wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Ujian Akhir Praktikum TSFCS

Total questions: 60

Worksheet time: 3600secs

Name
Class
Date
1.

permasalahan farmasetik ketika memformulasikan sediaan larutan adalah

a)

kelarutan zat aktif

b)

stabilitas

c)

penampilan

d)

semua jawaban benar

2.

penambahan pemanis seperti sirupus simpleks dapat menyebabkan permasalahan farmasetik yaitu

a)

caplocking

b)

salting out

c)

caking

d)

mengendap

3.
untuk mencegah tumbuhnya mikroba dalam sediaan larutan, maka ditambahkan eksipien berupa
a)
pemanis
b)
pengawet
c)
pendapar
d)
pelarut
4.
salah satu strategi untuk meningkatkan kelarutan zat yang sukar larut dalam air adalah
a)
dengan menggunakan kosolven
b)
dengan pengadukan
c)
dibuat dalam bentuk suspensi
d)
dengen pengecilan ukuran partikel
5.
cara melarutkan zat aktif dalam sediaan eliksir yang benar adalah
a)
dilarutkan dalam pelarut yang memiliki kd paling rendah
b)
dilarutkan dalam pelarut yang memiliki kd paling tinggi
c)
dilarutkan dalam campuran pelarut sedikit demi sedikit
d)
dilarutkan dalam air
6.
dalam pembuatan sediaan larutan, volume larutan dilebihkan dari yang tertera pada etiket, hal tersebut bertujuan untuk
a)
memastikan zat aktif homogen
b)
mengantisipasi adanya kehilangan bahan saat pemakaian oleh pasien
c)
mengatasi kekurangan dosis
d)
meningkatkan efikasi
7.
sediaan infusum dibuat dengan pemanasan ….... Selama …...
a)
90⁰C, 30 menit
b)
100⁰C, 15 menit
c)
100⁰C, 30 menit
d)
90⁰C, 15 menit
8.
dalam sediaan eliksir sebaiknya tidak menggunakan pemanis sirupus simpleks, karena<br />
a)
sirupus simpleks merupakan larutan lewat jenuh
b)
rasa manis kurang
c)
terlalu kental<br />
d)
menyulitkan proses pencampuran kosolven
9.
analisis keadaan ruahan yang dilakukan sebelum dimasukkan ke dalam wadah disebut dengan evaluasi
a)
evaluasi produk jadi
b)
evaluasi produk ruah
c)
in process control
d)
in product control
10.
alat viskometer yang digunakan untuk menentukan viskositas sediaan encer seperti larutan sejati adalah viskometer
a)
stormer
b)
hoppler
c)
brookfield LV
d)
brookfield RV
11.
viskometer hoppler digunakan untuk mengukur sediaan yang mengikuti aliran
a)
newtonian
b)
non-newtonian
c)
dilatan
d)
tiksotropik<br />
12.
syarat volume terpindahkan sediaan larutan adalah sediaan tidak kurang dari ….. dan rata-rata volume dari 10 sediaan tidak ada yang kurang dari …...
a)
100%, 90%
b)
100%, 95%
c)
90%, 100%
d)
95%, 100%
13.
CMC Na dalam sediaan suspensi berfungsi sebagai
a)
zat pembasah
b)
anticaplocking agent
c)
flavouring agent
d)
suspending agent
14.
tween 80 dalam sediaan suspensi oral berfungsi sebagai<br />
a)
zat pembasah
b)
anticaplocking agent
c)
flavouring agent
d)
suspending agent
15.
Jika suatu zat aktif memiliki kelarutan yang rendah dalam air dan tidak stabil dalam air, sedangkan ditujukan untuk pemberian pada pasien yang sulit menelan, maka sediaan diformulasikan dalam bentuk
a)
larutan
b)
suspensi oral
c)
suspensi rekonstitusi
d)
tablet
16.
Koloid silika dioksida dalam sediaan suspensi rekonstitusi bertujuan untuk
a)
menghilangkan rasa pahit
b)
mencegah pertumbuhan mikroba
c)
mencegah penguraian zat
d)
menyerap lembab agar tidak kontak dengan zat aktif
17.
PVP yang digunakan dalam sediaan suspens rekonstitusi berfungsi sebagai
a)
pengikat
b)
penghancur
c)
pengawet
d)
pelarut
18.
alat viskometer yang digunakan untuk menentukan viskositas sediaan kental seperti suspensi adalah viskometer
a)
stormer
b)
hoppler
c)
brookfield
d)
kapiler
19.
penentuan waktu rekonstitusi pada evaluasi sediaan suspensi rekonstitusi bertujuan untuk<br />
a)
menjamin ketepatan dosis saat dituang
