wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

ULANGAN HARIAN CERPEN

Total questions: 15

Worksheet time: 22mins

Name
Class
Date
1.

Bacalah teks berikut untuk menjawab soal nomor 1--3 !


Langit menjadi kelabu. Awan hitam mulai tak mampu lagi membendung butiran air. Matahari pergi. Sinarnya pun tak berbekas. Di samping rumah Nada, nampak Dio masih asyik bermain dengan merpatinya. Nada tersenyum menatapnya dari balik jendela kamarnya. Ya, tetangganya itu memang sangat menyukai merpati. Bahkan di samping rumahnya ada sebuah kandang merpati yang cukup luas miliknya sendiri. Ia biasa menyebutnya istana Merpati Dara Dori. Begitu banyak jenis merpati yang ia piara. Semuanya sepasang. Ada merpati lokal, merpati kipas, merpati gondok, merpati Lahore, dan masih banyak lagi. Namun, di antara semua merpatinya, merpati lokal berwarna seputih saljulah yang paling ia sukai. Dara dan Dori.


(1) Kutipan cerpen tersebut merupakan bagian plot....

a)

abstrak

b)

orientasi

c)

komplikasi

d)

resolusi

2.

Langit menjadi kelabu. Awan hitam mulai tak mampu lagi membendung butiran air. Matahari pergi. Sinarnya pun tak berbekas. Di samping rumah Nada, nampak Dio masih asyik bermain dengan merpatinya. Nada tersenyum menatapnya dari balik jendela kamarnya. Ya, tetangganya itu memang sangat menyukai merpati. Bahkan di samping rumahnya ada sebuah kandang merpati yang cukup luas miliknya sendiri. Ia biasa menyebutnya istana Merpati Dara Dori. Begitu banyak jenis merpati yang ia piara. Semuanya sepasang. Ada merpati lokal, merpati kipas, merpati gondok, merpati Lahore, dan masih banyak lagi. Namun, di antara semua merpatinya, merpati lokal berwarna seputih saljulah yang paling ia sukai. Dara dan Dori.

(2) Makna kata “membendung” pada kutipan cerpen tersebut adalah ….

a)

menahan

b)

mengumpulkan

c)

membentengi

d)

menampung

3.

Langit menjadi kelabu. Awan hitam mulai tak mampu lagi membendung butiran air. Matahari pergi. Sinarnya pun tak berbekas. Di samping rumah Nada, nampak Dio masih asyik bermain dengan merpatinya. Nada tersenyum menatapnya dari balik jendela kamarnya. Ya, tetangganya itu memang sangat menyukai merpati. Bahkan di samping rumahnya ada sebuah kandang merpati yang cukup luas miliknya sendiri. Ia biasa menyebutnya istana Merpati Dara Dori. Begitu banyak jenis merpati yang ia piara. Semuanya sepasang. Ada merpati lokal, merpati kipas, merpati gondok, merpati Lahore, dan masih banyak lagi. Namun, di antara semua merpatinya, merpati lokal berwarna seputih saljulah yang paling ia sukai. Dara dan Dori.


(3) Pernyataan yang sesuai dengan isi cerpen tersebut adalah …

a)

Merpati yang paling Dio Gemari adalah merpati Lahore.

b)

Dio seorang yang menggemari berbagai jenis burung merpati.

c)

Kandang burung yang ada sengaja dibuat untuk Dara dan Dori.

d)

Nada tidak senang kalau Dio memelihara banyak burung merpati.

4.

Bacalah teks berikut untuk mnejawab soal nomor 4--6!


“Nada, minggu depan kita harus pindah ke Jogjakarta. Ayah dipindahtugaskan di sana.” Bagaikan petir di siang bolong menyambar Nada yang seketika itu langsung diam mematung. “Kenapa mendadak, Bunda? Nada senang tinggal di sini. Apa Nada tidak bisa tetap tinggal di sini? Sekolah Nada gimana?” “Tidak bisa, sayang. Kamu mau tinggal sama siapa di sini? Masalah sekolah, semua sudah diurus Ayah. Kamu hanya tinggal mengemasi barang-barangmu.” Nada terdiam. Tak mungkin mampu ia membantah. Minggu depan ia harus meninggalkan tempat ini. Tepat di hari ulang tahun Dio yang ke-18. Terasa berat untuknya meninggalkan tempat ini. Terlalu banyak kenangan yang terukir. Semakin terasa berat ketika harus meninggalkan Dio.


