NEW
Font size
WorksheetsREMIDI ke 2 PAS GSL B.INDO KLS X
Total questions: 50
Worksheet time: 2hrs 40mins
Bacalah kutipan teks laporan hasil observasi berikut!
(1) Bunga melati adalah tumbuhan yang hanya tumbuh di sebagian Asia Tenggara dan Australia. (2) Bunga ini ditetapkan sebagai bunga bangsa bagi Indonesia atau tepatnya Puspa Bangsa. (3) Artinya, bunga ini diakui sebagai salah satu bunga ciri khas negara Indonesia.
(4) Bunganya tumbuh di antara daunnya. (5) Jumlahnya terbatas, hanya ada 1 hingga 3 bunga untuk setiap kumpulan daun. (6) Setiap bunga memiliki antara 4 hingga 9 kelopak, 4 ovula dan 2 lokulus. (7) Sementara itu, benang sarinya sangat pendek jika dibandingkan dengan bunga lainnya. (8) Ukuran bunganya rata-rata berdiameter 2,5. (9) Warnanya putih cerah dengan aksen putih lilin atau sedikit kekuningan. (10) Mahkota bunganya berbentuk lembaran mengerut, seperti terompet namun pendek.
Paragraf pertama dalam kutipan teks laporan hasil observasi tersebut termasuk struktur yang berupa...
pernyataan umum
argumentasi
tesis
deskripsi bagian
deskripsi manfaat
(1) Bunga melati adalah tumbuhan yang hanya tumbuh di sebagian Asia Tenggara dan Australia. (2) Bunga ini ditetapkan sebagai bunga bangsa bagi Indonesia atau tepatnya Puspa Bangsa. (3) Artinya, bunga ini diakui sebagai salah satu bunga ciri khas negara Indonesia.
(4) Bunganya tumbuh di antara daunnya. (5) Jumlahnya terbatas, hanya ada 1 hingga 3 bunga untuk setiap kumpulan daun. (6) Setiap bunga memiliki antara 4 hingga 9 kelopak, 4 ovula dan 2 lokulus. (7) Sementara itu, benang sarinya sangat pendek jika dibandingkan dengan bunga lainnya. (8) Ukuran bunganya rata-rata berdiameter 2,5. (9) Warnanya putih cerah dengan aksen putih lilin atau sedikit kekuningan. (10) Mahkota bunganya berbentuk lembaran mengerut, seperti terompet namun pendek.
Paragraf kedua dalam kutipan teks laporan hasil observasi tersebut termasuk struktur yang berupa
pernyataan umum
argumentasi
tesis
deskripsi bagian
deskripsi manfaat
(1) Bunga melati adalah tumbuhan yang hanya tumbuh di sebagian Asia Tenggara dan Australia. (2) Bunga ini ditetapkan sebagai bunga bangsa bagi Indonesia atau tepatnya Puspa Bangsa. (3) Artinya, bunga ini diakui sebagai salah satu bunga ciri khas negara Indonesia.
(4) Bunganya tumbuh di antara daunnya. (5) Jumlahnya terbatas, hanya ada 1 hingga 3 bunga untuk setiap kumpulan daun. (6) Setiap bunga memiliki antara 4 hingga 9 kelopak, 4 ovula dan 2 lokulus. (7) Sementara itu, benang sarinya sangat pendek jika dibandingkan dengan bunga lainnya. (8) Ukuran bunganya rata-rata berdiameter 2,5. (9) Warnanya putih cerah dengan aksen putih lilin atau sedikit kekuningan. (10) Mahkota bunganya berbentuk lembaran mengerut, seperti terompet namun pendek
1.
Kalimat definisi dalam kutipan teks laporan hasil observasi tersebut adalah kalimat….
(5)
(4)
(3)
(3)
(1)
(1) Bunga melati adalah tumbuhan yang hanya tumbuh di sebagian Asia Tenggara dan Australia. (2) Bunga ini ditetapkan sebagai bunga bangsa bagi Indonesia atau tepatnya Puspa Bangsa. (3) Artinya, bunga ini diakui sebagai salah satu bunga ciri khas negara Indonesia.
(4) Bunganya tumbuh di antara daunnya. (5) Jumlahnya terbatas, hanya ada 1 hingga 3 bunga untuk setiap kumpulan daun. (6) Setiap bunga memiliki antara 4 hingga 9 kelopak, 4 ovula dan 2 lokulus. (7) Sementara itu, benang sarinya sangat pendek jika dibandingkan dengan bunga lainnya. (8) Ukuran bunganya rata-rata berdiameter 2,5. (9) Warnanya putih cerah dengan aksen putih lilin atau sedikit kekuningan. (10) Mahkota bunganya berbentuk lembaran mengerut, seperti terompet namun pendek.
Kata kerja (verba) dalam kutipan teks laporan hasil observasi tersebut adalah….
tumbuhan
bunga
ditetapkan
lembaran
kekuningan
(1) Jika dicium dengan seksama, bunga melati menghasilkan wewangian. (2) Aromanya segar dan berbau manis. (3) Konon bunga melati lebih banyak melepaskan aromanya di malam hari, tetapi pada masa observasi berlangsung di siang hari bunga ini tetap beraroma kuat jika diendus dari dekat.
(4) Bunga melati adalah salah satu kekayaan tumbuhan negara yang telah ditetapkan sebagai bunga bangsa. (5) Aromanya yang memikat membuat bunga ini sering dijadikan teh bunga melati yang biasa dicampurkan dengan daun teh muda. (6) Mari kita turut melestarikannya dengan cara ikut menanamnya atau sesederhana mencicip tehnya yang terkenal harum dan menyegarkan.
Letak kalimat utama pada paragraf pertama dalam teks laporan hasil observasi tersebut terdapat di … paragraf.
akhir
tengah
awal
awal dan
akhir
menyebar
(1) Jika dicium dengan seksama, bunga melati menghasilkan wewangian. (2) Aromanya segar dan berbau manis. (3) Konon bunga melati lebih banyak melepaskan aromanya di malam hari, tetapi pada masa observasi berlangsung di siang hari bunga ini tetap beraroma kuat jika diendus dari dekat.
(4) Bunga melati adalah salah satu kekayaan tumbuhan negara yang telah ditetapkan sebagai bunga bangsa. (5) Aromanya yang memikat membuat bunga ini sering dijadikan teh bunga melati yang biasa dicampurkan dengan daun teh muda. (6) Mari kita turut melestarikannya dengan cara ikut menanamnya atau sesederhana mencicip tehnya yang terkenal harum dan menyegarkan.
Berdasarkan letak kalimat utama, jenis paragraf pertama dalam teks laporan hasil observasi tersebut adalah….
deduktif
induktif
ineratif
campuran
deskriptif
(1) Jika dicium dengan seksama, bunga melati menghasilkan wewangian. (2) Aromanya segar dan berbau manis. (3) Konon bunga melati lebih banyak melepaskan aromanya di malam hari, tetapi pada masa observasi berlangsung di siang hari bunga ini tetap beraroma kuat jika diendus dari dekat.
(4) Bunga melati adalah salah satu kekayaan tumbuhan negara yang telah ditetapkan sebagai bunga bangsa. (5) Aromanya yang memikat membuat bunga ini sering dijadikan teh bunga melati yang biasa dicampurkan dengan daun teh muda. (6) Mari kita turut melestarikannya dengan cara ikut menanamnya atau sesederhana mencicip tehnya yang terkenal harum dan menyegarkan.
Paragraf kedua dalam kutipan teks laporan hasil observasi tersebut termasuk struktur yang berupa….
pernyataan umum
argumentasi
tesis
deskripsi bagian
deskripsi manfaat
(1) Jika dicium dengan seksama, bunga melati menghasilkan wewangian. (2) Aromanya segar dan berbau manis. (3) Konon bunga melati lebih banyak melepaskan aromanya di malam hari, tetapi pada masa observasi berlangsung di siang hari bunga ini tetap beraroma kuat jika diendus dari dekat.
(4) Bunga melati adalah salah satu kekayaan tumbuhan negara yang telah ditetapkan sebagai bunga bangsa. (5) Aromanya yang memikat membuat bunga ini sering dijadikan teh bunga melati yang biasa dicampurkan dengan daun teh muda. (6) Mari kita turut melestarikannya dengan cara ikut menanamnya atau sesederhana mencicip tehnya yang terkenal harum dan menyegarkan.