b)
menjamin sediaan mudah direkonstitusikan
c)
menjamin kestabilat sediaan
d)
menjamin homogenitas sediaan
20.
sifat aliran sediaan suspensi sebaiknya mengikuti aliran …..
a)
newtonian
b)
plastik
c)
tiksotropik
d)
dilatan
21.
Untuk memperbaiki penampilan suatu sediaan emulsi agar dapat diterima oleh pasien maka dalam merancang suatu formulasi sediaan perlu ditambahkan
a)
Antimikroba
b)
Coringen
c)
Emulgator
d)
Antioksidan
22.
Zat aktif yang digunakan dalam sediaan emulsi yaitu
a)
Kloramfenikol
b)
Teofilin
c)
Dextrometrophan
d)
Oleum ricini
23.
Cara untuk menguji kestabilan suatu emulsi yaitu dengan melihat terjadinya pemisahan fase bisa dengan
a)
Pengocokan
b)
Perubahan pH
c)
Uji Stabilitas dipercepat
d)
Penambahan Antioksidan
24.
Bahan berikut yang digunakan sebagai pengawet dalam sediaan emulsi yaitu
a)
Asam askorbat
b)
Asam asetat
c)
Metil paraben
d)
Alfa tokoferol
25.
Yang termasuk komposisi dari suatu sediaan krim yaitu
a)
Zat aktif, minyak, pengemulsi
b)
Minyak, air, pengemulsi
c)
Zat aktif, air, minyak
d)
Zat aktif, minyak, pengemulsi, air
26.
Berikut yang merupakan evaluasi fisika dari sediaan losio yaitu
a)
pH
b)
Penentuan kadar
c)
Penentuan bobot jenis
d)
Penentuan cemaran mikroba
27.
Yang bukan termasuk uji evaluasi kimia sediaan krim yaitu
a)
Penentuan kadar
b)
pH
c)
Uji stabilitas dipercepat
d)
Uji aktivitas pengawet
28.
Alat untuk mengukur viskositas suatu sediaan emulsi oral dapat menggunakan viskometer jenis
a)
Hoopler
b)
Ostwald
c)
Brookfield
d)
Semua benar
29.
Cara untuk menguji homogenitas sediaan krim yaitu dengan
a)
Sentrifugasi
b)
Viskometer
c)
Dioleskan pada sekeping kaca
d)
Semua salah
30.
Emulsi yang terdiri atas butiran air tersebar atau terdispersi ke dalam minyak, air sebagai fase internatl dan minyak sebagai fase eksternal adalah tipe emulsi
a)
W/O
b)
O/W
c)
O/W/O
d)
W/O/W
31.
Yang bukan termasuk emulgator yaitu
a)
Span 20
b)
Tween 80
c)
Natrium benzoat
d)
Gom Arab
32.
Dalam membuat formulasi sediaan emulsi dimana terdapat dua zat yang saling tidak bercampur maka dalam teknik pembuatannya menggunakan
a)
Metode basah
b)
Metode HLB
c)
Metode kering
d)
Metode Botol
33.
Tween dan span merupakan surfaktan
a)
anionik
b)
non-ionik
c)
amfoterik
d)
kationik
34.
Emulsi diberi larutan metilen biru (larut dalam air) akan memberikan warna biru pada sediaan emulsi yaitu tipe
a)
O/W
b)
W/O
c)
O/W/O
d)
Semua benar
35.
Peristiwa hilangnya lapisan film yang membuat globul semakin besar dalam sediaan emulsi disebut
a)
Koalesensi
b)
Creaming
c)
Flokulasi
d)
Inversi fase
36.
Yang bukan termasuk kelompok emulgator golongan surfaktan yaitu
a)
Na lauril sulfat
b)
Senyawa ammonium kuartener
c)
Protein
d)
Adeps lanae
37.
Tujuan dari penambahan antioksidan ke dalam sediaan losio yaitu
a)
mencegah pertumbuhan bakteri
b)
mencegah emulsi pecah
c)
mencegah terjadinya reaksi oksidasi
d)
Semua benar
38.
Dalam menentukan viskositas sediaan krim dapat menggunakan viskometer jenis
a)
Hoopler
b)
Ostwald
c)
Brookfield
d)
Bola jatuh
39.
Penggunaan eksipien sorbitol dalam sediaan losio berfungsi sebagai
a)
Pemanis
b)
Pelarut
c)
Gelling agent
d)
Emulgator
40.
Suhu yang digunakan dalam pengujian cemaran mikroba yaitu
a)
20ºC dan 25ºC
b)
30ºC dan 35ºC
c)
25ºC dan 30ºC
d)
25ºC
41.
Yang bukan merupakan persyaratan salep adalah
a)
Tidak bau tengik
b)
Homogen
c)
Penandaan etiket obat luar
d)
Bebas pirogen
42.
Dibawah ini yang bukan merupakan basis salep
a)
Hidrokarbon
b)
Emulsi
c)
Salep larut air
d)
Salep adsorpsi
43.
Tujuan penggunaan levigating agent adalah
a)
Meningkatkan viskositas
b)
mempermudah dispersi salep
c)
pengawet
d)
Mempercepat pelelehan
