WorksheetsSIMULASI AKM KELAS 8
Total questions: 25
Worksheet time: 24mins
Alex memanfaatkan sisa batu bata untuk membuat tembok dengan menggunakan batu bata berukuran kecil, sedang , dan besar, seperti gambar di bawah :
Jika tumpukan batu bata hanya menggunakan ukuran kecil, berapa banyak seluruh batu bata ukuran kecil pada tumpukan tersebut ?
38
40
42
44
Jika batu bata berukuran kecil berbentuk persegi berukuran 15 cm x 15 cm, berapa luas total batu bata tersebut ?
900 cm2
1800 cm2
0.9 m2
1.8 cm2
Untuk membuat satu set rak buku, seorang tukang kayu membutuhkan komponen – komponen berikut :
- 4 panel kayu panjnga
- 6 panel kayu pendek
- 12 klip kecil
- 2 klip besar
- 14 sekrup.
Tukang kayu memiliki stok 26 panel kayu panjang, 33 panel kayu pendek, 200 klip kecil, 20 klip besar, dan 510 sekrup.
Berapa banyak set kayu yang bisa dibuat tukang kayu ?
(a)
JUAL MOBIL
Dua perusahaan mobil membuka lowongan kerja sebagai delaer mobil yang bertugas untuk mendistribusikan mobil dari produsen ke konsumen. Poster lowongan kerja dapat dilihat sebagai berikut :
Rani dapat menjual 8 mobil di PT mobil X dalam satu bulan. Berapakah gaji yang ia dapatkan ?
Rp 5.000.000,00
Rp 8.000.000,00
Rp 9.000.000,00
Rp 9.500.000,00
JUAL MOBIL
Dua perusahaan mobil membuka lowongan kerja sebagai delaer mobil yang bertugas untuk mendistribusikan mobil dari produsen ke konsumen. Poster lowongan kerja dapat dilihat sebagai berikut :
Astuti memperoleh gaji sebesar Rp 8.000.000,00 dari PT mobil Y dalam 1 bulan. Berapa mobil yang dijual Astuti?
2 mobil
6 mobil
10 mobil
20 mobil
JUAL MOBIL
Dua perusahaan mobil membuka lowongan kerja sebagai delaer mobil yang bertugas untuk mendistribusikan mobil dari produsen ke konsumen. Poster lowongan kerja dapat dilihat sebagai berikut :
Apabila Siti dapat menjual 10 mobil dalam 1 bulan, perusahaan manakah ynag memberikan gaji lebih tinggi ?
(a)
MINUM OBAT
Seorang pasien dengan penyakit kronis berobat ke rumah sakit. Dokter rumah sakit tersebut menuliskan resep sebagai berikut.
- Obat A diminum 3 kali sehari pada waktu pagi, siang, dan malam setelah makan. Setiap setelah meminum obal selama 3 hari berturut-turut, pasien harus istirahat dan tidak meminum obat A selama 1 hari. Kemudian melanjutkan meminum kembali dengna pola yang sama.
- Obat B diminum 2 kali sehari pada waktu pagi hari dan malam setelah makan.
- Obat C diminum 1 kali sehari pada wakti siang hari setelah makan
Jika mengikuti resep dokter, pasien tersebut diperkirakan akan sembuh ketika sudah menghabiskan 100 obat B dengan ketentuan obat A dan C juga mengukuti aturan. Harga obat A, B, dan C per butir yaitu Rp. 50.000,00, Rp 100.000,00, Rp. 200.000,00 secara berurutan.
Setelah berapa hari pasien tersebut dinyatakan sembuh?
25 hari
50 hari
75 hari
100 hari
MINUM OBAT
Seorang pasien dengan penyakit kronis berobat ke rumah sakit. Dokter rumah sakit tersebut menuliskan resep sebagai berikut.
- Obat A diminum 3 kali sehari pada waktu pagi, siang, dan malam setelah makan. Setiap setelah meminum obal selama 3 hari berturut-turut, pasien harus istirahat dan tidak meminum obat A selama 1 hari. Kemudian melanjutkan meminum kembali dengna pola yang sama.
- Obat B diminum 2 kali sehari pada waktu pagi hari dan malam setelah makan.
- Obat C diminum 1 kali sehari pada wakti siang hari setelah makan
Jika mengikuti resep dokter, pasien tersebut diperkirakan akan sembuh ketika sudah menghabiskan 100 obat B dengan ketentuan obat A dan C juga mengukuti aturan. Harga obat A, B, dan C per butir yaitu Rp. 50.000,00, Rp 100.000,00, Rp. 200.000,00 secara berurutan.
Berapa banyak obat A dan C yang harus diminum pasien tersebut?
112 obat A dan 25 obat C
112 obat A dan 50 obat C
114 obat A dan 50 obat C
150 obat A dan 50 obat C
MINUM OBAT
Seorang pasien dengan penyakit kronis berobat ke rumah sakit. Dokter rumah sakit tersebut menuliskan resep sebagai berikut.
- Obat A diminum 3 kali sehari pada waktu pagi, siang, dan malam setelah makan. Setiap setelah meminum obal selama 3 hari berturut-turut, pasien harus istirahat dan tidak meminum obat A selama 1 hari. Kemudian melanjutkan meminum kembali dengna pola yang sama.
- Obat B diminum 2 kali sehari pada waktu pagi hari dan malam setelah makan.
- Obat C diminum 1 kali sehari pada wakti siang hari setelah makan
Jika mengikuti resep dokter, pasien tersebut diperkirakan akan sembuh ketika sudah menghabiskan 100 obat B dengan ketentuan obat A dan C juga mengukuti aturan. Harga obat A, B, dan C per butir yaitu Rp. 50.000,00, Rp 100.000,00, Rp. 200.000,00 secara berurutan.
Berapakah biaya yang dikeluarkan pasien untuk membeli yang diresepkan oleh dokter?
Rp. 5.700.000
Rp 15.700.000
Rp 20.000.000
Rp. 20.700.000
ULANG TAHUN
Raihan lahir pada tanggal 23 Februari 2016. Orang tua Raihan mempersiapkan acara ulang tahun pada tanggal 10 Desember 2020. Mulai dari mencari kue , menyewa tempat makan,menyiapkan konsep ulang tahunnya.
Berapa hari persiapan yang dilakukan oleh urang tuanya?
70 hari
73 hari
75 hari
78 hari
IRI HATI SANG MERPATI
Seharian ini, Merpati iri hati pada Tekukur. Merpati merasa jatah jagungnya lebih sedikit dibandingkan dengan Tekukur. Merpati menganggap pemiliknya sudah tak menyayanginya lagi. “Pemilikku lebih sayang Tekukur”, batin merpati sambil memperhatikan sang pemilik yang lebih banyak memberikan jagung di tempat makan Tekukur. Merpati pun sedih.
Ingin rasanya ia kabur dari sangkar. Tapi ia tak mau melakukannya, karena esok ada perlombaan balap merpati yang harus diikuti. Ia pun bertekad memenangi perlombaan agar bisa membanggakan pemiliknya,
Tiba-tiba, Merpati mendengar suara di kebun mentimun di belakang rumah. Ia melihat Kancil yang hendak mengambil buah mentimun.
