NEW
Font size
WorksheetsLatihan PAS Bahasa Indonesia Ganjil
Total questions: 20
Worksheet time: 10mins
Walaupun tiap hari berpeluh keringat, tak sedikit pun Fahri mengeluh. Semangatnya keras bagaikan baja.
Kalimat kedua pada paragraf di atas mengandung majas ...
Personifikasi
Metafora
Metonimia
Asosiasi
Denting jam tengah malam
[…]
Tuk bersujud
Kuagungkan Asma-Mu
Mohon ampunan-Mu
Larik bermajas untuk melengkapi puisi tersebut adalah ....
Bangunkan diriku
Terdengar nyaring
Kusebut nama-Mu
Tepat pukul tiga
Mentari mulai terbit
Ucapkan salam selamat pagi
Senandung burung
Bernyanyi riang
Terbang […]
di rumput hijau
pinggir sawah
jalan setapak
. di angkasa raya
Daun kering gugur
Tanah kerontang
Rumput kuning
Semua menunggumu
[…]
Kau sumber kehidupan
Pilihan kata yang tepat untuk melengkapi puisi tersebut adalah ....
Batu kerikil
Awan datang
Langit cerah
Air hujan
Ada Tilgram Tiba Senja
....
Ada podang pulang ke sarang
Tembangnya panjang berulang-ulang
pulang ya pulang, hai petualang!
Ketapang. Ketapang yang kembang
Berumpun di perigi tua
Anakku datang anakku pulang
Kembali kucium, kembali kuraba
Tema puisi tersebut adalah ....
Bunga yang berkembang
Pulangnya anak tersayang
Kegembiraan seorang anak
Pulangnya sang kepodang
ANAK YANG ANGKUH
Betapa dinginnya air sungai
Dinginnya! Dinginnya!
Betapa dinginnya daging duka
Yang membaluti tulang-tulangku
. . . .
Karya W.S. Rendra
Puisi tersebut menimbulkan citraan . . . .
penglihatan
Pendengaran
Penciuman
Peraba
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kata bercetak miring dalam penggalan puisi di atas mengandung citraan . . .
Penglihatan
Pendengaran
Penciuman
Peraba
Wajah sunyi setengah tengadah
Menangkap sunyi padang senja
Dunia tambah beku di tengah derap
dan suara menderu
Dia masih sangat muda
Citraan yang terdapat pada larik keempat penggalan puisi di atas adalah . . . .
Penglihatan
Penciuman
Peraba
Pendengaran
BALADA IBU YANG DIBUNUH
Bulan sabit terkait malam memberita datangnya
Waktu makan bayi-bayinya mungil sayang
Matanya berkata pamitan, bertolaklah ia
Dirasukinya dusun-dusun, semak-semak, taruhan harian atas nyawa
Citraan yang terdapat pada larik pertama penggalan puisi di atas adalah . . . .
Penglihatan
Peraba
Pendengaran
Penciuman
Tangisan terus terdengar
seakan alam tak mau kompromi
manusia terjajar
terkapar . . . .
hanya doa yang terucap untuk saudara kami
TSUNAMI: JERITAN HATI Karya: Yulia Puspa
Citraan pendengaran terdapat pada baris .
1 dan 3
2 dan 4
1 dan 5
2 dan 3
GURU SEJATI
Wajahmu lembut (1)
Penuh kasih sayang (2)
Kau selalu tersenyum (3)
Bila anak murid menyambutmu (4)
. . .
Karya Kadarwati
Kata bersinestesia terdapat pada larik . . . .
Ke 1
Ke 3
Ke 2
Ke 4
SURAT DARI IBU
Pergi ke dunia luas anakku sayang
pergi ke hidup bebas
selama angin masih angin buritan
dan matahari pagi menyinari daun-daunan
dalam rimba dan padang hijau
Suasana puisi tersebut adalah . . . .
Mengharukan
Mengecewakan
Menyedihkan
Menjengkelkan
Perhatikan penggalan puisi berikut!
