Font size
Worksheetskeepfight 5
Total questions: 100
Worksheet time: 50mins
1. Seorang pria 40 tahun karena keluhan nyeri pinggang nya datang ke dokter untuk berobat. Dari hasil pemeriksaan di diagnosis batu ginjal dengan ukuran 7 mm. Bagaimana penanganan awal pasien tersebut?
a. Pasien disuruh banyak minum
b. Terapi simptomatik
c. Diberikan alfa bloker tamsulosin
d. Dilakukan tindakan ESWL
e. Dilakukan tindakan URS
1. Seorang laki-lak| 71 tahun dirawat di ICU dengan diagnosis sepsis dan pneumonia. Dari anamnesis tidak didapatkan riwayat gangguan ginjal sebelumnya. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran sopor, tekanan darah 98/70 mmHg, frekuensi nadl 120 x/menit, frekuensi napas 22 xmenit, suhu 37,9 'C, terdapat ronki basah kasar di kedua lapangan paru. Hasil laboratorium kreatinin serum awal saat masuk ke IGD adalah 0,9 mg/dL. Dua hari kemudian, kreatinin serum pasien ini meningkat menjadl 2,1 mg/dL. Produksi urin dalam 24 Jam terakhir sebanyak 1.800 mL. Berdasarkan KDIGO, staging Acute Kidney Injury (AKI) pada pasien ini adalah:
a. Stage 1
b. Stage 2
c. Stage 3
d. Stage 4
e. Stage 5
1. Seorang perempuan berusia 45 tahun, datang ke IGD dengan keluhan tiba-tiba sakit kepala yang berat dan pandangan menjadi kabur sejak 6 jam yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 210/160 mmHg, nadi 90x/menit, fekuensi napas 20x/menit, suhu 36.6.oC. Pada pemeriksaan penunjang didtemukan Hb 11.2 g/dL, Leukosit 8.300/uL, trombosit 245.000/uL, ureum 50 mg/dL, creatinin 1.7 mg/dL. Terapi farmakologis yang tepat untuk menurunkan tekanan darah pada pasien ini adalah:
A. Nifedipin 5-10 mg/sublingual diberikan setiap 1-2 jam
B. Captopril 12,5-25mg sublingual diberikan setai 1-2 jam
C. ISDN 2mg/jam/syringe pump
D. Drip nikardipin 0,5-6 ug/kgBB/menit
Drip klonidin 150-300 ug/jam dalam 250 ml dextrosa 5%
1. Seorang perempuan 36 tahun, sedang hamil anak ketiga, usia kehamllan 36 minggu, datang ke polklnik dengan keluhan bengkak pada kedua kaki. sesak napas tidak ada, buang air kecil dikatakan normal, frekuensi 2-3x dalam sehari. Riwayat hipertensi pada kehamilan disangkal Pada pemerlksaan fisik didapatkan tekanan darah 170/100 mmHg, frekuensi nadi 96 x/menit, napas 18x/m, jantung dan paru dalam batas normal, edema tungkal bilateral ada, Hasil laboratorium menunjukkan Hb 11 gr, wbc 11.000, plt 250.000/uL, kreatinin 0,7 mg/dL, eGFR 111,5 mL/min/1,73 m2 Urinalisis didapatkan protein +1. Pemberian antihipertensl yang tepat untuk pasien inl adalah:
A. Nifedipin sublingual
B. Bisoprolol oral
C. Metildopa oral
D. Ramipril oral
E. Thiazide oral
1. Seorang wanita berusia 65 tahun, datang ke poliklinik untuk memeriksakan TD. Tidak ada keluhan. Didapatkan tanda vital tekanan darah 150/80 mmHg, tidak ditemukan kelainan pada pemeriksaan fisis maupun pemeriksaan penunjang. Namun os mengaku apabila dirinya memeriksakan TD di rumah selalu normal. Pemeriksaan 24 jam ambulatory tekanan darah akan dilakukan. Pada rerata tekanan berapakah dikatakan hipertensi?
a. > 120/80 mmHg
b. > 130/80 mmHg
c. > 135/85 mmHg
d. > 135/80 mmHg
> 140/90 mmHg
1. Laki-laki 50 tahun dengan riwayat mengkonsumsi obat diabetes dan menderita hiperlipidemia datang ke unit gawat darurat dengan nyeri pinggang kiri dan nyeri pangkal paha kiri yang memberat sejak 4 jam yang lalu. Pasien tersebut didiagnosis batu ginjal. Jenis batu manakah yang paling mungkin ditemukan pada pasien ini?
A. Kalsium
B. Sistein
C. Asam oksalat
D. Struvit
E. Asam urat
1. Di bawah ini yang merupakan indikasi pemberian antibiotik sebagai tata laksana bakteriuria asimptomatik adalah:
A. wanita hamil
B. pasien geriatri
C. pasien dengan kateter urin
D. pasien diabetes mellitus
E. pasien dengan cidera tulang belakang
1. Seorang perempuan 50 tahun datang ke IGD dengan keluhan nyerl pinggang sebelah kirl sejak 4 hari yang lalu. Nyeri menetap, tidak menjalar dan tidak ada perbaikan dengan perubahan posisi. Sejak 7 hari yang lalu pasien mengalami demam disertal rasa menggigll. Pasien juga mengeluhkan mual, badan terasa lemah, buang air kecil terasa nyen dan berwarna keruh. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kondisi umum tampak lemah tekanan darah 120/80 mmHg, frekuensi nad 98 xmenit., suhu 38,2' C, frekuensi napas 20 x/menit, nyeri ketok costovertebral kiri. Hasil laboratorium menunjukkan Hb 12 g/dL, leukosit 17.100/UL, netrofl 82%, trombosit 350.000/mL. Urinalisis: glukosa-, albumin +1, nitrit +, bakteri +, Sedimen urin: eritrosit 5-6/LPB, leukosit penuh. Diagnosis yang paling tepat pada pasien ini adalah:
A. Infeksi saluran kemih komplikata
B. Penyakit ginjal pollkistik
C. Batu ureter 1/3 atas
D. Pielonefritis akut
E. Sistitis akut
1. Seorang pria 25 tahun datang dengan keluhan nyeri pinggang kanan sejak 3 hari SMRS. Pasien mengaku suka makan daging dan minum soda. Selain itu, pasien mengaku sering mengalami infeksi saluran kemih berulang. Terakhir pasien dinyatakan mengalami infeksi pada ginjal. Pada pemeriksaan fisik ditemukan TD: 120/80, nadi: 86, RR 20. Pada pemeriksaan abdomen ditemukan nyeri ketok CVA. Pasien membawa hasil pemeriksaan urinalis dengan temuan: Leukosit 50, eritrosit 20, Leukosit esterase (+), bakteri (+). Hasil pemeriksaan kultur urin menunjukkan tumbuhnya kuman proteus. Apakah jenis batu yang paling mungkin ditemukan pada pasien ini?
Batu kalsium
B. Batu asam urat
C. Batu Magnesium Struvite
D. Cystine
E. Batu Phosphate
1. Seorang laki-laki 18 tahun datang dengan keluhan bengkak pada seluruh tubuh, BAK pasien seperti air cucian beras berwarna keruh. Pemeriksaan awal apa yang anda usulkan?
a. USG Abdomen
b.Urinalisis
c. Biopsi Ginjal
d.Foto polos abdomen
e. Kultur Urin
1. Terapi antibiotik pilihan untuk pasien dengan diagnosa leptospirosis berat/weils disease adalah
a. Azitromisin 500mg/12 jam
b. Doksisilin 2x100mg
c. Ampisilin 1 gr/24jam
d. Amoksisilin 1 gr/12 jam
Penisilin G 1,5 juta unit/6 jam
1. Seorang perempuan berusia 27 tahun datang berobat ke Poliklinik Penyakit Dalam dengan keluhan demam terus-menerus selama 7 hari disertai diare cair dengan frekuensi 4-6 kali sehari dan nyeri perut, Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkkan Hb 12,5g/dL; hematokroit 40 % ; leukosit 4.100 mL; trombosit 195.000/mL; CRP 120 mg/mL. Widal S.typhi ) 1/320; S typhi H 1/ 640. Feses lengkap : lendir (+); leukosit 4-5 / LPB; eritrosit 0-1/LPB. Patofisiologi yang terjadi pada pasien ini adalah :
a. Kolonisasi Salmonella pada saluran cerna
b. Infeksi kuman Salmonella yang menginvasi dinding usus
c. Infeksi kuman Salmonella yang menyebabkan komplikasi intestinal
d. Infeksi kuman Salmonella yang menyebabkan komplikasi ekstraintestinal
e. Infeksi kuman Salmonella yang menginvasi dinding usus dan menyebabkan infeksi sistemik
1. Seorang perempuan usia 26 tahun, G1P0A0 hamil 20 minggu datang dengan keluhan demam sejak 1 minggu SMRS. Demam dirasakan bergati-gantian tiap hari disertai menggigigl kemudian berkeringat. Ada nyeri kepala dan pegal-pegal seluruh tubuh. Pasien diketahui baru pulang dari Papua setelah bertugas disana selama 3 bulan. Kesadaran baik, tidak ada batuk, mual muntah ataupun bintik kemerahan pada kulit. Dari pemeriksaan fisis didapatkan TD 110/70 mmHg, nadi 100x/menit, Napas 20x/menit, suhu 38 derajat celcius. Dari hasil pemeriksaan mikroskopik didapatkan Plasmodium falciparum. Tatalaksana yang paling tepat untuk pasien ini adalah:
A. Doksisiklin
B. Primakuin
C. Dihidroartemisin-piperaquin
D. Dihidroartemisin-piperaquin+primakuin
E. Tertrasiklin
1. Seorang mahasiswa 21 tahun datang ke poliklinik untuk menanyakan tentang pengobatan infeksi askariasis. Pasien merupakan mahasiswa jurusan pendidikan dan praktek kerja lapangan 1 kali dalam seminggu di sebuah sekolah dasar, pada saat itu beberapa muridnya didiagnosa askariasis selama 3 bulan terakhir. Pasien merasa baik dan tidak mengeluhkan gejala apa-apa. Pada pemeriksaan tinja pasien didapatkan karakteristik telur askaris. Berdasarkan kasus diatas, pilihan terapi apa yang anda rekomendasikan?
a. Albendazole
b. Diethylcarbamazine
c. Fluconazole
d. Metronidazole
e. Vancomycin
1. Seorang wanita umur 36 tahun, datang ke rumah sakit dengan keluhan panas sejak 4 hari yang lalu, keringat dingin, gelisah, nyeri otot-otot. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 110/90 mmHg, nadi 120 kali/menit lemah, respirasi 24 kali/menit, suhu 38,5 oC, terdapat ruam di anggota gerak. Hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 18,2 g/dL, HCt 56%, leukosit 2.500 /mm3, trombosit 78.000 /mm3, SGOT 17 U/L, SGPT 26 U/L, GDS 82 mg/dL, ureum 35 mg/dL, kreatinin 1 mg/dL, natrium 140 mEq/L, kalium 3,7 mEq/L, chlorida 105 mEq/L. Pemberian cairan pada fase inisiasi bagi pasien di atas adalah :
a. Cairan kristaloid diguyur 20-30 ml/kgBB dan dievaluasi setelah 15-30 menit.