“Kancil….!” Panggil Merpati.
Kancil terkejut dipergoki Merpati.
“Maaf, aku lapar. Nanti aku bawa bijinya sebagai ganti,” kata Kancil pelan.
“Bukan itu, aku butuh saranmu,” kata Merpati.
Kancil lalu mendekati sangkar Merpati. Merpati menceritakan kegundahan yang sedang dirasakannya. Dengan saksama Kancil mendengarkan keluh kesah Merpati. Selesai Merpati bercerita, Kancil memberi saran. “Jangan begitu Merpati, mungkin pemilikmu tak mau kamu terlalu gemuk.”
“Memangnya kenapa kalau aku jadi gemuk nanti?”
“Nanti terbangmu lambat.”
Merpati menggeleng. “Itu tak mungkin. Aku malah bisa terbang lebih cepat,” kata Merpati dengan sombongnya.
Kancil hanya tersenyum lalu beranjak pergi. Namun, Merpati mencegahnya.
“Kancil, kamu hendak ke mana?”
“Kembali ke hutan. Aku kan sudah memberi saran seperti maumu.”
“Bukan itu saran yang kumau.”
“Lalu apa keinginanmu?”
“Aku mau makan lebih banyak jagung seperti Tekukur.”
Kancil berpikir sejenak. Lalu berkata, “Kamu makan di sangkarnya Tekukur.”
“Caranya?”
“Kamu bujuk Tekukur supaya ia mau bertukar sangkar saat makan jagung.”
Merpati mengangguk. Kancil pun pamit pergi.
***
Setelah Kancil pergi, Merpati membujuk Tekukur untuk bertukar tempat saat makan. Awalnya Tekukur tak bersedia. Tapi karena Merpati terus memaksanya, maka Tekukur pun terpaksa menuruti. Esok harinya setelah sang pemilik pergi seusai memberi makan jagung. Merpati dan Tekukur bertukar sangkar. Di sangkar Tekukur, Merpati lahap memakan jagung yang berjumlah banyak. Merpati menjadi kekenyangan. Dengan susah payah, Merpati kembali ke sangkarnya.
Tak lama kemudian, sang pemilik mengeluarkan Merpati yang masih kekenyangan dari sangkar. Lalu membawanya ke perlombaan balap merpati.
Sayang, di perlombaan Merpati masih kekenyangan tak bisa terbang cepat sehingga kalah. Sang pemilik kembali ke rumah dengan wajah sedih. Merpati dikembalikan ke sangkarnya. Di dalam sangkarnya, Merpati tampak menyesal tak menuruti sran Kancil. Ia menceritakan kekalahannya pada Tekukur.
“Merpati, kamu seharusnya tak perlu iri hati. Pemilik kita sengaja memberimu sedikit jagung agar kamu bisa terbang cepat dan menang,” celetuk Tekukur dari dalam sangkarnya.
Merpati malu dan sedih mendengarnya. Ia pun menyesali sesuatu yang sudah tidak ada gunanya.
Pilihlah sifat kancil yang sesuai dengan cerita di atas!
Iri Hati
Mengalah
Bijaksana
Baik Hati
IRI HATI SANG MERPATI
Seharian ini, Merpati iri hati pada Tekukur. Merpati merasa jatah jagungnya lebih sedikit dibandingkan dengan Tekukur. Merpati menganggap pemiliknya sudah tak menyayanginya lagi. “Pemilikku lebih sayang Tekukur”, batin merpati sambil memperhatikan sang pemilik yang lebih banyak memberikan jagung di tempat makan Tekukur. Merpati pun sedih.
Ingin rasanya ia kabur dari sangkar. Tapi ia tak mau melakukannya, karena esok ada perlombaan balap merpati yang harus diikuti. Ia pun bertekad memenangi perlombaan agar bisa membanggakan pemiliknya,
Tiba-tiba, Merpati mendengar suara di kebun mentimun di belakang rumah. Ia melihat Kancil yang hendak mengambil buah mentimun.
“Kancil….!” Panggil Merpati.
Kancil terkejut dipergoki Merpati.
“Maaf, aku lapar. Nanti aku bawa bijinya sebagai ganti,” kata Kancil pelan.
“Bukan itu, aku butuh saranmu,” kata Merpati.
Kancil lalu mendekati sangkar Merpati. Merpati menceritakan kegundahan yang sedang dirasakannya. Dengan saksama Kancil mendengarkan keluh kesah Merpati. Selesai Merpati bercerita, Kancil memberi saran. “Jangan begitu Merpati, mungkin pemilikmu tak mau kamu terlalu gemuk.”
“Memangnya kenapa kalau aku jadi gemuk nanti?”
“Nanti terbangmu lambat.”
Merpati menggeleng. “Itu tak mungkin. Aku malah bisa terbang lebih cepat,” kata Merpati dengan sombongnya.
Kancil hanya tersenyum lalu beranjak pergi. Namun, Merpati mencegahnya.
“Kancil, kamu hendak ke mana?”
“Kembali ke hutan. Aku kan sudah memberi saran seperti maumu.”
“Bukan itu saran yang kumau.”
“Lalu apa keinginanmu?”
“Aku mau makan lebih banyak jagung seperti Tekukur.”
Kancil berpikir sejenak. Lalu berkata, “Kamu makan di sangkarnya Tekukur.”
“Caranya?”
“Kamu bujuk Tekukur supaya ia mau bertukar sangkar saat makan jagung.”
Merpati mengangguk. Kancil pun pamit pergi.
***
Setelah Kancil pergi, Merpati membujuk Tekukur untuk bertukar tempat saat makan. Awalnya Tekukur tak bersedia. Tapi karena Merpati terus memaksanya, maka Tekukur pun terpaksa menuruti. Esok harinya setelah sang pemilik pergi seusai memberi makan jagung. Merpati dan Tekukur bertukar sangkar. Di sangkar Tekukur, Merpati lahap memakan jagung yang berjumlah banyak. Merpati menjadi kekenyangan. Dengan susah payah, Merpati kembali ke sangkarnya.
Tak lama kemudian, sang pemilik mengeluarkan Merpati yang masih kekenyangan dari sangkar. Lalu membawanya ke perlombaan balap merpati.
Sayang, di perlombaan Merpati masih kekenyangan tak bisa terbang cepat sehingga kalah. Sang pemilik kembali ke rumah dengan wajah sedih. Merpati dikembalikan ke sangkarnya. Di dalam sangkarnya, Merpati tampak menyesal tak menuruti sran Kancil. Ia menceritakan kekalahannya pada Tekukur.
“Merpati, kamu seharusnya tak perlu iri hati. Pemilik kita sengaja memberimu sedikit jagung agar kamu bisa terbang cepat dan menang,” celetuk Tekukur dari dalam sangkarnya.
Merpati malu dan sedih mendengarnya. Ia pun menyesali sesuatu yang sudah tidak ada gunanya.
Isilah titik-titik pada kalimat berikut ini!
Kancil memberi ……… kepada Merpati setelah mendengar keluh kesah Merpati
(a)
IRI HATI SANG MERPATI
Seharian ini, Merpati iri hati pada Tekukur. Merpati merasa jatah jagungnya lebih sedikit dibandingkan dengan Tekukur. Merpati menganggap pemiliknya sudah tak menyayanginya lagi. “Pemilikku lebih sayang Tekukur”, batin merpati sambil memperhatikan sang pemilik yang lebih banyak memberikan jagung di tempat makan Tekukur. Merpati pun sedih.
