NEW
Font size
WorksheetsKMB I (RPL)
Total questions: 70
Worksheet time: 2hrs 58mins
Seorang laki-laki usia 77 tahun, datang ke poli klinik penyakit dalam dengan keluhan sesak nafas ,batuk lebih dari 3 bulan, dahak sulit keluar. Klien punya riwayat merokok sejak SMP.
Apakah masalah keperawatan yang sesuai kasus di atas ?
Merokok
Batuk kronis
Pola nafas tidak efektif
Gangguan pertukaran pertukaran gas
Bersihan jalan nafas tidak efektif
Seorang laki-laki usia 78 tahun, datang ke poli klinik penyakit dalam dengan keluhan batuk lebih dari 3 bulan, dahak sulit keluar. Untuk mengeluarkan dahak lakukan latihan batuk efektif. Setelah dianjurkan bernafas dalam sebanyak tiga kali.
Apakah tindakan selanjutnya yang harus dilakukan ?
Atur posisi semi fowler
Anjurkan minum hangat
Anjurkan minum yang banyak
Anjurkan klien untuk membatukkan dengan kekuatan otot perut
A. Anjurkan pasien minum kurang hangat, manis kurang lebih 3 liter/ hari
Seorang laki-laki usia 77 tahun, datang ke poli klinik penyakit dalam dengan keluhan sesak nafas , dahak sulit keluar. Hasil pengkajian RR : 32 x /menit. Terdapat suara wheezing.
Apakah tindakan yang harus dilakukan untuk mengatasi kasus di atas ?
Suction
Nebulizer
Minum yang banyak
Berikan oksigen dengan masker wajah
Ajari latihan nafas dalam dan batuk efektif
Seorang laki-laki usia 77 tahun, datang ke poli klinik penyakit dalam dengan keluhan sesak nafas , dahak sulit keluar. Hasil pengkajian RR : 32 x /menit. Terdapat suara wheezing.
Apakah kriteria yang menunjukkan bahwa bersihan jalan nafas pada kasus di atas telah efektif ?
Klien nenyatakan dahak belum bisa keluar
Pasien mengeluh masih sesak nafas
Terdengan suara wheezing
Suara nafas vesikuler
RR 32 x / menit
Seorang laki-laki usia 77 tahun, datang ke poli klinik penyakit dalam dengan keluhan sesak nafas ,batuk lebih dari 3 bulan, dahak sulit keluar. Klien punya riwayat merokok sejak SMP.
Manakah faktor resiko terjadinya penyakit paru obstruksi menahun sesuai kasus di atas ?
Stres
virus
Tembakau
Tembakau
polusi udara
Seorang laki-laki 66 tahun dirawat di rumah sakit dengan keluhan sesak nafas sejak 1 minggu yang lalu dan sudah sering keluar masuk rumah sakit dengan keluhan yang sama. Pemeriksaan fisik didapatkan adanya sekret, riwayat merokok sejak usia 30 tahun, diagnosa medis PPOK.
Manakah tindakan kolaborasi yang harus dilakukan sesuai kasus di atas?
Pemberian obat batuk
Pemberian obat penenang
Pemberian minum air hangat
Pengaturan posisiklieb semi foler
Pemberian obat untuk mengencerkan dahak
Seorang laki-laki 66 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan sesak dengan keluhan yang sama. Pemeriksaan fisik didapatkan adanya warna sianosis pada ujung kuku kaki, nafas sejak 1 minggu yang lalu dan sudah sering keluar masuk rumah sakit, riwayat merokok sejak usia 20 tahun, RR ; 32 x / menit. Diagnosa medis PPOK.
Apakah masalah keperawatan yang sesuai kasus di atas ?
Merokok
Batuk kronis
Pola nafas tidak efektif
Gangguan pertukaran gas
Bersihan jalan nafas tidak efektif
Seorang laki-laki 66 tahun dirawat di ruang Penyakit Dalam dengan keluhan sesak nafas sejak 1 minggu. Batuk dahak sulit keluar, RR ; 32 x / menit. Diagnosa medis PPOK. Rencana akan dilakukan nebulizer. Obat sudah dimasukkan ke dalam tabung nebulizer.