(4) Amanat yang terdapat pada kutipan cerpen tersebut adalah ...

a)

Sebagai anak harus patuh pada kedua orang tua.

b)

Lakukan perintah orang tua meskipun dengan terpaksa!

c)

Ikhlaskan diri kita dalam mengerjakan sesuatu pekerjaan!

d)

Setiap keputusan agar dibicarakan terlebih dahulu dengan keluarga!

5.

“Nada, minggu depan kita harus pindah ke Jogjakarta. Ayah dipindahtugaskan di sana.” Bagaikan petir di siang bolong menyambar Nada yang seketika itu langsung diam mematung. “Kenapa mendadak, Bunda? Nada senang tinggal di sini. Apa Nada tidak bisa tetap tinggal di sini? Sekolah Nada gimana?” “Tidak bisa, sayang. Kamu mau tinggal sama siapa di sini? Masalah sekolah, semua sudah diurus Ayah. Kamu hanya tinggal mengemasi barang-barangmu.” Nada terdiam. Tak mungkin mampu ia membantah. Minggu depan ia harus meninggalkan tempat ini. Tepat di hari ulang tahun Dio yang ke-18. Terasa berat untuknya meninggalkan tempat ini. Terlalu banyak kenangan yang terukir. Semakin terasa berat ketika harus meninggalkan Dio.


(5) Penyebab terjadinya konflik pada kutipan cerpen tersebut adalah ...

a)

Perasaan berat hati Nada harus meninggalkan Dio

b)

Nada merasa bingung dengan masalah sekolahnya.

c)

Kepindahan tempat tugas ayah Nada yang mendadak.

d)

Nada merasa berat meninggalkan tempat tinggal yang sekarang.

6.

“Nada, minggu depan kita harus pindah ke Jogjakarta. Ayah dipindahtugaskan di sana.” Bagaikan petir di siang bolong menyambar Nada yang seketika itu langsung diam mematung. “Kenapa mendadak, Bunda? Nada senang tinggal di sini. Apa Nada tidak bisa tetap tinggal di sini? Sekolah Nada gimana?” “Tidak bisa, sayang. Kamu mau tinggal sama siapa di sini? Masalah sekolah, semua sudah diurus Ayah. Kamu hanya tinggal mengemasi barang-barangmu.” Nada terdiam. Tak mungkin mampu ia membantah. Minggu depan ia harus meninggalkan tempat ini. Tepat di hari ulang tahun Dio yang ke-18. Terasa berat untuknya meninggalkan tempat ini. Terlalu banyak kenangan yang terukir. Semakin terasa berat ketika harus meninggalkan Dio.


(6) Akibat konflik yang terjadi pada kutipan cerpen tersebut adalah...

a)

Nada diam mematung selama satu minggu.

b)

Nada harus segera mengemasi barang-barang miliknya.

c)

Meskipun merasa berat, minggu depan Nada harus ikut pindah ke Jogyakarta.

d)

Ayah dan ibu Nada harus mencari tempat tinggal dan sekolah baru untuk Nada.

7.

Bacalah teks berikut untukmnejawab soal nomor 7--8!


Melihat kedatangan sekawanan anak sekolah itu, anak laki-laki yang baru naik itu dan yang duduk di sebelahku, jadi gelisah. Dia bergeser rapat ke dekatku.

“Tolong lindungi saya, Pak,” katanya.”Saya sama sekali tidak terlibat perkelahian itu. Saya tidak ikut-ikutan.”

Dia semakin cemas dan gelisah. Mungkin dia menyadari kalau dia sedang berhadapan dengan bahaya dan ia sudah terperangkap di antara langit-langit dan dinding gerbong. Tak ada tempat untuk menghindar. Pindah ke gerbong lain sudah tidak mungkin. Gerbong yang kami tumpangi adalah gerbong terakhir.


(7) Bagian plotpada kutipan cerpen tersebut adalah ….

a)

orientasi

b)

komplikasi

c)

resolusi

d)

penyelesaian

8.

Melihat kedatangan sekawanan anak sekolah itu, anak laki-laki yang baru naik itu dan yang duduk di sebelahku, jadi gelisah. Dia bergeser rapat ke dekatku.

“Tolong lindungi saya, Pak,” katanya. ”Saya sama sekali tidak terlibat perkelahian itu. Saya tidak ikut-ikutan.”

