wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

REMIDI ke 2 B.INDO PAS GASAL KLS XII

Total questions: 50

Worksheet time: 2hrs 4mins

Name
Class
Date
1.

1. Perhatikan kutipan kalimat pembuka surat lamaran pekerjaan berikut ini!

Saya yang bertandatangan dibawah ini adalah sebagai berikut.

Perbaikan kalimat pembuka surat lamaran pekerjaan tersebut sesuai dengan kaidah Ejaan Bahasa Indonesia adalah ...

a)

kata saya dihilangkan, kata bertandatangan ditulis terpisah

b)

kata saya dihilangkan, kata dibawah ini ditulis terpisah

c)

kata bertandatangan ditulis terpisah, kata dibawah ini ditulis terpisah

d)

tidak ada kesalahan penulisan dalam EBI.

e)

hanya kata saya yang dihilangkan.

2.

1. Perhatikan ilustrasi berikut!

Sebuah surat lamaran pekerjaan di dalamnya terdapat salam pembuka.

Penulisan salam pembuka dalam surat lamaran pekerjaan berikut ini yang benar adalah ...

a)

Dengan hormat,

b)

DENGAN HORMAT,

c)

Dengan Hormat,

d)

Dengan hormat

e)

Dengan Hormat

3.

1. Perhatikan ilustrasi berikut!

Sebuah surat lamaran pekerjaan ditulis pada tanggal tujuh bulan Oktober tahun dua ribu dua puluh.

Berikut ini penulisan tempat, tanggal pembuatan surat lamaran pekerjaan yang tepat adalah ...

a)

Blora, 07 Oktober 2020

b)

Blora 7 Oktober 2020

c)

Blora, 7- Oktober-2020

d)

Blora, 7 Oktober 2020

e)

Blora, 7 Oktober 2020

4.

1. Perhatikan ilustrasi berikut!

Sebuah surat lamaran pekerjaan dilampiri dengan satu lembar fotokopi ijazah, satu lembar fotokopi transkrip nilai, satu lembar fotokopi KTP, dan satu lembar foto ukuran 4x6.

Cara penulisan bagian perihal, lampiran dalam surat yang benar adalah ....

a)

Perihal : Lamaran Pekerjaan.

Lampiran : 4 lembar.

b)

Perihal : lamaran pekerjaan

Lampiran : empat lembar.

c)

Perihal : Lamaran Pekerjaan

Lampiran : 4 (empat) Lembar

d)

Perihal : Lamaran Pekerjaan

Lampiran : 4 lembar

e)

Perihal : Lamaran Pekerjaan

Lampiran : Empat lembar

5.

Kalimat yang tepat sebagai kalimat penutup surat lamaran pekerjaan adalah .....

a)

Atas perhatiannya, saya mengucapkan terima kasih.

b)

Atas Perhatian Bapak, Saya Mengucapkan Terima Kasih.

c)

Atas perhatian Bapak, saya mengucapkan terima kasih.

d)

Atas perhatian Bapak, saya mengucapkan terima kasih

e)

Atas Perhatian Bapak, kami mengucapkan terima kasih.

6.

1. Perhatikan kutipan surat lamaran pekerjaan berikut ini!

Perhatikan penulisan alamat surat berikut!

Kepada Yth. Bapak Manajer SDM

PT. Mekar Sari

Di Blora


Bagian yang tepat dalam penulisan alamat surat tersebut adalah ...

a)

penulisan kata Kepada

b)

penulisan Yth.

c)

penulisan Bapak Manajer SDM

d)

penulisan PT. Mekar Sari

e)

penulisan Di Blora

7.

1. Perhatikan ilustrasi surat lamaran pekerjaan berikut ini!

Husni akan melamar pekerjaan di PT Pertamina EP Aset 4 Field Cepu. Dia melampirkan photocopy ijasah yang dilegalisir.


Perbaikan kata yang bercetak miring sesuai dengan Ejaan Bahasa Indonesia yang benar adalah ...

a)

fotocopy ijazah yang dilegalisir

b)

fotokopy ijazah yang dilegalisasi

c)

fotokopi ijazah yang dilegalisir

d)

fotocopi ijasah yang dilegalisasi

e)

fotokopi ijazah yang dilegalisasi

8.

1. Perhatikan kutipan surat lamaran pekerjaan berikut ini!

Berdasarkan iklan di harian Suara Merdeka, 23 Oktober 2020 bahwa Rumah Sakit Islam Sultan Agung yang beralamat di Jalan Kaligawe km.4 Semarang membutuhkan tenaga perawat, maka saya ...

Kalimat pembuka surat lamaran pekerjaan tersebut berdasarkan ...

a)

inisiatif sendiri

b)

iklan media cetak

c)

informasi orang lain

d)

informasi dari radio

e)

iklan media internet


9.

1. Perhatikan kutipan surat lamaran pekerjaan berikut ini!

Dengan hormat,

Berdasarkan informasi iklan lowongan pekerjaan yang Bapak/Ibu muat dalam harian Suara Merdeka, tanggal 17 Oktober 2020, saya yang bertanda tangan di bawah ini:

nama lengkap : Husein Mubarok,

tempat, tanggal lahir : Blora, 11 September 1997,

alamat : JI. Nusantara No. 17, Blora.

Dalam informasi surat lamaran di atas terdapat kesalahan penulisan. Kesalahan penulisan berikut perbaikannya yang tepat adalah….

a)

Penulisan kata harian salah seharusnya ditulis kapital Harian.

b)

Penulisan identitas diri seperti nama lengkap, tempat tanggal lahir, dan alamat seharusnya diawali dengan huruf kapital.

c)

Penulisan tanggal 17 Oktober 2020 salah, seharusnya ditulis 17-10-2020.

d)

Penulisan JI. pada bagian alamat salah, seharusnya ditulis secara lengkap dan tidak disingkat menjadi Jalan Nusantara.

e)

Penulisan nama harian Suara Merdeka salah, seharusnya ditulis menggunakan huruf kecil suara merdeka.

10.

Cermati penggalan surat berikut!

Untuk memenuhi persyaratan dan memperkuat surat lamaran pekerjaan ini, sebagai bahan pertimbangan, berikut saya lampiran:

1. legalisasi ijazah S1 PAUD;

2. fotokopi transkrip nilai yang sudah dilegalisasi;

3. fotokopi KTP; dan

4. pasfoto berwarna ukuran 4x6 sebanyak dua lembar.

