wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UAS_Dietetik Infeksi

Total questions: 60

Worksheet time: 1hrs 26mins

Name
Class
Date
1.

Etiologi penyakit sirrosis hepatis terkait dengan asupan makanan yaitu

a)

Asupan serat

b)

Asupan asam lemak esensial

c)

Asupan alkohol

d)

Asupan asam amino esensial

e)

Asupan MSG

2.

Gejala penyakit sirrosis hepatis terkait asesmen gizi fisik klinis, kecuali

a)

Atropi otot

b)

Nafsu makan menurun

c)

Intake protein 50%

d)

Tampak kurus

e)

Mual muntah

3.

Malnutrisi pada pasien penyakit hati disebabkan, kecuali

a)

Intake protein kurang

b)

Pembatasan sodium (rasa makanan)

c)

Lama dan sering dirawat

d)

Anoreksia

e)

Perawatan di kelas 3

4.

Asesmen biokimia gizi yang terkait penyakit hati yaitu, kecuali

a)

Asam urat

b)

Albumin

c)

SGOT/SGPT

d)

Bilirubin

e)

HbSAg

5.

Asesmen riwayat makan pada pasien penyakit hati yaitu, kecuali

a)

Inadekuat intake energi (70%)

b)

Aktifitas olah raga kurang

c)

Suka jajan di sembarang tempat

d)

Grade ascites

e)

Kebiasaan mengkonsumsi bahan aditif

6.

Prioritas dari 5 diagnosis gizi penderita sirrosis hepatis selama dirawat di rumah sakit yaitu

a)

Obesitas

b)

Perubahan nilai laboratorium (HbSAg)

c)

Penurunan kebutuhan natrium

d)

Kurang aktifitas fisik

e)

Pengetahuan gizi kurang

7.

Tujuan intervensi gizi pasien penyakit hati yaitu, kecuali

a)

Mencegah katabolisme protein

b)

Memperbaiki oedema/ascites

c)

Mencegah ensefalopati

d)

Meningkatkan asupan energi

e)

Menurunkan berat badan

8.

Pasien penyakit hati dengan gejala ensefalopati diberikan rekomendasi kebutuhan zat gizi

a)

Protein 0,6 – 0,8 gr/kgBB/hr

b)

Protein 1,0 – 1,2 gr/kgBB/hr

c)

Protein 1,2 – 1,5 gr/kgBB/hr

d)

Protein 1,5 – 2,0 gr/kgBB/hr

e)

Protein 2,0 – 2,5 gr/kgBB/hr

9.

Pasien penyakit hati dengan gejala ensefalopati diberikan rekomendasi sumber protein

a)

Hati

b)

Udang

c)

Tahu

d)

Daging ayam

e)

Daging sapi

10.

Pasien sirrosis hepatis disertai hematemesis melena diberikan terapi diet dengan tekstur

a)

Lunak

b)

cair

c)

padat

d)

tim

e)

saring

11.

Fase katabolisme pasien pasca bedah ditandai dengan

a)

Penurunan tekanan darah

b)

Peningkatan berat badan

c)

Penurunan hormon kortisol

d)

Keseimbangan nitrogen

e)

Peningkatan metabolic rate

12.

Respon stres metabolik pasien pasca bedah ditandai dengan peningkatan hormon, kecuali

a)

Insulin

b)

Glukagon

c)

Kortisol

d)

Adrenocorticotropic

e)

Arginin Vasopresin

13.

Asesmen gizi terkait fisik klinis pasien pra/pasca bedah, kecuali

a)

Kesadaran

b)

Tekanan darah

c)

Mual/muntah

d)

Nyeri saluran pencernaan

e)

Lingkar perut

14.

Asesmen biokimia sebagai penanda inflamasi pasien pasca bedah yaitu

a)

Albumin

b)

BUN

c)

Kreatinin

d)

CRP

e)

SGPT/ SGOT

15.

Peningkatan kebutuhan zat gizi spesifik protein (P) berkaitan dengan respon metabolik pada pembedahan (E) ditandai dengan

a)

Hipotensi (S)

b)

Hipoalbumin (S)

c)

Hipoglikemia (S)

d)

Penurunan berat badan (S)

e)

Oedema (S)

16.

