NEW
Font size
WorksheetsFARMAKOLOGI MOLEKULER
Total questions: 70
Worksheet time: 1hrs 10mins
Contoh obat yang bekerja melalui mekanisme fisikokimia, bukan hasil interaksi dengan target molekuler adalah:
glibenklamid
anestesilokal
antasida
kalium permanganate
Golongan deterjen, alkohol, oksidator dan derivate fenol bekerja dengan mekanisme:
berinteraksi dengan protein, baik yang berada di membran plasma atau dengan komponen di dalam sel
bekerja secara ekstraseluler pada konstituen non-seluler tubuh tanpa melibatkan interaksi obat-reseptor
bekerja pada sisiseluler dan melibatkan komponen makromolekul, tapi efek biologis yang dihasilkan adalah konsekuensi non-spesifik dari sifat kimiawi obat
berinteraksi dengan system biologis seperti albumin plasma
Contoh respon seluler yang dihasilkan setelah penghantaran sinyal adalah:
proses digesti
proses respirasi
sekresi
proses kardiovaskuler
Berikut ini contoh obat berstruktuk non-spesifik, kecuali:
Resorsinol sebagai antibakteri
Sulfonamida sebagai antibakteri
Aluminium hidroksida sebagai antasida
kalium permanganate sebagai antibakteri
Di bawah ini yang bukan merupakan faktor yang mempengaruhi aksi obat berstruktur
spesifik adalah :
Efek induksi
adsorbsi
Distribusi electron dalam molekul
stereokimia
Target obat berikut berada di dalam sel:
Kanal Na
Xantinoksidase
Pompa proton
Reseptor histamin
Target obat berikut berada di membrane sel:
protein kinase C
reseptortirosin kinase
reseptor steroid
pompa Na
Protein yang berperan sebagai katalisator berbagai reaksi kimia dan biokimia dalam
tubuh :
enzim
Molekul pembawa
reseptor
kanal ion
Berikut ini yang merupakan protein membran yang berfungsi membawa ion atau
molekul masuk atau keluar membran :
Reseptor nikotinik
Reseptor histamin
NaCl co-transporter
aldehidedehydrogenase
Berikut ini yang bukan merupakan senyawa kimia endogen pembawa pesan senyawa kimia endogen pembawa pesan yang berinteraksi dengan reseptor adalah :
hormon
enzim
neurotransmiter
mediator kimia sistemimun
Protein penyusun pori yang mengontrol gradien voltage melintasi membran plasma
dengan memungkinkan aliran ion berdasarkan gradien elektrokimia, adalah:
Membrane transporter
Reseptor terkoplingkanal ion
Kanal ion
Reseptor sitosolik
Hodgkin and Huxley menyatakan bahwa pembukaan kanal ion:
Merupakan hasil perbedaan tekanan osmose
Tidak selektif, semua ion bias lewat
Terjadi secara beraturan, tidak random
Secara kinetic dipengaruhi voltase dan waktu
Pada saat konformasi aktivasi kanal ion:
Kanal membuka saat terjadi depolarisasi
Kanal membuka selama depolarisasi berlangsung
Kanal menutup saat terjadi depolarisasi
Kanal menutup selama depolarisasi berlangsung
Pernyataan berikut ini benar tentang arus keluar masuk ion, kecuali:
kadar Na+ ekstra sel lebih besar dari pada intrasel, Na+ cenderung masuk
kadar Cl- ekstra sel sama dengan intrasel, Cl- keluar dan masuk secara ekivalen
kadar K+ ekstra sel lebih kecil dari pada intrasel, K+ cenderung keluar
kadar Ca++ ekstra sel lebih kecil dari pada intrasel, Ca++ cenderung keluar
Kanal ion yang membuka dan menutup berdasarkan potensial membran:
Voltage-gated channel
Reseptor ionotropik
Ligand-gated channel
Other-gated channel
Fase pada saat kanal Na diblok pada sisi intraseluler oleh gerbang aktivasi yang dibentuk oleh domain III & IV subunit α, adalah :
Inaktivasi
Depolarisasi
Aktivasi
Fase istirahat
Pada fase inaktivasi kanal Na :
Kanal diblok oleh gerbang aktivasi
Kanal diblok oleh partikel inaktivasi
Terjadi depolarisasi
Ion Na masuk kedalam sel
Contoh obat yang bekerja menghambat kanal Na:
Digoksin
Glibenklamida
Anestesilokal
Thiazida
Struktur yang membentuk pusat pori pada kanal Na:
subunit β1
subunit β2
domain helikstrans mebran
domain ekstraseluler
Karena aktivitasnya menstabilkan fase inaktivasi kanal Na, fenitoin dapat digunakan
untuk:
antihipertensi
antikonvulsan
antitusif
antiaritmia
Jenis kanal K yang terbuka secara konstitutif untuk menjaga potensial membrane tetap positif..