Kata “kaya” termasuk jenis kata sifat (adjektiva). Setelah mendapatkan imbuhan berupa konfiks ke-an menjadi “kekayaan” yang berupa kata….
benda (nomina)
kerja (verba)
sifat (adjektiva)
preposisi
adverbial
Bacalah kutipan teks eksposisi berikut !
Apabila masih tidak ada tindakan yang cepat dan tepat maka dalam kurun waktu sepuluh tahun ke depan hutan Sumatera akan punah. Hal ini juga akan diikuti oleh hutan Kalimantan. Saat ini tidak terlihat adanya tanda-tanda perbaikan pengelolaan hutan dibandingkan tahun-tahun lalu. Sebaliknya, justru malah cenderung memburuk. Penebangan liar semakin meningkat dan bencana alam kebakaran hutan malah terus terjadi. Hal ini diperparah dengan dibukanya hutan lindung untuk lahan pertambangan. Jika terus begini maka nasib hutan Indonesia akan semakin suram.
Di pulau Sumatera, berdasarkan titik kebakarannya sebanyak 49% hutan gambut, 13% alang-alang, 10% hutan dataran rendah, 10% pertanian/pemukiman masyarakat, 8% perkebunan dan sisa rawa (non-gambut) telah habis terbakar. Kerugian yang dialami juga tidak main-main. Pada tahun 1997 lalu diperkirakan kerugian mencapai angka Rp2-4 triliun. Kondisi hutan negara kita sungguh sangat memprihatinkan. Dalam kurun periode sekitar 50 tahun, hutan alam di Indonesia akan mengalami penurunan luas kurang lebih 64 juta hektare. Keanekaragaman hayati di dataran rendah Sumatera juga telah musnah akibat pembukaan hutan alam di sana. Pembukaan lahan dengan cara bakar hutan hanya akan menambah masalah kerusakan. Berjuta-juta spesies flora dan fauna punah dengan sia-sia. Munculnya kasus-kasus kebakaran hutan juga semakin memperburuk kondisi.
Kebijakan pembukaan kawasan hutan lindung untuk area pertambangan juga akan semakin memperparah kondisi. Jika begini terus, jelas-jelas Indonesia akan kehilangan salah satu sumber daya alam terbaiknya.
Paragraf kedua dalam kutipan teks eksposisi tersebut termasuk struktur yang berisi….
deskripsi bagian
deskripsi
manfaat
tesis
argumentasi
penegasan ulang
Apabila masih tidak ada tindakan yang cepat dan tepat maka dalam kurun waktu sepuluh tahun ke depan hutan Sumatera akan punah. Hal ini juga akan diikuti oleh hutan Kalimantan. Saat ini tidak terlihat adanya tanda-tanda perbaikan pengelolaan hutan dibandingkan tahun-tahun lalu. Sebaliknya, justru malah cenderung memburuk. Penebangan liar semakin meningkat dan bencana alam kebakaran hutan malah terus terjadi. Hal ini diperparah dengan dibukanya hutan lindung untuk lahan pertambangan. Jika terus begini maka nasib hutan Indonesia akan semakin suram.
Di pulau Sumatera, berdasarkan titik kebakarannya sebanyak 49% hutan gambut, 13% alang-alang, 10% hutan dataran rendah, 10% pertanian/pemukiman masyarakat, 8% perkebunan dan sisa rawa (non-gambut) telah habis terbakar. Kerugian yang dialami juga tidak main-main. Pada tahun 1997 lalu diperkirakan kerugian mencapai angka Rp2-4 triliun. Kondisi hutan negara kita sungguh sangat memprihatinkan. Dalam kurun periode sekitar 50 tahun, hutan alam di Indonesia akan mengalami penurunan luas kurang lebih 64 juta hektare. Keanekaragaman hayati di dataran rendah Sumatera juga telah musnah akibat pembukaan hutan alam di sana. Pembukaan lahan dengan cara bakar hutan hanya akan menambah masalah kerusakan. Berjuta-juta spesies flora dan fauna punah dengan sia-sia. Munculnya kasus-kasus kebakaran hutan juga semakin memperburuk kondisi.
Kebijakan pembukaan kawasan hutan lindung untuk area pertambangan juga akan semakin memperparah kondisi. Jika begini terus, jelas-jelas Indonesia akan kehilangan salah satu sumber daya alam terbaiknya.
Paragraf ketiga dalam kutipan teks eksposisi tersebut termasuk struktur yang berisi….
tesis
argumentasi
penegasan
ulang
deskripsi bagian
deskripsi
manfaat
Bacalah kutipan teks eksposisi berikut !
Apabila masih tidak ada tindakan yang cepat dan tepat maka dalam kurun waktu sepuluh tahun ke depan hutan Sumatera akan punah. Hal ini juga akan diikuti oleh hutan Kalimantan. Saat ini tidak terlihat adanya tanda-tanda perbaikan pengelolaan hutan dibandingkan tahun-tahun lalu. Sebaliknya, justru malah cenderung memburuk. Penebangan liar semakin meningkat dan bencana alam kebakaran hutan malah terus terjadi. Hal ini diperparah dengan dibukanya hutan lindung untuk lahan pertambangan. Jika terus begini maka nasib hutan Indonesia akan semakin suram.
Di pulau Sumatera, berdasarkan titik kebakarannya sebanyak 49% hutan gambut, 13% alang-alang, 10% hutan dataran rendah, 10% pertanian/pemukiman masyarakat, 8% perkebunan dan sisa rawa (non-gambut) telah habis terbakar. Kerugian yang dialami juga tidak main-main. Pada tahun 1997 lalu diperkirakan kerugian mencapai angka Rp2-4 triliun. Kondisi hutan negara kita sungguh sangat memprihatinkan. Dalam kurun periode sekitar 50 tahun, hutan alam di Indonesia akan mengalami penurunan luas kurang lebih 64 juta hektare. Keanekaragaman hayati di dataran rendah Sumatera juga telah musnah akibat pembukaan hutan alam di sana. Pembukaan lahan dengan cara bakar hutan hanya akan menambah masalah kerusakan. Berjuta-juta spesies flora dan fauna punah dengan sia-sia. Munculnya kasus-kasus kebakaran hutan juga semakin memperburuk kondisi.
Kebijakan pembukaan kawasan hutan lindung untuk area pertambangan juga akan semakin memperparah kondisi. Jika begini terus, jelas-jelas Indonesia akan kehilangan salah satu sumber daya alam terbaiknya.
1. Setelah membaca kutipan teks eksposisi tersebut, kita dapat mengetahui kondisi hutan di Sumatra saat ini. Hal tersebut sesuai dengan ciri teks eksposisi yang bersifat….
objektif
informatif
faktual
aktual
imajinatif
Bacalah kutipan teks eksposisi berikut! Apabila masih tidak ada tindakan yang cepat dan tepat maka dalam kurun waktu sepuluh tahun ke depan hutan Sumatera akan punah. Hal ini juga akan diikuti oleh hutan Kalimantan. Saat ini tidak terlihat adanya tanda-tanda perbaikan pengelolaan hutan dibandingkan tahun-tahun lalu. Sebaliknya, justru malah cenderung memburuk. Penebangan liar semakin meningkat dan bencana alam kebakaran hutan malah terus terjadi. Hal ini diperparah dengan dibukanya hutan lindung untuk lahan pertambangan. Jika terus begini maka nasib hutan Indonesia akan semakin suram.
Di pulau Sumatera, berdasarkan titik kebakarannya sebanyak 49% hutan gambut, 13% alang-alang, 10% hutan dataran rendah, 10% pertanian/pemukiman masyarakat, 8% perkebunan dan sisa rawa (non-gambut) telah habis terbakar. Kerugian yang dialami juga tidak main-main. Pada tahun 1997 lalu diperkirakan kerugian mencapai angka Rp2-4 triliun. Kondisi hutan negara kita sungguh sangat memprihatinkan. Dalam kurun periode sekitar 50 tahun, hutan alam di Indonesia akan mengalami penurunan luas kurang lebih 64 juta hektare. Keanekaragaman hayati di dataran rendah Sumatera juga telah musnah akibat pembukaan hutan alam di sana. Pembukaan lahan dengan cara bakar hutan hanya akan menambah masalah kerusakan. Berjuta-juta spesies flora dan fauna punah dengan sia-sia. Munculnya kasus-kasus kebakaran hutan juga semakin memperburuk kondisi.
Kebijakan pembukaan kawasan hutan lindung untuk area pertambangan juga akan semakin memperparah kondisi. Jika begini terus, jelas-jelas Indonesia akan kehilangan salah satu sumber daya alam terbaiknya.