1). Kutulis surat ini
2). Kala hujan gerimis
3). Dan angin bertiup
4). Mengelus daun cemara
Larik yang bermajas pada puisi tersebut terdapat pada nomor . . . .
1
2
3
4
Perhatikan cuplikan pusi berikut!
DOA
~ kepada pemeluk teguh
Tuhanku
Dalam termanggu
Aku masih menyebut nama-Mu
Biar susah sungguh
........................................................
(Doa: Chairil Anwar)
Kata menyebut pada kutipan puisi di atas mengandung makna konotasi yang berarti
berkata
berzikir
memanggil
berbicara
Perhatikan cuplikan puisi berikut!
“Aku” (Chairil Anwar)
Kalau sampai waktuku
Ku mau tak seorang ‘kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Kata yang mengandung makna simbolik pada kutipan puisi di atas adalah ....
waktuku
sedu sedan
merayu
binatang jalang
Perhatikan kutipan larik puisi "Doa" karya Cahiril Anwar berikut!
Tuhanku
dalam termangu
Aku masih menyebut nama-Mu
Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh
...
Suasana yang terasa dalam kutipan puisi tersebut adalah ....
Khusyuk
Sedih
Mencekam
Bahagia
Perhatikan ilustrasi berikut!
Ku berdiri terpaku di tepi pantai. Melihat keindahan alam di sekitarnya. Burung-burung berkicau merdu. Matahari pagi mulai bersinar dari arah timur. Pagi pun mulai datang. Seperti hatiku yang penuh keceriaan.
Puisi yang sesuai dengan ilustrasi di atas adalah ...
Ketika mentari terbit di ufuk timur,
Kulihat panorama yang indah dan permai,
Suara burung berkicau nan merdu,
Mengingatkanku pada hari yang ceria,
Mentariku yang bersinar,
Mentariku yang datang.
Aku kagum memandang burung-burung,
Beterbangan kian kemari
Mengelilingi pantai di pagi hari
Gelombang ombak bertautan
Menyambut hatiku yang gembira
Pantai yang indah permai
Ombakmu memecah berderai
Semilir angin membelai rambutku
Hati ini slalu merindukanmu
Pagi yang cerah
Sinarmu begitu indah
Seindah senyum mentari
Berdiri aku di tepi pantai
Memandang lepas ke tengah laut
Ombak pulang, memecah berderai
Keribaan pasir rindu berpaut
Larik ke-2 puisi di atas mengandung citraan ......
Penciuman
Peraba
Pendengaran
Penglihatan
BILA NABATI TERSUNGKUR
Kucoba berjalan menapaki pertiwi nan luas
sambil menatap perutnya yang berhias panorama indah
Jejeran pohon sambil melambai siapapun yang lewat
tersirat makna: Aku di sini, seolah dia berucap
Akulah pelindung dari surya yang memuntahkan sengatan panas
Akulah penelan gelombang air yang siap menenggelamkan
Akulah pelindung hewani yang berkeliaran tanpa arah
Cobalah gunakan setetes aqliyah
Karya: Faisal Hakiki
Pesan yang terkandung dalam penggalan puisi di atas adalah . . . .
hutan adalah pelindung dari panas
bencana banjir adalah karena penebangan hutan
hutan adalah pelindung dari bencana banjir
bencana terjadi karena ulah manusia sendiri
WAKTU BBM NAIK
Waktu BBM naik
Darah tinggi ayahku kumat menaik
Aku pun tidak jadi minta uang saku ikut naik.
Waktu BBM naik
Tetanggaku semua jadi panik
Mengapa gaji suami mereka makin terusik.
Waktu BBM naik
Mahasiswa makan tempe tidak lagi dengan uang secarik
Mogok makan akhirnya jadi kegiatan asyik.
Waktu BBM naik
semuanya naik dan naik
Hanya nilai raporku yang tidak naik.
Karya: Aulia Rizali
Puisi di atas lebih menonjolkan . . . .
Majas
Makna
Rima
Diksi
