NEW
Font size
WorksheetsLATIHAN SOAL (NOVEL) US 1
Total questions: 15
Worksheet time: 9mins
Cerpen adalah salah satu karya sastra yang berbentuk …
bait
baris
dialog
prosa
nonfiksi
Bacalah cuplikan novel di bawah ini dengan cermat!
“Hanya itu alasan Mama melarang Anisa menikah dengan Handoko?” Bibir Anisa menyinggung sinis. “Oh, alangkah piciknya pikiran Mama! Lalu apa artinya kemuliaan hati Mama selama ini yang Anisa kagumi? Padahal dulu Mama tidak pernah mempermasalahkan status Handoko yang ternyata belum mempunyai pekerjaan tetap. Demikian kakakku yang selama ini mendukungku sekarang berbalik arah.
Konflik yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah …
Anisa dan Handoko tidak jadi menikah.
Anisa dilarang menikah oleh Mama dan kakaknya.
Mama yang berpikiran picik terhadap Handoko.
Keinginan Mama agar Anisa hidup bahagia.
Kakak tidak mendukung pernikahan Anisa dengan Handoko.
Bacalah cuplikan novel di bawah ini dengan cermat!
“Hanya itu alasan Mama melarang Anisa menikah dengan Handoko?” Bibir Anisa menyinggung sinis. “Oh, alangkah piciknya pikiran Mama! Lalu apa artinya kemuliaan hati Mama selama ini yang Anisa kagumi? Padahal dulu Mama tidak pernah mempermasalahkan status Handoko yang ternyata belum mempunyai pekerjaan tetap. Demikian kakakku yang selama ini mendukungku sekarang berbalik arah.
Penyebab konflik pada kutipan novel di atas adalah …
Status Handoko yang sudah mempunyai istri.
Mama yang menginginkan menantu orang kaya.
Handoko yang belum mempunyai pekerjaan tetap.
Mama yang mempersalahkan masa lalu Handoko.
Mama melarang Anisa menikah dengan Handoko.
Bila dicermati, buku ini lebih mirip buku sejarah yang dikemas dalam bentuk yang kocak, karikatural, menggelitik ditambah pengalaman menyaksikan sendiri peperangan, jadilah buku ini sebagai pengetahuan sejarah yang tidak akan ditemukan dalam buku sejarah.
Penggalan resensi di atas merupakan bagian ….
Pembuka resensi
Penutup resensi
Latar belakang buku
Keunggulan buku
Kelemahan buku
Seperti pada karya-karyanya yang lain, dalam novelnya Sekayu N.H. Dini juga menggunakan gaya bahasa orang pertama, yakni menjadi salah satu tokoh; aku.
Kutipan resensi tersebut, membicarakan salah satu unsur intrinsik novel, yaitu ….
alur
plot
setting
tokoh
sudut pandang
Pengarang menceritakan segala perasaan dan pengalamannya semasa kecil. Pengarang berhasil memaparkan peristiwa secara berkesinambungan dan menuntut pembaca untuk menyelesaikan jalan ceritanya sampai akhir. Pengarang menceritakan pertemuan tentara Jepang dengan tokoh di kebun belakang rumah. Cerita beranjak dari propanganda Jepang yang mengajak rakyat Indonesia berjuang untuk perang Asia Timur Raya.
Unsur resensi yang menonjol dalam penggalan tersebut adalah ….
penokohan
sudut pandang
alur
tema
latar
Semua orang, pikirnya, hidup dan mempunyai dan menyimpan ketakut-takutan sendiri. Orang kaya takut hartanya akan habis, orang besar takut dikalahkan orang lain. Salim takut pada hantu dan setan-setan. Tiap orang mempunyai ketakutan sendiri, dan mesti belajar hidup dan mengalahkan ketakutannya. Sedang mereka serdadu-serdadu keras yang menyiksanya itu juga penuh ketakutan. Bertambah besar takut mereka, bertambah mereka jadi kejam.
(Mocthar Lubis: Jalan Tak Ada Ujung)
Unsur intrinsik yang menonjol dalam penggalan cerpen tersebut adalah….
amanat
tema
alur
watak
latar
Jalan dari sebuah kisah cerita merupakan karya sastra disebut ….
tema
penokohan
amanat
alur
setting
Sebuah pesan dari seorang penulis atau pengarah cerita tersebut kepada pembaca agar pembaca dapat bertindak atau melakukan sesuatu disebut ….
amanat
tema
sudut pandang
setting
alur
Cermatilah teks berikut!