Setelah membaca kutipan teks eksposisi tersebut, kita dapat mengetahui kondisi hutan di Sumatra saat ini. Hal tersebut sesuai dengan ciri teks eksposisi yang bersifat….
objektif
informatif
faktual
aktual
imajinatif
Bacalah kutipan teks eksposisi berikut !
Apabila masih tidak ada tindakan yang cepat dan tepat maka dalam kurun waktu sepuluh tahun ke depan hutan Sumatera akan punah. Hal ini juga akan diikuti oleh hutan Kalimantan. Saat ini tidak terlihat adanya tanda-tanda perbaikan pengelolaan hutan dibandingkan tahun-tahun lalu. Sebaliknya, justru malah cenderung memburuk. Penebangan liar semakin meningkat dan bencana alam kebakaran hutan malah terus terjadi. Hal ini diperparah dengan dibukanya hutan lindung untuk lahan pertambangan. Jika terus begini maka nasib hutan Indonesia akan semakin suram.
Di pulau Sumatera, berdasarkan titik kebakarannya sebanyak 49% hutan gambut, 13% alang-alang, 10% hutan dataran rendah, 10% pertanian/pemukiman masyarakat, 8% perkebunan dan sisa rawa (non-gambut) telah habis terbakar. Kerugian yang dialami juga tidak main-main. Pada tahun 1997 lalu diperkirakan kerugian mencapai angka Rp2-4 triliun. Kondisi hutan negara kita sungguh sangat memprihatinkan. Dalam kurun periode sekitar 50 tahun, hutan alam di Indonesia akan mengalami penurunan luas kurang lebih 64 juta hektare. Keanekaragaman hayati di dataran rendah Sumatera juga telah musnah akibat pembukaan hutan alam di sana. Pembukaan lahan dengan cara bakar hutan hanya akan menambah masalah kerusakan. Berjuta-juta spesies flora dan fauna punah dengan sia-sia. Munculnya kasus-kasus kebakaran hutan juga semakin memperburuk kondisi.
Kebijakan pembukaan kawasan hutan lindung untuk area pertambangan juga akan semakin memperparah kondisi. Jika begini terus, jelas-jelas Indonesia akan kehilangan salah satu sumber daya alam terbaiknya.
Frasa “akan punah” dalam kalimat pertama, paragraf pertama dalam kutipan teks eksposisi tersebut termasuk jenis frasa….
benda (nominal)
kerja (verbal)
sifat (adjektival)
preposisional
adverbial
Apabila masih tidak ada tindakan yang cepat dan tepat maka dalam kurun waktu sepuluh tahun ke depan hutan Sumatera akan punah. Hal ini juga akan diikuti oleh hutan Kalimantan. Saat ini tidak terlihat adanya tanda-tanda perbaikan pengelolaan hutan dibandingkan tahun-tahun lalu. Sebaliknya, justru malah cenderung memburuk. Penebangan liar semakin meningkat dan bencana alam kebakaran hutan malah terus terjadi. Hal ini diperparah dengan dibukanya hutan lindung untuk lahan pertambangan. Jika terus begini maka nasib hutan Indonesia akan semakin suram.
Di pulau Sumatera, berdasarkan titik kebakarannya sebanyak 49% hutan gambut, 13% alang-alang, 10% hutan dataran rendah, 10% pertanian/pemukiman masyarakat, 8% perkebunan dan sisa rawa (non-gambut) telah habis terbakar. Kerugian yang dialami juga tidak main-main. Pada tahun 1997 lalu diperkirakan kerugian mencapai angka Rp2-4 triliun. Kondisi hutan negara kita sungguh sangat memprihatinkan. Dalam kurun periode sekitar 50 tahun, hutan alam di Indonesia akan mengalami penurunan luas kurang lebih 64 juta hektare. Keanekaragaman hayati di dataran rendah Sumatera juga telah musnah akibat pembukaan hutan alam di sana. Pembukaan lahan dengan cara bakar hutan hanya akan menambah masalah kerusakan. Berjuta-juta spesies flora dan fauna punah dengan sia-sia. Munculnya kasus-kasus kebakaran hutan juga semakin memperburuk kondisi.
Kebijakan pembukaan kawasan hutan lindung untuk area pertambangan juga akan semakin memperparah kondisi. Jika begini terus, jelas-jelas Indonesia akan kehilangan salah satu sumber daya alam terbaiknya.
Hal ini juga akan diikuti oleh hutan Kalimantan.
Kutipan kalimat dalam teks eksposisi tersebut terdapat kata “ini” yang termasuk pronomina….
persona tunggal
persona jamak
penunjuk tempat
penunjuk umum
penanya
Apabila masih tidak ada tindakan yang cepat dan tepat maka dalam kurun waktu sepuluh tahun ke depan hutan Sumatera akan punah. Hal ini juga akan diikuti oleh hutan Kalimantan. Saat ini tidak terlihat adanya tanda-tanda perbaikan pengelolaan hutan dibandingkan tahun-tahun lalu. Sebaliknya, justru malah cenderung memburuk. Penebangan liar semakin meningkat dan bencana alam kebakaran hutan malah terus terjadi. Hal ini diperparah dengan dibukanya hutan lindung untuk lahan pertambangan. Jika terus begini maka nasib hutan Indonesia akan semakin suram.
Di pulau Sumatera, berdasarkan titik kebakarannya sebanyak 49% hutan gambut, 13% alang-alang, 10% hutan dataran rendah, 10% pertanian/pemukiman masyarakat, 8% perkebunan dan sisa rawa (non-gambut) telah habis terbakar. Kerugian yang dialami juga tidak main-main. Pada tahun 1997 lalu diperkirakan kerugian mencapai angka Rp2-4 triliun. Kondisi hutan negara kita sungguh sangat memprihatinkan. Dalam kurun periode sekitar 50 tahun, hutan alam di Indonesia akan mengalami penurunan luas kurang lebih 64 juta hektare. Keanekaragaman hayati di dataran rendah Sumatera juga telah musnah akibat pembukaan hutan alam di sana. Pembukaan lahan dengan cara bakar hutan hanya akan menambah masalah kerusakan. Berjuta-juta spesies flora dan fauna punah dengan sia-sia. Munculnya kasus-kasus kebakaran hutan juga semakin memperburuk kondisi.
Kebijakan pembukaan kawasan hutan lindung untuk area pertambangan juga akan semakin memperparah kondisi. Jika begini terus, jelas-jelas Indonesia akan kehilangan salah satu sumber daya alam terbaiknya.
Kalimat berikut yang termasuk kalimat verbal pasif adalah….
Sebaliknya, justru malah cenderung memburuk.
Penebangan liar semakin meningkat.
Pembukaan lahan dengan cara bakar hutan hanya
akan menambah masalah kerusakan.
Munculnya kasus-kasus kebakaran hutan juga semakin memperburuk kondisi.
Hal ini diperparah dengan dibukanya hutan lindung
untuk lahan pertambangan.
Simaklah kutipan teks anekdot berikut !
Nangka Impor
(1) Seorang teman diplomat yang baru ditempatkan di Belanda bercerita.
(2) Saya pernah makan siang di sebuah restoran Indonesia sederhana di Amsterdam. Saya kaget ternyata salah satu menunya ada masakan gudeg Yogya.
Saya penasaran. Maka langsung saya pesan satu porsi.
Setelah saya cicipi, percaya atau tidak, ternyata rasanya lebih enak daripada gudeg di Yogya yang asli!
(3) Lebih penasaran lagi. Maka saya nanya:
“Mas, apa rahasianya kok gudeg di sini rasanya lebih enak dibandingkan dengan di tempat aslinya?”
“Oh, itu karena nangkanya, Mas. Di Yogya kan pakai nangka lokal. Nah, kalau kami di sini memakai nangka impor,” jawabnya.
(4) “Emang nangkanya impor dari mana?”
(5) “Dari Yogya, Mas...”
Bagian orientasi dalam kutipan anekdot tersebut, terdapat pada nomor….
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
Simaklah kutipan teks anekdot berikut !
Nangka Impor
(1) Seorang teman diplomat yang baru ditempatkan di Belanda bercerita.
(2) Saya pernah makan siang di sebuah restoran Indonesia sederhana di Amsterdam. Saya kaget ternyata salah satu menunya ada masakan gudeg Yogya.
Saya penasaran. Maka langsung saya pesan satu porsi.
Setelah saya cicipi, percaya atau tidak, ternyata rasanya lebih enak daripada gudeg di Yogya yang asli!