Ingin rasanya ia kabur dari sangkar. Tapi ia tak mau melakukannya, karena esok ada perlombaan balap merpati yang harus diikuti. Ia pun bertekad memenangi perlombaan agar bisa membanggakan pemiliknya,
Tiba-tiba, Merpati mendengar suara di kebun mentimun di belakang rumah. Ia melihat Kancil yang hendak mengambil buah mentimun.
“Kancil….!” Panggil Merpati.
Kancil terkejut dipergoki Merpati.
“Maaf, aku lapar. Nanti aku bawa bijinya sebagai ganti,” kata Kancil pelan.
“Bukan itu, aku butuh saranmu,” kata Merpati.
Kancil lalu mendekati sangkar Merpati. Merpati menceritakan kegundahan yang sedang dirasakannya. Dengan saksama Kancil mendengarkan keluh kesah Merpati. Selesai Merpati bercerita, Kancil memberi saran. “Jangan begitu Merpati, mungkin pemilikmu tak mau kamu terlalu gemuk.”
“Memangnya kenapa kalau aku jadi gemuk nanti?”
“Nanti terbangmu lambat.”
Merpati menggeleng. “Itu tak mungkin. Aku malah bisa terbang lebih cepat,” kata Merpati dengan sombongnya.
Kancil hanya tersenyum lalu beranjak pergi. Namun, Merpati mencegahnya.
“Kancil, kamu hendak ke mana?”
“Kembali ke hutan. Aku kan sudah memberi saran seperti maumu.”
“Bukan itu saran yang kumau.”
“Lalu apa keinginanmu?”
“Aku mau makan lebih banyak jagung seperti Tekukur.”
Kancil berpikir sejenak. Lalu berkata, “Kamu makan di sangkarnya Tekukur.”
“Caranya?”
“Kamu bujuk Tekukur supaya ia mau bertukar sangkar saat makan jagung.”
Merpati mengangguk. Kancil pun pamit pergi.
***
Setelah Kancil pergi, Merpati membujuk Tekukur untuk bertukar tempat saat makan. Awalnya Tekukur tak bersedia. Tapi karena Merpati terus memaksanya, maka Tekukur pun terpaksa menuruti. Esok harinya setelah sang pemilik pergi seusai memberi makan jagung. Merpati dan Tekukur bertukar sangkar. Di sangkar Tekukur, Merpati lahap memakan jagung yang berjumlah banyak. Merpati menjadi kekenyangan. Dengan susah payah, Merpati kembali ke sangkarnya.
Tak lama kemudian, sang pemilik mengeluarkan Merpati yang masih kekenyangan dari sangkar. Lalu membawanya ke perlombaan balap merpati.
Sayang, di perlombaan Merpati masih kekenyangan tak bisa terbang cepat sehingga kalah. Sang pemilik kembali ke rumah dengan wajah sedih. Merpati dikembalikan ke sangkarnya. Di dalam sangkarnya, Merpati tampak menyesal tak menuruti sran Kancil. Ia menceritakan kekalahannya pada Tekukur.
“Merpati, kamu seharusnya tak perlu iri hati. Pemilik kita sengaja memberimu sedikit jagung agar kamu bisa terbang cepat dan menang,” celetuk Tekukur dari dalam sangkarnya.
Merpati malu dan sedih mendengarnya. Ia pun menyesali sesuatu yang sudah tidak ada gunanya.
Sebutkan tiga amanat yang terkandung dalam fabel tersebut!
PLANET INI DITEMUKAN TANPA BINTANG, SENDIRIAN TAK TENTU ARAH
Reporter : Terjemahan
Editor : Zacharias Wuragil
TEMPO.Co, Jakarta – Jika sebuah system tata surya adalah sebuah keluarga, ini artinya beberapa planet diketahui telah minggat dari rumahnya. Apakah itu karena keinginannya sendiri atau tidak, sekali mereka lepas dari gaya gravitasi keluarganya, nasib mereka sudah pasti akan berujung sebatang kara, mengembara sendirian selamanya, tanpa bintang induk.
Para ahli astronomi menyebut planet-planet yang melayang tak tentu arah sebagai rogue planets. Menemukannya di belantara alam raya adalah tantangan yang ekstreem karena jelas objek itu tak bercahaya. Tapi inilah pekerjaan tim peneliti di kolaborasi OGLE (Optical Gravitational Lensing Experiment) dan kolaborasi KMTN (Korean Microlensing Telescope Network).
Satu tim dari kedua kelompok itulah yang mengumumnkan penemuan terbaru, sebuah planet tak tentu arah bermassa rendah, seukuran Bumi dan Mars. Tim itu memastikan tak menemukan bintang di sekitarnya, dan jaraknya dari Bumi tak terkonfirmasi. “Teknik microlensing efektif untuk menemukan planet-planet seukuran massa Bumi yang melayang bebas di alam raya,” bunyi pernyataan tim penelitinya.
Makalah berisi penemuan itu berjdul “A Terrestrial-mass Rogue Planet Candidate Detected in The Shortest-timescale Microlensing Event” dan dimuat dalam situs makalah pra-publikasi, arxiv.org, pada 29 September 2020. Di sana dicantumkan 30 anggota tim penelitinya yang terlibat penemuan itu dengan ketua tim Przemek Mroz, mahasiswa postdoctoral bidang astronomi si Caltech, Amerika Serikat.
Tentang asal muasal rogue planets, para ahli astronomi berpikir kalau di awal usia sebuah system tata surya, beberapa planet yang bermassa rendah pasti akan terlepas dari cengkeraman gravitasi bintang induk. Berdasarkan teori yang ada, planet yang kemungkinan terlempar ke luar itu adalah yang seukuran Bumi hingga yang berukuran 30 persen dari Bumi.
Diduga ada miliaran, malah triliunan planet-planet ‘sebatang kara’ yang melayang bebas di Galaksi Bima Sakti. Teknik microlensing menawarkan metode untuk menemukan mereka. Tapi tentu tidak muda. Bukan saja karena mereka gelap dan tak bercagaya, tapi juga peristiwa microlensing untuk objek sekecil itu terjadi pada skala waktu yang sangat singkat.
Objek rogue planet yang baru, diberi nama OGLE-2016-BLG-1928, ditenukan dalam sebuah peristiwa microlensing yang hanya bertahan 41,5 menit. Itu disebut sangat singkat untuk bisa mengumplkan data yangdeatail.
Hanya empat rogue planet serupa ini yang pernah ditemukn sebelumnya, masing-masing juga dalam skala waktu microlwnsing yang singkat. Tapi secara keseluruhn ini cukup untuk menyediakan bukti keberadaan populasi rogue planets di Galaksi Bima Sakti,” tulis tim penelitinya.
Perhatikan paragraf berikut!
“Jika sebuah sistem tata surya adalah sebuah keluarga, ini artinya beberapa planet diketahui telah minggat dari rumahnya. Apakah itu karena keinginannya sendiri atau tidak, sekali mereka lepas dari gaya gravitasi keluarganya, nasib mereka sudah pasti akan berujung sebatang kara, mengembara sendirian selamanya, tanpa bintang induk.”