Ca activated K+ channel
Leak K+ channel
Inwardly rectifier K+ channel
Voltage gated K+ channel
Jenis kanal K di mana muatan positif lebih mudah masuk :
Ca activated K+ channel
Leak K+ channel
Inwardly rectifier K+ channel
Voltage gated K+ channel
Glibenklamid dan gipizid bekerja dengan cara:
Memblok kanal K-ATP pankreas
Memblok kanal K tergantung voltase pada selotot jantung
Menunda potensial aksi jantung
meningkatkan efflux K+
Blokade kanal K oleh obat anti aritmia kelas III menyebabkan:
Memperpendek potensial aksi
Mempercepat potensial aksi
Repolarisasi tertunda
Mempercepat repolarisasi
Kanal K yang strukturnya mengandung 2 domain trans membran:
Ca activated K+ channel
Leak K+ channel
Inwardly rectifier K+ channel
Voltage gated K+ channel
Hambatan terhadap kanal Ca dapat menyebabkan efek berikut ini kecuali:
penghambatan depolarization
Peningkatan kontraksi kardiak
Penurunan tekanan darah
Efek antiartimia
Contoh obat yang bekerja sebagai antagonis kanal Ca adalah :
Glibenklamid
Nifedipin
Digoksin
Captopril
Pembukaan kanal Ca bias terjadi karena hal-hal berikut kecuali:
Depolarisasi potensial membran
protein kinase, protein posfatase
hormon
Repolarisasi potensial membrane
Struktur kanal Ca disusun oleh subunit-subunit:
α, β, δ, dan γ
α, dan β
α, β, dan γ
α, β, dan δ
Penghambatan kanal Ca oleh antagonis Ca terutama dilakukan dengan:
Mempercepat transisi ke fase istirahat
Menunda fase inaktivasi
Menstabilkan fase inaktivasi secara alosterik
Mempercepat repolarisasi
Berikut ini yang merupakan sifat pompa ion adalah :
Bekerja berdasarkan perubahan voltage membran
Mentransport molekul melintasi membrane mengikuti gradien konsentrasi
Tidak membutuhkan energi
Mempunyai binding site untuk ATP di bagian sitosoliksel
Pada pompa Na, tahapan yang terjadi setelah ATP terikat dan memfosforilasi permukaan
sitoplasma adalah:
Afinitas lebih tingi terhadap Na+ dari pada K+
Ion Na terikat pada binding site-nya
Binding site terbuka kearah luar sel
Binding site terbuka ke arah sitoplasma
Penghambatan pompa Na menyebabkan respon berikut, kecuali:
Terjadi pelepasan Ca2+ dari cadangan intrasel
Na/Ca exchanger menjadi kurang berfungsi
Terjadi peningkatan kontraksi otot jantung
Kadar Na+ intrasel rendah
Pernyataan berikut benar mengenai pompa proton, kecuali:
Mampu melawan gradien konsentrasi karena menggunakan energy dari hidrolisis ATP
mentransport 1 H+ dari sitoplasma sel parietal
dihambat oleh simetidin
Merupakan enzim yang bertanggung jawab mengasamkan lambung
Kanal ion tergantung ATP yang ada di selgastrik:
pompa Na
H+/K+ ATPase
Pompa Ca
Na+/K+ ATPase
Protein yang merupakan kanal dengan rantai asam amino hidrofilik, berfungsi untuk uptake zat nutrient dan membuang zat tak berguna keluar sel, adalah:
Membrane transporter
Reseptor terkoplingkanal ion
Pompa ion
Reseptor sitosolik
Diuretik thiazid bekerja dengan cara menghambat:
Na/Ca exchanger
Na+/K+-ATPase
NaCl cotransporter
Na/H Exchanger
Amilorid bekerja dengan cara menghambat:
Na/Ca exchanger
Na+/K+-ATPase
NaCl cotransporter
Na/H Exchanger
Simporter adalah transporter yang :
Memfasilitasi perpindahan searah sebuah substrat melintasi membran
mengko-transport dua substrat terpisah dengan arah yang sama
Memindahkan dua substrat melintasi membrane dengan arah yang berlawanan
memfasilitasi perpindahan substrat secara tidak selektif
Contoh substrat ABC transporter, kecuali:
Obat sitotoksik
toksin dan senyawa karsinogen
Metabolit terdetoksifikasi
hormone
Reseptor histamine termasuk golongan reseptor:
Ionotropik
Nuclear
metabotropik
Terhubung enzim
Yang bukan merupakan contoh agonis untuk reseptor pada gambar berikut adalah:
Adrenalin
Faktor pertumbuhan
Salbutamol
Histamin
Binding site pada reseptor nikotinik merupakan suatu loop yang dibentuk dari ikatan disulfide antara sam amino:
sistein
isoleusin
lysin
histidine
Contoh reseptor dengan kerja seperti gambar berikut adalah:
Reseptor glukokortikoid
Reseptor adrenergik
Reseptor factor pertumbuhan
Reseptor nikotinik
Reseptor terhubung enzim, pada bagian intraselnya mempunyai aktivitas enzim, biasanya adalah enzim:
kolinesterase
tirosin kinase
siklooksigenase
Fosfolipase
Ukuran kemampuan obat berinteraksi dengan reseptor:
efikasi
afinitas
aktivitasintrinsik
potensi
Antagonis non kompetitif :
Afinitas maksimal dengan efikasi maksimal
Efek maksimal dapat dicapai dengan peningkatan dosis
Berkompetisi dengan agonis untuk menduduk ireseptor
Efek maksimal tidak dapat dicapai dengan peningkatan dosis agonis
Indeks terapi menyatakan :
Kuantifikasi keamanan obat
Dosis efektif tengah
Dosis letal tengah
Dosis toksik tengah
Obat dapat memproduksi efek terhadap reaksi enzim, dengan cara:
A. Memodifikasi enzim
B. Berkompetisi dengan substrat
C. Memodifikasi substrat
D. A dan B benar
A
B
C
D
Neostigmin merupakan contoh inhibitor enzim:
Asetilkolin esterase
Xantinoksidase
Siklooksigenase
HMG-CoA reductase
Contoh obat yang bekerja menghambat enzim xantionoksidase adalah:
Asetosal
Captopril
alopurinol
Fisostigmin
Penghambatan terhadap enzim pengkonversi angiotensin ditujukan untuk terapi:
Artritisrhematoid
Hipertensi
Gout
Hiperlipidemia
Contoh obat yang bekerja terhadap enzim pengkonversi angiotensin adalah:
Nifedipin
Alopurinol
verapamil
Captopril
Produk katalisis oleh enzim xantinoksidase adalah:
Asam urat
Asam arakhidonat
Asam asetat
Asam mevalonate
Enzim siklooksigenase mengkatalisis biosintesis senyawa berikut :
Prostaglandin
Asam urat
Asam mevalonat
Asam arakhidonat
Penghambatan terhadap enzim siklooksigenase bias ditujukan untuk terapi:
Gout
Hiperlipidemia
Hipertensi
Artritis rheumatoid
Penghambatan terhadap biosintesis prostaglandin memberikan efek berikut, kecuali:
Penekanan respon inflamasi
Penurunan demam
Penyembuhan tukak lambung
Pencegahan agregasi platelet
Pada pasien hipertensi ACE inhibitor menurunkan tekanan darah dengan salah satu mekanisme berikut :
Vasokonstriksi pembuluh darah arteri
Meningkatkan aktivitas system saraf parasimpatik
Menurunkan retensi Na dan air
Memberikan efek inotropik pada selotot jantung
Enzim dihidrofolat reduktase mengkatalisis:
Dihidropteroat diposfat menjadi asam dihidropteroat
Asam dihidrofolat menjadi asam tetrahidrofolat
Asam tetrahidrofolat menjadi asam timidilat
Asam tetrahidrofolat menjadi purin
Senyawa anti kanker yang bekerja menghambat enzim DHFR adalah:
cytarabin
zivozudin
metotrexat
tenofovir
Enzim yang mentranskripsikan RNA single-stranded menjadi DNA double-stranded:
DHFR
DNA transcriptase
reverse transcriptase
DNA polymerase
Lamivudin bekerja menghambat enzim:
DHFR
DNA transcriptase
reverse transcriptase
DNA polymerase
Obat antikanker yang bekerja menghambat DNA polymerase adalah:
cytarabin
zivozudin
metotrexat
tenofovir
Neurotransmiter berikut ditemukan di sel yang dapat tereksitasi, kecuali:
dopamin
serotonin
GABA
epinefrin
Biosintesis DOPA diawali dari hidroksilasi :
dihidrobiopterin
tirosin
epinefrin
glisin
Biosintesis norepinefrin menjadi epinefrin melibatkan reaksi :
metilasi
oksidasi
hidroksilasi
dekarboksilasi
Kofaktor yang terlibat dalam biosintesis serotonin adalah :
tetrahidrobiopterin
hidroksitriptofan
dihidrobiopterin
triptofan
Prekursor arginin diperlukan dalam biosintesis:
histamin
GABA
serotonin
oksidanitrat (NO)
Berikut ini peran histamin, kecuali:
mediator utama reaksi inflamasi dan alergi
Pengatur fisiologis sekresi asam lambung
Sebagai neurotransmiter di SSP
Berperan dalam regulasi sistem renal
Dobutamine dan Xamoterol bekerja sebagai :
agonis α1
agonis β1
antagonis α1
antagonis β1