(3) Lebih penasaran lagi. Maka saya nanya:
“Mas, apa rahasianya kok gudeg di sini rasanya lebih enak dibandingkan dengan di tempat aslinya?”
“Oh, itu karena nangkanya, Mas. Di Yogya kan pakai nangka lokal. Nah, kalau kami di sini memakai nangka impor,” jawabnya.
(4) “Emang nangkanya impor dari mana?”
(5) “Dari Yogya, Mas...”
Krisis dalam anekdot tersebut, terdapat pada nomor….
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
Simaklah kutipan teks anekdot berikut !
Nangka Impor
(1) Seorang teman diplomat yang baru ditempatkan di Belanda bercerita.
(2) Saya pernah makan siang di sebuah restoran Indonesia sederhana di Amsterdam. Saya kaget ternyata salah satu menunya ada masakan gudeg Yogya.
Saya penasaran. Maka langsung saya pesan satu porsi.
Setelah saya cicipi, percaya atau tidak, ternyata rasanya lebih enak daripada gudeg di Yogya yang asli!
(3) Lebih penasaran lagi. Maka saya nanya:
“Mas, apa rahasianya kok gudeg di sini rasanya lebih enak dibandingkan dengan di tempat aslinya?”
“Oh, itu karena nangkanya, Mas. Di Yogya kan pakai nangka lokal. Nah, kalau kami di sini memakai nangka impor,” jawabnya.
(4) “Emang nangkanya impor dari mana?”
(5) “Dari Yogya, Mas...”
Makna tersirat dalam kutipan anekdot tersebut adalah….
Menyindir seorang
pejabat mendapat fasilitas jalan-jalan ke luar negeri.
Menceritakan
bahwa makanan khas Indonesia digemari orang luar negeri.
Menceritakan gudeg
di Amsterdam lebih enak dibandingkan Gudeg di Yogya
Menceritakan makanan di Amsterdam lebih enak daripada makanan di Indonesia
Menyindir
orang yang beranggapan bahwa produk impor lebih baik dari produk lokal.
Simaklah kutipan teks anekdot berikut !
Nangka Impor
(1) Seorang teman diplomat yang baru ditempatkan di Belanda bercerita.
(2) Saya pernah makan siang di sebuah restoran Indonesia sederhana di Amsterdam. Saya kaget ternyata salah satu menunya ada masakan gudeg Yogya.
Saya penasaran. Maka langsung saya pesan satu porsi.
Setelah saya cicipi, percaya atau tidak, ternyata rasanya lebih enak daripada gudeg di Yogya yang asli!
(3) Lebih penasaran lagi. Maka saya nanya:
“Mas, apa rahasianya kok gudeg di sini rasanya lebih enak dibandingkan dengan di tempat aslinya?”
“Oh, itu karena nangkanya, Mas. Di Yogya kan pakai nangka lokal. Nah, kalau kami di sini memakai nangka impor,” jawabnya.
(4) “Emang nangkanya impor dari mana?”
(5) “Dari Yogya, Mas...”
Kata kerja aksi yang terdapat dalam kutipan teks anekdot “Nangka Impor” adalah….
diplomat
bercerita
sederhana
satu porsi
rasanya
Simaklah kutipan teks anekdot !
Nangka Impor
(1) Seorang teman diplomat yang baru ditempatkan di Belanda bercerita.
(2) Saya pernah makan siang di sebuah restoran Indonesia sederhana di Amsterdam. Saya kaget ternyata salah satu menunya ada masakan gudeg Yogya.
Saya penasaran. Maka langsung saya pesan satu porsi.
Setelah saya cicipi, percaya atau tidak, ternyata rasanya lebih enak daripada gudeg di Yogya yang asli!
(3) Lebih penasaran lagi. Maka saya nanya:
“Mas, apa rahasianya kok gudeg di sini rasanya lebih enak dibandingkan dengan di tempat aslinya?”
“Oh, itu karena nangkanya, Mas. Di Yogya kan pakai nangka lokal. Nah, kalau kami di sini memakai nangka impor,” jawabnya.
(4) “Emang nangkanya impor dari mana?”
(5) “Dari Yogya, Mas...”
Kalimat yang menggunakan konjungsi yang menyatakan hubungan waktu dalam kutipan teks anekdot “Nangka Impor”adalah….
Seorang teman diplomat yang baru
ditempatkan di Belanda bercerita.
Saya kaget ternyata salah satu menunya ada
masakan gudeg Yogya.
Saya penasaran.
Setelah saya cicipi,
percaya atau tidak, ternyata rasanya lebih enak…
Lebih penasaran
lagi.
Simaklah kutipan teks anekdot berikut !
Nangka Impor
(1) Seorang teman diplomat yang baru ditempatkan di Belanda bercerita.
(2) Saya pernah makan siang di sebuah restoran Indonesia sederhana di Amsterdam. Saya kaget ternyata salah satu menunya ada masakan gudeg Yogya.
Saya penasaran. Maka langsung saya pesan satu porsi.
Setelah saya cicipi, percaya atau tidak, ternyata rasanya lebih enak daripada gudeg di Yogya yang asli!
(3) Lebih penasaran lagi. Maka saya nanya:
“Mas, apa rahasianya kok gudeg di sini rasanya lebih enak dibandingkan dengan di tempat aslinya?”
“Oh, itu karena nangkanya, Mas. Di Yogya kan pakai nangka lokal. Nah, kalau kami di sini memakai nangka impor,” jawabnya.
(4) “Emang nangkanya impor dari mana?”
(5) “Dari Yogya, Mas...”
Kalimat seru dalam kutipan teks anekdot “Nangka Impor” adalah….
Oh, itu karena nangkanya, Mas.
Emang nangkanya impor dari mana?
Dari Yogya, Mas...
Maka langsung saya pesan satu porsi.
Maka saya nanya.
Bacalah kutipan teks anekdot berikut !
Cara Keledai Membaca Buku
Alkisah, seorang raja bernama Timur Lenk menghadiahi Nasrudin seekor keledai. Nasrudin menerimanya dengan senang hati. Namun, Timur Lenk memberi syarat, agar Nasrudin mengajari terlebih dahulu keledai itu agar dapat membaca. Timur Lenk memberi waktu dua minggu sejak sekarang kepada Nasrudin.
Nasrudin menerima syarat itu dan berlalu. Sambil menuntun keledai itu ia memikirkan apa yang akan diperbuat. Jika ia dapat mengajari keledai itu untuk membaca, tentu ia akan menerima hadiah, namun jika tidak maka hukuman pasti akan ditimpakan kepadanya.
….
Paragraf pertama dalam kutipan anekdot tersebut adalah struktur bagian….
abstraksi
orientasi
orientasi
reaksi
koda
Bacalah kutipan teks anekdot berikut !
Cara Keledai Membaca Buku
Alkisah, seorang raja bernama Timur Lenk menghadiahi Nasrudin seekor keledai. Nasrudin menerimanya dengan senang hati. Namun, Timur Lenk memberi syarat, agar Nasrudin mengajari terlebih dahulu keledai itu agar dapat membaca. Timur Lenk memberi waktu dua minggu sejak sekarang kepada Nasrudin.
Nasrudin menerima syarat itu dan berlalu. Sambil menuntun keledai itu ia memikirkan apa yang akan diperbuat. Jika ia dapat mengajari keledai itu untuk membaca, tentu ia akan menerima hadiah, namun jika tidak maka hukuman pasti akan ditimpakan kepadanya.
….
Pesan tersirat yang paling tepat berdasarkan kutipan anekdot tersebut adalah….
Jadilah pemimpin yang dermawan.
Seharusnya rakyat selalu
patuh pada rajanya meski perintah raja mustahil dilakukan.
Hendaknya ikhlas ketika
memberikan hadiah untuk seseorang.
Rakyat kecil selalu takut
mendapat hukuman dari raja/ pimpinan.
Keledai adalah hewan yang
cerdas.
Cermati kutipan teks anekdot berikut !
Cara Keledai Membaca Buku
Si keledai menatap buku itu. Kemudian, sangat ajaib! Tak lama kemudian Si Keledai mulai membuka-buka buku itu dengan lidahnya. Terus menerus, lembar demi lembar hingga halaman terakhir. Setelah itu, si keledai menatap Nasrudin seolah berkata ia telah membaca seluruh isi bukunya.
“Demikianlah, keledaiku sudah membaca semua lembar bukunya,” kata Nasrudin. Timur Lenk merasa ada yang tidak beres dan ia mulai menginterogasi. Ia kagum dan memberi hadiah kepada Nasrudin. Namun, ia minta jawaban “Bagaimana cara mengajari keledai membaca?”