Atas pertimbangan Bapak/Ibu, saya mengucapkan terima kasih.


Penggalan surat lamaran pekerjaan tersebut merupakan unsur surat bagian ...

a)

isi surat

b)

lampiran surat

c)

unsur penunjang

d)

alamat tujuan surat

e)

kualifikasi pelamar

11.

Perhatikan alamat surat berikut !


Kepada Yang Terhormat direktur p.t. Naraya

Cemerlang

jalan Gonjen No. 1 Palu


Perbaikan yang tepat penulisan alamat surat tersebut adalah ...

a)

Kepada Yth. Direktur P.T. Naraya Cemerlang jalan Gonjen Nomor 1, Palu

b)

Kepada Yth. Direktur PT. Naraya Cemerlang jalan Gonjen Nomor 1, Palu

c)

Yth. Direktur P..T. Naraya Cemerlang jln. Gonjen Nomor 1, Palu

d)

Yth. Direktur P.T Naraya Cemerlang jalan. Gonjen 1, Palu

e)

Yth. Direktur PT. Naraya Cemerlang jalan. Gonjen 1, Palu

12.

Cermati kalimat berikut !


Atas perhatiannya, saya ucapkan beribu terima kasih terhadap bapak atau ibu.


Perbaikan yang tepat kalimat penutup surat lamaran pekerjaan tersebut adalah ...

a)

Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih.

b)

Atas perhatiannya, saya berterima kasih banyak.

c)

Atas perhatiannya, saya mengucapkan terima kasih.

d)

Atas perhatian Bapak atau Ibu, saya berterima kasih.

e)

Atas perhatian Bapak atau Ibu, saya mengucapkan terima kasih.

13.

1. Perhatikan kutipan surat lamaran pekerjaan berikut ini!

Berdasarkan informasi lowongan kerja yang tertera pada halaman website di https://recruitment.pertamina.com/ dengan ini saya yang bertanda tangan di bawah ini sebagai berikut.

Kalimat pembuka surat lamaran pekerjaan tersebut berdasarkan ...

a)

Inisiatif sendiri

b)

Iklan media cetak

c)

Informasi orang lain

d)

Informasi dari radio

e)

Iklan media internet

14.

1. Perhatikan kalimat penutup surat lamaran pekerjaan berikut!

Saya bermaksud untuk melamar pekerjaan dan bergabung dengan perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin.

Kata yang mubazir pada kalimat tersebut adalah ...

a)

bermaksud

b)

untuk

c)

melamar

d)

dan

e)

Bapak/Ibu

15.

1. Perhatikan kutipan surat lamaran pekerjaan berikut ini!

Sangat besar harapan saya agar bapak mengabulkan permohonan ini.

Perbaikan yang tepat bagian penutup surat lamaran pekerjaan tersebut adalah ...

a)

Besar keinginan saya, bapak dapat mengabulkan permohonan ini

b)

Harapan saya, Bapak bisa mengabulkan permohonan ini.

c)

Harapan saya, Bapak dapat mengabulkan permohonan ini.

d)

Besar harapan saya, Bapak dapat mengabulkan permohonan ini.

e)

Besar harapan saya, bapak dapat mengabulkan permohonan ini.

16.

1. Perhatikan penulisan nama gelar berikut!

1. Drs H. Amiruddin Aziz, M. Pd.

2. H. Sujito S. Pd., M. Si.

3. Dra. Hj. Yani Hayati, M. Pd., M. Si.

4. Yuni Dewi Lestari, S. Pd., M. Si

5. Agus Budi Mulyono, S. Pd. I., M. Pd.

Penulisan nama gelar yang sesuai dengan kaidah Ejaan Bahasa Indonesia (EBI) terdapat pada nomor ...

a)

nomor 1 dan 2

b)

nomor 2 dan 3

c)

nomor 3 dan 4

d)

omor 4 dan 5

e)

nomor 3 dan 5

17.

Perhatikan kutipan surat lamaran pekerjaan berikut!

Adapun identitas saya adalah sebagai berikut.

Penulisan pemerian pelamar yang tepat untuk melanjutkan kalimat tersebut adalah ...

a)

Nama : Siti Miftakhus Sa’adah

Tempat, tanggal lahir : Blora, 12 Januari 1997

Alamat : Jalan Gatot Subroto 12 Blora

Pendidikan : S-1 Pendidikan Bahasa Arab

b)

nama : Siti Miftakhus Sa’adah

tempat, tanggal lahir : Blora, 12 Januari 1997

alamat : Jalan Gatot Subroto 12 Blora

pendidikan : S-1 Pendidikan Bahasa Arab

c)

Nama : Siti Miftakhus Sa’adah

Tempat dan tanggal lahir : Blora, 12 Januari 1997

Alamat : Jalan Gatot Subroto 12 Blora

Pendidikan : S-1 Pendidikan Bahasa Arab

d)

Nama : Siti Miftakhus Sa’adah

Tempat/ tanggal lahir : Blora, 12 Januari 1997

Alamat : Jalan Gatot Subroto 12 Blora

Pendidikan : S-1 Pendidikan Bahasa Arab

e)

Nama : Siti Miftakhus Sa’adah

Tempat, tanggal lahir : Blora, 12 Januari 1997

Alamat : Jalan Gatot Subroto 12 Blora

Pendidikan : S1 Pendidikan Bahasa Arab

18.

Lowongan Pekerjaan

Rumah Sakit Permata Blora membutuhkan tenaga perawat.

Syarat:

Usia maksimal 27 tahun;

Pendidikan minimal D-3; serta

Diutamakan bepengalaman.

Lamaran dikirim ke Jalan Reksodiputro 57, Blora


Jawa Pos, 23 Oktober 2020

Berdasarkan ilustrasi lowongan pekerjaan tersebut, kalimat pembuka surat lamaran pekerjaan yang tepat adalah ...

a)

Berdasarkan iklan di harian Jawa Pos, 23 Oktober 2020 bahwa Rumah Sakit Permata yang beralamat di Jalan Reksodiputro 57, Blora membutuhkan tenaga perawat, maka saya ...

b)

Sesuai pengumuman pada Harian Jawa Pos, 23 Oktober 2020 Rumah Sakit Permata yang beralamat di Jalan Reksodiputro 57, Blora membutuhkan tenaga perawat, maka ...

c)

Sehubungan dengan Rumah Sakit Permata yang beralamat di Jalan Reksodiputro 57, Blora membutuhkan tenaga perawat, maka ...

d)

Setelah ada pengumuman Rumah Sakit Permata yang beralamat di Jalan Reksodiputro 57, Blora membutuhkan tenaga perawat, maka saya yang bertanda tangan di bawah ini ...

e)

Dari iklan di harian Jawa Pos, Rumah Sakit Permata yang beralamat di Jalan Reksodiputro 57, Blora membutuhkan tenaga perawat, maka...

