NEW
Font size
WorksheetsLSPP Lev-2 (Part V)
Total questions: 25
Worksheet time: 8mins
Expected loss adalah kerugian yang...
wajar dalam perbankan
harus dicadangkan dalam bentuk biaya
membutuhkan penambahan modal
tidak wajar dalam perbankan
Sebagai akibat krisis global 2008, Basel Committee meluncurkan Basel III yang membahas area dibawah ini, kecuali :
meningkatkan equity (tier 1 capital)
meningkatkan quasi equity
regulasi likuiditas berdasar LCR
regulasi likuiditas berdasar NSFR
Perusahaan A yang bergerak di bidang manufaktur meminjam dana dari Bank Aman dengan agunan saham Indosat. Maka pengikatan agunan yang digunakan adalah...
gadai
fidusia
hak tanggungan
hipotik
Key Risk Indicator (KRI) menggunakan...
inherent risk
threshold
dampak dan kemungkinan
risk control system
Pernyataan di bawah ini benar, kecuali...
semakin tinggi perputaran piutang usaha maka semakin baik
semakin tinggi perputaran inventory semakin bagus usaha
semakin lambat perputaran inventory usaha menurun
working capital tidak dipengaruhi TATO
Analisa pemasaran berguna untuk memperkirakan:
biaya produksi dan harga
biaya produksi dan teknis produksi
target market dan strategi penjualan
target market dan harga produksi
Yang bukan merupakan kebijakan persetujuan kredit adalah...
konsep hubungan total pemohon kredit
batas pemberian fasilitas kredit kepada suatu debitur
batas wewenang persetujuan kredit
tanggung jawab pemutus kredit
Proses penilaian Risk and Control Self-Assessment ( RCSA) dilakukan dengan melakukan evaluasi tingkat risiko terhadap beberapa risiko. Berikut ini, mana yang menjadi cakupan dari tujuan dan proses RCSA?
Kemungkinan (probabilitas) dan Loss Event Database
Dampak (likelihood) dan Contingency Plan
Efektifitas control dan Key Risk Indicator
Kemungkinan terjadi dan Dampak
Kebijakan dan prosedur kredit harus disusun untuk meminimalkan resiko kredit dalam seluruh kegiatan bank, baik pada level individual maupun pada level portofolio. Kebijakan dan prosedur tersebut pada umumnya mengatur hal-hal pokok seperti
berikut, kecuali:
Panduan penetapan harga yang disesuaikan terhadap risiko
Delegasi kewenangan pemberian pinjaman serta limit eksposure
Panduan pengelolaan asset liability bank
Dokumentasi dan administrasi kredit
Metode (tool) yang digunakan dalam pengelolaan risiko operasional yang dapat digunakan untuk menekan kerugian operasional adalah, kecuali:
Risk and Control Self Assessment (RCSA)
Loss Event Database (LED)
Inherent Risk Control
Key Risk Indicator (KRI)
Pernyataan yang tepat dalam pemilihan metode yang akan digunakan bank dalam pengukuran risiko adalah:
Pendekatan yang sederhana adalah dengan metode standar dan pendekatan yang lebih kompleks adalah metode internal
Pendekatan yang sederhana adalah dengan metode internal dan pendekatan yang lebih kompleks adalah metode standar
Menggunakan data kuantitatif
Menggunakan data kualitatif
Risiko akibat ketidaktepatan dalam pengambilan dan atau pelaksanaan suatu keputusan strategik sesta kegagalan dalam mengantisipasi perubahan lingkungan bisnis disebut dengan:
Risiko strategik
Risiko kepatuhan
Risiko legal
Risiko reputasi
Modal yang dibutuhkan untuk menyerap potensi kerugian dari seluruh risiko yang melekat pada aktivitas bank sebelum kreditur bank terkena dampaknya disebut dengan:
Regulatory capital
Economic capital
Capital Adequacy ratio
Book capital
Proses pengambilan keputusan kredit berbeda sesuai dengan segmen kredit pada bank. Dan pernyataan di bawah ini, mana pernyataan yang tidak tepat:
Pemberian fasilitas kredit konsumer biasanya dilakukan secara masal
Proses kredit komersial lebih kompleks jika dibandingkan dengan proses kredit consumer
Pemberian fasilitas kredit konsumer biasanya berdasarkan cash flow lending
Monitoring kredit consumer jauh lebih mudah jika dibandingkan dengan kredit komersial