Apakah tindakan selanjutnya sesuai dengan kasus kasus di atas ?
Menganjurkan klien bernafas menggunakan mulut
Memasang masker nebulizer ke wajah klien
Menghidupkan mesin nebulizer
Mengobservasi RR, nadi klien
Mencek fungsi alat
Seorang perempuan usia 76 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan keluhan sesak nafas, demam selama 4 hari, hasil pengkajian fisik didapat RR ; 32 x/menit, terdengan suara crakles. Hasil kultur sputum didapatkan bakteri stafillokokks . Diagnosa medis : pneumonia
Apakah klasifikasi pneumonia berdasarkan penyebab pada kasus diatas?
Pneumonia aspirasi makanan
Pneumonia atipikal : bakteri
Pneumonia atipikal
Pneumonia jamur
Pneumonia virus
Seorang perempuan usia 76 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan keluhan sesak nafas, hasil pengkajian fisik didapat RR ; 32 x/menit, terdengan suara crakles. Hasil kultur sputum didapatkan bakteri stafillokokks . Diagnosa medis : pneumonia
Manakah proses fisiologi pernafasan yang terganggu pada kasus diatas?
Pertukaran gas
Transportasi
Ventilasi
Perfusi
Difusi
Seorang perempuan usia 76 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan keluhan sesak nafas, hasil pengkajian fisik didapat : RR = 34 x/menit, terdengan suara crakles. Diagnosa medis : Pneumonia. Akan diberikan terapi oksigen 3 lt / mnt, menggunakan kanule nasal. Kanule nasale telah dihubungkan ke tabung humidifier.
Apakah langkah selanjutnya yang harus dilakukan sesuai kasus di atas?
Mencek selang oksigen dengan mengalirkan oksigen
Mengatur kecepatan aliran oksigen
Menganjurkan minum yang banyak
Melonggarkan pakaian klien
Memonitor respirasi klien
Seorang laki-laki umur 48 tahun datang ke poli paru dengan keluhan sulit bernafas , nyeri dada saat bernafas, setelah diperiksa ditemukan adanya penurunan gerakan thorak, perkusi dada ditemukan hipersonan. Klien tersebut habis jatuh dari pohon mangga dan dadanya terbentur kayu.
Apakah masalah yang dialami pada kasus di atas ?
COPD
tuberculosis
hemothorak
asma bronchial
pneumothorak
Seorang laki-laki umur 48 tahun datang ke poli paru dengan keluhan sulit bernafassetelah diperiksa ditemukan adanya penurunan gerakan thorak.
Apakah pemeriksaan yang harus dilakukan untuk memastikan pengembangan paru?
EKG
Spirometri
Foto thorak
Kultur darah
Analisa gas darah
Seorang laki-laki umur 48 tahun datang ke poli paru dengan keluhan sulit bernafas setelah diperiksa ditemukan adanya penurunan gerakan thorak. Hasil pengkajian RR : 32 x/menit. Hasil foto ronget didapatkan paru-paru tidak bisa mengembang.
Apakah masalah keperawatan sesuai kasus diatas?
Kecemasan
Pengetahuan kurang
Pola nafas tidak efektif
Gangguan pertukaran gas
Bersihan jalan nafas tidak efektif
Seorang laki-laki umur 48 tahun datang ke poli paru dengan keluhan sulit bernafas setelah diperiksa ditemukan adanya penurunan gerakan thorak. Hasil pengkajian RR : 32 x/menit. . Hasil foto ronget didapatkan paru-paru tidak bisa mengembang.
Apakah tindakan kolaborasi untuk mengatasi kasus diatas ?
Berikan oksigen dengan aliran 6 lt/ menit
Atur posisi klien semifowler
Ajari latihan nafas dalam
Lakukan suction
WSD
Seorang laki-laki umur 58 tahun pada saat datang ke poli paru dengan keluhan sulit bernafas setelah diperiksa ditemukan adanya penurunan gerakan thorak. Hasil pengkajian RR : 32 x/menit, Sudah dilakukan pemasangan selang di dada.
Manakah kriteria yang menunjukkan pola nafas kembali efektif pada kasus di atas?