Teks 1
Kehadiran Komet Ikeya-Seki yang dapat dilihat secara mata telanjang dan penampakannya berlangsung berhari-hari membuat beredar isu kala itu bahwa akan terjadi mala petaka besar. Isu itu kian membuat ngeri ketika orang-orang dapat menyaksikan secara jelas ekor Komet Ikeya-Seki yang tampak begitu besar dan seolah- olah akan membelah angkasa.
Teks 2
Gerhana bulan muncul apabila bulan sedang beroposisi dengan matahari. Karena kemiringan bidang orbit bulan terhadap bidang ekliptika sebesar 5°, tidak setiap oposisi bulan dengan matahari akan mengakibatkan terjadinya gerhana bulan. Perpotongan bidang orbit bulan dengan bidang ekliptika akan memunculkan 2 titik potong yang disebut node, yaitu titik tempat bulan memotong bidang ekliptika. Gerhana bulan ini akan terjadi saat bulan berposisi pada node tersebut. Bulan membutuhkan waktu 29,53 hari untuk bergerak dari satu titik oposisi ke titik oposisi lainnya. Seharusnya, jika terjadi gerhana bulan akan diikuti dengan gerhana matahari dan kedua node tersebut terletak pada garis yang menghubungkan antara matahari dengan bumi.
Persamaan kedua teks tersebut adalah ….
membahas peristiwa malapetaka di bumi akibat komet
menjelaskan gejala alam yang muncul di malam hari
menguraikan perpindahan bintang atau planet di alam
memperkirakan timbulnya bencana akibat perubahan alam
membicarakan gejala alam yang terjadi di ruang angkasa
Cermatilah teks penggalan cerpen di bawah ini !
Semasa hidup, Kakek penyuka puisi, menulis puisi, membaca puisi dan menerbitkanya. Dilihat dari beberapa komentar penyair di bukunya, puisi Kakek adalah puisi nyentrik. Puisinya ladang dari segala perasaan yang dimiliki manusia. Satu hal dari kenyentrikan puisinya selalu memandang dunia dengan tawa. Buku-buku sastra tersusun rapi di salah satu ruangan rumah. Di situlah Kakek bermeditasi melahirkan puisi.
Isi yang tersurat dari penggalan cerpen tersebut adalah ...
Keinginan tokoh aku mengikuti jejak tokoh Kakek semasa hidupnya.
Kebiasaan tokoh aku yang suka membaca buku tentang puisi karya kakeknya.
Tokoh Kakek senang menulis puisi sejak tokoh aku lahir.
Tokoh aku menceritakan sang Kakek yang menyukai puisi.
Akitivitas tokoh Kakek menulis puisi di ruang khusus miliknya.
Cermati kutipan kedua cerpen berikut !
Cerpen I
Rumah tempat Ombing berlindung, cukup lebih baik dari rumahnya. Berdinding semen, beratap genteng,berkaca dengan lukisan bunga permukaannya. Di kiri kanan tumbuh berbagai tanaman obat, di pekarangan depan tumbuh warna – warni bunga.
Sedang berkaca diri pada hati, Ombing terkejut bukan kepalang. Perempuan cantik berambut panjang, tersenyum indah bermata tenang hadir tiba-tiba di sampingnya. Alis matanya bak semut beringin.
Dikutip dari: Yusrizal .K.W, “Tiga Butir Kurma per Kepala” dalam Kembali ke Pangkalan Jalan, Kumpulan Cerpen , Jakarta: Kompas, 20014.
Cerpen II
Kami orang kampung. Hidup tentram tanpa macam-macam yang merepotkan pikiran dan perasaan. Pagi pergi ke sawah, pulang sore kemudian pergi ke surau. Selepas dari surau di waktu magrib atau isya, kami kalau tidak pulang ya... mampir ke lapau (kedai) kopi. Di situ kami bercerita ringan-ringan. Yang paling banyak, gurauan pelapang
Dikutip dari: Yusrizal .K.W, “Tiga Butir Kurma per Kepala” dalam Kembali ke Pangkalan Jalan, Kumpulan Cerpen , Jakarta: Kompas, 20014.
Perbedaan pola penyajian kedua kutipan cerpen tersebut adalah....
Cerpen I : menggunakan latar suasana
Cerpen II : penggambaran latar sosial
Cerpen I : diawali dengan latar tempat
Cerpen II : menyajikan alur yang kurang jelas
Cerpen I : tema diawali dengan bahasa lugas
Cerpen II : lebih menonjolkan unsur tokoh utama
Cerpen I : diawali pengenalan latar tempat
Cerpen II : diawali pengenalan latar suasana
Cerpen I : tokoh diungkapkan secara langsung
Cerpen II : sudut pandang pengarang paling dominan
Cermatilah kutipan novel berikut!
