wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

FTS STERIL SEM 5

Total questions: 40

Worksheet time: 1hrs 19mins

Name
Class
Date
1.

Contoh sediaan parenteral, kecuali...

a)

Injeksi

b)

Infus

c)

Implant

d)

Salep dan tetes mata

e)

Tablet susuk

2.

Keuntungan sediaan parenteral adalah...

a)

Onsetnya lebih panjang sehingga memberikan efek yang cepat

b)

Mudah untuk intoksikasi obat

c)

Cocok diberkan kepada pasien yang sadar maupun tidak sadar

d)

Tidak sesuai untuk obat yang rusak pada saluran cerna

e)

Sulit untuk meramalkan kadar obat di dalam darah

3.

Sediaan parenteral injeksi intravena dalam tubuh mengalami fase, kecuali...

a)

Absorbsi

b)

Distribusi

c)

Metabolisme

d)

Ekskresi

e)

Eliminasi

4.

Contoh sediaan parenteral cair, kecuali...

a)

Injeksi cefotaxim

b)

Injeksi lidocain

c)

Infus Ringer Laktat

d)

Injeksi Neurobion

e)

Infus NaCl 0,9%

5.

Karakterikstik sediaan steril adalah...

a)

Keruh

b)

Ada partikel melayang

c)

Bebas mikroorganisme dan pirogen

d)

Mudah teroksidasi

e)

Mudah terhidrolisis

6.

Tidak menimbulkan efek farmakologis seperti demam termasuk dari karakteristik sediaan steril yaitu...

a)

Steril

b)

Bebas pasrtikel besar

c)

Stabil secara fisika

d)

Stabil secara kimia

e)

Stabil secara farmasetika

7.

Injeksi vitamin C berubah warna menjadi kuning ketika dipanaskan, contoh tersebut tidak memenuhi karakteristik sediaan steril yaitu...

a)

Steril

b)

Bebas pasrtikel besar

c)

Stabil secara fisika

d)

Stabil secara kimia

e)

Stabil secara farmasetika

8.

Rute injeksi yang memiliki onset paling cepat dan durasi paling pendek adalah...

a)

Intra vena

b)

Intra muscular

c)

Sub cutan

d)

Intra cisternal

e)

Intra dermal

9.

Berikut resiko pemberian injeksi secara intra vena, kecuali

a)

Ektstravasasi

b)

Onset yang cepat

c)

Phlebitis

d)

Reaksi alergi

e)

Air embolus

10.

Pernyataan yang benar mengenai bioavailabilitas obat injeksi adalah . . . .

a)

Semakin besar laju disolusi semakin cepat obat dikeluarkan dari tubuh

b)

Obat yang memiliki koefisien partisi yang besar, maka kelarutan obat di dalam pelarut air tinggi

c)

Obat yang diberikan secara intramuscular efeknya lebih cepat dibandingkan pemberian secara subcutan

d)

Pada pasien diabetes mellitus efek terapi obat injeksi lebih cepat dibandingkan dengan pasien normal

e)

Interaksi zat aktif dengan zat tambahan tidak mempengaruhi bioavailabilitas zat aktif

11.

Yang termasuk sediaan parenteral volume kecil adalah . .

a)

Ringer laktat Infus

b)

Aminofusin Infusplant

c)

Vial Cefotaxime

d)

Infus NaCl 0,9%

e)

Im

12.

Karakteristik dasar sediaan parenteral volume kecil, kecuali . . .

a)

Sterilitas

b)

Bebas partikel besar

c)

Stabilitas secara fisika dan kimia

d)

Hipotonis

e)

Isohidris

13.

Air untuk obat suntik yang telah disterilkan, dan dikemas dalam wadah-wadah dosis tunggal yang tidak lebih besar dari 1 liter adalah . . . .

a)

water for injection

b)

steril water for injection

c)

bacteriostatic water for injection

d)

NaCl injection

e)

Ringer Lactat Injection

14.

