NEW
Font size
WorksheetsKuis Cerita Pendek
Total questions: 24
Worksheet time: 48mins
1. Jenis karya sastra berbentuk prosa dan bersifat fiktif yang menceritakan suatu kisah yang di alami suatu tokoh secara ringkas disertai berbagai konflik dan terdapat penyelesaian dari masalah yang dihadapi.
cerpen
syair
pantun
biografi
1. Menentukan perwatakan
2. Menentukan sudut pandang
3. Menyajikan peristiwa yang ditentukan dalam alur
4. Menentukan latar
5. Menentukan tema
Susunan yang tepat langkah menyusun teks cerpen adalah . . . .
5)-2)-1)-4)-3)
5)-3)-1)-4)-2)
1)-2)-3)-4)-5)
5)-1)-2)-4)-3)
Struktur teks cerpen adalah
Orientasi - insiden - interpretasi
Orientasi - komplikasi - resolusi - koda
Abstrak - orientasi - komplikasi - evaluasi - resolusi - koda
Abstrak - orientasi - komplikasi - resolusi - interpretasi
Bacalah teks cerpen berikut!
(1) Teman teman fajar bersorak gembira, (2) Daffa terkulai lemas karena layang-layang putus. (3) Senja pun tiba. (4) Ketika terdengar suara azan, anak-anak mulai membubarkan diri untuk pergi ke masjid. (5) Berita kemenangan Fajar atas daffa makin menambah keyakinan anak-anak desa itu bahwa layang-layang milik fajarmemang sakti. (6) Fajar menjadi makin tinggi hati.
Bukti nilai agama terdapat pada kalimat bertanda nomor ….
1
2
3
4
5
Tema yang tepat untuk cerita tersebut adalah ....
kedisiplinan
persaudaraan
ingkar janji
tanggung jawab
“Kang, kita harus benar-benar pergi dari sini?” Tanya Siti Halimah di sela tangisnya.
“Tentu saja. Seperkasa apa pun perlawanan kita, ternyata tetap kalah melawan yang berkuasa. Kita ini hanya wong cilik, orang iskin,” sahut Karjan sembari melihat rumah Lik Paijan yang siap diruntuhkan.
Teriakan Lik Paijan masuh terdengar menyayat hati. Lelaki tua itu merebut tali yang mengikat seekor sapi miliknya. Wajahnya memerah seperti nyaris terbakar, suaranya melengking-lengking menolak pengosongan rumahnya. Tetapi, pelawanan Lik Paijan pun percuma saja. Beberapa petugas berbadan tegap mengangkat tubuhnya. Melihat itu, tangis Siti Halimah semakin pecah. Dia mendekap Satriya Piningit lebih erat.
“Akhirnya kita harus pergi dari rumah kita sendiri, Kang. Pergi dari kampong yang membesarkan kita,” ucap Siti Halimah getir.
“Iya, mau tak mau kita harus mengalah. Gusti Allah tidak tidur, Bune. Di tempat lain, semoga kita mendapat ladang rezeki yang lebih baik lagi,” ujar Karjan.
Latar suasana yang tergambar dalam kutipan cerpen tersebut adalah ….
Menakutkan
Mengenaskan
Mengharukan
Menegangkan
“Kang, kita harus benar-benar pergi dari sini?” Tanya Siti Halimah di sela tangisnya.
“Tentu saja. Seperkasa apa pun perlawanan kita, ternyata tetap kalah melawan yang berkuasa. Kita ini hanya wong cilik, orang iskin,” sahut Karjan sembari melihat rumah Lik Paijan yang siap diruntuhkan.
Teriakan Lik Paijan masuh terdengar menyayat hati. Lelaki tua itu merebut tali yang mengikat seekor sapi miliknya. Wajahnya memerah seperti nyaris terbakar, suaranya melengking-lengking menolak pengosongan rumahnya. Tetapi, pelawanan Lik Paijan pun percuma saja. Beberapa petugas berbadan tegap mengangkat tubuhnya. Melihat itu, tangis Siti Halimah semakin pecah. Dia mendekap Satriya Piningit lebih erat.
“Akhirnya kita harus pergi dari rumah kita sendiri, Kang. Pergi dari kampong yang membesarkan kita,” ucap Siti Halimah getir.
“Iya, mau tak mau kita harus mengalah. Gusti Allah tidak tidur, Bune. Di tempat lain, semoga kita mendapat ladang rezeki yang lebih baik lagi,” ujar Karjan.
Sudut pandang dalam kutipan cerpen tersebut adalah ….
Orang pertama tunggal
Orang ketiga tunggal
Orang ketiga jamak
Campuran
“Kang, kita harus benar-benar pergi dari sini?” Tanya Siti Halimah di sela tangisnya.
