa ia ….

Satilawati : Gila, ya. Tapi ada sesuatu, suara halusku mengatakan, bahwa ia akan baik lagi.

Baik buat selama-lamanya.

Kartiya : itu yang kuhargakan tinggi, Satilawati: kepercayaanmu kepada diri sendiri.

Satilawati : dan biarpun ia tidak baik kembali, aku tidak juga dapat mengikatkan diriku

kepada orang lain.


Kejahatan Membalas Dendam, Idrus


Watak tokoh Satilawati berdasarkan kutipan drama di atas adalah ….

a)

Baik hati, belas kasih, egois

b)

Setia, penuh keyakinan, percaya diri

c)

Keras kepala, cepat tersinggung, baik

d)

Pemarah, setia, keras kepala

e)

Baik, egois, baik

6.

Bacalah penggalan drama berikut!

Ibu : Pak Gi ini benar-benar seorang pejuang yang tak pernah melupakan cita-

citanya.

Anak : Cita-cita yang mana, Bu?

Ibu : Bahwa yang tak kalah penting dengan perang melawan kemiskinan dan

kebodohan. Lha ini semua kan bukti keberhasilan beliau melawan kemiskinan?

Anak : Ibu sendiri kenapa tidak mengikuti jejak Pak Gi?

Ibu : Sebagai mantan bagian dapur umum, saya tetap berjuang terus, lho! Melawan

kelaparan …”


Kado Istimewa, Jujur Prananto


Penggambaran watak Pak Gi yang diungkapkan pengarang pada penggalan di atas melalui …

a)

Ciri-ciri fisik tokoh

b)

Lingkungan sekitar tokoh

c)

Perbincangan tokoh lain

d)

Prasaan tokoh

e)

Reaksi tokoh-tokoh lain

7.

Bacalah penggalan drama berikut!

Ibu : Pak Gi ini benar-benar seorang pejuang yang tak pernah melupakan cita-

citanya.

Anak : Cita-cita yang mana, Bu?

Ibu : Bahwa yang tak kalah penting dengan perang melawan kemiskinan dan

kebodohan. Lha ini semua kan bukti keberhasilan beliau melawan kemiskinan?

Anak : Ibu sendiri kenapa tidak mengikuti jejak Pak Gi?

Ibu : Sebagai mantan bagian dapur umum, saya tetap berjuang terus, lho! Melawan

kelaparan …”


Kado Istimewa, Jujur Prananto


Ketegangan di dalam cerita rekaan atau drama disebut ….

a)

peristiwa

b)

watak

c)

tokoh

d)

konflik

e)

dialog

8.

Bacalah penggalan drama berikut!

(a) Nuniek : Bagaimana, Tien, Tonymu? Apa dia dating dari Jakarta?

(b) Hastien : datang sih sudah! Tapi dasar lelaki, bosan aku berurusan dengan dia. Lagi orang tuanya yang bawel itu, malah menyalahkan saya.

(c) Nuniek : Lho! Emangnya yang salah siapa?

(d) Hastien : Ya, jelas dong. Kalau aku enggak dikasih itu kan nggak begini jadinya.

(e) Nuniek : Kalau kamu nggak mau diajak itu, pasti nggak begitu!

(f) Hastien : Kau juga menyalahkan aku?

Berdasarkan kutipan drama di atas, dialog yang menonjolkan watak tokoh Hastien adalah …

a)

(a) dan (b)

b)

(b) dan (d)

c)

(c) dan (e)

d)

(a) dan (d)

e)

(d) dan (e)

9.

Bacalah penggalan drama berikut!

(a) Nuniek : Bagaimana, Tien, Tonymu? Apa dia dating dari Jakarta?

(b) Hastien : datang sih sudah! Tapi dasar lelaki, bosan aku berurusan dengan dia. Lagi orang tuanya yang bawel itu, malah menyalahkan saya.

(c) Nuniek : Lho! Emangnya yang salah siapa?

(d) Hastien : Ya, jelas dong. Kalau aku enggak dikasih itu kan nggak begini jadinya.