19.

Bacalah kutipan novel sejarah berikut!

Kemudian keadaan menjadi tenang kembali. Untuk berapa lama? Tak seorang pun mengetahuinya. Sudah beberapa kali kami tertipu oleh palsunya keredaan suasana. Pagi itu kabar yang tersebar mengatakan bahwa tentara Inggris telah dapat menguasai keadaan.

Sejak beberapa hari beredarlah kabar desas – desus dari mulut ke mulut bahwa Indonesia telah merdeka. Ayah pun kemudian mendapatkan kepastian mengenai berita itu.


Dikutip dari: Novel Padang Ilalang di Belakang Rumah, N.H. Dini

Struktur teks cerita sejarah berdasarkan kutipan teks cerita sejarah tersebut adalah ...

a)

Orientasi

b)

Komplikasi

c)

Konflik

d)

Resolusi

e)

Koda

20.

Bacalah kutipan novel sejarah berikut!

Ketika masa kesadaran semakin tumbuh, aku mulai mengerti sekelilingku dengan lebih baik. Orang-orang dewasa dari keluarga atau kenalan, demikian pula kawan sekolah maupun teman bermain kuperhatikan dengan ketelitian yang diajarkan orang tuaku. Pada waktu itulah aku diberi tahu, bahwa bicaraku lain dari kebanyakan orang, disebabkan karena ucapan “er” yang terputus getarannya. Ibulah yang mengatakannya kepadaku.

“Kalau ada kawan-kawanmu di sekolah mengejek atau memperlok-olok engkau, jangan malu. Kau boleh marah, itu hal yang biasa. Karena kalau kau tidak marah, berarti kau tidak mempunyai rasa harga diri.”

Tapi di sekolah, hingga waktu itu tak seorang pun yang mengejek atau memperolok-olokkanku. Kukatakan ini kepada ibu.


Dikutip dari: Novel Padang Ilalang di Belakang Rumah, N.H. Dini

Nilai yang terkandung dalam kutipan novel sejarah tersebut adalah ...

a)

Nilai moral (tokoh aku yang rendah hati)

b)

Nilai moral (tokoh aku yang mudah marah)

c)

Nilai budaya (mengejek teman yang memiliki kekurangan)

d)

Nilai sosial (menghargai teman yang memiliki kekurangan)

e)

Nilai sosial (ibu yang menyayangi tokoh aku)

21.

Bacalah kutipan novel sejarah berikut!

“Ban sepedaku kempes tadi. Untung melalui Kranggan. Waktu sedang memompakannya, kulihat Bu Bustaman. Dia berjualan disana”.

“Dia jadi bakul rombengan sekarang”, kata kakakku lagi.

“Ah, tidak percaya. Masakan dia mau jualan begitu dipinggir jalan!”. Bantah Ibu.


Dikutip dari Novel Padang Ilalang di Belakang Rumah, N.H. Dini

Ciri kebahasaan yang dominan dalam kutipan novel sejarah tersebut adalah ...

a)

terdapat dialog antara kakak dan ibu.

b)

Menggunakan kalimat bermakna lampau.

c)

Menggunakan kata sifat (descriptive language) untuk menggambarkan tokoh Bu Bustaman.

d)

Adanya konflik antara kakak dan ibu.

e)

Terdapat verba mental

22.

Perhatikan kutipan novel sejarah berikut!

(1) Malam itu Ibu memberi tahu akan menjadi “buruh” orang Cina. (2) Dia juga akan menerima pesanan kue kering yang dimasak di dalam pan. (3) Bapak dan kami anak-anaknya disuruhnya menyebarkan berita tersebut, agar banyak orang yang memesan makanan kepadanya. (4) Sejak itu, rumah kami bagian belakang menjadi sanggar batik dan pabrik makanan kering. (5) Ibu dapat membayar seorang pembantu yang datang setiap hari dari kampung Bedagan.


Dikutip dari: Novel Padang Ilalang di Belakang Rumah, N.H. Dini

Kalimat yang menggunakan konjungsi temporal yang terdapat dalam kutipan novel sejarah tersebut terdapat pada kalimat nomor

a)

(1)

b)

(2)

c)

(3)

d)

(4)

e)

(5)

23.

Perhatikan kutipan novel sejarah berikut!

“Baik. Itu tandanya bahwa kawan-kawanmu menghormatimu. Barangkali karena kau termasuk anak yang pandai di kelas. Atau karena mereka tidak atau belum memperhatikan hal itu. Biasanya kanak-kanak cepat mengetahui kekurangan-kekurangan orang lain. Tetapi mereka juga cepat melihat mana-mana yang patut disenangi maupun dibenci.”


Dikutip dari: Novel Padang Ilalang di Belakang Rumah, N.H. Dini

Penggambaran watak tokoh dalam penggalan novel tersebut menggunakan cara pelukisan….

a)

keadaan sekeliling

b)

keadaan di luar pelaku

c)

jalan pikiran dan perasaan

d)

reaksi pelaku

e)

bentuk lahir

24.

Bacalah kutipan novel sejarah berikut!

Pada suatu malam aku terbangun oleh kesibukan yang terjadi dirumah, dari ranjang. Tiba-tiba aku mendengar suara senjata api. Disusul oleh ribut-ribut di jalan kampung. Orang-orang berlarian, berteriak dari arah tangsi polisi menuju ke arah sungai di belakang.

Seseorang berbicara dengan ayah di pendapa.

“Harus mengungsi, Pak! Seluruh kampung dikosongkan.”

“Ke mana ? kudengar suara ayah.

“Ke mana saja, kebatan lagi kalau mau.”

“Baik, kami bersiap-siap.”

Aku turun dari tempat tidur. Di ruang makan Maryam sedang menolong ibu mengemasi makanan, dibungkus dan dimasukkan ke dalam sarung bantal.