Rekomendasi energi dan zat gizi untuk pasien pra bedah dengan status gizi kurang yaitu

a)

Energi 20 – 25 kkal/kgBB/hr

b)

Energi 30 – 35 kkal/kgBB/hr

c)

Protein 0,8 – 1,0 kkal/kgBB/hr

d)

Energi 35 – 40 kkal/kgBB/hr

e)

Protein 0,6 – 0,8 kkal/kgBB/hr

17.

Tujuan intervensi gizi pasien pasca bedah selama rawat inap, kecuali

a)

Menaikkan berat badan

b)

Mengganti kehilangan protein dan zat besi

c)

Memperbaiki ketidakseimbangan elektrolit dan cairan

d)

Mencegah malnutrisi dan mempercepat penyembuhan luka operasi

e)

Menganti kehilangan glikogen

18.

Tekstur makanan dalam bentuk cair jernih diberikan pada pasien bedah mayor saluran cerna

a)

Pra bedah

b)

Pasca bedah I

c)

Pasca bedah II

d)

Pasca bedah III

e)

Pasca bedah IV

19.

Bahan makanan tinggi albumin sangat baik diberikan kepada pasien pasca bedah

a)

Tempe

b)

Kacang tanah

c)

Buncis

d)

Semangka

e)

Putih telur

20.

Bahan makanan yang dibatasi bagi pasien pasca bedah saluran pencernaan

a)

Formula tinggi protein

b)

ikan kutuk

c)

putih telur

d)

sawi

e)

buah naga

21.

Rekomendasi diet untuk pencegahan kejadian penyakit covid-19 yaitu, kecuali

a)

Asupan energi minimal 80%

b)

Asupan vitamin C dosis tinggi

c)

Asam amino esensial

d)

Makanan fungsional curcumin

e)

Asupan tinggi gula sederhana

22.

Gejala klinis pasien penyakit covid-19 terkait gangguan saluran pencernaan yaitu, kecuali

a)

diare

b)

cepat merasa kenyang

c)

batuk

d)

muntah

e)

perubahan indera perasa

23.

Asesmen riwayat gizi pasien covid-19 terkait riwayat penyakit komorbid yaitu

a)

Kebutuhan gizi komplikasi penyakit

b)

Masa lemak bebas

c)

Perubahan gastrointestinal

d)

Atropi otot

e)

Tes PCR positif

24.

Asupan oral tidak adekuat (P) terkait masalah fisiologis penyakit covid-19 berupa batuk dan sesak nafas (E) ditandai dengan

a)

Perubahan kadar glukosa darah (S)

b)

Kesulitan menelan (S)

c)

Asupan energi dan zat gizi 60% (S)

d)

Tekstur makanan cair (S)

e)

Gangguan pola makan (S)

25.

Perubahan fungsi gastrointestinal (P) terkait masalah fisiologis penyakit covid-19 (E) ditandai dengan

a)

Penurunan indra penciuman (S)

b)

Penurunan indra perasa (S)

c)

Dehidrasi (S)

d)

Asupan cairan 70% (S)

e)

Nyeri dada (S)

26.

Prioritas masalah dari 5 diagnosis gizi pasien covid-19 yang dirawat di ruang perawatan isolasi di bawah ini yaitu

a)

Malnutrisi (P)

b)

Peningkatan kebutuhan energi dan zat gizi spesifik (P)

c)

Perubahan nilai laboratorium leukosit (P)

d)

Kesulitan mengunyah dan menelan (P)

e)

Asupan energi dan zat gizi yang tidak adekuat (P)

27.

Prioritas dari 5 diagnosis gizi pasien usia 75 tahun (geriatri) covid-19 dan mengalami gejala dimensia yaitu

a)

Asupan nutrisi oral/enteral tidak adekuat (P)

b)

Pengetahuan terkait gizi dan makanan kurang (P)

c)

Aktifitas fisik kurang (P)

d)

Ketidakmampuan untuk mengelola makanan sendiri (P)

e)

Perubahan nilai laboratorium glukosa darah (P)

28.