(e) Nuniek : Kalau kamu nggak mau diajak itu, pasti nggak begitu!

(f) Hastien : Kau juga menyalahkan aku?

Berdasarkan drama pada soal di atas penyebab konflik adalah ….

a)

Hastien

b)

Nuniek

c)

Hastien dan orang tuanya

d)

Hastien dan Tony

e)

Tony

10.

Bacalah penggalan drama berikut!

Gadis : Aku tidak mengemis nyawa pada Tuan!

Van Dijk : Akan kita lihat nanti .... Hei kau Ibu! Siapkan dirimu! Kini giliranmu!

Ibu : Tidak! Tidak! Biarkan aku pulang. Demi kemanusiaan. Aku punya anak dua orang, masih kecil-kecil. Mereka terkunci. Jika aku harus mati buat mereka aku akan menerima dengan senang hati.

Kesimpulan dari penggalan dialog di atas yang paling tepat adalah ...

a)

Seorang gadis desa dan seorang ibu melawan perintah Van Dijk sehingga mereka

mendapat siksaan.

b)

Seorang ibu lebih rela mati untuk anak-anaknya daripada harus menurut perintah Van

Dijk.

c)

Van Dijk marah-marah kepada seorang gadis dan seorang ibu, karena tidak mau melayani

perintahnya

d)

Seorang ibu tidak mau menurut terhadap perintah atasannya.

e)

Seorang gadis dan seorang ibu disiksa oleh Van Dijk karena mereka bermasalah.

11.

Perhatiakan teks di bawah ini!

Harsono : Aku datang hendak menebus dosaku terhadap anakku dan Citra.

Sutopo : Kau berani betul rupanya menyebut nama istriku.

Harsono : (kaget) Apa? Istri Mas? Citra jadi istri Mas?

Sutopo : Tidakkah kau tahu, Citra sudah jadi istriku sekarang?

Hartono : (gugup) Tapi mengapa?

Sutopo : Mengapa, Harsono? Toh ada yang tidak mengakui anak Citra sebagai anaknya, seorang laki-laki!

Harsono : (tercengang) Tetapi,... Dia anakku, Mas!

Sutopo : Sekarang, kau berani mengatakan itu ... dan lagi dia sudah meninggal.

Harsono : (tambah tercengang) Meninggal...anakku?

Sutopo : Ya, sekarang dia sudah tidak perlu lagi menanggung malu karena bapaknya pengecut.

Amanat yang terkandung dalam kutipan drama tersebut dapat diungkapkan dengan peribahasa ...

a)

Keluar dari mulut buaya, masuk ke mulut harimau.

b)

Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tak berguna.

c)

Satu yang makan cempedak, semua kena getahnya

d)

Maksud hati memeluk gunung, apa daya tangan tak sampai.

e)

Ibarat air di daun talas, bila bertumpah tak tinggal bekas.

12.

Bacalah kutipan drama berikut ini!

Istri : Aku sudah tidak tahan!

Suami : Hei! (memegang tangan istrinya)

Istri : Aku sangat gembira. Kita akan mati bersama!

Suami : Tidak!

Istri : Jadi, engkau tidak mau?

Suami : Tidak! Kita tidak boleh kalah dengan kemiskinan! Sebaiknya kita bergabung saja dengan teman-teman orang miskin.

Isi kutipan drama tersebut adalah ....

a)

Keinginan suami untuk bergabung saja dengan teman-teman orang miskin.

b)

Kenginan suami yang tidak mau menyerah karena masalah kemiskinan.

c)

Seorang istri yang sangat bergembira karena akan mati bersama suaminya.

d)

Seorang suami yang tidak mau mati bersama istrinya.

e)

Sepasang suami istri yang tidak ingin hidup dalam kemiskinan.

13.

Perhatikan kutipan drama berikut ini!

Ibu : Kau mau ke mana?

Anak : Aku mau pergi. Dia sudah menungguku.

Ibu : Kau tak mau menunggu ayahmu?

