NEW
Font size
WorksheetsTeks Negosiasi Kelas 10_Bahasa Indonesia_K.D. 3.10 & 4.10
Total questions: 15
Worksheet time: 29mins
Bacalah teks negosiasi berikut!
Pegawai Bank: “Selamat pagi pak, silahkan duduk, ada yang bisa kami bantu?”
Nasabah: “Selamat pagi bu. Ya, terimakasih.”
Nasabah: “Begini bu, saya ingin mengajukan proposal peminjaman uang untuk usaha ikan lele saya.”
Pegawai Bank: “Maaf, bisa saya lihat proposalnya?”
Nasabah: “Ini bu, silahkan.”
Pegawai bank: “Sebenarnya, proposal bapak ini sangat bagus, tidak ada masalah. Cuma kami dari
pihak bank tidak bisa memenuhi permintaan dana sebesar 500 juta.”
Nasabah: “Jadi, kira-kira pihak bank mampu memberikan berapa bu?”
Pegawai Bank: “Setelah saya hitung, kami hanya menyanggupi sampai 300 juta pak, dengan bunga 4 %.”
Nasabah: “Tidak bisa ditambah lagi bu? Usaha ini sebenarnya sangat sukses, pesanan ikan lele ke kami dari seluruh Indonesia.”
Nasabah: “Dana ini rencananya akan kami gunakan untuk menambah kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan ikan lele tersebut”
Pegawai Bank: “Tunggu dulu pak, saya hitung ulang dulu”
Pegawai Bank: “Yah, sepertinya kami sanggup memberikan 350 juta”.
Nasabah: “Wah, apakah tidak bisa dinaikin lagi bu? Gimana kalau 400 juta?”
Pegawai Bank: “Maaf pak, hanya segitu yang bisa kami sanggupi.”
Nasabah: “Iya deh bu, tidak apa-apa, saya setuju.”
(https://www.dosenpendidikan.co.id/contoh-teks-negosiasi/)
Topik dalam teks negosiasi tersebut adalah …
proses kerjasama nasabah bank dengan pengusaha budidaya ikan lele.
proses pemijaman uang modal usaha di koperasi.
proses menambah kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan ikan lele di seluruh Indonesia.
proses peminjaman uang modal usaha di bank untuk budidaya ikan lele.
proses pembelian lahan untuk budidaya ikan lele.
Pernyataan pengajuan yang tepat adalah …
Nasabah: “Selamat pagi bu. Ya, terimakasih.”
Nasabah: “Begini bu, saya ingin mengajukan proposal peminjaman uang untuk usaha ikan lele saya.”
Pegawai Bank: "Sebenarnya, proposal bapak ini sangat bagus, tidak ada masalah. Cuma kami dari pihak bank tidak bisa memenuhi permintaan dana sebesar 500 juta.”
Nasabah: “Jadi, kira-kira pihak bank mampu memberikan berapa bu?”
Nasabah: “Iya deh bu, tidak apa-apa, saya setuju.”
Pernyataan penawaran yang tepat adalah…
Pegawai Bank: “Selamat pagi pak, silahkan duduk, ada yang bisa kami bantu?”
Nasabah: “Begini bu, saya ingin mengajukan proposal peminjaman uang untuk usaha ikan lele saya.”
Pegawai Bank: “Maaf, bisa saya lihat proposalnya?”
Nasabah: “Tidak bisa ditambah lagi bu? Usaha ini sebenarnya sangat sukses, pesanan ikan lele ke kami dari seluruh Indonesia.”
Pegawai Bank: “Maaf pak, hanya segitu yang bisa kami sanggupi.”
Pernyataan persetujuan yang tepat adalah …
Nasabah: “Selamat pagi bu. Ya, terimakasih.”
Nasabah: “Begini bu, saya ingin mengajukan proposal peminjaman uang untuk usaha ikan lele saya.”
Pegawai Bank : "Sebenarnya, proposal bapak ini sangat bagus, tidak ada masalah. Cuma kami dari pihak bank tidak bisa memenuhi permintaan dana sebesar 500 juta.”
Nasabah: “Jadi, kira-kira pihak bank mampu memberikan berapa bu?”
Nasabah: “Iya deh bu, tidak apa-apa, saya setuju.”