Apa yang dimaksud kata minggat pada cuplikan paragraf di atas?
Meledak di angkasa
Keluar dari rumah
Pergi tanpa izin
Keluar dari lintasan peredaran planet
PLANET INI DITEMUKAN TANPA BINTANG, SENDIRIAN TAK TENTU ARAH
Reporter : Terjemahan
Editor : Zacharias Wuragil
TEMPO.Co, Jakarta – Jika sebuah system tata surya adalah sebuah keluarga, ini artinya beberapa planet diketahui telah minggat dari rumahnya. Apakah itu karena keinginannya sendiri atau tidak, sekali mereka lepas dari gaya gravitasi keluarganya, nasib mereka sudah pasti akan berujung sebatang kara, mengembara sendirian selamanya, tanpa bintang induk.
Para ahli astronomi menyebut planet-planet yang melayang tak tentu arah sebagai rogue planets. Menemukannya di belantara alam raya adalah tantangan yang ekstreem karena jelas objek itu tak bercahaya. Tapi inilah pekerjaan tim peneliti di kolaborasi OGLE (Optical Gravitational Lensing Experiment) dan kolaborasi KMTN (Korean Microlensing Telescope Network).
Satu tim dari kedua kelompok itulah yang mengumumnkan penemuan terbaru, sebuah planet tak tentu arah bermassa rendah, seukuran Bumi dan Mars. Tim itu memastikan tak menemukan bintang di sekitarnya, dan jaraknya dari Bumi tak terkonfirmasi. “Teknik microlensing efektif untuk menemukan planet-planet seukuran massa Bumi yang melayang bebas di alam raya,” bunyi pernyataan tim penelitinya.
Makalah berisi penemuan itu berjdul “A Terrestrial-mass Rogue Planet Candidate Detected in The Shortest-timescale Microlensing Event” dan dimuat dalam situs makalah pra-publikasi, arxiv.org, pada 29 September 2020. Di sana dicantumkan 30 anggota tim penelitinya yang terlibat penemuan itu dengan ketua tim Przemek Mroz, mahasiswa postdoctoral bidang astronomi si Caltech, Amerika Serikat.
Tentang asal muasal rogue planets, para ahli astronomi berpikir kalau di awal usia sebuah system tata surya, beberapa planet yang bermassa rendah pasti akan terlepas dari cengkeraman gravitasi bintang induk. Berdasarkan teori yang ada, planet yang kemungkinan terlempar ke luar itu adalah yang seukuran Bumi hingga yang berukuran 30 persen dari Bumi.
Diduga ada miliaran, malah triliunan planet-planet ‘sebatang kara’ yang melayang bebas di Galaksi Bima Sakti. Teknik microlensing menawarkan metode untuk menemukan mereka. Tapi tentu tidak muda. Bukan saja karena mereka gelap dan tak bercagaya, tapi juga peristiwa microlensing untuk objek sekecil itu terjadi pada skala waktu yang sangat singkat.
Objek rogue planet yang baru, diberi nama OGLE-2016-BLG-1928, ditenukan dalam sebuah peristiwa microlensing yang hanya bertahan 41,5 menit. Itu disebut sangat singkat untuk bisa mengumplkan data yangdeatail.
Hanya empat rogue planet serupa ini yang pernah ditemukn sebelumnya, masing-masing juga dalam skala waktu microlwnsing yang singkat. Tapi secara keseluruhn ini cukup untuk menyediakan bukti keberadaan populasi rogue planets di Galaksi Bima Sakti,” tulis tim penelitinya.
Kepanjangan dari OGLE adalah ……
Optical Gravitational Lensing Experience
Optical Gravitational Lensing Experiment
Optical Gravitational Lensing Expired
Optical Gravitational Leasing Experiment
PLANET INI DITEMUKAN TANPA BINTANG, SENDIRIAN TAK TENTU ARAH
Reporter : Terjemahan
Editor : Zacharias Wuragil
TEMPO.Co, Jakarta – Jika sebuah system tata surya adalah sebuah keluarga, ini artinya beberapa planet diketahui telah minggat dari rumahnya. Apakah itu karena keinginannya sendiri atau tidak, sekali mereka lepas dari gaya gravitasi keluarganya, nasib mereka sudah pasti akan berujung sebatang kara, mengembara sendirian selamanya, tanpa bintang induk.
Para ahli astronomi menyebut planet-planet yang melayang tak tentu arah sebagai rogue planets. Menemukannya di belantara alam raya adalah tantangan yang ekstreem karena jelas objek itu tak bercahaya. Tapi inilah pekerjaan tim peneliti di kolaborasi OGLE (Optical Gravitational Lensing Experiment) dan kolaborasi KMTN (Korean Microlensing Telescope Network).
Satu tim dari kedua kelompok itulah yang mengumumnkan penemuan terbaru, sebuah planet tak tentu arah bermassa rendah, seukuran Bumi dan Mars. Tim itu memastikan tak menemukan bintang di sekitarnya, dan jaraknya dari Bumi tak terkonfirmasi. “Teknik microlensing efektif untuk menemukan planet-planet seukuran massa Bumi yang melayang bebas di alam raya,” bunyi pernyataan tim penelitinya.
Makalah berisi penemuan itu berjdul “A Terrestrial-mass Rogue Planet Candidate Detected in The Shortest-timescale Microlensing Event” dan dimuat dalam situs makalah pra-publikasi, arxiv.org, pada 29 September 2020. Di sana dicantumkan 30 anggota tim penelitinya yang terlibat penemuan itu dengan ketua tim Przemek Mroz, mahasiswa postdoctoral bidang astronomi si Caltech, Amerika Serikat.
Tentang asal muasal rogue planets, para ahli astronomi berpikir kalau di awal usia sebuah system tata surya, beberapa planet yang bermassa rendah pasti akan terlepas dari cengkeraman gravitasi bintang induk. Berdasarkan teori yang ada, planet yang kemungkinan terlempar ke luar itu adalah yang seukuran Bumi hingga yang berukuran 30 persen dari Bumi.
Diduga ada miliaran, malah triliunan planet-planet ‘sebatang kara’ yang melayang bebas di Galaksi Bima Sakti. Teknik microlensing menawarkan metode untuk menemukan mereka. Tapi tentu tidak muda. Bukan saja karena mereka gelap dan tak bercagaya, tapi juga peristiwa microlensing untuk objek sekecil itu terjadi pada skala waktu yang sangat singkat.
Objek rogue planet yang baru, diberi nama OGLE-2016-BLG-1928, ditenukan dalam sebuah peristiwa microlensing yang hanya bertahan 41,5 menit. Itu disebut sangat singkat untuk bisa mengumplkan data yangdeatail.
Hanya empat rogue planet serupa ini yang pernah ditemukn sebelumnya, masing-masing juga dalam skala waktu microlwnsing yang singkat. Tapi secara keseluruhn ini cukup untuk menyediakan bukti keberadaan populasi rogue planets di Galaksi Bima Sakti,” tulis tim penelitinya.
Lengkapilah kalimat berikut!