Anak : Ayah mana yang harus aku tunggu? Sudah berhari-hari aku di sini, tapi dia tak jua datang. Sudahlah, Bu, jika ia memang datang, aku tak mau mengenalinya sebagai ayahku.

Ibu : Jaga ucapanmu! Maksudmu apa mengatakan hal demikian?

Anak : Sudah sepantasnya kan? Ayah macam apa yang tega meninggakan anak dan istrinya begitu lama. Hingga anaknya akan dipersunting orang pun, ia tak ada.

Ibu : Ayahmu tak seperti itu. Dia laki-laki yang bertanggung jawab.

Anak : Ibu sudah mengatakan itu berulang kali sejak dulu aku masih kecil. Tapi apa? Mana buktinya? Omong kosong!

Ibu : Kau anak durhaka!

Anak : Biarlah, tak apa aku durhaka kepada orang yang telah durhaka kepada keluarganya.

Permasalahan yang dibahas dalam drama tersebut adalah ....

a)

Seorang anak yang pergi dari rumah karena marah kepada ibunya.

b)

Seorang ibu yang bersedih atas ketidaktahuan terhadap kepergian suaminya.

c)

Seorang anak yang marah karana menunggu ayahnya yang tak kunjung datang.

d)

Seorang anak yang menyakiti hati ayahnya sehingga pergi dari rumah.

e)

Seorang ibu dan anak yang pergi mencari keberadaan sang ayah.

14.

Bacalah kutipan drama berikut ini!

Orang-orang datang hilir mudik. Mereka keluar-masuk ke ruangan sambil mengelar tikar, menghidangkan makanan, rokok. Satu per satu sanak keluarga dan tetangga berdatangan. Semua orang berbaris rapi menghadap hidangan sambil berbincang-bincang. Kemudian, Kamelia berdiri dan berjalan berjongkok menuju Amar. Ia membisiki sesuatu kepada Amar. Amar mengangguk setuju. Kedua orang tua mereka akhirnya mengerti apa yang diinginkan Kamelia. Tak lama setelah itu, Kamelia berdiri menganggil kawan-kawannya. Beberapa gadis masuk dan menari.

Kutipan drama tersebut termasuk dalam struktur ....

a)

prolog

b)

epilog

c)

dialog

d)

monolog

e)

adegan

15.

Perhatikan kutipan drama berikut ini!

(1) Sarpa : Jadi, secara logis mestinya sudah dua bus atau colt berhenti di sini. Dengan asumsi, setiap setengah jam ada satu kendaraan.

(2) Handoyo : Padahal kenyataan sudah menunjukkan sudah satu jam tidak ada satu bus atau colt pun yang lewat. Ini tentu ada apa-apa.

(3) Kamto : Menurut kau, kira-kira ada apa?

(4) Handoyo : Bagaimana saya tahu, riset belum dilakukan.

(5) Susi : Kalau nunggu kau riset, sebulan kemudian baru kita tiba di rumah.

(6) Handoyo : Peduli amat. Kalau mau jawaban yang akurat, riset itu penting. Kita tunggu saja di sini sampai ada kendaraan.

Watak semaunya tokoh Handoyo pada kutipan drama tersebut ditunjukkan oleh dialog nomor ....

a)

2

b)

3

c)

4

d)

5

e)

6

16.

Bacalah kutipan teks drama berikut!

Andi : Bu, saya mau ikut Kak Lukman ke stadion. (tergesa-gesa)

Ibu : Mau naik apa, An?

Andi : Naik motor, Bu. Kakak kan sudah punya SIM.

Ibu : Eh, helmnya belum dipakai dengan benar. Sini, ibu bantu. (Ibu membantu Andi

memakai helm dengan benar)

Latar tempat dalam kutipan drama di atas adalah ….

a)

di stadion

b)

di jalan

c)

di rumah

d)

di lapangan bola

e)

di trotoar

17.

1. Bacalah kutipan teks drama berikut!

Andi : Bu, saya mau ikut Kak Lukman ke stadion. (tergesa-gesa)

Ibu : Mau naik apa, An?

