wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UTS Keperawatan Bencana

Total questions: 40

Worksheet time: 47mins

Name
Class
Date
1.

Klasifikasi bencana : Menurut Penyebab :

1. Perbuatan mesin : co. kecelakaan kimia atau perang.

2. Dapat diprediksi sebelumnya : banjir, angin taufan,

3. Tidak dapat diprediksi : gempa bumi.

4. Alam : co. gempa bumi dan erupsi vulkanik, keadaan cuaca yang berat kekeringan (banjir dan angin taufan)

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

2.

Belakangan ini tehnik-tehnik epidemiologi telah secara efektif diperkenalkan sebagai komponen dasar pada banyak operasi-operasi pertolongan bencana, yaitu :

1. Mendefenisikan Secara Cepat Problem-Problem Awal Kesehatan Dan Perkembangannya

2. Mengidentifikasi Kelompok-Kelompok Dalam Populasi Yang Cenderung Terkena Risiko Yang Merugikan

3. Mengoptimalkan Usaha Pertolongan

4. Mengawasi Keefektifan Usaha Pertolongan Dan Memberikan Anjuran Tentang Pengurangan Konsekuensi-Konsekuensi Buruk Terhadap Bencana Yang Akan Datang.

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

3.

Lingkaran pengawasan yang terus menerus berubah :

1. penilaian sepintas lalu terhadap problem dgn menggunakan tehnik pengumpulan data yang belum sempurna

2. penilaian jangka pendek meliputi pembuatan data yang sederhana namun terpecaya sumbernya

3. melakukan pengawasan terus-menerus untuk mengidentifikasi masalah yang berkelanjutan dan memonitor respon dari intervensi yang dipilih.

4. membandingkan antara korban dengan yang selamat dan mempelajari apa yang bisa dilakukan dalam mencegah korban manusia pada bencana berikutnya

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

4.

Bidang metode pengawasan bervariasi tergantung bencana dan ketersediaan waktu serta personil :

1. Bidang awal penyelidikan mencegah kecelakaan yang berakibat kematian.

2. Survei ketersediaan perawatan medis, penilaian akan kebutuhan intervensi yang spesifik dan kontrol epidemik

3. Memonitor dampak dari pertolongan yang dilakukan dan menentukan apakah usaha yang dilakukan memberi dampak terhadap populasi atau apakah suatu strategi baru dibutuhkan atau tidak.

4. Pengawasan bersifat interaktif yakni sebuah proses bersiklus dimana hasil kesehatan sederhana secara konstant dimonitor dan intervensi secara berkelanjutan diperkirakan kemampuannya.

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

5.

Tahun 1979 ketika sekitar kurang lebih ± 30.000 rakyat Kamboja tiba sebagai pengungsi di Thailand. contoh dari :

1. Pertolongan terhadap kelaparan

2. Kontrol Epidemik ; Kantor Pengaduan

3. Surveilans Pencegahan Kematian, Sakit dan Cedera

4. Surveilans Kebutuhan Perawatan Kesehatan.

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

6.

Pasien cedera berat yang memerlukan penilaian cepat serta tindakan medic dan transport segera untuk tetap hidup (misal : gagal nafas, cedera torako-abdominal, cedera kepala atau maksilo-fasial berat, shok atau perdarahan berat, luka bakar berat) merupakan triage Label :

a)

Merah

b)

Kuning

c)

Hijau

d)

Biru

e)

Hitam

7.

Pasien memerlukan bantuan, namun dengan cedera yang kurang berat dan dipastikan tidak akan mengalami ancaman jiwa dalam waktu dekat. Merupakan triage Label :

a)

Merah

b)

Kuning

c)

Hijau

d)

Biru

e)

Hitam

8.

Kelompok Korban Dengan Cedera Atau Penyakit Kritis Dan Berpotensi Fatal Yang Berarti Tidak Memerlukan Tindakan Dan Transportasi, Dan Prioritas triage Label :

a)

Merah

b)

Kuning

c)

Hijau

d)

Biru

e)

Hitam

9.

Kelompok yang sudah pasti meninggal

a)

Merah

b)

Kuning

c)

Hijau

d)

Biru

e)

Hitam

10.

Cedera Jaringan Lunak, Fraktura Dan Dislokasi ekstremitas, Cedera Maksilo-Fasial Tanpa Gangguan Jalan Nafas, Serta Gawat Darurat Psikologis). Prioritas Triage :

a)

Merah

b)

Kuning

c)

Hijau

d)

Biru

e)

Hitam

11.