b. Cairan kristaloid diguyur 10-20 ml/kgBB dan dievaluasi setelah 15-30 menit.
c. Cairan kristaloid 6-7 ml/kgBB dan dievaluasi setelah 3-4 jam.
d. Cairan kristaloid 6-7 ml/kgBB dan dievaluasi setelah 1-2 jam.
e. Cairan koloid diguyur 20-30 ml/kgBB sambil dievaluasi hematocrit
1. Pada pasien dengan Dengue shock syndrome bila pada fase awal pemberian cairan kristaloid ternyata renjatan beum teratasi , langkah selanjutnya adalah:
a. Evaluasi CVP
b. Evaluasi hematokrit
c. Pemberian transfusi darah
d. Pemberian vasopressor
e. Pemberian koloid
1. Seorang dokter PTT di daerah Flores NTT usia 28 tahun mengalami gigitan anjing pada betis kaki kiri saat sedang duduk di teras halaman puskesmas. Menurut pemiliknya, anjing tersebut beberapa hari terakhir terlihat lebih agresif dari biasanya dikarenakan beberapa ekor anak anjing tersebut dijual oleh pemiliknya. Dokter tersebut kemudian melakukan pencucian dan irigasi luka, kemudian segera datang dan melapor ke RSUD Kabupaten tersebut untuk dilakukan penyuntikan Vaksin. Karantina terhadap anjing yang menggigit telah dilakukan oleh petugas dinas peternakan setempat. Dari anamnesis terhadap dokter PTT tersebut, ternyata didapatkan riwayat vaksinasi sebelumnya yang sudah lengkap, saat sebelum penempatan tugas dahulu. Bagaimanakah tatalaksana pemberian vaksin yang tepat pada kasus diatas, jika ternyata setelah dilakukan karantina selama 14 hari anjing tetap hidup sehat :
a. Dilakukan penyuntikan vaksinasi rabies di hari ke 0, 3, 7, 14, 28
b. Dilakukan penyuntikan vaksinasi rabies di hari ke 0 dan 3 saja
c. Dilakukan penyuntikan vaksinasi rabies di hari 0, 3, 7, 14, 28 dan RIG
d. Dilakukan penyuntikan vaksinasi rabies di hari ke 0 dan 3 dan RIG
e. Dilakukan penyuntikan vaksinasi rabies di hari ke 0, 3, 7, 14
1. Seorang laki-laki usia 38 tahun dari pulau Rote NTT datang berobat dengan keluhan kaki kiri membengkak sejak beberapa bulan. Dari pemeriksaan fisik didapatkan edema non piting pada tungkai bawah kiri disertai gambaran verukosa pada kulit tungkai bawah kiri tersebut. Pasien mengaku beberapa kali di daerahnya dilakukan program pengobatan massal filaria dengan dibagikan obat dosis tunggal. Pada pemeriksaan apusan darah di temukan mikrofilaria yang mirip dengan mikrofilaria brugia malayi tetapi bagian selubung mikrofilaria tidak terwarnai pada pulasan giemsa. Tatalaksana yang paling tepat pada kasus diatas adalah :
a. Diberikan DEC 6 mg/KgBB/Hari selama 12 hari berturut turut + albendazol 1x400 mg selama 2 minggu
b. Diberikan albendazol 1x400 mg selama 10 hari berturut turut
c. Diberikan Ivermectin 200 mcg/KgBB dan albendazol 1x400 mg dosis tunggal
d. Diberikan DEC 5 mg/KgBB/Hari selama 6 hari berturut turut
e. Diberikan DEC 6 mg/KgBB/Hari selama 12 hari berturut turut
1. Seorang pria umur 47 tahun, datang ke rumah sakit dengan keluhan panas sejak 4 hari yang lalu, nyeri otot-otot, nyeri di belakang mata, tidak ada riwayat bepergian ke luar pulau sebelumnya. Pada pemeriksaan fisik didapatkan pasien sadar penuh, tekanan darah 110/80 mmHg, nadi 97 kali/menit, respirasi 20 kali/menit, suhu 39.4 oC, terdapat ruam di anggota gerak. Tourniquete test positif Hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 12 g/dL, HCt 66%, leukosit 2.100 /mm3, trombosit 88.000 /mm3, SGOT 57 U/L, SGPT 66 U/L, GDS 102 mg/dL, ureum 15 mg/dL, kreatinin 1,1 mg/dL, natrium 135 mEq/L, kalium 3,7 mEq/L, chlorida 105 mEq/L, IgM Dengue (+) positif. Diagnosis yang paling mungkin dari kondisi tersebut di atas adalah :
a. Demam Dengue
b. Demam Berdarah Dengue Grade I
c. demam Berdarah Dengue Grade II
d. Demam Berdarah Dengue Grade III
Dengue Shock Syndrome
Seorang perempuan usia 32 tahun dikonsulkan dari sejawat bagian Obsgyn karena terdiagnosis demam tifoid, saat ini pasien diketahui hamil 34 minggu , maka pilihan terapi antibiotik yang dapat di berikan
a. Amoksisilin
b. Tiamfenikol
c. Ciprofloxacin
d. Kotrimoksazol
Kloramfenikol
1. Seorang wanita 66 tahun datang ke poliklinik penyakit dalam dengan keluhan nyeri pergelangan tangan kiri sejak 10 minggu yang lalu. Beberapa hari kemudian nyeri juga dirasakan di pergelangan tangan kanan dan sendi-sendi jari lain. Kaku sendi dirasakan selama kurang lebih 30 menit dan membaik dengan aktivitisar. Pada pemeriksaan fisik didapatkan sensorium komposmentis, TD 120/80mmHg, nadi 90x/menit, pernafasan 20x/menit, Temp 36,5oC. tampak gambaran arthritis di sendi PIP II-III dan MUP I-V bilateral, siku. Hasil laboratorium menunjukkan LED 90 mm/jam dan faktor neumatoid negatif. Gambaran radiologi yang dapat menyokong diagnosis pada pasien ini adalah
a. Kalsifikasi
b. Lesi litik
c. Osteofit
d. Erosi sendi
Efusi sendi
1. Seorang perempuan 50 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri pada pergelangan tangan kanan sejak 4 bulan yang lalu. Nyeri dirasakan tambah hebat saat malam hari. Keluhan disertai dengan rasa kekakuan pada pergelangan tangan dan rasa kesemutan yang menjalar ke jari telunjuk dan jari tengah. Pasien adalah seorang pembantu rumah tangga yang berkerja mencuci dan menyapu di beberapa rumah. Pemeriksaan fisik yang dapat mendukung ke arah diagnosis pasien ini adalah :
a. De Quervain sign (+)
b. Finkelstein sign (+)
c. Schoeber sign (+)
d. Yergason sign (+)
e. Phalen test (+)
1. Seorang wanita 55 tahun, datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri dan kaku pada lutut kiri sejak 7 hari yang lalu, nyeri dirasakan terutama saat akan berdiri setelah jongkok, pasien juga merasakan demam dan menggigil. Pada pemeriksaan fisik didapatkan sensorium composmentis, tekanan darah 130/90 mmHg, suhu 38,8ºC, pernapasan 20 kali/menit, nadi 92 kali/menit. Tinggi badan 158 cm, berat badan 79 kg, tidak ditemukan kemerahan pada wajah dan ulkus pada mulut, pada lutut kiri didapatkan bengkak dan kemerahan, lutut kanan terdapat krepitasi. Pemeriksaan laboratorium menunjukan 1 laju endap darah 20 mm/jam ; Hb 12,1 g/dL ; leukosit 13,500/mm3, hitung jenis -/2/5/80/15/5, dilakukan aspirasi cairan pada lutut kanan dan dari analisis cairan sinovial didapatkan jumlah leukosit > 50.000/ mm3, sebagian besar terdiri dari PMN. Diagnosa penyakit pasien tersebut di atas adalah :
a. Artritis gout akut genu sisnitra
b. Artritis septik genu sinistra
c. Artritis reumatoid dengan inflamasi genu sisnitra
d. Osteoartritis genu sisnitra
Ankilosing spondilitis
1. Seorang perempuan55 tahun, datang dengan keluhan nyeri pada pergelangan tangan kiri sejak 1 bulan yang laludanmakin lama makin memberat. Penderita juga mengeluh saat memegang benda sering terlepas dari genggaman.Kesemutan atau kelemahan separuh tubuh disangkal. Riwayat DM, hipertensi, stroke disangkal. Penderita bekerja sebagai penjahit selama 20 tahun. Saat pemeriksaan didapatkan Compos Mentis, TD 130/80mmHg, Nadi88x/mnt, Suhu 36°C, Respirasi 20x/mnt, VAS 2/10. Laboratorium WBC 10.000, HB 11, HCT 33, PLT 170.000, Glukosa sewaktu 110. Pemeriksaan fisik tes Finkelstein positif disertai kemerahan dan hangat pada pergelangan tangan. Diagnosis pada kasus diatas adalah :
a. Tenosinovitis De Quervain
b.Carpal Tunnel syndrome
c. Trigger finger
d.Fibromialgia
e. Nyerineuropati
1. Seorang laki-laki 55 tahun datang ke IGD dengan keluhan nyeri dan bengkak pada lutut sejak 3 bulan yang lalu terutama pada pagi hari. Pasien menyangkal adanya trauma, riwayat demam dan menggigil atau riwayat nyeri sendi sebelumnya. Pasien memiliki riwayat hipertensi dan DM sejak 1 bulan, rutin minum obat. Pasien merokok sejak usia 20 tahun 6 batang perhari, dan masih merokok sampai saat ini. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tanda vital normal, Tinggi badan 150 cm, Berat badan 78 kg. Pada pemeriksaan genu dekstra et sinistra krepitasi (+). Gambaran rontgen genu dextra et sinistra tampak celah sendi menyempit, osteofit (+). Faktor resiko yang paling mungkin menyebabkan penyakit pasien diatas adalah
a. Umur diatas 40 tahun
b. Jenis kelamin laki-laki
c. Hipertensi dan diabetes mellitus
d. Obesitas
e. merokok
1. Seorang laki-laki berusia 40 tahun dibawa ke UGD pada pukul 07.00 pagi dengan keluhan nyeri dihampir seluruh persendian yang tiba-tiba memberat sejak 2 jam yang lalu.terdapat riwayat penyakit asam urat dan hipertensi sejak usia 34 tahun.Meskipun terdapat riwayat minum obat penurun asam urat dan hipertensi tidk teratur,namun dalam 2 bulan terakhir mengkonsumsi obat tersebut secara teratur. Pada pemeriksaan fisik didapatkan poliartritis dan benjolan keras di sendi siku kiri dan kanan serta ibu jari kaki kiri dan kanan dengan ukuran yang bervariasi. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan kadar asam urat serum saat ini 7,5 gr/dL. Diagnosis pada pasien ini adalah :