Nasrudin berkisah, “Sesampainya di rumah, aku siapkan lembaran-lembaran besar mirip buku. Aku sisipkan biji-biji gandum di dalamnya. Keledai itu harus belajar membalik-balik halaman untuk bisa makan biji-biji itu, kalau tidak ditemukan biji gandumnya ia harus membalik halaman berikutnya. Itulah yang ia lakukan terus sampai ia terlatih membalik-balik halaman buku itu.”
“Namun, bukankah ia tidak mengerti apa yang dibacanya?” tukas Timur Lenk. Nasrudin menjawab, “Memang demikianlah cara keledai membaca, hanya membalik-balik halaman tanpa mengerti isinya.”
“Jadi, kalau kita juga membuka-buka buku tanpa mengerti isinya, berarti kita sebodoh keledai, bukan?” kata Nashrudin dengan mimik serius.
Sindiran dalam kutipan anekdot tersebut ditujukan untuk ….
Timur Lenk
Nasrudin
keledai
semua orang
yang gemar membaca
pembaca buku
yang tidak paham isi bacaan yang dibacanya
Cermati kutipan teks anekdot berikut !
Cara Keledai Membaca Buku
Si keledai menatap buku itu. Kemudian, sangat ajaib! Tak lama kemudian Si Keledai mulai membuka-buka buku itu dengan lidahnya. Terus menerus, lembar demi lembar hingga halaman terakhir. Setelah itu, si keledai menatap Nasrudin seolah berkata ia telah membaca seluruh isi bukunya.
“Demikianlah, keledaiku sudah membaca semua lembar bukunya,” kata Nasrudin. Timur Lenk merasa ada yang tidak beres dan ia mulai menginterogasi. Ia kagum dan memberi hadiah kepada Nasrudin. Namun, ia minta jawaban “Bagaimana cara mengajari keledai membaca?”
Nasrudin berkisah, “Sesampainya di rumah, aku siapkan lembaran-lembaran besar mirip buku. Aku sisipkan biji-biji gandum di dalamnya. Keledai itu harus belajar membalik-balik halaman untuk bisa makan biji-biji itu, kalau tidak ditemukan biji gandumnya ia harus membalik halaman berikutnya. Itulah yang ia lakukan terus sampai ia terlatih membalik-balik halaman buku itu.”
“Namun, bukankah ia tidak mengerti apa yang dibacanya?” tukas Timur Lenk. Nasrudin menjawab, “Memang demikianlah cara keledai membaca, hanya membalik-balik halaman tanpa mengerti isinya.”
“Jadi, kalau kita juga membuka-buka buku tanpa mengerti isinya, berarti kita sebodoh keledai, bukan?” kata Nashrudin dengan mimik serius.
Kata bercetak miring dalam paragraf pertama kutipan anekdot tersebut merupakan kaidah kebahasaan yang berupa….
menunjukkan peristiwa masa lalu
kata kerja aksi
perintah
konjungsi
yang menyatakan hubungan waktu
kata seru
Cermati kutipan teks anekdot berikut !
Cara Keledai Membaca Buku
Si keledai menatap buku itu. Kemudian, sangat ajaib! Tak lama kemudian Si Keledai mulai membuka-buka buku itu dengan lidahnya. Terus menerus, lembar demi lembar hingga halaman terakhir. Setelah itu, si keledai menatap Nasrudin seolah berkata ia telah membaca seluruh isi bukunya.
“Demikianlah, keledaiku sudah membaca semua lembar bukunya,” kata Nasrudin. Timur Lenk merasa ada yang tidak beres dan ia mulai menginterogasi. Ia kagum dan memberi hadiah kepada Nasrudin. Namun, ia minta jawaban “Bagaimana cara mengajari keledai membaca?”
Nasrudin berkisah, “Sesampainya di rumah, aku siapkan lembaran-lembaran besar mirip buku. Aku sisipkan biji-biji gandum di dalamnya. Keledai itu harus belajar membalik-balik halaman untuk bisa makan biji-biji itu, kalau tidak ditemukan biji gandumnya ia harus membalik halaman berikutnya. Itulah yang ia lakukan terus sampai ia terlatih membalik-balik halaman buku itu.”
“Namun, bukankah ia tidak mengerti apa yang dibacanya?” tukas Timur Lenk. Nasrudin menjawab, “Memang demikianlah cara keledai membaca, hanya membalik-balik halaman tanpa mengerti isinya.”
“Jadi, kalau kita juga membuka-buka buku tanpa mengerti isinya, berarti kita sebodoh keledai, bukan?” kata Nashrudin dengan mimik serius.
Kalimat retoris dalam kutipan teks anekdot tersebut adalah….
Ia kagum dan memberi hadiah kepada Nasrudin.
“Jadi, kalau kita juga membuka-buka buku tanpa mengerti
isinya, berarti kita sebodoh keledai, bukan?”
kata Nashrudin dengan mimik serius.
Namun, ia minta jawaban “Bagaimana cara mengajari
keledai membaca?”
Aku sisipkan biji-biji gandum di dalamnya.
Kemudian, sangat ajaib!
Cermati kutipan teks anekdot berikut !
Lebih Hebat dari Wartawan
(1) Kelas akan segera dimulai, semua siswa telah duduk dengan rapi di kelas dan guru pun sudah datang dan berdiri di depan kelas. Jadwal mata pelajaran pada siang itu adalah Bahasa Indonesia. Setelah berdoa dan melaksanakan pembiasaan Bu Farida pun memulai pembelajaran.
(2) Guru : “Hari ini kita akan mempelajari materi teks berita. Coba sebutkan orang yang menulis berita!”
(3) Siswa : “Wartawan, Bu,” jawab salah satu murid.
(4) Guru : “Betul, Wartawan adalah sosok hebat yang akan meliput berita hingga ke zona yang berbahaya seperti zona peperangan sekalipun, Mereka juga telah menempuh pendidikan tinggi dalam ilmu Bahasa atau Jurnalistik dan memiliki jam terbang tinggi dalam menulis teks berita. Bahkan, saking hebatnya hanya segelintir orang saja yang dapat mengantongi izin resmi untuk menjadi seorang wartawan,”
(5) Guru : “Tapi ada satu profesi lagi yang jauh lebih hebat dari wartawan dalam menulis berita” tutupnya.
(6) Siswa : “Profesi apa, Bu?”
(7) Guru : “Netizen”. Jawabnya singkat.
(8) Semua murid yang berada di kelas tampak keheranan mendengarkan jawaban tersebut. Disusul oleh salah satu siswa yang bertanya
(9) Siswa : “Kenapa netizen lebih hebat Bu?”
(10) Guru : “Hebat karena peristiwa yang tidak terjadi saja bisa jadi berita”.
(11) Sontak seluruh kelas tertawa terbahak-bahak mendengarkan penjelasan Bu Farida.
(12) Rupanya Bu Farida bercanda perihal sosok yang lebih hebat tersebut.
Koda dalam anekdot tersebut, terdapat pada nomor….
(1)
(2), (3), (4)
(5) s.d. (10)
(11)
(12)
Lebih Hebat dari Wartawan
(1) Kelas akan segera dimulai, semua siswa telah duduk dengan rapi di kelas dan guru pun sudah datang dan berdiri di depan kelas. Jadwal mata pelajaran pada siang itu adalah Bahasa Indonesia. Setelah berdoa dan melaksanakan pembiasaan Bu Farida pun memulai pembelajaran.
(2) Guru : “Hari ini kita akan mempelajari materi teks berita. Coba sebutkan orang yang menulis berita!”
(3) Siswa : “Wartawan, Bu,” jawab salah satu murid.
(4) Guru : “Betul, Wartawan adalah sosok hebat yang akan meliput berita hingga ke zona yang berbahaya seperti zona peperangan sekalipun, Mereka juga telah menempuh pendidikan tinggi dalam ilmu Bahasa atau Jurnalistik dan memiliki jam terbang tinggi dalam menulis teks berita. Bahkan, saking hebatnya hanya segelintir orang saja yang dapat mengantongi izin resmi untuk menjadi seorang wartawan,”
(5) Guru : “Tapi ada satu profesi lagi yang jauh lebih hebat dari wartawan dalam menulis berita” tutupnya.
(6) Siswa : “Profesi apa, Bu?”
(7) Guru : “Netizen”. Jawabnya singkat.
