NEW
Font size
WorksheetsKritis Ners B
Total questions: 40
Worksheet time: 40mins
Disintegrasi adalah pemecahan tablet atau pil menjadi partikel-partikel yang lebih kecil, merupakan fase obat oral ?
Farmasetik
Farmakokinetik
Farmakokinetik
Farmakologi
Farmakoterapi
pergerakan partikel-partikel obat dari saluran gastrointestinal ke dalam cairan tubuh melalui absorpsi pasif, absorpsiaktif atau pinositosis. Absorbsi pasif umumnya terjadi melalui difusi. Absorbsi aktif membutuhkan karier (pembawa) untuk bergerak melawan perbedaan konsentrasi, merupakan penjelasan dari ?
Distribusi
Absorbsi
Metabolisme
Eksresi
Farmakokinetik
Seorang laki-laki berusia 50 tahun dirawat di ruang ICU dengan diagnosa medis CHF, hasil pengkajian didapatkan TD : 180/100 mmHg, RR : 30 kali/menit, T : 370C, Nadi : 70 kali/menit.
pemeriksaan penunjang yang tepat?
Darah Lengkap
EKG
Rontgen
Urin rutin
Pemeriksaan fisik
Seorang laki-laki berusia 50 tahun dirawat di ruang ICU dengan diagnosa medis CHF, hasil pengkajian didapatkan TD : 180/100 mmHg, RR : 30 kali/menit, T : 370C, Nadi : 70 kali/menit
Pemeriksaan apa yang selanjutnya dilakukan?
Darah Lengkap
EKG
Rontgen
Urin rutin
Pemeriksaan fisik
Seorang laki-laki berusia 50 tahun dirawat di ruang ICU dengan diagnosa medis CHF, hasil pengkajian didapatkan TD : 180/100 mmHg, RR : 30 kali/menit, T : 370C, Nadi : 70 kali/menit
Terapi yang tepat pada kasus tersebut ?
Diet rendah garam
Pemberian Beta blocker
Diet Karbohidrat
Diet makanan berserat
Terapi anti hipertensi
Pasien dengan kondisi moderat/gawat asupan sodium sampai 500 mg/hr
aliran darah ke ginjal berkurang terjadi pengeluaran hormone aldosterone dan anti diuretic
tidak boleh terlalu lama diberikan karena mengurangi nafsu makan pasien
sodium & cairan akan menumpuk dalam jaringan
Tingkatan pembatasan sodium dan cairan tergantung pd individu pasien
Tingkatan pembatasan sodium dan cairan tergantung pd individu pasien
Pencegahan penyakit pada kasus kritis (gagal jantung)
Energi
Sodium
Mengurangi aktifitas
Asupan Karbohidrat
Asupan cairan
Berat badan pada pasien dengan gagal jantung harus dijaga, karena ?
Apabila berat badan meningkat akan memperberat kerja jantung
Dengan berat badan ideal maka tubuh pasien akan tampak bagus
Berat badan yang teralu kurus tidak akan bagus jika dipandang
Berat badan yang berlebih, karena penumpukan lemak
Berat badan harus dipastikan agar tidak mengalami malnutrisi
Yang termasuk pencegahan primer pada gagal jantung
Perawatan di rumah sakit
diagnosis awal dan penatalaksanaan penyebab gagal jantung akut serta penanganan faktor risiko kardiovaskular pada pasien
Perawatan transisi
Perawatan dirumah
penjadwalan kontrol pasca-perawatan dalam 7-10 hari
Yang termasuk pencegahan skunder pada gagal jantung
diagnosis awal dan penatalaksanaan penyebab gagal jantung akut serta penanganan faktor risiko kardiovaskular pada pasien
penatalaksanaan yang cepat dan efektif terhadap kondisi aterosklerosis, penyakit jantung koroner, dan hipertensi
kolaborasi dengan dokter pada layanan primer
Perawatan di rumah
Melakukan pemeriksaan secara rutin
Seorang perempuan berusia 37 tahun dirawat di ruang ICU akibat kecelakaan lalu lintas, pada pasien terpasang penyangga leher (neck collar), terlihat tidak sadar, terdapat darah dari mulut dan hidung, serta napas terdengar mengorok.