a. Artritis septik
b.Artritis gout akut
c. Artritis reumatoid
d.Artritis gout interkritikal
e. Artritis gout kronik bertofus
1. Seorang wanita berusia 45 tahun, bekerja sebagai asisten rumah tangga. Sejak 1 bulan terakhir mengeluh nyeri pada pergelangan tangan kanan, terutama jika sedang mencuci pakaian, nyeri bertambah pada malam hari, sehingga sering terbangun. Tinnel’s sign (+). Diagnosis dari pasien ini adalah
a. Reumatoid athritis
b. Carpal tunnel syndrome
c. Trigger finger
d. Fibromialgia
e. Nyerineuropati
1. Seorang Laki-laki berumur 43 tahun datang ke poliklinik penyakit dalam dengan keluhan nyeri hebat pada kedua lutut sejak 1 hari yang lalu. Lutut Os terlihat bengkak dan kemerahan. Tidak terdapat riwayat trauma pada kedua. Dari pemeriksaan didapatkan Hb 11,7 g/dL, Ht 31%, leukosit 9.400/mm3, trombosit 225.000/mm3, ureum 56 mg/dL, creatinin 0,93 mg/dL, SGOT 5 mg/dL, dan SGPT 123 mg/dL, ditemukan kristal dengan bentuk rhomboid dan pada gambaran radiologi didapatkan bintik-bintik dengan garis radioopaq yang tampak pada meniskus fibrokartilago sendi lutut. Pilihan tata laksana yang tepat untuk kasus diatas adalah :
a. Indometasin 100 mg/24jam/oral
b. Injeksi Triamcinolon acetonide 15 mg intra artikular
c. Na. Diclofenac 25mg/12jam/oral
d. Kolkisin 0,6 mg/12jam/oral
e. Fentanil patch 12.5mcg/72jam/transdermal
1. Seorang laki-laki 36 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri di ibu jari kaki kanan sejak 2 hari yang lalu. keluhan nyeri ini di rasakan mendadak, disertai merah dan bengkak. Keluhan serupa sering di rasakan hilang timbul sejak 5 tahun yang lalu, di jempol kaki dan tumit secara bergantian. 2 minggu yang lalu pasien melakukan pemeriksaan kadar asam urat serum dan di dapatkan hasil 8,9 mg/dL, dan diberikan terapi alopurinol 300 mg perhari. Pada pemeriksaan fisik didapatkan atritis di metatarsofalangeal I. Mekanisme yang mendasari keluhan pada pasien ini adalah :
a. Pergerakan asam urat serum ke intraartikuler
b. Pelepasan Kristal monosodium urat dari depositnya
c. Peningkatan kadar kristal monosodium urat intraartikuler
d. Penurunan kelarutan sodium urat pada temperature rendah
e. Perubahan pH intraartikuler yang memengaruhi deposisi urat
1. Seorang wanita berusia 25 tahun datang dengan keluhan nyeri sendi, mudah lelah, dan terdapat bercak pada wajah. Dari urinalisis didapatkan proteinuria. Kadar serum C3 menurun. Mekanisme kerusakan ginjal yang paling mungkin pada pasien ini adalah disebabkan oleh:
a. IgE
b. Imun kompleks
c. Sitotoksik
d. Reaksi hipersensitivitas tipe 1
e. Non-imun
1. Seorang wanita usia 34 tahun datang ke poliklinik penyakit dalam dengan keluhan pilek berulang, hidung terasa tersumbat dan mengeluarkan cairan kental, sehingga terasa sampai tidak bisa mencium bau makanan, keluhan disertai demam hilang timbul. Dari pemeriksaan fisik didapatkan sekret yang purulen dan nyeri tekan pada wajah. Keluhan ini diraskaan sudah setahun, sudah berobat ke THT 4 kali, diberi obat lalu sembuh dalam 7 hari kemudian kambuh lagi. Kemudian direncanakan pemeriksaan HIV. Manakah dari klasifikasi menurut ACAI di bawah ini yang merupakan diagnosa pasien tersebut?
a. Rinosinusitis HIV
b. Rinosinusitis kronik
c. Rinosinusitis subakut
d. Rinosinusitis akut, rekuren
e. Rinosinusitis eksaserbasi akut pada kronik
1.Seorang perempuan usia 30 tahun warganegara Jerman datang ke poliklinik untukmendapatkan vaksinasi. Dia akan melancong ke Jakarta dan pulau Bali dan inginmenikmati wisata kuliner Indonesia. Sudah 15 tahun terakhir pasien tidak pernahvaksinasi. Apakah vaksiasi yang dianjurkan pada kasus ini?
a. Vaksin HPV, influenza dan rabies,hepatitis A
b.Vaksin MMR, Hepatitis B, tifoid dan Influenza
c. Vaksin Hepatitis A, tifoid, rabies dan influenza
d.Vaksin influenza, tifoid , yellow fever dan pneumokokkus,
e. Vaksin Yellow Fever, Japanese B ensefalitis, influenza dan meningokok
1. Seorang wanita 29 tahun, datang berobat ke poliklinik untuk pemeriksaan tes tusuk kulit. Sebelumnya pasien mengalami keluhan timbul bentol-bentol dan kemerahan kulit disertai rasa gatal setelah makan tahu gimbal. Pada bagian lengan dan kaki tampak bekas luka garukan. Pasien berobat ke dokter puskesmas 5 hari lalu dan mendapat obat CTM 4 mg 3x1 dan dexametason 3x0,5 mg. Karena merasa tidak membaik, 2 hari kemudian pasien kontrol ke dokter umum pribadi dan mendapatkan loratadin 10 mg 1x1 tab, metil prednisolon 3x8 mg dan salep hidrokortison serta disarankan untuk dilakukan pemeriksaan tes tusuk kulit. Jika dari pemeriksaan tes tusuk kulit tersebut mendapatkan hasil +3, maka penilaian pasien ini adalah
a. Sama dengan kontrol negatif
b. 25% dari kontrol positif
c. 50% dari kontrol positif
d. 100% dari kontrol positif
e. 200% dari kontrol positif
1. Seorang pria 65 tahun mengeluh sesak dan batuk berdahak yang lama tidak sembuh. Pasien diketahui memiliki riwayat merokok 2 bungkus perhari sejak usia 21 tahun. Pemeriksaan fisik didapatkan bentuk dada tong (barrel chest) dengan frekuensi nafas 22 x/menit, dan saturasi oksigen 93%. Saat perkusi didapatkan hipersonor pada kedua lapang paru dan suara nafas vesikuler melemah. Pasien disarankan pemeriksaan spirometri. Apakah hasil pemeriksaan fungsi paru yang diharapkan?
a. FEV1 Menurun, FVC Normal/Menurun, Rasio FEV1/FVC Menurun dan TLC Menurun
b.FEV1 Menurun, FVC Normal/Menurun, Rasio FEV1/FVC Menurun dan TLC Naik
c. FEV1 Menurun, FVC Menurun, Rasio FEV1/FVC Normal dan TLC menurun
d.FEV1 Menurun, FVC Normal/Menurun, Rasio FEV1/FVC Naik dan TLC Naik
e. FEV1 Menurun, FVC Menurun, Rasio FEV1/FVC Naik dan TLC Menurun
1. Seorang wanita 35 tahun dengan keluhan benjolan di leher dan kedua ketiak, tidak ada riwayat batuk, demam, penurunan berat badan. Pasien memiliki riwayat pemakaian narkoba suntik, saat ini sudah berhenti. Pemeriksaan fisik dalam batas normal, selain adanya pembesaran KGB di colli dan axilla bilateral. Pemeriksaan BTA sputum negatif, PA kelenjar normal, HbsAg negatif, anti HCV negatif, dan HIV reaktif. Apa yang anda anjurkan untuk pasien ini?
a. Pemberian ARV bila CD4 < 350
b. Pemberian ARV bila CD4 < 200
c. Mulai pemberian ARV tanpa memandang jumlah CD4
d. Pemeriksaan BTA ulang
Pemeriksaan HIV ulang
1. Seorang laki laki 30 tahun datang ke poliklinik, dengan keluhan sesak nafas tiba-tiba ketika sedang makan kacang mete. sesak disertai mengi. Pasien tidak merokok. Dari pemeriksaan fisik didapatkan TD 120/70 mmHg, nadi 82x/menit. Suara navas vesikuler, Wheezing (+). Langkah selanjutnya untuk mengetahui penyebab alergi pada pasien tesebut adalah
a. Spirometri
b. Test tempel
c. Serum Ig E total
d. Test inhalasi histamin
e. Skin prick test
1. Seorang pasien wanita 34 tahun, dirawat di bangsal penyakit dalam dengan diagnosis TBC Paru. Pasien mendapat terapi OAT 4 FDC 1x3 tablet. setelah 1 hari pemberian, pasien mengeluh kulit terasa gatal, panas dan kemerahan. Pasien direncanakan tes provokasi obat OAT dimulai dengan Rifampisin. Hari ke 2 Provokasi obat pasien mengeluh kulit terasa gatal, bentol-bentol kemerahan. Tekanan darah 80/50 mmHg, frekuensi nadi 120 x/menit, suhu 37,7 C. Tatalaksana awal yang paling tepat terhadap pasien di atas adalah :
a. Oksigenisasi
b. Loading cairan
c. Inj adrenalin 0,3 cc IM
d. Inj antihistamin 50 mg iv
e. Inj dexametason 10 mg iv
Seorang laki-laki usia 34 tahun datang berobat ke poliklinik dengan keluhan sering bersin-bersin dan keluar ingus berwarna bening jernih serta hidung terasa gatal terus-menerus. Kadang-kadang bila gejala memberat, timbul sesak. Pasien sudah pernah menjalani tes tusuk kulit tetapi hasilnya negatif. Pemeriksaan tanda vital dalam batas normal, mukosa hidung tampak kemerahan. Langkah selanjutnya untuk mengetahui penyebab alergi pada pasien tersebut adalah...
a. Spirometri
b.Tes tempel
c. Tes provokasi nasal
d.Serum IgE total
e. Tes inhalasi histamin
1. Seorang laki-laki usia 24 tahun bekerja sebagai pembuat roti datang ke poliklinik dengan keluh sesak napas disertai mengi, batuk , mata gatal saat sedang bekerja. Pasien baru saja mulai bekerja setelah lulus kuliah. Pasien tidak merokok dan tidak memiliki riwayat asma sebelumnya, tetapi sering mengeluh gatal bila makan makanan laut. Keluhan sesak ini memburuk pada hari kerja dan membaik pada hari libur. Pemeriksaan fisik tanda vital dalam batas normal, tidak ada wheezing. Tatalaksana dari masalah pasien tersebut diatas adalah?