Dikutip dari: Novel Padang Ilalang di Belakang Rumah, N.H. Dini

Penyebab konflik dalam kutipan novel tersebut adalah . . . .

a)

Terjadi keributan dan terdengar suara senjata api pada waktu malam hari

b)

Tokoh aku terbangun dari tidur malamnya karena mendengar suara teriakan

c)

Ada seseorang yang memberi tahu tokoh ayah tentang kedatangan musuh

d)

Tokoh ibu kesulitan dalam mengemasi makanan

e)

Tokoh aku beserta keluarga

25.

Bacalah kutipan novel sejarah berikut!

Suatu senja Pangeran Babullah berada di rumah Malaetete. Pemuda itu adalah anak rakyat biasa di Pulau Ternate Barat. Sebelumnya Pangeran Babullah mendengar dari beberapa orang bahwa keluarga Malaetete diganggu orang-orang Portugis. Malaetete pemuda yang rajin. Tanpa kenal lelah senantiasa meringankan beban ayahnya menggarap kebun cengkeh. Atau membantu pergi ke laut menjala ikan di hari-hari tidak menggarap perkebunan.

Dikutip dari: Novel Sultan Ternate, A. Adjib Hamzah

Ciri kebahasaan berupa verba material dari kutipan teks novel sejarah tersebut adalah ...

a)

mendengar, meringankan, membantu

b)

meringankan, membantu, menggarap

c)

mendengar, menggarap, menjala

d)

berada, mendengar, diganggu

e)

meringankan, membantu, mendengar


26.

Perhatikan kutipan novel sejarah berikut!

Suatu senja Pangeran Babullah berada di rumah Malaetete. Pemuda itu adalah anak rakyat biasa di Pulau Ternate Barat. Sebelumnya Pangeran Babullah mendengar dari beberapa orang bahwa keluarga Malaetete diganggu orang-orang Portugis. Malaetete pemuda yang rajin. Tanpa kenal lelah senantiasa meringankan beban ayahnya menggarap kebun cengkeh. Atau membantu pergi ke laut menjala ikan di hari-hari tidak menggarap perkebunan.

Dikutip dari: Novel Sultan Ternate, A. Adjib Hamzah

Unsur intrinsik yang paling dominan dari kutipan teks novel sejarah tersebut adalah ...

a)

Tokoh dan penokohan

b)

Alur

c)

Latar tempat

d)

Latar suasana

e)

Sudut pandang


27.

Perhatikan kutipan novel sejarah berikut!

Di barat matahari sudah rendah. Bayang-bayang pepohonan dan bayang-bayang orang yang hadir berlajur ke timur. Menimpa batang-batang pohon dan batu nisan. Terdorong oleh luka hati yang sangat dalam, setelah selesai berdoa, Jogogu maju menggantikan ulama. Diuraikan panjang-lebar kecurangan-kecurangan Portugis.“Ini bukti Portugis bangsa yang tuli!” akhirnya kata Jogogu.“Sultan Khairun ingin mengikat persahabatan. Tetapi, mendapat jawaban pembunuhan. Kita dipandang sebagai bangsa yang tidak layak dihormati. Kita dipandang tidak layak jadi penguasa wilayah ini. Apakah pulau-pulau dan laut itu milik Portugis?”

Dikutip dari: Novel Sultan Ternate, A. Adjib Hamzah

Struktur teks cerita sejarah berdasarkan kutipan teks cerita sejarah tersebut adalah ...

a)

Orientasi

b)

Komplikasi

c)

Konflik

d)

Resolusi

e)

Koda

28.

Bacalah kutipan novel sejarah berikut!

Dari berbagai penjuru dilancarkan serbuan. Portugis menjadi ketakutan dan ngeri. Lebih-lebih setelah pasukan-pasukan Ternate berhasil mendobrak pintu benteng dan membanjir bagai badai. Pertempuran yang ganas, sangat berdarah, akhirnya memaksa Portugis bertekuk lutut! Di atas kekalahan bangsa yang serakah itu, ribuan pasukan Ternate dengan berapi-api sambil mengacungkan tinju ke langit berteriak “Allahu Akbar!”

Dan sejak tahun 1575 itu untuk selamanya Portugis tak pernah menongolkan hidungnya di Bumi Ternate!

Dikutip dari Novel Sultan Ternate, A. Adjib Hamzah

Pernyataan berikut sesuai dengan kutipan novel sejarah tersebut adalah ...

a)

Dari berbagai penjuru dilancarkan serbuan. Portugis menjadi ketakutan dan ngeri. Kalimat tersebut mengandung majas metafora.

b)

Lebih-lebih setelah pasukan-pasukan Ternate berhasil mendobrak pintu benteng dan membanjir bagai badai. Kalimat tersebut mengandung majas personifikasi.

c)

Pertempuran yang ganas, sangat berdarah, akhirnya memaksa Portugis bertekuk lutut! Kalimat tersebut mengandung majas sinisme.

d)

Di atas kekalahan bangsa yang serakah itu, ribuan pasukan Ternate dengan berapi-api sambil mengacungkan tinju ke langit berteriak “Allahu Akbar!”. Kalimat tersebut mengandung majas hiperbola.

e)

Dan sejak tahun 1575 itu untuk selamanya Portugis tak pernah menongolkan hidungnya di Bumi Ternate! Kalimat tersebut mengandung majas sinekdoke pars prototo.

29.

Bacalah kutipan teks novel sejarah berikut!

Sudah dua tahun Musa mencoba peruntungannya di tanah Deli. Orang-orang pulang ke kampungnya membawa hasil, tetapi Musa semakin lama justru terbenam dalam kesulitan. Dia tidak beruntung. Pada suatu hari, aku bertemu dengannya. Awal mula pertemuan kami sebenarnya biasa saja. Kasur, tempat tidur, anak-anakku telah rusak. Sudah berkali-kali Mak si Buyung mengatakan kepadaku bahwa sudah seharusnya kain kasur itu diganti dengan yang baru.

Namun, permintaannya tersebut tak aku hiraukan. Sebetulnya banyak tukang kasur yang melintas tiap hari di depan rumah kami. Begitu pula toko-toko kasur pun banyak. Namun, entah belum rezekinya. Pada suatu hari, sebelum aku berangkat ke tempat kerja, aku melihat Musa menyandang kain-kain bakal kasur yang akan dijualnya.