Intervensi keperawatan yang tepat dilakukan pada pasien tersebut adalah?
Memastikan tingkat kesadaran pasien dengan cara memanggil
Mencari sumber perdarahan dan membersihkannya
Memasang jalan napas buatan lewat mulut (OPA)
Melakukan suction ke dalam hidung dan mulut
Mengkaji GCS
Seorang perempuan berusia 29 tahun mengalami obstruksi jalan nafas setelah makan bakso. Tampak memegang lehernya, tidak dapat berbicara dan wajah nampak memucat .
Apakah tindakan yang tepat pada kasus tersebut?
Pemasangan oroparingeal airway
Pemasangan endotrakeal tube
Manuver heimlich
Sellick manuever
Chest trust
Seorang laki-laki berusia 40 tahun didapatkan dalam kondisi terjatuh dari kendaraannya akibat tabrakan. Pasien tampak tidak sadarkan diri, dilokasi terdapat perawat dan menilai terjadinya trauma servical dan akan dilakukan teknik membuka airway tanpa alat.
Apakah tindakan yang tepat dilakukan perawat tersebut?
Oropharingeal airway
Chin lift manouver
Mouth to mouth
Jaw trust
Ventilasi
Seorang wanita usia 30 tahun mengalami kecelakaan sepeda motor. Pada pemeriksaan yang dilakukan di IGD tekanan darah 120/80 mmHg,frekuensi nadi pasien 90 x/mnt, status ventilasi pasien tidak adekuat (frekuensi nafas < 8 x/mnt).
Manakah tindakan perawat untuk pemberian oksigen yang tepat untuk pasien?
Berikan oksigen menggunakan nasal canula
Berikan oksigen menggunakan simple mask
Berikan oksigen menggunakan bag valve mask
Berikan oksigen menggunakan endotrakheal tube
Berikan oksigen menggunakan nonrebreathing mask
Pada saat melakukan pengkajian airways perawat gawat darurat harus selalu memikirkan untuk C-spine control. Berikut ini kondisi yang dicurigai fraktur servical adalah …
Memar pada pelipis
Luka robek pada dagu
Memar pada punggung
Memar pada lengan atas
Memar di atas tulang klavikula
Pada kondisi yang dicurigai fraktur servical pada pasien yang sadar penuh maka tindakan yang tepat dilakukan perawat untuk mempertahankan jalan napas adalah …
Buka jalan napas dengan cara head tilt
Buka jalan napas dengan cara chin lift
Pasang airway sementara : Oropharyngeal Airway
Pasang airway sementara : Nasopharyngeal Airway
Mobilisasi kepala agar lurus dengan tulang belakang
Pada kondisi yang dicurigai fraktur servical pada pasien yang tidak sadar maka tindakan yang tepat dilakukan perawat untuk mempertahankan jalan napas adalah …
Buka jalan napas dengan cara head tilt
Buka jalan napas dengan cara chin lift
Pasang airway sementara : Oropharyngeal Airway
Pasang airway sementara : Nasopharyngeal Airway
Mobilisasi kepala agar lurus dengan tulang belakang
Syarat pengunaan airway sementara : Nasopharyngeal Airway adalah …
Pilihan terakhir jika pemasangan OPA tidak dapat dilakukan
Di ukur dari ujung telinga bawah ke ujung sudut bibir
Digunakan pada pasien yang tidak ada reflek muntah
Digunakaan pada pasien sadar
GCS dibawah 10
Keadaan yang harus dikenali pada survey Primer berkaitan dengan gangguan breathing adalah sebagai berikut, kecuali…
Tension Pneumothorax
Massive Hematothorax
Tamponade Jantung
Empisema paru
Flail Chest
Seorang laki-laki berusia 40 tahun dibawa ke UGD dengan keluhan mual, muntah, nyeri perut dan mulut berbau. Dari hasil pengkaian, 1. pasien melakukan percobaan bunuh diri dengan meminum cairan anti serangga satu jam yang lalu.