Ekspansi dada simetris
Tidak ada sianosis
PCO2 = 47 mm Hg
RR = 28 x/menit
PO2 = 75 mm Hg
Seorang perempuan usia 25 tahun, dirawat di Unit penyakit dalam dengan keluhan batuk , nafsu makan menurun. Hasil Mantoux tes didapatkan : diameter indurasi area suntikan 10 mm.
Apakah klasifikasi hasil pemeriksaan Mantox test di atas?
negatif
positif.
ragu-ragu
positif palsu
negatif palsu
Seorang perempuan, usia 69 tahun mengeluh batuk sejak bulan yang lalu, nafsu makan menurun, berat badan turun 4 kg dalam 1 bulan, badan lemah.
Apakah masalah keperawatan yang utama pada kasus di atas ?
. Pola nafas tidak efektif
Gangguan pertukaran gas
resiko penyebaran infeksi
Bersihan nafas tidak efektif
Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh.
Aktivitas perawat pada fase intra operasi adalah melakukan safety management. Salah satu tindakan safety management adalah ....
Memantau tanda-tanda vital
Mengkaji status emosional pasien
Pengaturan posisi pasien di meja operasi
Menghitung balance cairan
Memantau status kardiopulmonal
Seorang perempuan, usia 69 tahun mengeluh batuk sejak bulan yang lalu, dahak kadang bisa keluar, disertai batuk darah. Kebiasaan klien batuk tidak ditutup.
Manakah prioritas pendidikan kesehatan yang sesuai pada kasus diatas ?
Ajari batuk efektif
Anjurkan minum kurang lebih 3000 cc
Anjurkan makan porsi kecil tapi sering
Tutup mulut dengan tissue saat batuk
Anjurkan membuang dahak pada tempatnya
Seorang laki-laki 20 tahun masuk RS dengan keluhan demam, hasil pengkajian pemeriksaan suhu 40 0C,Hasil pemeriksaan widal (+), pasien mengeluh mual
Apakah diet yang cocok untuk pasien tersebut ?
Makanan lunak
Nasi biasa
Tinggi serat
Rendah garam
Diet saring
Seorang laki-laki 20 tahun masuk RS dengan keluhan demam, hasil pengkajian pemeriksaan suhu 40 0C,Hasil pemeriksaan widal (+), pasien mengeluh mual, diagnose medis Thypus abdominalis
Apakah penyebab penyakit pada pasien tersebut ?
Eschericia colli
Virus dengue
Salmonela thypi
Dhypteriae
Bacillus
Seorang perempuan 30 tahun dirawat dengan Gastritis Ulcer. Perawat mengidentifikasi, masalah keperawatan yang paling prioritas pada pasien tersebut berdasarkan tanda dan gejala penyakit adalah ....
diare
nyeri akut
nutrisi kurang
mual dan muntah
defisit volume cairan
Manakah berikut ini pernyataan dari pasien yang merupakan indikator keberhasilan tindakan penyuluhan pada pasien stres gastritis akut ?
menghindari obat aspirin atau nsaid untuk mengurangi nyeri secara rutin
hanya akan mengkonsumsi makanan halus saja secara terus menerus
pasien akan kembali untuk pemeriksaan endoskopi atas tiap tahun
memasak lunak semua daging, ayam dan telur.
Seorang laki-laki 26 tahun dirawat di RS Sehat dengan diagnosa medis tifus abdominalis. Pada bagian anatomi manakah terjadi kelainan patologik utama pada pasien tersebut ?
colon
jejunum
ileum
duodenum
rektum
Seorang perempuan 24 tahun dirawat dengan Thyppus Abdominalis, apakah intervensi untuk mengatasi masalah gangguan kebutuhan nutrisi pada pasien tersebut ?
tidak ada diet khusus pada pasien
sebaiknya klien dipuasakan sampai 7 hari bebas panas
diet tinggi serat untuk mencegah obstipasi
diberikan diet nasi, sayur mayur yang yang disaring setelah 7 hari bebas panas
klien diberikan makanan nasi dan lauk pauk rendah selulosa sedini mungkin
Perawat mengajarkan pada kelompok klien yang terinfeksi hepatitis A, bahwa penyakit ini biasanya menyebar melalui ….
darah dan cairan yang terinfeksi
kontak seksual
melalui transfusi
fecal oral route
pemakaian jarum suntik bergantian
Pada daerah qudrant abdomen yang manakah perawat melakukan palpasi untuk mengkaji hati ?
kanan atas
kanan bawah
kiri atas
kiri bawah
epigastrium
Seorang perempuan 25 tahun dirawat dengan Colitis Ulseratif.
