Font size
WorksheetsCLASS A MID SEMESTER EVALUATION AESTHETIC
Total questions: 25
Worksheet time: 1hrs 15mins
Menurut asal katanya (etimologi), “Aesthetics” diartikan sebagai
pencerapan atau persepsi terhadap pemandangan
pengetahuan yang berbeda dari yang lain
karya seni yang indah
cabang filsafat mengenai keindahan
Yang disebut sebagai ilmu seni adalah
Ilmu pengetahuan yang unik
Ilmu pengetahuan tentang kehadiran karya seni
Pendekatan untuk menghayati seni
Alat bantu manusia untuk memahami
Bagi seniman dan ilmuwan seni, ilmu seni dipergunakan untuk
memperoleh simpati dari ilmuwan lain
mencari kekayaan material duniawi
mencari kandungan nilai intrinsik karya seni
memahami aspek penciptaan karya seni
Realisasi nilai estetis ditemukan pada
karya seni dan pengalaman mengenai keindahan
kekayaan yang melimpah
pemandangan alam
norma-norma adat
Memahami seni rupa, didasarkan dan diberangkatkan dari aktivitas:
Melihat, mendengar, dan merasakan
Mendengar, Menyentuh, dan merasakan
Melihat, mencermati, dan merasakan
Melihat, mendengar, dan mencermati
Kepuasan yang tidak mendasarkan pada pengamatan dimensi nilai-nilai estetis adalah
kepuasan personal
kepuasan moral
kepuasan intelektual
kepuasan estetis
Menurut konsep estetika Plotinus, pengalaman keindahan adalah
hasil kontemplasi manusia yang berpuncak pada pencapaian ilahiah
hasil pengamatan manusia sehari-hari
menghasilkan efek yang mengharukan
membutuhkan perspektif intelektualitas
Konsep keindahan menurut Aristoteles adalah
keutuhan pada bentuk
harmoni keseimbangan antar unsur
kompleksitas ukuran dan proporsi
kejernihan dan tanpa keraguan
Pemikir utama estetika Renaissance adalah
Immanuel Kant
Buonarroti Michaelangelo
Hagia Sophia
David Hume
Dua jenis bunyi yang didengar oleh setiap makhluk hidup di bumi ini, terbagi atas:
Bunyi alamiah yang berasal dari alam sekitar.
Bunyi alamiah dari instrumen musik.
Bebunyian yang dihasilkan oleh manusia untuk maksud tertentu.
Musik dan nyanyian.
“Keindahan yang sesungguhnya” menurut konsep estetika Plato adalah
bersifat kompleks dan immaterial
bersifat sederhana dan nyata
bersifat kompleks dan terbatas pada dunia nyata
bersumber pada kesederhanaan
Pemikir utama estetika Abad Pencerahan adalah
Alexander Baumgarten
René Descartes
Leonardo da Vinci
Thomas Aquinas
Unsur-unsur yang menjadi potensi formal sebuah lukisan adalah:
Makna, pesan dan kesan
Pola gerak, ritme dan alunan nada tertentu
Susunan garis, bidang, tekstur, dan warna
Keutuhan komposisi
Dialami sebagai sesuatu yang sesuatu yang bergantung selain pada bentuk formalnya juga pada cultural mind frame dan kondisi psikologis manusia, adalah
Compactness of form antar elemen-elemen musik.
Ungkapan konotatif seni musik.
Keutuhan komposisi seni musik.
Unsur-unsur fenomenal pada seni musik.
Gerak yang memiliki kriteria untuk dapat disebut sebagai bernilai estetis, terwujud dalam:
Gerak lokomotif dan gerak statis
Gerak tari dan pantomim
Gestur dan gerak lokomotif
Gerak statis dan pantomim
Seni mengolah bentuk dengan merusak, memanipulasi, dan melebih-lebihkan bentuk-bentuk normatif, sehingga menghadirkan beraneka bentuk bermakna yang disebut sebagai:
Significant form
Gaya seni atau style
Seni mimesis
Seni murni
Dua corak ungkapan seni lukis yang menghadirkan sisi-sisi subjektif dan objektif lukisan sebagai manifestasi estetisnya, yaitu:
Seni lukis dengan teknik mimesis
Seni lukis yang mengolah bentuk
Seni lukis modern
Seni lukis yang mengutamakan isi
Seni rupa dengan kecenderungan bentuk yang mengabadikan situasi zaman dengan warna-warna emotif dan komposisi diagonal untuk mengesankan “gerak”, termasuk dalam gaya atau aliran:
Neo-classicism
Renaissance
Baroque
Romanticism
Unsur dasar di bawah ini sebagai potensi formal yang menghadirkan dimensi nilai estetis seni tari, yaitu:
Citra dinamis sebagai kesatuan artistik kekuatan dan penyatuan energi.
Ekspresi dan persepsi atas fenomena tertentu.
Manifestasi sistem kebudayaan dan komunitas.
Cultural mind frame dan kondisi psikologis manusia.
Terdapat sedikitnya tiga cara mengapresiasi seni agar mampu memahami, berempati dan mendudukkan seni dalam corak, gaya dan konteks yang lebih luas pada kehidupan manusia, yaitu:
Sensuous
Efektif
Afektif
Ilntelektual
Dua pijakan Estetika Renaissans cenderung pada konsep:
Plotinusian
Aristotelian
Platonis
Kantian
Sense of beauty sebagai kemampuan
seseorang untuk dapat meihat
keindahan benda, merupakan konsep Estetika:
Alexander Baumgarten
Immanuel Kant
Plotinus
Aristoteles
Kesetiaan dan ketelitian yang memperhatikan setiap unsur terkecil, adalah filsafat keindahan yang berkonsep pada gagasan:
Buanarotti Michelangelo
Leonardo da Vinci
Immanuel Kant
Marcel Duchamp
Iilmu matematika dipakai untuk mengukur keindahan proporsional
dan perspektif dalam karya seni, merupakan prinsip atau karakteristik Estetika (dua jawaban benar):
Immanuel Kant
Klasik
Abad Pencerahan
Aristoteles
Konsep kesenian Abad ke-20 yang berprinsip pada penuangan emosi seniman untuk menyampaikan gagasan dan cita-cita universal, dikenal sebagai aliran:
Kapitalisme
Idealisme
Apriori Keindahan
Ekspresionisme