Intervensi keperawatan yang tepat dilakukan pada pasien tersebut adalah?
Pantau masukan dan keluaran
Lakukan bilas lambung
Tenangkan penderita
Pasang infus
Cek TTV
Seorang anak laki-laki 7,5 BB 16 kg tahun masuk IGD dibawa oleh ibunya dengan keluhan sebelum masuk RS klien mengalami BAB cair tanpa ampas sebanyak 6 kali dan disertai muntah sebanyak 4 kali,klien tidak mau makan dan minum pada pemeriksaan awal turgor kulit kembali dalam 6 detik, mata cekung, bibir kering, auskultasi bising usus klien 45 x/menit. T=38,9’C. Apakah masalah keperawatan prioritas pada pasien diatas
Hipertermi
kekurangan volume cairan
nutrisi kurang dari kebutuhan
resiko kekurangan volume cairan
resiko nutrisi kurang dari kebutuhan
Seorang perempuan berusia 62 tahun masuk mengeluh badan lemah, nyeri kepala, tidak dapat menelan, tidak merasakan rasa asam, manis dan pahit di lidah bagian depan, klien tampak gelisah dan ingin tidur terus. Nilai GCS E2V4M5.
nyeri
resiko jatuh
gangguan nutrisi
gangguan perfusi serebral
gangguan persepsi sensori
Seorang laki-laki berusia 38 tahun masuk IGD mengeluh sakit pada daerah punggung setinggi lumbal kebawah setelah mengalami jatuh dari lantai 2 dengan posisi jatuh terduduk. Hasil pengkajian sudah 1 minggu pasien tidak dapat mengontrol buang air besar dan buang air kecil, lumpuh pada kedua kaki dan terasa kaku pada daerah kaki bawah kanan dan kiri.
Gangguan pemenuhan aktifitas sehari-hari
Gangguan eleminasi BAB dan BAK
Gangguan persepsi sensori
Gangguan mobilitas fisik
Ganguan integritas kulit
Yang Bukan penyebab Syock Kardiogenik adalah
Disfungsi Sistolik : infark miokard,
kardiomiopati, hipertensi pulmonal
Tamponade Jantung
Disfungsi diastolik : hipertropi ventrikel, kardimiopati
Disritmia : bradiaritma, takiaritma
Ketika Respons neurohormonal terjadi :vasokontriksi & aliran darah prioritas ke organ vital menurun, Pelepasan aldosteron :output urine ( <30 menit ) frekuensi jantung menurun, masalah diatas mengindikasikan syock pada tahap :
Tahap Initial
Uncompensatory
Compensatory
Progressive
Refractory
Elektrolit dalam tubuh yang berfungsi menjaga osmolaritas dan menjaga keseimbangan asam dan basa adalah :
Natrium/Sodium
Chlorida
Magnesium
Calcium
Kalium
Seorang pasien laki-laki berusia 20 tahun, diantar ke IGD karena kecelakaan lalu lintas, dari hasil pengkajian yang dilakukan oleh perawat 1. didapatkan pasien mengalami multiple fraktur: open fraktur tibia fibula sinistra,fraktur humerus dekstra, kesadaran sopor, TTV : TD: 90/60 mmHg, RR 30x/menit,N;100x/ menit Capillary Refill Time > 2 detik dari hasil pemeriksaan Lab: Hb :8 gr/dl, BB ; 60 kg Berapa kebutuhan Transfusi darah yang dibutuhkan oleh pasien berdasarkan Estimated Blood Volume ( EBV ) darah keluar sekitar 15 % dan berapa cairan yang RL yang dibutuhkan oleh pasien:
EBV=630 cc cairan yang diperlukan RL =2520 CC
EBV=650 cc cairan yang diperlukan RL =2520 CC
EBV=350 cc cairan yang diperlukan RL =2100 CC
EBV=400cc cairan yang diperlukan RL =2100 CC