Apakah keluhan utama pada pasien tersebut ?
nyeri epigastrium hilang timbul
mengejan saat defekasi dan nyeri perut
nyeri saat lapar dan hilang setelah makan
penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
nyeri intermiten saat diare dan tidak hilang setelah defekasi
Manakah kelompok berikut yang ini berisiko mengalami dehidrasi akibat gestroenteritis?
anak sekolah
orang dengan sistem imun lemah
remaja
usia dewasa
lanjut usia
Seorang perempuan 42 tahun di rawat di RS dengan keluhan utama demam. Hasil pemeriksaan: pasien tampak menggigil, badan teraba panas, nyeri kepala dengan skala nyeri 3 (1-10), anoreksia, dan merasa lelah saat beraktivitas. TD: 100/70 mmhg, frekuensi nafas: 32x/menit, nadi 110x/menit,suhu: 39,9 0C.
Keseimbangan nutrisi: kurang
Perubahan pola nafas
Intoleransi aktivitas
Anxietas
Hipertermi
Seorang perempuan umur 45 tahun, masuk RS dengan keluhan muntah 5 kali dan buang air besar dengan konsistensi encer sudah 8 kali sejak 1 hari yang lalu. Hasil pemeriksaan suhu 390C, turgor kulit buruk, mukosa bibir kering, perawat sedang melakukan pemasangan infus dan telah menyambungkan infus set dengan cairan yang akan di gunakan.
Apakah tindakan selanjutnya yang harus dilakukan pada pasien ?
Memilih vena yang akan dilakukan penusukan
Menyambungkan infus set dengan abocath
Memasang perlak beserta alasnya
Memasang bendungan tourniket
Mengevaluasi respon pasien
Seorang perempuan umur 34 tahun dilakukan pemasangan NGT untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, klien tampak lemah, terjadi penurunan kesadaran dengan GCS 8. Setelah dilakukan pemasangan sampai kebatas pengukuran selang di masukan dengan mudah dan tanpa hambatan.
Apa langkah selanjutnya yang harus di lakukan?
Menarik selang sedikit diatas tanda batas
Memastikan ketepatan posisi NGT
Memasukan lagi selang 2,5-5 cm
Menfiksasi selang NGT
Melihat respon pasien
Seorang laki-laki umur 65 tahun, dirawat diruang penyakit dalam dengan keluhan dengan keluhan BAB 8x dengan konsistensi cair, muntah 6 kali. Pemeriksaan badan lemah, turgor kulit jelek, mata cekung, TD 90/60 mmHg, Nadi lemah S 380C, P 24x/menit.
Apakah tindakan keperawatan yang harus dilakukan pada pasien tersebut?
Melakukan pemeriksaan laboratorium lengkap
Member makan dalam porsi kecil tapi sering
Kolaborasi pemberiam anti diare
Pemberian cairan intravena
Pemsangan NGT
Seorang klien dirawat di klinik darurat dengan keluhan diare selama beberapa minggu, pengkajian pertama kali yang seharusnya dilakukan perawat adalah ....
memasang IVFD NaCl 0.9%
menyarankan pasien membeli obat bebas antidiare.
menyarankan pasien tidak makan sampai diare berhenti
menanyakan pasien kemungkinan terpapar enterotoksin atau parasit
meminta pasien menggambarkan jumlah dan karakter feses keseharian
Seorang perempuan, usia 58 tahun, dirawat diruang penyakit jantung post operasi bedah jantung. Hasil pemeriksaan fisik saat beraktivitas didapatkan data tekanan darah 90/60 mmHg, nadi 100 kali per menit, suhu 36,7o C dan pernapasan 23 kali per menit, akral dingin. Pasien mengatakan sesak napas saat melakukan mobilisasi duduk di kursi samping tempat tidur. Apakah masalah utama pada kasus tersebut?