Air steril untuk obat suntik yg mengandung satu atau lebih zat antimikroba yg sesuai adalah . . . .

a)

Water for injection

b)

Steril water for injection

c)

Bacteriostatic water for injection

d)

NaCl injection

e)

Ringer Lactat Injection

15.

Berisi NaCl, Kalium klorida, dan Kalsium klorida dalam air untuk obat suntik (kadarnya sama dengan kadarnya dalam cairan badan adalah . . . .

a)

water for injection

b)

steril water for injection

c)

bacteriostatic water for injection

d)

NaCl injection

e)

Ringer Lactat Injection

16.

untuk membuat sediaan parental isohidris perlu ditambahkan . .

a)

pengawet antimikroba

b)

larutan dapar

c)

antioksidan

d)

kosolven

e)

solubilizer

17.

Untuk mengatasi kelarutan yaitu dengan membentuk senyawa kompleks dengan cara menambahkan . . .

a)

PEG 400

b)

Propilenglikol

c)

Na EDTA

d)

Dapar Fosfat

e)

Na Lauril SUlfat

18.

Berikut contoh-contoh kosolven untuk meningkatkan kelarutan kecuali . . . .

a)

PEG 300

b)

PEG 400

c)

Etilalkohol

d)

Propilenglikol

e)

Na Lauril Sulfat

19.

Pada wadah dosis ganda untuk menghindari penurunan kualitas sediaan karena pemakaian berulang perlu ditambahkan . . . .

a)

Kosolven

b)

Surfaktan

c)

Senyawa pengompleks

d)

Preservative

e)

Larutan dapar

20.

Cairan irigasi dan dialisis termasuk ke dalam . . .

a)

SVP

b)

LVP

c)

Sediaan steril

d)

Sediaan isotonis

e)

Sediaan isohidris

21.

Pada sediaan parenteral volume besar tidak boleh terdapat . .

a)

Zat aktif

b)

Pelarut

c)

Pengawet

d)

Pengisotonis

e)

Bahan tambahan yang inert

22.

Syarat sediaan parenteral volume besar, kecuali . . . .

a)

Bebas pirogen

b)

Bebas partikel partikulat

c)

Steril

d)

Dikemas dalam kemasan dosis ganda

e)

Bebas pengawet

23.

Volume larutan parenteral volume besar tidak boleh melebihi . . . .

a)

100 ml

b)

1.000 ml

c)

10.000 ml

d)

100.000 ml

e)

1.000.000 ml

24.

Contoh sediaan LVP non intravena adalah . . . .

a)

Larutan asam amino

b)

Larutan elektrolit

c)

Nutrisi parenteral

d)

Larutan irigasi

e)

Larutan karbohidrat

25.

Larutan yang berfungsi menjaga integritas jaringan, menghilangkan darah, dan memperjelas penglihatan dokter bedah selama operasi adalah . . . .

a)

Larutan asam amino

b)

Larutan elektrolit

c)

Nutrisi parenteral

d)

Larutan irigasi

e)

Larutan karbohidrat

26.

Sediaan LVP harus bebas pirogen. Kontaminan pirogen biasanya berasal dari, kecuali . . .

a)

Pembuatan sediaan di ruang LAF

b)

Air yang digunakan sebagai pelarut

c)

Kemasan yang kontak dengan larutan

d)

Bahan tambahan yang digunakan

e)

Bahan aktif yang digunakan

27.

Sediaan tetes mata agar tidak menimbulkan rasa sakit harus memenuhi syarat . . .

a)

Bebas partikel asing

b)

Isohidris

c)

Isotonis

d)

Jernih

e)

Tidak iritan

28.

Bahan yang ditambahkan untuk mencegah pertumbuhan jamur adalah . . . .

a)

Benzalkonium klorida

b)

Fenilraksa (II) nitrat

c)

Klorbutanol

d)

Metil dan propil paraben

e)

Fenil etilalkohol

29.

Metil paraben efektif dalam konsentrasi . . . .

a)

0,03-0,1%

b)

0,005-0,02%

c)

0,002-0,004%

d)

0,004-0,02%

e)

0,01-0,02%

30.