a. Teofilin dan antihistamin
b. Antihisamin dan kortikosteroid
c. Beta agonis dan antihistamin
d. Beta agonis dan kortikosteroid
antikolinergik dan antihistamin
Seorang laki-laki berusia 59 tahun dating ke IGD dengan keluhan nyeri dada menjalar hingga ke dagu disertai keringat dingin dan mual sejak 3 jam yang lalu. Terdapat riwayat stroke iskemik 2 bulan yang lalu. Tekanan darah 120/80 mmHg, frekuensi nadi 75x/menit. Pasien mendapat terapi ASA, clopidogrel, B Bloker, ACE inhibitor dan statin. Serta direncanakan primary PCI. Namun pasien menolak. Alternatif pilihan terapi yang paling tepat pada pasien ini adalah
a. Streptokinase 750.000 unit
b. Streptokinasi 1.500.000 unit
c. Heparin bolus 80 IU/kgbb dilanjutkan drip 18 IU/kgbb/jam
d. Alteplase 25 mg
e. Alteplase 50
1. Pasien wanita 28 tahun telah terdiagnosis Rheumatic Heart Disease, dan didapatkan mitral stenosis. Bunyi jantung yang sesuai pada pasien di atas adalah :
a. Murmur diastolik di apeks
b. Murmur diastolic awal di garis sternalis kanan atas
c. Murmur holosistolik di apeks
d. Murmur sistolik akhir di garis sternalis kanan atas
Murmur sistolik di apeks
1. Pasien wanita usia 55 tahun datang ke IGD dengan keluhan Dada terasa berdebar-debar, banyak berkeringat walaupun udara sedang dingin. Pasien mengaku sering gugup dan kaget bila ada suara atau kejadian mendadak. Nafsu makan baik malah cenderung banyak makan namun pasien tidak bertambah gemuk. Pasien sebelumnya sudah pernah berobat ke dokter dikatakan sakit gondok dan diberi obat namun jarang diminum. Dari pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran compos mentis, tekanan darah 110/70mmHg, frekuensi nafas 24x/m, frekuensi nadi 112x/m ireguler, pulsus defisit dengan frekuensi jantung 146x/m. Dari EKG didapatkan fibrilasi atrial. Tatalaksana awal pada pasien ini adalah :
a. Furosemide
b. Propranolol
c. Propiltiourasil
d. Aspilet
e. Lugol
1. Seorang laki-laki berusia 60 tahun dibawa ke IGD dengan keluhan sesak napas. Terdapat riwayat batuk lama dan pengobatan inhaler lama. Pada pemeriksaan fisik distensi vena jugularis, gallop, hepatomegali, dan edema tungkai minimal. Pada auskultasi terdapat wheezing di kedua lapang paru. Pemeriksaan EKG memperlihatkan pergeseran aksis ke kanan, R>S di lead VI dan P pulmonal. Dari pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 15 g/dl, Ht 58%, leukosit 5.000/mm3, trombosit 480.000/mm3. Analis gas darah pH 7,26, HCO3 18, pO2 59, pCO2 45, SO2 89%. Apa terapi awal yang paling tepat untuk soal di atas?
A. Oksigen
B. Digoxin
C. Diuretik
D. Vasodilator
E. Antikoagulan
Seorang laki-laki 50 tahun ditemukan tidak sadar di ruang rawat. Pada pemeriksaan pasien tidak respons, bernafas hanya gasping dan nadi karotis tidak teraba. Resusitasi jantung paru segera dilakukan dan setelah satu siklus resusitasi pada monitor terlihat. Tatalaksana lanjutan paling tepat adalah
a. Memasang pacu jantung transkutan
b. Melanjutkan kompresi dada dan memberikan epinefrin 1 mg intravena
c. Melakukan defibrilasi 100 joule synchronized
d. Melakukan defibrilasi 200 joule unsyncronized
e. Melakukan kardioversi 50 joule syncronized dan vasopressin 40 mg intravena
1. Seorang perempuan berusia 48 tahun dengan riwayat penyakit jantung rematik, pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya murmur diastolik ICS IV linea parasternalis kiri. Yang merupakan etiologi terbanyak dari penyakit jantung rematik adalah:
a. Streptokokus beta hemolitik group
b. Streptokokus beta hemolitik group A
c. Stafilokokus aureus
d. Streptokokus piogenes
e. Pseudomonas aeruginosa
1. Seorang laki-laki 18 tahun dengan keluhan nyeri sendi sejak 1 hari sebelumnya. Nyeri sendi terutama pada jari-jari tangan, siku pergelangan kaki dan kedua lutut. Demam naik turun sejak 3 minggu yang lalu. Demam naik turun. Demam disertai dengan batuk dan nyeri tenggorokan. Batuk disertai dengan dahak bwerwarna putih. Sesak sejak 1 minggu lalu. Sesak dirasakan terutama saat pasien berjalan. Riwayat konsumsi alkohol sejak SMA dan memiliki riwayat konsumsi obat obat penghilang rasa nyeri. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 38.4 ⁰C, konjungtiva anemis, hiperemis faring. Didapatkan murmur sistolik grade 2/6 punctum maksimum di mitral, clubbing finger (+), dan nyeri tekan pada sendi-sendi jari tangan kanan kiri, kedua siku, kedua pergelangan kaki, dan kedua lutut. Hasil laboratorium menunjukkan WBC 25960 /μL Pemeriksaan ASTO (+) 800 IU/mL, Hb 8.5 g/dl , LED 120 mm/jam (normal 2-30 mmm/jam), CRP 11.02 mg/dL (normal <0.3 mg/dL) Tatalaksana yang diberikan pada pasien
a. Benzathine peniciline 1200000 unit intramuskular
b. Sulfadiazine 2 gram/hari
c. Ibuprofen 50 mg/kg/hari
d. Lisinopril 3x2.5 mg
e. Ranitidin 2x50 mg
1. Seorang laki-laki berumur 55 tahun datang di ruang gawat darurat dengan keluhan nyeri di dada kiri dan berlangsung selama 10 menit sesudah berolah raga pagi dan tidak berulang setelah itu. Nyeri dada seperti ini sudah berulang kali dirasakan apabila pasien menaiki tangga lebih dari satu lantai. Sejak 3 tahun yang lalu penderita diketahui mempunyai hipertensi, minum obat teratur dengan tekanan darah rata-rata 130/80 mmHg. Pada pemeriksaan fisik tekanan darah 150/80 mmHg, nadi 84x/menit dengan irama yang reguler. Pemeriksaan fisik lainnya tidak menunjukkan kelainan. Pemeriksaan EKG menunjukkan irama sinus dengan LVH. Hasil pemeriksaan laboratorium : CK-MB dan troponin masih dalam batas normal. Penatalaksanaan yang tepat pada pasien ini adalah
a. Segera lakukan Primary percutaneous coronary intervention
b. Pemberian aspirin 320 mg dan Clopidogrel 300 mg
c. Pemberian aspirin 100 mg dan Clopidogrel 75 mg
d. Pemberian nitrat sublingual 5 mg dan Aspirin 100 mg
e. Segera lakukan Coronary artery bypass grafting
1. Pasien wanita 50 tahun datang dengan kondisi tidak sadar, diketahui sakit kencing manis 4 tahun. EKG didapatkan PEA. Bagaimana penatalaksanaan selanjutnya
a. RJP + epinefrin 1 mg
b. RJP + sulfas atropin
c. RJP + amiodarone 300 mg iv bolus
d. RJP + lidokain
e. Defibrilasi
Laki-laki 55 tahun datang ke IGD dengan keluhan sesak hebat sejak 1 hari yang lalu. Sesak dirasa memberat dengan aktifitas, dan berkurang dengan istirahat. Pasien tidur dengan 2 bantal karena sesak, dan sering terbangun malam hari karena sesak. Batuk ada. Pasien juga mengeluh BAK tidak ada keluhan. Pada pemeriksaan fisik pasien kompos mentis, didapatkan TD 90/70 mmHg frekuensi nadi 110x/mnt, frekuensi napas 28x/mnt, suhu 36.7, pemeriksaan JVP (5+2) mmH2O, paru didapatkan ronkhi basah halus nyaring di kedua paru, abdomen hepar teraba 2 jbac, asites (+), ekstremitas edema pretibial. EKG didapatkan kesan LVH. Tipe gagal jantung pada pasien ini adalah :
a. Wet and warm
b.Wet and cold
c. Dry and cold
d.Dry and warm
Sistolic heart failure
1. Seorang laki-laki umur 35 tahun mengeluh nyeri perut bagian bawah, terasa panas directum, , BAB cair disertai darah dan lendir sudah 10 hari, demam. Pasien juga mengeluh nyeri saat BAB , nafsu makan menurun. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 120/70 mmHG, Nadi 90x/menit, RR 20x/menit, suhu 390 C, pada lab oratorium feses rutin didapatkan adanya eritrosit dan Polimorfonuclear. Diagnosis yang tepat untuk gejala di atas
a. Kolitis TB
b. Kolitis Amuba
c. Shigellosis
d. Colitis pseudomembran
e. Chron’s Disease
1. Seorang wanita umur 40 tahun datang berobat ke poliklinik penyakit dalam dengan keluhan nyeri di perut kiri dan kanan bawah, pasien tidak dapat dengan tegas menunjuk nyeri perutnya, dalam 1 tahun terakhir keluhan sudah dirasakan 6 kali yang berlangsung selama 3 minggu. Nyeri perut menghilang setelah buang air besar. Buang air besar dominan dengan bentuk tinja yang keras, buang air besar kadang disertai lendir. Diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini adalah
a. Penyakit Chron’s
b. Irritable Bowel Syndrome
c. Kolitis Ulserativa
d. Penyakit Divertikular
e. Kolitis Tuberculosa
1. Seorang Wanita usia 35 tahun dengan keluhan diare terus menerus selama 3 minggu ini. Pasien memiliki penyakit diabetes mellitus sejak 1 bulan ini, dan diberikan obat Metformin 3x500mg. Selama kontrol 2 minggu ini, didapatkan gula darah pasien dapat terkontrol dimana gula darah puasa 100 mg/dL, gula darah 2 jam setelah makan pagi 140 mg/dL. Kemungkinan jenis diare yang terjadi pada pasien ini :
a. Diare Sekretorik
b. Diare Osmotik
c. Malabsorbsi Asam Empedu
d. Gangguan Motilitas dan waktu Transit Usus
Gangguan Permeabilitas usus
1. Seorang laki-laki usia 35 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri seperti rasa terbakar (heart burn) yang dirasakan di ulu hati dan dada. Kadang keluhan disertai kesulitan menelan makanan, mual, dan rasa pahit di lidah. Pasien juga mengeluh suara menjadi serak. Keluhan ini sudah dirasakan sejak 1 tahun yang lalu dan sudah beberapa kali memeriksakan diri ke dokter namun keluhan hilang timbul. Dokter kemudian merencanakan untuk dilakukan pemeriksaan test penghambat proton pump yaitu :
a. Pemberian Omeprazole 2x20 mg selama 6-8 minggu
b. Pemberian Omeprazole on demand
c. Pemberain Esomeprazole 2x40 mg selama 6-8 minggu.