a. Intoleransi aktivitas
a. Kurang perawatan diri
a. Pola napas tidak efektif
a. Gangguan mobilitas fisik
a. Gangguan pertukaran gas
Seorang perempuan, usia 68 tahun dirawat diruang penyakit dalam karena miokarditis dengan keluhan nyeri dada dan sesak napas, hasil EKG pasien menunjukkan adanya VT dengan nadi. Apakah intervensi utama pada kasus diatas?
a. Managemen nyeri
a. Managemen energy
a. Rehabilitasi jantung
a. Memberikan oksigenasi
a. Memberikan posisi nyaman
Seorang laki – laki, usia 40 tahun di rawat di ruang penyakit jantung hari pertama paska tindakan PCI. Saat ini pasien mengatakan area arteri femoralis kanan yang ditindih bantal pasir mengalami kaku dan pasien meminta perawat untuk memindahkan bantal pasir tersebut. Apakah tindakan yang harus dilakukan perawat?
Berkonsultasi dengan dokter untuk terapi pengganti selain bantal pasir
Memberikan pendidikan kesehatan tentang penatalaksanaan paska PCI
Memindahkan bantal pasir sedikit dibawah area insersi
Mengambil bantal pasir dan meminta pasien untuk tidak bergerak pada kaki yang diinsersi
Merestrain kaki area insersi pasien
Seorang perempuan, usia 59 tahun di rawat di ruang penyakit jantung hari ke 1 paska CABG. Hasil pemeriksaan fisik tanda – tanda vital dalam batas normal. Apakah intervensi yang paling tepat untuk pasien tersebut?
a. Rehabilitasi jantung
a. Managemen energy
a. ROM aktif
a. Latihan berjalan
a. Latihan mobilitas fisik
Seorang laki – laki, usia 65 tahun dirawat di ruang penyakit jantung hari ke 0 paska CABG. Pasien 2 jam yang lalu dilakukan ekstubasi. Apakah tindakan keperawatan yang utama pada pasien tersebut?
a. Rehabilitasi jantung
a. Managemen energy
a. ROM pasif
a. Monitoring hemodinamik
a. Latihan aktivitas fisik
Seorang laki-laki, usia 68 tahun, dirawat di ruang penyakit jantung post operasi CABG. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan data tekanan darah 100/70 mmHg, nadi 95 kali per menit, napas 22 kali per menit, suhu 36,7oC. Kemudian pasien berjalan ke kamar mandi dan terjadi perubahan hemodinamik. Saat ini pasien sudah dalam keadaan stabil kembali setelah mendapatkan penanganan. Manakah yang harus menjadi perhatian utama perawat pada kasus tersebut?
a. Tirah baring pasien
a. Pemantauan tanda vital
a. Pemasangan kateter urin
a. Latihan aktivitas bertahap
a. Pengawasan ke kamar mandi
Seorang perempuan, usia 48 tahun dirawat diruang penyakit dalam karena endocarditis dengan keluhan nyeri dada sebelah kiri dan sesak napas, hasil EKG pasien menunjukkan adanya VT dengan nadi. Apakah masalah keperawatan utama pada pasien diatas?
a. Gangguan pertukaran gas
a. Bersihan jalan napas tidak efektif
a. Pola napas tidak efektif
a. Intoleransi aktivitas
a. Penurunan cardiac output
Seorang laki – laki, usia 59 tahun dirawat diruang bedah dengan keluhan sesak napas setelah melakukan aktivitas. Hasil pemeriksaan penunjang didapatkan data bahwa pasien mengalami stenosis mitral akibat endocarditis. Apakah masalah keperawatan utama pada kasus diatas?
Gangguan pertukaran gas
Bersihan jalan napas tidak efektif
Pola napas tidak efektif
Intoleransi aktivitas
Penurunan cardiac output
Seorang laki – laki, usia 60 tahun di rawat di ruang penyakit jantung dengan keluhan sesak napas saat beraktivitas. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan data saturasi oksigen pasien 93%. Pasien terlihat gelisah dan keluar keringat dingin. Apakah tindakan keperawatan yang tepat untuk kasus di atas?