Prinsip dan syarat diet bagi pasien covid-19 yang mengalami gejala mual, muntah dan sesak nafas, kecuali

a)

Tekstur padat

b)

Porsi kecil

c)

Frekuensi snack 3 kali/hari

d)

Frekuensi makanan utama 3 kali/hr

e)

Penambahan formula khusus 1 – 2 kali/hr

29.

Rekomendasi kebutuhan karbohidrat bagi pasien covid-19 yang mengalami sesak nafas yaitu

a)

Karbohidrat 30 – 40%

b)

Karbohidrat 40 – 50%

c)

Karbohidrat 45 – 55%

d)

Karbohidrat 50 – 60%

e)

Karbohidrat 60 – 70%

30.

Monitoring dan evaluasi gizi pasien covid-19 dengan risiko malnutrisi sedang, dilakukan

a)

Setiap 1 hari

b)

Setiap 2 hari

c)

Setiap 3 hari

d)

Setiap 5 hari

e)

Setiap 7 hari

31.

Seorang perempuan dirawat di rumah sakit dengan diagnosis medis ileus. Pasien tidak diperbolehkan makan oleh dokter, namun harus diberikan dukungan gizi. Manakah rute pemberian makan yang paling tepat untuk pasien dalam kasus tersebut?

a)

Oral

b)

Enteral

c)

Parenteral

d)

Oral dan parenteral

e)

Enteral dan parenteral

32.

Seorang laki-laki yang dirawat di ICU rumah sakit diberikan nutrisi enteral. Pada malam hari, nutrisi enteral untuk pasien tersebut diberikan dalam bentuk formula komersial. Apakah kelebihan nutrisi enteral dalam formula tersebut?

a)

Takaran tidak harus disesuaikan dengan kebutuhan pasien

b)

Terbuat dari kombinasi beraneka ragam bahan makanan

c)

Lebih tidak tahan lama dibandingkan formula rumah sakit

d)

Harganya lebih murah dibandingkan formula rumah sakit

e)

Kandungan zat gizinya lebih sederhana dibandingkan formula rumah sakit

33.

Seorang perempuan berusia 55 tahun mengalami kanker serviks, sehingga memerlukan dukungan gizi dalam waktu lama. Dukungan gizi untuk pasien tersebut dapat diberikan nutrisi enteral melalui gastrotomi. Bagaimanakah bentuk makanan yang diberikan melalui rute tersebut?

a)

cair

b)

saring

c)

lumat

d)

lunak

e)

biasa

34.

Pasien laki-laki dengan starvasi mengalami hiperkatabolisme protein sehingga perlu diberikan dukungan gizi untuk mencegah terjadinya balance nitrogen negatif. Kebutuhan protein pasien tersebut 30 g/hari. Berapakah nitrogen yang dihasilkan tubuh pasien tersebut?

a)

4 g/hari

b)

4,5 g/hari

c)

4,8 g/hari

d)

5 g/hari

e)

5,2 g/hari

35.

Seorang anak laki-laki berusia 3,5 tahun dirawat di PICU dengan diagnosis medis sepsis. Kesadaran pasien somnolen. Kebutuhan energi dan protein pasien meningkat untuk mencegah terjadinya hiperkatabolisme protein. Berapakah kebutuhan protein pasien per hari pada kasus tersebut?

a)

1 g/kgBB

b)

1,2 g/kgBB

c)

1,5 g/kgBB

d)

2 g/kgBB

e)

2,5 g/kgBB

36.

Seorang wanita usia 21 tahun mengalami anemia defisiensi besi. Wanita tersebut menerapkan pola makan vegetarian ovo, dan setelah dilakukan pemeriksaan kadar Hb menunjukkan 8,9 g/dL. Dietisien menyarankan kepada wanita tersebut untuk mengonsumsi lebih banyak bahan makanan dengan bioavaibilitas tinggi agar dapat meningkatkan kadar Hb-nya. Manakah contoh jenis bahan makanan yang dianjurkan untuk dapat dikonsumsi lebih banyak oleh wanita tersebut?

a)

telur

b)

ikan air tawar

c)

daging sapi

d)

sayur bayam

e)

tempe

37.