Bahaya akan timbul karena gempa antara lain sebagai berikut :

1. Terjadi retakan di dalam tanah dan dapat berlanjut di permukaan tanah.

2. Bila terjadi retakan tanah di suatu daerah, sangat dimungkinkan akan mengganggu system muka air tanah.

3. Terjadi penurunan kekuatan tambah di daerah yang terjadi retakan tanah. Tanah menjadi berongga tidak layak huni,

4. Terjadi longsoran di daerah-daerah yang terjal, tebing sungai.

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

12.

Sungai berdasarkan atas asal terbentuknya dibagi menjadi:

1. Sungai primer umumnya terbentuk di daerah pegunungan yang tinggi dan di disnilah mata air yang keluar dari dalam tanah mengalir

2. Sungai sekunder merupakan cabang sungai primer, umumnya terbentuk di daerah lereng pegunungan

3. Sungai tersier adalah sungai yang merupakan muara sungai sekunder yang akhirnya mengalirkan semua air sungai dan bermuara di laut.

4. Sungai Subjektif sebagai aliran untuk aktifitas perdagangan

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

13.

Tanda-tanda akan banjir

1. Terjadi hujan lebat di wilayah DAS hulu

2. Air sungai menjadi keruh akibat proses erosi di bagian hulu sungai

3. Air sungai mulai menghanyutkan serasah atau ranting-ranting kayu. Apabila banjir terjadi pada malam hari, akan terdengar suara kemrosak karena aliran air yang deras.

4. Air sungai sagat keruh banyak binatang mati diatasnya

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

14.

Tanah longsor dibedakan menjadi beberapa jenis, berdasarkan atas cara perpindahannya massa batuan yang ada. Jenis tanah longsor tersebut adalah:

1. Tanah longsor tipe jatuhan (rocks fall), terjadi apabila massa batuan berpindah dari daerah elevasi tinggi ke daerah elevasi rendah.

2. Tanah longsor tipe rayapan (creep soil), terjadi apabila massa batuan yang terdiri dari pelapukan tanah yang cukup tebal longsor secara perlahan-lahan.

3. Tanah longsor tipe nendatan, biasanya terjadi di daerah yang relative datar. Tanah longsor ini dipicu oleh terjadinya hujan lebat.

4. Tanah Lonsor tanah tinggi Longsornya akan bertambah cepat apabila dipicu hujan lebat. Tanah longsor jenis ini umumnya terjadi pada musim hujan

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

15.

Beberapa jenis penyakit dan kerugian yang mungkin timbul antara lain sebagai berikut:

1. Demam lembah (valley fever) yang disebabkan oleh bakteri yang timbul akibat terjadinya rekaha rekahan pada tanah

2. Lahan pertanian rusak sehingga mengakibatkan gagal panen.

3. Rusaknya sarana prasarana transportasi.

4. Apabila terjadinya kerusakan jembatan kereta api, dapat menyebabkan rangkaian kereta api terguling sehingga menimbulkan kerugian yang sangat besar.

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

16.

Berdasarkan bentuknya, Pusat Mitigasi Bencana UPI (2010) yang merupakan jenis gunung api, yaitu :

a)

Strato volcano

b)

Perisai

c)

Cinder Cone

d)

Krakatau

e)

Kaldera

17.

Erupsi sentral Apabila lava keluar melalui terusan kepundan atau diatrema. Erupsi yang demikian dapat dibagi menjadi tiga macam, yaitu :

1. Erupsi yang semata-mata efusif, yang sebagian besar menghasilkan lava. Sebagai contohnya yang terkenal terdapat di Hawaii dikenal sebagai aspit atau gunung api perisai (lava datar tinggi dihasilkan oleh erupsi belahan, sedangkan asspit oleh erupsi sentral.

2. Erupsi eksplosif, yang sebagian besar menghasilkan bahan-bahan lepas atau debu gunung api. Lubang kepundaan disebut corot sedangkan lubang eksplosif disebut maar. Gunung api ini mempunyai tekanan gas tinggi dan ledakan yang hamper selalu keras.

3. Erupsi campuran, yang menghasilkan gunung api stato atau gunung api berlapis, terdiri dari bahan-bahan lepas dan lava sebagian besar adalah rempah-rempah lepas dan sebagian kecil lava.