(8) Semua murid yang berada di kelas tampak keheranan mendengarkan jawaban tersebut. Disusul oleh salah satu siswa yang bertanya
(9) Siswa : “Kenapa netizen lebih hebat Bu?”
(10) Guru : “Hebat karena peristiwa yang tidak terjadi saja bisa jadi berita”.
(11) Sontak seluruh kelas tertawa terbahak-bahak mendengarkan penjelasan Bu Farida.
(12) Rupanya Bu Farida bercanda perihal sosok yang lebih hebat tersebut.
Krisis dalam anekdot tersebut, terdapat pada nomor….
(1)
(2), (3), (4)
(5) s.d. (10)
(11)
(12)
Cermati kutipan teks anekdot berikut !
Lebih Hebat dari Wartawan
Kelas akan segera dimulai, semua siswa telah duduk dengan rapi di kelas dan guru pun sudah datang dan berdiri di depan kelas. Jadwal mata pelajaran pada siang itu adalah Bahasa Indonesia. Setelah berdoa dan melaksanakan pembiasaan Bu Farida pun memulai pembelajaran.
(2) Guru : “Hari ini kita akan mempelajari materi teks berita. Coba sebutkan orang yang menulis berita!”
(3) Siswa : “Wartawan, Bu,” jawab salah satu murid.
(4) Guru : “Betul, Wartawan adalah sosok hebat yang akan meliput berita hingga ke zona yang berbahaya seperti zona peperangan sekalipun, Mereka juga telah menempuh pendidikan tinggi dalam ilmu Bahasa atau Jurnalistik dan memiliki jam terbang tinggi dalam menulis teks berita. Bahkan, saking hebatnya hanya segelintir orang saja yang dapat mengantongi izin resmi untuk menjadi seorang wartawan,”
(5) Guru : “Tapi ada satu profesi lagi yang jauh lebih hebat dari wartawan dalam menulis berita” tutupnya.
(6) Siswa : “Profesi apa, Bu?”
(7) Guru : “Netizen”. Jawabnya singkat.
(8) Semua murid yang berada di kelas tampak keheranan mendengarkan jawaban tersebut. Disusul oleh salah satu siswa yang bertanya
(9) Siswa : “Kenapa netizen lebih hebat Bu?”
(10) Guru : “Hebat karena peristiwa yang tidak terjadi saja bisa jadi berita”.
(11) Sontak seluruh kelas tertawa terbahak-bahak mendengarkan penjelasan Bu Farida.
(12) Rupanya Bu Farida bercanda perihal sosok yang lebih hebat tersebut.
Reaksi dalam anekdot tersebut, terdapat pada nomor….
(1)
(2), (3), (4)
(5) s.d. (10)
(11)
(12)
Cermati kutipan teks anekdot berikut !
Lebih Hebat dari Wartawan
(1) Kelas akan segera dimulai, semua siswa telah duduk dengan rapi di kelas dan guru pun sudah datang dan berdiri di depan kelas. Jadwal mata pelajaran pada siang itu adalah Bahasa Indonesia. Setelah berdoa dan melaksanakan pembiasaan Bu Farida pun memulai pembelajaran.
(2) Guru : “Hari ini kita akan mempelajari materi teks berita. Coba sebutkan orang yang menulis berita!”
(3) Siswa : “Wartawan, Bu,” jawab salah satu murid.
(4) Guru : “Betul, Wartawan adalah sosok hebat yang akan meliput berita hingga ke zona yang berbahaya seperti zona peperangan sekalipun, Mereka juga telah menempuh pendidikan tinggi dalam ilmu Bahasa atau Jurnalistik dan memiliki jam terbang tinggi dalam menulis teks berita. Bahkan, saking hebatnya hanya segelintir orang saja yang dapat mengantongi izin resmi untuk menjadi seorang wartawan,”
(5) Guru : “Tapi ada satu profesi lagi yang jauh lebih hebat dari wartawan dalam menulis berita” tutupnya.
(6) Siswa : “Profesi apa, Bu?”
(7) Guru : “Netizen”. Jawabnya singkat.
(8) Semua murid yang berada di kelas tampak keheranan mendengarkan jawaban tersebut. Disusul oleh salah satu siswa yang bertanya
(9) Siswa : “Kenapa netizen lebih hebat Bu?”
(10) Guru : “Hebat karena peristiwa yang tidak terjadi saja bisa jadi berita”.
(11) Sontak seluruh kelas tertawa terbahak-bahak mendengarkan penjelasan Bu Farida.
(12) Rupanya Bu Farida bercanda perihal sosok yang lebih hebat tersebut.
Sindiran dalam kutipan anekdot tersebut ditujukan untuk ….
siswa yang mengikuti
pelajaran
oknum warganet yang
menulis berita hoaks
wartawan yang meliput
berita
jurnalis yang menulis
berita
pelajar yang menjadi
netizen
Cermati kutipan teks anekdot berikut !
Lebih Hebat dari Wartawan
Kelas akan segera dimulai, semua siswa telah duduk dengan rapi di kelas dan guru pun sudah datang dan berdiri di depan kelas. Jadwal mata pelajaran pada siang itu adalah Bahasa Indonesia. Setelah berdoa dan melaksanakan pembiasaan Bu Farida pun memulai pembelajaran.
(2) Guru : “Hari ini kita akan mempelajari materi teks berita. Coba sebutkan orang yang menulis berita!”
(3) Siswa : “Wartawan, Bu,” jawab salah satu murid.
(4) Guru : “Betul, Wartawan adalah sosok hebat yang akan meliput berita hingga ke zona yang berbahaya seperti zona peperangan sekalipun, Mereka juga telah menempuh pendidikan tinggi dalam ilmu Bahasa atau Jurnalistik dan memiliki jam terbang tinggi dalam menulis teks berita. Bahkan, saking hebatnya hanya segelintir orang saja yang dapat mengantongi izin resmi untuk menjadi seorang wartawan,”
(5) Guru : “Tapi ada satu profesi lagi yang jauh lebih hebat dari wartawan dalam menulis berita” tutupnya.
(6) Siswa : “Profesi apa, Bu?”
(7) Guru : “Netizen”. Jawabnya singkat.
(8) Semua murid yang berada di kelas tampak keheranan mendengarkan jawaban tersebut. Disusul oleh salah satu siswa yang bertanya
(9) Siswa : “Kenapa netizen lebih hebat Bu?”
(10) Guru : “Hebat karena peristiwa yang tidak terjadi saja bisa jadi berita”.
(11) Sontak seluruh kelas tertawa terbahak-bahak mendengarkan penjelasan Bu Farida.
(12) Rupanya Bu Farida bercanda perihal sosok yang lebih hebat tersebut.
Kalimat imperatif dalam kutipan teks anekdot tersebut adalah….
Coba sebutkan orang
yang menulis berita!
“Wartawan, Bu,” jawab
salah satu murid.
“Profesi apa, Bu?”
“Hebat karena
peristiwa yang tidak terjadi saja bisa jadi berita”.
Rupanya Bu Farida bercanda
perihal sosok yang lebih hebat tersebut.
Cermati kutipan teks anekdot berikut !
Lebih Hebat dari Wartawan
Kelas akan segera dimulai, semua siswa telah duduk dengan rapi di kelas dan guru pun sudah datang dan berdiri di depan kelas. Jadwal mata pelajaran pada siang itu adalah Bahasa Indonesia. Setelah berdoa dan melaksanakan pembiasaan Bu Farida pun memulai pembelajaran.
(2) Guru : “Hari ini kita akan mempelajari materi teks berita. Coba sebutkan orang yang menulis berita!”
(3) Siswa : “Wartawan, Bu,” jawab salah satu murid.
(4) Guru : “Betul, Wartawan adalah sosok hebat yang akan meliput berita hingga ke zona yang berbahaya seperti zona peperangan sekalipun, Mereka juga telah menempuh pendidikan tinggi dalam ilmu Bahasa atau Jurnalistik dan memiliki jam terbang tinggi dalam menulis teks berita. Bahkan, saking hebatnya hanya segelintir orang saja yang dapat mengantongi izin resmi untuk menjadi seorang wartawan,”
(5) Guru : “Tapi ada satu profesi lagi yang jauh lebih hebat dari wartawan dalam menulis berita” tutupnya.
(6) Siswa : “Profesi apa, Bu?”
(7) Guru : “Netizen”. Jawabnya singkat.
(8) Semua murid yang berada di kelas tampak keheranan mendengarkan jawaban tersebut. Disusul oleh salah satu siswa yang bertanya
(9) Siswa : “Kenapa netizen lebih hebat Bu?”
