wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

LSPP Lev-2 (Part VI)

Total questions: 25

Worksheet time: 9mins

Name
Class
Date
1.

Dalam pengembangan software sistem manajemen risiko terkait penerapan manajemen risiko, sebelum diimplementasikan maka bank harus melakukan hal-hal sebagai berikut:

a)

Melakukan pengujian dan penilaian atas akurasi dan kinerja dari software baru tersebut

b)

Memastikan bahwa software baru tersebut tidak dapat mengakses data historis akuntansi dan manajemen

c)

Wajib secara internal melakukan pengembangan software tersebut tanpa bantuan pihak ketiga

d)

Melakukan pembelian/pemilihan software tersebut dengan

pertimbangan harga terendah saja

2.

Dalam upaya memenangkan persaingan pengembangan bisnis produk berkartu, Bank "Masa Depan Cerah" menetapkan kebijakan menurunkan biaya maintenance untuk perawatan hardware mesin ATM. Dengan kebijakan itu, bank dapat menghemat biaya yang signifikan dan menjadi bank dengan peraih laba terbesar di kelasnya. Di lain sisi, dengan tidak adanya perawatan yang optimal, mesin ATM tersebut sering bermasalah. Komplain nasabah pun menjadi meningkat. Kebijakan yang ditetapkan Bank "Masa Depan Cerah" berpotensi menimbulkan:

a)

Risiko strategik dan risiko hukum

b)

Risiko operasional dan risiko reputasi

c)

Risiko reputasi dan risiko kepatuhan

d)

Risiko kredit dan risiko reputasi

3.

The Basel Committee on Banking Supervision adalah suatu forum kerjasama negara-negara dalam hal pengawasan bank untuk meningkatkan kualitas perbankan secara internasional. Beberapa pernyataan yang terkait dengan maksud dan tujuan adanya the Basel Committee adalah kecuali :

a)

Memperkuat kerangka dasar budaya (soundness) dan stabilitas system perbankan internasional

b)

Menciptakan kerangka dasar yang konsisten dan tidak memihak (fair) bagi bank-bank di berbagai Negara dengan sumber daya berbeda, yang aktif menjalankan kegiatan operasional perbankan secara internasional

c)

Memperkuat kerangka dasar budaya (soundness) dan

stabilitas system perbankan nasional

d)

The Basel Committee diharapkan dapat menjadi acuan dalam mengurangi kesenjangan daya saing antar bank-bank

4.

Yang bukan merupakan manfaat penggunaan Key Risk Indicator (KRI) dalam pengelolaan risiko operasional adalah:

a)

Memantau dan memprediksi eksposur risiko

b)

Mengidentifikasi perubahan profil risiko operasional

c)

Mencatat kejadian kerugian

d)

Sebagai salah satu sumber masukan dalam penyusunan rencana audit

5.

Salah satu proses analisa atas kemampuan usaha calon debitur adalah menilai data kinerja keuangan hasil usaha beberapa tahun ke belakang. Tujuan yang ingin dicapai dalam melakukan langkah tersebut adalah kecuali:

a)

Penilaian kinerja debitur dimasa lalu

b)

Sebagai dasar untuk melakukan proyeksi keuangan kedepan

c)

Sebagai dasar menentukan rating atau kualitas perusahaan debitur

d)

Sebagai dasar untuk menilai karakter debitur

6.

Key Risk Indicator (KRI) adalah salah satu alat yang digunakan dalam menejemen resiko operasional. KRI mengamati secara langsung potensi risiko operasional dengan menggunakan:

a)

Inherent risk

b)

Kualitas control

c)

Batas limit (threshold)

d)

Frekuensi dan dampak

7.

Berbagai krisis keuangan yang terjadi dalam dua dekade terakhir menjadi pelajaran berharga yang dapat digunakan untuk memperbaiki kualitas industry perbankan. Pengalaman tersebut antara lain adalah krisis keuangan global yang diawali dengan kasus sub-prime mortgage di Amerika tahun 2008, dan sebelumnya adalah krisis keuangan Asia termasuk krisis perbankan di Indonesia yang terjadi pada tahun:

a)

1990

b)

1998

c)

1988

d)

2000

8.

Yang bukan merupakan manfaat dari pengumpulan data kerugian buat bank adalah:

a)

Untuk pemetaan database kerugian risiko operasional

b)

Untuk menentukan provisi atau cadangan untuk menutup

besarnya kerugian risiko operasional

c)

Untuk proses validasi penilaian risiko operasional

d)

Untuk mengantisipasi kerugian akibat risiko operasional yang belum terjadi

9.

Dalam menjalankan aktifitasnya, bank menghadapi risiko kerugian yang dapat diperkirakan (expected loss) maupun yang tidak dapat diperkirakan (unexpected loss). Untuk mengantisipasi kerugian yang dapat diperkirakan, bank melakukan langkah sebagai berikut:

a)

Menyediakan modal sesuai ketentuan regulator

b)

Menyediakan modal sesuai ketentuan internal

c)

Membentuk cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN)

d)

Tidak membebankan estimasi kerugian dalam pricing

10.

Path perhitungan kecukupan modal risiko kredit dengan menggunakan pendekatan Internal Rating Based (IRB) Foundation, terdapat beberapa komponen yang digunakan yaitu Probability of Default (PD), Loss Given Default (LGD), dan Exposure At Default (EAD). Komponen yang disediakan oleh regulator dalam pendekatan tersebut adalah:

a)

PD saja

b)

PD dan LGD

c)

PD dan EAD

d)

LGD dan EAD

11.