....
“Ingat, ya, sekolah yang rajin supaya cita-citanya tercapai.” Nasihatku dijawab dengan anggukan Erlita.
“Nyanyikan lagu Nias dong, Erlita. Nanti Kakak rekam,” bujuk Pem sambil mengeluarkan kameranya.
“Boleh, Kak,” semangat anak ini tampak tak pernah padam. Ia pun mulai menyanyi lagi, kali ini jauh lebih lantang, lengkap dengan cengkok unik khas Nias.
Erlita, semoga kau bisa menggapai cita-citamu. Tidak ada impian yang terlalu besar jika dibarengi dengan usaha yang sama besarnya. Dan usaha besar pun dimulai dari langkah kecil yang yang dilakukan terus-menerus. Kelak jika kau sudah ada di panggung dengan ribuan penonton, kau berjanji akan menjadi salah satu dari mereka.
Dikutip dari: Fiersa Besari, Arah Langkah, Jakarta: Media Kita, 2008.
Keterkaitan peristiwa dalam kutipan novel tersebut dengan kehidupan sehari-hari adalah ...
Anak muda yang ingin merekam lagu daerah Nias yang dinyanyikan anak kecil.
Seorang perantau yang mengembara dan mendapatkan nasihat.
Anak muda yang memiliki semangat dan jiwa pantang menyerah.
Seorang anak yang memiliki keinginan menjadi penyanyi di panggung besar.
Seorang anak yang dinasihati untuk rajin sekolah agar cita –citanya tercapai.
Cermatilah penggalan novel berikut!
Novel Pintu Harmonika Clara dan Icha ini mengisahkan kehidupan tiga orang anak yang tinggal di kompleks ruko. Rizal, Juni dan David merupakan tokoh utama yang mempunyai kesamaan hobi bermain di tanah kosong. Mereka menyebut tanah kosong itu adalah surga. Di Surga, mereka menemukan kenyamanan dan suasana akrab menyelimuti kebersamaan mereka meskipun berbeda usia dan agama.
Novel ini menggunakan kata yang berbelit-belit. Selain itu, ada beberapa bahasa asing dan ejaan yang salah sehingga menyulitkan menerjemahkan maknanya. Meskipun demikian, novel ini memiliki kaver unik dan gambar-gambar yang berkaitan dengan isi cerita. Banyak pesan moral dan kata –kata bijak yang bisa diambil sebagai pelajaran. Buku ini layak dibaca oleh semua kalangan, terutama kaum remaja.
Disadur dari: http://rtsania. Blogspot. Co.id.
Kalimat resensi yang mengungkapkan kelebihan novel sesuai penjelasan tersebut adalah ...
Cerita dalam novel Pintu Harmonika ini sangat menggugah perasaan pembaca sehingga tidak mengherankan jika novel ini disukai remaja.
Clara dan Icha dalam novelnya Pintu Harmonika menyajikan cerita dengan menggunakan kalimat yang terlalu panjang sehingga disukai pembaca.
Novel Pintu Harmonika ini mengandung pesan moral dan kata-kata bijak yang dapat diambil sebagai pelajaran oleh semua kalangan, terutama kaum remaja.
Novel Pintu Harmonika karya Clara dan Icha ini mengisahkan kehidupan remaja bernama Rizal, Juni, dan David dengan latar belakang usia dan agama yang berbeda.
Cerita dalam novel Pintu Harmonika ini sangat menggugah perasaan pembaca sehingga tidak mengherankan jika novel ini disukai remaja.
Cermati teks drama berikut!
Ratna : “Aku pikir, tidak ada salahnya kita memberi sumbangan kepada para korban
banjir.”
Meli : “Kita bisa iuran seikhlasnya, kemudian uangnya kita transfer.”
Wayan : “ Bagaimana kalau kita mengumpulkan pakaian saja?”
Johan : “ Kalau nyumbang apa saja, bagaimana?”
Ratna : [....]
Johan : “Bentuk sumbangan tidak usah ditentukan, sumbangan bisa berupa uang,
pakaian, sepatu, buku, dan masih banyak lagi.”
Meli : “Ide bagus Johan.”
Wayan : “Baiklah, beberapa bantuan yang telah terkumpul akan kita salurkan
segera.”
Kalimat yang tepat untuk melengkapi teks drama yang rumpang tersebut adalah ....
“Tidak usah berbelit-belit, Joh!”
“Tolong jelaskan maksudmu, Joh?”
‘Sumbangan apa yang akan kamu salurkan?”
“Bagaimana maksudmu?”
“Lantas siapa koordinatornya?”