d. Pemberian Omeprazole 2x20 mg selama 1 minggu
Pemberian Omeprazole 1x20 mg selama 1 minggu
1. Seorang lelaki berusia 48 tahun dirujuk ke poliklinik penyakit dalam dengan keluhan lemah badan. Pasien sudah diketahui HbsAg positif selama 6 bulan. Hasil pemeriksaan laboratorium Hb 13,5 g/dl; leukosit 4.500/μL;trombosit 249.000/μL; SGOT 35 IU/L; SGPT 25 Iu/L; bilirubin total 1.2 mg/dL; bilirubin direk 0.6 mg/dL; HBV DNA 1,5 x 103 IU/ml; hasil pemeriksaan USG abdomen dalam batas normal. Berdasarkan data tersebut di atas, diagnosis pada pasien ini adalah:
a. Hepatitis B acute on chronic
b. Hepatitis B kronik fase immune tolerance
c. Hepatitis B kronik fase immune clearance
d. Hepatitis B kronik fase inactive carrier state
e. Hepatitis B kronik fase reaktivas
1. Pasien wanita 27 tahun datang ke poliklinik penyakit dalam dengan keluhan nyeri uluhati sejak 1 bulan SMRS. Kadang disertai mual dan muntah. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 110/70, HR 80x/menit, RR 16x/menit, T 36,8◦C, dari pemeriksaan abdomen didapatkan nyeri tekan epigastrium. Dari hasil pemeriksaan endoskopi didapatkan gambaran eritema pada bagian fundus gaster, hasil Helicobacter Pylori positif. Tatalaksana yang tepat untuk eradikasi infeksi Helicobacter Pylori adalah
a. Omeprazole 2x20mg, klaritromisin 2x500mg, amoksilin 2x1000mg
b. Omeprazole 2x20mg, klaritromisin 2x1000mg, cipprofloxacin 2x500mg
c. Omeprazole 2x20mg, tetrasiklin 4x500mg, metronidazol 3x500mg, subsalisilat
d. Omeprazole 2x20mg, tetrasiklin 3x500mg, metronidazol 3x500mg, levofloxacin 2x500mg
e. Omeprazole 2x20mg, tetrasiklin 4x500mg, amoksilin 2x1000mg, cefixime 2x200mg
1. Seorang wanita berusia 64 tahun dibawa ke unit gawat darurat karena terjatuh di kamar mandi dan buang air besar (BAB) berwarna hitam. Pasien sudah 3 bulan minum aspirin karena penyakit jantungnya. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 90/70 mmHg, frekuensi nadi 132 x/menit. Konjungtiva pucat. Bising usus meningkat. Prioritas urutan penatalaksanaan pada pasien ini adalah :
a. Transfusi darah dan gastroskopi
b.Gastroskopi dan tindakan hemostatik
c. Infus somastostatin, transfusi darah dan gastroskopi
d.Resusitasi cairan, high dose proton pump inhibitor (PPI), transfusi darah dan gastroskopi
e. Anamnesis lebih lanjut untuk mencari riwayat sirosis hati, resusitasi cairan dan gastroskopi.
1. Seorang wanita berusia 40 tahun datang ke IGD dengan keluhan mual dan muntah sejak 3 hari yang lalu. Pasien sering merasa nyeri di punggung kanan atas yang hilang timbul. Sejak 10 hari yang lalu, mata pasien mulai berwarna kuning dan buang air kecil berwarna seperti teh tua. Warna tinja pucat seperti dempul. Penurunan berat badan disangkal pasien. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 36,5oC; seluruh kulit tampak ikterik, sklera ikterik, paru-paru dan jantung dalam batas normal, hepar dan lien tidak teraba; terdapat nyeri tekan epigastrium. Berdasarkan data klinis diatas, diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini adalah:
a. Kolelitiasis
b.Pankreatitis
c. Hepatitis akut
d.Koledokolitiasis
e. Karsinoma caput pancreas
1. Seorang wanita, 25 tahun datang ke Instalasi Gawat Darurat dengan keluhan nyeri perut sejak 8 jam sebelumnya. Nyeri awalnya di rasa di area periumbilikal kemudian saat ini dirasa di flank area sebelah kanan. Pasien juga mengeluh mual muntah tanpa disertai diare. Pasien tidak ada riwayat sakit seperti ini sebelumnya. Dari pemeriksaan fiski didapakan Tensi 120/80 mmHg, Nadi 101 kali per menit, frekuensi nafas 20 kali permenit, temp axilla 37,9°C. Pemeriksaan abdomen didapatkan nyeri tekan ringan di seluruh regio abdomen. Nyeri paling dirasa pasien di flank area, tetapi nyeri ketok ginjal negatif. Abdomen soepel dengan bising usus sedikit menurun. Pemeriksaan genitourinary dan pelvis normal. Hasil laboratorium didapatkan Hb 12 g/dl, lekosit 12.000, trombosit 230.000. Plano test negatif, hasil urin lengkap normal. Diagnosis etiologis yang paling mungkin pada pasien ini adalah:
a. Ruptur aneurisma aorta abdominalis
b.Apendisitis akut
c. Pyelonefritis akut
d.Divertikulitis
e. Pelvic Inflammatory Disease
1. Seorang perempuan usia 60 tahun datang berobat ke poliklinik dengan keluhan kesulitan menelan makanan padat maupun cair sejak 2 bulan terakhir disertai keluhan nyeri dada dan batuk terutama malam hari, tidak didapatkan keluhan rasa asam atau pahit dalam mulut. Pasien mengeluh penurunan berat badan 15 kg dalam 2 bulan terakhir. Pada pemeriksaan radiologis dengan barium didapatkan gambaran dilatasi pada esofagus. Temuan berikut yang dapat ditemukan pada pemeriksaan manometri esofagus pada pasien ini adalah :
a. Peningkatan peristaltik esofagus
b. Tekanan gaster pada keadaan istirahat lebih tinggi dari korpus esofagus
c. Kontraksi sfinkter esofagus tidak sempurna waktu menelan
d. Relaksasi sfinkter esofagus tidak sempurna waktu menelan
e. Tonus sfinkter esofagus bawah rendah
1. Seorang laki laki usia 25 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan lemas dan demam hilang timbul sejak 2 bulan yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan konjungtiva pucat dan tidak ditemukan organomegali. Hasil laboratorium: Hb 5.2 g/dL; hematokrit 16%; leukosit 800/µL (ANC 320); trombosit 8.000/µL; retikulosit 0.3%; hitung jenis 0/0/0/40/50/10. Berdasarkan hasil aspirasi sumsum tulang ditemukan sumsum tulang hiposeluler dengan banyak sel lemak. Diagnosis pasien ini adalah
a. Anemia hemolitik
b. Immune trombositopenia purpura
c. Leukemia myeloid akut
d. Leukemia limfoid akut
e. Anemia aplastic
Seorang perempuan usia 38 tahun datang ke poli dengan keluhan mudah lelah dan berdebar debar bila naik tangga yang dirasakan sejak 3 bulan yang lalu. Sesak napas dan pingsan tidak ada. Riwayat menstruasi didapatkan lebih lama dari siklusnya mulai 1 tahun yang lalu. Tidak ada riwayat transfusi darah sebelumnya. Pada pemeriksaan tekanan darah 110/70 mmHg, nadi 92x/menit, frekuensi napas 16x/menit. Konjungtiva pucat, ditemukan murmur sistolik di semua katup. Pemeriksaan aboratorium: Hb 7.2 gr/dL; hematokrit 25%; leukosit 7200/µL; trombosit 520.000/µL;MCV 68 fl; MCH 20 pg; retikulosit 2.5%; saturasi transferin 10%, ferritin 6ng/mL. Diagnosis pasien ini adalah
a. Anemia penyakit kronik
b.Anemia causa perdarhan
c. Anemia hemolitik
d.Anemia defisiensi besi
e. Deplesi Fe
Seorang perempuan, usia 45 tahun, datang ke poliklinik dengan keluhan muka pucat dan mudah lelah, pasien juga mengeluhkan sering pusing, Os juga mengeluhkan jantung berdebar debar dalam seminggu ini. Os dikonsulkan dari bagian kebidanan dengan diagnosa ca cerviks stadium IIIa dan direncanakan akan dioperasi elektif. Pada pemeriksaan fisik sensorium compos mentis, tekanan darah 90/60 mmHg, pernafasan 26 x/menit, pols 104 x/menit, temperatur afebris. Pada pemeriksaan fisik dijumpai conjunctiva palpebra inferior pucat (+), sclera icterus (-), atrofi papil lidah (-), stomatitis angularis (-), organomegali pada abdomen tidak dijumpai. Pada pemeriksaan laboratorium darah rutin dijumpai Hb : 6,4 gr/dL, leukosit 6500/mm3 , trombosit 235.000/mm3, Ht : 18,6 %, MCV 72 fl, MCH 25 pg. Pada pemeriksaan morfologi darah tepi kesan anemia hipokrom mikrositer, kadar besi serum rendah, serum ferritin normal, TIBC menurun, hitung retikulosit sedikit meningkat. Terapi yang paling tepat untuk pasien diatas adalah
a. Transfusi darah PRC
b. Pemberian preparat besi
c. Pemberian Eritropoeitin
d. Transfusi darah Whole Blood
e. Observasi tanda vital dan pemantauan darah rutin perhari
Seorang perempuan 37 tahun dengan karsinoma nasofaring stadium IIA datang ke poliklinik untuk melanjutkan kemoterapi adjuvan siklus ketiga dengan regimen cisplatin dan 5-Fluoro uracil. Pada pemeriksaan fisik didapatkan hemodinamik stabil dan konjungtiva anemis. Hb 6,3 gr/dl; WBC 7.420/mm3 ; trombosit 365.000/mm3 , fungsi jantung, hati dan ginjal dalam batas normal. Pasien direncanakan pemberian transfusi darah PRC sebanyak 2 kantung per hari. 4 jam setelah transfusi PRC pertama selesai, tiba-tiba pasien mengeluh demam, batuk dan sesak napas. Dari Hasil pemeriksaan fisik, didapatkan darah 80/40 mmHg, Nadi 125x/menit, RR 30x/menit, Temp 38,40 C, konjugtiva masih anemis, JVP tidak meningkat, terdapat ronki di seluruh paru, ekstremitas tampak pucat dan dingin. Pasien diberi cairan isotonis sebanyak 250cc dan dilakukan pemeriksaan darah lengkap dan radiologis. Kemudian didapatkan Hb 7,3 gr/dl; WBC 2.020/mm3 ; trombosit 315.000/mm3 ; gambaran X-ray paru didapatkan kongesti paru.Patofisiologi yang terjadi pada pasien tersebut adalah:
a. Adanya kerusakan jaringan paru yang menyebabkan perdarahan alveolar difus
b. Ketidakmampuan resipiendalam mengkompensasi volume produk transfusi
c. Adanya reaksi antara neutrofil resipien dengan antibodi donor yang memiliki HLA atau antigen neutrofil spesifik
d. Destruksi sel darah merah setelah transfusi akibat darah yang inkompatibel
e. Adanya interaksi antara IgA pada darah donor dengan IgA spesifik pada plasma resipien
1. Wanita 35 tahun, datang dengan keluhan pucat sejak 3 bulan ini, pasien menjalani diet ketat sebelumnya karena berat badan pasien berlebih. Setelah dilakukan pemeriksaan, pasien didiagnosa sebagai anemia defisiensi besi. Pasien kemudian diberikan terapi SF 3X200mg dan direncanakan diberi selama 3 bulan. Apakah efek samping yang dapat timbul dan tata laksana efek samping pemberian terapi pada pasien ini?
