NEW
Font size
WorksheetsTES ANEKDOT & HIKAYAT
Total questions: 20
Worksheet time: 20mins
Orientasi, abstraksi, krisis, reaksi, koda
Abstraksi, orientasi, reaksi, krisis, koda
Orientasi, abstraksi, reaksi, krisis, koda
Abstraksi, krisis, reaksi, orientasi, koda
Abstraksi, orientasi, krisis, reaksi, koda
Cermati kalimat berikut!
“Pak, tolong jawab pertanyaan Jaksa.”
Unsur kebahasaan yang terdapat pada pernyataan dalam teks anekdot di atas adalah....
menggunakan kalimat yang menyatakan peristiwa masa lalu,
menggunakan kalimat retoris, [kalimat pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban];
menggunakan konjungsi [kata penghubung] yang menyatakan hubungan waktu seperti yang, dan, atau;
Menggunakan kata kerja aksi seperti menulis, membaca, dan berjalan, ;
Menggunakan kalimat perintah (imperative sentence)
1. Cermati kutipan berikut ini!
Tono : “Saya heran dosen ilmu politik, kalau mengajar selalu duduk, tidak pernah mau
berdiri.”
Udin : “Ah, begitu saja diperhatikan sih Ton.”
Kalimat tidak langsung dari pernyataan di atas adalah....
Tono mengatakan keheranannya kepada Udin tentang dosen ilmu politik yang kalau mengajar selalu duduk.
Tono mengatakan keheranannya kepada Udin tentang dosen ilmu politik yang kalau mengajar selalu berdiri.
Tono mengatakan keheranannya kepada Udin tentang dosen ilmu politik yang kalau mengajar tidak mau duduk.
Tono mengatakan keheranannya kepada dosen ilmu politik tentang Udin yang kalau mengajar selalu duduk.
Tono mengatakan keheranannya kepada dosen ilmu politik yang kalau mengajar Udin selalu duduk.
1. Bacalah dengan teliti!
Dosen yang juga Menjadi Pejabat
Di kantin sebuah universitas, Udin dan Tono dua orang mahasiswa sedang
berbincang-bincang.
Tono : “Saya heran dosen ilmu politik, kalau mengajar selalu duduk, tidak pernah mau
berdiri.”
Udin : “Ah, begitu saja diperhatikan sih Ton.”
Tono : “Ya, Udin tahu sebabnya.”
Udin : “Barangkali saja, beliau capek atau kakinya tidak kuat berdiri.”
Tono : “Bukan itu sebabnya, Din. Sebab dia juga seorang pejabat.”
Udin : “Loh, apa hubungannya.”
Tono : “Ya, kalau dia berdiri, takut kursinya diduduki orang lain.”
Udin : “???”
Sumber: http://radiosuaradogiyafm.blogspot.co.id dengan penyesuaian.
Unsur humor yang terdapat dalam teks anekdot di atas adalah....
” Ah, begitu saja diperhatikan sih Ton.”
” Barangkali saja, beliau capek atau kakinya tidak kuat berdiri.”
“Bukan itu sebabnya, Din. Sebab dia juga seorang pejabat.”
” Loh, apa hubungannya.”
“Ya, kalau dia berdiri, takut kursinya diduduki orang lain.”
Seseorang yang ingin mendapatkan uang secara
Seseorang yang ingin mendapatkan pekerjaan secara cepat.
Seseorang yang ingin memenangkan undian di televisi.
Seseorang yang ingin mendapatkan arisan secara instan.
Seseorang yang ingin mendapatkan hadiah di televisi.
1. Bacalah dengan cermat!
Cara Keledai Membaca Buku
....
Nasrudin berkisah, “Sesampainya di rumah, aku siapkan lembaranlembaran besar
mirip buku. Aku sisipkan biji-biji gandum di dalamnya. Keledai itu harus belajar
membalik- balik halaman untuk bisa makan biji-biji itu. Kalau tidak ditemukan biji
gandumnya, ia harus membalik halaman berikutnya. Itulah yang ia lakukan terus sampai
ia terlatih membalik-balik halaman buku itu.”