Pada profil risiko bank, risiko yang melekat pada aktivitas bank disebut dengan:

a)

Inherent risk

b)

Risk control system

c)

Action plan

d)

Residual risk

12.

Pengelolaan risiko operasional agar bank dapat segera dapat beroperasi kembali setelah terjadinya peristiwa luar biasa disebut dengan:

a)

Risiko Teknologi Informasi

b)

Business Continuity Management (BCM)

c)

Produk dan Aktivitas Baru

d)

Peningkatan Transparansi

13.

Sesuai ketentuan Basel II, ketentuan baru mengenai kebutuhan modal untuk menutup risiko adalah modal untuk menutup kerugian akibat:

a)

Risiko operasional

b)

Risiko kredit

c)

Risiko pasar

d)

Risiko likuiditas

14.

Tidak semua data yang ada di perbankan dapat dijadikan Key Risk Indicator (KRI) dalam kaitannya dengan pengelolaan risiko operasional. Berikut adalah syarat yang harus dipenuhi untuk menjadikan data menjadi KRI, yaitu:

a)

Data bersifat umum (general)

b)

Data tersebut harus terukur (measurable)

c)

Data yang harus diperoleh dari sumber eksternal (external source)

d)

Data yang bersumber dari regulator

15.

Kerugian yang timbul akibat kegagalan yang tidak disengaja atau lalai memenuhi kewajiban profesional terhadap klien tertentu, seperti kerugian karena komplain nasabah atas penyalahgunaan informasi bank, termasuk dalam kategori kejadian risiko, sebagai berikut:

a)

External Fraud

b)

Gangguan bisnis dan Kegagalan Sistem

c)

Klien, Produk dan Praktek Bisnis

d)

Eksekusi, Pengiriman dan Manajemen Proses

16.

Sistem rating debitur atau calon debitur berdasarkan gabungan aspek kuantitatif (informasi atau data keuangan) dan kualitatif, antara lain informasi/data management, pembayaran, pemasaran, produksi, maupun kondisi sosial dan lingkungan dan lainnya disebut dengan:

a)

Financial rating

b)

Customer rating

c)

Facility rating

d)

Consumer loan scoring

17.

Akibat menurunnya tingkat kepercayaan stakeholder yang bersumber dari persepsi negatif terhadap Bank maka Bank menghadapi risiko:

a)

Risiko Strategik

b)

Risiko Kepatuhan

c)

Risiko Legal

d)

Risiko Reputasi

18.

Hal-hal yang menjadi dasar penilaian agunan kredit adalah sebagai berikut, kecuali:

a)

Likuiditas agunan

b)

Pemilik agunan

c)

Marketabilitas

d)

Mudah dilakukan kontrol

19.

Basel II membedakan lini bisnis bank menjadi 8 lini bisnis. Berikut ini adalah beberapa lini bisnis tersebut, kecuali:

a)

Corporate Finance

b)

Trading & Sales

c)

Retail Banking

d)

Commercial Brokerage

20.

Dalam analisa agunan, apabila bank menerima real estate sebagai agunan, maka hal yang tidak perlu dipertimbangkan, adalah:

a)

Umur dan kondisi umum peralatan dan kualitas perawatan yang dilakukan

b)

Penilaian terakhir dilakukan

c)

Isu lingkungan terkait dengan real estate yang diagunkan

d)

Kegunaan dari real estate: satu atau lebih kegunaan

21.

Sumber pelunasan kredit debitur dapat berasal dari berbagai macam sumber sbb:

I. Operating cash flow

II. Refinancing

III. Akuisisi nasabah oleh bank lain

IV. Likuidasi agunan nasabah

a)

I dan ll

b)

I, Il dan III

c)

III dan IV

d)

I, II, III dan IV

22.

Sistem rating mengklasifikasikan entitas perusahaan/korporasi secara sistematis ke dalam suatu ke as risiko (grading atau peringkat). Dengan rating, dapat dilakukan estimasi:

a)

Probability of Default (PD)

b)

Exposure of Default (EAD)

c)

Loss Given Default (LGD)

d)

Legal of Default (LAD)

23.

Untuk memahami permasalahan pada laporan historis rasio keuangan nasabah, dapat digunakan analisa dupont, dimana perubahan ROA (return on asset) dijelaskan dari perubahan:

I. Profit Margin dan Leverage

II. Total asset turn over dan Debt to Equity Ratio

III. Profit margin dan Total asset turnover

IV. Current ratio dan quick ratio

a)

I dan II

b)

I, II dan III

c)

I, dan III

d)

I, II, III dan IV

24.

Portfolio kredit milik Bank perlu dimonitor secara disiplin. Alat yang digunakan untuk memantau kondisi kredit debitur adalah sebagai berikut, kecuali :

a)

Memantau kondisi keuangan terakhir debitur

b)

Melaksanakan tindak lanjut apabila teridentifikasi terdapat permasalahan

c)

Menilai kecukupan agunan dengan kondisi pasar terkini

d)

Pengukuran potensi risiko hukum dan reputasi yang harus

dikelola Bank

25.

Perhitungan modal risiko operasional dengan The Standardized Approach (SA), bank harus meyakinkan BI (Pengawas Bank) bahwa bank telah memenuhi persyaratan minimum sebagai berikut:

I. Pengawasan aktif Dewan Direksi dan Manajemen Senior dalam kerangka kerja manajemen risiko operasional

II. Memiliki unit pengendalian risiko dan fungsi audit yang independent

III. Memiliki fungsi manajemen risiko operasional dengan tanggung jawab yang jelas

IV. Bank sudah membukukan laba tiga tahun terakhir

a)

I dan II

b)

I, II dan III

c)

I, II, III dan IV

d)

I dan III