Teknik ………… adalah teknik yang digunakan oleh para ilmuan untuk menemukan rogue planet
PLANET INI DITEMUKAN TANPA BINTANG, SENDIRIAN TAK TENTU ARAH
Reporter : Terjemahan
Editor : Zacharias Wuragil
TEMPO.Co, Jakarta – Jika sebuah system tata surya adalah sebuah keluarga, ini artinya beberapa planet diketahui telah minggat dari rumahnya. Apakah itu karena keinginannya sendiri atau tidak, sekali mereka lepas dari gaya gravitasi keluarganya, nasib mereka sudah pasti akan berujung sebatang kara, mengembara sendirian selamanya, tanpa bintang induk.
Para ahli astronomi menyebut planet-planet yang melayang tak tentu arah sebagai rogue planets. Menemukannya di belantara alam raya adalah tantangan yang ekstreem karena jelas objek itu tak bercahaya. Tapi inilah pekerjaan tim peneliti di kolaborasi OGLE (Optical Gravitational Lensing Experiment) dan kolaborasi KMTN (Korean Microlensing Telescope Network).
Satu tim dari kedua kelompok itulah yang mengumumnkan penemuan terbaru, sebuah planet tak tentu arah bermassa rendah, seukuran Bumi dan Mars. Tim itu memastikan tak menemukan bintang di sekitarnya, dan jaraknya dari Bumi tak terkonfirmasi. “Teknik microlensing efektif untuk menemukan planet-planet seukuran massa Bumi yang melayang bebas di alam raya,” bunyi pernyataan tim penelitinya.
Makalah berisi penemuan itu berjdul “A Terrestrial-mass Rogue Planet Candidate Detected in The Shortest-timescale Microlensing Event” dan dimuat dalam situs makalah pra-publikasi, arxiv.org, pada 29 September 2020. Di sana dicantumkan 30 anggota tim penelitinya yang terlibat penemuan itu dengan ketua tim Przemek Mroz, mahasiswa postdoctoral bidang astronomi si Caltech, Amerika Serikat.
Tentang asal muasal rogue planets, para ahli astronomi berpikir kalau di awal usia sebuah system tata surya, beberapa planet yang bermassa rendah pasti akan terlepas dari cengkeraman gravitasi bintang induk. Berdasarkan teori yang ada, planet yang kemungkinan terlempar ke luar itu adalah yang seukuran Bumi hingga yang berukuran 30 persen dari Bumi.
Diduga ada miliaran, malah triliunan planet-planet ‘sebatang kara’ yang melayang bebas di Galaksi Bima Sakti. Teknik microlensing menawarkan metode untuk menemukan mereka. Tapi tentu tidak muda. Bukan saja karena mereka gelap dan tak bercagaya, tapi juga peristiwa microlensing untuk objek sekecil itu terjadi pada skala waktu yang sangat singkat.
Objek rogue planet yang baru, diberi nama OGLE-2016-BLG-1928, ditenukan dalam sebuah peristiwa microlensing yang hanya bertahan 41,5 menit. Itu disebut sangat singkat untuk bisa mengumplkan data yangdeatail.
Hanya empat rogue planet serupa ini yang pernah ditemukn sebelumnya, masing-masing juga dalam skala waktu microlwnsing yang singkat. Tapi secara keseluruhn ini cukup untuk menyediakan bukti keberadaan populasi rogue planets di Galaksi Bima Sakti,” tulis tim penelitinya.
Bagaimana asal muasal planet rogue menurut pemikiran para ahli astronomi?
PLANET INI DITEMUKAN TANPA BINTANG, SENDIRIAN TAK TENTU ARAH
Reporter : Terjemahan
Editor : Zacharias Wuragil
TEMPO.Co, Jakarta – Jika sebuah system tata surya adalah sebuah keluarga, ini artinya beberapa planet diketahui telah minggat dari rumahnya. Apakah itu karena keinginannya sendiri atau tidak, sekali mereka lepas dari gaya gravitasi keluarganya, nasib mereka sudah pasti akan berujung sebatang kara, mengembara sendirian selamanya, tanpa bintang induk.
Para ahli astronomi menyebut planet-planet yang melayang tak tentu arah sebagai rogue planets. Menemukannya di belantara alam raya adalah tantangan yang ekstreem karena jelas objek itu tak bercahaya. Tapi inilah pekerjaan tim peneliti di kolaborasi OGLE (Optical Gravitational Lensing Experiment) dan kolaborasi KMTN (Korean Microlensing Telescope Network).
Satu tim dari kedua kelompok itulah yang mengumumnkan penemuan terbaru, sebuah planet tak tentu arah bermassa rendah, seukuran Bumi dan Mars. Tim itu memastikan tak menemukan bintang di sekitarnya, dan jaraknya dari Bumi tak terkonfirmasi. “Teknik microlensing efektif untuk menemukan planet-planet seukuran massa Bumi yang melayang bebas di alam raya,” bunyi pernyataan tim penelitinya.
Makalah berisi penemuan itu berjdul “A Terrestrial-mass Rogue Planet Candidate Detected in The Shortest-timescale Microlensing Event” dan dimuat dalam situs makalah pra-publikasi, arxiv.org, pada 29 September 2020. Di sana dicantumkan 30 anggota tim penelitinya yang terlibat penemuan itu dengan ketua tim Przemek Mroz, mahasiswa postdoctoral bidang astronomi si Caltech, Amerika Serikat.
Tentang asal muasal rogue planets, para ahli astronomi berpikir kalau di awal usia sebuah system tata surya, beberapa planet yang bermassa rendah pasti akan terlepas dari cengkeraman gravitasi bintang induk. Berdasarkan teori yang ada, planet yang kemungkinan terlempar ke luar itu adalah yang seukuran Bumi hingga yang berukuran 30 persen dari Bumi.
Diduga ada miliaran, malah triliunan planet-planet ‘sebatang kara’ yang melayang bebas di Galaksi Bima Sakti. Teknik microlensing menawarkan metode untuk menemukan mereka. Tapi tentu tidak muda. Bukan saja karena mereka gelap dan tak bercagaya, tapi juga peristiwa microlensing untuk objek sekecil itu terjadi pada skala waktu yang sangat singkat.
Objek rogue planet yang baru, diberi nama OGLE-2016-BLG-1928, ditenukan dalam sebuah peristiwa microlensing yang hanya bertahan 41,5 menit. Itu disebut sangat singkat untuk bisa mengumplkan data yangdeatail.
Hanya empat rogue planet serupa ini yang pernah ditemukn sebelumnya, masing-masing juga dalam skala waktu microlwnsing yang singkat. Tapi secara keseluruhn ini cukup untuk menyediakan bukti keberadaan populasi rogue planets di Galaksi Bima Sakti,” tulis tim penelitinya
Berikan tanda centang pada pernyataan dibawah ini!
Dua tim ahli astronomi yang bekerja menemukan rogue planets ini adalah tim peneliti di kolaborasi OGLE (Optical Gravitational Lensing Experiment) dan kolaborasi KMTN (Korean Microlensing Telescope Network).
Rogue planets memiliki massa rendah, seukuran dengan massa Bumi atau Mars.