Dikutip dari Novel Menunggu Beduk Berbunyi karya Hamka

Struktur dalam kutipan teks novel sejarah tersebut adalah ...

a)

Orientasi

b)

Komplikasi

c)

Konflik

d)

Resolusi

e)

Koda

30.

Bacalah kutipan teks novel sejarah berikut !

(1) Sudah dua tahun Musa mencoba peruntungannya di tanah Deli. (2) Orang-orang pulang ke kampungnya membawa hasil, tetapi Musa semakin lama justru terbenam dalam kesulitan. (3) Dia tidak beruntung. Pada suatu hari, aku bertemu dengannya. (4) Awal mula pertemuan kami sebenarnya biasa saja. (5) Kasur, tempat tidur, anak-anakku telah rusak. Sudah berkali-kali Mak si Buyung mengatakan kepadaku bahwa sudah seharusnya kain kasur itu diganti dengan yang baru.

Ciri kebahasaan berupa kalimat bermakna lampau dalam teks novel sejarah tersebut terdapat pada kalimat nomor...

a)

(1), (2)

b)

(2), (3)

c)

(3), (4)

d)

(4), (5)

e)

(1), (5)

31.

Bacalah kutipan teks novel sejarah berikut !

(1) Sudah dua tahun Musa mencoba peruntungannya di tanah Deli. (2) Orang-orang pulang ke kampungnya membawa hasil, tetapi Musa semakin lama justru terbenam dalam kesulitan. (3) Dia tidak beruntung. Pada suatu hari, aku bertemu dengannya. (4) Awal mula pertemuan kami sebenarnya biasa saja. (5) Kasur, tempat tidur, anak-anakku telah rusak. Sudah berkali-kali Mak si Buyung mengatakan kepadaku bahwa sudah seharusnya kain kasur itu diganti dengan yang baru.

Sudut pandang pengarang yang digunakan dalam penggalan novel sejarah tersebut adalah…

a)

Sudut pandang orang pertama pelaku utama

b)

Sudut pandang orang pertama tokoh sampingan

c)

Sudut pandang orang kedua

d)

Sudut pandang orang ketiga serba tahu

e)

Sudut pandang orang ketiga pengamat

32.

Bacalah kutipan teks novel sejarah berikut!

“Puasa akan datang, terimalah bulan yang mulia ini dengan penuh iman. Dari waktu sahur, kita tahan menderita lapar dan haus, lelah dan payah. Maka tahanlah lapar dan haus, lelah dan dahaga itu. Sabarlah menunggu beduk berbunyi. Beduk pasti berbunyi apabila waktunya telah tiba. Tidak ada satu makhluk pun yang dapat menahan terbenam matahari.

Dikutip dari Novel Menunggu Beduk Berbunyi karya Hamka

Nilai yang terkandung dalam kutipan teks novel sejarah adalah ...

a)

Nilai moral

b)

Nilai budaya

c)

Nilai sosial

d)

Nilai agama

e)

Nilai pendidikan

33.

Bacalah kutipan teks novel sejarah berikut!

Semua orang berpikir Patih Daha Gajah Mada memang mampu dan layak berada di

tempat yang sekarang ia pegang.

Dikutip dari:

Kaidah kebahasaan pada kata berpikir dari kutipan novel tersebut adalah ...

a)

dialog

b)

kata kerja mental

c)

kata kerja material

d)

deskripsi suasana

e)

konjungsi kronologis

34.

Bacalah kutipan teks novel sejarah berikut!

Dan bila orang mendarat dari pelayanan entah dari jauh entahlah dekat, ia akan berhenti di suatu tempat beberapa puluh langkah dari dermaga. Ia akan mengangkat sembah di hadapannya berdiri Sela Baginda, sebuah tugu batu berpahat dengan prasasti peninggalan Sri Airlangga. Bila ia meneruskan langkahnya, semua saja jalanan besar yang dilaluinya, jalanan ekonomi sekaligus militer. Ia akan selalu berpapasan dengan pribumi yang berjalan tenang tanpa gegas, sekalipun di bawah matari terik.

(Pramudya Ananta Toer, Mangir)

Nilai yang terkandung dalam penggalan teks novel sejarah tersebut adalah …

a)

nilai sosial

b)

nilai budaya

c)

nilai estetis

d)

nilai moral

e)

nilai agama

35.

Bacalah kutipan teks cerita sejarah pribadi (biografi) berikut!

Rendra pemilik berbagai kepiawaian yang karismatik, sehingga dicintai oleh kalangannya. Sekaligus ia juga disegani atau malah dibenci dan ditakuti oleh pihak‐pihak yang selalu menjadi sasaran kritik‐kritiknya. Nama Rendra ditulis lengkap dengan sebutan W.S. Rendra. Nama aslinya adalah Willibrodus Surendra Broto. Setelah memeluk Islam, namanya menjadi Wahyu Sulaiman Rendra. Rendra lahir di Solo tanggal 7 November 1935.

Keistimewaan tokoh Rendra dari kutipan tersebut adalah ….

a)

piawai dalam menyampaikan kritiknya

b)

hanya dicintai khusus oleh kalangannya

c)

sangat disegani oleh lawan yang dikritik

d)

karismatik dalam menyampaikan gagasannya

e)

memiliki kepiawaian dalam membaca puisi

36.

Perhatikan kutipan teks cerita sejarah pribadi (biografi) berikut!

Januari 1935, Hatta dan kawan-kawannya tiba di Tanah Merah, Boven Digoel (Papua). Desember 1935, Kapten Wiarda, pengganti van Langen, memberitahukan bahwa tempat pengasingan Hatta dan Sjahrir dipindah ke Bandaneira. Januari 1936 keduanya berangkat ke Bandaneira. Mereka bertemu Dr. Tjipto Mangunkusumo dan Mr. Iwa Kusumasumantri. Di Bandaneira, Hatta dan Sjahrir dapat bergaul bebas dengan penduduk setempat dan memberi pelajaran kepada anak-anak setempat dalam bidang sejarah, tata buku, politik, dan lain-lain.

Hal yang dapat diteladani dari tokoh Hatta dalam kutipan tersebut adalah . . .

a)

Bersama kawan-kawannya pergi ke Tanah Merah.

b)

Pindah dari Boven ke Bandaneira Januari 1936.

c)

Bertemu Dr. Tjipto Mangkunkusumo di Bandaneira.

d)

Bergaul bebas bersama penduduk di mana pun berada.

e)

Memberi pelajaran kepada anak-anak di Bandaneira

37.

