NEW
Font size
WorksheetsUlangan Harian Teks Hikayat Kls X
Total questions: 25
Worksheet time: 1hrs 15mins
Bacalah penggalan hikayat “Indera Bangsawan” berikut!
Maka anakanda yang mulia baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya.
Nilai yang terkandung dalam penggalan hikayat di atas adalah ....
Nilai agama
Nilai moral
Nilai estetik
Nilai sosial
Nilai budaya
Di bawah ini yang termasuk karakteristik hikayat, kecuali ....
Kemustahian
Menunjukkan kesaktian tokoh-tokohnya
Tidak diketahui nama pengarangnya
Bersifat menyindir
Berlatar belakang kerajaan atau istana
Bacalah penggalan teks hikayat berikut!
Syahdan, maka adalah raja di dalam negeri itu telah kembali ke rahmatullah. Maka ia pun tiada beranak seorang jua pun. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja menggantikan raja yang telah kembali ke rahmatullah itu. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada tuan hamba sekalian itu. Maka ia pun berkata, katanya: "Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian itu. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala saudaraku ini tiada hendak berkata?"
Isi dari penggalan teks hikayat tersebut menceritakan tentang ....
Masyarakat sedang berduka atas kematian rajanya
Para menteri dan orang besar melakukan musyawarah pemilihan raja
Orang tua diberi hak berbicara dalam setiap pertemuan
Seorang raja telah meninggal dan tidak memiliki seorang anak
Hak orang berpendat untuk memecahkan masalah dalam suatu musyawarah
Bacalah teks hikayat di bawah dengan cermat!
Maka baginda pun bimbanglah, tidak tahu siapa yang patut dirayakan dalam negeri karena anaknya kedua orang itu sama-sama gagah. Jikalau baginda pun mencari muslihat, iya menceritakan kepada kedua anaknya bahwa ia bermimpi bertemu dengan seorang pemuda dan berkata kepadanya: barang siapa yang dapat mencari buluh perindu yang dipegangnya, ialah yang patut menjadi raja di dalam negeri.
Nilai yang terkandung dalam penggalan teks hikayat di atas adalah ....
Nilai edukasi
Nilai sosial
Nilai moral
Nilai budaya
Nilai agama
Bacalah penggalan teks hikayat berikut dengan cermat!
Syahdan, maka adalah raja di dalam negeri itu telah kembali ke rahmatullah. Maka ia pun tiada beranak seorang jua pun. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja menggantikan raja yang telah kembali ke rahmatullah itu. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada tuan hamba sekalian itu. Maka ia pun berkata, katanya: "Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian itu. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala saudaraku ini tiada hendak berkata?"
Nilai sosial yang terdapat dalam penggalan teks hikayat di atas adalah ....
Setiap negara memiliki pemimpin yang dipilih oleh rakyat
Memberi kesempatan berbicara kepada semua yang hadir dalam musyawarah
Kepemimpinan yang dialihkan kepda perdana menteri oleh raja yang berkuasa
Orang tua lebih berpengalaman daripada orang muda dalam berbagai hal
Bermusyawarah untuk memberi kesempatan berbicara kepada yang berkuasa
Bacalah teks hikayat berikut!
Alkisah, ini hikayat orang dahulu kala. Diceritakan orang yang empunya cerita ini kisah pelanduk jenaka pri bijaksana pandai ia berbuat dusta segala binatang di dalam hutan rimba belantara. Demikianlah bunyinya, sekali peristiwa ada seekor pelanduk, maka ia duduk kepada suatu rimba hampir dengan Gunung Indrakila namanya disebut orang dan padang itupun luasnya. Maka, banyaklah pada tempat itu segala binatang marga satwa sekaliannya berhimpun di sana.
Judul yang sesuai untuk teks hikayat di atas adalah ....
Hikayat Si Pendusta
Hikayat Binatang Rimba
Hikayat Orang Dahulu Kala
Hikayat Seekor Binatang
Hikayat Pelanduk Jenaka
Bacalah teks hikayat berikut!
Alkisah, ini hikayat orang dahulu kala. Diceritakan orang yang empunya cerita ini kisah pelanduk jenaka pri bijaksana pandai ia berbuat dusta segala binatang di dalam hutan rimba belantara. Demikianlah bunyinya, sekali peristiwa ada seekor pelanduk, maka ia duduk kepada suatu rimba hampir dengan Gunung Indrakila namanya disebut orang dan padang itupun luasnya. Maka, banyaklah pada tempat itu segala binatang marga satwa sekaliannya berhimpun di sana.
Latar tempat dari penggalan teks hikayat tersebut adalah ....