Mual, muntah, dosis SF dikurangi
2x200mg
Mual, muntah, konstipasi, dosis SF
menjadi 3x100mg
Mual dan muntah, dosis SF menjadi
2x100mg
Mual dan muntah, dosis SF menjadi
3X150mg
Konstipasi, SF distop
1. Seorang pria 32 tahun datang berobat ke Poliklinik Penyakit Dalam dengan keluhan mudah lelah sejak dua bulan yang lalu. Pasien diketahui memiliki riwayat batuk lama dan terdapat riwayat penurunan berat badan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tanda vital dalam batas normal; konjungtiva pucat, ronki pada apeks paru. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 9,5 g/dL; MCV 82 fl; MCHC 34 g/dL leukosit 9800/μL; trombosit 350.000/μL; LED 80/90 mm/jam. Protein yang berperan penting pada patogenesis anemia pada pasien ini adalah :
a. Feritin
b. Hepsidin
c. Hemosiderin
d. Feroprotein
e. Transferin
1. Seorang laki-laki 27 tahun dengan hemoroid interna grade 3 datang dengan BAB berdarah. Hb 5 g/dl, leukosit 10.000/mm3, trombosit 450.000/mm3. Pasien diberikan transfusi darah, 3 jam kemudian pasien mengeluh sesak nafas, nyeri dada demam dan menggigil. Pemeriksaan vital sign: TD 90/60 mmHg, HR 120x/menit, T 38ºC. Foto thorax menunjukkan edema pulmoner bilateral. Apakah kemungkinan penyebab kondisi pasien tersebut?.
a. Transfusion associated circulatory overload
b. Syok hipovolemik
c. Syok anafilaktik
d. Transfusion related acute lung injury
e. Syok kardiogenik
1. Seorang wanita berusia 53 tahun berobat ke poliklinik dengan keluhan tungkai bawah sakit. Pada pemeriksaan fisik tekanan darah 150/80 mmHg frekuensi nadi 78 x/menit, limpa teraba schuffner 2, dan terdapat pitting edema pada tungkai kanan bawah. Pada pemeriksaan penunjang didapatkan hematokrit 65%, lekosit 12.000/mm3, trombosit 450.000/mm3, MCV 92 fl, MCH 30 pg, neutrofil 5.500/mm3. Diagnosis kerja pada pasien tersebut diatas adalah :
a. Myelofibrosis
b. Leukemia akut
c. Polisitemia vera
d. Leukemia kronis
e. Trmbositosis esensial
1. Seorang laki-laki, 59 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan bengkak pada tungkai kanan sejak 10 hari yang lalu, dan kadang terasa nyeri, tidak ada keluhan demam, tidak ada riwayat trauma. Pasien riwayat didiagnosa stroke dan hanya berbaring di tempat tidur sejak 2 tahun terakhir. Pada pemeriksaan fisik tampak swelling dan eritema regio extremitas inferior dextra, homan sign positif. Hasil laboratorium Hb 12 gr/dl, wbc 9.600 /μL, PLT 520.000/μL, D-Dimer >5. Pemeriksaan penunjang selanjutnya untuk menegakkan diagnosis adalah :
a. Arteriografi
b. USG doppler
c. Foto Pedis
d. Foto Toraks
e. Spiral CT Angiografi
1. Seorang wanita berusia 47 tahun datang ke praktekanda dengan keluhan kelelahan, kelemahan, dan sesak nafas saat berolahraga. Gejala ini dialami selama 2 hari. Pasien menyangkal demam, menggigil, perubahan berat badan, atau disuria. Riwayat medisnya lainnya hipotiroid. Pemeriksaan fisik ikterus(+) danhepatosplenomegali. Pemeriksaan fungsi tiroid normal 1 minggu yang lalu.Complet blood cell normal, kecuali hematokrit 21%, dan retikulosit meningkat. Hematokritnya 36% pada 3 bulan yang lalu. Tes fungsi hati menunjukkan kadar bilirubin total menjadi 4,6 mg / dl dan kadar bilirubin indirect menjadi 4,2 mg /dl. Hasil lainnya berada dalam batas normal. Pemeriksaan lanjtan manakah yang benar terhadap pasien tersebut?
a. Anti - DsDNA
b. Direct antiglobulin test
c. Retikulosit
d. urinalisa
ANA tes
Seorang perempuan berusia 40 tahun datang berobat ke poliklinik dengan keluhan badan terasa lemas sejak 1 bulan. Pikiran pasien selalu tidak tenang karena merasa tidak menentu masa depannya. Satu bulan yang lalu pasien dikeluarkan dari tempatnya bekerja. Menurut pasien, seharusnya bosnya tidak mengeluarkannya karena kesalahan yang ia buat bukanlah kesalahannya semata. Ia merasa tidak sanggup mengerjakan pekerjaan sehari-hari dirumah. Suami dan anak-anaknya sangat menyayanginya dan memberikan semangat, tetapi sejauh ini belum mampu membuatnya bangkit dari keterpurukannya. Pada pemeriksaan fisik, tekanan darah 120/80 mmHg, frekuensi nadi 80x/menit, frekuensi napas 18 x/menit, suhu 37C. Hasil laboratorium dalam batas normal.Dari data klinis di atas, diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini adalah:
a. Depresi
b. Gangguan panik
c. Gangguan bipolar
d. Gangguan somatisasi
e. Gangguan cemas menyeluruh
1. Seorang wanita 47 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan sering merasa cemas dan takut kurang lebih 15 tahun. Perasaan cemas dan takut biasanya akan diikuti dengan rasa pusing, telapak tangan berkeringat, jantung berdebar-debar. Jika perasaan cemas dan takut muncul ini akan mengganggu konsentrasinya dalam pekerjaan rumah tangga. Pasien mengaku tidak mengetahui secara pasti, mengapa dia sering mengalami rasa cemas dan takut, tidak ada keada-an khusus tertentu yang menyebabkan perasaan cemas dan takut itu akan muncul. Karena gejala ini sudah lama pasien sudah berulang kali memeriksakan diri ke dokter dengan hasil pemeriksaan darah, fungsi tiroid, jantung dan gula darah normal. Saat ini pasien memiliki seo-rang suami dan 2 orang anak dengan kehidupan keluarga yang harmonis.Diagnosis yang paling tepat pada pasien ini adalah :
a. Fobia
b. Gangguan panik
c. Gangguan obsesif-kompulsif
d. Gangguan cemas menyeluruh
e. PTSD
1. Menurut ICD 10, yang meliputi gejala utama depresi adalah sebagai berikut
a. Hilang minat
b. Konsentrasi menurun
c. Perasaan bersalah
d. Gangguan tidur
Gangguan nafsu makan
Seorang wanita, 27 tahun, mahasiswa, datang ke Poli Penyakit Dalam dengan gangguan cemas dan disertai keluhan nyeri dan kaku pada otot hampir seluruh tubuh terutama saat bangun tidur yang telah dirasakan sejak 5 bulan yang lalu. Keluhan ini memberat bila pasien terlalu lelah dan stress disertai bengkak pada kedua lututnya. Dari pemeriksaan fisik didapatkan nyeri tekan pada vetebra servikal C3, C7, C8 anterior, tulang rusuk kedua, epikondilos lateral serta lutut kanan dan kiri. Tidak dijumpai pembengkakan maupun krepitasi pada kedua lutut . Kemungkinan diagnosis pada pasien ini adalah
a. Rheumatoid artritis awal
b.Sindrom Sjorgren
c. Fibromialgia
d.Osteoartritis difus
e. Polimialgia reumatik
1. Seorang perempuan 36 tahun, pekerjaan seorang guru datang ke poli Penyakit Dalam dengan keluhan dada berdebar, terasa berat dan sesak bila bernafas, banyak keringat, disertai rasa lemas. Os sulit untuk tidur. Hal ini dirasakan sejak 2 bulan lalu ketika pasien dipindah tugaskan oleh atasannya ke dinas pendidikan. Os lebih senang mengajar dibandingkan dengan tugas administrasi yang dia kerjakan saat ini. Keluhan muncul juga disertai dengan mual, kadang diare dan tidak nafsu makan. . Pada pemeriksaan fisik tidak didapatkan kelainan yang bermakna. Terapi pasien ini yaitu
a. Fluoxetin
b. Alprazolam dan psikoterapi
c. CBT
d. Anxietas
e. Haloperidol
1. Seorang laki-laki usia 45 tahun, terdiagnosis DM sejak 6 yang lalu, dengan terapi Metformin 3x500 mg dan Glimepirid 2 mg. Selama kontrol, gula darah pasien terkendali dengan baik diet dan konsumsi obat-obatan tersebut. Pasien ingin mengikuti ibadah puasa bulan Ramadhan. Bagaimana cara pemberian obat yang benar:
a. Metformin 500 mg saat buka dan sahur, glimepirid dihentikan
b. Metformin 1000 mg saat buka, metformin 500 mg saat sahur, glimeprird dihentikan
c. Metformin 1500 mg saat buka, glimepirid 1 mg saja saat sahur
d. Metformin 1000 mg dan glimepiride 2 mg saat buka, metformin 500 mg saat sahur
Metformin 500 mg dan glimepiride 1 mg saat buka, metformin 500 mg saat sahur
1. Seorang wanita berumur 30 tahun, datang dengan keluhan timbul benjolan di leher yang membesar sejak 4 bulan yang lalu. Tidak ada nyeri, tidak merasa berdebar-debar, tidak ada keringat dingin dan tidak ada penurunan berat badan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 120/80 mmHg, nadi 72x/menit, suhu 360C jantung dan paru dalam batas normal. Teraba benjolan di leher sebelah kiri yang ikut bergerak saat menelan. Hasil lab darah rutin dalam batas normal, TSH 1,2µIU/ml, FT4 1ng/dl.Pemeriksaan penunjang awal yang dilakukan pada kasus ini, adalah
a. T3 total
b. Tiroglobulin
c. CT scan leher
d. Skintigrafi tiroid
e. USG tiroid
1. Patofisiologi yang terjadi pada sindroma Cushing adalah :
a. Cortisol normal, ACTH rendah
b. Cortisol rendah, ACTH tinggi
c. Cortisol tinggi, ACTH normal
d. Cortisol normal, ACTH tinggi
e. Cortisol tinggi, ACTH rendah
1. Seorang Perempuan 42 tahun, berobat ke poli Penyakit Dalam karena rasa nyeri pada leher. Dua minggu sebelumnya ia mengalami demam dan pembengkakan pada kelenjar gondok disertai rasa nyeri. Satu minggu terakhir muncul gejala berdebar-debar, banyak keringat, gemetar, nyeri kepala dan badan lemah. Dari pemeriksaan fisik didapatkan struma difus, tidak ada eksotalmus, nadi 115 x/mnt, regular. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan Hb 13 g/dl, leukosit 7.800/uI, trombosit 280.000/uI, LED 110 mm/jam, FT4 2,2 ng/dl ( normal 0,71-1,8 ng/dl), TSH 0,3 (normal 0,4-5 mU/I). Patofisiologi pada kondisi ini:
a. Peningkatan antibodi reseptor tiroid menyebabkan kelenjar tiroid sangat peka terhadap stimulasi TSH
b. Adanya bagian dari kelenjar tiroid yang hiperfungsi
c. Inflamasi menyebabkan ambilan yodium meningkat sehingga produksi hormone tiroid meningkat
d. Peningkatan antibody reseptor tiroid menyebabkan kelenjar tiroid membesar shg produksinya meningkat
e. Kerusakan folikel tiroid sehingga hormone tiroid terlepas ke sirkulasi berlebihan
1. Seorang wanita berusia 65 tahun datang dengan keluhan rasa lelah dan lesu selama 7 bulan. Dia juga mengeluhkan kulit kering dan kehilangan rambut. Pada pemeriksaan fisik di dapatkan bradikardia dengan nadi 50 x/menit dengan TD normal dan didapatkan kulit kering dan kasar, alopesia dan edema ringan pada ekstremitas bawah. Manakah dari berikut ini yang paling mungkin sebagai diagnosis klinis dan tes skrining yang diperlukan?