Bacalah teks negosiasi berikut!
(1) Pembeli : “Bu saya mau beli masker, kira-kira berapa harganya?”
(2) Penjual : “Kalau masker medis ini harganya 10 ribu isi 6 masker. Kalau yang duckbill ini harganya 25 rb isinya 6 masker, Nak”
(3) Pembeli :“Harganya boleh kurang enggak Bu?”
(4) Penjual : “Hmmm, boleh saja. Mau nawar berapa ya nak?”
(5) Pembeli : “15 ribu untuk yang masker duckbill bisa enggak ya?”
(6) Penjual : “Wah, kalau harga segitu rasanya tidak bisa nak.”
(7) Pembeli : “Kalau 17 ribu bagaimana Bu?”
(8) Penjual : “Gini saja kalau adek mau beli 2 masker ini (sambil menunjuk masker medis dan duckbill saya kasih harga 33 ribu, bagiamana?.”
(9) Pembeli : “Oke deh bu, saya setuju, ini ya uangnya”
Kalimat pengajuan yang tepat ditunjukkan pada nomor…
1 dan 2
3 dan 4
5 dan 6
7 dan 8
Bacalah teks negosiasi berikut!
(1) Pembeli : “Bu saya mau beli masker, kira-kira berapa harganya?”
(2) Penjual : “Kalau masker medis ini harganya 10 ribu isi 6 masker. Kalau yang duckbill ini harganya 25 rb isinya 6 masker, Nak”
(3) Pembeli :“Harganya boleh kurang enggak Bu?”
(4) Penjual : “Hmmm, boleh saja. Mau nawar berapa ya nak?”
(5) Pembeli : “15 ribu untuk yang masker duckbill bisa enggak ya?”
(6) Penjual : “Wah, kalau harga segitu rasanya tidak bisa nak.”
(7) Pembeli : “Kalau 17 ribu bagaimana Bu?”
(8) Penjual : “Gini saja kalau adek mau beli 2 masker ini (sambil menunjuk masker medis dan duckbill saya kasih harga 33 ribu, bagiamana?.”
(9) Pembeli : “Oke deh bu, saya setuju, ini ya uangnya”
Kalimat penawaran yang tepat ditunjukkan pada nomor…
I dan 3
2 dan 4
3 dan 4
6 dan 9
8 dan 9
Bacalah teks negosiasi berikut!
(1) Pembeli : “Bu saya mau beli masker, kira-kira berapa harganya?”
(2) Penjual : “Kalau masker medis ini harganya 10 ribu isi 6 masker. Kalau yang duckbill ini harganya 25 rb isinya 6 masker, Nak”
(3) Pembeli :“Harganya boleh kurang enggak Bu?”
(4) Penjual : “Hmmm, boleh saja. Mau nawar berapa ya nak?”
(5) Pembeli : “15 ribu untuk yang masker duckbill bisa enggak ya?”
(6) Penjual : “Wah, kalau harga segitu rasanya tidak bisa nak.”
(7) Pembeli : “Kalau 17 ribu bagaimana Bu?”
(8) Penjual : “Gini saja kalau adek mau beli 2 masker ini (sambil menunjuk masker medis dan duckbill saya kasih harga 33 ribu, bagiamana?.”
(9) Pembeli : “Oke deh bu, saya setuju, ini ya uangnya”
Kalimat persetujuan yang tepat ditunjukkan pada nomor …
(1)
(3)
(6)
(7)
(9)
Bacalah teks negosiasi berikut!
Minta Tambah Uang Jajan
Putri : “Ayah, apakah ayah haus?”
Ayah : “Iya Nak, bikinin ayah kopi ya!”
Putri :”Baiklah, tunggu sebentar ya!” (beberapa saat kemudian) “Ini kopi nya ayah”
Ayah :”Terima kasih, tumben kamu langsung mau ayah suruh buat kopi, da apa ini, Put?”
Putri :”Ayah, sebenarnya …”
Ayah : “Ada apa? Bicara saja!”
Putri : “Sebenarnya sudah seminggu terakhir ini uang jajan putri kurang Yah, karena di sekolah ada jam tambahan, juga ada modul yang harus putri fotocopy. Bisakah ayah melebihkan uang jajan putri?”