Andi : Naik motor, Bu. Kakak kan sudah punya SIM.

Ibu : Eh, helmnya belum dipakai dengan benar. Sini, ibu bantu. (Ibu membantu Andi

memakai helm dengan benar)

Amanat yang sesuai dengan kutipan drama di atas adalah ….

a)

Jika akan pergi, kita harus berpamitan kepada ibu.

b)

Kita harus bersikap sopan kepada orang tua.

c)

Kita harus mematuhi perintah ibu.

d)

Jika akan mengendarai sepeda motor, kita wajib memakai helm dengan benar.

e)

Pengendara sepeda motor wajib memiliki SIM.

18.

Bacalah penggalan teks percakapan berikut!

Dina : (Marah) Adi, kamu itu memang keterlaluan. Kamu tahu kan, Siska itu lemah jantung? Teganya kamu bentak-bentak dia hingga menangis dan pingsan.

Adi : Biar saja, itu urusanku. Lagian kenapa sih kamu ikut-ikutan? Jangan sok pahlawanlah!

Berdasarkan percakapan di atas, watak tokoh Dina adalah ….

a)

lemah dan mudah menyerah

b)

keras kepala dan tidak peduli kepada orang lain

c)

peduli kepada sesama dan suka menolong

d)

angkuh dan sombong tetapi pemberani

e)

pemarah dan mudah tersinggung

19.

Bacalah penggalan drama berikut ini!

Fenita : Kamu harus menentukan sikap. Pilih aku atau dia, sekarang juga!

Verri : Beri aku kesempatan sekali lagi....

Fenita : Tidak perlu basa-basi. Kalau tidak, aku yang memutuskan, titik!

Penggalan dialog di atas menunjukkan drama sampai pada bagian ....

a)

pemaparan

b)

konflik

c)

orientasi

d)

resolusi

e)

penyelesaian

20.

Bacalah penggalan drama berikut ini!

Satilawati : Pengecut! Sedikit diserang kritik orang, engkau hendak melarikan diri. Untuk menjaga nama supaya jangan merosot. Aku sudah maklum.

Ishak : (Sambil menunjuk ke luar) Pergi dariku. Engkau boleh memusuhi aku. Untuk cita-cita, aku bersedia mengorbankan segalanya, juga cinta dan persahabatan.

Watak tokoh Ishak dalam penggalan drama di atas adalah ....

a)

egois

b)

pembual

c)

pemberani

d)

sombong

e)

tidak bertanggung jawab

21.

Bacalah penggalan drama berikut ini!

Perempuan : Aneh!

Penyair : Kedengarannya memang aneh, akan tetapi begitulah.

Perempuan : Lalu, apa yang Bung kagumi?

Penyair : ......

Perempuan : Aku tidak mengerti, coba jelaskan yang aneh padaku itu! Maksudku, pernyataan yang mana?

Kalimat yang tepat untuk melengkapi bagian rumpang penggalan drama di atas adalah....

a)

Kecantikan Saudari itu.

b)

Ya, keanehan karya sastra itu.

c)

Itulah yang aku kagumi.

d)

Bahwa Bung selamat selama ini.

e)

Pernyataan Saudari tadi.

22.

Perhatikan penggalan drama berikut!

Ayu : Sudah malam lho, Sis, kita harus segera pulang.

Siska : Sudahlah, Yu, tenang saja. Toh ini baru jam sembilan lebih sedikit. Jalanan masih ramai

Ayu : Ih, sudah malam begini kok tenang. Kan kita perempuan, masak pulang sampai larut malam. Tidak enak kan dengan tentangga. Nanti mereka mengira kita suka keluyuran malam.

Siska : (Dengan sikap tenang) Sudah, nanti saya antar kamu. Memang repot, kita ini perempuan tidak wajar kalau pulang terlalu malam. Kita pun tidak berani melanggar aturan tidak tertulis di masyarakat kita ini.

