NEW
Font size
WorksheetsUAS MATA KULIAH PENGHANTAR KEBIDANAN SARI WIDYA
Total questions: 20
Worksheet time: 10mins
1. Kondisi yang menunjukan adanya peningkatan jenjang jabatan dan pangkat badi seorang pegawai negeri pada suatu organisasi dalam jalur karir yang telah ditetapkan dalam organisasinya adalah :
Pengembangan karir bidan
Pendidikan berkelanjutan
Jabatan suktural
Jabatan fungsional
Karir fungsional
1. Suatu usahan untuk meningkatkan kemampuan teknis, hubungan antar manusia dan moral bidan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan / pelayanan dan standar yang telah ditetapkan oleh konsil melalui pendidikan formal dan nonformal adalah :
Pengembangan karir bidan
Pendidikan berkelanjutan
Jabatan suktural
Jabatan fungsional
Karir fungsional
Seminar, Lokarya, magang, keterampilan teknis untuk pelaporan,perkemangan ilmu pengetahuan dan teknologi termasuk JENIS :
Pengembangan karir bidan
Pendidikan berkelanjutan
Jabatan suktural
Jabatan fungsional
Karir fungsional
KOMPONEN pendidikan berkelanjutan sasarannya:
BPS, BIDAN Bestatus PNS, Tenaga kesehatan, Kader kesehatan, dukun dan Masyarakat umum
BPS, BIDAN Bestatus PNS,
Tenaga kesehatan, Kader kesehatan, dukun dan Masyarakat umum
Tenaga kesehatan, Kader kesehatan,
dukun dan Masyarakat umum
komperensif, berdasarkan analisis kebutuhan, berkelanjutan, terkoordinasi secara internal, berkaitan sistem lain termasuk dalam karakteristik :
BPS
BIDAN Bestatus PNS
Tenaga kesehatan
BIDAN berkelanjutan
Masyarakat umum
sistem pendidikan berkelanjutan memiliki aspek, yaitu :
Perencanaan tenaga kesehatan, Produksi tenaga kesehatan, Manajemen tenaga kesehatan
Perencanaan tenaga kesehatan dan Manajemen tenaga kesehatan
Produksi tenaga kesehatan dan Tenaga kesehatan
Manajemen tenaga kesehatan
Perencanaan tenaga kesehatan
jabatan yang ditinjau serta dihargai dari asfek fungsinya yang vital dalam kehidupan masyarakat dan negara adalah ;
Pengembangan karir bidan
Pendidikan berkelanjutan
Jabatan suktural
Jabatan fungsional
Karir fungsional
Jabatan yang secara jelas tetera dalam struktur dan diatur berjenjang dalam suatu organisasi adalah :
Pengembangan karir bidan
Pendidikan berkelanjutan
Jabatan suktural
Jabatan fungsional
Karir fungsional
Pengembangan karir bidan secara fungsional telah disiapkan dengan jabatan fungsional serta bidan melalui pendidikan berkelanjutan baik secara formal maupun secara non formal adalah :
Pengembangan karir bidan
Pendidikan berkelanjutan
Jabatan suktural
Jabatan fungsional
Karir fungsional
kedudukan yang menunjukan tugas, kewajiban, hak serta wewenang dalam melaksanakan tugasnya diperlukan keahlian setta kenaikan pangkat menggunakan angka kredit adalah :
Pengembangan karir bidan
Pendidikan berkelanjutan
Job fungsional
Jabatan fungsional
Karir fungsional
Dokter, perawat,bidan, apoteker, asisten apoteker, pengawas farmasi makanan dan minuman , administractor kesehatan, nutrisionis termasuk :
Pengembangan karir bidan
Pendidikan berkelanjutan
Jabatan suktural
Jabatan fungsional
Karir fungsional
Dalam prinsip pengembangan karir bidan dikaitkan dengan peran, fungsi dan tanggung jawab bidan :
Pelaksana, Pengelola, Pendidik
Pengelola dan Peneliti
Pengelola dan Pendidik
Peneliti
Pelaksana, Pengelola, Pendidik, peneliti
Menerapkan manajemen pada setiap asuhan mampu berkolaborasi, mandiri serta rujukan setiap tindakan termasuk dalam tugas bidan sebagai :
Pelaksana
Pengelola
Pendidik
Evaluasi
peneliti
Mengembangkan pelayanan dasar kesehatan terutama pelayanan kebidanan untuk individu, keluarga , kelompok dan masyarakat Di Wilyah Kerja Dengan Melibatkan Masyarakat / Klien termasuk dalam tugas bidan sebagai :
Pelaksana
Pengelola
Pendidik
Peneliti
Evaluasi
Penyesuain diri adalah suatu proses dinamik terus – menerus yang bertujuan untuk mengubah kelakuan guna mendapatkan hbungan yang lebih serasi antara diri dan lingkungan defenisi penyesuaian diri menurut :
Soeharto Heerjan (1987)
Mustafa Fahmi
W. A. Geerungan ( 1996)
James F. Calhoun
Joan Ross Acocella
Dalam Penyesuai Diri , lingkupan Mencakup :
Lingkungan Alami, Lingkungan sosial dan Kebudayaan, dan Diri
Lingkungan Sosial dan Kebudayaan serta Diri
Lingkungan Sosial dan Kebudayaan
Lingkungan AlamI
Diri
Masyarakat dimana individu itu hidup, termasuk anggota – anggotanya, adat kebiasaanya dan peraturan – peraturan yang mengatur hubungan masing – masing individu satu sama lainnya termasuk lingkungan :
Lingkungan Alami, Lingkungan sosial dan Kebudayaan, dan Diri
Lingkungan Sosial dan Kebudayaan serta Diri
Lingkungan Sosial dan Kebudayaan
Lingkungan Alami
Diri
Alam luar dan semua yang melindungi invividu yag vital dan alami, seperti pakaian, tempat tinggal, makanan dll.
Lingkungan Alami, Lingkungan sosial dan Kebudayaan, dan Diri
Lingkungan Sosial dan Kebudayaan serta Diri
Lingkungan Sosial dan Kebudayaan
Lingkungan Alami
Diri
Tempat individu harus mampu berhubungan dengannya segogyanya mempelajari bagaimana cara mengatur, menguasai dan mengendalikan keinginan serta tuntuan adalah defenisi dari lingkungan
a. Lingkungan Alami, Lingkungan sosial dan Kebudayaan, dan Diri
b. Lingkungan Sosial dan Kebudayaan serta Diri
c. Lingkungan Sosial dan Kebudayaan
d. Lingkungan Alami
e. Diri
Lingkungan Alami, Lingkungan sosial dan Kebudayaan, dan Diri
Lingkungan Sosial dan Kebudayaan serta Diri
Lingkungan Sosial dan Kebudayaan
Lingkungan Alami
Diri
Adaptai pada masa anak – anak an remaja belum banyak mendapat perhatian oleh karena itu tidak ada model perkembangan tentang koping semasa kanak - kanak sehingga banyak yang dipakai model kopping pada masa dewasa menurut ;
Soeharto Heerjan (1987)
Mustafa Fahmi
W. A. Geerungan ( 1996)
Smet, 1980
Joan Ross Acocella