Ayah :”Uang jajan kamu sekarang kan sudah RP.15.000,- emangnya mau ditambah berapa lagi?”
Putri :”Teman-teman putri uang jajannya RP.25.000,- yah”
Ayah :”Itu kan terlalu banyak Nak, ekonomi keluarga kita kan sedang krisis
Putri : “Tapikan Yah, belum lagi ongkos untuk membayar ojek.”
Ayah : “Bagaimana kalau ayah tambah RP.5.000,- saja?”
Putri : “Tambah RP.5.000,- lagilah Yah, hanya untuk ongkos.”
Ayah : “Bagaimana kalau Putri ayah antar saja kesekolah? Nanti pulang juga ayah jemput?”
Putri : “Baiklah, Ayah”
Ayah : “Ohhgheyy….”
(disadur dari: https://www.bindoline.com/uang-jajan-yang-kurang/)
Mengapa Putri meminta uang jajan tambahan?
karena ia ingin menabung untuk membeli peralatan sekolah baru.
karena ia ingin mengumpulkan uang untuk membeli modul dari sekolah.
karena ia merasa tidak bisa jajan di sekolah kalau uang sakunya tidak ditambah.
karena di sekolah ia banyak kebutuhan seperti fotokopi modul dan untuk ongkos pulang ke rumah.
karena ia ingin naik ojek online saat pulang sekolah.
Minta Tambah Uang Jajan
Putri : “Ayah, apakah ayah haus?”
Ayah : “Iya Nak, bikinin ayah kopi ya!”
Putri :”Baiklah, tunggu sebentar ya!” (beberapa saat kemudian) “Ini kopi nya ayah”
Ayah :”Terima kasih, tumben kamu langsung mau ayah suruh buat kopi, da apa ini, Put?”
Putri :”Ayah, sebenarnya …”
Ayah : “Ada apa? Bicara saja!”
Putri : “Sebenarnya sudah seminggu terakhir ini uang jajan putri kurang Yah, karena di sekolah ada jam tambahan, juga ada modul yang harus putri fotocopy. Bisakah ayah melebihkan uang jajan putri?”
Ayah :”Uang jajan kamu sekarang kan sudah RP.15.000,- emangnya mau ditambah berapa lagi?”
Putri :”Teman-teman putri uang jajannya RP.25.000,- yah”
Ayah :”Itu kan terlalu banyak Nak, ekonomi keluarga kita kan sedang krisis
Putri : “Tapikan Yah, belum lagi ongkos untuk membayar ojek.”
Ayah : “Bagaimana kalau ayah tambah RP.5.000,- saja?”
Putri : “Tambah RP.5.000,- lagilah Yah, hanya untuk ongkos.”
Ayah : “Bagaimana kalau Putri ayah antar saja kesekolah? Nanti pulang juga ayah jemput?”
Putri : “Baiklah, Ayah”
Ayah : “Ohhgheyy….”
(disadur dari: https://www.bindoline.com/uang-jajan-yang-kurang/)
Apakah terjadi kesepakatan antara Ayah dan Putri?
Iya kesepakatannya adalah ayah memberi Putri uang saku sebesar Rp. 25.000
Iya, kesepakatannya adalah Putri mendapat uang tambahan sebesar Rp. 10.000 asalakan Putri mejadi juara kelas.
Iya, kesepakatannya adalah ayah tidak menambah uang jajan Putri namun ayah bersedia antar jemput Putri setiap hari.
Iya, kesepakatannya adalah ayah menambah uang jajan Putri sebanyak Rp. 5000 dan mengantar jemput sekolah Putri.
Tidak terjadi kesepakatan antara ayah dan Putri karena keduanya memiliki kepentingan yang berbeda hingga akhir.
Cermati ilustrasi berikut!
“Biaya hidup meningkat 5%, dan kenaikan upah yang diinginkan karyawan 10%.”
Kalimat ketidaksetujuan yang paling tepat dituturkan oleh perwakilan dari perusahaan dalam suatu negosiasi berdasarakan ilustrasi tersebut adalah …
Bagaimana mungkin Anda meminta kenaikan gaji sebesar itu? Anda sungguh tidak logis.