44.
Pembuatan salep dengan pelelehan harus diperhatikan bahwa
a)
Homogenisasi dilakukan sampai dingin
b)
Tidak menggunakan api langsung
c)
Tidak boleh melewati titik lelehnya
d)
Tidak boleh memasukkan bahan yang titik lelehnya lebih rendah terlebih dahulu
45.
Teknik untuk memperoleh sediaan salep yang steril dengan basis dan zat aktif thermolabile adalah
a)
Sterilisasi dengan penyaring bakteri
b)
Sterilisasi dengan autoclav
c)
Cukup dengan teknis aseptis
d)
kombinasi penyaring bakteri dan aseptis
46.
Dibawah ini kondisi yang tidak memerlukan pengawet dalam sediaan salep basis hidrokarbon adalah
a)
Zat aktif memiliki efektivitas sebagai antibakteri
b)
Zat aktif sulit teroksidasi
c)
Zat aktif tidak mengalami hidrolisis
d)
Basis tidak mengandung air sama sekali
47.
Bekerja dengan menarik air pada udara dan maupun dalam kulit agar menjaga bagian epidermis tetap terhidrasi adalah fungsi dari eksipien
a)
Emulgator
b)
emollient
c)
humektan
d)
Senyawa Hidrat
48.
Salah satu zat yang sering ditambahkan dalam sediaan salep basis hidrokarbon adalah BHA yang berfungsi sebagai
a)
Emulgator
b)
emollient
c)
humektan
d)
Antioksidan
49.
Vaselin kuning sebenarnya tidak mengalami oksidasi karena merupakan basis yang cukup stabil, namun pada formulasinya tetap menggunakan antioksidan hal ini dikarenakan
a)
Adanya kandungan air
b)
Rantai panjang yang tidak stabil
c)
Adanya impurities
d)
Semua benar
50.
Sebagian besar sediaan salep memiliki sifat alir yang time dependent sehingga memudahkan proses pengaplikasian dan pengeluaran sediaan dari wadah, sifat alir tersebut disebut juga
a)
Pseudoplastic
b)
Thixotrophy
c)
Plastic
d)
Dilatan
51.
Dibawah ini yang bukan merupakan basis gel adalah
a)
Carbomer
b)
PVA
c)
Propilen glikol
d)
Alginat
52.
Mekanisme perubahan bentuk dari sol (solution) menjadi gel (3d matrix) disebut dengan
a)
Gelasi
b)
Emulsifikasi
c)
Crystalization
d)
Condensation
53.
Untuk menghindari dehidrasi pada kulit saat penggunaan gel digunakan bahan tambahan propilen glikol yang berfungsi sebagai
a)
Preservative
b)
Humectan
c)
Emollient
d)
Basis gel
54.
Basis carbomer mengalami peningkatan viskositas saat mendekati pH netral, hal tersebut dikarenakan semakin tingginya gaya tolak menolak antar molekul carbomer, zat yang sering digunakan untuk mengatur pH pada sediaan gel basis carbomer adalah
a)
Asam stearat
b)
Asam salisilat
c)
NaOH
d)
Trietanolamin
55.
Gel memiliki kandungan air yang lebih tinggi daripada salep atau pasta dan ini membuatnya rentan terhadap kontaminasi mikroba. Di bawah ini yang bukan merupakan eksipien pengawet pada sediaan gel adalah
a)
Propilen glikol > 10%
b)
Metil paraben
c)
Propil paraben
d)
Asam salisiliat
56.
Basis gel umumya memiliki sifat hidrofil sehingga penggunaannya memerlukan eksipien yang mencegah terjadinya dehidrasi pada kulit yang salah satunya adalah
a)
Carbomer
b)
PVA
c)
Gliserol
d)
Trietanolamin
57.
Gel memiliki kandungan air yang lebih tinggi daripada salep atau pasta dan ini membuatnya rentan terhadap kontaminasi mikroba. Pilihan pengawet ditentukan oleh agen pembentuk gel yang digunakan, jika basis PVA sebaiknya menggunakan pengawet…
a)
Benzalkonium Chloride
b)
Chlorhexidine asetat
c)
Asam Benzoat
d)
Chlorocresol
58.
Untuk melihat kemampuan sediaan gel menembus stratum korneum kulit biasanya dilakukan evaluasi yaitu
a)
Difusi membran
b)
Isi minimum
c)
pH
d)
Cemaran mikroba
59.
Sediaan semisolid untuk aplikasi pada kulit memiliki range pH yaitu
a)
2 sampai 3
b)
3 sampai 4
c)
4 sampai 6
d)
6 sampai 8
60.
Basis gel peel off yang ada dipasaran umumnya menggunakan basis?
a)
PVA
b)
Propilen Glikol
c)
Tragacant
d)
Carbomer