Kolaborasi pemberian obat inotropic
Kolaborasi pemberian adrenalin 10 mg/dl
Kolaborasi pemberian morfin 2 mikrogram/menit
Kolaborasi pemberian antiaritmia : amiodaron 300 mg
Kolaborasi pemberian oksigen sampai saturasi oksigen mencapai 95%
Seorang perempuan, usia 62 tahun di rawat di ruang penyakit jantung dengan keluhan sesak napas saat berjalan kaki sejauh 100 meter dan naik tangga. Hasil pemeriksaan foto thorak didapatkan hasil CTR 67%. Apakah diagnosa keperawatan pada pasien tersebut?
Intoleransi aktivitas
Pola napas tidak efektif
Gangguan mobilitas fisik
Penurunan cardiac output
Bersihan jalan napas tidak efektif
Seorang perempuan, usia 25 tahun dirawat di ruang penyakit jantung dengan keluhan dada berdebar – debar serta sesak napas. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan data TD 100/80mmHg, nadi 100 kali per menit, napas 26 kali per menit, suhu 380C. Hasil pemeriksaan echokardiografi terlihat katup mitral mengalami edema dan menebal. Apakah pengkajian utama yang harus perawat lakukan?
Riwayat sakit jantung
Riwayat diit
Riwayat infeksi dan demam tinggi
Riwayat kesehatan keluarga
Riwayat imunisasi
Seorang perempuan, usia 20 tahun dirawat di ruang penyakit jantung dengan keluhan dada berdebar – debar. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan data TD 110/70mmHg, nadi 110 kali per menit, napas 26 kali per menit, suhu 39,80C. Hasil pemeriksaan echokardiografi terlihat katup mitral mengalami stenosis. Apakah masalah utama pada pasien tersebut?
a. Hipertermi
a. Pola napas tidak efektif
a. Intoleransi aktivitas
a. Gangguan pertukaran gas
a. Gangguan mobilitas fisik
Seorang perempuan, usia 22 tahun dirawat di ruang penyakit jantung dengan keluhan sesak napas saat melakukan aktivitas seperti mandi dan jalan kaki sekitar 200 meter. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan data TD 140/90mmHg, nadi 107 kali per menit, napas 28 kali per menit, suhu 37,80C. Hasil pemeriksaan echokardiografi terlihat regurgitasi katup mitral. Apakah masalah keperawatan utama pada pasien di atas?
a. Hipertermi
a. Pola napas tidak efektif
a. Intoleransi aktivitas
a. Gangguan pertukaran gas
a. Gangguan mobilitas fisik
Seorang perempuan, usia 22 tahun dirawat di ruang penyakit jantung dengan keluhan sesak napas saat melakukan aktivitas seperti mandi dan jalan kaki sekitar 200 meter. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan data TD 140/90mmHg, nadi 107 kali per menit, napas 28 kali per menit, suhu 37,80C. Hasil pemeriksaan echokardiografi terlihat regurgitasi katup mitral. Apakah intervensi yang tepat pada pasien di atas?
a. Rehabilitasi jantung
a. Managemen energy
a. ROM aktif
a. Latihan berjalan
a. Latihan mobilitas fisik
Seorang laki-laki, usia 30 tahun, dirawat hari ke 2. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan data tekanan darah 130/90 mmHg, nadi 90 kali per menit, suhu 36,3o C dan pernapasan 24 kali per menit, terpasang oksigen 3 liter per menit dan posisi semi fowler, akral dingin. Pasien mengatakan masih sesak napas bila berjalan ke kamar mandi. Riwayat penyakit terdahulu pasien mengalami penyakit jantung reumatik Apakah masalah utama pada kasus tersebut?
a. Intoleransi aktivitas
a. Kurang perawatan diri
a. Pola napas tidak efektif
a. Gangguan mobilitas fisik
a. Penurunan cardiac output
Seorang laki-laki, usia 30 tahun dirawat di ruang penyakit jantung dengan keluhan demam dan sesak napas. Hasil pemeriksaan didapatkan adanya kebocoran katup pada ventrikel kanan. Apakah pengkajian riwayat penyakit terdahulu yang harus dikaji oleh perawat?
