NEW
Font size
Worksheetspenilaian harian teks cerpen kelas XI
Total questions: 10
Worksheet time: 5mins
Pikiranku langsung terlempar dalam kenangan saat aku kelas enam SD waktu mencium bau obat yang menyengat dalam ruangan ini. Suatu hari sepulang sekolah aku langsung menuju ruang Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit umum karena sakit perut yang membuatku tidak bisa berjalan, hanya bisa mengerang.Semula aku masih bisa menahan rasa takut berada di sekeliling orang yang terbaring di atas kasur tipis beralaskan seprai putih, sampai tiba-tiba segerombolan perawat berpakaian putih mendorong dengan cepat sebuah kasur beroda dan dihentikannya tepat di sebelah kasurku. Di atasnya terbaring pria botak berlumur darah. Dia tidak bergerak sama sekali. Mulutnya menganga, mata terpejam menghadapku. Kata orang yang mengantar, orang di sebelahku ini kecelakaan sepeda motor.
Watak tokoh aku yang penakut, dalam kutipan cerpen di atas disampaikan melalui ….
A. dialog antar tokoh
B. komentar tokoh
C. tindakan tokoh
D. pikiran tokoh
E. penjelasan pengarang
Pikiranku langsung terlempar dalam kenangan saat aku kelas enam SD waktu mencium bau obat yang menyengat dalam ruangan ini. Suatu hari sepulang sekolah aku langsung menuju ruang Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit umum karena sakit perut yang membuatku tidak bisa berjalan, hanya bisa mengerang.Semula aku masih bisa menahan rasa takut berada di sekeliling orang yang terbaring di atas kasur tipis beralaskan seprai putih, sampai tiba-tiba segerombolan perawat berpakaian putih mendorong dengan cepat sebuah kasur beroda dan dihentikannya tepat di sebelah kasurku. Di atasnya terbaring pria botak berlumur darah. Dia tidak bergerak sama sekali. Mulutnya menganga, mata terpejam menghadapku. Kata orang yang mengantar, orang di sebelahku ini kecelakaan sepeda motor. (Benjolan, karya Harry Pratama)
Sudut pandang yang digunakan dalam penggalan cerpen di atas adalah ….
orang pertama sebagai tokoh utama
orang pertama sebagai tokoh sampingan
orang pertama dan ketiga
orang ketiga serba tahu
orang ketiga terbatas
Pikiranku langsung terlempar dalam kenangan saat aku kelas enam SD waktu mencium bau obat yang menyengat dalam ruangan ini. Suatu hari sepulang sekolah aku langsung menuju ruang Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit umum karena sakit perut yang membuatku tidak bisa berjalan, hanya bisa mengerang.Semula aku masih bisa menahan rasa takut berada di sekeliling orang yang terbaring di atas kasur tipis beralaskan seprai putih, sampai tiba-tiba segerombolan perawat berpakaian putih mendorong dengan cepat sebuah kasur beroda dan dihentikannya tepat di sebelah kasurku. Di atasnya terbaring pria botak berlumur darah. Dia tidak bergerak sama sekali. Mulutnya menganga, mata terpejam menghadapku. Kata orang yang mengantar, orang di sebelahku ini kecelakaan sepeda motor. (Benjolan, karya Harry Pratama)
Permasalahan yang diangkat dalam penggalan cerpen di atas adalah ….
ketakutan tokoh aku menyaksikan korban kecelakaan di rumah sakit
ketakutan tokoh aku disuntik obat bius
tokoh aku sedang menahan sakit perut
korban kecelakaan di rumah sakit
kekuatiran tokoh ketika diperiksa dokter di rumah sakit
“Saya ingin lagu gending Jawa.” “Tolong Pak Sopir. Bapak ini tidak suka lagu pop Indonesia, padahal lagu itu kesukaan saya. Dia minta ditukar saja dengan gending Jawa.” “Tetapi saya tidak punya kaset gending Jawa,” kata sopir “Saya punya. Saya tidak pernah meninggalkan kaset gending Jawa, setiap saya bepergian. Ini kaset lagu kesukaan saya. Gending Jawa.” Para penumpang mendengarkan lagu itu. Tetapi beberapa saat saja kemudian, terdengar orang berteriak: “Bolehkah lagu itu ditukar?”
Hal yang menarik dari kutipan cerpen di atas adalah ….
Para penumpang mendengarkan lagu
tokoh aku yang masih menyukai gending Jawa dan selalu membawa kasetnya
tokoh lain yang berteriak meminta tukar lagu
para tokoh mempermasalahkan lagu-lagu yang didengarkan
para tokoh menyukai musik
“Saya ingin lagu gending Jawa.” “Tolong Pak Sopir. Bapak ini tidak suka lagu pop Indonesia, padahal lagu itu kesukaan saya. Dia minta ditukar saja dengan gending Jawa.” “Tetapi saya tidak punya kaset gending Jawa,” kata sopir “Saya punya. Saya tidak pernah meninggalkan kaset gending Jawa, setiap saya bepergian. Ini kaset lagu kesukaan saya. Gending Jawa.” Para penumpang mendengarkan lagu itu. Tetapi beberapa saat saja kemudian, terdengar orang berteriak: “Bolehkah lagu itu ditukar?”