“Namun, bukankah ia tidak mengerti apa yang dibacanya?” tukas Timur Lenk.
Nasrudin menjawab, “Memang demikianlah cara keledai membaca, hanya membalik-
balik halaman tanpa mengerti isinya.” Jadi, kalau kita juga membukabuka buku tanpa
mengerti isinya, berarti kita sebodoh keledai, bukan? Kata Nashrudin dengan mimik
serius.
Sumber: http://blogger-apik1.blogspot.co.id (dengan penyesuaian)
Makna tersirat yang disampaikan dalam penggalan teks anekdot di atas adalah....
Bila kita membuka buku tanpa memahami isinya, kita sama bodohnya dengan keledai.
Bila kita memiliki buku tanpa memahami isinya, kita sama bodohnya dengan keledai.
Bila kita membeli buku tanpa memahami isinya, kita sama bodohnya dengan keledai.
Bila kita membaca buku tanpa memahami isinya, kita sama bodohnya dengan keledai.
Bila kita membawa buku tanpa memahami isinya, kita sama bodohnya dengan keledai.
1. Bacalah penggalan anekdot berikut!
Hakim : “Pak, tolong jawab pertanyaan Jaksa.” [1]
Saksi : (kaget) “Oh, maaf [2]. Saya pikir dia tadi berbicara dengan Anda.” [3]
Kaidah kebahasaan secara berturut-turut yang terdapat pada teks di atas adalah....
kalimat seru, kalimat perintah, dan kata kerja aksi
kalimat perintah, kalimat seru, dan kata kerja aksi
kata kerja aksi, kalimat perintah, dan kalimat seru
kalimat perintah, kata kerja aksi, dan kalimat seru
kalimat seru, kata kerja aksi, dan kalimat perintah
1. Bacalah pernyataan berikut dengan cermat!
(1) bersifat imajinasi
(2) mengisahkan tentang kerajaan
(3) nama penciptanya tidak diketahui
(4) bersifat menyindir
(5) bersifat mengkritik
Karakteristik teks hikayat yang benar terdapat pada nomor....
(1), (3), (5)
(2), (4), (5)
(1), (2), (3)
(1), (4), (5)
(1), (3), (4)
Bacalah penggalan hikayat “Indera Bangsawan” berikut!
Maka baginda pun bimbanglah, tidak tahu siapa yang patut dirayakan dalam negeri karena anaknya kedua orang itu sama-sama gagah. Jikalau baginda pun mencari muslihat, iya menceritakan kepada kedua anaknya bahwa ia bermimpi bertemu dengan seorang pemuda dan berkata kepadanya: barang siapa yang dapat mencari buluh perindu yang dipegangnya, ialah yang patut menjadi raja di dalam negeri.
Sumber teks: Buku Kesusastraan Melayu Klasik
Nilai yang terkandung pada penggalan hikayat di atas yaitu nilai
moral
budaya
agama
pendidikan
sosial
1-D, 2-B, 3-C, dan 4-A
1-D, 2-A, 3-B, dan 4-C
1-D, 2-C, 3-B, dan 4-A
1-D, 2-A, 3-C, dan 4-B
1-D, 2-B, 3-A, dan 4-C
Bacalah penggalan teks hikayat berikut!
Diambilnya pisau, lalu ditorehnya gendang itu. Maka Putri Ratna Sari keluar dari gendang itu.
Sumber teks: Kesusastraan Melayu Klasik dengan penyesuaian
Karakteristik hikayat pada penggalan teks di atas yaitu....
Kesaktian
anonim
istana sentris
kemustahilan
bahasa Melayu
Bacalah penggalan hikayat tersebut!
Maka diberi oleh perempuan itu segala bekal-bekal itu. Setelah sudah maka dibawanyalah perempuan itu diseberangkan oleh Bedawi itu. Syahdan maka pura-pura diperdalamnya air itu, supaya dikata oleh si bungkuk air itu dalam.