EBV=450 cc cairan yang diperlukan RL =2520 CC
Seorang pasien laki-laki berusia 20 tahun, diantar ke IGD karena kecelakaan lalu lintas, dari hasil pengkajian yang dilakukan oleh perawat 1. didapatkan pasien mengalami multiple fraktur: open fraktur tibia fibula sinistra,fraktur humerus dekstra, kesadaran sopor, TTV : TD: 90/60 mmHg, RR 30x/menit,N;100x/ menit Capillary Refill Time > 2 detik dari hasil pemeriksaan Lab: Hb :8 gr/dl, BB ; 60 kg Berapa kebutuhan Transfusi darah yang dibutuhkan oleh pasien berdasarkan Hbnya :
1440 cc Whole Blood
1540 cc Packet Red Cell
1540 cc Whole Blood
1440 cc Trombosit
1540 cc Packet Red Cell
Seorang laki-laki umur 20 Tahun di bawa ke IGD Rumah Sakit UM Banjarmasin, pasien mengalami sesak nafas, dan bengkak pada daerah wajah, 1. dari hasil anamnesa perawat didapatkan pasien 2 jam lalu minum obat penurun panas jenis Ibuprofen, dan minum obat golongan penicillin, dari hasil pengkajian TTV : TD 110/ 80 mmHg, RR : 30x/menit, T;38,C
Pada Kasus diatas kondisi dialami oleh pasien adalah gejala awal tanda-tanda :
Syok Hipovolemik
Syok Kardiogenik
Syok distributive
Syok Obstruktive
Syok Anafilaktik
Seorang pasien laki-laki berusia 38 tahun, diantar ke IGD karena kecelakaan lalu lintas, dari hasil pengkajian yang dilakukan oleh perawat didapatkan pasien mengalami open fraktur femur, tibia fibula sinistra, terdapat jejas didaerah abdomen, kesadaran soporcoma, TTV : 80/60 mmHg, RR 32x/menit, vena jugularis tidak teraba, Capillary Refill Time > 2 detik dari hasil pemeriksaan Lab: Hb :8 gr/dl, Ureum dan Kreatinin meningkat Dari hasil Analisa Gas Darah : didapatkan didapatkan asidosis respiratory
Pada Kasus diatas kondisi dialami oleh pasien adalah :
Syok Hipovolemik
Syok Kardiogenik
Syok distributive
Syok Obstruktive
Syok Anafilaktik
Seorang perempuan berusia 65tahun dirawat di ICU dengan diagnose medis hepatitis A dan sepsis. hasil pengkajian didapatkan terdapat pasien demam,akumulasi pigmen empedu di sklera dan jaringan kulit. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 110/70 mmHg, frekuensi nadi; 98x/menit, frekuensi napas 24x/menit; termperatur 380C. Pasien tidak ada riwayat penyakit bawaan, pembedahan empedu ataupun trauma
Apakah etiologi terjadinya penumpukan pigmen empedu pada kasus ?
Prehepatik
Intra hepatic
Ekstra hepatic
Kelainan empedu
Untuk megetahui apakah kondisi pasien yang diderita merupakan suatu kondisi yang disebabkan oleh disfungsi hepatoseluler maka diperlukan pemeriksaan yang tepat yaitu
Pemeriksaan darah
Pemeriksaan urin
Pemeriksaan fungsi hati
Pemerksaan abdomen
Seorang laki-laki berusia 46 tahun dirawat di ICU dengan sindrom disfungsi hati. Hasil pengkajian didapatkan akumulasi pigmen empedu di sclera dan jaringan kulit. Hasil pemeriksaan ditemukan adanya koagulapati dan ensefalopati tekanan darah 130/80 mmHg, frekuensi nadi; 95x/menit, frekuensi napas 26x/menit; termperatur 370C. riwayat sakit pasien kurang dari 6 bulan
Apakah diagnose medis dari kasus pasien?