“Tentu saja. Seperkasa apa pun perlawanan kita, ternyata tetap kalah melawan yang berkuasa. Kita ini hanya wong cilik, orang iskin,” sahut Karjan sembari melihat rumah Lik Paijan yang siap diruntuhkan.
Teriakan Lik Paijan masuh terdengar menyayat hati. Lelaki tua itu merebut tali yang mengikat seekor sapi miliknya. Wajahnya memerah seperti nyaris terbakar, suaranya melengking-lengking menolak pengosongan rumahnya. Tetapi, pelawanan Lik Paijan pun percuma saja. Beberapa petugas berbadan tegap mengangkat tubuhnya. Melihat itu, tangis Siti Halimah semakin pecah. Dia mendekap Satriya Piningit lebih erat.
“Akhirnya kita harus pergi dari rumah kita sendiri, Kang. Pergi dari kampong yang membesarkan kita,” ucap Siti Halimah getir.
“Iya, mau tak mau kita harus mengalah. Gusti Allah tidak tidur, Bune. Di tempat lain, semoga kita mendapat ladang rezeki yang lebih baik lagi,” ujar Karjan.
Watak tokoh Karjan dalam kutipan cerpen tersebut adalah ….
Mudah pasrah
Mudah mengalah
Mudah menangis
Mudah menyerah
“kita sebagai pendidik tidak boleh memandang masalah secara hitam-putih pak, diah itu telah banyak menanggung beban hidup, sudah selayaknya kita ikut mendampingi dan membantunya, bukan malah menambah bebannya.
Amanat yang terkandung dalam kutipan cerpen di atas adalah…..
sebagai manusia harus saling tolong-menolong
seorang pendidik harus bisa membantu siswanya dalam mengatasi permasalahan hidup
Guru harus bersikap professional dalam mendidik muridnya
guru harus memiliki sikap kasih sayang dalam mendidik
Seperti teman-temannya yang lain, sebenarnya Andi ingin sekali memberi hadiah untuk Tommy, tetapi ia tidak enak hati meminta uang pada ibunya. Apalagi, ibu hanya diam ketika ia menyodorkan undangan pesta ulang tahun Tommy kemarin. Saat itu, ibu sedang duduk-duduk di beranda sambil memandangi matahari yang mulai tenggelam. Diamnya ibu, pertanda ibu belum punya uang untuk membeli hadiah. Andi sadar, sejak ayahnya meninggal tiga tahun yang lalu, ia dan ibunya memang harus hidup hemat.
”Ah masa iya aku tak bisa memberi hadiah untuk Tommy temanku?” gumam Andi seraya bangkit dari tempat tidur pembaringan. Ia beranjak menuju meja belajarnya. Dimatikannya lampu tidurnya dan digantinya dengan lampu belajar. Ia mengambil secarik kertas, pensil, dan spidol warna-warni. Tangannya mulai mencorat-coret. Kini, ada senyum menghiasi bibirnya, “Besok pagi, aku sudah punya hadiah untuk Tommy.”
Bukti bahwa peristiwa tersebut terjadi pada malam hari adalah ....
kalimat pertama pada paragraf pertama
Kalimat ketiga pada paragraf kedua.
Kalimat keempat pada paragraf kedua
Kalimat terakhir paragraf pertama.
Bacalah teks ceramah berikut untuk menjawab soal nomor 1-3!
Hadirin yang berbahagia,
Saat ini, intensitas curah hujan sangat tinggi. Sebagaimana kita ketahui, sejak beberapa hari terakhir, hujan deras mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya. Tak pelak lagi, banjir pun datang tanpa permisi. Menurut data Badan Meteorologi dan Geofisika, curah hujan yang
tinggi masih akan berlangsung selama sepekan ke depan.
Seiring datangnya bencana banjir, wabah penyakit pun biasanya akan muncul. Wabah penyakit yang dimaksud adalah leptospirosis dan diare. Leptospirosis merupakan penyakit hewan yang dapat menjangkiti manusia. Penyebabnya adalah bakteri berbentuk spiral bernama
leptospira. Sementara itu, diare akan muncul karena wilayah yang tergenang banjir menjadi kotor.
Jika terjangkit penyakit leptospirosis, penderita akan mengalami demam tinggi, mual, dan muntah. Selain itu, sekujur badan akan terasa sakit, air kencing berwarna merah tua, dan timbul bercak kemerahan di bola mata karena pecahnya pembuluh darah.
Isi pokok naskah ceramah pada paragraf kedua teks tersebut adalah …
intensitas curah hujan saat ini sangat tinggi
mewaspadai turunnya curah hujan yang sangat tinggi
bahaya yang timbul akibat curah hujan yang tinggi
gejala yang terjadi pada orang yang terjangkit leptospirosis
wabah penyakit yang rentan muncul ketika banjir
Hadirin yang berbahagia,
Saat ini, intensitas curah hujan sangat tinggi. Sebagaimana kita ketahui, sejak beberapa hari terakhir, hujan deras mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya. Tak pelak lagi, banjir pun datang tanpa permisi. Menurut data Badan Meteorologi dan Geofisika, curah hujan yang
tinggi masih akan berlangsung selama sepekan ke depan.