Bacalah kutipan teks cerita sejarah pribadi (biografi) berikut!

Setelah kematian Teuku Umar, Cut Nyak Dien memimpin pasukan perlawanan melawan Belanda di daerah pedalaman Meulaboh bersama pasukan kecilnya dan mencoba melupakan suaminya. Pasukan ini terus bertempur sampai kehancurannya pada tahun 1901. Pasukan itu dapat dihancurkan karena tentara Belanda sudah terbiasa berperang di medan daerah Aceh. Selain itu, Cut Nyak Dien sudah semakin tua.

Hal yang diceritakan dalam kutipan tersebut adalah...

a)

Cut Nyak Dien memimpin pasukan bersama Teuku Umar

b)

Cut Nyak Dien memimpin pasukan setelah Teuku Umar meninggal

c)

Cut Nyak Dien mulai memimpin pasukan sejak tahun 1901

d)

Teuku Umar dan Cut Nyak Dien berjuang sampai tahun 1901

e)

Teuku Umar melanjutkan perjuangan Cut Nyak Dien

38.

Bacalah kutipan teks cerita sejarah pribadi (biografi) berikut!

Semasa kecil Umar Kayam sudah akrab dengan dunia membaca. Ia terbiasa dengan bacaan-bacaan dongeng dan pelajaran terkait dengan bahasa Belanda. Semasa SMA ia aktif mengelola majalah dinding untuk mengeksplorasi karya-karyanya. Karya Umar yang pertama kali dimuat di majalah di Jakarta adalah cerpen”Bunga Anyelir”.

Semasa hidupnya, Umar juga menjadi kolumnis di berbagai media massa. Sebagai kolumnis, Umar dikenal dengan ciri khas tulisannya yang berbau renungan. Sementara di bidang perfilman, Umar pernah menulis beberapa skenario film. Ia juga pernah sukses memerankan sosok Bung Karno dalam film G30S-PKI yang disutradarai Arifin C. Noor.

Pernyataan yang sesuai dengan isi teks tersebut adalah ...

a)

Umar Kayam mempunyai hobi membaca sejak SMA.

b)

Gaya renungan selalu muncul pada karya Umar Kayam.

c)

G30S-PKI adalah salah satu skenario hasil tulisan Umar Kayam.

d)

Umar Kayam pertama kali membuat tulisan berjudul “Bunga Anyelir”

e)

Menjadi kolumnis dan presenter adalah pekerjaan Umar Kayam.

39.

Perhatikan kutipan teks editorial berikut!

(1) Di tahun lalu, ada sekitar 268 pengaduan tentang minimnya pelayanan kesehatan di berbagai rumah sakit di Indonesia. (2) Jumlah itupun yang dilaporkan dan diterima di Kemenkes. (3) Yang belum dilaporkan tentunya lebih banyak lagi. (4) Salah satu hal yang menjadikan mutu pelayanan dokter kurang memuaskan adalah soal penanganan terhadap pasien. (5) Dokter banyak yang belum bisa mengetahui penyakit pasien yang sebenarnya sehingga kadang obat yang diberikan tidak tepat. (6) Seharusnya pemerintah terutama bidang kesehatan selalu memperbaharui/meningkatkan mutu para dokter di seluruh Indonesia secara berkala. (7) Hal itu bertujuan agar pelayanan kesehatan masyarakat dapat terhubung dengan baik.

Kalimat yang berisi fakta pada teks tersebut adalah ...

a)

(1), (2)

b)

(2), (3)

c)

(3), (4)

d)

(4), (5)

e)

(6), (7)

40.

Perhatikan kutipan teks editorial berikut!

Sejatinya, unjuk rasa yang dilakukan tanpa henti dalam kurun sepekan terakhir dapat dihindari apabila pemerintah dan DPR lebih terbuka dalam pengesahan UU Cipta Kerja. Sebab, informasi yang beredar di masyarakat, UU Cipta Kerja memiliki dua versi, belakangan disebut-sebut ada versi terbaru. Bahkan, hingga saat ini draf UU Cipta Kerja belum diketahui keberadaannya. Hal inilah yang berpotensi menimbulkan kecurigaan di masyarakat. Namun demikian, masyarakat tetap harus memberikan respons yang baik sesuai dengan prosedur dan tidak terhasut provokasi-provokasi yang dilakukan di media sosial. Terlebih sejatinya UU Cipta Kerja memiliki tujuan untuk mendorong laju perekonomian nasional lebih cepat lagi.


Dikutip dari: https: //nasional.sindonews.com/read/196408/16/hoaks-merajalela-di-media-sosial-1602677439 dengan sedikit perubahan, pada tanggal 20 Oktober 2020.

Kutipan teks editorial tersebut termasuk struktur ...

a)

Tesis

b)

Argumentasi

c)

Penegasan ulang

d)

Fakta

e)

Opini

41.

Perhatikan kutipan teks editorial berikut!

Aksi unjuk rasa menolak Undang-Undang (UU) Cipta Kerja atau yang dikenal dengan Omnibus Law terus berlangsung. Unjuk rasa tak sebatas dilakukan oleh kaum buruh saja, tetapi juga elemen masyarakat lainnya, termasuk kalangan mahasiswa. Sayangnya, unjuk rasa yang sejatinya bisa dilakukan dengan cara yang baik berakhir dengan kericuhan di sejumlah daerah. Tak hanya di Jakarta, juga di kota-kota besar lain seperti Yogyakarta, Malang, dan Medan.

Dikutip dari: https: //nasional.sindonews.com/read/196408/16/hoaks-merajalela-di-media-sosial-1602677439 dengan sedikit perubahan, pada tanggal 20 Oktober 2020.

Kutipan teks editorial tersebut termasuk struktur ...

a)

Tesis

b)

Argumentasi

c)

Penegasan ulang

d)

Fakta

e)

Opini

42.

Perhatikan kutipan teks editorial berikut!

Aksi unjuk rasa menolak Undang-Undang (UU) Cipta Kerja atau yang dikenal dengan Omnibus Law terus berlangsung. Unjuk rasa tak sebatas dilakukan oleh kaum buruh saja, tetapi juga elemen masyarakat lainnya, termasuk kalangan mahasiswa. Sayangnya, unjuk rasa yang sejatinya bisa dilakukan dengan cara yang baik berakhir dengan kericuhan di sejumlah daerah. Tak hanya di Jakarta, juga di kota-kota besar lain seperti Yogyakarta, Malang, dan Medan.