a. Riwayat demam lebih dari 14 hari
a. Riwayat gagal ginjal
a. Riwayat hipertensi
a. Riwayat merokok
a. Riwayat stroke
Seorang perempuan, usia 40 tahun dirawat di ruang penyakit jantung dengan keluhan nyeri dada sebelah kiri menjalar sampai ke leher dan bahu kiri serta sesak napas. Perawat akan melakukan pemeriksaan inspeksi jantung. Apakah hasil yang dapat didokumentasikan dari pemeriksaan inspeksi jantung?
a. Karakteristik ictus cordis
a. Area bunyi s2 terdeteksi
a. Area pekak jantung
a. Lokasi ictus cordis
a. Murmur
Seorang perempuan, usia 60 tahun dirawat di ruang penyakit jantung dengan keluhan nyeri dada sebelah kiri, menjalar sampai ke punggung, nyeri skala 8 dan dirasakan lebih dari 20 menit, nyeri tidak berkurang dengan istirahat, pasien tidak dapat beristirahat selama 2 hari, wajah terlihat cemas. Masalah keperawatan yang paling utama dari kasus diatas adalah …
a. Gangguan rasa nyaman
a. Intoleransi aktivitas
a. Gangguan mobilitas fisik
a. Nyeri akut
a. Nyeri kronis
Seorang laki - laki, usia 50 tahun dirawat di ruang penyakit jantung dengan keluhan sesak nafas, terdapat edema di area ekstremitas bawah, TTV : TD 140/90 mmHg, Nadi 95 x/per menit, nafas 29 x/menit, suhu 380C. pasien tampak gelisah. Intervensi keperawatan mandiri yang paling prioritas untuk kasus diatas adalah …
a. Mengistirahatkan pasien
a. Memberikan terapi morfin
a. Memberikan posisi semi fowler
a. Memberikan terapi oksigen
a. Rehabilitasi jantung
Seorang perempuan, usia 40 tahun dirawat di ruang penyakit jantung dengan keluhan pusing, terutama dibagian leher belakang, riwayat jatuh di kamar mandi saat merasakan nyeri kepala. TTV : TD 150/100 mmHg, nadi 95 x/menit, nafas 26x/menit, suhu 360C. masalah keperawatan yang perlu diperhatikan dari kasus diatas adalah …
a. Nyeri akut
a. Risiko jatuh
a. Gangguan mobilitas fisik
a. Intoleransi aktivitas
a. Gangguan pertukaran gas
Stimulus atau rangsang yang datang dari dalam maupun luar tubuh. Stimulus tersebut masuk kedalam tubuh melalui organ sensori ( panca indera ) , disebut dengan :
Persepsi
Sensori
Rangsangan
Kinestetik
Stereognosis
Indera yang memungkinkan seseorang menyadari posisi dan pergerakan bagian tubuh tanpa melihatnya, disebut dengan :
Indera Kinestetik
Indera Stereognosis
Indera motorik
Indera sensorik
Bukan salah satu diatas
Daya mengenal barang, kualitas atau hubungan serta perbedaan antar hal yang terjadi melalui proses mengamati, mengetahui dan mengartikan setelah mendapat rangsang melalui indera disebut :
Rangsangan
Persepsi
Sensori
Kinestika
Stereoognosis
Faktor – faktor yang mempengaruhi persepsi yang berkaitan dengan gangguan jiwa adalah :
Keracunan
Kerusakan otak
Ilusi
Lingkungan
Sosiobudaya
Klien mengalami stimulasi yang tidak adequat kualitas dan kuantitas seperti stimulus yang monoton atau tidak bermakna disebut dengan :
Stimulus
Sensori
Persepsi
Rangsangan
Deprivasi sensori
Ketidakmampuan untuk mengenal dan mengartikan pencerapan sebagai akibat kerusakan otak , dinamakan :
Agnosia
Derealisasi
Illusi
Halusinasi
Depersonalisasi
Seorang perawat anestesi bertugas di kamar operasi rumah sakit X. Apa tanggung jawab perawat anestesi tersebut?