(10) Guru : “Hebat karena peristiwa yang tidak terjadi saja bisa jadi berita”.
(11) Sontak seluruh kelas tertawa terbahak-bahak mendengarkan penjelasan Bu Farida.
(12) Rupanya Bu Farida bercanda perihal sosok yang lebih hebat tersebut.
Kata kerja aksi yang terdapat dalam kutipan teks anekdot tersebut adalah….
rapi
di depan kelas
wartawan
profesi
mendengarkan
1. Cermati pernyataan berikut!
(1) Menentukan tema
(2) Membubuhi unsur humor
(3) Mengamati lingkungan sekitar
(4) Menyusun anekdot sesuai dengan ciri dan struktur
(5) Menentukan sesuatu yang ingin dikritik
Langkah menyusun anekdot yang tepat adalah….
(1), (3), (5), (4), dan (2)
(3), (1), (5), (4), dan (2)
(3), (1), (2), (5), dan
(4)
(3), (1), (5), (2), dan
(4)
(3), (4), (5), (2), dan (1)
Cer(1) istanasentris
(2) terdapat kemustahilan
(3) menggunakan bahasa Indonesia (percakapan sehari-hari)
(4) anonim
(5) bersifat dinamis
Ciri-ciri hikayat ditunjukkan dalam nomor….
mati pernyataan berikut !
(1), (2), (3)
(3), (4), (5)
(1), (2), (4)
(2), (3), (4)
(2), (4), (5)
Bacalah kutipan hikayat berikut !
Pada suatu hari Khojan Maimun tertarik akan perniagaan di laut, lalu minta izinlah dia kepada istrinya. Sebelum dia pergi, berpesanlah dia pada istrinya itu, jika ada barang suatu pekerjaan, mufakatlah dengan dua ekor unggas itu, hubaya-hubaya jangan tiada, karena fitnah di dunia amat besar lagi tajam dari pada senjata.
Hatta beberapa lama ditinggal suaminya, ada anak Raja Ajam berkuda lalu melihatnya rupa Bibi Zainab yang terlalu elok. Berkencanlah mereka untuk bertemu melalui seorang perempuan tua. Maka pada suatu malam, pamitlah Bibi Zainab kepada burung tiung itu hendak menemui anak raja itu, maka bernasehatkah ditentang perbuatanya yang melanggar aturan Allah SWT. Maka marahlah istri Khojan Maimun dan disentakkannya tiung itu dari sangkarnya dan dihempaskannya sampai mati.
Hikayat Bayan Budiman
Isi kutipan hikayat tersebut adalah...
Seorang suami yang mencari nafkah dengan berdagang.
Sebuah keluarga yang suka memelihara burung.
Anak Raja yang berkeliling kerajaan mengendarai kuda.
Istri Khojan Maimun yang amat cantik.
Seorang istri yang hendak berselingkuh ketika ditinggal pergi suaminya.
Bacalah kutipan hikayat berikut !
Pada suatu hari Khojan Maimun tertarik akan perniagaan di laut, lalu minta izinlah dia kepada istrinya. Sebelum dia pergi, berpesanlah dia pada istrinya itu, jika ada barang suatu pekerjaan, mufakatlah dengan dua ekor unggas itu, hubaya-hubaya jangan tiada, karena fitnah di dunia amat besar lagi tajam dari pada senjata.
Hatta beberapa lama ditinggal suaminya, ada anak Raja Ajam berkuda lalu melihatnya rupa Bibi Zainab yang terlalu elok. Berkencanlah mereka untuk bertemu melalui seorang perempuan tua. Maka pada suatu malam, pamitlah Bibi Zainab kepada burung tiung itu hendak menemui anak raja itu, maka bernasehatkah ditentang perbuatanya yang melanggar aturan Allah SWT. Maka marahlah istri Khojan Maimun dan disentakkannya tiung itu dari sangkarnya dan dihempaskannya sampai mati.
Hikayat Bayan Budiman
Peristiwa yang relevan dengan kehidupan sehari-hari dalam kutipan tersebut adalah...
Memberi kepercayaan kepada hewan peliharaan untuk menjaga rumah.
Meminta izin kepada hewan peliharaan jika keluar rumah.
Seorang anak raja berhak mendapatkan apapun yang diinginkan.
Seorang istri harus menjaga kehormatannya jika suami tidak di rumah.
Mencari seorang istri hendaknya yang berparas cantik.
Bacalah kutipan hikayat berikut !
Pada suatu hari Khojan Maimun tertarik akan perniagaan di laut, lalu minta izinlah dia kepada istrinya. Sebelum dia pergi, berpesanlah dia pada istrinya itu, jika ada barang suatu pekerjaan, mufakatlah dengan dua ekor unggas itu, hubaya-hubaya jangan tiada, karena fitnah di dunia amat besar lagi tajam dari pada senjata.
Hatta beberapa lama ditinggal suaminya, ada anak Raja Ajam berkuda lalu melihatnya rupa Bibi Zainab yang terlalu elok. Berkencanlah mereka untuk bertemu melalui seorang perempuan tua. Maka pada suatu malam, pamitlah Bibi Zainab kepada burung tiung itu hendak menemui anak raja itu, maka bernasehatkah ditentang perbuatanya yang melanggar aturan Allah SWT. Maka marahlah istri Khojan Maimun dan disentakkannya tiung itu dari sangkarnya dan dihempaskannya sampai mati.
Hikayat Bayan Budiman
Karakteristik Sastra Melayu Klasik yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah....
percaya dengan hal-hal gaib
menggunakan bahasa Melayu Klasik
dipengaruhi agama Hindu
menceritakan kesaktian seseorang
cerita tentang kejadian alam
Bacalah kutipan hikayat berikut !
Pada suatu hari Khojan Maimun tertarik akan perniagaan di laut, lalu minta izinlah dia kepada istrinya. Sebelum dia pergi, berpesanlah dia pada istrinya itu, jika ada barang suatu pekerjaan, mufakatlah dengan dua ekor unggas itu, hubaya-hubaya jangan tiada, karena fitnah di dunia amat besar lagi tajam dari pada senjata.
Hatta beberapa lama ditinggal suaminya, ada anak Raja Ajam berkuda lalu melihatnya rupa Bibi Zainab yang terlalu elok. Berkencanlah mereka untuk bertemu melalui seorang perempuan tua. Maka pada suatu malam, pamitlah Bibi Zainab kepada burung tiung itu hendak menemui anak raja itu, maka bernasehatkah ditentang perbuatanya yang melanggar aturan Allah SWT. Maka marahlah istri Khojan Maimun dan disentakkannya tiung itu dari sangkarnya dan dihempaskannya sampai mati.
Hikayat Bayan Budiman
Nilai yang menonjol pada paragraf ke-2 dalam kutipan hikayat tersebut adalah….
politik
ekonomi
moral
sosial
budaya
Bacalah kutipan hikayat berikut !
Pada suatu hari Khojan Maimun tertarik akan perniagaan di laut, lalu minta izinlah dia kepada istrinya. Sebelum dia pergi, berpesanlah dia pada istrinya itu, jika ada barang suatu pekerjaan, mufakatlah dengan dua ekor unggas itu, hubaya-hubaya jangan tiada, karena fitnah di dunia amat besar lagi tajam dari pada senjata.
Hatta beberapa lama ditinggal suaminya, ada anak Raja Ajam berkuda lalu melihatnya rupa Bibi Zainab yang terlalu elok. Berkencanlah mereka untuk bertemu melalui seorang perempuan tua. Maka pada suatu malam, pamitlah Bibi Zainab kepada burung tiung itu hendak menemui anak raja itu, maka bernasehatkah ditentang perbuatanya yang melanggar aturan Allah SWT. Maka marahlah istri Khojan Maimun dan disentakkannya tiung itu dari sangkarnya dan dihempaskannya sampai mati.
Hikayat Bayan Budiman
Hikayat Bayan Budiman tersebut termasuk jenis hikayat….
berunsur Hindu
berunsur Hindu-Islam
berunsur
Islam
biografi
sejarah
Cermati kutipan hikayat berikut !
Lalu diambilnya pisau dan ditorehnya gendang itu, maka Puteri Ratna Sari pun keluarlah dari gendang itu. Ia ditaruh orang tuanya dalam gendang itu dengan suatu cembul.
Karakteristik Sastra Melayu Klasik yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah....
terdapat kemustahilan
dalam cerita
kesaktian
tokoh
alur
berbingkai
bersifat
dinamis
menggunakan
bahasa Indonesia
Cermati kutipan hikayat berikut !