Penyakit kuning/ jaundice
Gagal hati akut
Ensefalopati hepatik
Gagal hati kronis
Seorang perempuan berusia 50tahun dirawat di ICU dengan diagnosis medis gagal hati akut. Hasil pengkajian didapatkan pasien mengalami penurunan kesadaran dan disorentasi. Hasil pemeriksaan fisik 1. didapatkan tekanan darah 90/70 mmHg, frekuensi nadi; 65x/menit, frekuensi napas 26x/menit; termperatur 360C.
Apakah diagnose medis dari kasus pasien?
Penyakit kuning/ jaundice
Gagal hati akut
Ensefalopati hepatik
Gagal hati kronis
Seorang laki-laki berusia 50tahun dirawat di ICU dengan diagnosis medis gagal hati kronis. Hasil pengkajian didapatkan bengkak pada bagian perut, dan penurunan kesadaran. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan jaundice,udem pada bagian abdomen, terdapat melena dan malnutrisi.
Apakah tindakan pertama yang tepat utuk dilakukan?
manajemen nutrisi melalui parental
kolaborasi pemberian Vitamin K
kolaborasi dialysis hati
manajemen penilaian sepsis
Seorang laki-laki berusia 65tahun dirawat di ICU dengan diagnose medis post op craniotomy, hasil pengkajian : keadaan umum pasien lemah dan terlihat kurus. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan adanya gangguan mortilitas lambung, bunyi bising usus 20x/menit, tekanan darah 110/90 mmHg, frekuensi nadi 100x/menit, frekuensi nafas 24x/menit.
Apakah masalah utama pada pasien?
Gangguan Gastrointestinal
Infeksi virus akut
Gangguan metabolisme
Gangguan imunitas
Seorang perempuan berusia 45tahun dirawat di ICU dengan diagnose medis post op sesar hari ke 2. Hasil pengkajian didapatkan pasien mengeluh adanya rasa ketidaknyaman pada bagian perut disertai mual dan perasaan cepat kenyang. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan adanya penundaan pengosongan lambung ditandai dengan bising usus terdengar lambat 10x/menit dan obstruksi mekanik
Apakah faktor resiko sekunder utama yang menimbulkan pasien mengalami gangguan gastro intestinal (gastroparesis)
Pembedahan perut
Diabetes tipe 1
Efek samping pengobatan
Imobilisasi
Manajemen yang tepat untuk kasus no 7 adalah
Manipulasi diet
Optimalisasi control glikenik
Kolaborasi pembelian obat alinamin
Mobilisasi pasif
Seorang perempuan berusia 50tahun dirawat di ICU dengan post operasi apendikitis, hasil pemeriksaan didapatka pasien mengeluh nyeri di daerah lambung dengan skala 7. Hasil pemeriksaan fisik: tekanan drah 90/70 mmHg, frekuensi nadi 90x/menit, frekuensi pernafasan 24x/menit. Hasil pemeriksaan USG terdapat luka dibagian fundus lambung
Apakah masalah utama dari kondisi pasien?
Infeksi
Erosi lambung
Ulserasi mukosa
Ulkus peptikum
Seorang perempuan berusia 38tahun dirawat di ICU dengan diagnose medis malformasi vaskuler. Hasil pengkajian pasien mengalami penurunan kesadaran. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan adanya hematemesis, melena dan anuria, tekanan darah 90/60mmHg, frekuensi nadi 120x/menit, frekuensi pernapasan 27x/menit
Apakah masalah utama pada pasien?
Perdarahan gastrointestinal bagian atas (non-varises)
Perdarahan gastrointestinal bagian atas (varises)
Perdarahan gastrointestinal bagian bawah
Perdarahan gastrointestinal bagian vaskularisasi