a. Hipotiroid: TSH
b. Hipertiroid: TSH
c. Hipertiroid: free T4
d. Hipotiroid: free T4
e. Hipotiroid: free T3 dan T4
Seorang laki – laki, usia 65 tahun datang dengan keluhan keringat dingin pada muka, kulit pucat, serta gemetar pada bibir dan tangan. Pasien memiliki riwayat DM sudah 10 tahun. Pasien mengkonsumsi Metformin 3x500 mg dan glibenclamid 5 mg pagi hari. Akhir – akhir ini nafsu makan pasien cenderung menurun dan pasien tetap mengkonsumsi obat. Patofisiologi yang mendasari kelainan pada pasien adalah
a. Peningkatan sekresi insulin ektopik
b. Peningkatan hormon simpatis
c. Insulinoma
d. Hormon glukagon menurun
Penurunan adrenalin
1. Seorang laki-laki berusia 55 tahun dengan riwayat diabetes mellitus sejak 8 tahun. Pasien datang dengan keluhan penurunan berat badan sebesar 9 kg dalam 6 bulan terakhir. Pasien selama ini mengkonsumsi glimepiride 1x2 mg dan metformin 2x500 mg. Dari pemeriksaan fisik didapatkan TD 120/80 mmHg, TB:170 cm, BB 65 kg. Saat kontrol terakhir ke dokter, diketahui kadar creatinin 3.5 mg/dl, GDP 150 mg/dl , GD2PP 330 mg/dl, HbA1C 11%. Rekomendasi terapi yang diberikan pada pasien tersebut adalah:
a. Menghentikan pemberian glimepiride, diberikan kombinasi metformin dan penghambat DPPIV
b.Menghentikan pemberian metformin dan diganti dengan kombinasi insulin long acting dan glimepiride
Menghentikan pemberian glimepiride dan metformin, diganti dengan kombinasi penghambat glukosidase α dan penghambat DPPIV
d.Melanjutkan pemberian glimepiride dan metformin, ditambah insulin long acting
e. Mengganti obat-obatan diatas dengan insulin
Seorang ibu rumah tangga berusia 30 tahun dikonsulkan dari sejawat dokter kandungan dengan diagnosa G1P0A0 hamil 24 minggu dengan Diabetes gestasional. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 100/70, ND 72 x/menit, RR 16 x/menit, SB 36.5oC dan berat badan 40 Kg. Pasien membawa hasil laboratorium GDP 148 mg/dL dan GD2PP 250 mg/dL setelah pembatasan kalori 25 kcal/KgBB selama 1 minggu. Pasien tetap melakukan aktivitas seperti biasa sesuai anjuran dari dokter kandungan. Tatalaksana yang harus dilakukan pada pasien ini:
a. Pemberian insulin saja
b. Perencanaan makan + pemberian insulin
c. Perencanaan makan + Metformin 3x500 mg
d. Perencanaan makan + Glimepiride 1x2 mg
e. Lanjutkan perencanaan makan saja, lalu ulang gula darah puasa 1 minggu kemudian
1. Seorang Perempuan, 31 tahun, berobat ke poli Penyakit Dalam karena pembengkakan pada leher tanpa disertai rasa nyeri yang dialami os 3 minggu ini. Satu minggu terakhir ini, muncul gejala berdebar-debar dan banyak keringat. Dari pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran compos mentis, TD: 130/80 mmHg, nadi: 98 x/menit, napas: 20 x/menit, suhu: 37,4 °C. Pada regio colli didapatkan struma, tidak ada eksoftalmus. Pemeriksaan toraks dalam batas normal. Pada EKG didapatkan kesan sinus takikardi. Hasil pemeriksaan laboratorium Hb 12,8 gr/dl, lekosit 10.000/uL, trombosit 310.000. Dari pemeriksaan hormon tiroid didapatkan kesan Hipertiroid Subklinis. Berikut ini pernyataan yang benar mengenai Hipertiroid Subklinis adalah:
a. Kadar TSH meningkat ringan dan kadar T4 bebas normal dengan gejala yang tampak jelas dan berat.
b. Kadar TSH menurun ringan dan kadar T4 bebas normal dengan gejala ringan atau tanpa gejala sama sekali.
c. Kadar TSH meningkat tinggi dan kadar T4 bebas normal dengan gejala ringan atau tanpa gejala sama sekali.
d. Kadar TSH meningkat ringan dan kadar T4 bebas normal dengan gejala yang berat.
e. Kadar TSH dan kadar T4 bebas meningkat tinggi, tetapi dengan gejala ringan atau tanpa gejala sama sekali
Keriteria diagnosis DM menurut konsensus PERKENI 2019 adalah
a. Pemeriksaan GDP ≥ 100 mg/dl + gejala klasik
b. Pemeriksaan gula darah 2 jam TTGO ≥ 180 mg/dl + gejala klasik
c. Pemeriksaan GDS ≥ 200 mg/dl + gejala klasik
d. Pemeriksaan HBA1C ≥ 5,5% + gejala klasik
GD2PP ≥ 120 mg/dl + gejala klasik
1. Seorang pria 24 tahun datang ke ruang gawat darurat mengeluh sesak napas dan nyeri sisi kanan dada. Gejala mulai tiba-tiba sekitar 2 jam sebelumnya. Nyeri ini lebih memberat saat inspirasi. Demam atau menggigil disangkal dan kaki bengkak tidak ada. Dia tidak memiliki masa lalu riwayat kesehatan tetapi merokok 1 bungkus rokok setiap hari. Pada pemeriksaan fisik, takipnoe dengan pernapasan yang cepat 24 x / menit. saturasi oksigen nya adalah 94% pada udara ruangan. suara nafas menurun di paru-paru kanan, dan ada hipersonor pada perkusi. Diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini adalah:
a. Massa paru kanan
b. Efusi pleura kanan
c. Empiema kanan
d. Pneumothoraks kanan
e. Fluidopneumothoraks kanan
1. Seorang laki-laki 55 tahun masuk ke ICU setelah 3 hari MRS di bangsal rawat inap dengan demam sejak 2 hari, sesak napas dan batuk yang memberat. Selama 3 hari perawatan di bangsal, pasien telah mendapatkan oksigen dan antibiotik empirik. Di ICU dilakukan intubasi endotracheal, diberikan resusitasi cairan dan mendapat obat vasopressor, dan pernapasan mekanik. Pada pemeriksaan ditemukan suhu 40,2, TD 90/60, N 102x/m, RR 36x/m, SpO2 95% dengan bantuan ventilasi dan fraksi inspirasi oksigen 50 %. Pada kedua paru terdengar ronkhi, clubbing dan sianosis (-). Hasil foto thoraks di ICU didapatkan infiltrat difus pada kedua lapang paru. PaO2/FiO2 <200. Kondisi apakah yang dialami pasien ini:
a. Acute Lung Injury
b. Acute Respiratory Distress Syndrome
c. Transfusion-related Lung Injury
d. Pleuropneumoni
e. Gagal nafas
Seorang laki-laki 56 tahun dikonsulkan ke bagian penyakit dalam dengan keluhan sesak nafas. 4 hari yang lalu pasien menjalani operasi patah tulang femur. Dari pemeriksaan tanda vital didapatkan TD : 130/70, HR 110x/menit, RR 33x/menit. Pada Pemeriksaan EKG didapatkan S di lead I, Q dan T inverted di leadIII. Pada pemeriksaan foto toraks didapatkan Westermark Sign (+) dengan efusi pleura bilateral. Diagnosis yang paling tepat pada kasus ini adalah
a. Emboli Paru
b. Pneumonia
c. Hipertensi Pulmonal
d. Gagal Jantung kanan
e. Infark Paru
1. Seorang pasien laki-laki berusia 48 tahun datang ke Instalasi Gawat Darurat dengan keluhan sesak nafas yang disertai dengan batuk berdahak berwarna kuning sejak 3 hari lalu. Keluhan ini dirasakan 8 tahun lalu dengan 2x serangan dalam 1 tahun. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan RR 28x/menit dan wheezing pada kedua lapang paru, regio torakal terdapat barrel chest dengan hasil faal paru diketahui VEP1/KVP < 70%, VEF1 40% prediksi, VEF1 post bronkodilator naik sebanyak 150cc. Analisa gas darah pH 7,26 (7,35-7,45), HCO3 18 mmol/L (21-28), pO2 59 mmHg (85-100), pCO2 45 mmHg (35-35), SO2 89% (>95). Berikut di bawah ini merupakan tatalaksana kondisi pasien saat ini, yaitu:
a. Inhalasi short acting agonis β-2 + inhalasi corticosteroid + sistemik glukokortikoid + antibiotik + non invasive mechanical ventilation
b. Inhalasi short acting agonis β-2 + inhalasi corticosteroid + sistemik glukokortikoid + high flow oxygen therapy dengan nasal canula
c. Inhalasi long acting agonis β-2 + inhalasi corticosteroid + sistemik glukokortikoid + antibiotik + non invasive mechanical ventilation
d. Inhalasi long acting agonis β-2 + inhalasi corticosteroid + sistemik glukokortikoid + antibiotik + high flow oxygen therapy dengan nasal canula
e. Inhalasi short acting agonis β-2 + inhalasi corticosteroid + sistemik glukokortikoid + antibiotik + high flow oxygen therapy dengan nasal canula