Seiring datangnya bencana banjir, wabah penyakit pun biasanya akan muncul. Wabah penyakit yang dimaksud adalah leptospirosis dan diare. Leptospirosis merupakan penyakit hewan yang dapat menjangkiti manusia. Penyebabnya adalah bakteri berbentuk spiral bernama
leptospira. Sementara itu, diare akan muncul karena wilayah yang tergenang banjir menjadi kotor.
Jika terjangkit penyakit leptospirosis, penderita akan mengalami demam tinggi, mual, dan muntah. Selain itu, sekujur badan akan terasa sakit, air kencing berwarna merah tua, dan timbul bercak kemerahan di bola mata karena pecahnya pembuluh darah.
Kalimat pesan yang sesuai berdasarkan topik utama ceramah tersebut adalah …
Berhati-hatilah terhadap curah hujan yang tinggi.
Perlunya kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai penyakit yang timbul akibat banjir.
Perlunya memakai sepatu boot dan sarung tangan karet.
Jaga kebersihan lingkungan dengan menggalakan bersih-bersih lingkungan.
Menghindari bersih-bersih lingkungan jika terdapat bagian tubuh yang terluka.
"Gerakan anak itu seperti belut, sangat lincah dan gesit" merupakan contoh majas....
Perumpamaan
Metafora
Metonimia
Personifikasi
Perhatikan kalimat berikut.
Hembusan angin membelai lembut rambutku
Kalimat tersebut merupakan majas....
Personifikasi
Perumpamaan
Metafora
Metonimia
Saya setengah mati mengerjakan soal matematika ini.
Digolongkan majas ....
Litotes
Simile
Personifikasi
Hiperbola
Sunyi itu duka, sunyi itu gelap, sunyi itu lupa.
Digolongkan majas ....
Personifikasi
Litotes
Hiperbola
Repetisi
Panas teriknya raja siang membuatku malas untuk beraktivitas.
Digolongkan majas ....
Ironi
Sarkasme
Metafora
Simile/ Asosiasi
Kalimat berikut yang memakai majas ironi yaitu ....
Suaranya meggelegar memecah angkasa.
Dewi malam sudah keluar dari balik awan
Kamu rajin sekali, sudah empat hari tidak masuk sekolah.
Mengapa tupai takut kepada lebah?
Tupai takut disengat lebah.
Lebah hendak merusak rumah tupai.
Tupai mencari makanan.
Lebah marah karena diganggu tupai.
Nilai moral yang dapat diperoleh dari cerita tersebut adalah ....
kita harus menjaga kehormatan orang lain
kita harus ikut campur urusan orang lain
jangan pernah tertidur di kelas
kita harus menjadi siswa yang teladan
Resolusi pada teks cerpen adalah tahapan di mana ...
Pengarang menghidupkan cerita dan meyakinkan pembaca
Berbagai kerumitan bermunculan
Konflik mencapai tingkat intensitas tertinggi
Konflik mencapai sebuah selesaian atau leraian
Nilai-nilai atau pelajaran yang dapat dipetik oleh pembaca dari sebuah teks cerpen terdapat dalam struktur ...
Abstrak
Evaluasi
Resolusi
Koda
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Ya, kediaman keluarga Sastro Suwiryo yang menempati lahan seluas 200 meter persegi di Desa Kasongan pinggiran Yogyakarta itu bisa dibilang tenang dan tentram sebelumnya. Malam itu, sudah hampir setengah jam isak tangis terdengar mengalahkan lagu malam yang dinyanyikan oleh angin dan lambaian pohon kelapa belakang rumah. Rembulan purnama yang tengah asyik menemani orang-orang yang sedang tidur dengan nyenyak juga tidak disapa oleh isak tangis itu.
“ Bapak, bangun, Pak.”
“ Ada apa, Bu? Malam-malam begini kok bangun? Kok kelihatannya ada yang serius.”
Dikutip dari: Agung Webe, “Arjuna Tidak Mencari Cinta” dalam Arjuna Tidak Mencari Cinta, Bekasi, Soul Journey, 2016.
Kalimat bercetak tebal dalam kutipan cerpen tersebut mengandung majas . . . .
Metafora
Metonimia
Personifikasi
Hiperbola
Berikut ini yang tidak termasuk dalam sudut pandang yang digunakan penulis dalam sebuah cerita pendek adalah....
Sudut pandang orang pertama
Sudut pandang orang ke tiga
Sudut pandang orang pertama pelaku utama
Sudut pandang orang ke empat