Coba pikirkan kembali apa yang Anda inginkan. Pikirkan pula beban yang harus ditanggung oleh perusahaan.
Sebelum Anda mengusulkan kenaikan gaji sebesar itu, tolong pikirkan dampaknya bagi kelanjutan perusahaan.
Perusahaan memahami beban hidup saat ini. Namun, kenaikan gaji sebesar ini merupakan usul yang tidak rasional.
Perusaan memahami bahwa beban hidup dari tahun ke tahun selalu meningkat. Akan tetapi alangkah baiknya jika usulan tersebut dikaji kembali.
Minta tambah uang jajan
Putri : “Ayah, apakah ayah haus?”
Ayah : “Iya Nak, bikinin ayah kopi ya!”
Putri :”Baiklah, tunggu sebentar ya!” (beberapa saat kemudian) “Ini kopi nya ayah”
Ayah :”Terima kasih, tumben kamu langsung mau ayah suruh buat kopi, da apa ini, Put?”
Putri :”Ayah, sebenarnya …”
Ayah : “Ada apa? Bicara saja!”
Putri : “Sebenarnya sudah seminggu terakhir ini uang jajan putri kurang Yah, karena di sekolah ada jam tambahan, juga ada modul yang harus putri fotocopy. Bisakah ayah melebihkan uang jajan putri?”
Ayah :”Uang jajan kamu sekarang kan sudah RP.15.000,- emangnya mau ditambah berapa lagi?”
Putri :”Teman-teman putri uang jajannya RP.25.000,- yah”
Ayah :”Itu kan terlalu banyak Nak, ekonomi keluarga kita kan sedang krisis
Putri : “Tapikan Yah, belum lagi ongkos untuk membayar ojek.”
Ayah : “Bagaimana kalau ayah tambah RP.5.000,- saja?”
Putri : “Tambah RP.5.000,- lagilah Yah, hanya untuk ongkos.”
Ayah : “Bagaimana kalau Putri ayah antar saja kesekolah? Nanti pulang juga ayah jemput?”
Putri : “Baiklah, Ayah”
Ayah : “Ohhgheyy….”
(disadur dari: https://www.bindoline.com/uang-jajan-yang-kurang/)
Mengapa ayah tidak langsung menyetujui penawaran Putri?
karena ayah ingin mengajarkan Putri untuk hidup sederhana.
karena ayah ingin melatih Putri untuk berhemat.
karena keluarga sedang mengalami krisis.
karena ayah harus memnagi uang saku Putrid an adiknya.
karena Putri meminta tambahan uang saku dengan cara yang tidak sopan.
Bacalah penggalan teks negosiasi berikut!
Ayah : ……………………………………………….
Budi : "Ke Pantai Pangandaran, di sana indah sekali!"
Ayah : "Kita ke Trans Studio Bandung mau tidak?"
Budi : "Yah, Budi maunya ke pantai!"
Ayah : "Baiklah tapi besoknya kita ke Trans Studio Bandung ya!"
Budi : "Ok!"
Kalimat pengajuan yang tepat yang sesuai untuk melengkapi penggalan teks negosiasi tersebut adalah …
“Pantai yang tidak ramai saat liburan pantai mana ya?”
"Minggu depan kita mau liburan kemana?"
“Liburan yang lalu kita kemana ya?”
“Kapan liburan sekolah kamu, Budi?”
“Bagaimana Susana di pantai Pangandaran Budi?”
Bacalah penggalan teks negosiasi berikut!
Anton : “Saya suka baju yang hijau itu Mbak, kalo dilihat segar.”
Penjual : “Iya Mas. Cocok kalo dipakai oleh ibu mas.”
Anton : “Ini berapa Mbak?”
Penjual :” Rp 50.000,00.”
Anton : “………………………………………………………. “
Penjual : “Tidak boleh Mas, itu bahannya bagus soalnya.”
Anton : “Tidak bisa kurang Mbak?”
Penjual : “Rp 45.000,00 deh, Mas.”
Anton : “Rp 40.000,00 ya Mbak? Ini untuk oleh-oleh ibu saya.”
Penjual : “Benar-benar tidak boleh Mas. Nanti toko saya bisa bangkrut”.
Anton : “.........................................................."