Lalu diambilnya pisau dan ditorehnya gendang itu, maka Puteri Ratna Sari pun keluarlah dari gendang itu. Ia ditaruh orang tuanya dalam gendang itu dengan suatu cembul
Kata arkais yang terdapat dalam kutipan hikayat tersebut adalah….
pisau
puteri
ditaruh
cembul
gendang
Hatta Buraksa itu pun datanglah dengan gemuruh bunyinya. Tuan puteri ketakutan dan si Kembar memangkunya. Tersebut pula perkataan Buraksa itu. Apabila dilihatnya ada air di dalam mulut bejana itu, maka ia pun minumlah serta dimasukannya kepalanya ke dalam mulut bejana tempat jerat tertahan itu. Maka kuda hijau si Kembar pun menarik tali jerat itu dan Buraksa pun terjeratlah. Si Kembar segera datang memarangnya hingga mati serta menghiris hidungnya yang tujuh dan matanya yang tujuh itu. Setelah itu si Kembar pun mengucapkan “selamat tinggal” kepada tuan puteri dan gaib dari padang itu. Tuan puteri ternganga-nganga seraya berpikir bahwa orang muda itu pasti adalah Indera Bangsawan.
Karakteristik Sastra Melayu Klasik yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah....
terdapat kemustahilan
dalam cerita
kesaktian tokoh
alur
berbingkai
bersifat
dinamis
menggunakan bahasa Indonesia
Bacalah kutipan hikayat berikut !
Hatta Buraksa itu pun datanglah dengan gemuruh bunyinya. Tuan puteri ketakutan dan si Kembar memangkunya. Tersebut pula perkataan Buraksa itu. Apabila dilihatnya ada air di dalam mulut bejana itu, maka ia pun minumlah serta dimasukannya kepalanya ke dalam mulut bejana tempat jerat tertahan itu. Maka kuda hijau si Kembar pun menarik tali jerat itu dan Buraksa pun terjeratlah. Si Kembar segera datang memarangnya hingga mati serta menghiris hidungnya yang tujuh dan matanya yang tujuh itu. Setelah itu si Kembar pun mengucapkan “selamat tinggal” kepada tuan puteri dan gaib dari padang itu. Tuan puteri ternganga-nganga seraya berpikir bahwa orang muda itu pasti adalah Indera Bangsawan.
Sudut pandang yang digunakan dalam kutipan hikayat tersebut adalah….
orang pertama
pelaku utama
orang pertama bukan pelaku utama
orang ketiga serbatahu
orang ketiga terbatas
orang kedua
Cermati kutipan berikut dengan saksama!
Kutipan Hikayat.
Maka anakanda
baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan
pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula
mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya.
Setelah beberapa lamanya, mereka belajar pula ilmu senjata, ilmu hikmat, dan
isyarat tipu peperangan. Maka baginda pun bimbanglah, tidak tahu siapa yang
patut dirayakan dalam negeri karena anaknya kedua orang itu sama-sama gagah.
Kutipan Cerpen
Memang ngapain sih Mas, ke Madura segala? Lama lagi!” “Diajak survei sama salah satu profesor dan kontraktor, untuk perencanaan bangunan besar di sana, Dik Manis! Sekalian penelitian skripsi Mas….” Ah, soal bangunan dan penelitian skripsi. Lalu kenapa Mas Gagah bisa berubah jadi aneh gara-gara hal tersebut? Pikirku waktu itu. “Mas ketemu kiai hebat di Madura,” cerita Mas Gagah antusias. “Namanya Kiai Ghufron! Subhanallah, orangnya sangat bersahaja, santri-santrinya luar biasa! Di sana Mas memakai waktu luang Mas untuk mengaji pada beliau. Dan tiba-tiba dunia jadi lebih benderang!” tambahnya penuh semangat. “Nanti kapan-kapan kita ke sana ya, Git.
Kutipan hikayat dengan kutipan cerpen tersebut memiliki kesamaan kandungan nilai ….
pendidikan
moral
sosial
ekonomi
budaya
Bacalah kutipan hikayat berikut !
Adapun Raja Kabir itu takluk kepada Buraksa dan akan menyerahkan putrinya, Puteri Kemala Sari sebagai upeti. Kalau tiada demikian, negeri itu akan dibinasakan oleh Buraksa. Ditambahkannya bahwa Raja Kabir sudah mencanangkan bahwa barang siapa yang dapat menangkap Buraksa itu akan dinikahkan dengan anak perempuannya yang terlalu elok parasnya itu. “Barang siapa yang dapat susu harimau beranak muda, ialah yang akan menjadi suami tuan puteri.”
Karakteristik Sastra Melayu Klasik yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah....
terdapat kemustahilan
dalam cerita
kesaktian
tokoh
alur
berbingkai
istanasentris
bersifat dinamis
Bacalah kutipan hikayat berikut !
Adapun Raja Kabir itu takluk kepada Buraksa dan akan menyerahkan putrinya, Puteri Kemala Sari sebagai upeti. Kalau tiada demikian, negeri itu akan dibinasakan oleh Buraksa. Ditambahkannya bahwa Raja Kabir sudah mencanangkan bahwa barang siapa yang dapat menangkap Buraksa itu akan dinikahkan dengan anak perempuannya yang terlalu elok parasnya itu. “Barang siapa yang dapat susu harimau beranak muda, ialah yang akan menjadi suami tuan puteri.
Nilai yang menonjol dalam kutipan hikayat tersebut adalah….
politik
ekonomi
moral
sosial
budaya
Adapun Raja Kabir itu takluk kepada Buraksa dan akan menyerahkan putrinya, Puteri Kemala Sari sebagai upeti. Kalau tiada demikian, negeri itu akan dibinasakan oleh Buraksa. Ditambahkannya bahwa Raja Kabir sudah mencanangkan bahwa barang siapa yang dapat menangkap Buraksa itu akan dinikahkan dengan anak perempuannya yang terlalu elok parasnya itu. “Barang siapa yang dapat susu harimau beranak muda, ialah yang akan menjadi suami tuan puteri.”
Makna kata arkais “upeti” yang terdapat dalam kutipan hikayat tersebut adalah….
tempat tembakau
yang terbuat dari logam
perempuan
yang merawat anak tuannya
uang yang
wajib dibayarkan negara kecil kepada raja
tanaman
berumpun
tempat
kediaman raja
1. Bacalah kutipan hikayat berikut dengan saksama!
Dalam cerita yang lain pula, Bayan bercerita mengenai pengorbanan seorang isteri. seorang puteri raja yang kejam telah menangkap 39 orang suaminya. suaminya yang keempat puluh telah berjaya menginsafkannya dengan sebuah cerita mengenai seekor rusa betina yang sanggup menggantikan pasangannya, rusa jantan, untuk disembelih.
Dalam kutipan cerita tersebut diceritakan bahwa burung bayan bercerita mengenai pengorbanan seorang isteri. Hal tersebut sesuai dengan karakteristik hikayat yaitu….
bersifat personal
kesaktian
tokoh
alur
berbingkai
istanasentris
bersifat dinamis
Cermati kutipan berikut dengan saksama!
Kutipan Hikayat
Sebelum dia pergi, berpesanlah dia pada istrinya itu, jika ada barang suatu pekerjaan, mufakatlah dengan dua ekor unggas itu, hubaya-hubaya jangan tiada, karena fitnah di dunia amat besar lagi tajam dari pada senjata.
Kutipan Cerpen
Kemudian kami ketahui, bila malam hampir tandas, Darko kembali ke tempat pemakaman di ujung kampung.
Persamaan kutipan hikayat dengan kutipan cerpen tersebut adalah….
penggunaan konjungsi
yang menyatakan hubungan waktu
adanya
kemustahilan
bersifat
istanasentris
menggunakan
bahasa Melayu Klasik
menggunakan
bahasa Indonesia
1. Cermati kutipan hikayat berikut dengan saksama!
Karena sumpah Batara Indera, seorang raja keinderaan beserta permaisurinya dibuang dari keinderaan sehingga sengsara hidupnya. Itulah sebabnya kemudian ia dikenal sebagai si Miskin. Si Miskin laki-bini dengan rupa kainnya seperti dimamah anjing itu berjalan mencari rezeki berkeliling di Negeri Antah Berantah di bawah pemerintahan Maharaja Indera Dewa.
Majas yang terdapat dalam kutipan hikayat tersebut adalah majas….
ironi
personifikasi
retoris
klimaks
simile