Seorang wanita hamil trimester I dirawat di rumah sakit dengan diagnosis medis hyperemesis gravidarum. Salah satu materi yang disampaikan oleh Dietisien saat konsultasi gizi terhadap pasien tersebut adalah mengenai bahan makanan yang tidak dianjurkan untuk dikonsumsi karena mengandung zat diuretik. Manakah contoh bahan makanan yang dimaksud?

a)

kopi

b)

susu

c)

sari buah

d)

sirup

e)

kaldu

38.

Seorang pasien ibu hamil trimester II dirawat di rumah sakit dengan preeklamsia dan anemia (Hb 9,1 g/dL). Pasien mengalami anoreksia, tekanan darah 150/100 mmHg. Status gizi pasien obesitas dengan LLA 30 cm. Asupan energi, protein, lemak, karbohidrat <80%. Diet apakah yang diberikan kepada pasien tersebut?

a)

Tinggi energi tinggi protein

b)

Tinggi protein rendah garam

c)

Tinggi energi tinggi protein rendah garam

d)

Rendah energi rendah garam

e)

Rendah lemak rendah garam

39.

Seorang ibu hamil rentan sekali mengalami anemia karena pengaruh hemodilusi. Hal tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya keguguran. Berapakah cut off point minimal kadar Hb normal pada kasus tersebut agar tidak disebut anemia?

a)

9 g/dL

b)

10 g/dL

c)

11 g/dL

d)

12 g/dL

e)

13 g/dL

40.

Seorang perempuan 40 tahun dirawat di ICU rumah sakit dengan diagnosis combustio (luka bakar) derajat III – 40%. Pasien sadar namun hanya bisa berbaring total di tempat tidur. Berapakah faktor aktivitas untuk perhitungan kebutuhan energi kasus tersebut?

a)

1

b)

1,1

c)

1,2

d)

1,3

e)

1,4

41.

Seorang perempuan 40 tahun dirawat di ICU rumah sakit dengan diagnosis combustio (luka bakar) derajat III – 40%. Hasil pengukuran RL = 156 cm, LLA 21 cm. Bagaimanakah status gizi pasien tersebut apabila diketahui LLA standar adalah 28,5cm?

a)

buruk

b)

kurang

c)

baik

d)

overweight

e)

obesitas

42.

Seorang pasien laki-laki lansia dalam keadaan kritis dirawat di ICU. GCS E1V1M2, BAB (-), BAK (+), ma/mi (-). Status gizi pasien buruk, pada tubuhnya terpasang ventilator, masih tidak terdengar bising usus. Melalui rute pemberian makan yang manakah cara pemberian makan pasien tersebut?

a)

oral

b)

enteral

c)

oral dan enteral

d)

parenteral

e)

enteral dan parenteral

43.

Pasien kritis luka bakar mengalami dehidrasi sehingga memerlukan pemberian cairan resusitasi via infus. Manakah jenis infus yang dapat diberikan kepada pasien tersebut?

a)

Ringer laktat, NaCl 0,9%, asering

b)

Asering, intralipid, dextrose

c)

Asering, dextrose, aminofusin

d)

Dextrose, KaEn, RL

e)

Aminofusuin, dextrose, intralipid

44.

Seorang perempuan 61 tahun dirawat di ICU rumah sakit dengan diagnosis medis meningoencephalitis. Pasien dalam keadaan somnolen. Berapakah kebutuhan protein pasien setiap kgBB perhari?

a)

0,75 g/kgBBI

b)

0,8 g/kgBBI

c)

1 g/kgBBI

d)

1,2 g/kgBBI

e)

1,5 g/kgBBI

45.

Seorang penderita ASD pempunyai alergi terhadap beberapa jenis protein. Apakah jenis protein tersebut?

a)

tempe

b)

soya

c)

whey

d)

casein

e)

albumin

46.

Seorang anak laki-laki didiagnosis dokter ASD dengan ADHD. Apakah jenis diet yang harus diberikan pada pasien tersebut?

a)

Tinggi Energi Bebas Gluten

b)

Bebas Kasein Tinggi Protein

c)

Bebas Kasein dan Gluten

d)

Tinggi Kasein Tinggi Gluten

e)

Tinggi Energi Tinggi Gluten

47.