1. Seorang laki-laki, berusia 72 tahun, berobat dengan keluhan batuk darah beberapa bulan terakhir yang hilang timbul. Tidak ada riwayat demam namun berat badan menurun 8 kg selama 4 bulan terakhir, disertai suara serak dan sulit menelan sejak 2 minggu. Terdapat riwayat merokok 2 bungkus per hari selama 50 tahun. Pada pemeriksaan fisik terdapat mengi di kedua lapangan paru, jari tabuh pada kaki dan tangan; tidak ada pembesaran kelenjar limfe. Hasil foto rontgen toraks didapatkan pembesaran hilus paru kiri. Usulan pemeriksaan lanjutan pada kasus ini adalah
a. Pemeriksaan serologi
b. Bone scanning
c. CT scan toraks dengan kontras
d. Pemeriksaan histopatologi
e. Pemeriksaan sitologi sputum
1. Seorang perempuan 30 tahun datang dengan keluhan sesak nafas, sesak dirasakan setiap pasien kembali bekerja di pabrik kapas. Pasien juga merasakan demam. pemeriksaan fisik TD 100/60, RR 26x/mnt, tidak didapatkan ronkhi maupun wheezing, dari pemeriksaan spirometri didapatkan penurunan KVP maupun VEP1. Pada pemeriksaan histopatologis didapatkan gambaran Hiperplasia kelenjar mukus dan infiltrasi sel PMN di dinding bronkus. Diagnosis pasien ini adalah
a. Berylliosis
b. Byssinosis
c. Coal Workers
d. Silikosis
e. Asbetosis
1. Seorang pasien laki-laki berusia 48 tahun datang keIGD dengan keluhan nyeri pada dada sebelah kiri disertai sesak nafas. Pasien pascaoperasi tulang panggul dan tirah baring dalam 6 hari terakhir. Padapemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 110/70, frekuensi nadi 116 kalipermenit, laju repirasi 28 kali permenit.pada pemeriksaan paru tidakdidapatkan ronchi. Pasien dilakukan pemeriksaan saturasi oksigen denganhasil 88 %, pemeriksaan EKG didapatkan S di lead I, Q dan T inverted di leadIII. Hasil foto thorax dalam batas normal. Pemeriksaan utama untuk menegakkan diagnosis pasti pada pasien ini adalah :
a. CT Thoraks
b.Ekokardiografi
c. Angiografi Pulmoner
d.Scan perfusi paru
USG tungkai
1. Seorang laki-laki usia 30 tahun masuk ke UGD dengan keluhan nyeri dada yang dirasakan tiba-tiba sejak 2 jam yang lalu., saat sedang berisitirahat. Pasien juga merasakan sesak napas yang semakin memberat, disertai batuk. Pasien merupakan perokok sejak 10 tahun lalu, dalam sehari mengkonsumsi 1 bungkus rokok. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD : 120/70, Nadi 110 kali/menit, Napas: 32 kali/menit, Suhu: 36,7 C. Bunyi pernapasan menurun pada sisi thorax kanan, dan hipersonor pada perkusi, vocal fremitus menurun pada palpasi. Prosedur selanjutnya yang penting dilakukan pada pasien ini adalah
A. X-Ray Thorax posteroanterior
B. X-Ray Thorax lateral
C. Bronkoskopi
D. CT scan thorax
E. Ultrasonografi thorax
1. Seorang laki – laki berusia 55 tahun dating ke poliklinik dengan keluhan batuk- batuk 4 minggu sebelum berobat. Batuk disertai dengan dahak warna kuning kehijauan dan berbau. Pasien juga mengeluh demam hilang timbul sejak 3 minggu terakhir. Pasien juga mengeluh berat badan yang menurun 7 kg selama sakit, pasien merokok 1 bungkus perhari sejak 20 tahun yang laluuu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan konjungtiva pucat, oral hygiene buruk dengan factor ex ore (+). Pada pemeriksaan paru didapatkan suara napas bronkial dengan ronkhi basah nyaring pada paru kanan bawah. Pemeriksaan laboratorium di dapatkan Hb 10.0 gr/dl, leukosit 18.400/ul dengan dominasi netrofi, LED 75. X-ray thoraks menunjukkan pada paru kanan bawah terdapat kavitas dengan infiltrate di sekitarnya disertai gambaran air-fluid level didalamnya. Kemungkinan diagnosis pada kasus ini adalah :
a. PPOK
b. Bronkiektasis terinfeksi
c. Ca paru
d. TB paru
e. Abses Paru
1. Seorang lelaki berusia 45 tahun datang berobat ke poliklinik dengan keluhan batuk-batuk lama sejak 3 minggu sebelum berobat. Batuk disertai dahak warna kuning kehijauan dan kadang berbau.Pasien juga mengeluh demam hilang timbul sejak 2 minggu terakhir, dan selama sakit ini berat badan menurun 5 kg.pasien merokok 2 bungkus sehari sejak kurang lebih 20 tahun. Pada pemeriksaan fisik didapatkan konjungtiva pucat, oral hygiene buruk dengan factor ex ore (+). Pada pemeriksaan paru di dapatkan suara napas bronkial dengan ronki basah nyaring pada paru kanan bawah. Pemeriksaan laboratorium didapatkanHb 10,5 gr/dL, lekosit 19.400/uLdengan dominasi netrofil, LED 74. Foto toraks menunjukkan pada paru kanan bawah terdapat kavitas dengan infiltrate di sekitarnya disertai gambaran air-fluid level di dalamnya. Kemungkinan diagnosis pada kasus di atas adalah :
a. TB paru
b.Ca paru
c. Absesparu
d.PPOK
e. Bronkiektasisterinfeksi
1. Faktor intrinsik sistemik yang dapat memicu timbulnya gangguan keseimbangan dan jatuh adalah:
a. Osteoarthritis
b. Gangguan pendengaran
c. Gangguan penglihatan
d. Vertigo
e. PPOK
1. Seorang wanita usia 62 tahun datang dengan keluhan nyeri pada lutut. Nyeri dirasakan sejak 2 tahun lalu, yang dirasakan semakin memberat sejak 3 bulan lalu. Riwayat jatuh (-). Pada tahun lalu, yang dirasakan semakin memberat sejak 3 bulan lalu. Riwayat jatuh (-). Pada didapatkan normal. Pemeriksaan yang perlu dilakukan untuk mungukur mobilitas pada pasien tersebut, adalah :
a. Uji Romberg
b. Uji Menggapai fungsional
c. Uji Dix-Hallpike
d. Uji Timed Up And Go
Uji Berg
1. Seorang Perempuan umur 90 tahun masuk ke IGD dengan kondisi gelisah dan bicara meracau.Pasien dilaporkan sering mengompol dalam 1 bulan terakhir. Pasien ada riwayat stroke sejak 2 bulan yang lalu dan hanya terbaring saja di tempat tidur dalam 2 bulan ini. Pada pemeriksaan vital sign didapatkan Tekanan Darah 120/80, RR 24x, nadi 93x, dan suhu 380 C. Pemeriksaan di area bokong didapatkan luka berukuran 5 cm x 5 cm x 0.1 cm. Jaringan otot, tendon dan tulang sudah terlihat. Berdasarkan temuan diatas stadium berapa dari ulkus dekubitus tersebut:
a. Stadium I
b. Stadium II
c. Stadium III
d. Stadium IV
e. Tidak dapat ditentukan
Seorang laki-laki usia 70 tahun datang dengan keluhan sering sakit kepala terutama saat bangun tidur. Pasien juga merasakan sering mengantuk di pagi harinya. Pasien jarang beraktivitas, hanya duduk nonton TV. Edukasi yang sebaiknya diberikan pada pasien adalah
a. Buat suasana lingkungan rumah bersih dan menyenangkan
b. Lakukan aktivitas fisik, lakukan hobi yang menyenangkan
c. Lakukan doa sebelum tidur
d. Kurangi tidur siang
e. Hindarkan gerakan badan berlebihan saat ditempat tidur
1. Pasien laki – laki, usia 80 tahun datang ke IGD dengan keluhan gaduh gelisah sejak 1 hari yang lalu. Dari alloanamnesis diketahui bahwa pasien juga pernah mengalami gejala yang sama dua hari yang lalu, namun hanya sebentar. Pasien mulai sukar di ajak bicara setelah itu. Pasien sebelumnya mengalami kecelakaan lalu lintas 3 minggu yang lalu, yang menyebabkan patah pada tulang paha, sehingga pasien hanya dapat berbaring saja di tempat tidur. Luka pada bokang ada sejak 1 minggu yang lalu, luka kehitaman, ada nanah, tampak otot, dan mengeluarkan darah. Apakah kemungkinan diagnosis pasien diatas?
a. Sindroma delirium tipe hiperaktif
b. Sindroma delirium tipe hipoaktif
c. Sindroma delirium tipe campuran
d. Sindroma delirium akut
e. Sindroma delirium tipe metabolic
1. Seorang pria berumur 55 tahun, datang ke IGD dengan keluhan sesak napas yang dialami sejak kurang lebih 8 jam sebelum masuk rumah sakit. Sebelumnya pasien telah mengalami demam tinggi disertai batuk kering sejak 3 hari yang lalu. Pasien memiliki riwayat diabetes yang saat ini terkontrol dengan 2 macam obat (metformin dan glimepirid). Pada pemeriksaan didapatkan composmentis, TD 120/90mmHg, HR 113x/mnt, RR 35x/mnt, suhu 38C, SpO2 92%, PaO2/FiO2 255. Pada pemeriksaan RT-PCR Sars-CoV2 positif. Berdasarkan protokol Covid kasus diatas termasuk?
a. Pneumonia covid-19 kasus Ringan
b. Pneumonia covid-19 kasus Sedang
c. Pneumonia covid-19 kasus Berat
d. Pneumonia covid-19 kasus Sangat berat
e. Pneumonia covid-19 kasus Kritis