4. Terdiri dari bahan-bahan lepas dan lava sebagian besar adalah rempah-rempah lepas dan sebagian kecil lava.

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

18.

Menurut Sukandarumidi (2010) ada beberapa tanda-tanda awal bahaya bencana ;

1. Sering terjadi gempa vulkanik

2. Sering timbul suara gemuruh yang dirasakan oleh masyarakat sekitar

3. Keluar awan panas mengepul dan bergulung-gulung

4. Munculnya awan panas

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

19.

Berikut adalah persyaratan terjadinya tsunami yang diakibatkan oleh gempa bumi

1. Gempa bumi yang berpusat ditengah laut dan dangkal (0-30 km)

2. Gempa bumi dengan kekuatan sekurang-kurangnya 6,5 Skala Richter

3. Gempa bumi dengan pola sesar naik atau sesar turun

4. Gempa disertai hujan dengan kekuatan tinggi

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

20.

Kerusakan akibat bencana yang termasuk Kerusakan tipikal adalah :

1. Kerusakan Fisik

2. Para Korban

3. Masalah kesehatan

4. Suplai Air

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

21.

Ketika terjadi bancana salah satu yang dilakukan adalah melakukan pengunsian bagi masyarakat yang terdampak. Yang termasuk pengungsi kelompok rentan adalah seperti dibawah ini kecuali :

a. Bayi dan Anak Balita

b. Orang Tua

c. Keluarga dengan KK wanita

d. Ibu Hamil dan Melahirkan

e. Orang sakit

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

22.

Langkah-langkah surveilan penyakit di daerah bencana yang harus dilakukan adalah seperti dibawah ini, kecuali

a. Identifikasi data

b. Pengumpulan data

c. Pengolahan dan penyajian data

d. Analisis dan interpretasi

e. Penyebarluasan informasi

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

23.

Pada saat terjadi bencana salah satu kegiatan surveilan dilakukan yang dilakukan di puskesmas adalah pengumpulan data kesakitan penyakit-penyakit yang diamati dan data kematian melalui pencatatan harian kunjungan rawat jalan dan rawat inap Pos Kesehatan yang ada di wilayah kerja.

Form yang dipakai dalam pelaporan ini adalah :

a. Form BA-3 dan BA-6

b. Form BA-4 dan BA-6

c. Form BA 3 dan BA 5

d. Form BA-5 dan BA-7

e. Form BA 6

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

24.

Kegiatan surveilan yang dilakukan di tingkat kabupaten/kota adalah pengumpulan data berupa jenis bencana, lokasi bencana, keadaan bencana, kerusakan sarana kesehatan, angka kesakitan penyakit yang diamati dan angka kematian korban bencana yang berasal dari puskesmas, rumah sakit, atau poskes khusus

Form yang dipakai dalam pelaporan ini adalah :

a. Form BA-1 dan BA-7

b. Form BA-6 dan BA-7

c. Form BA 5 dan BA 6

d. Form BA-3 dan BA-4

e. Form BA-1 dan BA-2

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

25.

System penaggulangan gawat darurat terpadu (SPGDT) terdiri dari komponen – komponen sebagai berikut, kecuali :

a. Pra RS – RS – Inter RS

b. Komunikasi dan transportasi

c. Pos Kesehatan dan Puskesmas

d. SDM kesehatan dan non kesehatan

e. Multi sektor

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

26.

Rangkaian upaya pelayanan gawat darurat yang saling terkait yang dilaksanakan ditingkat pra-RS, di-RS dan antar RS yang terjalin dalam suatu system.

Pernyataan diatas adalah pengertian dari :

a. SPGDT

b. SPGDT umum

c. SPGDT –S

d. SPGDT –B

e. SPGDT multi sektor

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

27.

Kerjasama multi sektor, multi profesi, multi disiplin yg terpadu dalam bentuk pelayanan gawat darurat pra-RS, di-RS & antar RS sebagai peningkatan/eskalasi dari kegiatan pelayanan sehari-hari (sehari-hari melakukan upaya utk menyelamatkan korban sebanyak-banyaknya)

Pernyataan diatas adalah pengertian dari :

a. SPGDT

b. SPGDT umum

c. SPGDT –S

d. SPGDT –B

e. SPGDT multi sektor

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

28.