Gliadinomorphin merupakan zat yang akan diserap oleh otak pasien ASD dan menyebabkan buruknya keadaan prognosis pasien. Bahan makanan apakah yang harus dihindari pemberiannya untuk pasien dengan ASD?

a)

oat

b)

beras

c)

jagung

d)

tepung sagu

e)

ubi

48.

Seorang anak penyandang ASD dilarang untuk mengkonsumsi bahan makanan yang berasal dari susu sapi. Apakah alasan dari pelarangan tersebut?

a)

Gluten dalam susu sapi akan diubah menjadi gliadinomorphin

b)

Gluten dalam susu sapi akan diubah menjadi gluteomorphin

c)

Casein dalam susu sapi akan diubah menjadi casomorphin

d)

Casein dalam susu sapi akan diubah menjadi gliadinomorphin

e)

Casein dalam susu sapi akan diubah menjadi gluteomorphin

49.

Seorang ahli gizi diminta oleh dokter spesialis anak untuk menghitung kebutuhan cairan anak menggunakan metode Holliday-Segar. Anak tersebut berusia 5 tahun dan mempunyai berat badan aktual 25 kg. Berapakah kebutuhan cairan anak perhari yang dihitung oleh ahli gizi tersebut?

a)

1300 ml

b)

1400 ml

c)

1500 ml

d)

1600 ml

e)

1700 ml

50.

Pasien laki-laki berusia 53 tahun dengan berat badan 76 kg dan tinggi badan 155 cm datang kepada ahli gizi untuk mendapatkan konsultasi gizi. Diagnosis medis dokter menunjukkan pasien menderita obesitas. Tekanan darah pasien di tercacat 120/70 mmHg. Asupan menurut recall 24 jam menunjukkan asupan energi, protein, lemak, dan karbohidrat berlebihan (> 110%). Apakah diet yang sesuai untuk klien tersebut?

a)

Diet rendah garam

b)

Diet rendah energi

c)

Diet rendah protein

d)

Diet rendah purin

e)

Diet rendah serat

51.

Bahan makanan mempunyai Respiratory Quotient (RQ) tertentu, untuk penderita gangguan pernafasan disarankan untuk memilihan bahan makanan dengan RQ 0,7. Bahan makanan dibawah ini manakah yang sesuai untuk pasien dengan PPOK?

a)

ubi

b)

minyak zaitun

c)

tempe

d)

daging sapi

e)

nasi

52.

Ny. N dirawat di RSS dengan diagnosis medis pankreatitis akut dengan keluhan nyeri hebat pada perut kanan atas, demam, tidak nafsu makan, dan BAB seperti dempul. Diketahui hasil pemeriksaan biokimia adalah: albumin 2,6 g/dL; Hb 8,7 g/dL, amylase 530 U/L, dan lipase 660 U/L. Kadar normal albumin (3,8-5,1 g/dL), Hb (12-16 g/dL), amylase (30-100 U/L), dan lipase (10-140 U/L). Apakah rute pemberian makanan yang lebih disarankan pada Ny. Y?

a)

Nasogastrostomi tube (NGT)

b)

Nasoduodenal tube (NDT)

c)

Nasojejunal tube (NJT)

d)

Duodenostomi

e)

Gastrostomi

53.

Ny. N dirawat di RSS dengan diagnosis medis pankreatitis akut dengan keluhan nyeri hebat pada perut kanan atas, demam, tidak nafsu makan, dan BAB seperti dempul. Diketahui hasil pemeriksaan biokimia adalah: albumin 2,6 g/dL; Hb 8,7 g/dL, amylase 530 U/L, dan lipase 660 U/L. Kadar normal albumin (3,8-5,1 g/dL), Hb (12-16 g/dL), amylase (30-100 U/L), dan lipase (10-140 U/L). Terapi diet apa yang sesuai bagi Ny. N?

a)

Diet rendah protein

b)

Diet rendah lemak

c)

Diet tinggi protein

d)

Diet tinggi energi

e)

Diet tinggi lemak

54.