Nilai budaya yang terdapat dalam penggalan cerpen di atas adalah ….
mencintai lagu pop
naik kendaraan sambil mendengarkan musik
mendengarkan musik bersama-sama
mencintai lagu daerah
mencintai lagu-lagu
Tetapi, dari Lebaran ke Lebaran semakin banyak saja orang-orang yang datang ke tukang jahit itu. Cerita tentang jarum dan benang ajaib itu mungkin membuat banyak orang penasaran. Tapi barang kali pula karena dari Lebaran ke Lebaran memang semakin banyak orang yang kian tenggelam dalam kekecewaan. Mereka ingin menjahitkan kekecewaan mereka kepada tukang jahit itu. Mereka antre agar bisa menikmati kebahagiaan Lebaran. Dikutip dari: Agus Noor, “Tukang Jahit”dalam Cinta di Atas Perahu Cadik Cerpen Kompas Pilihan 2007
Kutipan teks tersebut merupakan struktur teks bagian ….
abstrak
orientasi
komplikasi
konflik
resolusi
…. Sudah hampir jam satu malam, ketakutan menyerangku. Aku ingin menelepon ke rumah, tapi kupastikan Mak Yem menunggu ayah di rumah sakit. Tiba-tiba aku merasa bersalah, ini sebuah egoisme. Aku dan Yu Ning kejar karir dan selalu lupa kalu masih punya ayah yang harus kami perhatikan..
Suntingan yang tepat untuk kalimat yang bercetak miring sesuai dengan EBI adalah….
Aku dan Yu Ning dikejar karir dan selalu lupa kalau masih punya Ayah yang harus kami perhatikan.
Aku dan Yu Ning terkejar karir dan selalu lupa kalau masih punya Ayah yang harus kami perhatikan.
Aku dan Yu Ning pengejar karir dan selalu lupa kalau masih punya Ayah yang harus kami perhatikan.
Aku dan Yu Ning mengkejar karir dan selalu lupa kalau masih punya Ayah yang harus kami perhatikan.
Aku dan Yu Ning mengejar karir dan selalu lupa kalau masih punya Ayah yang harus kami perhatikan.
“Ya, “kata Grela, “Orang Gipsy bagian dari sejarah.” Dalam pandangan ayahnya yang untuk sesaat semakin kelam, Grela memalingkan mukanya dan memandang keluar jendela. Gelap semakin menjadi semakin pekat. Ada kesepakatan untuk tidak boleh membicarakan hal-hal yang hilang: sejarah yang mengalir dalam darah, sungai, tanah subur di tepi sungai, rumput, daun-daun birke yang gugur. Orang tidak juga berbicara tentang pengetahuan ….
Perasaan Grela yang terkandung dalam cuplikan cerpen di atas adalah ….
sedih dan tertekan
pasrah dan penuh harapan
putus asa dan dendam
cemas dan dendam
marah dan benci
Terik. Hari ini begitu panas, sampai-sampai cahaya matahari membuat kulitku hampir terbakar.Jemuran pun sekejab kering. Bau asap-asap polusi menyergap masuk ke paru-paru membuat kotor udara. Ditambah suara bising kendaraan yang lalu lalang dihadapan-ku, membuat suasana bertambah pengap dan panas. Aku hanya bisa melihat orang-orang itu di dalam mobil dengan AC yang membuat mereka sejuk. Berbeda dengan diriku, anak laki-laki dengan baju kumal berdiri di tepi jalan sambil membawa payung di genggaman. Aku hanya bisa menunggu hujan turun dan seseorang datang untuk menggunakan jasaku.
Latar yang terdapat dalam kutipan cerpen….
pagi hari, di rumah, sepi
siang hari, di jalan raya, ramai
sore hari, di terminal, ricuh
malam hari, di gedung tua, sepi
malam hari, di rumah, sepi
Terik. Hari ini begitu panas, sampai-sampai cahaya matahari membuat kulitku hampir terbakar.Jemuran pun sekejab kering. Bau asap-asap polusi menyergap masuk ke paru-paru membuat kotor udara. Ditambah suara bising kendaraan yang lalu lalang dihadapan-ku, membuat suasana bertambah pengap dan panas. Aku hanya bisa melihat orang-orang itu di dalam mobil dengan AC yang membuat mereka sejuk. Berbeda dengan diriku, anak laki-laki dengan baju kumal berdiri di tepi jalan sambil membawa payung di genggaman. Aku hanya bisa menunggu hujan turun dan seseorang datang untuk menggunakan jasaku.
Apa profesi dari si tokoh pada kutipan cerpen tersebut…
Seorang siswa
Penjual bunga
Ojek payung
Seorang pengemis
Mahasiswa