Pada saat terjdi bencana perlu dibentuk adanya Satgas Kesehatan. Tugas dari Satgas Kesehatan pada saat terjadi bencana adalah seperti dibawah ini, kecuali

a. Melakukan koordinasi dengan unit pelayanan lain di lapangan

b. Melakukan koordinasi SDM dan dalam pelaksanaan tugasnya

c. Melakukan koordinasi fasilitas yang dibutuhkan

d. Melakukan koordinasi rujukan korban bencana

e. Melakukan pelaporan kegiatan yg dilakukan dengan segera segera

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

29.

Memperlajari riwayat alamiah penyakit, gambaran klinis, dan epidemiologi sehingga dapat disusun program pencegahan dan penanggulangannya.

Pernyataan diatas adalah

a. Tugas surveilan

b. Peran surveilan

c. Tanggung jawab surveilan

d. Kewajiban surveilan

Benar semua

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

30.

Mendapatkan data dasar penyakit dan factor risiko, sehingga dapat diteliti kemungkinan pencegahan dan penanggulangan, dan program nantinya dapat dikembangkan

a. Tugas surveilan

b. Peran surveilan

c. Tanggung jawab surveilan

d. Kewajiban surveilan

e. Benar semua

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

31.

Prinsip membangun surveilans pada situasi bencana adalah sebagai berikut :

a. Integrasi

b. Jejaring

c. Kecepatan

d. Sederhana

e. Benar semua

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

32.

Sesuai dengan Kepmenkes No. 106/Menkes/SK/I/2004 Tentang Tim SPGDT, maka untuk melaksanakan SPGDT perlu dilakukan secara :

a. Terkoordinasi antar berbagai sector dan program terkait

b. Mulai dari pra RS sampai RS

c. Intra RS

d. Antar RS

e. Semua benar

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

33.

Pada saat terjadi bencana Unit kesehatan khusus yg dibentuk untuk melakukan pertolongan pertama dan memberikan pelayanan kesehatan langsung dilokasi bencana di sebut :

a. Satgas kesehatan

b. Posko kesehatan

c. Tim kesehatan

d. Petugas kesehatan

e. Semua benar

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

34.

Salah satu hal yang dilakukan oleh seorang surveilans ketika terjadi bencna adalah melakukan analisis. Hal hal yang dilakukan oleh surveilans dalam melakukan analisis adalah sebagai berikut, kecuali :

a. Melakukan orientasi tidak hanya penyakit

b. Mempertimbangkan semua factor risiko

c. Ketajaman analisis

d. Mempertimbangkan lintas batas wilayah

e. Melakukan koordinaasi lintas sektoral

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

35.

Kejadian atau timbulnya kedaruratan yang mengakibatkan lebih dari satu korban yang harus dikelola oleh lebih satu penolong, bukan akibat bencana membutuhkan SPGDT sehari-hari di sebut :

a. Korban masal

b. Kejadian masal

c. Korban bencana

d. Kejadian bencana

e. Bencana masal

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

36.

Kedaruratan yang memerlukan penerapan system penggulangan gawat darurat terpadu sehari-hari dan bencana disebut:

a. Korban masal

b. Kejadian masal

c. Korban bencana

d. Kejadian bencana

e. Kedaruratan bencana

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

37.

Dalam keterpaduan system penaggulangan gawat darurat terpadu pada saat terjadi bencana perlu dilakukan koordinasi antar rumah sakit. Hal – hal yang perlu dibangun dalam koordinasi tersebut adalah seperti dibawah ini, kecuali

a. System rujukan

b. System komunikasi

c. System transportasi

d. Kualitas pelayanan

e. Ambulans

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

38.

Dalam keadaan bencana diperlukan adanya seorang surveilans. Peran surveilans adalah sebagai berikut kecuali :

a. Pengendalian penyakit menular

b. Mendeteksi dini terjadinya penyakit

c. Mempelajari riwayat alamiah penyakit

d. Mempelajari gambaran klinis penyakit dan epidemiologi

e. Mendapatkan data dasar penyakit dan factor risiko

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

39.

Pada saat surveilans kejadian penyakit dalam situasi terjadinya bencana, hal-hal yang dilakukan adalah :

a. Mencermati kecenderungan penyakit

b. Identifikasi perubahan faktor agent dan host

c. Deteksi perubahan pelayanan kesehatan

d. Deteksi dini

e. Benar semua

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

40.

Organisasi penanganan bencana yang dibentuk oleh pemeritah berda di tingkat propinsi di sebut :

a. SATGAS

b. SATLAK

c. SATKORLAK

d. BAKORLAK

e. BAKORNAS

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E