Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

SOAL-SOAL AKM LITERASI MEMBACA TEKS FIKSI

Total questions: 9

Worksheet time: 7mins

Name
Class
Date
1.

Pishi di Tengah Badai


Pishi adalah seekor ikan pari yang hidup di Samudra Hindia. Pishi dan teman-temannya sangat bahagia hidup di Samudra Hindia, bersama 500 jenis makhluk laut lainnya.


Pishi dan teman-temannya sedang bermain ketika kapal nelayan datang. Semua ikan berpencar menyelamatkan diri. Pishi jadi sendirian. Kemudian terjadi badai besar. Lautan menjadi gelap sehingga Pishi kehilangan arah. Ombak besar membawa Pishi ke bawah kapal nelayan. Pishi membentur kapal, perutnya terluka.


Pishi harus segera mengobati lukanya. Pishi berenang mendekati pantai. Di sana ada rumah sakit alam. Pishi tidak bisa berenang dengan cepat karena tubuhnya yang besar. Berat tubuh Pishi 900 kilogram dan panjangnya 10 meter.


Setelah jauh berenang, Pishi sangat senang melihat lampu mercusuar. Itu tandanya Pishi sudah sampai di rumah sakit alam. Ikan-ikan kecil langsung mendekati Pishi. Mereka membersihkan luka di perut Pishi. Beberapa hari kemudian, luka Pishi pun sembuh. Pishi sangat berterima kasih kepada ikan-ikan kecil yang merawatnya.


Ikan-ikan kecil itu memakan parasit dan jaringan kulit mati di tubuh ikan pari. Hubungan antara Pishi dan ikan-ikan kecil adalah hubungan yang saling menguntungkan. Tubuh ikan pari menjadi bersih, ikan-ikan kecil pun menjadi kenyang.


Siapakah Pishi dan di mana ia tinggal?

a)

Pishi adalah seekor ikan paus yang hidup di Samudra Hindia.

b)

Pishi adalah seekor ikan paus yang hidup di Samudra Atlantik.

c)

Pishi adalah seekor ikan pari yang hidup di Samudra Hindia.

d)

Pishi adalah seekor ikan pari yang hidup di Samudra Atlantik.

2.

Di perkotaan, anak-anak dapat mudah bersekolah hingga jenjang pendidikan tinggi. Namun, tidak demikian bagi anak-anak yang berada di pedesaan.

Simak tiga cuplikan berikut dari Buku Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.

Teks 1:

“Hari itu adalah hari yang agak penting: hari pertama masuk SD. Di ujung bangku-bangku panjang tadi ada sebuah pintu terbuka. Kosen pintu itu miring karena seluruh bangunan sekolah sudah doyong seolah akan roboh.”

(Hirata, 2008, hal. 1)

Teks 2:

“Aku cemas… karena beban perasaan ayahku menjalar ke sekujur tubuhku…Aku tahu beliau sedang gugup dan aku maklum bahwa tak mudah bagi seorang pria berusia empat puluh tujuh tahun, seorang buruh tambang yang beranak banyak dan bergaji kecil, untuk menyerahkan anak laki-lakinya ke sekolah. Lebih mudah menyerahkannya pada tauke pasar pagi untuk jadi tukang parut atau pada juragan pantai untuk menjadi kuli kopra agar dapat membantu ekonomi keluarga.”

(Hirata, 2008, hal. 2)

Teks 3:

“Keluarga Lintang berasal dari Tanjung Kelumpang, desa nun jauh di pinggir laut. Menuju ke sana harus melewati empat kawasan pohon nipah, tempat berawa-rawa yang dianggap seram…. Selain itu di sana juga tak jarang buaya sebesar pangkal pohon sagu melintasi jalan. Kampung pesisir itu secara geografis dapat dikatakan sebagai wilayah paling timur di Sumatra, daerah minus nun jauh masuk ke pedalaman Pulau Belitong.”

(Hirata, 2008, hal. 11)

Hirata, Andrea. 2008. Laskar Pelangi. Jakarta : Bentang Pustaka.

Lintang berasal dari mana?

(a)  

3.

Pishi di Tengah Badai


Pishi adalah seekor ikan pari yang hidup di Samudra Hindia. Pishi dan teman-temannya sangat bahagia hidup di Samudra Hindia, bersama 500 jenis makhluk laut lainnya.

Pishi dan teman-temannya sedang bermain ketika kapal nelayan datang. Semua ikan berpencar menyelamatkan diri. Pishi jadi sendirian. Kemudian terjadi badai besar. Lautan menjadi gelap sehingga Pishi kehilangan arah. Ombak besar membawa Pishi ke bawah kapal nelayan. Pishi membentur kapal, perutnya terluka.

Pishi harus segera mengobati lukanya. Pishi berenang mendekati pantai. Di sana ada rumah sakit alam. Pishi tidak bisa berenang dengan cepat karena tubuhnya yang besar. Berat tubuh Pishi 900 kilogram dan panjangnya 10 meter.