Sumber teks: http://abdsyawal.blogspot.co.id/
Kata yang digarisbawahi pada penggalan hikayat di atas menggunakan majas....
alegori
perumpamaan
simile
metafora
antonomasia
1. Bacalah kutipan cerita berikut!
Entah darimana asalnya, tiada seorang warga pun yang tahu. Tiba-tiba saja datang ke kampung kami dengan pakaian tampak lusuh. Kami sempat menganggap dia adalah pengemis yang diutus kitab suci. Dia bertubuh jangkung tetapi terkesan membungkuk, barangkali karena usia. Peci melingkar di kepala. Jenggot lebat mengitari wajah. Tanpa mengenakan kacamata, membuat matanya yang hampa terlihat lebih suram, dia
menawarkan pijatan dari rumah ke rumah. Kami melihat mata yang bagai selalu ingin memejam, hanya selapis putih yang terlihat.
Cerpen Tukang Pijat Keliling, Sulung Pamangguh
Unsur intrinsik yang menonjol pada penggalan cerita tersebut adalah....
Latar
alur
latar waktu
perwatakan
latar budaya
1. Bacalah dengan cermat!
Kejelian Darko dalam meramal semakin diyakini orang-orang kampung.Ketepatannya membaca nasib seperti seorang petani memahami gerak musim-musim. Pak Lurah pun merasa terusik mendengar kabar yang dari hari ke hari semakin meluap itu. Ia sebelumnya memang belum pernah merasakan pijatan Darko.
Cerpen Tukang Pijat Keliling, Sulung Pamangguh
Amanat kutipan cerpen tersebut adalah....
Tidak boleh putus asa dalam menanggapi ramalan orang pintar.
Jangan menyesali ketidakmampuan membaca nasib seseorang.
Seorang peramal tidak boleh egois, turutilah keinginan orang lain.
Kita sebaiknya tidak mempercayai ramalan tentang nasib seseorang.
Setiap peramal harus memenuhi keinginan meramal nasib orang lain.
1. Bacalah paragraf di bawah ini dengan cermat!
Permasalahan utama yang tengah dihadapi adalah bagaimana tumpukan sampah di sungai tersebut dibersihkan dalam waktu singkat. Ada dua pilihan yang bisa diambil oleh pihak terkait. Menyewa peralatan berat yang canggih ... membersihkan secara manual ... dengan konsekuensi akan selesai dalam waktu yang lama.
Kata penghubung yang tepat untuk melengkapi paragraf teks eksposisi di atas adalah ....
jika, dengan
dengan, dan
dan , atau
atau, tetapi
tetapi, jika
Bacalah kutipan teks berikut.
Seorang terpidana mati ditanya oleh petugas pelaksana eksekusi, “Apakah keinginan terakhir Anda?”Sang terpidana menjawab, “Saya hanya berharap agar hukuman ini bisa menjadi pelajaran bagi saya dan bisa membuat saya jera melakukan kejahatan lagi di masa yang akan dating.”
Diceritakan ulang dari: Ajis Megap-Megap, Humor Iwak Peyek ngekek sampek tuwek, Jakarta Selatan, Citra Media Pustaka, 2012
Anekdot tersebut mengandung amanat ….
Sering-seringlah bertanya.
Selalu berpikirlah tentang masa depan.
Optimistis merupakan sikap yang baik.
Hargailah keinginan orang lain.
Belajarlah dari kesalahan yang pernah dilakukan.
Bacalah kutipan teks berikut.
Seorang dokter muda masuk ke dalam ruang operasi di salah satu rumah sakit. Di ruang tersebut, ia mendapati seorang pasien berwajah pucat karena takut dioperasi.
Dokter bertanya kepada pasien, “Apa yang sedang Anda rasakan?”
Pasien menjawab, “Saya merasa sangat takut, Dok!”
Dokter berkata, “Apa yang Anda rasakan saat ini sama dengan apa yang sedang saya rasakan. Kita sama-sama baru masuk ke ruangan ini untuk yang pertama kalinya.”