Dikutip dari: https: //nasional.sindonews.com/read/196408/16/hoaks-merajalela-di-media-sosial-1602677439 dengan sedikit perubahan, pada tanggal 20 Oktober 2020.

Masalah yang dibahas dalam kutipan teks editorial tersebut adalah ...

a)

Kericuhan yang dilakukan kalangan mahasiswa di kota-kota besar Indonesia.

b)

Aksi unjuk rasa mahasiswa di kota-kota besar Indonesia yang berakhir kericuhan.

c)

Aksi unjuk rasa yang menolak Undang-Undang (UU) Cipta Kerja yang dilakukan mahasiswa.

d)

Aksi unjuk rasa yang menolak Undang-Undang (UU) Cipta Kerja yang terus berlangsung di Indonesia.

e)

Aksi unjuk rasa yang menolak Undang-Undang (UU) Cipta Kerja atau Omnibus Law yang hanya dilakukan mahasiswa terus berlangsung di Indonesia.

43.

Perhatikan kutipan teks editorial berikut!

Pada tanggal 20 Oktober tahun lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin menerima mandat resmi untuk memimpin negeri ini selama lima tahun ke depan. Namun, satu tahun berjalan, pemerintahan Jokowi-Amin ternyata tidak adem-ayem saja.

Baru beberapa bulan pemerintahan berjalan, Jokowi-Amin beserta kabinetnya dihadapkan tantangan besar, utamanya pada sektor ekonomi. Muaranya, capaian pertumbuhan ekonomi yang hanya mencapai 2,97% pada kuartal I/2020 membuat tugas-tugas pemerintahan tak bisa lagi dijalankan seperti biasanya (business as usual).

Tantangan kian pelik manakala pandemi Covid-19 yang resmi dinyatakan masuk ke Indonesia pada 2 Maret juga turut mengoyak berbagai sendi kehidupan. Hingga satu tahun Kabinet Indonesia Maju ini berjalan, kontraksi-kontraksi itu masih terasa jelas. Bahkan sebagian tampak kerepotan untuk diantisipasi. Situasi inilah yang kerap menyebabkan publik protes, kecewa, bahkan hingga meluapkan amarahnya. Perasaan publik itu hakikatnya sesuatu yang wajar di tengah harapan besar mereka sebelumnya akan kehidupan yang lebih baik.

https://nasional.sindonews.com/read/201472/16/setahun-jokowi-momentum-evaluasi-1603116617, pada tanggal 20 Oktober 2020

Keberpihakan penulis dalam kutipan teks editorial tersebut kepada ...

a)

Pemerintah

b)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden K.H. Ma’ruf Amin

c)

Pandemi covid-19

d)

Masyarakat Indonesia

e)

Kabinet Jokowi-Amin

44.

Perhatikan kutipan teks editorial berikut!

Belum lagi soal runyamnya pembelajaran jarak jauh (PJJ), penanganan pengangguran baru, hingga kisruh distribusi bantuan sosial membuat tugas pemerintahan saat ini makin berat. Tentu di luar itu masih banyak pekerjaan rumah lain pemerintahan ini yang perlu segera ditangani. Bagi Jokowi, satu tahun pemerintahan ini adalah momentum yang tepat untuk mengevaluasi sejauh mana efektifitas sistem kerja yang dibuat berikut rapot kinerja para pembantunya. Evaluasi ini adalah keniscayaan dalam kerangka membangun pemerintahan yang efektif. Lebih-lebih, dalam masa pandemi ini, mendesak dibutuhkan pemerintahan yang tak asal bekerja, tapi juga responsif sekaligus adaptif.

Dikutip dari: https://nasional.sindonews.com/read/201472/16/setahun-jokowi-momentum-evaluasi-1603116617, pada tanggal 21 Oktober 2020.

Penulisan kata berikut ini yang sesuai dengan kaidah Ejaan Bahasa Indonesia adalah ...

a)

efektifitas, rapor, efektif

b)

efektivitas, rapor, efektif

c)

efektivitas, rapot, efektif

d)

efektifitas, rapot, efektif

e)

efektivitas, rapor, evektif

45.

Perhatikan kutipan teks editorial berikut!

Tentu konsekuensi evaluasi ini adalah bongkar pasang posisi. Pada titik ini, sebagai presiden, Jokowi dituntut memiliki keteguhan prinsip agar tak mudah mendapat masukan-masukan yang hanya mengutamakan kepentingan kelompok, partai, dan sebagainya. Indikasi intervensi mereka sudah banyak terlihat. Gaung reshuffle hari-hari ini makin nyaring terdengar. Makin terang lagi manakala ada beberapa kelompok atau partai yang sudah berani blak-blakan saling serang. Muaranya sudah pasti ditebak, yakni politik belah bambu, memenangkan kelompoknya dan berupaya melenyapkan kelompok lain. Berbagai dalih dan narasi pun banyak dibuat. Tapi, tujuannya tetap sama, yaitu untuk kepentingan sempit parpolnya atau kelompoknya sendiri.


https://nasional.sindonews.com/read/201472/16/setahun-jokowi-momentum-evaluasi-1603116617


Makna kata intervensi pada kutipan teks tajuk rencana tersebut adalah ...

a)

Campur tangan yang berlebihan pada pemerintahan Jokowi.

b)

Mencampuri tugas negara dengan kepentingan parpol.

c)

Campur tangan dalam perselisihan dua pihak antara kepentingan kelompok dan partai.

d)

Upaya untuk mencampuri urusan pemerintahan Jokowi.

e)

Perselisihan dalam pemerintahan.

46.

Perhatikan kutipan teks editorial berikut!

(1) Kesimpangsiuran informasi hampir selalu terulang pada setiap bencana. (2) Setelah letusan Kelud, di media sosial ramai dibicarakan Gunung Bromo dan Semeru, isu palsu itu membuat panik. (3) Tugas mitigasi adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang ciri-ciri letusan gunung secara ilmiah. (4) Tugas mitigasi juga membangun sikap rasional kepada masyarakat mengenai penanggulangan berbasis masyarakat. (5) Daripada menghamburkan uang untuk hal-hal yang tidak penting, lebih baik pemerintah mulai menyiapkan infrastruktur mitigasi yang benar.