Setelah jauh berenang, Pishi sangat senang melihat lampu mercusuar. Itu tandanya Pishi sudah sampai di rumah sakit alam. Ikan-ikan kecil langsung mendekati Pishi. Mereka membersihkan luka di perut Pishi. Beberapa hari kemudian, luka Pishi pun sembuh. Pishi sangat berterima kasih kepada ikan-ikan kecil yang merawatnya.

Ikan-ikan kecil itu memakan parasit dan jaringan kulit mati di tubuh ikan pari. Hubungan antara Pishi dan ikan-ikan kecil adalah hubungan yang saling menguntungkan. Tubuh ikan pari menjadi bersih, ikan-ikan kecil pun menjadi kenyang.

Pilihlah setiap kalimat yang menyatakan latar tempat dalam wacana tersebut.

a)

Pishi harus segera mengobati lukanya.

b)

Ombak besar membawa Pishi ke bawah kapal nelayan.

c)

Pishi tidak bisa berenang dengan cepat karena tubuhnya berat.

d)

Pishi dan teman-temannya sangat bahagia hidup di Samudra Hindia.

4.

Rumah untuk Lek Tini

Suatu hari penduduk kampung di Gunungkidul dikagetkan dengan musibah kebakaran yang menimpa rumah yang ditinggali oleh keluarga Lek Tini. Tanpa pikir panjang, Lek Tini yang terkejut atas peristiwa itu berupaya lari keluar rumah sambil minta tolong diikuti anggota keluarganya. Kakinya terasa berat untuk digerakkan, tetapi tetap terus berupaya sebisanya. Bahkan, hanya diserat saja hingga akhirnya mencapai pohon asem depan rumah. Badannya menggigil duduk tersimpuh lemas tak berdaya sambil memandangi rumahnya dilalap si Jago Merah tanpa henti. Terbayang olehnya, diri dan keluarganya akan tidur tanpa atap.

Masyarakat yang mengetahui peristiwa itu langsung datang dan menyingsingkan lengan baju. Ada yang menyelamatkan benda-benda di rumah yang terbakar, memadamkan api dan ada yang menggalang dana. Dalam waktu singkat terkumpul berbagai sumbangan untuk keluarga Lek Tini.

Tidak berhenti sampai di situ saja. Masyarakat bersama pemerintah desa menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap korban kebakaran. Mereka berharap Lek Tini secepatnya mendapat tempat tinggal yang layak dan dapat beraktivitas seperti semula.


Dengan penuh semangat, mereka bergotong royong membangun rumah sementara untuk keluarga Lek Tini. Lebih dari 50 orang berpartisipasi dalam pembangunan rumah yang dimulai sejak pagi hari. Itu sebabnya, pada sore hari, rumah sementara ini telah selesai dibangun dan siap untuk ditinggali oleh keluarga Lek Tini.

Klik pada beberapa pilihan jawaban yang benar!

Apa faktor pendukung rumah sementara Lek Tini sudah dapat dihuni hanya dalam waktu 12 jam?

a)

A. Penduduk peduli terhadap semua warga korban kebakaran.

b)

Masyarakat bersama pemerintah desa menggalang dana.

c)

Penduduk bergotong-royong dengan berbagi tugas.

d)

Banyak orang kaya yang bersedia menjadi donatur tetap.

e)

Rumah yang terbakar hanya rumah Lek Tini.

5.

Pishi di Tengah Badai


Pishi adalah seekor ikan pari yang hidup di Samudra Hindia. Pishi dan teman-temannya sangat bahagia hidup di Samudra Hindia, bersama 500 jenis makhluk laut lainnya.

Pishi dan teman-temannya sedang bermain ketika kapal nelayan datang. Semua ikan berpencar menyelamatkan diri. Pishi jadi sendirian. Lalu terjadi badai besar, lautan menjadi gelap hingga Pishi kehilangan arah. Ombak besar membawa Pishi ke bawah kapal nelayan. Pishi membentur kapal, perutnya jadi terluka.

Pishi harus segera mengobati lukanya. Pishi berenang mendekati pantai. Di sana ada rumah sakit alam. Pishi tidak bisa berenang dengan cepat karena bobot tubuhnya yang besar. Berat tubuh Pishi 900 kilo dan panjangnya 10 m.

Setelah jauh berenang, Pishi sangat senang melihat lampu mercusuar, itu tandanya Pishi sudah sampai di rumah sakit alam. Ikan-ikan kecil langsung mendekati Pishi, mereka membersihkan luka di perut Pishi. Beberapa hari kemudian luka Pishi pun sembuh. Pishi sangat berterima kasih pada ikan-ikan kecil yang merawatnya.

Ikan-ikan kecil itu memakan parasit dan jaringan kulit mati di tubuh ikan pari. Hubungan antara Pishi dan ikan-ikan kecil adalah hubungan yang saling menguntungkan. Tubuh ikan pari menjadi bersih, ikan-ikan kecil pun menjadi kenyang.

Perubahan apa yang dialami oleh Pishi pada akhir cerita?

a)

Pishi membentur kapal nelayan sehingga perutnya terluka.

b)

Semua ikan berpencar menyelamatkan diri ketika kapal nelayan datang.

c)

Ikan-ikan kecil membersihkan luka di perut Pishi sampai lukanya sembuh.

d)

Terjadi badai besar yang membuat lautan menjadi gelap dan Pishi kehilangan arah.