Para ahli astronomi menduga tidak banyak planet-planet sebatang kara yang melayang bebas di Galaksi Bima Sakti
Skala waktu microlensing yang singkat sudah cukup untuk membuktikan keberadaan populasi rogue planet di Galaksi Bima Sakti
Objek rogue planets yang baru diberi nama KMTN – 2016-BLG-1928
Judul makalah dari tim ahli astronomi penemu rogue planet
Optical Gravitational Lensing Experimnet
A Tereestrial-mass Mars Planet Candidate Detected in The Shortesttimeschale Microlensing Event
A Tereestrial-mass Rogue Planet Candidate Detected in The Shortesttimeschale Microlensing Event
Przemek Mroz
APTENODYTES FORSTERI SI PENGUIN KAISAR
Hewan kerap kali menjadi pusat perhatian manusia. Salah satunya adalah penguin. Penguin merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang dan pada umunya hidup di Bumi bagian selatan, seperti Antartika. Namun, terdapat beberapa spesies penguin yang juga hidup di daerah tropis, seperti di Kepulauan Galapaos.
Hewan satu ini memiliki daya tarik tersendiri yang dapat menarik perhatian manusia baik itu anak-anak maupun yang telah dewasaseklipun. Hewan ini juga sering kali menarik perhatian para peneliti untuk mempelajari kesehariannya. Dari sekian banyak jenis penguin, banyak peniliti yang tertarik untuk mempelajari penguin kaisar yang habitatnya adalah di Antartika. Penguin kaisar memiliki nama latin Aptenodytes forsteri. Penguin ini terkenal karena ukurannya yang lebih besar dibandingkan jenis penguin lainnya. Penguin kaisar memiliki tanda berwarna kuning keemasan di sisi kepala dan leher mereka.
Para peneliti mengalami kesulitan dalam mempelajari penguin kaisar karena kondisi ekstrem yang ada di Antartika, di mana dapat mencapai minus 60 derajat Celcius. Pada awalnya, para peneliti hanya dapat menghitung jumlah koloni penguin yang letaknya terjangkau dan hanya memperkirakan berapa banyak penguin kaisar yang tinggal di seluruh benua. Namun, pada akhirnya penelitian berdasarkan satelit menunjukkan bahwa jumlah koloni penguin kaisar jauh lebih banyak dari perkiraan. Penguin kaisar hidup di tempat-tempat yang sangat dingin dan terpencil yang tidak dapat terjangkau oleh para peneliti.
Penguin kaisar memili kemampuan beradaptasi khusus yang baik sehingga mereka sangat cocok hidup dalam iklim dingin di Antartika. Mereka memiliki lemak dan bulu-bulu yang berfungsi untuk melindungi mereka dari angina dingin. Penguin kaisar hidup dalam sebuah kelompok agar tetap hangat. Selama musim dingin, para pejantan berdiri di kerumunan, berbagi panas tubuh satu sama lain sekaligus melindungi telur mereka. Para penguin memutar posisi sehingga masing-masing mendapat giliran berada di tengah kerumunan yang hangat. Dengan kerja sama seperti ini, parapenguin tidak akan membeku.
Adaptasi lainnya berupa fisik. Kaki penguin kaisar memiliki bantalan udara pada bagian bawah tumit. Penguin bersandar pada tumit mereka yang empuk dan ekornya sehingga dapat menyeimbangkan tubuhnya. Sebagian besar tubuh penguin terangkat di atas es beku sehingga mereka bisa berdiri dengan nyaman.
Biasanya, es di pantai Antartika mencair setiap muism semi dan membeku setiap musim gugur. Namun, saat perubahan iklim mulai memanaskan planet ini, para ilmuan khawatir bahwa es di laut Antartika akan mencair secara permanen setiap tahun. Hal ini dapat berpengaruh pada koloni penguin kaisar karena penguin ini bergantung pada es di benua Antartika untuk bertahan hidup. Setiap musim dingin, mereka menetap di satu tempat yang terdapat makanannya dan untuk menetaskan telurnya di atas es. Penguin kaisar bertelur pada saat musim dingin dan telurnya akan menetas pada awal musim semi. Hal ini dikarenakan agar anak penguin tidak akan kekurangan makanan.
Setelah penguin betina bertelur, penguin jantanlah yang akan mengerami telurnya, sedangkan penguin betina pergi mencari makan. Lama waktu telur ini menetas kurang lebih dua bulan,. Selama mengerami telur, penguin jantan tidak makan sama sekali karena mereka tidak dpat meninggalkan telur. Setelah telur menetas, penguin betina yang sudah selesai mencari makan akan memberikan makanan tersebut ke anak-anaknya.
Semua itu dapat selalu terjadi apabila es di sana tetap ada dan tidak mencair. Apabila banyak es mencair dan kualitas es yang tersisa memburuk, tempat berkembang biak penguin pun terancam. Jika es mencair sebelum anak-anak penguin memiliki kesempatan untuk menumbuhkan bulu dewasa mereka yang tahan air, anak-anak penguin tersebut tidak akan bisa bertahan hidup.
Beberapa peneliti menganggap hal ini akan menimbulkan masalah besar bagi penguin kaisar. Stephanie Jenouvier, seorang akhli penguin Woods Hole Oceanographic Institution, Massachusetts mempelajari bagaimana pengaruh perubahan iklim pada koloni penguin kaisar dalam studinya bulan Juni 2012. Saat ini, ia mempelajari 6.000 penguin dlam satu koloni. Pada tahun 2010, Jenouvier memperkirakan jumlah penguin dalam satu koloni bisa turun hingga 1.000 ekor.
Penguin kaisar merupakan predator puncak. Mereka dapat bertahan dengan memkan heawan yang lebih kecil, seperti ikan dan krikil, yang bertahan hidup dengan melahap organisme yang lebih kecil seperti plankton. Status predator puncak dapat mencerminkan kesehatan seluruh ekosistemnya. Jika penguin kaisar berada dalam bahaya, banyak spesies lain di hbitat mereka juga dalam bahaya.
Berdasarkan teks tersebut, apakah hal yang mungkin dapat terjadi di masa depan?
Beri tanda centang pada pernyataan yang mungkin dapat terjadi di masa depan.
Ikan-ikan kecil di daerah Antartika akan semakin banyak
Populasi penguin kaisar akan semakin terancam
Semakin banyak jumlah penguin kaisar maka akan semakin luas wilayah es di Antartika
Semakin banyak peneliti yang dapat menjangkau habitat penguin kaisar
APTENODYTES FORSTERI SI PENGUIN KAISAR
Hewan kerap kali menjadi pusat perhatian manusia. Salah satunya adalah penguin. Penguin merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang dan pada umunya hidup di Bumi bagian selatan, seperti Antartika. Namun, terdapat beberapa spesies penguin yang juga hidup di daerah tropis, seperti di Kepulauan Galapaos.
Hewan satu ini memiliki daya tarik tersendiri yang dapat menarik perhatian manusia baik itu anak-anak maupun yang telah dewasaseklipun. Hewan ini juga sering kali menarik perhatian para peneliti untuk mempelajari kesehariannya. Dari sekian banyak jenis penguin, banyak peniliti yang tertarik untuk mempelajari penguin kaisar yang habitatnya adalah di Antartika. Penguin kaisar memiliki nama latin Aptenodytes forsteri. Penguin ini terkenal karena ukurannya yang lebih besar dibandingkan jenis penguin lainnya. Penguin kaisar memiliki tanda berwarna kuning keemasan di sisi kepala dan leher mereka.
