NEW
Font size
WorksheetsTeks Cerpen Kelas XI
Total questions: 10
Worksheet time: 10mins
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Aku pulang, perasaanku tak karuan. Dan aku tak tertidur. Aku memejamkan mata. Herman ada dalam kepala. Mengapa aku tak dapat melenyapkan dia dan memandang dirinya tanpa arti? Mengapa sedih hatiku memandang dia bercanda dengan gadis lain? Aku merasa semdiri dan terpecil. Sendiri dan terlupakan. Sendiri dan tak puny arti.
Konflik pada penggalan cerpen tersebut adalah ….
aku dengan dia
aku dengan Herman
aku dengan temanku
aku dengan gadis lain
aku dengan diri sendiri
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Ibu, barangkali Atik tidak akan terus berkerja di Kementerian Luar Negeri. Dalam gelap suara berisik itu terasa seperti angin malam, aku ingin meneruskan pekerjaan ayah di Dinas Kehutanan.
Penggalan cerpen tersebut didominasi unsur intrinsik adalah …
setting
watak
alur
tema
amanat
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Kemudian, ia sampai pada pemikiran bahwa yang jauh tetaplah di kejauhan. Yang dekat tetaplah pada kedekatan, kecuali yang jauh itu mendekat atau yang dekat itu menjauh. Miliknya akan tetap miliknya, kecuali ia rebut atau ia lepaskan. Begitu pun yang bukan miliknya akan menjadi miliknya jika merebutnya atau menerimanya dari orang lain. Kenangan dan imajinasi akan tetap seperti apa adanya. Dan kenyataan adalah di mana berada. Lalu, bocah itu tersenyum dengan penuh kemenangan. Kemenangannya atas sang nasib yang kini tidak akan bisa lagi merenggut kebahagiannya. (Hujan, Yeni Puspita)
Tema penggalan cerpen tersbut adalah …..
sesuatu yang jauh tidak akan ada pernah dekat
pasang surut nasib orang
nasib harus diperjuangkan
tidak menyerah pada nasib
kita harus menerima kenyataan hidup
Cermatilah kutipan cerpen berikut!…
Dari Jakarta yang sangat panas, penuh gedung pencakar langit, penuh polusi, dan juga gudangnya copet. Kini, aku berada di Ra’as, sebuah pulau yang kecil sebelahnya Madura. Di Ra’as sangat primitif sekali, mulai dari Jalan Makadam sampai dengan bangunan rumah. Sepengetahuanku, tak ada yang namanya bangunan rumah tingkat di sana.
Kutipan cerpen di atas dibuka dengan cara ….
mendeskripsikan suasana
mendeskripsikan orang
mendeskripsikan tempat
mendeskripsikan waktu
mendeskripsikan objek
Bacalah kutipan cerpen berikut!
"Saya ingin lagu gending Jawa." "Tolong Pak Sopir. Bapak ini tidak suka lagu pop Indonesia, padahal lagu itu kesukaan saya. Dia minta ditukar saja dengan gending Jawa." "Tetapi saya tidak punya kaset gending Jawa," kata sopir "Saya punya. Saya tidak pernah meninggalkan kaset gending Jawa, setiap saya bepergian. Ini kaset lagu kesukaan saya. Gending Jawa." Para penumpang mendengarkan lagu itu. Tetapi beberapa saat saja kemudian, terdengar orang berteriak: "Bolehkah lagu itu ditukar?"
Nilai yang terdapat dalam penggalan cerpen di atas adalah nilai ….
budaya
sosial
agama
moral
pendidikan
Bacalah kutipan cerpen berikut!
“Ya, “kata Grela, “Orang Gipsy bagian dari sejarah.” Dalam pandangan ayahnya yang untuk sesaat semakin kelam, Grela memalingkan mukanya dan memandang keluar jendela. Gelap semakin menjadi semakin pekat. Ada kesepakatan untuk tidak boleh membicarakan hal-hal yang hilang: sejarah yang mengalir dalam darah, sungai, tanah subur di tepi sungai, rumput, daun-daun birke yang gugur. Orang tidak juga berbicara tentang pengetahuan ….
Perasaan Grela yang terkandung dalam cuplikan cerpen di atas adalah ….
sedih dan tertekan
pasrah dan penuh harapan
putus asa dan dendam
cemas dan dendam
marah dan benci
Bacalah kutipan cerpen berikut.