6.

Pishi di Tengah Badai


Pishi adalah seekor ikan pari yang hidup di Samudra Hindia. Pishi dan teman-temannya sangat bahagia hidup di Samudra Hindia, bersama 500 jenis makhluk laut lainnya.

Pishi dan teman-temannya sedang bermain ketika kapal nelayan datang. Semua ikan berpencar menyelamatkan diri. Pishi jadi sendirian. Kemudian terjadi badai besar. Lautan menjadi gelap sehingga Pishi kehilangan arah. Ombak besar membawa Pishi ke bawah kapal nelayan. Pishi membentur kapal, perutnya terluka.

Pishi harus segera mengobati lukanya. Pishi berenang mendekati pantai. Di sana ada rumah sakit alam. Pishi tidak bisa berenang dengan cepat karena tubuhnya yang besar. Berat tubuh Pishi 900 kilogram dan panjangnya 10 meter.

Setelah jauh berenang, Pishi sangat senang melihat lampu mercusuar. Itu tandanya Pishi sudah sampai di rumah sakit alam. Ikan-ikan kecil langsung mendekati Pishi. Mereka membersihkan luka di perut Pishi. Beberapa hari kemudian, luka Pishi pun sembuh. Pishi sangat berterima kasih kepada ikan-ikan kecil yang merawatnya.

Ikan-ikan kecil itu memakan parasit dan jaringan kulit mati di tubuh ikan pari. Hubungan antara Pishi dan ikan-ikan kecil adalah hubungan yang saling menguntungkan. Tubuh ikan pari menjadi bersih, ikan-ikan kecil pun menjadi kenyang.

Pesan apa yang terdapat dalam teks tersebut?

(a)  

7.

'Perempuan – perempuan perkasa'

karya Hartoyo Andangjaya, 1963

Perempuan – perempuan perkasa

Perempuan – perempuan yang membawa bakul di pagi buta,

dari manakah mereka..

Ke stasiun kereta mereka datang dari bukit-bukit desa sebelum

peluit kereta pagi terjaga..

Sebelum hari bermula dalam pesta kerja..

Perempuan – perempuan yang membawa bakul dalam kereta,

kemanakah mereka..

Di atas roda-roda baja mereka berkendara,,

Mereka berlomba dengan surya menuju gerbang kota..

Merebut hidup di pasar-pasar kota..

Perempuan – perempuan perkasa yang membawa bakul di pagi buta,

siapakah mereka..

Mereka ialah ibu-ibu berhati baja, perempuan – perempuan perkasa

akar – akar yang melata dari tanah perbukitan turun ke kota..

Mereka cinta kasih yang bergerak menghidupi desa demi desa..

( Hartoyo Andangjaya, 1963 )

(diunduh dari https://indonesianliteraryworks.blogspot.com/2016/09/poetry-perempuan-perempuan-perkasa.html)

Apa perbedaan latar yang terdapat dalam puisi tersebut?

(a)  

8.

Siti dan Udin namanya. Muka mereka penuh debu.

Dengan baju rombengan, mereka menyanyi di tengah kebisingan.

Pagi sampai malam, mereka tersenyum dalam peluh,

menyapa om dan tante, mengharap receh seadanya.

Beribu Siti dan Udin berkeliaran di jalan-jalan,

dengan suara serak dan napas yang sesak oleh polusi.

Kalau hari ini bisa makan, alhamdulillah.

Siti dan Udin tetap berdoa agar mereka bisa sekolah

dan punya rumah berjendela.

(Februari 2003)


Ilustrasi puisi di atas menggambarkan isi puisi "Siti dan Udin di Jalan".

Apakah kamu setuju?

(a)  

9.

'Perempuan – perempuan perkasa'

karya Hartoyo Andangjaya, 1963

Perempuan – perempuan perkasa

Perempuan – perempuan yang membawa bakul di pagi buta,

dari manakah mereka..

Ke stasiun kereta mereka datang dari bukit-bukit desa sebelum

peluit kereta pagi terjaga..

Sebelum hari bermula dalam pesta kerja..

Perempuan – perempuan yang membawa bakul dalam kereta,

kemanakah mereka..

Di atas roda-roda baja mereka berkendara,,

Mereka berlomba dengan surya menuju gerbang kota..

Merebut hidup di pasar-pasar kota..

Perempuan – perempuan perkasa yang membawa bakul di pagi buta,

siapakah mereka..

Mereka ialah ibu-ibu berhati baja, perempuan – perempuan perkasa

akar – akar yang melata dari tanah perbukitan turun ke kota..

Mereka cinta kasih yang bergerak menghidupi desa demi desa..

( Hartoyo Andangjaya, 1963 )

(diunduh dari https://indonesianliteraryworks.blogspot.com/2016/09/poetry-perempuan-perempuan-perkasa.html)

Jika kamu membaca puisi tersebut, sikap apa yang dapat ditiru dari tokoh dalam puisi tersebut?

a)

kerja keras.

b)

Hemat.

c)

Rajin.

d)

Santai