Gunung Indrakila
Padang rumput
Hutan rimba
Kebun binatang
Marga satwa
Bacalah kutipan teks hikayat berikut!
Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba dari padanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu.”
Amanat yang terdapat dalam penggalan teks hikayat di atas adalah ....
Berlari ketika melihat kejahatan
Jangan menyombongkan diri
Tunjukkanlah jika memiliki suatu kemampuan
Hendaklah menolong orang yang sedang kesulitan
Bersyukur jika mendapat pertolongan
Bacalah penggalan hikayat berikut dengan seksama!
Pengganti Hang Tuah di keraton adalah Hang Jebat. Sesungguhnya, ia menaruh dendam atas keputusan raja yang dijatuhkan kepada sahabatnya, Hang Tuah. Karena setia kepada sahabatnya, ia mengamuk di keraton. Putri-putri dan dayang-dayang diperlakukan kurang sopan sehingga banyak jugalah orang yang mati karena kerisnya, yang diberikan Hang Tuah kepadanya. Tiada seorang pun yang berani mendinginkan sehingga raja sendiri pun terlibat pula dalam kesulitan dan ketakutan.
Dari kutipan di atas kita dapat mengetahui bahwa Hang Jebat berwatak ....
Pemberani
Baik budi
Kasar
Sombong
Setia
Hikayat memiliki dua unsur, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Unsur intrinsik merupakan unsur pembangun dari dalam. Di bawah ini yang termasuk unsur intrinsik hikayat, kecuali ....
Alur/ plot
Gaya bahasa
Tema
Latar belakang masyarakat
Tokoh dan penokohan
Bacalah penggalan hikayat berikut!
Sebermula, maka adalah pada masa itu dalam pulau Singapura itu tiadalah ada binatang buas atau jinak yang kelihatan melainkan tikus. Maka, beribu-ribu tikus tanah itu sepanjang jalan serta dengan besar-besarnya hampir bagai kucing adanya. Maka jikalau kita berjalan pada malam, dilanggarkannya, beberapa banyak orang jatuh, demikianlah besarnya. Maka pada suatu malam di rumah tempat kutinggal itu ada dipelihara beberapa kucing. Maka pada setengah malam kedengaran kucing mengiau-ngiau. Keluarlah kawanku dengan membawa damar, hendak pergi melihat apakah sebabnya kucing itu. Maka serta dilihatnya ada enam tujuh ekor tikus berkerumun menggigit kucing itu. Ada yang menggigit pipinya sehingga tiadalah boleh bergerak lagi kucing itu melainkan mengiau-ngiau saja.
Isi yang terdapat pada penggalan teks hikayat di atas adalah ....
Di pulau Singapura kucing dan tikus saling bermusuhan
Di pulau Singapura kucing selalu mengalahkan tikus
Kucing selalu dipermainkan tikus-tikus
Dimana pun tikus selalu memangsa kucing
Di pulau Singapura terdapat banyak tikus
Bacalah kutipan teks hikayat berikut!
Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya.
Kata arkais yang digaris bawahi pada penggalan hikayat di atas memiliki makna ....
Diusir
Diminta
Diperintahkan
Diizinkan
Diharapkan
Bacalah kutipan hikayat "Indera Bangsawan" berikut!
Adapun Raja Kabir itu takluk kepada Buraksa dan akan menyerahkan putrinya, Puteri Kemala Sari sebagai upeti. Kalau tiada demikian, negeri itu akan dibinasakan oleh Buraksa. Ditambahkannya bahwa Raja Kabir sudah mencanangkan bahwa barang siapa yang dapat membunuh Buraksa itu akan dinikahkan dengan anak perempuannya yang terlalu elok parasnya itu. Hatta berapa lamanya Puteri Kemala Sari pun sakit mata, terlalu sangat. Para ahli nujum mengatakan hanya air susu harimau yang beranak mudalah yang dapat menyembuhkan penyakit itu.
Kata-kata arkais yang ditemukan pada teks diatas adalah ...
Upeti dan hatta
Upeti, hatta, dan nujum
Raja, elok, dan nujum
Elok dan nujum
Upeti, putri, nujum
Diambilnya pisau, lalu ditorehnya gendang itu. Maka Putri Ratna Sari keluar dari gendang itu.
Karakteristik hikayat pada penggalan teks di atas yaitu ....
Kemustahilan
Kesaktian
Istana sentris
Bahasa
Anonim
Bacalah penggalan hikayat berikut!
Maka diberi oleh perempuan itu segala bekal-bekal itu. Setelah sudah maka dibawanyalah perempuan itu diseberangkan oleh Bedawi itu. Syahdan maka pura-pura diperdalamnya air itu, supaya dikata oleh si bungkuk air itu dalam.