Pikiranku langsung terlempar dalam kenangan saat aku kelas enam SD waktu mencium bau obat yang menyengat dalam ruangan ini. Suatu hari sepulang sekolah aku langsung menuju ruang Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit umum karena sakit perut yang membuatku tidak bisa berjalan, hanya bisa mengerang.Semula aku masih bisa menahan rasa takut berada di sekeliling orang yang terbaring di atas kasur tipis beralaskan seprai putih, sampai tiba-tiba segerombolan perawat berpakaian putih mendorong dengan cepat sebuah kasur beroda dan dihentikannya tepat di sebelah kasurku. Di atasnya terbaring pria botak berlumur darah. Dia tidak bergerak sama sekali. Mulutnya menganga, mata terpejam menghadapku. Kata orang yang mengantar, orang di sebelahku ini kecelakaan sepeda motor. (Benjolan, karya Harry Pratama)
Sudut pandang yang digunakan dalam penggalan cerpen di atas adalah ….
orang pertama sebagai tokoh utama
orang pertama sebagai tokoh sampingan
orang pertama dan ketiga
orang ketiga serba tahu
orang ketiga terbatas
Bacalah kutipan cerpen berikut.
Pikiranku langsung terlempar dalam kenangan saat aku kelas enam SD waktu mencium bau obat yang menyengat dalam ruangan ini. Suatu hari sepulang sekolah aku langsung menuju ruang Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit umum karena sakit perut yang membuatku tidak bisa berjalan, hanya bisa mengerang.Semula aku masih bisa menahan rasa takut berada di sekeliling orang yang terbaring di atas kasur tipis beralaskan seprai putih, sampai tiba-tiba segerombolan perawat berpakaian putih mendorong dengan cepat sebuah kasur beroda dan dihentikannya tepat di sebelah kasurku. Di atasnya terbaring pria botak berlumur darah. Dia tidak bergerak sama sekali. Mulutnya menganga, mata terpejam menghadapku. Kata orang yang mengantar, orang di sebelahku ini kecelakaan sepeda motor. (Benjolan, karya Harry Pratama)
Jenis alur dalam kutipan cerpen di atas adalah …
alur maju
alur sorot balik
alur ganda
alur linier
alur ganda dan maju
Bacalah kutipan cerpen berikut.
Pikiranku langsung terlempar dalam kenangan saat aku kelas enam SD waktu mencium bau obat yang menyengat dalam ruangan ini. Suatu hari sepulang sekolah aku langsung menuju ruang Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit umum karena sakit perut yang membuatku tidak bisa berjalan, hanya bisa mengerang.Semula aku masih bisa menahan rasa takut berada di sekeliling orang yang terbaring di atas kasur tipis beralaskan seprai putih, sampai tiba-tiba segerombolan perawat berpakaian putih mendorong dengan cepat sebuah kasur beroda dan dihentikannya tepat di sebelah kasurku. Di atasnya terbaring pria botak berlumur darah. Dia tidak bergerak sama sekali. Mulutnya menganga, mata terpejam menghadapku. Kata orang yang mengantar, orang di sebelahku ini kecelakaan sepeda motor. (Benjolan, karya Harry Pratama)
Watak tokoh aku yang penakut, dalam kutipan cerpen di atas disampaikan melalui ….
dialog antar tokoh
komentar tokoh
tindakan tokoh
pikiran tokoh
penjelasan pengarang
Bacalah kutipan cerpen berikut.
Pikiranku langsung terlempar dalam kenangan saat aku kelas enam SD waktu mencium bau obat yang menyengat dalam ruangan ini. Suatu hari sepulang sekolah aku langsung menuju ruang Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit umum karena sakit perut yang membuatku tidak bisa berjalan, hanya bisa mengerang.Semula aku masih bisa menahan rasa takut berada di sekeliling orang yang terbaring di atas kasur tipis beralaskan seprai putih, sampai tiba-tiba segerombolan perawat berpakaian putih mendorong dengan cepat sebuah kasur beroda dan dihentikannya tepat di sebelah kasurku. Di atasnya terbaring pria botak berlumur darah. Dia tidak bergerak sama sekali. Mulutnya menganga, mata terpejam menghadapku. Kata orang yang mengantar, orang di sebelahku ini kecelakaan sepeda motor. (Benjolan, karya Harry Pratama)
Permasalahan yang diangkat dalam penggalan cerpen di atas adalah ….
ketakutan tokoh aku menyaksikan korban kecelakaan di rumah sakit
ketakutan tokoh aku disuntik obat biusB. ketakutan tokoh aku disuntik obat bius
tokoh aku sedang menahan sakit perut
korban kecelakaan di rumah sakit
kekuatiran tokoh ketika diperiksa dokter di rumah sakit