Menjamin terlaksananya asuhan keperawatan anestesia sesuai standar di rumah sakit;
Menjamin pelaksanaan penatalaksanaan anestesi sesuai instruksi
Perawat anestesi bertanggung jawab langsung kepada direktur rumah sakit
Perawat anestesi ketika melakukan asuhan keperawatan anestesi harus mendapat persetujuan dokter anestesi.
Melaksakan semua sistem dokumentasi rumah sakit terkait anestesi.
Seorang perawat anestesi bertugas di kamar operasi rumah sakit X. Apa tugas perawat anestesi pada fase pascaanestesi?
a. Merencanakan dan melaksanakan tindakan pasca anesthesia di kamar operasi;
a. Pengelolaan manajemen nyeri baik opioid maupun nonopioid;
Pemantauan kondisi pasien pasca anestesi
a. Pelaksanaan perawatan pasca operasi.
a. Melakukan visite pasca operasi.
Seorang klien Tn. X, usia 56 tahun, menderita Ca. Colon. Instruksi dokter : besok pagi dilakukan laparatomi. Pasien dipuasakan 8 jam sebelum operasi. Fase apakah saat ditentukan operasi oleh dokter ?
Pra interaksi
Terminasi
Pra operasi
Intra operasi
Pasca opeasi
Seorang klien Tn. X, usia 56 tahun menderita Ca. Colon dan segera dilakukan laparatomi memerlukan suatu perawatan.
Apa tujuan perawatan pada klien Tn. ?
Menciptakan hubungan yang baik
Memberikan terapi
Memberikan informed consent
Menjelaskan kemungkinan kegagalan saat operasi
Mempersiapkan rujukan
Sebelum dilakukan tindakan operasi pada Tn. X, umur 56 tahun, maka perlu dilakukan pengkajian pra operasi. Hasil pengkajian : klien mengatakan tidak pernah mengalami tindakan operasi sebelumnya, klien mempunyai riwayat alergi obat ceftriakson, KU baik, compos mentis, status gizi baik, TD=120/80; N=88/mnt; R=15/mnt; t=37,2oC. Hb=15 g/dl.
Dari hasil pengkajian diatas, yang termasuk data hasil anamnesis adalah....
Riwayat alergi
Status gizi
Tanda vital
Kesadaran
Hasil lab (Hb=15 g/dl)
Sebelum dilakukan operasi pada Tn. X usia 56 tahun, maka harus dilakukan informed consent terlebih dahulu. Istilah lain dari informed consent dalam bahasa Indonesia adalah..
Persetujuan setelah penjelasan (PSP)
Penjelasan kemudian persetujuan
Persetujuan tertulis
Penjelasan yang jelas dan pemberian persetujuan
Persetujuan pasien atau keluarga
Menurut Permenkes No. 290/2008, yang berhak memberikan persetujuan pada anak yang akan dilakukan tindakan operasi adalah ....
Kedua orang tua
Salah satu orang tua
Kakak
Paman
Nenek
Seorang klien Ny. Y, usia 40 tahun, dengan diagnosis Kista ovarii, akan dilakukan tindakan histerektomi. Klien sudah dibawa ke meja operasi.
Sampai kapan fase intra operasi pada klien tersebut?
Setelah selesai operasi
Sampai ETT dilepas
Sampai kesadarannya pulih kembali
Sampai tanda-tanda vital stabil
Sampai klien dipindah ke ruang PACU
Seorang klien Ny. Y, usia 40 tahun, dengan diagnosis Kista ovarii, telah dilakukan tindakan histerektomi. Kondisi hemodinamik : Kesadaran=apatis; TD=110/90; N=105 x/mnt; R=16x/mnt; t=36,7oC. Perdarahan saat operasi sebanyak 1500 cc. Pasca transfusi 1 kolf PRC. Apa tindakan perawat anaestesi di ruang PACU?
Mempertahankan jalan napas.
Mempertahankan oksigenasi
Memonitor tanda vital
Mempertahankan posisi
Monitor perdarahan