Para peneliti mengalami kesulitan dalam mempelajari penguin kaisar karena kondisi ekstrem yang ada di Antartika, di mana dapat mencapai minus 60 derajat Celcius. Pada awalnya, para peneliti hanya dapat menghitung jumlah koloni penguin yang letaknya terjangkau dan hanya memperkirakan berapa banyak penguin kaisar yang tinggal di seluruh benua. Namun, pada akhirnya penelitian berdasarkan satelit menunjukkan bahwa jumlah koloni penguin kaisar jauh lebih banyak dari perkiraan. Penguin kaisar hidup di tempat-tempat yang sangat dingin dan terpencil yang tidak dapat terjangkau oleh para peneliti.
Penguin kaisar memili kemampuan beradaptasi khusus yang baik sehingga mereka sangat cocok hidup dalam iklim dingin di Antartika. Mereka memiliki lemak dan bulu-bulu yang berfungsi untuk melindungi mereka dari angina dingin. Penguin kaisar hidup dalam sebuah kelompok agar tetap hangat. Selama musim dingin, para pejantan berdiri di kerumunan, berbagi panas tubuh satu sama lain sekaligus melindungi telur mereka. Para penguin memutar posisi sehingga masing-masing mendapat giliran berada di tengah kerumunan yang hangat. Dengan kerja sama seperti ini, parapenguin tidak akan membeku.
Adaptasi lainnya berupa fisik. Kaki penguin kaisar memiliki bantalan udara pada bagian bawah tumit. Penguin bersandar pada tumit mereka yang empuk dan ekornya sehingga dapat menyeimbangkan tubuhnya. Sebagian besar tubuh penguin terangkat di atas es beku sehingga mereka bisa berdiri dengan nyaman.
Biasanya, es di pantai Antartika mencair setiap muism semi dan membeku setiap musim gugur. Namun, saat perubahan iklim mulai memanaskan planet ini, para ilmuan khawatir bahwa es di laut Antartika akan mencair secara permanen setiap tahun. Hal ini dapat berpengaruh pada koloni penguin kaisar karena penguin ini bergantung pada es di benua Antartika untuk bertahan hidup. Setiap musim dingin, mereka menetap di satu tempat yang terdapat makanannya dan untuk menetaskan telurnya di atas es. Penguin kaisar bertelur pada saat musim dingin dan telurnya akan menetas pada awal musim semi. Hal ini dikarenakan agar anak penguin tidak akan kekurangan makanan.
Setelah penguin betina bertelur, penguin jantanlah yang akan mengerami telurnya, sedangkan penguin betina pergi mencari makan. Lama waktu telur ini menetas kurang lebih dua bulan,. Selama mengerami telur, penguin jantan tidak makan sama sekali karena mereka tidak dpat meninggalkan telur. Setelah telur menetas, penguin betina yang sudah selesai mencari makan akan memberikan makanan tersebut ke anak-anaknya.
Semua itu dapat selalu terjadi apabila es di sana tetap ada dan tidak mencair. Apabila banyak es mencair dan kualitas es yang tersisa memburuk, tempat berkembang biak penguin pun terancam. Jika es mencair sebelum anak-anak penguin memiliki kesempatan untuk menumbuhkan bulu dewasa mereka yang tahan air, anak-anak penguin tersebut tidak akan bisa bertahan hidup.
Beberapa peneliti menganggap hal ini akan menimbulkan masalah besar bagi penguin kaisar. Stephanie Jenouvier, seorang akhli penguin Woods Hole Oceanographic Institution, Massachusetts mempelajari bagaimana pengaruh perubahan iklim pada koloni penguin kaisar dalam studinya bulan Juni 2012. Saat ini, ia mempelajari 6.000 penguin dlam satu koloni. Pada tahun 2010, Jenouvier memperkirakan jumlah penguin dalam satu koloni bisa turun hingga 1.000 ekor.
Penguin kaisar merupakan predator puncak. Mereka dapat bertahan dengan memkan heawan yang lebih kecil, seperti ikan dan krikil, yang bertahan hidup dengan melahap organisme yang lebih kecil seperti plankton. Status predator puncak dapat mencerminkan kesehatan seluruh ekosistemnya. Jika penguin kaisar berada dalam bahaya, banyak spesies lain di hbitat mereka juga dalam bahaya.
Jelaskan bagaimana perilaku pengun kaisar betina dan jantan pada saat setelah penguin betina bertelur sampai telur menetas!
Berikut ini yang bukan merupakan karakteristik penguin kaisar adalah …
Selama mengerami telur, penguin tidak makan
Kaki penguin kaisar memiliki bantalan udara pada bagian bawah tumit
Penguin betina berkerumun untuk melindungi telur mereka
Memiliki lemak dan bulu-bulu yang berfungsi untuk melindungi mereka dari angina dingin
Siapakah pihak yang mengungkapkan Metode sterilisasi masker N95
Tim laboratorium Energi Terbarukan, Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara, ITB
Tim Stanford University
Kementrian Kesehatan
Environmetal Science &Technology Letters
KELANGKAAN MASKER N95 PADA SAAT PENDEMI
Tahun 2020 ini merupakan tahun yang berta bagi seluruh penduduk di dunia. Hal ini dikarenakan oleh adanya pandemi virus Covid-19. Pandemi Covid-19 yang terjadi di awal tahun 2020 ini menimbulkan banyak hal yang dapat dikatakan tidak bagus. Pandemi ini mengakibatkan kelangkaan suplai berbagai alat kesehatan, salah satunya yang terdampak adalah kelangkaan masker, terutama masker untuk kalangan medis. Salah satu masker yang mengalami kelangkaan adalah masker N95. Masker ini merupakan masker yang direkomendasikan untuk tenaga medis karena memiliki kemampuan memfilter 95% virus dan mikroba.
Akibat kelangkaan masker ini, akhirnya muncul berbagai informasi yang menjelaskan tentang berbagai upaya untuk melakukan desinfeksi masker N95 sehingga masker ini dapat digunakan kembali. Sayangnya, informasi yang menyebar sering kali tidak didasarkan pada bukti ilmiah yang sahih. Sehingga, tindakan desinfeksi masker N95 justru dapat membahayakan keselamatan tenaga medis tersebut.
Akhir tahun lalu, ketika infeksi Covid-19 masih terbatas di Kota Wuhan (Tiongkok) kelangkaan masker N95 pun sudah terjadi. Upaya desinfeksi masker pun sudah dilakukan beberapa kalangan. Sehingga hal tersebut memunculkan berbagai penelitian yang mencoba mengukur efektivitas penggunaan beberapa teknik desinfeksi.
Hasilnya mencengangkan. Salah satu teknik sterilisasi masker N95 yang paling populer dikalangan tenaga medis Indonesia saat ini adalah dengan alkohol dan klorin. Ternyata tindakan desinfeksi tersebut justru semakin membahayakan tenaga kesehatan yang menggunakannya.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh tim dari Stanford University melaporkan bahwa teknik desinfeksi menggunakan kloril dan alkohol dapat menurunkan efisiensi filtrasi masker N95 dari 95% menjadi hanya 29, 24% (alkohol 75%) dan 57,33% (klorin).
