wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Kritik dan Esai Sastra

Total questions: 10

Worksheet time: 10mins

Name
Class
Date
1.

Kritik sastra merupakan karangan yang membahas suatu masalah secara sepintas dari sudut pandang penulis.

a)

Betul

b)

Salah

2.

Kritik yang ditulis untuk tujuan tertentu.

a)

Kritik induktif

b)

Kritik cukilan

c)

Kritik teknis

d)

Kritik impresionik

e)

Kritik deskriptif

3.

Apa yang dimaksud dengan esai reflektif?

a)

karangan yang membahas penilaian karya sastra

b)

karangan yang ditujukan kepada cendikiawan dengan bahasa formal dan bahasan serius

c)

karangan yang memaparkan sisi individual penulisnya

d)

karangan yang disusun berdasarkan minat penulis

e)

karangan yang membahas sudut pandang penulisnya

4.

dua ciri dari esai.

a)

objektif

b)

logis

c)

singkat

d)

personal

e)

solutif

5.

Pilihlah dua pernyataan yang tepat berikut ini.

a)

Dalam kritik, terdapat deskripsi karya.

b)

Kritik disajikan secara subjektif.

c)

Objek kajian esai dapat berupa karya dan fenomena

d)

Dalam esai, memuat ringkasan atau sinopsis.

e)

Esai selalu membutuhkan data.

6.

Pilihlah dua pernyataan yang tidak tepat.

a)

Dalam kritik, penilaian terhadap karya dilakukan secara objektif.

b)

Dalam kritik, penilaian menggunakan kajian teori.

c)

Dalam kritik, pembahasan karya disajikan utuh.

d)

Dalam esai, selalu mengaitkan atau mencantumkan kajian teori.

e)

Dalam esai, baik objek maupun pembahasan dikaji secara menyeluruh.

7.

Tahap awal dalam menyusun kritik sastra.

a)

Tahap Deskripsi

b)

Tahap Penafsiran

c)

Tahap Analisis

d)

Tahap Evaluasi

e)

Tahap Tesis

8.

Akulah Jibril, yang angin adalah aku, yang embun adalah aku, yang asap adalah aku, yang gemersik adalah aku, yang menghantarkan panas dan dingin. Aku mengirimkan kesejukan, pikiran segar yang mengajak giat belajar. Aku adalah yang menyodorkan keheranan dan sekaligus jawaban. Aku di kebun rimbun, aku di padang pasir, aku di laut, aku di gunung, aku di udara, kukirimkan layang-layangku kepadamu, kepada kalian.

(Mereka Toh Tidak Mungkin Menjaring Malaikat: Danarto)


Kalimat kritik yang sesuai dengan isi kutipan tersebut adalah ...

a)

Danarto dikenal sebagai penulis cerpen yang religius, tercermin dalam tokoh cerpen yang telah ditulisnya.

b)

Menuntut pembaca harus lebih cermat untuk memahami isi cerita karena banyak menggunakan kata-kata lambang.

c)

Penggunaan kalimat-kalimat yang unik membuat cerpen ini diminati pembacanya.

d)

Cerpen Danarto pada umumnya beraliran religius sesuai dengan latar belakang pendidikan beliau.

e)

Penggunaan kalimat yang sederhana memudahkan pembaca untuk memahami isi cerita.

9.

Pasca maraknya sajak – sajak sosial , sejak awal tahun 2000 hingga kini , perpuisian Indonesia kembali pada kemerdekaan masing – masing penyair dalam mencipta . Gaya dan tema sajak – sajak Indonesia mutakhir , seperti dapat kita amati pada rubrik sastra surat kabar , majalah , jurnal puisi serta sebagai kumpulan antologi puisi kembali beragam . Heterogenitas tema dan gaya pengucapan kembali mewarnai perpuisian Indonesia Akhir – akhir ini muncul sajak – sajak naratif yang panjang , seperti banyak dimuat di harian umum . Tetapi sajak – sajak pendek juga tetap muncul di rubik – rubik sastra . selain itu , masih ada kesan yang kuat bahwa tradisi perpuisian Indonesia mutakhir kembali terperangkap dalam orientasi kuantitatif , seperti yang diungkap Budi Darma ketika melihat maraknya buku – buku antologi puisi yang diterbitkan oleh komunitas sastra di tanah air sejak awal 1990 – an .


Kesimpulan teks esai di atas adalah ...

a)

Kebebasan gaya dan keberagaman tema puisi Indonesia mutakhir.

b)

Antologi puisi semakin marak di Indonesia.

c)

Heterogenitas tema dan gaya cerita mewarnai perpuisian Indonesia.

d)

Sajak- sajak naratif yang panjang mewarnai dunia perpuisian Indonesia saat ini.

e)

Awal tahun 2000 hingga kini dunia perpuisian mengalami perubahan tren.

10.

Jika saya katakan penyair membebaskan diri dari kata-kata ialah sikap penyair yang tidak atau kurang mengacuhkan kata-kata. Berbeda dengan kecermatan dan hiraunya Amir hamzah dan Chairil Anwar terhadap kata-kata. Bebas dari kata-kata cenderung menyebabkan kata-kata menjadi kurang penting. Penyair tidak lagi memedulikan apakah kata yang ditampilkannya itu terlalu denotatif, kurang puitis, kurang imajinatif berlebihan (kurang hemat), dan semacamnya. Ia bebas terhadap kata-kata....


Kalimat yang tepat untuk melengkapi paragraf esai tersebut adalah...

a)

Kata-kata sangat dipentingkan dalam proses kreatif pembuatan puisinya.

b)

Kata-kata tidak lagi menjadi taruhan bagi kepenyairannya.

c)

Penyair kurang cermat terhadap kata-kata atau daya seleksinya kurang.

d)

Penyair cenderung menulis prosa dalam puisinya.

e)

Puisi yang dihasilkan penyair disebut puisi kontemporer.