Mengapa sediaan parenteral tidak boleh hipotonis ?

a)

Tekanan osmosis lebih tinggi dari darah sehingga menyebabkan air keluar dari sel

b)

Tekanan osmosis lebih tinggi dari darah sehingga menyebabkan penciutan sel

c)

Tekanan osmosis lebih rendah dari darah sehingga menyebabkan penciutan sel

d)

Tekanan osmosis lebih rendah dari darah sehingga sel melintasi membran dan sel membesar dan pecah

e)

Tekanan osmosis lebih tinggi dari darah sehingga sel melintasi membran dan sel membesar dan pecah

31.

Yang biasanya digunakan sebagai larutan pengisotonis adalah . . . .

a)

Larutan NaCl

b)

Larutan ringer laktat

c)

Larutan KCl

d)

Larutan asam amino

e)

air

32.

Sampel larutan infus dituang ke dalam larutan media kemudian di inkubasi digunakan untuk . . . .

a)

Uji kejernihan

b)

Uji stabilitas fisika dan kimia

c)

Uji kontaminasi mikroba dan jamur

d)

Uji kesetaraan volume

e)

Uji aktivitas zat aktif

33.

Sediaan steril yang digunakan untuk penederita hipokalemia berat adalah . . . .

a)

Larutan NaCl

b)

Larutan KCl

c)

Larutan Glisin

d)

Larutan ringer laktat

e)

Larutan dekstrosa

34.

Keuntungan sediaan parenteral adalah tidak melalui first pass effect. First pass effect adalah . . . .

a)

Inflamasi pembuluh vena

b)

Keluarnya sel atau cairan dari dalam pembuluh ke jaringan

c)

Rusaknya obat oleh saluran cerna

d)

Metabolisme 2x lebih cepat sehingga banyak obat tidak berefek

e)

Metabolisme obat dari salutan pencernaan langsung ke vena portal hepatika yang menyebabkan obat berkurang secara signifikan

35.

Kecepatan pelepasan obat dipengaruhi oleh pembawa. Yang memberikan pelepasan obat yang paling cepat adalah . . . .

a)

Aqueous solution

b)

aqueous suspension

c)

oil-in-water emulsion

d)

water-in-oil emulsion

e)

oleaginous solution

36.

Kecepatan pelepasan obat dipengaruhi oleh pembawa. Yang memberikan pelepasan obat yang paling lambat adalah . . . .

a)

Aqueous solution

b)

aqueous suspension

c)

oil-in-water emulsion

d)

water-in-oil emulsion

e)

oleaginous solution

37.

Dibuat dengan mendidihkan air p.i selama 30 menit dan pada saat pendinginannya dialiri gas nitrogen.Dipakai untuk melarutkan zat aktif yang mudah teroksidasi, seperti apomorfin, klorfeniramin, dll merupakan..

a)

Air pro injeksi

b)

Air pro injeksi bakteriostatik

c)

Air pro injeksi bebas CO2

d)

Air pro injeksi bebas O2

e)

Pembawa non air

38.

Antioksidan yang digunakan untuk melindungi terjadinya oksidasi dengan mekanisme kerja sebagai agen pereduksi adalah ....

a)

Asam sitrat

b)

Assam tatrat

c)

Asam fosfat

d)

Asam salisilat

e)

Asam askorbat

39.

Bahan yang digunakan sebagai pembasah dan digunakan untuk mencegah pertumbuhan kristal adalah..

a)

Suspending Agent

b)

Pengomplek

c)

Wetting Agent

d)

Pendapar

e)

Antioksidan

40.

Merupakan alternatif dari sterilisasi termal sering dilakukan jika bahan yang akan disterilkan tidak tahan terhadap suhu tinggi dan menggunakan etilen oxide sebagai bahan sterilnya..

a)

Sterilisasi radiasi

b)

Sterilisasi filtrasi

c)

Sterilisasi gas

d)

Sterilisasi dengan oven

e)

Sterilisasi dengan autoklaf