Kata yang digaris bawahi pada penggalan hikayat di atas menggunakan majas ....
Simile
Antonomasia
Metafora
Hiperbola
Ironi
Bacalah penggalan hikayat berikut!
Maka tiadalah terjawab oleh laki-laki itu. Maka disuruh oleh Masyhudulhakk jauhkan laki-laki Bedawi itu. Setelah itu maka dipanggilnya pula orang tua itu. Maka kata Masyhudulhakk, "Hai orang tua, sungguhlah perempuan itu istrimu sebenar-benarnya?"
Konjungsi yang menyatakan urutan waktu atau peristiwa pada penggalan hikayat di atas adalah ....
Kemudian
Lalu
Maka
Setelah itu
Selanjutnya
Tujuan dari menceritakan kembali isi hikayat adalah untuk ...
Menyimpulkan isi hikayat
Menyimpulkan nilai-nilai dalam hikayat
Menyimpulkan isi dan nilai-nilai dalam hikayat
Mengetahui isi hikayat
Menganalisis struktur dan unsur kebahasaan hikayat
Berikut ini termasuk langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam mengembangkan hikayat menjadi sebuah cerpen, kecuali ....
Menilai hikayat yang sudah diubah menjadi cerpen
Membaca hikayat dengan cermat
Menentukan isi dan nilai-nilai hikayat
Membuat kerangka cerpen
Ditulis dengan menggunakan bahasa indonesia saat ini
Pada hikayat penggunaan latar tempat yang sangat menonjol, yaitu ....
Istana dan lingkungan sekitar kerajaan
Rumah orang kaya
Rumah orang miskin
Rumah saudagar
Tempat keramaian
Hikayat bersifat istana sentris, banyak menggunakan gaya bahasa klise, dan alurnya mudah ditebak sehingga cenderung monoton. Hal ini berbeda dengan karya sastra baru seperti cerpen yang memiliki ....
Gaya bahasa bebas
Alur lebih dinamis
Menggunakan bahasa campuran
Gaya bahasa teratur
Gaya bahasa bebas dan alur lebih dinamis
Bacalah kutipan hikayat berikut!
Alkisah, ini hikayat orang dahulu kala. Diceritakan orang yang empunya cerita ini kisah pelanduk jenaka pri bijaksana pandai ia berbuat dusta segala binatang di dalam hutan rimba belantara. Demikianlah bunyinya, sekali peristiwa ada seekor pelanduk, maka ia duduk kepada suatu rimba hampir dengan Gunung Indrakila namanya disebut orang dan padang itupun luasnya. Maka, banyaklah pada tempat itu segala binatang marga satwa sekaliannya berhimpun di sana.
Penggalan hikayat di atas menggunakan sudut pandang ....
Orang pertama
Orang pertama pelaku utama
Orang kedua
Orang pertama pelaku sampingan
Orang ketiga
Perhatikan karakteristik hikayat berikut!
(1) Bersifat mustahil
(2) Para tokohnya memiliki kesaktian
(3) Ceritanya lucu
(4) Pengarangnya tidak diketahui (anonim)
(5) Bersifat menyindir
(6) Berlatar belakang istana atau kerajaan
Nomor berapakah yang merupakan karakteristik hikayat ....
(1), (3), (5), (6)
(1), (2), (4), (6)
(3), (4), (5), (6)
(1), (2), (3), (4)
(1), (2), (3), (5)
Bayan yang bijak bukan sahaja dapat menyelamatkan nyawanya tetapi juga dapat menyekat isteri tuannya daripada menjadi isteri yang curang. Dia juga dapat menjaga nama baik tuannya serta menyelamatkan rumah tangga tuannya.
Nilai kehidupan yang terdapat dalam penggalan hikayat di atas adalah ....
Budaya
Moral
Sosial
Pendidikan
Agama
Pada suatu hari, raja hendak pergi jauh. Ia mengumpulkan semua putri-putrinya. “Aku hendak pergi jauh dan lama. Buah tangan apakah yang kalian inginkan?” tanya raja. “Aku ingin perhiasan yang mahal,” kata Putri Jambon. “Aku mau kain sutra yang berkilau-kilau,” kata Putri Jingga.
Majas yang digunakan pada penggalan teks hikayat di atas adalah ....
Personifikasi
Hiperbola
Metafora
Antonomasia
Simile
Setelah umurnya Khojan Maimun lima tahun, maka diserahkan oleh bapaknya mengaji kepada banyak guru sehingga sampai umur Khojan Maimun lima belas tahun.
Konjungsi hubungan waktu pada penggalan hikayat di atas ditandai dengan adanya kata ....
Pada
Setelah
Maka
Sampai
Kepada banyak