Pernyataan yang merupakan opini penulis pada teks tersebut terdapat pada kalimat...

a)

(1)

b)

(2)

c)

(3)

d)

(4)

e)

(5)

47.

Perhatikan kutipan teks editorial berikut!

Pendidikan yang dulu diperjuangkan mati-matian oleh para pejuang kemerdekaan agar seluruh rakyat mendapatkan hak yang sama, ternyata masih milik segolongan orang tertentu. Setiap tahun ajaran baru selalu muncul keganjilan berulang-ulang yakni kebingungan orang tua mencari sekolah untuk anaknya. Ternyata keganjilan itu muncul karena masalah lama belum tuntas. Standardisasi sekolah masih belum jelas sehingga menimbulkan kasta-kasta dalam pendidikan. Sistem kasta tersebut membuat para orang tua berlomba-lomba untuk mendapatkan sekolah berkasta tinggi. Bahkan, mereka rela mengeluarkan biaya besar agar anaknya bisa masuk di sekolah favorit. Sementara, banyak siswa yang tidak bisa masuk ke sekolah favorit bukan karena kurang pandai, melainkan karena mereka tidak mampu membayar biaya sekolah yang tinggi. Inilah ironi pendidikan Indonesia.


Opini penulis dalam tajuk tersebut adalah ....

a)

Seluruh rakyat mendapatkan hak pendidikan yang sama.

b)

Pemerataan pendidikan telah diperjuangkan mati-matian.

c)

Pendidikan masih menjadi milik segolongan orang tertentu.

d)

Standardisasi pendidikan akan menimbulkan keganjilan.

e)

Sekolah berkasta tinggi memerlukan biaya yang tinggi

48.

Perhatikan kalimat-kalimat berikut!

(1) Penambahan kasus harian dalam sebulan terakhir bahkan masih bertengger di angka 4.000-an dengan kontribusi terbesar di wilayah DKI Jakarta.

(2) Terhitung 232 hari sejak kasus pertama diumumkan di Indonesia pada awal Maret 2020, grafik perkembangan jumlah orang yang terpapar Covid-19 belum juga melandai.

(3) Data terkini, Minggu (18/10/2020), kasus positif Covid-19 kembali bertambah 4.105 orang sehingga secara akumulasi total kasus mencapai 361.867 orang.

(4) Deretan angka tersebut jelas bukan merupakan kabar baik. Ditambah lagi jika melihat gugurnya dokter karena korona yang hingga kemarin total mencapai 136 orang di seluruh Indonesia.

(5) Adapun akumulasi pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 285.324 orang dan meninggal dunia 12.511 orang.

Kalimat opini dalam kutipan teks editorial tersebut adalah ...

a)

(1)-(2)-(3)-(4)-(5)

b)

(2)-(1)-(3)-(5)-(4)

c)

(3)-(1)-(2)-(5)-(4)

d)

(4)-(2)-(1)-(3)-(5)

e)

(5)-(1)-(4)-(2)-(3)

49.

Perhatikan kutipan teks editorial rumpang berikut!

Masyarakat setempat gusar ... tokoh yang mereka junjung meninggal oleh luka tembakan. Seperti yang sudah-sudah, aparat keamanan dan kelompok separatisme saling tuding sebagai dalang. Demi mengantisipasi eskalasi kemarahan warga, pemerintah bergerak cepat membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk mengungkap pelaku. ... menjalankan tugas di Intan Jaya, TGPF sempat dihadang tembakan oleh kelompok separatisme. Salah satu anggota TGPF terpaksa dipulangkan ke Jakarta karena terkena tembakan di kaki dan tangan. TGPF akhirnya berhasil merampungkan tugas ... menyerahkan laporan hasil investigasi kepada Menko Polhukam Mahfud MD.


Dikutip dari: https://mediaindonesia.com/editorials/detail_editorials/2150-tonggak-menyetop-kekerasan-di-papua, pada tanggal 23 Oktober 2020 dengan sedikit perubahan.

Konjungsi yang tepat untuk melengkapi teks editorial tersebut adalah ...

a)

karena, dan, sejak

b)

karena, dan, saat

c)

karena, saat, dan

d)

karena, sejak, dan

e)

karena, ketika, serta

50.

Bacalah kutipan teks editorial berikut!

Titik rawan persinggungan antara pandemi covid-19 dan Pilkada serentak 2020 sesungguhnya bukan hanya pada soal bagaimana protokol kesehatan yang ketat bisa diterapkan di semua rangkaian proses pilkada sehingga kontestasi demokrasi itu tidak menciptakan klaster penularan baru. Ada satu hal lagi yang patut menjadi perhatian, yakni terkait dana jaring pengaman sosial untuk penanganan pagebluk tersebut. Di sini bukan programnya yang mesti dikritisi karena jaring pengaman sosial sejatinya salah satu bentuk kehadiran negara di tengah gebukan pandemi yang menghantam rakyatnya. Yang patut dicurigai ialah besaran alokasi anggarannya. Komisi Pemberantasan Korupsi mengendus adanya alokasi anggaran jaring pengaman sosial yang terlalu besar di sejumlah daerah yang melangsungkan Pilkada serentak 2020. Dalam catatan komisi antirasuah itu, dari 270 daerah yang menyelenggarakan pilkada tahun ini, 58 di antaranya menganggarkan jaring pengaman sosial untuk penanganan pandemi covid-19 di atas 40% dari total APBD.

Sumber: https://mediaindonesia.com/editorials/detail_editorials/2147-seburuk-buruknya-korupsi

Isu yang dibahas pada kutipan teks editorial tersebut adalah ...

a)

Dana jaring pengaman sosial untuk menangani

pagebluk covid 19

b)

Komisi Pemberantasan Korupsi mengendus adanya

alokasi anggaran jaring pengaman sosial yang terlalu besar di sejumlah

daerah yang melangsungkan Pilkada serentak 2020.

c)

Titik rawan persinggungan antara pandemi covid-19

dan Pilkada serentak 2020.

d)

Pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2020 di

Indonesia.

e)

Dari 270 daerah yang menyelenggarakan pilkada

tahun ini, 58 di antaranya menganggarkan jaring pengaman sosial untuk

penanganan pandemi covid-19 di atas 40% dari total APBD