Diceritakan ulang dari: Ajis Megap-Megap, Humor Iwak Peyek ngekek sampek tuwek, Jakarta Selatan, Citra Media Pustaka, 2012
Humor dalam anekdot tersebut terletak pada ….
Rasa takut yang dialami oleh pasien.
Rasa takut yang dialami oleh dokter.
Dokter dan pasien sama-sama takut.
Ruangan operasi yang menakutkan.
Operasi akan segera berlangsung
Bacalah kutipan teks Berikut.
Di sebuah kantor, bos sangat marah kepada sekertaris barunya karena dia mengabaikan setiap telepon yang bordering.
‘….,” katanya kesal.
“Baiklah,” jawabnya, “tetapi rasanya jadi konyol. 9 dari 10 telepon yang masuk adalah untuk Anda!”
Diceritakan ulang dari: Ajis Megap-Megap, Humor Iwak Peyek ngekek sampek tuwek, Jakarta Selatan, Citra Media Pustaka, 2012
Bagian rumpang tersebut dapat diisi dengan kalimat….
Silakan anda masuk!
Anda harus menjawab telepon!
Anda harus lebih rajin!
Ketuk pintu dulu sebelum masuk!
Biarkan telepon itu bordering!
Bacalah kutipan hikayat berikut!
Setelah sudahlah baginda bertitah demikian itu maka anaknda Cendera Hasan pun menangislah terlalu sangat ,setra dengan tersedu-sedu bunyi tangisnya,seraya mengengeluarkan kata,”Aduh Ayah dan Bunda,sebelum lagi anaknda bercerai dengan ayah dan bunda ke dua,anaknda minta halalkan air susu bunda dari dunia sampai ke akhirat. Apakah untung anaknda yang malang ini, yang tiada serupa pula dengan makhluk yang banyak? Apatah gunanya pula anaknda ini telah dilahirkan Allah Subhanahu wataala, maka anaknda patut merasai dan menanggung azab dan kesukaran pada taiap-tiap masa dan ketika di dalam sepanjang umur anaknda ini? Wahai ayah dan bunda, menerima kasihlah anaknda kepada ayah dan bunda, serta anaknda minta halalkan barang suatu penat dan kesukaran sebab telah memeliharakan anaknda ini.
Nilai-nilai moral dalam kutipan sastra Melayu klasik tersebut adalah...
Anak-anak tidak boleh melepaskan diri dari orangtua
Orang tua harus memberikan makanan yang baik bagi anaknya.
Memupuk kasih sayang antara orang tua dengan anaknya.
Setiap anak yang dilahirkan akan menglami kesulitan.
Orang tua melepas kepergian anaknya dengan ikhlas.
Bacalah kutipan hikayat berikut!
Kemudian,panglima peringgi berjalan diatas titian menuju dermaga bunga melur kembang cina.ia berdiri diujung titi menunggu kedatangan gadis cik inam.sedangkan raja petukal dan hulubalang yang bertujuh menunggu di geladak kapal dipangkal titi.
Raja petukal menunggu gadis cik inam dengan perasaan gelisah.sebentar-sebentar ia memanjang lehernya memendang keujung jalan untuk mebelum.kadang-kadang ia merasa gerah.ia meminta sebuah kipas dari pengawalnya,lalu berkipas sendiri.”jangan lupa tugas masing-masing,”hardik raja petukal mengingatkan hulubang yang bertujuh satu persatu.”kalau kalian berbuat bodoh,aku penggal leher kalian.mengerti?”
“mengerti,tuanku,”mereka menyahut dengan suara gemetar.
Amanat yang terdapat dalam kutipan hikayat tersebut......
Berbicaralah dengan sopan kepada orang lain.
Berlakulah adil kepada bawahan
Berkatalah jujur kepada pimpin.
Jangan menunggu sesuatu yang belum pasti
Jangan melakukan sesuatu seorang diri