Kalimat penawaran sesuai untuk melengkapi dialog Anton adalah …
“Wah tidak boleh saya tawar jadi Rp. 60.000, Mbak?”
“Wah, kok mahal Mbak? Rp 30.000,00 boleh tidak?”
“Mahal sekali Mbak, bahannya tipis gini masak Rp. 50.000?”
“Mbak bagaimana jika Rp. 50.000 tapi saya dapat 2 potong baju?”
“Wah, maaf Mbak kalau harganya segitu saya tidak jadi beli.”
Bacalah penggalan teks negosiasi berikut!
Anton : “Saya suka baju yang hijau itu Mbak, kalo dilihat segar.”
Penjual : “Iya Mas. Cocok kalo dipakai oleh ibu mas.”
Anton : “Ini berapa Mbak?”
Penjual :” Rp 50.000,00.”
Anton : “………………………………………………………. “
Penjual : “Tidak boleh Mas, itu bahannya bagus soalnya.”
Anton : “Tidak bisa kurang Mbak?”
Penjual : “Rp 45.000,00 deh, Mas.”
Anton : “Rp 40.000,00 ya Mbak? Ini untuk oleh-oleh ibu saya.”
Penjual : “Benar-benar tidak boleh Mas. Nanti toko saya bisa bangkrut”.
Anton : “………………………………………………………………….”
Kalimat persetujuan yang untuk melengkapi dialog Anton adalah …
“Ya sudah mbak Rp 45.000,00, saya ambil yang ini.”
“Mahal sekali Mbak, bahannya tipis gini masak Rp. 50.000?”
“Mbak bagaimana jika Rp. 50.000 tapi saya dapat 2 potong baju?”
“Wah, maaf Mbak kalau harganya segitu saya tidak jadi beli.”
“Baiklah Mbak, saya akan pergi mencari di toko lain.”
Bacalah teks negosiasi berikut!
Pegawai Bank: “Selamat pagi pak, silahkan duduk, ada yang bisa kami bantu?”
Nasabah: “Selamat pagi bu. Ya, terimakasih.”
Nasabah: “Begini bu, saya ingin mengajukan proposal peminjaman uang untuk usaha ikan lele saya.”
Pegawai Bank: “Maaf, bisa saya lihat proposalnya?”
Nasabah: “Ini bu, silahkan.”
Pegawai bank: “Sebenarnya, proposal bapak ini sangat bagus, tidak ada masalah. Cuma kami dari
pihak bank tidak bisa memenuhi permintaan dana sebesar 500 juta.”
Nasabah: “Jadi, kira-kira pihak bank mampu memberikan berapa bu?”
Pegawai Bank: “Setelah saya hitung, kami hanya menyanggupi sampai 300 juta pak, dengan bunga 4 %.”
Nasabah: “Tidak bisa ditambah lagi bu? Usaha ini sebenarnya sangat sukses, pesanan ikan lele ke kami dari seluruh Indonesia.”
Nasabah: “Dana ini rencananya akan kami gunakan untuk menambah kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan ikan lele tersebut”
Pegawai Bank: “Tunggu dulu pak, saya hitung ulang dulu”
Pegawai Bank: “Yah, sepertinya kami sanggup memberikan 350 juta”.
Nasabah: “Wah, apakah tidak bisa dinaikin lagi bu? Gimana kalau 400 juta?”
Pegawai Bank: “Maaf pak, hanya segitu yang bisa kami sanggupi.”
Nasabah: “Iya deh bu, tidak apa-apa, saya setuju.”
(https://www.dosenpendidikan.co.id/contoh-teks-negosiasi/)
Apa penawaran Nasabah Bank untuk meyakinkan pegawai bank agar mau menaikkan pinjaman bank?
Nasabah menjanjikan usahanya aka sukses besar jika mendapat pinjaman dari bank.
Nasabah akan menggunakan pinjaman dari bank untuk menambah kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan ikan lele sari seluruh Indonesia.
Nasabah akan memberikan bunga sebesar 4% khusus untuk pegawai bank karena kebaiknannya memberikan pinjaman bank.
Nasabah akan memperluas usahanya hingga ke luar negeri,
Nasabah selain budidaya ikan lele, beliau ingin megembangkan usahanya membuka restoran lalapan lele.