Tn. YY merupakan pasien dengan gangguan saluran cerna. Tn. YY mengeluh mual, muntah, nyeri perut, dan diare. 1 MSMRS Tn. YY mengeluh BAB seperti darah. Dari hasil asesmen gizi diketahui Tn. YY memiliki intoleransi terhadap laktosa. Diagnosis medis Tn. YY adalah Chron’s Disease. Terapi diet apa yang tepat diberikan kepada Tn. YY?

a)

Rendah protein

b)

Rendah energi

c)

Tinggi energi

d)

Tinggi lemak

e)

Rendah sisa

55.

An. IM usia 6 tahun didiagnosis diare dysentriform. Berdasarkan informasi ibu An. IM, ananda IM mengalami diare, muntah, dan perut sakit. Hasil pemeriksaan suhu tubuh mengindikasikan An. IM mengalami demam (t=390C). Indeks antropometri IMT/U ̶ 1,2 SD. Hasil pemeriksaan biokimia menunjukkan CRP (+), hiponatremia, hipokalemia. Terapi diet apa yang sesuai untuk An. IM?

a)

Rendah protein

b)

Rendah energi

c)

Rendah cairan

d)

Rendah lemak

e)

Rendah sisa

56.

Ny. Heni, lansia berusia 61 tahun dirawat di rumah sakit pasca operasi tumor colon. Kebutuhan protein pasien tersebut perlu diatur agar tidak memperberat kerja ginjal. Berapakah kebutuhan protein untuk pasien tersebut?

a)

0,8 g/kgBB

b)

1 g/kgBB

c)

1,2 g/kgBB

d)

1,5 g/kgBB

e)

1,8 g/kgBB

57.

Seorang pasein ibu hamil trimester II dirawat di rumah sakit dengan preeklamsia dan anemia (Hb 9,1 g/dL). Pasien mengalami anoreksia, tekanan darah 150/100 mmHg. Status gizi pasien obesitas dengan LLA 30 cm. Asupan energi, protein, lemak, karbohidrat <80%. Diet apakah yang diberikan kepada pasien tersebut?

a)

Tinggi energi tinggi protein

b)

Tinggi protein rendah garam

c)

Tinggi energi tinggi protein rendah garam

d)

Rendah energi rendah garam

e)

Rendah lemak rendah garam

58.

Seorang anak laki- laki berusia 10 tahun dirawat di RS dengan diagnosis hepatitis A. Antropometri BB 26 kg, TB 135 cm sehingga diperoleh status gizi BB/U -1,67 SD, TB/U -0,93 SD, BB/TB -1,32 SD. Pasien composmentis dengan kondisi mata ikterik, TD 120/80 mmHg, nadi 104 x/menit, respirasi 26x/menit, suhu 36,4oC. Pemeriksaan laboratorium SGOT 307,3 µ/L dan SGPT 581,6 µ/L. Asupan E 99,89%, P 83,64%, L 121,89%, KH 98,36%. Terapi medis pasien memperoleh KaEN3B, infus RL, meticol, curvit, apialys dan vometa. Bagaimanakah bentuk makanan yang cocok diberikan untuk pasien tersebut ?

a)

Biasa

b)

lunak

c)

saring

d)

cair

e)

enteral

59.

Pasien laki- laki berusia 46 tahun, dirawat dengan hepatitis B. TB estimasi berdasarkan rentang lengan 158 cm BB 53 kg. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan MCH, eosinophil, globulin dan SGOT tinggi sedangkan batang rendah. Pasien mengalami mual dan tekanan darah 140/90 mmHg, nadi 84 x/menit, RR 20 x/menit, suhu 37oC. Hasil recall menunjukkan asupan E 56,48%; P 175%; L 52,9%; KH 51,3%. Bagaimanakah bentuk makanan yang Saudara berikan?

a)

biasa

b)

cair jernih

c)

lunak

d)

cair kental

e)

saring

60.

Seorang perempuan berusia 46 tahun dengan BB 69 kg TB 150 cm dengan diagnosis medis kolelitiasis mengeluh sakit pada perut bagian kanan, perut sebah, mual, demam, muntah dan mengalami ikterus. Kadar kolesterol pasien menunjukkan 350 mg/dl karena pasien memang memiliki pola makan tinggi lemak jenuh. Apakah prinsip diet yang sesuai dengan pasien di atas ?

a)

Tinggi energy

b)

Tinggi protein

c)

Rendah energy

d)

Rendah protein

e)

Rendah lemak