Teknik desinfeksi N95 menggunakan klorin dan alkohol sangat tidak dianjurkan karena tanpa disadari tenaga medis dapat kehilangan proteksi sehingga sangat rentan terinfeksi Covid-19 di tengah kondisi wabah seperti ini.
Pada sebuah junl Environmental Science & Technology Letters, peneliti dari Univeristas IIinois melaporkan penemuan metode sterilisasi masker N95 dengan menggunakan pemasak elektronik tanpa tambahan bahan kimia dan tanpa menurunkan kinerja filtrasi pada masker respirator. Metode ini menunjukkan kinerja yang baik dlaam proses sterilisasi masker N95 tanpa merusak efisiensi filtrasi sehingga metode ini sangat ideal dan memenuhi kriteria dalam proses dekontaminasi masker N95. Penelitian ini dilakukan dengan meletakkan masker di atas handuk pada alat pemasak dengan suhu 212 oF selama 50 menit.
Hasil menunjukkan kemampuan masker untuk mempertahankan kemampuan filtrasinya lebih dari 95% bahkan setelah 20 kali proses pemakaian. Agar metode ini berfungsi dengan baik, penting untuk tidak menambahkan air ke dalam penanak nasi untuk mencegah kerusakan masker. Selain itu, masker harus ditempatkan di tempat di atas handuk untuk mencegah masker bersentuhan langsung dengan permukaan elemen pemanasnya.
Tim laboratorium energy terbarukan di fakultas teknik mesin dan dirgantara ITB juga mengemukakan cara untuk mensterilisasi masker N95, yaitu dengan menggunakan teknologi ionisasi udara dan penurunan kelembapan udara. Menurut Yuli Setyo Indartono,ketua tim, dalam siaran pers di laman ITB, pada proes sterilisasi timnya tak memakai sinar ultraviolet (UV) ataupun pemanasan ntuk membunuh bakteri dan kuman. Sebab cara itu justru dapat merusak kualitas masker N95, sehingga dipilih metode ionisasi.
Kementrian kesehatan pun juga mengemukakan tentang cara sterilisasi masker N95. Rekomendasi kementrian kesehatan, sterilisasi masker boleh dilakukan dengan beberapa cara, salah satunya adalah masker disimpan dalam kantong kertas dan dibiarkan selama 3-4 hari. Tujuannya adalah virus akan mati karena taka da media untuk berkembang biak.
Mengapa teknik desinfeksi N95 menggunakan klorin dan alkohol sangat tidak dianjurkan? Jelaskan!
KELANGKAAN MASKER N95 PADA SAAT PENDEMI
Tahun 2020 ini merupakan tahun yang berta bagi seluruh penduduk di dunia. Hal ini dikarenakan oleh adanya pandemi virus Covid-19. Pandemi Covid-19 yang terjadi di awal tahun 2020 ini menimbulkan banyak hal yang dapat dikatakan tidak bagus. Pandemi ini mengakibatkan kelangkaan suplai berbagai alat kesehatan, salah satunya yang terdampak adalah kelangkaan masker, terutama masker untuk kalangan medis. Salah satu masker yang mengalami kelangkaan adalah masker N95. Masker ini merupakan masker yang direkomendasikan untuk tenaga medis karena memiliki kemampuan memfilter 95% virus dan mikroba.
Akibat kelangkaan masker ini, akhirnya muncul berbagai informasi yang menjelaskan tentang berbagai upaya untuk melakukan desinfeksi masker N95 sehingga masker ini dapat digunakan kembali. Sayangnya, informasi yang menyebar sering kali tidak didasarkan pada bukti ilmiah yang sahih. Sehingga, tindakan desinfeksi masker N95 justru dapat membahayakan keselamatan tenaga medis tersebut.
Akhir tahun lalu, ketika infeksi Covid-19 masih terbatas di Kota Wuhan (Tiongkok) kelangkaan masker N95 pun sudah terjadi. Upaya desinfeksi masker pun sudah dilakukan beberapa kalangan. Sehingga hal tersebut memunculkan berbagai penelitian yang mencoba mengukur efektivitas penggunaan beberapa teknik desinfeksi.
Hasilnya mencengangkan. Salah satu teknik sterilisasi masker N95 yang paling populer dikalangan tenaga medis Indonesia saat ini adalah dengan alkohol dan klorin. Ternyata tindakan desinfeksi tersebut justru semakin membahayakan tenaga kesehatan yang menggunakannya.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh tim dari Stanford University melaporkan bahwa teknik desinfeksi menggunakan kloril dan alkohol dapat menurunkan efisiensi filtrasi masker N95 dari 95% menjadi hanya 29, 24% (alkohol 75%) dan 57,33% (klorin).
Teknik desinfeksi N95 menggunakan klorin dan alkohol sangat tidak dianjurkan karena tanpa disadari tenaga medis dapat kehilangan proteksi sehingga sangat rentan terinfeksi Covid-19 di tengah kondisi wabah seperti ini.
Pada sebuah junl Environmental Science & Technology Letters, peneliti dari Univeristas IIinois melaporkan penemuan metode sterilisasi masker N95 dengan menggunakan pemasak elektronik tanpa tambahan bahan kimia dan tanpa menurunkan kinerja filtrasi pada masker respirator. Metode ini menunjukkan kinerja yang baik dlaam proses sterilisasi masker N95 tanpa merusak efisiensi filtrasi sehingga metode ini sangat ideal dan memenuhi kriteria dalam proses dekontaminasi masker N95. Penelitian ini dilakukan dengan meletakkan masker di atas handuk pada alat pemasak dengan suhu 212 oF selama 50 menit.
Hasil menunjukkan kemampuan masker untuk mempertahankan kemampuan filtrasinya lebih dari 95% bahkan setelah 20 kali proses pemakaian. Agar metode ini berfungsi dengan baik, penting untuk tidak menambahkan air ke dalam penanak nasi untuk mencegah kerusakan masker. Selain itu, masker harus ditempatkan di tempat di atas handuk untuk mencegah masker bersentuhan langsung dengan permukaan elemen pemanasnya.
Tim laboratorium energy terbarukan di fakultas teknik mesin dan dirgantara ITB juga mengemukakan cara untuk mensterilisasi masker N95, yaitu dengan menggunakan teknologi ionisasi udara dan penurunan kelembapan udara. Menurut Yuli Setyo Indartono,ketua tim, dalam siaran pers di laman ITB, pada proes sterilisasi timnya tak memakai sinar ultraviolet (UV) ataupun pemanasan ntuk membunuh bakteri dan kuman. Sebab cara itu justru dapat merusak kualitas masker N95, sehingga dipilih metode ionisasi.
Kementrian kesehatan pun juga mengemukakan tentang cara sterilisasi masker N95. Rekomendasi kementrian kesehatan, sterilisasi masker boleh dilakukan dengan beberapa cara, salah satunya adalah masker disimpan dalam kantong kertas dan dibiarkan selama 3-4 hari. Tujuannya adalah virus akan mati karena taka da media untuk berkembang biak.
Apa ide pokok dari wacana tersebut?