Sebagai bagian dari proses manajemen risiko, bank harus memiliki system informasi manajemen risiko yang dapat memastikan:
Kepatuhan pada ketentuan Basel
Sarana menciptakan produk baru
Image bank terlihat modern dalam bidang teknologi
Tersedianya laporan bagi manajemen senior secara akurat dan tepat waktu
Suatu bank sedang menyusun sistem rating untuk mengklasifikasikan debiturnya sehingga dapat diterapkan risk-based pricing. Dalam menyusun rating debitur, terdapat 3 jenis metode rating, yaitu financial rating, customer rating dan facility rating. Dalam menyusun financial rating, maka:
Bank menggunakan pos-pos dalam neraca dan laporan rugi/laba milik debitur ditambah dengan pertimbangan kualitatif
background debitur
Bank menggunakan pengalaman masa lalu sebagai pertimbangan kualitatif (judgement)
Bank harus mempertimbangkan jaminan yang diberikan oleh debitur
Bank hanya menggunakan pos-pos dalam neraca dan
laporan rugi/laba milik debitur
Yang tidak termasuk dalam komponen penerapan Business Continuity Management (BCM) adalah:
Business Impact Analysis dan Risk Assessment
Business Continuity Plan
Testing/ Pengujian
Pengawasan aktif Satuan Kerja Manajemen Risiko
Bank wajib menyediakan modal untuk menutup risiko yang dihadapi bank, yaitu risiko yang tergolong sebagai;
Risiko yang dapat diperkirakan (Expected Loss)
Risiko yang tidak dapat diperkirakan (Unexpected Loss)
Risiko penyelamatan kredit (recovery)
Risiko gagalnya nasabah membayar kewajibannya (default)
Kebijakan kredit tidak terbatas hanya mengatur pemberian kredit biasa yaitu kredit bilateral, namun termasuk pula kegiatan:
Pembelian surat berharga lain yang diterbitkan oleh nasabah
Penjualan surat berharga lain yang diterbitkan nasabah
Pembelian aktiva tetap
Penjualan bancassurance
Untuk mengendalikan risiko kredit, bank membuat kebijakan perkreditan. Kebijakan kredit tersebut pada umumnya tidak memuat dan mengatur hal-hal pokok sebagai berikut:
Prinsip kehati-hatian dalam perkreditan
Metode perhitungan imbal hasil maksimum
Penyelesaian kredit bermasalah
Kebijaksanaan persetujuan kredit
Modal pada perbankan mempunyai fungsi utama untuk:
sumber dana memberikan kredit pada debitur
menyerap potensi kerugian pada bank
membeli gedung kantor yang permanen
membayar biaya tenaga kerja
Analisis kredit yang perlu dilakukan atas dasar kemampuan cash flow untuk membayar kewajiban pada umumnya diterapkan pada segmen:
Kredit Korporat dan Komersial
Kredit Mikro dan kredit konsumen
Kredit Konsumen dan kredit komersial
Kartu Kredit dan kredit konsumen
Mana dari transaksi perbankan di bawah ini yang dapat memicu terjadinya risiko kredit:
Menerbitkan obligasi jangka panjang dengan kupon tetap
Membeli obligasi yang diterbitkan oleh PT Astra Tbk
Transfer dana nasabah ke bank di luar negeri
Membeli obligasi yang diterbitkan Pemerintah (SUN)
Account Officer Bank ABC ketika melakukan kunjungan ke salah satu debiturnya (site visit), menemukan kejanggalan berupa perubahan perilaku dari contact person (key person) dad perusahaan debitur. Bapak "A" yang biasanya terbuka dalam memberikan informasi terkait kondisi/laporan keuangan, sekarang menjadi tertutup dan terkesan "petit bicara". Kejanggalan ini dapat merupakan indikasi bahwa:
Tidak terdapat masalah serius yang perlu diperhatikan
Bank tidak perlu kuatir terhadap perubahan kualitas kredit
debitur
Bank dapat langsung menyetujui permohonan tambahan kredit
Debitur menghadapi permasalahan sehingga meningkatkan risiko kredit
Bank pada umumnya membuat kebijakan dan prosedur perkreditan. Sesuai ketentuan Bank Indonesia, yang harus mendapat persetujuan dari Dewan Komisaris adalah:
Kebijakan perkreditan bank
Kebijakan dan prosedur perkreditan bank
Prosedur perkreditan bank
Petunjuk pelaksanaan perkreditan bank