Penggalan drama di atas mengandung nilai ....

a)

Agama

b)

Filsafat

c)

Ekonomi

d)

Budaya

e)

Politik

23.

Bacalah penggalan drama berikut ini!

Mintarsih : Mana ayah, Bang?

Ibu : Mana ayahmu?

Maimun : Tidak aku lihat. Hanya kopiah dan bajunya saja yang kudapati.

Gunarto : Maimun, di mana kau dapatkan baju dan kopiah itu?

Maimun : Di bawah lampu dekat jembatan ....

Gunarto : Lalu ayah? Bagaimana dengan ayah? Di mana ayah?

Maimun : Aku tidak tahu ....

Gunarto : (Kaget. Sadar) Jadi, jadi ayah meloncat ke dalam sungai!

Ibu : (Menjerit) Gunarto!

Gunarto : (Berbicara sendiri sambil memegang pakaian dan kopiah ayahnya. Tampak menyesal.) Dia tak tahan menerima penghinaan dariku. Dia yang biasa dihormati orang, dan dia yang angkuh, yah, angkuh seperti diriku juga. Ayahku. Aku telah membunuh ayahku. Ayahku sendiri. Ayahku pulang, ayahku pulang.

Kutipan drama di atas menggambarkan tahapan ....

a)

permulaan

b)

munculnya masalah

c)

klimaks

d)

peleraian

e)

penyelesaian

24.

Bacalah penggalan teks drama berikut!

Faiz : Lin, apa yang sering dilakukan umat muslim di daerahmu menjelang puasa?

Linda : Biasanya mereka berziarah ke makam leluhurnya.

Faiz : Kalau begitu sama. Di tempatku juga begitu.

Tema dari penggalan drama di atas adalah ….

a)

tradisi menjelang puasa

b)

kegiatan pada bulan Ramadan

c)

berpuasa pada bulan Ramadan

d)

Faiz dan Linda sedang berziarah

e)

puasa Ramadan

25.

Bacalah penggalan drama berikut ini!

Nirmala : Ya Allah! Di mana Bilal dan Nurma? (tangis Nirmala pun meledak) Ya Allah, mengapa kau ambil kedua anakku? Mengapa tidak aku saja! (suasana di ruangan itu hiru biru diliputi kesedihan mendalam begitu mendengar kejadian yang sebenarnya)

Dokter Anis : Bagaimana kejadiannya? (setelah keadaan mereda)

Sultan : Minggu pagi tanggal 26 Desember 2004 itu kami sekeluarga sedang makan pagi di ruang tengah. Tiba-tiba terjadi gempa bumi yang cukup hebat. Kami pun berhamburan ke luar rumah. Saya menggendong Bilal, sedangkan Dik Nirmala menggendong Nurma! (Sultan menggigit bibir karena menahan kepedihan amat dalam) Setelah guncangan gempa itu reda, tiba-tiba dari arah pantai orang berteriak-teriak air!...air! Ketika diterjang bah tsunami, kami pun berempat saling berangkulan. Selanjutnya kami terseret air bersama bangunan, pohon, mobil dan bahan-bahan lainnya. Dik Nirmala dan kedua anak saya menjerit-jerit ketakutan sambil timbul tenggelam dan tertimpa benda-benda yang terseret air.

Nirmala : Tidak lama kemudian arus air yang menyeret kami menabrak bangunan bertingkat. Kedua anak kami terlempar entah ke mana. Saya dan suami pingsan dan tenggelam. Setelah itu, saya tidak ingat apa-apa lagi.

Masalah yang diungkapkan dalam kutipan naskah drama tersebut adalah ....

a)

Seorang ibu mengalami gangguan jiwa karena depresi yang berat.

b)

Ratapan orang tua karena kehilangan anaknya pada peristiwa tsunami Aceh.

c)

Orang tua yang kehilangan anak dan masih berharap anaknya kembali.

d)

Orang tua yang ditinggalkan anaknya di tsunami Aceh.

e)

Ketakutan orang tua akan kehilangan harta benda yang dicintainya.