Dia semakin cemas dan gelisah. Mungkin dia menyadari kalau dia sedang berhadapan dengan bahaya dan ia sudah terperangkap di antara langit-langit dan dinding gerbong. Tak ada tempat untuk menghindar. Pindah ke gerbong lain sudah tidak mungkin. Gerbong yang kami tumpangi adalah gerbong terakhir.


(8) Latar tempat dan waktu pada kutipan cerpen tersebut adalah....

a)

stasiun, pagi hari

b)

stasiun, sore hari

c)

kereta, malam hari

d)

kereta, siang hari

9.

Maafkan aku Andi selama ini aku menjauhimu Padahal kamu tidak pernah menyakitiku kata Imran


(9) Penggunaan tanda baca yang tepat pada kalimat tersebut adalah …

a)

“Maafkan aku, Andi, selama ini aku menjauhimu”. Padahal kamu tidak pernah menyakitiku tanya Imran.

b)

“Maafkan aku, Andi, selama ini aku menjauhimu. Padahal kamu tidak pernah menyakitiku,” kata Imran.

c)

“Maafkan aku. Andi, selama ini aku menjauhimu.” “Padahal kamu tidak pernah menyakitiku?” kata Imran.

d)

“Maafkan aku Andi selama ini aku menjauhimu. Padahal kamu tidak pernah menyakitiku,” kata Imran.

10.

Pohon itu menjawab! Wahai Burung Jalak, tinggallah sesukamu! “Kau tinggal pilih buah mana yang kau suka.”


(10) Perbaikan penggunaan tanda baca kalimat pada kalimat tersebut yang tepat adalah …

a)

Pohon itu menjawab: “Wahai Burung Jalak, tinggallah sesukamu?” Kau tinggal pilih buah mana yang kau suka

b)

Pohon itu menjawab: Wahai Burung Jalak, tinggallah sesukamu! Kau tinggal pilih buah mana yang kau suka!

c)

Pohon itu menjawab, “Wahai Burung Jalak tinggallah sesukamu” Kau tinggal pilih buah mana yang kau suka!”


d)

Pohon itu menjawab, “Wahai Burung Jalak, tinggallah sesukamu. Kau tinggal pilih buah mana yang kau suka.”


11.

"Beti, selamat ulang tahun," teriak Lia mengagetkan. Ia mengulurkan sebuah buku mungil yang sama persis dengan miliknya. "Untuk mencatat resep-resep barumu. Resep-resep itu perlu dipatenkan, lo."


(11Tema cuplikan cerita di atas adalah....

a)

kemanusiaan

b)

persahabatan

c)

pendidikan

d)

lingkungan

12.

Kami terdiam. Si terhukum dikeluarkan dari rumah. tangannya diikat. Orangnya besar, tinggi, berkumis, dan tangan yang penuh tato. Mulutnya ganas dan matanya berkilat-kilat.


(12) Si terhukum dalam cuplikan di atas digambarkan sebagai orang yang....

a)

pemberani

b)

bengis

c)

pemberontak

d)

berjiwa kuat

13.

Daun gugur membelai seluruh isi bumi agar tidak melewatkan betapa indahnya musim ini.


(13) Kalimat di atas mengandung majas....

a)

metafora

b)

simile

c)

personifikasi

d)

litotes

14.

Langit begitu biru. Via menatap gumpalan awan putih yang bergerak. Dulu Buda bercerita awan itu berlari karena digelitik angin. Kenangan via kembali ke masa kecil. Bunda selalu mendongeng menjelang tidur. Bunda selalu memandikan dan menyuapinya.


(14) Cuplikan cerita di atas bersudut pandang....

a)

orang pertama pelaku utama

b)

orang pertama sebagai pengamat

c)

orang ketiga serba tahu

d)

orang ketiga sebagai pengamat


15.

(15) kalimat yang tidak mengandung majas metafora adalah...

a)

Ternyata selama ini Pak Daru adalah tangan kanan pemilik perusahaan raksasa itu.

b)

Seluruh pengunjung terdiam ketika mendengar suara si raja hutan yang mengaum.

c)

Andre selalu membawa buah tangan setiap kali ia mengunjungi orang tuanya di desa.

d)

Mereka seperti air di daun talas, tidak memiliki pendirian tetap dalam menghadapi masalah.